Anda di halaman 1dari 20

MUKADIMAH ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH

TANGGA MUHAMMADIYAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Al-Islam
Kemuhammadiyahan
Dosen Pengampu Alfadl Habibie, M.Pd

Disusun oleh:
Dita Fitri Rahayu C1786201035
Nadia Sri Utami C1786201050
Pahmi Fauzi T C1786201053

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA
2018
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi


maha penyayang kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini, telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan


bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari itu semua kami menyadari sepenuhnya bahwa masih


ada kekurangan baik dari segi susunan, kalimat, maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan


lebih kepada kita semua.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Tasikmalaya, 30 September 2018

Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................................................i
Daftar Isi ...................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah .....................................................................................2
C. Tujuan ........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Mukadimah Anggaran Dasar .....................................................................3
B. Identitas dan Asas Muhammadiyah ...........................................................15
C. Keanggotaan Muhammadiyah ...................................................................17

D. Keorganisasian Muhammadiyah .................................................................... 17

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organisasi islam adalah sebuah gerakan yang bergerak dalam
bidang dakwah. Pergerakannya tidak hanya dalam satu segi kehidupan,
melainkan menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.
Adanya organisasi ini, tidak terlepas dari perjuangan para pendiri
organisasi tersebut yang memiliki semangat dakwah dan keinginannya
menyebarkan nilai-nilai islam dalam kehidupan. Perjuangan para pendiri
dan penggerak inilah yang kemudian melahirkan organisasi islam yang
saat ini berdiri tegak di bawah naungan al-islam khususnya di Indonesia
termasuk Muhammadiyah.
Sebagai salah satu organisasi keislaman di Indosenia,
Muhammadiyah bergerak dalam segala bidang baik pendidikan, politik,
kemasyarakatan, industri dan sebagainya. Organisasi Muhammadiyah
suskses menciptakan organisasi besar yang memiliki pengaruh besar di
Indonesia ini.
Sebagai sebuah organisasi, maka muhammadiyah memiliki
anggran dasar dan anggaran rumah tangga Muhammadiyah yang dibuat
dan disahkan dengan keputusan berseama melalui mukhtamar
Muhammadiyah yang kemudian anggran dasar dan anggaran rumah
tangga ini menjadi pijakan dalam melaksanakan seluruh gerak, dan
aktivitas Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi. Dalam hal ini, maka
pentingnya mengetahuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta
apa yang melandasinya sebagai suatau bekal bagi terciptanya tujuan
Muhammadiyah. Maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga muhammadiyah agar
terciptanya penmahaman terhadap keduanya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah?
2. Bagaimana Identitas dan Asas Muhammadiyah?

ii
3. Bagaimana Keanggotaan Muhammadiyah?
4. Bagaimana Keorganisasian Muhammadiyah?
C. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk:
1. Mengatahui Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
2. Mengatahui Identitas dan Asas Muhammadiyah
3. Mengatahui Keanggotaan Muhammadiyah
4. Mengatahui Keorganisasian Muhammadiyah

ii
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
1. Hakikat Mukadimah Anggaran Dasar
Mukadimah Anggaran Dasar muhammadiyah pada hakekatnya
merupakan ideologi Muhammadiyah yang memberikan gambaran
tentang pandangan Muhammadiyah mengenai kehidupan manusia di
muka bumi ini. Cita-cita yang ingin diwujudkan dan cara-cara yang
dipergunakan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Sebagai sebuah
ideologi, Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah menjiwai
segala gerak dan usaha Muhammadiyah dan proses penyusunan sistim
kerjasama yang dilakukan untuk mewujudkan tujuannya.
Sedehananya, bagi persyarikatan Muhammadiyah, Mukadimah
anggaran Dasar Muhammadiyah berfungsi sebagai jiwa dan semangat
pengabdian serta perjuangan.1
Maka dari itu, mukadimah anggaran dasar ini adalah sebuah
pandangan atau pemikiran muhammadiyah yang berupa cita-cita yang
ingin dicapai dan cara untuk mewujudkan cita-cita tersebut, yang
menjiwai segala garak dan usaha muhammadiyah.
2. Sejarah Perumusan
Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah disusun dan
dirumuskan oleh Ki Bagus Hadikusumo sebagai hasil penyorotan
dan pengungkapan kembali terhadap pokok-pokok-pikiran yang
dijadikan dasar amal usaha dan perjuangan Kyai Ahmad Dahlan
dengan menggunakan wadah persyarikatan Muhamnadiyah.
Rumusan “Muqaddimah” ini kemudian diterima dan disahkan oleh
Muktamar Muhammadiyah ke 31 yang dilangsungkan di kota
Yogyakarta pada tahun 1950, setelah melewati penyempurnaan
segi redaksional yang dilaksanakan oleh sebuah team yang

