Anda di halaman 1dari 26

CONTOH-CONTOH

PERSUASIVE COPYWRITING
Contoh 1

Sesekali...
Coba perhatikan makna dan inti dari status2 Saya ^_^

Yang ini misalnya...


Lihat dan perhatikan pola kalimatnya ya...
Anda boleh scroll ke bawah untuk LIHAT status aslinya.
Lalu...
Baca komentarnya....
Ada yang aneh, lho.
Apa?
Hm.
Hampir 100% orang menjawab pertanyaan Saya.
Dan jarang -bahkan: belum ada- dari mereka yang....
"Mengkritisi"
Maksudnya?
Misalnya,
"Lho, siapa bilang kang, Saya BELAJAR dari buku-buku Billionaire Store? Wong Saya nggak pernah
beli bukunya, kok..."
Hehe ^_^

Lagi2.
Ini asumsi.
...sambungan dari status sebelumnya ^_^
Contoh 2 :
KEKUATAN ASUMSI
Saya sering melihat dan mendengar orang berkata, "Jangan berasumsi, ngomonglah berdasarkan
data dan fakta".
Hehehe… Saat mendengar wejangan tersebut, Saya hanya bergumam dalam hati, "Yes, bahkan Anda
pun ngomong gitu karena Asumsi". ^_^ hehe

Saya justru menggunakan asumsi sebagai modal utama Saya. Dan ini sebenarnya "rahasia".
Kalau Anda sudah Mahir Copywriting, Anda akan tahu bahwa ASUMSI sangat penting digunakan saat
Anda menuliskan kata demi kata dalam Copywriting tersebut.
Sekarang, coba Anda perhatikan beberapa status Facebook Saya akhir-akhir ini… Disana Anda akan
mendapati bahwa Saya sering menggunakan "asumsi" di setiap kalimatnya.
Hasilnya?
Likenya uwakeh, komennya banyak, sharenya tinggi. Salesnya? Kalau soal itu Saya nggak mau bilang
bahwa salesnya juga tinggi. hehe.. Alhamdulillah…
Perlu contoh?
Lihat status Saya beberapa waktu lalu, bunyinya begini:
"Saya penasaran, kalau boleh tahu, mulai sekarang dan seterusnya, kenapa Anda tertarik untuk baca
email Saya?"
Asumsinya, si pembaca -mungkin bisa jadi: Anda- memang tertarik untuk baca email Saya. Pelajari
pola kalimatnya. Detail ya.
Contoh lagi, ketika Saya buat sales letter untuk sebuah Landing Page, Saya sering bilang:
"Ketika Anda ikuti Webinar Billionaire nanti…"
"Setelah Anda kuasai ilmu keren ini…."
"Saat Anda baca buku ini…"
ketimbang
"Jika Anda ingin ikut Webinar…."
"Kalau Anda ingin baca…."
karena asumsinya, "Jika" dan "Kalau", memberikan pilihan bagi pembaca untuk berkata "TIDAK".
Tapi kalau menggunakan "Ketika", "Saat", "Setelah", maknanya berbeda. Coba lihat, dengar, dan
rasakan.
Hm.
Kalau Saya bongkar disini, akan banyak banget asumsi yang sering Saya pakai dalam nulis
Copywriting. Dan terkadang, mungkin Anda nggak sadar. Iya, kan? hehehe…
Untungnya, sekarang Saya kasih tahu Anda.
Siapa lagi coba yang suka bongkar-bongkar rahasia dapur selain wong Gendeng kaya Saya?
hehehe ^_^

Karena sebaik-baiknya ilmu adalah yang dipraktikkan dan DIBAGIKAN, bukan cuma dipendam.
Basi…
Share kalau setuju
P.S. Jangan dulu penasaran dengan maksud kenapa Saya menggunakan gambar di bawah ini dalam
status ya ^_^

itu asumsi.
Contoh 3 :
Sebelum Anda ikuti WebinarBillionaire nanti malam, sadarkah Anda, kebanyakan orang tidak suka
disuruh-suruh, diminta-diiminta, dijualin, dan baca Copywriting Anda yang isinya sudah "ketebak"
bakal jualan? ^_^

Karena semakin kita berusaha mati-matian menjuali mereka, justru membuat mereka semakin tidak
ingin membelinya....
Sambil Anda melanjutkan baca status Saya ini, dapatkah Anda bayangkan.... apa jadinya jika Anda
menguasai pola-pola hipnotik yang akan membuatmereka "betah" baca Copywriting Anda?
Dan sadarkah Anda... bahwa status Saya ini mengandung beberapa pola hipnotik tersebut? ^_^

