Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seluruh aktivitas didalam tubuh manusia diatur oleh sistem saraf. Dengan kata
lain, sistem saraf berperan dalam pengontrolan tubuh manusia. Denyut jantung,
pernafasan, pencernaan, dan urinaria dikontrol oleh sistem saraf. Sistem saraf juga
mengatur aliran darah, dan konsentrasi osmotik darah.

Sistem koordinasi merupakan suatu sistem yang mengatur kerja semua sistem
organ agar dapat bekerja secara serasi. Sistem koordinasi itu bekerja untuk
menerima rangsangan, mengolahnya dan kemudian meneruskannya untuk
menaggapi rangsangan.Setiap rangsangan-rangsangan yang kita terima melalui
indera kita, akan diolah di otak.Kemudian otak akan meneruskan rangsangan
tersebut ke organ yang bersangkutan.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui anatomi sistem saraf pada manusia
2. Untuk mengetahui fisiologi sistem saraf pada manusia
3. Untuk mengetahui fungsi luhur pada sistem saraf manusia
1.3 Manfaat
1. Mahasiswa mampu memahami anatomi sistem saraf pada manusia
2. Mahasiswa mampu memahami fisiologi sistem saraf pada manusia
3. Mahasiswa mampu memahami fungsi luhur dari sistem saraf pada
manusia

AKU TERSADAR Page 1


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Data Tutorial

Hari / TanggalSesi 1 :Senin, 19 Februari 2018

Hari / TanggalSesi 2 :Rabu, 21 Februari 2018

Tutor : dr. Deny sutrisna wiatma, S.ked.

Moderator : Hardwiki diwantara

Sekretaris : I Made Dedi Karismajaya

2.2 Skenario LBM

AKU TERSADAR

Toni adalah mahasiswa yang baru sajadi terima di fakultas kedokteran


UNIZAR. Sebagai mahasiswa yang baru masuk diwajibkan mengikuti basic
character building, kemudian toni membuat tugas menggambar sistem tubuh
manusia mengenai sitem kesadaran dan fungsi luhur. Saat mengerjakan tugasnya
toni ketiduran kemudian tiba – tiba terbangun karna ada binatang yang lewat di
tangannya. Kemudian tiba tiba toni kembali mengingat pekerjaan menggambar
yang ia kerjakan. Saat akan kembali mengerjakan terlintas di pikirannya “
mengapa aku tiba – tiba tersadar saat ada binatang lewat di tanganku dan kembali
mengingat tugasku ini ? “ kemudian ia mencari bahan yang membahas tentang hal
tersebut dan sesuaai dengan tugas yang diberikan yaitu kesadaran dan fungsi luhur
dalam mempertahankan kesadaran.

AKU TERSADAR Page 2


2.3 Pembahasan LBM

I. KlarifikasiIstilah

1. Tersadar : terbangun
2. Fungsi luhur : fungsi yang memungkinkan manusia dapat memenuhi
kebutuhan jasmani dan rohani sesuai dengan nilai moral yang berlaku

II. IdentifikasiMasalah

1. Bagaimana mekanisme mengingat?


2. Mengapa toni tidur terbangun Karena ada binatang yang lewat di
tangannya?
3. Mengapa toni terbangun mengingat kembali tugas tugasnya ?
4. Apa saja yang termasuk fungsi luhur ?
5. proses sistem saraf dalam keadaan tidur ?
6. faktor yang mempengaruhi pemulihan kesadaran dan hilangnya kesadaran?
7. faktor yang mempengaruhi pemulihan kesadaran dan hilangnya kesadaran?

III. Brain storming

1. Bagaimana mekanisme mengingat?

Untuk lebih jelas bagaimana ingatan dibentuk dapat kita urutkan berdasarkan
tahapannya, yaitu :
i. Kita berpikir, bergerak, melihat, mendengar, dan mengalami hidup
(sebagai rangsangan inderawi)
ii. Semua pengalaman itu disimpan di dalam otak (melalui kode-kode)
iii. Masukan itu diurutkan oleh struktur dan proses otak berdasarkan nilai,
arti, dan kegunaannya.
iv. Berbagai syaraf diaktifkan.
v. Syaraf yang satu menyampaikan informasi kepada syaraf yang lain
melalui reaksi elektrik dan kimiawi.

AKU TERSADAR Page 3


vi. Hubungan-hubungan itu diperkuat dengan pengulangan,
pengistirahatan, dan emosi.
vii. Ingatan terbentuk

Klasifikasi memori secara umum antara lain:


A. Memori jangka pendek

Memori yang berlangsung beberapa detik atau paling lama beberapa menit,
kecuali memori ini diubah menjadi memori jangka panjang.

Memori ini terjadi karena adanya fasilitasi dan inhibisi prasinaptik yang terjadi
pada sinaps-sinaps pada fibril-fibril saraf terminal segera sebelum fibril-fibril
tersebut bersinaps dengan neuron-neuron berikutnya.Hal-hal yang dapat
mengakibatkan terjadi fasilitasi atau inhibisi ini adalah sekresi dari bahan-bahan
kimiawi neurotransmiter pada terminal saraf yang berlangsung beberapa detik
sampai beberapa menit.

Terdapat dua bentuk ingatan jangka pendek, yaitu Habituasi dan Sensitiasi,
yang disebabkan oleh modifikasi berbagai protein kanal di terminal prasinaps
neuron-neuron aferen tertentu yang berperan di jalur yang memperantarai perilaku
yang sedang mengalami modifikasi.

Habituasi adalah penurunan responsitivitas terhadap presentasi berulang


stimulus biasa, yakni rangsangan yang tidak menghasilkan efek.Sensitiasi adalah
peningkatan responsitivitas terhadap rangsangan ringan setelah rangsangan yang
kuat.

a. Mekanisme Habituasi
Ketika rangsangan atau potensial aksi datang dari terminal akson prasinaps,
kanal Ca2+ berpintu listrik akan terbuka, menyebabkan masuknya ion Ca2+ yang
memicu eksositosis neurontransmiter.