1
Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
https://subair3.wordpress.com/2017/12/19/mukadimah-anggaran-dasar-muhammadiyah/

ii
dibentuk oleh sidang Tanwir. Team ponyempurnaan tersebut
anggota-anggotanya terdiri dari : Buya HAMKA, K.H. Farid
Ma’ruf, Mr. Kasman Singodimedjo serta Zain Jambek.2
Mukadimah anggaran dasarmuhammadiyah ini baru dirumuskan
pada masa Ki Bagus Hadikusumo karena babarapa sebab
diantaranya:
a. Belum adanya kepastian rumusan tentang cita-cita dan dasar
perjuangan Muhammadiyah.
b. Kehidupan rohani keluarga Muhammadiyah menampakan
gejala menurun, akibat terlalu berat mengejar kehidupan
duniawi.
c. Makin kuatuya berbagai pengaruh dari luar yang langsung
atau tidak berhadapan dengan faham dan keyakinan
Muhammadiyah.3
3. Isi pokok Mukadimah anggaran dasar Muhammadiyah
ANGGARAN DASARMUHAMMADIYAH
MUQADDIMAH

“Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala

puji bagi Allah yang mengasuh semua alam, yang Maha Pemurah

dan Maha Penyayang, Yang memegang pengadilan pada hari

kemudian. Hanya kepada Engkau hamba menyembah, dan hanya

kepada Engkau, kami mohon pertolongan. Berilah petunjuk kepada

hamba akan jalan yang lempang, jalan orang-orang yang telah

2
Sejarah perumusan mukadimah anggaran dasar muhammadiyah, mukadimah anggaran dasar
https://pimpinancabangmuarapadang.wordpress.com/about/sekilas-pcm-muara-padang-
1/mukadimah-anggaran-dasar-muhammadiyah/
3
Mukadimah anggaran dasar muhammadiyah
https://pimpinancabangmuarapadang.wordpress.com/about/sekilas-pcm-muara-padang-
1/mukadimah-anggaran-dasar-muhammadiyah/

ii
Engkau beri kenikmatan, yang tidak dimurkai dan tidak tersesat.”

(QS Al-fatihah)

“Saya ridla: Ber-Tuhan kepada ALLAH, ber-Agama kepada


ISLAM dan ber-Nabi kepada MUHAMMAD RASULULLAH
Shalallahu‘alaihi wassalam“.

AMMA BAD’U, bahwa sesungguhnya ke-Tuhanan itu adalah hak


Allah semata-mata. Ber-Tuhan dan ber’ibadah serta tunduk dan
tha’at kepada Allah adalah satu-satunya ketentuan yang wajib atas
tiap-tiap makhluk, terutama manusia.Hidup bermasyarakat itu
adalah sunnah (hukum qudrat iradat) Allah atas kehidupan manusia
di dunia ini.

Masyarakat yang sejahtera, aman damai, makmur dan


bahagia hanyalah dapat diwujudkan di atas keadilan, kejujuran,
persaudaraan dan gotong-royong, bertolongtolongan dengan
bersendikan hukum Allah yang sebenar-benarnya, lepas dari
pengaruh syaitan dan hawa nafsu.

Agama Allah yang dibawa dan diajarkan oleh sekalian Nabi


yang bijaksana dan berjiwa suci, adalah satu-satunya pokok hukum
dalam masyarakat yang utama dan sebaik-baiknya.

Menjunjung tinggi hukum Allah lebih daripada hukum


yang manapun juga, adalah kewajiban mutlak bagi tiap-tiap orang
yang mengaku ber-Tuhan kepada Allah.