Ada yang bisa nebak dan menyebutkan di bagian mana tepatnya? Hehe
Contoh 4 :
Kalau udah tahu di depan ada "tai kucing", ya hindari. Jangan malah Anda injak dan 'jilat'.
Itulah yang sering Saya katakan kepada kawan2 saat mengkonsultasikan bisnisnya pada Saya.
Banyak orang melakukan kesalahan sama yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya.
Padahal sudah jelas-jelas menjerumuskan, eh tetap saja dilakukan. Kebangetan....
Inilah salah satu penyakit Pengusaha Pemula. Masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Diingatkan
bukan malah mikir, malah keukeuh dengan pendapatnya sendiri.
"Hanya kebangkrutan yang bisa menyadarkanmu..."
Kita butuh seseorang yang dapat melihat dari sudut pandang lain, helicopter view. Mereka bisa jadi
mentor, coach, konsultan, atau siapapun yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang pas untuk
melakukan itu.
Seringkali, kita sebagai pengusaha, menganggap mereka gak tahu apa-apa. Pikirnya, kita lah yang
paling tahu dengan urusan bisnis kita sendiri. Padahal, mereka ngomong begitu karena mereka
sayang sama kita...
Sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan ketika Saya ngasih konsultasi kepada salah seorang
yang punya duit 7 Milyar di tabungannya dan ingin invest di salah satu bisnis yang menurutnya
memiliki prospek yang cerah di masa depan. Uang 2 Milyar dia siapkan untuk invest di bisnis
tersebut. Dan ternyata benar, beberapa bulan kemudian dia mengabari Saya uangnya telah raib alias
hilang karena bisnisnya emang nggak bener. Padahal, sudah Saya ingatkan. Salah siapa...
Lagi2, "Hanya kebangkrutan yang bisa menyadarkanmu..."
Semoa kita semua bisa terhindar dari kesalahan2 yang membuat bisnis kita bangkrut di masa yang
akan datang. Dan semoga kita bisa menggunakan panca indera kita dengan baik agar mampu
berperan sesuai dengan apa yang Allah fungsikan dalam diri kita. Aminnn
Contoh 5 :
"POLA" IS BULLSHIT, BUT PROVEN!
Seberapa sering Anda mendengar dan membaca quote seperti ini?
"Sukses itu berpola, gagal juga berpola"
Pertanyaannya, apakah memang benar seperti itu?
Pendapat Saya: BULLSHIT!
Kenapa?
Karena pola yang sukses buat Saya, belum tentu Sukses buat Anda. Dan pola yang gagal buat Saya,
belum tentu gagal untuk Anda.
Apalagi jika bisnis dan detail prosesnya sangat berbeda, mana mungkin polanya sama? Preettt!!
Sayangnya, pendapat Saya tersebut: SALAH!
Awalnya Saya berpikir seperti itu, sampai pada akhirnya Saya, setelah Saya belajar ilmu Modelling,
Saya tahu betul bagaimana cara memodel yang benar.
Pola yang Sukses jika dimodel dengan cara yang salah, ya bakalan berujung GAGAL. Berlaku
sebaliknya...
Disitulah Saya menemukan bagaimana cara menemukan pola sukses dan pola gagal seseorang. Maka
wajar, ketika Saya menemukan bisnis yang "kelihatannya" bakal bangkrut, Saya langsung berkata
"TIDAK". Dan ketika Saya menemukan produk yang "sepertinya" bakal laris, Saya langsung berkata
"YA".
Begitupun dalam Copywriting.
Bukti bahwa Saya bisa mempengaruhi Anda adalah saat Anda membaca kalimat ini ^_^ sampai <kata
ini>.
Contoh 6 :
Sekitar 1 tahun yang lalu, berat badan Saya mencapai 90 kg dengan usia metabolik mencapai 38
tahun. Padahal, ketika itu usia (asli) Saya masih 23 tahun nyesek -__- GarukGarukTembok
Saat Saya berniat untuk mengubah keadaan tersebut lebaynyabegitu, Saya mencoba bertanya
kepada teman-teman Saya tentang Bagaimana Cara Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Cepat...
Maklum, sebagai seorang Pengusaha yang merangkap jadi seorang Penulis, Coach, dan Trainer, Saya
dituntut untuk selalu dalam kondisi prima. Terlebih jika harus membawakan Training atau
Workshop seharian, duh capeknya minta ampun. Kerasa banget lah pokoknya... lapkeringat
Tebak, apa jawaban mereka saat Saya tanyai soal permasalahan yang Saya hadapi?
Ya. Betul. Tidak jauh berbeda seperti apa yang Anda pikirkan.
Pertama, Atur Pola Makan. Ganti beras putih jadi beras merah. Kurangi gula. Hitung total kalori yang
masuk ke dalam tubuh, jangan sampai melebihi batas. Dan seterusnya.
Kedua, Rajin Olahraga. Karena hanya dengan olahraga rutin tubuh kita akan membakar lemak yang
optimal. Katanya begitu. Teuing bener henteu na mah ^_^ hehe

Ketiga, Jaga Pola Tidur. Jangan tidur terlalu malam. Jangan kebanyakan bergadang. Tidur dan
istirahat secukupnya. Penuhi hak tubuh.
.. dan seterusnya
Pertanyaannya, dari sekian banyak orang yang tahu tips2 tersebut, seberapa banyak orang yang
berhasil melakukannya?
Hayoo.. Anda yang sekarang kelebihan lemak dan kolestrol (Saya gak mau bilang Anda: "GENDUT"),
ngaku ajah..
Anda tahu kan? Bagaimana Cara Memangkas Lemak yang ada di tubuh Anda? Nah, terus kenapa
masih tetap GENDUT? *eh ^_^

Begitupun dalam bisnis. Banyak orang tahu teori A, B, C, D, s/d Z.