AKU TERSADAR Page 4


Akibat habituasi, kanal Ca2+ ini tidak langsung terbuka ketika potensial aksi
datang, sehingga mengurangi Ca2+ yang masuk ke dalam terminal prasinaps yang
menyebabkan penurunan pelepasan neurontransmiter.
Akibatnya, potensial pascasinaps berkurang dibandingkan dengan normal
sehingga terjadi penurunan atau hilangnya respon perilaku yang dikontrol oleh
neuron eferen pascasinaps.
b. Mekanisme Sensitiasi
Rangsangan atau potensial aksi datang maka akan menyebabkan
neurontransmiter serotonin dibebaskan dari antara neuron fasilitatif yang
bersinaps di terminal prasinaps untuk menimbulkan peningkatan pelepasan
neurontransmiter prasinaps sebagai respon terhadap potensial aksi.
Kemudian akan memicu pengaktifan AMP siklik (Adenosin Monofosfat
Siklik) di dalam terminal prasinaps yang akan menyebabkan penyumbatan kanal
K+ sehingga memperlama potensial aksi di terminal prasinaps.
Karena keberadaan potensial aksi lokal merupakan penyebab terbukanya kanal
Ca2+ di neuron prasinaps dijaga terbuka lebih lama sehingga meningkatkan influks
Ca2+.Sehingga terjadi peningkatan keluaran neurontransmiter dari neuron
prasinaps.Lalu terjadi naiknya potensial pascasinaps di neuron eferen & terjadi
peningkatan respon perilaku terhadap rangsangan ringan.

B. Memori jangka menengah

Memori yang berlangsung beberapa menit atau beberapa minggu, dan kadang
– kadang menghilang.Memori jenis ini merupakan hasil dari perubahan fisik atau
kimiawi yang bersifat sementara, atau baik pada ujung prasinaptik atau pada
membran pascasinaptik hal ini menetap selama bermenit-menit sampai beberapa
minggu. Percobaan yang dilakukan pada keong Aplysia besar oleh Kandel dan
kawan-kawan memperlihatkan dua terminal prasinaptik.

a. Ada yang berasal dari neuron input sensorik yang berakhir pada
permukaan neuron yang dirangsang disebut dengan terminal sensorik.

AKU TERSADAR Page 5


b. Ada yang ujung prasinaptiknya terletak pada permukaan terminal sensorik
yang disebut dengan terminal fasilitator (Guyton and Hall,2014).

C. Memori Jangka Panjang

Dalam proses mengingat jangka panjang, tentu tidak lepas dari peran sinaps
dalam sistem saraf. Dalam membran pascasinaps terdapat dua jenis protein-
protein reseptor, yakni reseptor AMPA dan reseptor NMDA.Reseptor AMPA
merupakan kanal yang memungkinkan Na2+ masuk, sedangkan reseptor NMDA
merupakan kanal reseptor yang memungkinkan Ca2+ masuk.Mekanismenya,
glutamat yang terdapat di dalam vesikel transmiter dibebaskan dari neuron
prasinaps yang teraktivasi. Glutamat akan berkaitan dengan reseptor AMPA
maupun NMDA.

Pengikatan akan membuka kanal reseptor AMPA sehingga Na2+ masuk


melalui kanal AMPA yang terbuka dan mendepolarisasi neuron pascasinaps
sehingga terbentuk EPSP (Depolarisasi sementara membran potensial).
Pengikatan akan membuka kanal respotor NMDA, tetapi karena adanya Mg2+ akan
menghambat kanal. Depolarisasi yang memadai dari pembukaan AMPA ini
disertai dengan EPSP lain akan membawa Mg2+ keluar. Masuknya Ca2+ melalui
kanal NMDA yang terbuka akan mengaktifkan jalur caraka kedua Ca2+. Jalur
caraka kedua ini akan mendorong penyelipan reseptor AMPA tambahan di
membran pascasinaps sehingga sensitivitasnya terhadap glutamat meningkat. Jalur
caraka kedua juga akan memicu pelepasan parakrin retrograt (nitrat oksida). Nitrat
oksida akan merangsang peningkatan pelepasan glutamat dalam jangka panjang
dari neuron prasinaps (Sherwood, 2014)

2. Mengapa toni tidur terbangun Karena ada binatang yang lewat di


tangannya?

AKU TERSADAR Page 6


Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas
menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh.
Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh
sistem saraf, yaitu:
a. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita
yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
b. Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari
berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-
sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
c. Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan
oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah
otot dan kelenjar.

Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama, yaitu :

a) badan sel saraf


b) dendrit
c) akson

AKU TERSADAR Page 7


Menurut fungsinya, sel saraf dibedakan 4 macam:

1. Saraf sensorik, berfungsi menghantar impuls (pesan) dari reseptor ke


sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medulla
spinalis). Ujung akson dari saraf sensorik berhubungan dengan saraf
asosiasi/penghubung (intermediet).
2. Saraf motorik, mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau
kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan.
Badan sel saraf motorik berada pada sistem saraf pusat. Dendritnya sangat
pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya
dapat sangat panjang terdapaty di sistem saraf pusat dan berfungsi
menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau
berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf
pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensorik atau
sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan
dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf

AKU TERSADAR Page 8


Sedangkan badan sel saraf, berkumpul membentuk ganglion atau simpul
saraf.
3. Saraf asosiasi (penghubung), terdapat pada sistrem saraf pusat yang
berfungsi menghubungkan sel saraf motorik dengan sel saraf sensorik atau
berhunungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf
pusat. Sel saraf asosiasi menerima impuls dari reseptor sensorik atau sel
saraf asosiasi lainnya.
4. Saraf adjustor, berfungsi sebagai penghubung saraf sensorik dan motorik
di sumsum tulang belakang dan otak.

A. Mekanisme Penghntaran Impuls Saraf

Sistem saraf mengirimkan sinyal - sinyal listrik yang sangat kecil dan bolak-balik,
dengan membawa informasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.
Sinyal listrik tersebut dinamakan impuls (rangsangan). Ada dua cara yang
dilakukan neuron sensorik untuk menghantarkan impuls tersebut, yakni melalui
membran sel atau membran plasma dan sinapsis.

a) Penghantaran Impuls Saraf melalui Membran Plasma

Di dalam neuron, sebenarnya terdapat membran plasma yang sifatnya


semipermeabel.Membran plasma neuron tersebut berfungsimelindungi
cairan sitoplasma yang berada di dalamnya. Hanya ion-ion tertentu akan
dapat bertranspor aktif melewati membran plasmamenuju membran
plasma neuron lain.

Apabila tidak terdapat rangsangan atau neuron dalam keadaan istirahat,


sitoplasma di dalam membran plasma bermuatan listrik negatif, sedangkan
cairan di luar membran bermuatan positif.Keadaan yang demikian
dinamakan polarisasi atau potensialistirahat.Perbedaan muatan ini terjadi
karena adanya mekanisme transpor aktif yakni pompa natrium-kalium.