Agama Islam adalah Agama Allah yang dibawa oleh


sekalian Nabi,sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw, dan
diajarkan kepada umatnya masingmasing untuk mendapatkan hidup
bahagia Dunia dan Akhirat.

ii
Syahdan, untuk menciptakan masyarakat yang bahagia dan
sentausa sebagai yang tersebut di atas itu, tiap-tiap orang, terutama
umat Islam, umat yang percaya akan Allah dan Hari Kemudian,
wajiblah mengikuti jejak sekalian Nabi yang suci:

Beribadah kepada Allah dan berusaha segiat-giatnya


mengumpulkan segala kekuatan dan menggunakannya untuk
menjelmakan masyarakat itu di Dunia ini, dengan niat yang murni-
tulus dan ikhlas karena Allah semata-mata dan hanya
mengharapkan karunia Allah dan ridha-Nya belaka, serta
mempunyai rasa tanggung jawab di hadirat Allah atas segala
perbuatannya, lagi pula harus sabar dan tawakal bertabah hati

Menghadapi segala kesukaran atau kesulitan yang menimpa


dirinya, atau rintangan yang menghalangi pekerjaannya, dengan
penuh pengharapan perlindungan dan pertolongan Allah Yang
Maha Kuasa.

Untuk melaksanakan terwujudnya masyarakat yang


demikian itu, maka dengan berkat dan rahmat Allah didorong oleh
firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Adakanlah dari kamu sekalian, golongan yang mengajak kepada

ke-Islaman, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah daripada

keburukan. Mereka itulah golongan yang beruntung berbahagia “

(QS Ali-Imran:104)

Pada tanggal 8 Dzulhiijah 1330 Hijriyah atau 18 Nopember


1912 Miladiyah, oleh almarhum KHA. Dahlan didirikan suatu
persyarikatan sebagai “gerakan Islam” dengan nama
“MUHAMMADIYAH” yang disusun dengan Majelis-Majelis

ii
(Bahagian-bahagian)-nya, mengikuti peredaran zaman serta
berdasarkan “syura” yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan
dalam permusyawatan atau Muktamar.

Kesemuanya itu. perlu untuk menunaikan kewajiban


mengamalkan perintahperintah Allah dan mengikuti sunnah Rasul-
Nya, Nabi Muhammad saw., guna mendapat karunia dan ridla-Nya
di dunia dan akhirat, dan untuk mencapai masyarakat yang sentausa
dan bahagia, disertai nikmat dan rahmat Allah yang melimpah-
limpah, sehingga merupakan:

“Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah

perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun“.

Maka dengan Muhammadiyah ini, mudah-mudahan ummat


Islam dapatlah diantarkan ke pintu gerbang Syurga “Jannatun
Na’im” dengan keridlaan Allah Yang Rahman dan Rahim.

B. Identitas dan Asas Muhammadiyah


Identitas / hakikat Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah
amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, bersumber pada Al Qur’an dan
Sunnah. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah Islam,
sedangkan maksud dan tujuannya adalah menegakkan dan menjunjung
tinggi agama Islam. Dalam mencapai maksud dan tujuan serta
mewujudkan misi yang ideal tersebut muhammadiyah melakukan usaha-
usaha yang bersifat pokok, yang kemudian diwujudkan dalam amal usaha,
program dan kegiatan. Maka secara singkat identitas Muhammadiyah
dapat diidentifikasi sebagai gerakan Islam, Dakwah dan Tajdid, sebagai
berikut4:
1. Muhammadiyah sebagai Gerakan Da’wah

4
Identitas dan asas Muhammadiyah Pasya dan Darban, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam,
2009, h. 137

ii
Karakteristik kedua dari gerekan Muhammadiyah dikenal
sebagai Gerakan Da’wah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Karakteristik kedua ini lahir karena inspirasi dan pengalaman KH.
Ahmad Dahlan terhadap perintah-perintah Allah SWT dalam Al-
Qur’an. Seperti yang tercantum dalam QS. Ali Imran/3:104 untuk
melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dengan hikmah
kebijaksanaan, pelajaran yang baik dan bantahan yang baik (QS.
An-Nahl/16:125), agar diperoleh konsistensi dalam mengamalkan
semua perintah Allah SWT dan menjauhi arangan-Nya, supaya
menjadi orang-orang yang beruntunng.
2. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam
Gerakan Islam, Dakwah Amar makruf nahi munkar dan
tajdid, berasas Islam, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,
dengan tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenam-
benarnya. Dalam beragama Muhammadiyah selalu
memperlihatkan sikap wasathiyah (tengahan) dan tidak ghulul
(ekstrim), dengan tetap istiqamah pada prinsip-prinsip Islam yang
bersumber pada Al Qur’an dan As Sunnah yang
shahihah/maqbulah serta mengembangkan akal pikiran yang
sesuai dengan ajaran Islam.5
3. Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid
Perserikatan Muhammadiyah disebut sebagai Gerakan
Tajdid (pembaharuan) karena:
a. Muhammadiyah selalu melakukan koreksi dan
penafsiran ulang terhadap berbagai persoalan
pemikiran dan pengamalan yang terkait dengan
muamalah keagamaan, yang disebabkan oleh
perubahan situasi dan kondisi serta perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi untuk disesuaikan
dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah serta
tidak bertentangan dengan nilai-nilai keduanya.
b. Muhammadiyah disebut sebagai gerakan tajdid
(dalam konteks purifikasi/pemurnian) terutama
dalam bidang aqidah dan ibadah, yakni
mengembalikan semua persoalan yang menyangkut
aqidah dan ibadah tersebut pada keaslian ajarannya

