Anda di halaman 1dari 2

UJIAN THT-KL

NAMA : Michael Wy
NIM : 406162061
UNIVERSITAS : FK UNTAR

1. Apakah tanda-tanda kronisitas Tonsilofaringitis pada pasien An. Z?


- Frekuensi nyeri menelan terjadi lebih dari 3 kali dalam satu tahun dan diikuti dengan
faktor predisposisi berupa pilek ataupun batuk sejak kecil
- Tonsil yang membesar (T2-T3) dengan ada nya kripta tonsil
- Nafas berbau, tonsil dan daerah faring yang hiperemis

2. Apakah pasien An. Z harus dioperasi? Alasannya?


- Ya harus dilakukan operasi pengangkatan tonsil dikarenakan tonsil sudah membesar
yang menyebabkan gangguan pernafasan dan nyeri telan yang berat, diikuti dengan
demam akibat infeksi yang menggangu aktivitas sehari hari pasien
- Serangan tonsilofaringitis yang terjadi >3kali dalam periode 1 tahun

3. Apakah indikasi dan kontraindikasi mutlak dan relative dari tonsilektomi?


- Indikasi Absolut
o Pembengkakakn tonsil yang mengakibatkan gangguan obstruksi jalan nafas
disertai juga dengan disfagia
o Abses peritonsil yang tidak kunjung membaik dengan pengobatan
o Tonsilitis yang menimbulkan kejang demam
o Tonsilitis yang membutuhkan biopsi untuk menentukan patologi anatomi
- Indikasi Relatif
o Terjadi episode atau lebih infeksi tonsil per tahun dengan terapi antibiotic
adekuat
o Tonsilitis kronis berulang pada karier streptokokus yang tidak membaik
dengan pemberian antibiotik -laktamase resisten
o Halitosis akibat tonsillitis kronis yang tidak membaik dengan pemberian
terapi medis

4. Apakah kontraindikasi dilakukannya Tonsilektomi?


- Kontraindikasi dari tonsilektomi adalah :
o Bila terjadi Anemia yang berat
o Infeksi akut yang sangat berat ditandai dengan peningkatan leukosit
o Penyakit atau gangguan perdarahan
o Resiko anestesi yang besar atau penyakit yang berat
5. Jika pasien menolak tindakan operasi, apakah langkah selanjutnya?
- Memberikan formulir penolakan operasi. Dan berikan informed consent
- Edukasi terhadap kebersihan mulut, dan juga mengurangi konsumsi makanan yang
memicu gejala (contohnya: gorengan, fast food)
- Terapi suportif berupa pemberian obat kumur.
- Terapi simtomatik: antibiotika, analgesic, antiradang.
- Lakukan kontrol jika terjadi kekambuhan

6. Apa saja yang diketahui tentang autoimmune mucosal disease palatum?


- Auto immune mucosa disease adalah penyakit yang disebabkan karena adanya
kelainan dari imun yang membentuk antibodi terhadap struktur adhesi epitel dan
menyerang bagian epitel mukus dari rongga palatum mulut yang menyebabkan
terjadinya kerusakan patologis berupa lesi di permukaan mukosa kulit.

7. Apa perbedaan autoimmune mucosal disease palatum dengan AIDS?


- AIDS merupakan penyakit yang terjadi dikarenakan Human Immunodeficiency Virus
(HIV) sehingga menyebabkan imunitas pasien menurun dan rentang terserang infeksi
baik bakteri, virus dan jamur, berbeda dengan penyakit autoimmune yang
menyebabkan imunitas dari pasien membentuk autoantibodi yang menyerang tubuh
pasien itu sendiri Sehingga jika pasien mengalami atau positif AIDS maka akan lebih
dicurigai bahwa etiology penyebab nya adalah jamur dibandingkan autoimmune

8. Apa intepretasi dari tes serologi negative dari pasien Tn. S?


- Hasil serologi yang negatif dapat digunakan untuk menyingkirkan diagnosis banding
penyakit akibat jamur seperti stomatitis dikarenakan pada orang yang hasil serologi
nya positif mengalami penurunan imunitas sehingga lebih rentan untuk terserang
infeksi khususnya jamur

9. Pada pasien, apakah stomatitis rekuren merupakan diagnose banding atau komplikasi?
Mengapa? Jika merupakan DD bagaimana membedakan nya? Jika komplikasi apakah
pencegahannya?
- Stomatitis Reccurent merupakan salah satu dari diagnosis banding dari Autoimmune
mucosal disease, tetapi dapat dihilangkan jika test serologi HIV yang dilakukan
menunjukkan hasil negatif ataupun dapat dilihat dari hasil lab yang menunjukkan
pasien mengalami infeksi atau tidak

10. Bagaimana membedakan DD Pemphigus vulgaris dan faringitis (spesifik dan non spesifik)?
- DD pemphigous vulgaris dapat disingkirkan dengan tidak adanya keluhan serupa
yang terjadi dikulit pasien
- Faringitis spesifik dan nonspesifik dapat dibedakan berdasarkan pemeriksaan kultur
untuk menentukan etiologi dari faringits tersebut