AKU TERSADAR Page 9


b) Konsentrasi ion natrium (Na+) di luar membrane plasma dari suatu akson
neuron lebih tinggi dibandingkan konsentrasi di dalamnya.
c) Sebaliknya, konsentrasi ion kalium (K+) di dalamnya lebih besar daripada
di luar. Akibatnya, mekanisme transpor aktif terjadi pada membran
plasma.

Kemudian, apabila neuron dirangsang dengan kuat, permeabilitas


membran plasma terhadap ion Na+ berubah meningkat.Peningkatan
permeabilitas membran ini menjadikan ion Na+ berdifusi ke dalam
membran, sehingga muatan sitoplasma berubah menjadi positif.Fase
seperti ini dinamakan depolarisasi atau potensial aksi.

Sementara itu, ion K+ akan segera berdifusi keluar melewati


membrane Fase ini dinamakan repolarisasi. Perbedaan muatan pada bagian
yang mengalami polarisasi dan depolarisasi akan menimbulkan arus listrik.

Kondisi depolarisasi ini akan berlangsung secara terus-menerus,


sehingga menyebabkan arus listrik. Dengan demikian, impuls saraf akan
terhantar sepanjang akson. Setelah impuls terhantar, bagian yang
mengalami depolarisasi akan mengalami fase istirahat kembali dan tidak
ada impuls yang lewat. Waktu pemulihan ini dinamakan fase refraktori
atau undershoot.

d) Sinaps

Dalam pelaksanaannya, sel-sel saraf bekerja bersama-sama.Pada saat


datang rangsang, impuls mengalir dari satu sel saraf ke sel saraf
penghubung, sampai ke pusat saraf atau sebaliknya dari pusat saraf ke sel
saraf terus ke efektor.Hubungan antara dua sel saraf disebut sinapsis.

Ujung neurit bercabang-cabang, dan ujung cabang yang berhubungan


dengan sel saraf lain membesar disebut bongkol sinaps (knob). Pada
hubungan dua sel saraf yang disebut sinaps tersebut, dilaksanakan dengan

AKU TERSADAR Page 10


melekatnya neurit dengan dendrit atau dinding sel. Jika impuls sampai ke
bongkol sinaps pada bongkol sinaps akan disintesis zat penghubung atau
neurotransmiter, misalnya zat asetilkolin.

Dengan zat transmiter inilah akan terjadi potensial aksi pada dendrite
yang berubah menjadi impuls pada sel saraf yang dihubunginya. Setelah
itu, asetilkolin akan segera tidak aktif karena diuraikan oleh enzim kolin
esterase menjadi asetat dan kolin.

B. URUTAN RESPON

Rangsangan (stimulus) diartikan sebagai segala sesuatu yang menyebabkan


perubahan pada tubuh atau bagian tubuh tertentu.Sedangkan alat tubuh yang
menerima rangsangan tersebut dinamakan indra (reseptor).

Adanya reseptor, memungkinkan rangsangan dihantarkan menuju sistem saraf


pusat. Di dalam saraf pusat, rangsangan akan diolah untuk dikirim kembali
menuju efektor, seperti otot dan tulang oleh suatu sel saraf sehingga terjadi
tanggapan (respons).

Sementara itu, rangsangan yang menuju tubuh dapat berasal dari bau, rasa
(seperti pahit, manis, asam, dan asin), sentuhan, cahaya, suhu, tekanan, dan gaya
berat.

Rangsangan semacam ini akan diterima oleh indra penerima yang disebut
reseptor luar (eksteroseptor).

Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh misalnya rasa lapar,
kenyang, nyeri, maupun kelelahan akan diterima oleh indra yang dinamakan
reseptor dalam (interoseptor). Tentu semua rangsangan ini dapat kita rasakan
karena pada tubuh kita terdapat sel-sel reseptor (neurotransmitter) (Guyton and
Hall, 2014).

AKU TERSADAR Page 11


3. mengapa toni terbangun mengingat kembali tugas tugasnya ?

Karena terjadinya proses mengingat kembali (retrieval). Seseorang yang ingin


mengingat kembali harus melalui tiga tahap proses mengingat yaitu :

a. Belajar (learning) sebagai tahap pertama proses mengingat berupa encoding,


penyandian atau mencatat informasi. Informasi yang telah didapat akan di
ubah menjadi suatu jenis kode atau representasi yang bisa diterima oleh
memori dan ditempatkan ke memori. Pada proses ini bagian otak yang paling
aktif adalah hemisfer kiri

b. Retensi (retention) sebagai tahap kedua proses mengingat untuk menyimpan


informasi (storage) yang telah diperoleh sebelumnya.

c. Retrival (retrieval) sebagai tahap ketiga proses mengingat untuk mencari


kembali informasi yang telah disimpan sehingga kita dapat mengingat kembali
(decoding). Hipokampus dan perihal cortex mempunyai peran penting dalam
proses pengingatan informasi yang telah disimpan.

4. Apa saja yang termasuk fungsi luhur ?

fungsi luhur merupakan fungsi hasil pengolahan fungsi korteks yang setiap
bagian korteksnya berintegrasi antara lobus dalam satu hemisfer maupun antar
hemisfer.
Fungsi luhur itu sendiri terdiri dari :
i. Kognisi
Fungsi kognisi yaitu fungsi otak dalam proses berfikir, pengenalan dan
pengertian. Proses kognisi yaitu sensasi, persepsi, pikiran, perhatian,
pertimbangan dan memori.

AKU TERSADAR Page 12


ii. Memori (ingatan)
Fungsi memori yaitu kemampuan seseorang untuk menyimpan
Informasi/pengalaman dan mengemukakannya setiap saat.
Di dalam otak, ingatan di simpan dengan cara membuat jalur-jalur jejak
ingatan atau memory trace yang diatur oleh lobus temporalis, korteks
prafrontalis, daerah-daerah lain di korteks serebrum, sistem limbik dan
serebelum
iii. Bahasa
Fungsi bahasa yaitu untuk berkomunikasi. Untuk bahasa verbal merupakan
hasil dari aktivitas hemisfer dominan sedangkan untuk bahasa non verbal
merupakan hasil dari aktivitas hemisfer nondominan. Secara anatomis, ada
3 daerah utama otak untuk fungsi bahasa yaitu :
1. Dua daerah reseptif yaitu area wernicke (area 22) untuk bahasa yang di
dengar dan area girus angularis (area 39) untuk bahasa yang dilihat.
2. Satu daerah yang berfungsi ekspresif yaitu area broca (area 44).

iv. emosi
fungsi emosi yaitu Bagian otak yang mengurus atau mengatur emosi
adalah hipokampus, amigdala, corpus mamillare, nuclei anterior thalamus,
dan girus singulatus
.

v. visuospatial

AKU TERSADAR Page 13


fungsi visuospatial yaitu fungsi yang berhubungan dengan pengamatan dan
perlindungan diri, bagian yang mengurus atau mengatur adalah hemisfer
kanan.

