Anda di halaman 1dari 1

Fauzan Abdurrahman (1606890441)

M. Reyhan Pasha (1606833394)

Powder Metallurgy vs Aditive Manufacturing

Seiring berkembangnya zaman, teknologi juga berkembang pesat. Proses


manufaktur logam yang sebelumnya menggunakan metode metal forming yang
menjadi dasar metode manufaktur selama ini mulai digantikan dengan metode baru
yang dinilai lebih efektif dari metode konvesional yang sudah ada. Salah satu contoh
metode lama yaitu metalurgi serbuk dan metode baru salah satunya ialah additive
manufacturing.
Prinsip dari aditive manufacturing adalah membuat suatu komponen secara
lapis demi lapis. Material yang dapat digunakan bermacam-macam, dari logam
sampai polimer. Kelebihan dari proses ini adalah waste material yang sedikit dan
proses yang lebih efisien jika dibandingkan dengan proses manufaktur seperti
machining. Aplikasi dari aditive manufacturing adalah pembuatan mainan dengan
proses 3D printing.
Powder Metallurgy atau Metalurgi serbuk merupakan suatu proses pembuatan
komponen dengan memadatkan secara halus bubuk logam atau non logam atau
keduanya. Terdapat beberapa proses utama dalam metalurgi serbuk yaitu
pembentukan serbuk , blending , compaction, dan sintering.
Metalurgi Serbuk memungkinkan untuk membuat suatu produk yang
membutuhkan fleksibilitas tinggi saat manufaktur dan untuk membuat produk
berukuran kecil yang tidak bisa dikerjakan dengan proses manufaktur metalurgi
lainnya.Contoh dari produk metalurgi serbuk diantaranya adalah cemented carbides
attau tool steels paduan sangat tinggi dengan mikrostruktur isotropik.
Perbedaan yang mendasar dari proses powder metallurgy dengan aditive
manufacturing adalah waste material dari powder metallurgy relatif lebih banyak jika
dibandingkan dengan aditive manufacturing.

Referensi:
 http://additivemanufacturing.com/basics/
 http://www.pm-review.com/introduction-to-powder-metallurgy/the-powder-
metallurgy-process/