Bahkan, tak jarang dari kita saat ada orang lain memaparkan ilmu dan resep rahasia di bisnisnya,
kita cuma bilang, "Oh gitu doang...", "Oh kalau itu mah Saya juga tahu...", "Oh cuma begini ilmunya...",
"Oh yang ini toh...", dan kawan-kawan
Hayo, ngaku...!! ^_^

Itulah mengapa kita perlu terus upgrade diri kita. Bukan hanya skill kita, lho.. Tapi cara berpikir kita.
Misalnya, saat ada orang -katakanlah si ANU- mengajarkan Anda ilmu X, ke ribuan orang.. Kenapa
hasilnya berbeda2?

Oke... Bagus. Mungkin Anda mengatakan: Karena EKSYEN-nya berbeda-beda.


Lantas, kenapa Anda cuma EKSYEN segitu doang? Kenapa gak lakukan yang terbaik?
Ingat, kita harus bisa kendalikan diri kita. Kalau kita sudah bisa kendalikan diri kita, maka kita bisa
kendalikan bisnis kita.
Seberapa sering dari kita cuma "panasan" oleh orang yang ada di luar? Padahal mereka gak ngurusin
urusan Anda dan gak peduli dengan Anda?
Ingat: tugas kita melakukan yang terbaik, yang kita tahu, sebaik mungkin, segila mungkin, sampai
goal kita benar-benar tercapai.
Jangan pusing sama urusan orang. Bahkan ketika orang lain tidak ikutbit.ly/kursusseikhlasnya pun,
Anda tidak usah memikirkannya.
Biarkanlah diri Anda maju sampai Sukses. Bisnis Anda berkembang pesat. Wawasan Online Anda
terus bertambah. Dan Anda lebih pintar dari orang-orang di luar sana. Fokus aja sama prestasi Anda.
Buktikan Anda bisa. Jangan pusing sama urusan orang, kecuali Anda memang berniat baik untuk
membantunya, bukan cuma mengomentarinya.
Tanpa disadari, apa yang Anda fokuskan, itulah yang akan Anda dapatkan.
yuk: BELAJAR gila-gilaan, EKSYEN gila-gilaan!
Karena masa depan kita ditentukan oleh kita, bukan orang lain... apalagi Mantan errrrr -_-
Contoh 7 :
Semua orang berhak menjadi Kaya. Dan semua profesi bisa mengantarkan mereka menuju
Impiannya tersebut.
Yang membedakan hanya satu, yaitu WAKTU.
Mungkin bagi Anda yang saat ini jadi karyawan, untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan butuh
waktu yang lama. Penghasilan 100 juta per bulan misalnya. Entah berapa lama Anda harus bekerja
untuk mendapatkan penghasilan sebesar itu.
Namun bagi Pengusaha atau Internet Marketer, penghasilan 100 juta per bulan bisa didapat dalam
waktu yang cepat, bisa jadi hanya hitungan bulan. Yang perlu diingat, kecepatan pencapaian Anda
akan berbanding lurus dengan keringat yang Anda keluarkan. Disinilah pentingnya belajar untuk
terus mengasah kemampuan sehingga terjadi percepatan.
Bagaimana dengan Self Employed, apakah mereka bisa Kaya?
Sangat bisa. Bahkan banyak mereka yang lebih kaya daripada pengusaha. Trainer misalnya. Tak
sedikit dari mereka yang bayaran per jamnya sebanding dengan upah karyawan selama 1 bulan.
Saya sering menemuinya. Bahkan Saya pun mengalaminya. Alhamdulillah...
Semuanya adalah: PILIHAN.
Saran Saya, terus belajar untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar kita dilayakkan dengan
impian yang diinginkan.
Kalau Anda ingin belajar tentang menyusun kata-kata untuk jualan di online, Anda bisa
klik bit.ly/yukdownloadaja. Saya sudah bagikan ebook gratis untuk Anda pelajari dan praktikkan.
Bagi Anda yang ingin serius ingin menekuni jalan bisnis dan memiliki kemampuan jualan yang
fantastis, Anda bisa ajak teman2 Anda masuk kesini bit.ly/belajarjagojualan
Hidup adalah pilihan. Dan jika kita berjuang keras untuk tetap berada dalam pilihan tersebut dan
memperjuangkannya, maka kita akan menemukan apa yang menjadi impian kita selama ini.
Contoh 8 :
Salah satu target yang Saya buat saat awal tahun 2015 adalah bisa menggaji seluruh
karyawan Billionaire Store di atas rata-rata. Dan Alhamdulillah, sekarang kecapaian... Izin
Allah... ^_^ 2x lipat UMR Bandung...

