Anda di halaman 1dari 6

Nama : Siti Sarah

NIM : 03031181621115
Shift : Jumat (08.00-11.00 WIB)
Kelompok :1

TAHANAN TERMAL PADA FLUIDA

Aliran panas yang mengalir melalui saluran bergantung pada perbedaan


suhu yang terjadi, konduktivitas bahan yang digunakan dan ketebalan material.
Tentu saja perbedaan suhu adalah faktor eksternal. Ketebalan dan konduktivitas
adalah sifat material. Ketebalan material yang lebih besar akan membuat aliran
panas yang terjadi lebih sedikit dan juga konduktivitas yang lebih rendah.
Bersama-sama, parameter ini membentuk ketahanan termal suatu bahan terhadap
konstruksinya. Tahanan termal sebanding dengan ketebalan lapisan konstruksi dan
berbanding terbalik dengan konduktivitasnya. Lapisan konstruksi dengan
ketahanan panas tinggi misalnya rock wool, adalah insulator yang baik dan lapisan
konstruksi dengan tahanan termal rendah misalnya beton.

1. Definisi
Tahanan termal, R, adalah ketahanan suatu benda dari medium atau sistem
tertentu terhadap aliran panas melalui batas-batasnya dan bergantung pada
geometri dan sifat termal dari medium seperti konduktivitas termal. Pengetahuan
yang akurat tentang tahanan termal untuk sistem atau komponen sistem tertentu
dapat memungkinkan perhitungan aliran panas melalui atau suhu pada batas-
batasnya. Penggunaan khusus tahanan termal dalam masalah desain termal di
industri seperti menghitung kehilangan panas dari tangki atau alat lainnya.

L
R=
k

Keterangan :

R = Tahanan termal per unit area (m2/K/W)


L = Ketebalan material (m)
k = konduktivitas material (W/Mk)

2. Tahanan vs Resistivity
Resistivitas adalah sifat suatu material dan mengacu pada kemampuan
material itu untuk menahan aliran panas. Tahanan dalam artian berbeda adalah
sifat suatu objek dan bergantung pada resistivitas material dan ketebalan
Nama : Siti Sarah
NIM : 03031181621115
Shift : Jumat (08.00-11.00 WIB)
Kelompok :1

keseluruhannya dalam objek tertentu. Resistivitas adalah kebalikan dari


konduktivitas, dan nilai konduktivitas jauh lebih tersedia untuk sebagian besar
bahan bangunan daripada resistivitas. Resistivitas  suatu material bergantung
pada struktur atom dan molekuluar serta temperatur.

3. Jenis-jenis Tahanan Termal


Desain dan optimalisasi peralatan industri sering diperlukan untuk
menentukan suhu steady state pada beberapa titik di sepanjang jaringan tahan
panas, misalnya suhu antara dinding tangki dan bagian dalam isolasi. Penentuan
suhu ini dapat bergantung pada jenis perpindahan panas yang dilakukan oleh
bahas. Berdasarkan jenis perpindahan panasnya, tahanan termal dibagi menjadi
tiga yaitu conduction resistance, convective resistance, dan radiative resistance.
Tahanan termal konduksi berasal dari bahan isolasi. Tahanan termal konveksi
berasal dari udara ingkungan luar bahan isolasi. Prakteknya, tahanan termal
konduksi pada sistem pipa biasanya memang jauh lebih kecil dibandingkan
dengan tahanan termal konveksi kedua aliran fluidanya.
Jenis tahanan termal lainnya adalah tahanan kontak dan tahanan
penyerapan. Tahanan kontak adalah tahanan yang terjadi ketika menggabungkan
dua benda secara bersamaan, tahanan termal terbentuk karena kurangnya
kelancaran di antara permukaan benda. Hanya permukaan atas yang terkena
lekatan dan sisa permukaan lainnya dipenuhi oleh udara. Salah satu cara untuk
mengurangi tahanan termal tersebut adalah mengisi celah kosong tersebut dengan
konduktor termal yang baik. Tahanan penyebaran adalah tahanan yang terjadi
ketika panas bergerak dari area yang lebih kecil ke area yang lebih luas.
Pergerakan panas ini akan menemui hambatan dalam penyebarannya.

4. Convective Resistance
Convective resistance adalah tahanan termal yang terjadi akibat adanya
perpindahan panas secara konveksi. Perpindahan panas konveksi adalah suatu
perpindahan panas yang terjadi antara suatu permukaan padat dan fluida yang
bergerak atau mengalir akibat adanya perbedaan temperatur (Murti, 2008).
Convective resistance terjadi antara permukaan padat dan fluida yang mengalir,
Nama : Siti Sarah
NIM : 03031181621115
Shift : Jumat (08.00-11.00 WIB)
Kelompok :1

sehingga terdapat kombinasi perpindahan panas yang terjadi yaitu konduksi dan
konveksi. Kombinasi tersebut dapat menghasilkan tahanan termal pada fluida.