5
Identitas muhammadiyah http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/02/28/identitas-
muhammadiyah/

ii
dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dari berbagai
tambahan dan pengurangan serta interpolasi
berbagai bentuk pemikiran yang secara intirinsik
dan substantif maupun formil berbeda dengan
keduanya. Ahmad Siddiq, seorang tokoh ulama
Nahdliyin menjelaskan tajdid dalam arti pemurnian
memiliki tiga bentuk sasaran, yaitu pertama I’adah
(pemulihan), yaitu membersihkan ajaran Islam yang
tidak murni lagi; kedua Ibanah (memisahkan), yaitu
memisah-misahkan secara cermat oleh ahlinya,
mana yang sunah dan mana pula yang bid’ah; ketiga
Ihya’ (menghidupkan), yaitu menghidup-hidupkan
ajaran-ajaran Islam yang belum terlaksana atau yang
terbengkalai.

Identitas dan asas muihammadiyah juga terkandung dalam


Anggaran Dasar Muhammadiyah, yang terdapat pada bab II Identitas,
Asas dan Lambang pasal 4. Identitas itu adalah :

1. Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Da’wah Amar Ma’ruf Nahi


Munkar dan Tajdid, bersumber pada Al-Qur`an dan As-Sunnah.
2. Muhammadiyah berasas Islam.6
C. Keanggotaan Muhammadiyah
Keanggotaan muhammadiyah ini terdapat dalam anggaran dasar
muhammadiyah yakni dalam bab 4 pasal 8.
Keanggotaan
Anggota Muhammadiyah terdiri atas:
1. Anggota Biasa ialah warga negara Indonesia beragama Islam.
2. Anggota Luar Biasa ialah orang Islam bukan warga negara
Indonesia.

6
Anggaran dasar Muhammadiyah
https://pimpinancabangmuarapadang.wordpress.com/2012/08/20/136/

ii
3. Anggota Kehormatan ialah perorangan beragama Islam yang
berjasa terhadap Muhammadiyah dan atau karena kewibawaan
dan keahliannya bersedia membantu Muhammadiyah.
Keanggotaan mjuhammadiyah juga terdapat dalam anggaran rumah tangga
muhammadiyah yakni dalam pasal 4 keanggotaan.
Pasal 4
Keanggotaan
(1) Anggota Biasa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia beragama Islam
b. Laki-laki atau perempuan berumur 17 tahun atau sudah
menikah
c. Menyetujui maksud dan tujuan Muhammadiyah
d. Bersedia mendukung dan melaksanakan usaha-usaha
Muhammadiyah.
e. Mendaftarkan diri dan membayar uang pangkal.
(2) Anggota Luar Biasa ialah seseorang bukan warga negara Indonesia,
beragama Islam, setuju dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah
serta bersedia mendukung amal usahanya.
(3) Anggota Kehormatan ialah seseorang beragama Islam, berjasa terhadap
Muhammadiyah dan atau karena kewibawaan dan keahliannya
diperlukan atau bersedia membantu Muhammadiyah.
(4) Tatacara menjadi anggota diatur sebagai berikut:
a. Anggota Biasa
1). Mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pimpinan Pusat
dengan mengisi formulir disertai kelengkapan syarat-syaratnya
melalui Pimpinan Ranting atau Pimpinan amal usaha di tempat
yang belum ada Ranting, kemudian diteruskan kepada Pimpinan
Cabang.
2). Pimpinan Cabang meneruskan permintaan tersebut kepada
Pimpinan Pusat dengan disertai pertimbangan.