Saya tidak pernah bermain-main soal TEAM. Mereka adalah aset terbesar yang tak ternilai di bisnis
Saya.
Saya bukanlah seorang Internet Marketer, yang mungkin segala sesuatunya bisa dikerjakan sendiri,
karena mengandalkan tools...
Saya bukanlah seorang Self Employed, yang mungkin segala sesuatunya dilakukan sendiri,
ketergantungan padanya...
Saya bukanlah seorang Karyawan, yang mungkin aktivitas hariannya hampir rutin melakukan hal
yang sama, tanpa ada tantangan yang besar dan mengandalkan banyak orang...
Saya bukanlah siapa-siapa. Dewa Eka Prayoga tidak punya kehebatan. Dan karena memang bukan
Saya yang hebat, melainkan tim Saya yang membuat Billionaire Store jadi hebat.
Mereka adalah My SuperTEAM.... Saya sangat mencintainya seperti Saya mencintai keluarga Saya
sendiri.
Maka tak heran, ketika Saya melakukan open recruitment anggota tim baru, Saya akan super ketat
dan turun langsung. Kenapa? Karena tidak sembarang orang bisa masuk tim kami.
Saya sudah sering membahas tentang Cara Membentuk Tim disini http://bit.ly/timbisnis. Anda bisa
pelajari dan praktikkan bagaimana persisnya yang Saya lakukan sehingga bisa memiliki SuperTEAM
yang LUAR BIASA. Loyal, Milyan, Dahsyat, dan Berjuang Gila-Gilaan...
Bahkan, saat perusahaan tak mencapai target, seringkali yang pusing bukan Saya, melainkan tim
Saya. Aneh, kan? Perasaan Ownernya Saya, deh.. ^_^ saking GENDENG-nya!

Saran Saya, bagi Anda yang saat ini masih sendirian, nikmati saja kesendiriannya... (maksudnya,
bukan Jomblo ya!) Tapi ingat, jangan berlama-lama kerja sendirian. Anda bukan pengusaha, jika
hanya melakukannya serba sendirian. Apa bedanya sama pedagang?
Tentukan kapan akan mulai merekrut karyawan. Saat kondisi bagaimana, saat omzet sudah berapa,
saat cashflow dalam keadaan gimana, dan lain-lain. Tentukan oleh Anda sendiri.
Jangan maruk. Jangan pelit. Jangan karena ingin mendapatkan profit tinggi, Anda tidak rela
menyisihkan uang Anda untuk karyawan Anda. Mana yang katanya ingin bermanfaat bagi banyak
orang? Rekrut karyawan aja nggak berani...
Ingat, karyawan Anda adalah aset yang tak ternilai. Berdayakan, bukan dimanfaatkan! Karena cara
Anda memberdayakan mereka akan menentukan pencapaian Anda dalam bisnis yang Anda jalankan.
Contoh 9 :
Business is about the Owner...
Kalau ownernya malas, timnya malas...
Kalau ownernya semangat, timnya dahsyat...
Dan apapun yang terjadi dalam bisnis, semuanya ada dalam kendali Owner. Karena Ownerlah yang
memberikan keputusan atas aktivitas-aktivitas yang dijalankan.
Kasih panutan yang baik, supaya tim Anda melakukan yang terbaik.
Jangan mau jadi bos, yang hobinya nyuruh-nyuruh tanpa arahan yang jelas.
Jadilah pemimpin, inspire the TEAM... ^_^

share kalau setuju


P.S. By the way, malam ini Saya dan tim ada makan-makan di salah satu cafe di Bandung. Ini adalah
salah satu kebiasaan kami setiap bulan, celebrate the win. Nah, kalau boleh tahu, hal apa saja yang
biasa Anda lakukan bersama tim Anda saat ini yang akan memicu mereka supaya lebih loyal, militan,
dahsyat, hebat, dan melakukan yang terbaik di setiap pekerjaan? share di kolom komen ya ^_^

Ingat: Karyawan juga manusia, perlu diperlakukan layaknya "Manusia". Penuhi kebutuhannya. Dan
kebutuhannya bukan hanya "Uang".
Contoh 10 :
[ PURA-PURA GOBLOK ]
Jka Anda pernah baca buku 30 HARI JAGO JUALAN, tentu Anda akan tahu betapa GOBLOK-nya Saya
saat membuat nama untuk teknik-teknik jualan yang Saya tuliskan dalam buku tersebut.
Dan jika Anda adalah praktisi NLP, mungkin Anda akan tersenyum dan bergumam dalam hati,
bahkan mungkin menertawakan Saya. Kenapa?
Karena Saya memang Goblok… ^_^

Tepatnya, Saya coba untuk "menggoblokkan diri" Saya agar bisa membantu Anda maksimal dalam
memahami setiap tulisan yang Saya paparkan dalam buku tersebut.
Outcome Saya saat menulis buku 30 Hari Jago Jualan hanya satu: OMZET ANDA NAIK, JUALAN ANDA
LARIS, dan ANDA JAGO JUALAN.
(itu satu atau tiga, ya?) ^_^