5. proses sistem saraf dalam keadaan tidur

Tidur adalah salah satu kegiatan yang diatur oleh sistem saraf pusat. Ketika
seseorang sedang tidur bukan berarti sistem saraf pusatnya tidak berkerja. Pada
saat seseorang sedang tidur terdapat sistem yang mengatur perubahan atau siklus
dalam tidur. Sistem tersebut yaitu Reticular Activating System (RAS) dan Bulbar
Synchronizing Regional (BSR) yang terletak pada batang otak.

Reticular Activating System (RAS) merupakan sistem yang mengatur seluruh


kegiatan susunan saraf pusat seperti kewaspadaan dan tidur. RAS berada di dalam
mesenfalon dan bagian atas pons. RAS dapat memberi rangsangan visual,
pendengaran, nyeri dan perabaan juga dapat menerima stimulasi dari korteks
serebri termasuk rangsangan emosi dan proses pikir. Jika seseorang dalam
keadaan sadar, neuron dalam RAS akan melepaskan katekolamin seperti
norepineprin, sedangkan pada saat tidur adanya pelepasan serum serotonin dari sel
khusus yang berada di pons dan batang otak tengah, yaitu Bulbar Synchronizing
Regional (BSR).

6. faktor yang mempengaruhi pemulihan kesadaran dan hilangnya kesadaran

kesadaran menurun sebagai akibat dari berbagai macam gangguan atau


penyakit yang masing-masing pada akhirnya mengacaukan fungsi reticular
activating system secara langsung maupun tidak langsung.

a. Disfungsi otak difus


i. Proses metabolik atau submikroskopik yang menekan aktivitas neuronal.

AKU TERSADAR Page 14


ii. Lesi yang disebabkan oleh abnormalitas metabolik atau toksik atau oleh
pelepasan general electric (kejang) diduga bersifat subseluler atau
molekuler, atau lesi-lesi mikroskopik yang tersebar.
iii. Cedera korteks dan subkorteks bilateral yang luas atau ada kerusakan
thalamus
yang berat yang mengakibatkan terputusnya impuls talamokortikal atau
destruksi neuron-neuron korteks bisa karena trauma (kontusio, cedera
aksonal difus), stroke (infark atau perdarahan otak bilateral).
iv. Sejumlah penyakit mempunyai pengaruh langsung pada aktivitas
metabolik selsel
neuron korteks serebri dan nuclei sentral otak seperti meningitis, viral
ensefalitis, hipoksia atau iskemia yang bisa terjadi pada kasus henti
jantung.
v. Pada umumnya, kehilangan kesadaran pada kondisi ini setara dengan
penurunan aliran darah otak atau metabolisme otak.

b. Efek langsung pada batang otak


i. Lesi di batang otak dan diensefalon bagian bawah yang
merusak/menghambat reticular activating system.
ii. Lesi anatomik atau lesi destruktif terletak di talamus atau midbrain di
mana neuron-neuron ARAS terlibat langsung.
iii. Lebih jarang terjadi.
iv. Pola patoanatomik ini merupakan tanda khas stroke batang otak akibat
oklusi arteri basilaris, perdarahan talamus dan batang otak atas, dan
traumatic injury.

c. Efek kompresi pada batang otak


i. Kausa kompresi primer atau sekunder
ii. Lesi masa yang bisa dilihat dengan mudah.
iii. Massa tumor, abses, infark dengan edema yang masif atau perdarahan
intraserebral, subdural maupun epidural. Biasanya lesi ini hanya mengenai

AKU TERSADAR Page 15


sebagian dari korteks serebri dan substansia alba dan sebagian besar
serebrum tetap utuh. Tetapi lesi ini mendistorsi struktur yang lebih dalam
dan menyebabkan koma karena efek pendesakan (kompresi) ke lateral dari
struktur tengah bagian dalam dan terjadi herniasi tentorial lobus temporal
yang berakibat kompresi mesensefalon dan area subthalamik reticular
activating system, atau adanya perubahan-perubahan yang lebih meluas di
seluruh hemisfer.
iv. Lesi serebelar sebagai penyebab sekunder juga dapat menekan area
reticular batang otak atas dan menggesernya maju ke depan dan ke atas.
v. Pada kasus prolonged coma, dijumpai perubahan patologik yang terkait
lesi seluruh bagian sistim saraf korteks dan diensefalon.

7. bagaimana tubuh Toni merespon rangsangan pada saat tidur?

Tidur adalah suatu periode istirahat bagi tubuh berdasarkan atas kemauan
serta kesadaran dan secara utuh atau sebagian fungsi tubuh yang akan dihambat
atau dikurangi. Tidur juga digambarkan sebagai suatu tingkah laku yang ditandai
dengan karakteristik pengurangan gerakan tetapi bersifat reversible terhadap
rangsangan dari luar.
Tidur dibagi menjadi dua tahap secara garis besarnya yaitu :
a. Fase rapid eye movement (REM) disebut juga active sleep.
b. Fase nonrapid eye movement (NREM) disebut juga quiet sleep.
Non Rapid Eye Movement merupakan keadaan aktif yang terjadi melalui
osilasi antara talamus dan korteks. Tiga sistem utama osilasi adalah kumparan
tidur, delta osilasi, dan osilasi kortikal lambat. Kumparan tidur merupakan sebuah
cirri tahap tidur NREM yang dihasilkan dari hiperpolarisasi neuron GABAnergic
dalam nukleus retikulotalamus. Hiperpolarisasi ini menghambat proyeksi neuron
kortikotalamus. Sebagai penyebaran diferensiasi proyeksi kortikotalamus akan
kembali ke sinkronisasi talamus. Gelombang delta dihasilkan oleh interaksi dari

AKU TERSADAR Page 16


retikulotalamus dan sumber piramidokortikal sedangkan osilasi kortikal lambat
dihasilkan di jaringan neokorteks oleh siklus hiperpolarisasi dan depolarisasi
Fase awal tidur didahului oleh fase NREM yang terdiri dari 4 stadium,
lalu diikuti oleh fase REM. Keadaan tidur normal antara fase NREM dan REM
terjadi secara bergantian antara 4-7 kali siklus semalam. Bayi baru lahir total tidur
16-20 jam/hari, anak-anak 10-12 jam/hari, kemudian menurun 9-10 jam/hari
pada umur diatas 10 tahun dan kira-kira 7-7,5 jam/hari pada orang dewasa.