Gambar 1. Perpindahan Panas secara Konveksi


(Sumber: Harja, 2014)

5. Tahanan Termal pada Material Komposit


Tahanan termal yang disusun secara seri, material yang ditumpuk satu
sama lain, akan mengalirkan panas pada komponen yang berbeda. Panas yang
mengalir akan melalui dua komponen yang berbeda dari material komposit.
Material komposit masing-masing memiliki tahanan termal sebesar 10S/W, maka
tahanan termal total dari lapisan komposit tersebut adalah 20C/W.

6. Tahanan Termal pada Fluida


Tahanan termal pada fluida didefinisikan sebagai tahanan termal yang
terjadi karena adanya perpindahan panas konduksi dan konveksi. Analisa tahanan
termal yang terjadi pada konduksi dan konveksi dapat dimulai dengan
menganalisa dinding yang terdinginkan akibat adanya fluida disamping dan disisi
dinding. Perpindahan panas konveksi secara umum diilustrasikan pada gambar 2
dan dirumuskan pada persamaan 2. Perpindahan panas yang terjadi pada fluida
dan penampang dinding dapat dirumuskan pada persamaan 3 dan 4.
Nama : Siti Sarah
NIM : 03031181621115
Shift : Jumat (08.00-11.00 WIB)
Kelompok :1

Gambar 2. Conducting Wall with Convective Heat Transfer


(Sumber: Trout, 2003)

Tahanan termal merupakan analaogi dari tahaan listrik yang didasarkan


pada hukum Ohm. Persamaan dibawah ini menunjukkan tahanan termal yang
terjadi untuk dinding dengan cara perpindahan konveksi pada setiap sisinya.
Sebagai contoh, dinding tersebut adalah turbine blade pada mesin turbin gas. T2
didefinisikan sebagai temperatur keluar turbin dan T1 sebagai temperatur pada
saat keluar kompressor atau masuk turbin.

(T2 - T1 )
Q=
R

1 𝐿 1
𝑅 = + +
ℎ1 𝐴 𝐴𝑘 ℎ2 𝐴

Keterangan:
Q = Heat flow (W)
A = Luas permukaan perpindahan panas (m2)
R = Tahanan termal
h1 = Koefisien perpindahan panas masuk dinding (W/M2.K)
h2 = Koefisien perpindahan panas keluar dinding (W/M2.K)
T1 = Temperatur masuk dinding (K)
T2 = Temperatur keluar dinding (K)
k = Konduktivitas termal

7. Tahanan Termal pada Coolant


Nama : Siti Sarah
NIM : 03031181621115
Shift : Jumat (08.00-11.00 WIB)
Kelompok :1

Secara umum coolant adalah media pendingin yang digunakan


untuk menyerap panas yang dihasilkan oleh suatu peralatan. Coolant
juga digunakan untuk menjaga temperatur suatu peralatan agar tetap
stabil akibat dari perpindahan panas yang terjadi dalam peralatan,
sehingga dapat sesuai dengan kondisi operasi. Sebagai contoh
perpindahan panas yang terjadi antara coolant dan mesin silinder dapat
diilustrasikan sebagai berikut.

Gambar 2. Three Resistor Network for Piston Cylinder Wall


(Sumber: Allan, 2018)

Asumsikan temperatur silinder yang berisi gas adalah 1200 K, dan temperatur
coolant adalah 300 K. Konduktivitas termal silinder adalah 80 W/Mk dan
ketebalannya adalah 0,012 m. asumsikan juga koefisien konveksi yang terjadi
pada gas adalah 200 dan 1000 pada coolant. Tahanan termal pada gambar tersebut
dapat dibagi menjadi tiga yaitu, pada gas, dinding silinder, dan ada coolant.

1 1
Rgas = = =50 x 10-4
h 200
L 0,012
Rcycliner wall = = =1,5 x 10-4
k 80
1 1
Rcoolant = = =10 x 10-4
h 1000

Keterangan :
Rgas = Tahanan termal pada gas
Nama : Siti Sarah
NIM : 03031181621115
Shift : Jumat (08.00-11.00 WIB)
Kelompok :1

Rcyclinder wall = Tahanan termal pada dinding silinder


Rcoolant = Tahanan termal pada coolant
L = Ketebalan dinding silinder (m)
h = Koefisien perpindahan konveksi
k = Konduktivitas termal dinding silinder

Anda mungkin juga menyukai