Jika Anda belum baca bukunya, inilah beberapa teknik yang Saya jelaskan dalam buku tersebut:
1. Pertanyaan Pilihan
2. Ya Ya Ya
3. Kelangkaan
4. Otoritas
5. Tanya Balik
6. Ubah Kata
7. Harga Coret
8. Pengandaian
9. Ikut-ikutan
10. Mengunci Jawaban
11. Tukar Tempat
12. Ajakan
....dan lain-lain
Sekarang, coba Anda bandingkan dengan istilah-istilah berikut ini:
1. Double Binding
2. Yes-Set
3. Scarcity
4. Authority
5. Meta Model
6. Copywriting
7. Contrast
8. As If Frame
9. Social Proof
10. Tag Question
11. Perspective Switch
12. Covert Persuasion
Seandainya Anda harus memilih, mana yang paling mudah untuk dipahami? Yang pertama atau
kedua?
Hm… kebanyakan orang ketika Saya survei, mereka akan memilih yang pertama. Kenapa? Karena
yang kedua cukup aneh bagi mereka -teman-teman Saya- yang merupakan orang Indonesia.
Anda yang baru saja belajar, akan menemukan 3 kesulitan:
1. Mengartikan Kata tersebut
2. Memahami Maksud dari kata tersebut
3. Mengaplikasikan Maksud dan Teknik tersebut dalam kehidupan sehari-hari, bisnis, dan penjualan
Karenanya, saat Anda ikuti webinar bit.ly/webinarbos nanti pun, Saya tidak akan menyulitkan Anda
dengan istilah-istilah aneh.
"Lebih baik pura-pura bodoh agar orang lain pintar daripada pura-pura pintar padahal sebenarnya
goblok"
Karena latar belakang Saya adalah Pendidikan, maka Saya tahu betul bagaimana cara mengajar dan
menyampaikan sesuatu agar lebih mudah dimengerti. Walaupun orang tidak sadar bahwa Saya
mengerti.
Ingat...
"Orang pintar membuat sesuatu yang simpel jadi rumit. Orang sukses membuat sesuatu yang rumit
jadi simpel"
Hehe ^_^ goblok, kan?
Contoh 11 :
AIR MATA RAHASIA
7 tahun.
ya... sudah 7 tahun Saya berbisnis. Dan Saya bersyukur, banyak sekali skenario kehidupan yang Allah
hadirkan untuk Saya saat mengarungi hidup ini.
Semuanya berawal dari keinginan Saya untuk mencoba Mandiri di tahun 2008. Pribadi yang
pendiam, kaku, angkuh, dan susah beradaptasi, membuat Saya kesulitan dalam mencari teman.
Bahkan, saat awal kuliah, Saya bisa menghitung berapa persisnya jumlah teman. Bukan karena Saya
tidak ingin berteman dengan mereka, tapi karena mereka menganggap bahwa Saya 'terlalu berpikir
jauh kedepan'.
Ini bermula sejak masa SMA. Ketika Saya sangat senang membaca buku motivasi dan pengembangan
diri. Buku-buku karya Norman Vincent Peale, Dale Carnagie, David J. Schwarzt, Anthony Robbins,
dan sejenisnya, sudah Saya lahap habis saat Saya masih sekolah. Bukan karena Saya rajin, tapi
karena Saya ingin menggapai Impian Saya di masa depan...
Dan pada semester 2 kuliah, disaat orang-orang asyik belajar dan fokus kuliah, Saya memutuskan
untuk melamar pekerjaan di beberapa bimbingan belajar di kota Bandung. Dan Saya kecewa. Karena
terhitung ada 5 bimbingan belajar yang menolak Saya, hanya karena alasan: Saya tidak punya
pengalaman dalam dunia mengajar. Hm... Menyedihkan. Betapa buruknya kemapuan Saya.
Untungnya, Saya tak putus asa. Pada lamaran ke-6, akhirnya Saya diterima. Bukan di bimbingan
belajar yang besar, melainkan di sebuah lembaga kursus yang belum punya nama. Tak apa.. Saya
terima. Dan akhirnya Saya bisa mendapatkan gaji pertama: Rp 350 ribu / bulan.
Sementara, Bisnis.... Tak terpikir sedikitpun dalam benak Saya untuk jadi pengusaha. Sayangnya,
uang 350 ribu tidak cukup banyak untuk bisa menghidupi kebutuhan hidup dan kuliah Saya.
Akhirnya, Saya coba memberanikan diri untuk membuka usaha. Bisnis apa? Entahlah.. Saya pun
bingung. Mungkin Saya akan mengawalinya dengan: jualan.