Tipe NREM dibagi dalam 4 stadium yaitu:


1. Tidur stadium Satu.
Fase ini merupakan antara fase terjaga dan fase awal tidur. Fase ini didapatkan
kelopak mata tertutup, tonus otot berkurang dan tampak gerakan bola mata
kekanan dan kekiri. Fase ini hanya berlangsung 3-5 menit dan mudah sekali
dibangunkan. Gambaran EEG biasanya terdiri dari gelombang campuran alfa,
betha dan kadang gelombang theta dengan amplitudo yang rendah. Tidak
didapatkan adanya gelombang sleep spindle dan kompleks K
2. Tidur stadium dua
Pada fase ini didapatkan bola mata berhenti bergerak, tonus otot masih
berkurang, tidur lebih dalam dari pada fase pertama. Gambaran EEG terdiri
dari gelombang theta simetris. Terlihat adanya gelombang sleep spindle,
gelombang verteks dan komplek K
3. Tidur stadium tiga
Fase ini tidur lebih dalam dari fase sebelumnya. Gambaran EEG terdapat lebih
banyak gelombang delta simetris antara 25%-50% serta tampak gelombang
sleep spindle.
4. Tidur stadium empat
Merupakan tidur yang dalam serta sukar dibangunkan. Gambaran EEG
didominasi oleh gelombang delta sampai 50% tampak gelombang sleep
spindle. Fase tidur NREM, ini biasanya berlangsung antara 70 menit sampai
100 menit, setelah itu akan masuk ke fase REM. Pada waktu REM jam
pertama prosesnya berlangsung lebih cepat dan menjadi lebih insten dan

AKU TERSADAR Page 17


panjang saat menjelang pagi atau bangun. Pola tidur REM ditandai adanya
gerakan bola mata yang cepat, tonus otot yang sangat rendah, apabila
dibangunkan hampir semua organ akan dapat menceritakan mimpinya, denyut
nadi bertambah dan pada laki-laki terjadi eraksi penis, tonus otot menunjukkan
relaksasi yang dalam. Pola tidur REM berubah sepanjang kehidupan seseorang
seperti periode neonatal bahwa tidur REM mewakili 50% dari waktu total
tidur. Periode neonatal ini pada EEG-nya masuk ke fase REM tanpa melalui
stadium 1 sampai 4. Pada usia 4 bulan pola berubah sehingga persentasi total
tidur REM berkurang sampai 40% hal ini sesuai dengan kematangan sel-sel
otak, kemudian akan masuk ke periode awal tidur yang didahului oleh fase
NREM kemudian fase REM pada dewasa muda dengan distribusi fase tidur
sebagai berikut:
i. NREM (75%) yaitu stadium 1: 5%; stadium 2 : 45%; stadium 3 : 12%;
stadium 4 : 13%
ii. REM; 25 %.

Pada manusia, tidur dibagi menjadi lima fase yaitu :


1. Tahapan terjaga
Fase ini disebut juga fase nol yang ditandai dengan subjek dalam keadaan
tenang mata tertutup dengan karakteristik gelombang alfa (8–12,5 Hz)
mendominasi seluruh rekaman, tonus otot yang tinggi dan beberapa gerakan
mata. Keadaan ini biasanya berlangsung antara lima sampai sepuluh menit.
2. Fase 1
Fase ini merupakan fase perpindahan dari fase jaga ke fase tidur disebut juga
twilight sensation. Fase ini ditandai dengan berkurangnya gelombang alfa dan
munculnya gelombang teta (4-7 Hz), atau disebut juga gelombang low voltage
mix frequencies (LVM). Pada EOG tidak tampak kedip mata atau REM, tetapi
lebih banyak gerakan rolling (R) yang lambat dan terjadi penurunan potensial
EMG. Pada orang normal fase 1 ini tidak berlangsung lama yaitu antara lima
sampai sepuluh menit kemudian memasuki fase berikutnya.
3. Fase 2

AKU TERSADAR Page 18


Pada fase ini, tampak kompleks K pada gelombang EEG, sleep spindle (S)
atau gelombang delta (maksimum 20%). Elektrokulogram sama sekali tidak
terdapat REM atau R dan kedip mata. EMG potensialnya lebih rendah dari
fase 1. Fase 2 ini berjalan relatif lebih lama dari fase 1 yaitu antara 20 sampai
40 menit dan bervariasi pada tiap individu.
4. Fase 3
Pada fase ini gelombang delta menjadi lebih banyak (maksimum 50%) dan
gambaran lain masih seperti pada fase 2. Fase ini lebih lama pada dewasa tua,
tetapi lebih singkat pada dewasa muda. Pada dewasa muda setelah 5 –10 menit
fase 3 akan diikuti fase 4.
5. Fase 4
Pada fase ini gelombang EEG didominasi oleh gelombang delta (gelombang
delta 50%) sedangkan gambaran lain masih seperti fase 2. Pada fase 4 ini
berlangsung cukup lama yaitu hampir 30 menit.
6. Fase REM .
Gambaran EEG tidak lagi didominasi oleh delta tetapi oleh LVM seperti fase
1, sedangkan pada EOG didapat gerakan mata (EM) dan gambaran EMG tetap
sama seperti pada fase 3. Fase ini sering dinamakan fase REM yang 6
biasanya berlangsung 10 –15 menit. Fase REM umumnya dapat dicapai dalam
waktu 90-110 menit kemudian akan mulai kembali ke fase permulaan fase 2
sampai fase 4 yang lamanya 75-90 menit. Setelah itu muncul kembali fase
REM kedua yang biasanya lebih lama dari eye movement (EM) dan lebih
banyak dari REM pertama. Keadaan ini akan berulang kembali setiap 75 – 90
menit tetapi pada siklus yang ketiga dan keempat , fase 2 menjadi lebih
panjang fase 3 dan fase 4 menjadi lebih pendek. Siklus ini terjadi 4 – 5 kali
setiap malam dengan irama yang teratur sehingga orang normal dengan lama
tidur 7 – 8 jam setiap hari terdapat 4-5 siklus dengan lama tiap siklus 75 – 90
menit.