ii
3). Pimpinan Cabang dapat memberi tanda anggota sementara
kepada calon anggota, sebelum yang bersangkutan menerima kartu
tanda anggota dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bentuk tanda
anggota sementara ditetapkan oleh Pimpinan Pusat.
4). Pimpinan Pusat memberi kartu tanda anggota Muhammadiyah
kepada calon anggota biasa yang telah disetujui melalui Pimpinan
Cabang yang bersangkutan
b. Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan
Tata cara menjadi Anggota Luar Biasa dan Anggota
Kehormatan diatur oleh Pimpinan Pusat
(5) Pimpinan Pusat dapat melimpahkan wewenang penerimaan permintaan
menjadi Anggota Biasa dan memberikan kartu tanda anggota
Muhammadiyah kepada Pimpinan Wilayah. Pelimpahan wewenang
tersebut dan ketentuan pelaksanaannya diatur dengan keputusan
Pimpinan Pusat.
(6) Hak Anggota
a. Anggota biasa:
1.Menyatakan pendapat di dalam maupun di luar permusyawaratan.
2. Memilih dan dipilih dalam permusyawaratan.
b. Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan mempunyai hak
menyatakan pendapat.
(7) Kewajiban Anggota Biasa, Luar Biasa, dan Kehormatan:
a. Taat menjalankan ajaran Islam
b. Menjaga nama baik dan setia kepada Muhammadiyah serta
perjuangannya
c. Berpegang teguh kepada Kepribadian serta Keyakinan dan Cita-cita
Hidup Muhammadiyah
d. Taat pada peraturan Muhammadiyah, keputusan musyawarah, dan
kebijakan Pimpinan Pusat
e. Mendukung dan mengindahkan kepentingan Muhammadiyah serta
melaksanakan usahanya

ii
f. Membayar iuran anggota
g. Membayar infaq
(8) Anggota Biasa, Luar Biasa, dan Kehormatan berhenti karena:
a. Meninggal dunia
b. Mengundurkan diri
c. Diberhentikan oleh Pimpinan Pusat
(9) Tata cara pemberhentian anggota.
a. Anggota Biasa:
1. Pimpinan Cabang mengusulkan pemberhentian anggota kepada
Pimpinan Daerah berdasarkan bukti yang dapat
dipertanggungjawabkan.
2. Pimpinan Daerah meneruskan kepada Pimpinan Wilayah usulan
pemberhentian anggota dengan disertai pertimbangan.
3. Pimpinan Wilayah meneruskan atau tidak meneruskan usulan
pemberhentian anggota kepada Pimpinan Pusat setelah
melakukan penelitian dan penilaian.
4. Pimpinan Wilayah dapat melakukan pemberhentian sementara
(skorsing) yang berlaku paling lama 6 (enam) bulan selama
menunggu proses pemberhentian anggota dari Pimpinan Pusat,
5. Pimpinan Pusat, setelah menerima usulan pemberhentian
anggota, memutuskan memberhentikan atau tidak
memberhentikan paling lama 6 (enam) bulan sejak diusulkan
oleh Pimpinan Wilayah.
6. Anggota yang diusulkan pemberhentian keanggotaannya, selama
proses pengusulan berlangsung, dapat mengajukan keberatan
kepada Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah,
dan Pimpinan Pusat. Setelah keputusan pemberhentian
dikeluarkan, yang bersangkutan dapat mengajukan keberatan
kepada Pimpinan Pusat.
7. Pimpinan Pusat membentuk tim yang diserahi tugas mempelajari
keberatan yang diajukan oleh anggota yang diberhentikan.

ii
Pimpinan Pusat menetapkan keputusan akhir setelah mendengar
pertimbangan tim.
8. Keputusan pemberhentian anggota diumumkan dalam Berita
Resmi Muhammadiyah.
b. Anggota Luar Biasa dan Kehormatan diberhentikan atas keputusan
Pimpinan Pusat.
D. Keorganisasian Muhammadiyah
Keorganisasian muhammadiyah juga terdapat dalam anggaran
dasar muhammadiyah yang terdapat dalam bab v susunan dan penetapan
organisasi. Dalam anggran dasar ini diatur mengenai susunan dan
penetapan organisasi yang terdiri dari 2 pasal,yakni pasal 9 dan pasal 10
yang berbunyi:7
Pasal 9
Susunan Organisasi
Susunan organisasi Muhammadiyah terdiri atas:
1. Ranting ialah kesatuan anggota dalam satu tempat atau kawasan
2. Cabang ialah kesatuan Ranting dalam satu tempat
3. Daerah ialah kesatuan Cabang dalam satu Kota atau Kabupaten
4. Wilayah ialah kesatuan Daerah dalam satu Propinsi
5. Pusat ialah kesatuan Wilayah dalam Negara
Pasal 10
Penetapan Organisasi
(1) Penetapan Wilayah dan Daerah dengan ketentuan luas
lingkungannya ditetapkan oleh Pimpinan Pusat.
(2) Penetapan Cabang dengan ketentuan luas lingkungannya
ditetapkan oleh Pimpinan Wilayah.
Dalam keorganisasian Muhammadiyah terdapat organisasi otonom
Muhammadiyah. Organisasi otonom ini ialah organisasi atau badan yang
dibentuk oleh persyrikatan Muhammadiyah yang dengan bimbingan dan