Sembari kuliah, Saya jualan. Dan ternyata benar. Ketika Saya mencoba untuk berjualan, teman2
kuliah Saya semakin mencampakkan. Jangankan laku, Saya malu... Ditolak melulu, dicibir,
ditertawakan, dan seakan-akan Saya sudah tidak punya malu. Hufh... Hampir putus asa, sampai pada
akhirnya Saya ingat kembali alasan kuat Saya kenapa melakukannya: "untuk bisa hidup".
Semuanya sudah Saya ceritakan bit.ly/disinii . Gagal, gagal, gagal, gagal, gagal, gagal, gagal, gagal,
gagal, dan gagal lagi. Semua usaha dan bisnis yang kulakukan semuanya berujung pada kegagalan.
Bahkan, Saya harus menerima kenyataan yang cukup mengagetkan, karena Saya tertipu, harus
menanggung malu, dan menanggung kerugian hingga Milyaran Rupiah. Itu semua terjadi karena
kesalahan Saya, tepatnya: kebodohan Saya, Anda tolong jangan coba-coba dan melakukan kesalahan
yang sudah Saya ceritakan bit.ly/disinii.
Semakin Saya gagal, semakin Saya bersemangat untuk bangkit dari kegagalan tersebut. Lagi2 Saya
kembali teringat dengan alasan kuat Saya kenapa melakukannya. Kali ini berbeda: "untuk bisa tetap
hidup". Kenyataannya, Saya sudah menikah. Ada kewajiban besar di pundak Saya untuk bisa
menghidupi, bukan hanya Saya, tapi juga keluarga Saya.
Sementara Saya bangkrut, Saya terpaksa putus kuliah di semester 7. Saya menangis.... T_T disaat
(dulu) susah payah bisa masuk kuliah, akhirnya harus putus karena Saya harus menyelesaikan
semua masalah yang menempa Saya. Dan ternyata benar, teman2 Saya makin mencibir Saya. Tak
akan terlupakan, sampai sekarang -hingga detik ini-, ketika mereka berkata kepada satu sama lain
dan itu terdengar oleh istri Saya, "Kasihan ya si Dewa. Udah bisnisnya gagal mulu, kuliahnya gak
bener, nilainya jelek, keluar kuliah, eh sekarang nipu lagi....".
Dan Saya sadar. Buku-buku yang Saya baca semasa SMA akan sangat berguna dalam situasi sulit
seperti ini. Cacian, makian, cibiran, bahkan Fitnah, semuanya ditujukan pada Saya. Disinilah waktu
yang tepat untuk Saya mempraktikkan isi buku-buku tersebut: terus berjuang, jangan putus asa,
yakin bisa, semangat! dan seterusnya...
Semakin Saya merenung, semakin Saya tersadar... Kenapa Allah memberikan skenario kehidupan ini
begitu indah. Supaya kita tahu bahwa tiada kesuksesan dicapai dengan cara yang instan. Semuanya
butuh perjuangan yang cukup melelahkan. Air mata yang terus bercucuran. Keringat yang terus
keluar. Dan tempaan hidup yang terus berdatangan. Semuanya, menguji kita bahwa: apakah kita
melakukannya hanya untuk dunia yang tak selamanya hidup, atau untuk akhirat yang selamanya
kita hidup disana. Kekal dan abadi...
Disaat titik nadirlah, kita akan tahu betapa MAHA KUASA-nya ALLAH. Tiada satupun tempat
bergantung selain kepada-Nya. Keyakinan kita pada-Nya akan menentukan nasib kita kedepan.
Hilang keyakinan, hilang kehidupan...
Semoga Allah senantiasa menjaga kita untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Aamiin...
Dan semoga Allah mencahayai hati kita dengan cahaya hidayah-Nya, sebagaimana DIA mencahayai
bumi ini dengan cahaya matahari yang terang, selamanya...
Tidak perlu dishare, kecuali Bermanfaat
P.S. Mengingatkan: karena ini hari Jum'at, yuk kita menebar banyak Manfaat ^_^
Contoh 12 :
JUDULNYA: KEBINGUNGAN SAYA
Bingung.
Saya lagi Bingung...
Benar-benar bingung. Tahu kenapa?
Ceritanya Saya lagi persiapkan naskah buku terbaru berjudul "XXX" (sensor) yang rencananya mau
Saya tulis bareng: RAISA. Percaya, gak? Hehehe ^_^ JanganPercaya TapiBolehPercayaJuga