AKU TERSADAR Page 19


IV. RangkumanPermasalahan

Sistem Saraf

Anatomi dan fisiologi sistem saraf Fungsi luhur


Fisiologi kesadaran

Sistem Saraf Pusat


Sistem Saraf Tepi

Sensorik Motorik

Somatic Otonom

Simpatic Parasimpatic

AKU TERSADAR Page 20


V. Learning Issues

1. Fisiologi kesadaran ?
2. Fungsi luhur ?
3. Anatomi sistem saraf ?

VI. PembahasanLearning Issue

1. Fisiologi kesadaran

Pusat pengaturan kesadaran pada manusia secara anatomi terletak pada:

Serabut transversal (vertical) retikularis dari batang otak sampai thalamus,


Formasio activator reticularis, yang menghubungkan thalamus
dengankortekscerebri.

Formasio reticularis terletak di substansi grisea otak dari daerah medulla


oblongata sampai midbrain dan thalamus. Neuron formasio reticularis
menunjukkan hubungan yang menyebar. Perangsangan formasio reticularis
midbrain membangkitkan gelombang beta, seseorang menjadi dalam keadaan
bangun dan terjaga..

Jadi formasio reticularis midbrain merangsang ARAS (Ascending Reticular


Activating System), suatu proyeksi serabut difus yang menujubagian area di
forebrain. Nuklei reticular thalamus juga masuk dalam ARAS, yang juga
mengirimkan serabut difus kesemua area di korteks cerebri.

Formasio reticularis secara difus (menyebar) menerima dan menyebarkan


rangsang, menerima imput dari kortek scerebri, ganglia basalis, hipothalamus,
system limbik, cerebellum, medulla spinalis dan semua system sensorik.
Sedangkan serabut efferent formasio retikularis yaitu ke medulla spinalis,
cerebellum, hipothalamus, system limbic dan thalamus yang lalu akan berproyeksi
ke korteks cerebri dan ganglia basalis.

AKU TERSADAR Page 21


ARAS juga mempunyai proyeksi non spesifik dengan depolarisasi global di
korteks, sebagai kebalikan dari proyeksi sensasi spesifik dari thalamus yang
mempunyai efek eksitasi korteks secara khusus untuk tempat tertentu.Eksitasi
ARAS umum memfasilitasi respon kortikal spesifik kesinyal sensori spesifik dari
thalamus. Dalam keadaan normal, sewaktu perjalanan kekorteks, sinyal sensorik
dari serabut sensori aferens menstimulasi ARAS melalui cabang-cabang kolateral
akson. Jika sistem aferens terangsang seluruhnya, proyeksi ARAS memicu
aktivasi kortikal umum dan terjaga.

Neurotransmitter yang berperan pada ARAS yaitu neurotransmitter kolinergik,


monoaminergik dan GABA. Korteks serebri merupakan bagian yang terbesar dari
susunan saraf pusat di mana korteks ini berperan dalam kesadaran akan diri
sendiri terhadap lingkungan atau input-input rangsang sensoris (awareness). Jadi
kesadaran akan bentuk tubuh, letak berbagai bagian tubuh, sikap tubuh dan
kesadaran diri sendiri merupakan fungsi area asosiasi somatostatik (area 5 dan 7
brodmann) pada lobus parietalis superior meluas sampai permukaan medial
hemisfer (dua sisi simetris yang membagi otak besar).

Jaras kesadarannya: masukan impuls dari pusat sensorik pada korteks serebri
menuju ARAS lalu diproyeksikan kembali kekorteks cerebri sehingga terjadi
peningkatan aktivitas korteks dan kesadaran pada manusia.

(Sherwood, L,2016. Fisiologi Manusia dari Selke Sistemedisi 8. Jakarta: EGC)

2. Fungsi luhur ?

A. Pengertian Fungsi Luhur


Fungsi luhur ialah otak yang menyebabkan manusia berkomunikasi satu
sama lain melalui bicara, menulis, dan gerak isyarat. Yang dimaksud dengan
fingsi luhur yaitu:
1. Fungsi kognitif
2. Fungsi memori

AKU TERSADAR Page 22


3. Fungsi bahasa
4. Fungsi emosi
5. Fungsi visuospatial

Fungsi yang memungkinkan manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmani


dan rohani sesuai dengan nilai moral yang merupakan hasil pengolahan fungsi
kortikal (korteks), dimana tiap bagian korteks berintegrasi baik antar lobus
dalam satu hemisfer maupun antar hemisfer

B. Pembagian Fungsi Luhur


Fungsi luhur terdiri dari:
1. Fungsi kognisi (pengenalan/pengertian)
Merupakan hasil pengolahan fungsi kortikal (korteks), dimana tiap
bagian korteks berintegrasi baik antar lobus dalam satu hemisfer maupun antar
hemisfer. Fungsi kognisi (pengenalan/pengertian) suatu proses mental untuk
memperoleh pemahaman/pengertian terhadap sesuatu rangkaian proses
kognisi. Diantaranya: sensasi, persepsi, ssosiasi, pikiran, perhatian,
pertimbangan, memori fungsi otak dalam proses berpikir Sehingga melahirkan
tindakan Rangkaian proses kognisi: sensasi, persepsi, asosiasi, pikiran,
perhatian, dan pertimbangan.
2. Fungsi Memori
Memori yaitu kemampuan seseorang untuk menyimpan
informasi/pengenalan untuk di kemukakan suatu saat. Mekanisme memori
terjadi melalui tiga tahap yaitu:
a. Resepsi
Informasi diterima dan dicatat oleh pusat otak primer, seperti
pengliheten atau perabaan. Penyimpanan sangat singfkat dan bersifat
temporer.
b. Retensi
Informasi lebih lama dan lebih permanen. Ini disebabkan oleh informasi
dan pengalaman terjadi berulang-ulang.

