Anda di halaman 1dari 3

UJIAN THT-KL

NAMA : ZEVANIA HERSAPUTRA NIVAEMANIA DUHA


NIM : 406181018
UNIVERSITAS : FK UNTAR

PASIEN 1 (An. Z)
1. Apakah tanda-tanda kronisitas Tonsilofaringitis pada pasien An. Z?
2. Apakah pasien An. Z harus dioperasi? Alasannya?
3. Apakah indikasi dan kontraindikasi mutlak dan relative dari tonsilektomi?
4. Apakah kontraindikasi dilakukannya Tonsilektomi?
5. Jika pasien menolak tindakan operasi, apakah langkah selanjutnya?

Pasien 2 (Tn. S)
6. Apa saja yang diketahui tentang autoimmune mucosal disease palatum?
7. Apa perbedaan autoimmune mucosal disease palatum dengan AIDS?
8. Apa intepretasi dari tes serologi negative dari pasien Tn. S?
9. Pada pasien, apakah stomatitis rekuren merupakan diagnose banding atau komplikasi?
Mengapa? Jika merupakan DD bagaimana membedakan nya? Jika komplikasi apakah
pencegahannya?
10. Bagaimana membedakan DD Pemphigus vulgaris dan faringitis (spesifik dan non spesifik)?

JAWAB
1. Frekuensi nyeri menelan kira kira lebih dari 3 kali dalam satu tahun, faktor predisposisi
berupa batuk dan pilek sejak kecil, gejala yang berupa nafas berbau, tonsil dan daerah faring
hiperemis, tonsilnya membesar (T3-T2) dengan kripta tonsil.
2. Operasi Tonsilektomi harus dilakukan, alasannya karena tonsil membesar hingga
mengakibatkan gangguan pernafasan, nyeri telan yang berat dan menyebabkan demam serta
menganggu kualitas pasien. Serangan tonsilofaringitis > 3 kali dalam satu tahun. Pasien juga
ada keluhan bau mulut
3. Indikasi Tonsilektomi
1. Indikasi Absolut
a) Pembengkakan tonsil yang menyebabkan obstruksi saluran nafas, disfagia
berat, gangguan tidur dan komplikasi kardiopulmoner
b) Abseb peritonsil yang tidak membaik dengan pengobatan medis dan drainase
c) Tonsilitis yang menimbulkan kejang demam
d) Tonsilitis yang membutuhkan biopsi untuk menentukan patologi anatomi
2. Indikasi Relatif
a) Terjadi episode atau lebih infeksi tonsil per tahun dengan terapi antibiotik
adekuat
b) Halitosis akibat tonsillitis kronis yang tidak membaik dengan pemberian terapi
medis
c) Tonsilitis kronis berulang pada karier streptokokus yang tidak membaik
dengan pemberian antibiotik -laktamase resisten

4. KONTRAINDIKASI
1. Gangguan perdarahan
2. Resiko anestesi yang besar atau penyakit berat
3. Anemia
4. Infeksi akut yang berat

5. Jika pasien menolak dioperasi:


 Memberikan formulir penolakan operasi.
 Edukasi terhadap kebersihan mulut, dan juga mengurangi konsumsi makanan yang memicu
gejala (contohnya: gorengan, fast food)
 Terapi suportif berupa pemberian obat kumur.
 Terapi simtomatik: antibiotika, analgesic, antiradang.

6. Auto immune mucosa disease adalah penyakit yang disebabkan karena kelainan dari imun
yang membentuk antibodi terhdapat struktur adhesi epitel dan menyerang bagian epitel mukus
dari rongga palatum mulut yang menyebabkan terjadinya kerusakan patologis berupa lesi di
permukaan mukosa kulit.
7. AIDS merupakan penyakit yang terjadi dikarenakan Human Immunodeficiency Virus (HIV)
sehingga menyebabkan imunitas pasien menurun dan rentang terserang infeksi baik bakteri,
virus dan jamur, berbeda dengan penyakit autoimmune yang menyebabkan imunitas dari
pasien membentuk autoantibodi yang menyerang tubuh pasien itu sendiri
8. Hasil serologi yang negatif dapat digunakan untuk menyingkirkan diagnosis banding penyakit
akibat jamur seperti stomatitis dikarenakan pada orang yang hasil serologi nya positif
mengalami penurunan imunitas sehingga lebih rentan untuk terserang infeksi khususnya
jamur
9. Stomatitis reccurent merupakan komplikasi dari autoimmune mucosa disease, dikarenakan
- Anamnesa : Menurut pasien keluhan yang dirasakan berupa lenting yang timbul dan sering
pecah sehingga menyebabkan nyeri dan keluhan sudah dirasakan berulang kali hilang timbul
selama hampir 1 tahun
- PF : Terlihat uvula dan faring hiperemis (+) terdapat bercak multiple ulcer berwarna putih
Alasan : keluhan yang berulang kali terjadi hilang timbul dan menyebabkan lesi atau luka dapat
menjadi jalan masuk terjadinya infeksi sekunder yang dapat menimbulkan stomatitis yang
berulang
10.
a. DD pemphigous vulgaris dapat disingkirkan dengan tidak adanya keluhan serupa yang terjadi
dikulit pasien
b. Faringitis spesifik dan nonspesifik dapat dibedakan berdasarkan pemeriksaan kultur untuk
menentukan etiologi dari faringits tersebut