Sementara Saya bingung, Saya teringat untuk mengumumkan sesuatu:


"PENGUMUMAN! Pendaftaran WebinarBillionaire dengan tema PERSUASIVE COPYWRITING resmi
DITUTUP"
Artinya, orang-orang yang kemarin nggak sempat daftar, Anda tidak bisa daftar lagi, karena memang
sudah ditutup.
yaaaah... nyesel, dech T_T
Saya pun melanjutkan berpikir dan mencari ide tentang apa yang harus Saya tuliskan.
Sambil mikir mau nulis apa, Saya malah kepikiran untuk merevisi beberapa materi yang kemarin
Saya kirimkan ke Mas Jaya Setiabudi untuk disharingkan saat KopdarAkbarYubi nanti. Eh,
ngomong2, Anda sudah daftar, belum?
Hm, tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya tidak perlu direvisi juga. Tinggal nanti dikasih contoh
praktis pas menjelaskannya saja.
Agghh... Ada-ada saja.
Lagi-lagi pikiran Saya tidak fokus.
Saya justru membuka facebook dan menulis status ini di wall Saya, dan akhirnya terbaca oleh Anda.
Saya tidak tahu, apakah Anda benar-benar membacanya? ^_^

Jika Anda bisa membacanya, ingin sekali rasanya mengumumkan kepada orang2 beruntung yang
sudah daftar #WebinarBillionaire, bahwa webinar baru akan dilaksanakan tgl. 27 Oktober 2015.
Artinya, masih ada waktu 1 minggu untuk Anda siapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ingin
ditanyakan saat Webinar berlangsung nanti.
Dan tentunya Saya tidak berharap Anda menanyakan hal2 seperti:
- Cara Buat Headline yang Menarik Bagaimana?
- Cara Buat Copywriting yang Bagus seperti apa?
- Kalau Copywriting yang Pas di Facebook gimana?
- ...dan sejenisnya
Karena kalau hanya pertanyaan2 seperti itu, Anda sudah bisa temukan jawabannya di buku Easy
Copywriting.
Coba tanyakan hal-hal yang mungkin tidak pernah Saya sharingkan disini. Misalnya:
- Apa yang kang Dewa lakukan untuk dapat Ide saat Nulis Copywriting?
- Kalau stuck nulis promo tengah jalan, apa yang harus dilakukan?
- Gimana supaya nulisnya bisa ngalir, enak dibaca, dan soft sell?
- Apa aja sih yang kang Dewa perhatikan saat nulis Copywriting sehingga buat "NAFSUIN" pengen
beli?
- ... dan lain2
Ya, kurang lebih begitu, lah...
Dan sejujurnya kata-kata itu keluar setelah Saya dapat email dari koDenny Santoso. Dan Saya
teringatkan, bahwa malam ini Saya ada jadwal Webinar bersama beliau di Digital Labs nya.
Tenang…. Kalau WebinarBillionaire baru akan dihelat tgl. 27 Oktober 2015. Dan karena
Webinarnya 7 hari lagi, maka sambil Anda menunggu Webinar Saya nanti, Saya berencana untuk
mengirimi Anda email edukasi berupa tips2 yang berhubungan dengan Copywriting. Ini asyik
banget... Karena ini hampir belum pernah Saya share secara blak-blakan di buku, facebook, maupun
twitter.
Tentu, satu hal yang pasti, disana Anda akan dapat "AKSES RAHASIA: LINK WEBINAR" yang akan
Anda ikuti tgl. 27 Oktober nanti.
Semakin Saya berpikir untuk menuliskan apa yang harus Saya tulis dalam buku ini, semakin Saya
justru malah bingung mau nulis apa...
Dan ketika Anda masih bertahan untuk membaca "bagian ini" (ya: bagian ini), artinya Anda baru saja
masuk dalam salah satu "trik" yang ingin Saya bahas dalam Webinar nanti.
Hehehe ^_^ baru: 1 trik.

Tapi... Saya mohon kepada Anda untuk tidak perlu mengunjungi bit.ly/webinarbos sekarang, karena
Anda tidak bisa daftar dan ikut webinar dengan tema ini lagi, kecuali untuk dapat info webinar
berikutnya.
Satu lagi (hampir lupa).. Sebelum Saya temukan ide untuk nulis apa, Saya ingin sekali mengucapkan
terimakasih kepada seluruh tim Billionaire Coach katakanlah Mirza G. Indralaksana Mochammad
Rizal RickiyansahDidi Supardi dan yang lainnya (yang gak bisa Saya mention akunnya). Juga untuk
seluruh reseller Billionaire Store yang tak bisa Saya sebut satu per satu. Juga untuk affiliate
#WebinarBillionaire seperti Yudhis Adi Nugroho Denny Santoso - Digital Marketer Awi Wicaksono
PresTeamFikry Fatullah Naldi Plussy Titus Siswandono Gani Yesnet Zulfadhli AshariJohan
Sidharta.com Berto Saksono Jati dkk lainnya yang (lagi2) gak bisa Saya sebutkan satu per satu. I love
u full... ^_^

Sebelum Saya akhiri kebingungan ini, Anda boleh baca Quote Saya pada gambar. Itu pesannya. Tidak
perlu dishare, kecuali Anda setuju.
P.S. Hm.. Saya masih bingung. Nulis apa ya kira-kira? ^_^
Contoh 13 :
Prinsip Saya belajar mirip seperti ketika Fitnes.
Kalau belum benar-benar harus berhenti, nggak usah berhenti, walaupun mungkin udah capek.
Goal yang ditetapkan di awal harus tercapai. Karena ketika berhenti sebelum goal tersebut dicapai,
artinya Saya gagal.
Saya harus terus berjuang, sampai titik darah penghabisan. lebay -__-
Bukan berarti memaksakan, karena Saya tahu batas terlemah Saya.
Dan bukankah 'katanya' orang sukses itu harus keluar dari zona nyaman?
yuk terus belajar
bit.ly/webinarbos
Contoh 14 :

Sabar. Kuncinya adalah: SABAR.


Kendalikan pikiran kita. Dan jangan pernah biarkan nafsu menguasai isi kepala kita.
Belilah sesuatu disaat kita MAMPU, bukan disaat kita MAU.
Perbedaan KEREN dan KERE itu cuma satu, yaitu huruf N (NGUTANG).
Banyak orang kere terlihat keren padahal hasil ngutang. Buat apa?
Contoh 15 :
Saya baru saja belajar ilmu baru yang lebih dahsyat dari pada hanya sekedar Copywriting.
Bahkan sebenarnya, copywriting yang biasa hanyalah untuk orang yang menjual dengan konversi
cukup kecil.
Seharusnya Saya sudah mengetahui ilmu ini sebelum Saya menulis buku Easy Copywriting.
Namun, setidaknya saat ini Saya sudah mengetahuinya. Anda juga bisa. Mari kita bersyukur akan hal
itu.
Anda boleh gabung di grup bit.ly/YukBelajarNLP bersama guru Saya, Ronny F. Ronodirdjo.
Anda pasti menyukai tips-tips yang diberikan disana.
Dan jika Anda setuju dengan quote Saya berikut ini, Anda boleh share ke teman-temannya, supaya
lebih tersebar luas manfaatnya. aaamiiin...
Contoh 16 :
BERBOHONG, HANYA DEMI LAKU
Walaupun Saya menjabarkan secara detail 30 Teknik Jualan di buku 30 Hari Jago Jualan, Saya sangat
tidak setuju jika ada orang yang sengaja berbohong hanya demi produknya laku...
Menggunakan SCARCITY (kelangkaan) misalnya. Bilang cuma dijual hanya ke 20.000 saja, demi
dapat atensi dari orang-orang agar mau action cepat beli produk Anda.
Padahal, kalau sudah capai 20.000 pembeli, ya hentikan. Jangan bohong. Anehnya, Saya masih
melihat ada saja orang yang tetap melanjutkan penjualan.
Lha, terus kata "terbatas untuk 20.000 orang saja" apaan maksudnya? -__-
Hm.. Ada2 saja... ^_^