AKU TERSADAR Page 23


c. Recall
Proses mengingat kembali informasi yang disimpan
Ada tiga bentuk memorial sebagi berikut ini:
a. Immediate memori
Memory ytang berlangsung sangat singkatdan hanya beberapa detik
saja, misalnya mengulang kata-kata.
b. Recent memory
Yaitu mempry yang disimpan dalam waktu yang bebrapa menit, jam
atau hari. Mudah dilupakan dan kadang-kadang sukar diingat kembali
misalnya mengingatnama orang tua atau nomor telepon.
c. Remote memory
Yaitu yang tidak berakar, sukar dilupakan seperti nama sendiri, nama
orang tua, tanggal lahir dan sebagainya.

Struktur anatomi dalam penyimpanan memori adalah:


a. Pusat otak primer dan aosiasi ialah korteks serebri, beerperan dalam
penyimpanan remot memori.
b. Sub korteks
1) Hipokampus, bagian lobus temporalis
2) Sistem limbic yang berperan dalam penyimpanan recen memory.

3. Fungsi Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi. Bahasa terdiri dari bahasa verbal
(ucapan), bahasa visual (tulisan). Untuk sebagain besar orang, pusat bahasa
terletak dibagian hemisfer otak kiri, yang disebut juga sebagai hemisfer
dominan.
Tangan kanan : 95 % pusat bahasa dihemisfer kiri
5 % dihemisfer kanan.
Tangan kiri : 70 % pusat bahsa di hemisfer kiri
15 % di hemisfer kanan
15 % di hemisfer bilateral (kanan kiri).

AKU TERSADAR Page 24


Secara anatomis ada 3 daerah utama otak untuk fungsi bahasa, yaitu:
a. Dua daerah reseptif, yaitu:
1) Area wenicke merupakan daerah reseptif untuk bahsa yang didengar.
2) Area garis anggularis merupakan daerah reseptif untuk bahyasa yang dilihat.
Seseorang dapat terganggu wicaranya saja atau terganggu bahasa saja.
Berbedaannya yaitu gangguan wicara bersifat perifer, disebabkan kelainan
saraf perifer, otot, dan struktur yang dipakai bicara. Sedangkan gangguan
bahasa sifatnya sentral, disebabkan oleh kelainan kortexs cerebri (fungsi
luhur).
b. Suatu daerah yang berfungsi ekspresif, area brocca untuk bicara.
Hubungan antara area werniceke dan area brocca melalui serabut
fasikulus arkuatus. Aspek fektif bahasa meliputi yaitu: inotasi bicara dan
emosi ekspresi, pusat bahasa efektif bahasa terdapat pada hemisfer dominan
(homologi dengan area wernike dan area brocca, dihemisfer dominan).
Kerusakan pada daerah temporaal non dominan yang homolog dengan
area wernike akan terjadi gangguan dalam lagu kalimat. Kerusakan pada
daerah brocca akan menjadi dominan yang homolog dengan area brocca akan
menjadi gngguan emosi ekspresi dalam bicara. Bila ada kerusakan hemisfer
dominan tidak ada kesulitan dalam bahasa non verbal, seperti menggunakan
isyarat muka, dan tangan sewaktu bicara.
Bila ada gangguan hemisfer non dominan masih dapat berbahasa dengan
tata bahasa yang benar, tapi tampak berbahasa tanpa lagu kalimat, monoton
tanpa penekanan dan tidak mampu menggunakan isyarat muka, dan tangan
sewaktu bicara.
Bila ada gangguan pada hemisfer dominan akan terjadi afasia, yaitu:
a. Ketidakmampuan untuk mengerti bahasa (afasia wernieke-afasia sensorik)
seperti berikutr ini:
1) Tidak mengerti bahasa ucapan maupun bahasa lisan.
2) Tidak dapoat mengulang kata-kata
3) Tidak dapat memberi nama benda

AKU TERSADAR Page 25


4) Tidak bisa membaca dan menulis
b. Ketidakmampuan untuk mengeluarkan bahasa (afasia brocca-afasia motorik),
seperti:
1) Berbicara tidak lancar
2) Kesulitan mengeluarkan kata-kata
3) Tidak dapat mengulang kata-kata yang didengar
4) Tidak dapat memberi nama benda walaupun masih mengenal benda tersebut.

Pengenalan pusat asosiasi dijumpai dalam hipokampus lobus temporal


sebagai memori. Apa yang terjadi pada rangkaian di atas untuk kognisi
berikut:
1. Resepsi (penerimaan)
2. Persepsi (pengenalan)
3. Storage (penyimpanan)
Misalnya pengenalan pada bunga mawar:
a) Indra penghidu: bunga itu harum
b) Indra penglihatan: berwarna merah, putih berdau n, bunga yang banyak
tersusun dalam lingkaran.
c) Indra perabaan: daun bunga terasa timbul dan halus
d) Emosi: timbul rasa saying

Maka kalu kita melihat bunga tersebut kita menyebutnya bunga


mawar. Setelah pengenalan di atas , maka setiap kali kita melihat bunga
mawar, timbul asosiasi yang telah kita kenal secara serempak, afasia adalah
gangguan fungsi bahasa dan biasanya tanpa gangguan fungsi luhur lainnya
seperti gangguan persepsi, memori, emosi, kognitif. Disini letak
perbedaannya dengan dimentia yang mengalami semua gangguan pada fungsi
luhur. Afasia dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu afasia tak lancar dan afasi
lancar. Langkah-langkah penetapan afasia yaitu:
a) Menentukan bahasa yang dikuasai pasien
b) Menentukan kecekatan tangan (kanan/kiri)

AKU TERSADAR Page 26


c) Menetapkan afasia lancar atau afasia tak lancar
d) Menetapkan jenis afasia
e) Menetapkan fungsi-fungsi luhur lainnya ( persepsi, memori, emosi,
koognitif).
f) Menetapkan dengan tes formal (token test, peabody vocabulary test, boston
diagnostic aphasia test).
g) Menetapkan fungsi luhur lainnya dengan formal (test pisikomotorik).