7
Anggaran dasar Muhammadiyah
https://pimpinancabangmuarapadang.wordpress.com/2012/08/20/136/

ii
pengawasannya diberi hak dan kewajiban untuk mengatur rumah tangga
sendiri, membina warga persyarikatan Muhammadiyah tertentu dan dalam
bidang-bidang tertentu pula dalam rangka mencapai maksud dan tujuan
persyrikatan Muhammadiyah.8
Adapun kewajiban organisasi otonom ini ialah:
1. Melaksanakan keputusan persyarikatan Muhammadiyah
2. Menjaga nama baik Muhammadiyah
3. Membina anggota-anggotanya menjadi warga dan anggota
persyarikatan Muhammadiyah yang baik.
4. Membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan sesama
organisasi otonom
5. Melaporkan kegiatan-kegiatannya kepada pimpinan persyarikatan
Muhammadiyah
6. Menyalurkan anggota-anggotanya dalam kegiatan gerak dan amal
usaha persyarikatan Muhammadiyah sesuai dengan bakat, minat dan
kemampuannya.
Adapun hak organisasi otonom ini ialah:
1. Mengelola urusan kepentingan, aktivitas dan amal usaha yang
dilakukan organisasi otonomnya.
2. Berhubungan dengan organisasi/badan lain di luar persyarikatan
Muhammadiyah
3. Memberi saran kepada persyarikatan Muhammadiyah baik diminta
atau kemauan sendiri
4. Meengusahakan dan mengelola keuangan sendiri
Organisasi otonom Muhammadiyah yang sudah ada saat ini ialah:
1. Aisyiyah (bergerak di kalangan wanita dan ibu-ibu
2. Pemuda Muhammadiyah (bergerak di kalangan pemuda)
3. Nasyiatul Aisyiyah (bergerak dikalangan perempuan-perempuan
muda)

8
Keorganisasian Muhammadiyah pdf

ii
4. Ikatan Remaja Muhammadiyah (bergerak di kalangan pelajar dan
remaja)
5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (bergerak di kalangan Mahasiswa)
6. Tapak suci putra Muhammadiyah (bergerak dalam aktivitas bela diri)
7. Hisbul Wathan (bergerak dalam aktivitas kepanduan).

ii
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Muhammadiyah adalah dasar
pijakan dan atauran yang dirancang, dibentuk dan disepakati untuk kemudian
disahkan oleh persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka mencapai tujuan
persyarikatan Muhammadiyah.
Dalam anggaran dasar Muhammadiyah ini, terdapat Mukadimah anggaran
dasar yang menjiwai dan merupakan cita-cita persyarikatan Muhammadiyah.
Anggaran dasar dan rumah tangga Muhammadiyah ini menjadi pijakan dalam
setiap gerak dan amal usaha gerakan organisasi Muhammadiyah.

ii
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Anggaran Dasar Muhammadiyah. didapat dari:
https://pimpinancabangmuarapadang.wordpress.com diakses pada Rabu,
26 September 2018 pukul 07.49. Artikel: Tidak diterbitkan.

Anonim. t.t. Mukadimah Anggaran Dasar. didapat dari:


https://pimpinancabangmuarapadang.wordpress.com diakses pada Rabu,
26 September 2018 pukul 07.29. Artikel: Tidak diterbitkan.
Anonim. t.t. Keorganisasian Muhammadiyah. didapat dari:
https://subair3.wordpress.com diakses pada Rabu, 26 September 2018
pukul 07.32. pdf: Tidak diterbitkan.
Soleh, A Rosyad. 2017. Identitas Muhammadiyah. didapat dari:
http://www.suaramuhammadiyah.id diakses pada Rabu, 26 September
2018 pukul 07.46. Artikel: Tidak diterbitkan.

ii