Apa pelajaran yang bisa kita ambil?


Jualan itu bukan hanya hubungan antar manusia saja. Bukan hanya hubungan antara penjual dan
pembeli, melainkan juga hubungan antara penjual dan pencipta.
Artinya, nilai-nilai spiritual dan kejujuran tetap harus dinomorsatukan.
Jangan sampai berbohong hanya demi produk laku...
Semakin laris, semakin dosa menumpuk. Mau?
Kecuali kita gak punya Allah... Silakan saja.
Tidak perlu dishare, kecuali Bermanfaat
Karena status ini dibuat untuk semua orang, yang seringkali berbohong demi produk laku.
Naas...
Contoh 17 :
Gara-gara komentarnya om Revata Kartawidjaja tentang ANU, akhirnya Saya mencoba menelusuri
beberapa koran yang 'direkomendasikan' supaya Saya bisa belajar Copywriting lebih dalam dan
lebih cetar.... lebay
Proses pencarian terus dilakukan, dan sangat disayangkan... Saya gak nemu korannya. Huahaahaha...
Tiba-tiba Saya berkunjung ke grup Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi yang lagi bahas tentang
HEADLINE, dan nemulah gambar seperti yang terlampir dalam status ini.
Dan ternyata benar. Om Revata benar. Saya banyak belajar ^_^ hehehee

Dan Saya (juga Anda) akan belajar lebih dalam tentang bagaimana membuat HEADLINE powerful
(tapi tetap sesuai etika) yang dapat membuat pembaca iklan Anda melirik dan "bernafsu" baca
iklan/artikel/status Anda secara keseluruhan.
Pasang alarmnya dari sekarang. Rabu, 21 Oktober 2015, jam 20:00 WIB.
Ikuti Webinarnya langsung bareng Mas Jaya Setiabudi.
Daftar disini yuk.bi/jarum.
Contoh 18 :
Tadinya Saya mau bilang bahwa sebenarnya Mas Jaya Setiabudi ini Copywritingnya Jago pisan.
Beliau yang ngasih julukan Saya "DEWA SELLING".
Beliau juga yang menginspirasi Saya untuk membuat kata: GENDENG! seperti kata "JANGKRIK" nya
beliau.
Dan dari beliau Saya banyak belajar cara mengubah kata yang lebih emosional, kalimat yang mudah
dimengerti, dan sebuah buku yang memiliki daya jual yang tinggi.
Cek semua buku2 Saya: pasti banyak kesamaan dengan buku beliau. Hehe ^_^

Itu namanya: NYONTEK. Bahasa kerennya: MODELLING.


Memodel sesuatu agar menjadi "sesuatu".
Dan kebayang, kan? Kalau Anda memodel cara mas Jaya dalam membuat Headline yang punya daya
tarik tersendiri?
Hm... ya, tadinya Saya ingin sekali mengatakan itu kepada Anda. Cuman Saya tahu, tanpa Saya bilang
pun: Anda pasti sudah tahu.
Yasudah. ^_^
Contoh 19 :
Dulu, sebelum tahu cara mengatasinya, Saya bingung setengah mati.
Setiap kali anak Saya, Nabila Faza Shaliha, udah beres dimandiin, susah banget 'didandanin' dan
pake baju.
Untungnya Saya punya jurus jitu.
Saya cuma bilang,
"De Nabila pake bajunya mau sama Ayah, Bunda, atau Sendiri ajah?"
Langsung Nabila jawab,
"Sendiri ajah..."
Dan akhirnya Nabila pun pake Baju ^_^ hehehe...

Nah, kebayang gak sih kalau jurus kaya begitu diterapkan dalam Penjualan?
Misalnya,
"Teh Raisa, Gaun Pengantinnya mau dianter ke kantor, ke rumah, atau diambil sendiri?"
Hihihihi ^_^ asumsinya adalah si teh Raisa pasti beli Gaun Pengantin, cuma masalahnya mau dianter
ke kantor, rumah, atau diambil sendiri.
Ini namanya jurus: SKAK-MAT ^_^

Bahasa kerennya: TRIPLE BINDING.


Sekarang, udah kebayang kan gimana jurus ini Anda gunakan untuk closingkan calon pembeli Anda?
Boleh share, kalau Bermanfaat ^_^

ResellerBillionaire.com
P.S. Ngomong2, itu teh Raisa beli Gaun Pengantin buat apa ya? -_-