4. Fungsi Emosi
Yang termasuk emosi yaitu rasa senang, marah, sedih, takut, kasih sayang,
dll. Emosi penting untuk mempertahankan aktivitas yang penting untuk
kehidupan individu seperti :
a. Makan (feeding)
b. Berkelahi (fight)
c. Melarikan diri (flight)
d. Mempertahankan jenis (perkawinan, merawat, dan mengurus anak)

Emosi marah dan takut perlu untk mempertahankan diri. Seeokor


binatang, anak, marah bila makanannya direbut oleh binatang lain. Anatomi
yang terlihat pada emosi yaitu :
a. Hipokampus
b. Fosniks
c. Korpus mamilare
d. Nukleus anterior, talamus
e. Gyrus singuli

5. Fungsi visuospatial

Fungsi hemisfer kanan, berhubungan dengan fungsi pengamatan


perlindungan diri dan lingkungan

A. Gangguan persepsi visual:

AKU TERSADAR Page 27


- hemispatial neglect (pengabaian ruang)
- anosognosia

B. Gangguan gerakan visual (integrasi visuo-motor):


- gangguan konstruksi (apraksia konstruksional)
- gangguan berpakaian (apraksia berpakaian)

3. Anatomi sistem saraf ?

Sistem saraf pada manusia di bagi menjadi dua bagian yaitu sistem saraf pusat
dan sistem saraf perifer seperti berikut.

I. Sistem Saraf Pusat


Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang
belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak,
dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan

a. Otak
Otak terdiri dari dua belahan, belahan kiri mengendalikan tubuh bagian
kanan, belahan kanan mengendalikan belahan kiri. Mempunyai permukaan
yang berlipat-lipat untuk memperluas permukaan sehingga dapat ditempati
oleh banyak saraf. Otak juga sebagai pusat penglihatan, pendengaran,

AKU TERSADAR Page 28


kecerdasan, ingatan, kesadaran, dan kemauan. Bagian dalamnya berwarna
putih berisi serabut saraf, bagian luarnya berwarna kelabu berisi banyak badan
sel saraf. Otak terdiri dari 3 bagian, yaitu
1. Otak depan (Prosoncephalon)
Otak depan berkembang menjadi telencephalon dan diencephalon.
Telencephalon berkembang menjadi otak besar (Cerebrum). Diencephalon
berkembang menjadi thalamus, hipotamus.
i. Otak besar (Cerebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas
mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan
(memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan
sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan
kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada
bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian
penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area
motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon
rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan
area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar,
menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai
bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur
kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan
merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara,
kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.
ii. thalamus terdiri dari sejumlah pusat syaraf dan berfungsi sebagai
“tempat penerimaan untuk sementara” sensor data dan sinyal-sinyal
motorik, contohnya untuk pengiriman data dari mata dan telinga
menuju bagian yang tepat dalam korteks.
iii. hypothalamus berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan syahwat dan
mengatur kepentingan biologis lainnya.
2. Otak tengah (Mesencephalon)

AKU TERSADAR Page 29


Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak
tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-
kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus
yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga
merupakan pusat pendengaran. Otak tengah tidak berkembang dan tetap
menjadi otak tengah.
3. Otak belakang (Rhombencephalon)
Otak belakang berkembang menjadi metencephalon dan mielencephalon.
Metencephalon berkembang menjadi cerebellum dan pons varolli. Sedangkan
mielencephalon berkembang menjadi medulla oblongata.
i. Otak kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang
terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan
yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak
mungkin dilaksanakan.
ii. Sumsum sambung (medulla oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula
spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga memengaruhi jembatan,
refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan
kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar
pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks
yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.
iii.Jembatan varol (pons varoli)
Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian
kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang
belakang..

AKU TERSADAR Page 30


b. Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian
luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan
berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada
bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan
sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar
masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor
keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor.
Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor)
yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya
ke saraf motor.

II. Sistem Saraf Perifer


Sistem saraf perifer adalah saraf-saraf yang berada di luar sistem saraf
pusat (otak dan sumsum ulang belakang). Sistem saraf perifer merupakan saraf
yang menyebar pada seluruh bagian tubuh yang melayani organ-organ tubuh
tertentu,seperti kulit, persendian, otot, kelenjar, saluran darah dan lain-lain.
Tidak seperti sistem saraf pusat, sistem saraf perifer tidak dilindungi tulang.

AKU TERSADAR Page 31


Sistem saraf perifer disusun oleh saraf otak (saraf kranial), yaitu saraf-saraf
yang keluar dari otak, dan saraf sumsum tulang belakang(saraf spinal), yaitu
saraf-saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang.

a. Saraf sensoris (saraf aferen) disebut juga sel saraf indera, karena berfungsi
membawa rangsangan (impuls) dari indera ke saraf pusat (otak dan sumsum
tulang belakang)

b. Saraf motoris (saraf eferen) berfungsi membawa rangsangan (impuls) dari


pusat saraf ke otot atau kelenjar berupa respon.
• Saraf Volunter/Somatik (disadari)
Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan
secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan
asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala
(cranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal).
• Sistem Saraf Involunter/Otonom (Tidak Disadari)
Sistem saraf otonom mempunyai peran dalam mengendalikan tubuh yang
tidak kita sadari, seperti denyut jantung, gerakan-gerakan pada saluran
pencernaan, sekresi enzim dan keringat.
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak
maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan.
Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk
sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang
terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang
berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem
saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik
terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang
terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang
sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik
mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada

AKU TERSADAR Page 32


organ yang dibantu.Sistem saraf simpatetik dan parasimpatetik mempunyai
efek yang berlawanan (antagonis). System saraf parasimpatetik :
memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah mempercepat
gerakan-gerakan usus serta sekresi kelenjar. Sementara system saraf
simpatetik kebalikannya.

a) Parasimpatik
a. menstimulasi aliran ludah
b. memperlambat denyut jantung
c. membesarkan bronkus
d. menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
e. mengerutkan kantung kemih
1) Simpatik
a. memperbesar pupil
b. menghambat aliran ludah
c. mempercepat denyut jantung
d. mengecilkan bronkus
e. menghambat sekresi kelenjar pencernaan
f. menghambat kontraksi kandung kemih

AKU TERSADAR Page 33


BAB III
PENUTUP

2.1 Kesimpulan

Sistem saraf adalah sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa


pengahantaram impul saraf ke sususnan saraf pusat, pemrosesan impul
saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rasangan. Sistem saraf
terdapat 2 jenis jika di lihat secara garis besar yaitu sistem saraf pusat, dan
sistem sarat tepi.

Otak dan sistem saraf pada manusia mengendalikan kesadaran pada


manusia dan fungsi luhur yang sangat berperan penting dalam aktifitas
hidup manusia dalam mempertahankan kesadaran dan kecerdasan manusia

AKU TERSADAR Page 34


AKU TERSADAR Page 35