Anda di halaman 1dari 3

Topik : Uji Vitamin B6 dan Vitamin C

Tujuan praktikum :
Mahasiswa dapat :
1. Mengidentifikasi kandungan vitamin B6 dan vitamin C dari bahan segar dan produk
suplemen
2. Membandingkan kandungan vitamin C dari bahan segar
3. Membandingkan kandungan vitamin C dari berbagai produk suplemen vitamin

Dasar teori :
Asal kata vitamin ditemukan oleh seorang sarjana yang berkebangsaan Polandia yang
bernama Casimir Funk. Susunan perkataan ini terdiri dari vita yang berarti hidup (hajat) dan
anime yang berarti suatu jenis zat tertentu yang tersusun menurut hukum kimiawi bahan-bahan
yang mengandung zat lamas. Namun, berdasarkan penellitian selanjutnya diketahui bahwa tidak
semua vitamin mengandung zat lemas. Misalnya vitamin A adalaha suatu alkohol pertama
(primaire alcohol), sedangkan vitain D harus diperhitungkan sebagai stearine (jenis lemak) serta
vitamin C maupun vitamin K tidak pula mengandung zat lemak.
Dapat didefinisikan vitamin ialah suatu zat yang tidak berjiwa (tidak bernyawa), tidak
hidup, ahasil sederajat dengan besi, intan, batu, emas, dll, juga tidakn dapat disamakan dengan
kuman-kuman (bakteri), jamur, dll. Sebaliknya, vitamin tidak dapat dianggap sebagai zat mati
dalam pengertian biasa. Di dalam tubuh manusia (hewan), vitamin yang sejati biasanya terbentuk
atas zat yang meloporinya, yaitu apa yang dinamakan pro-vitamin. Vitamin juga bukanlah suatu
bahan makanan dalam pengertian yang biasa.
Lagipula tubuh tidak dapat membentuk vitamin. Vitamin dapat diperoleh juga dari bahan
makanan yang kita asup setiap harinya atau melalui tambahan suntikan vitamin.
Selain itu, vitamin juga memiliki fungsi yang cukup strategis bagi ketahanan dan
perkembangan tubuh. Fungsi vitamin tidaklah sma dengan fungsi bahan makanan sehingga
tidafermentk dpat diartikan vitamin sebagai pembawa kalori semata. Vitamin juga dianggap
sebagai ferment, yaitu semacam katalisator.
Namun, yang telah diketahui secara pasti ialah bila seseorang kekurangan vitamin maka
akan mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit (kulit, mata, beri-beri, skorbut, pellagra, dll),
serta menyakit yang disebabkan oleh suatu kekurangan yang dinamakan sebagai deficiency
disease atau hypo-vitmanosis. (Dr. A. Seno Sastroamidjojo, 1968)
Berbagai jenis vitamin dapat kita peroleh dari alam atau jenis asupan yang kita santap
setiap harinya, misalnya, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian. Misalnya, kacang tanah,
kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, bayam, kangkung, daun ketela, kool, slada, seledri,
sesawi, buah tomat, dan lain sebagainya.
Vitamin di dalam tubuh juga diperlukan untuk memelihara kesehatan. Pemeliharaan
kesehatan mata berhubungan dengan vitmin A. Vitamin A menyusun pigmen rhodopsin (visual
pigment) pada sel-sel batang retina mata. Vitamin A berperan dalam memelihara kemampuan
melihat dalam kondisi yang sedikit cahaya karena pigmen rhodopsin peka terhadap cahaya.
Kekurangan retinal menyebabkan gangguan penglihatan pada kondisi gelap, pada buta senja.
Vitamin C dalam tubuh dibutuhkan untuk pembentukan kolagen, yaitu suatu protein yang
terdapat dalam matriks jaringan konektif. Kolagen memberikan kekuatan dan fleksibilitas suatu
jaringan.
Vitamin C, E, A dalm tubuh berperan sebagai antioksidan. Metabolisme dalam tubuh
menghasilkan radikal bebas, radikal bebas merupakan suatu molekiul yang tidak stabil karena
memiliki elektron yang berlebih. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan melindungi sel dari
radikal bebas dengan cara menerima kelebihan elektron dari radikal bebas sebelum diterima
komponen dalam sel.

Alat dan bahan :

Alat: Bahan:
mortar dan pistil, kertas saring, corong kaca, pipet Jambu biji, jeruk, pisang, sawi, bayam, buncis,
tetes, beaker glass 100ml dan 250 ml, pengaduk kubis, vitamin C dan B6, vitacimin, XonC;
kaca, tabung reaksi, kertas label, spatula kecil, piridoksin, fehling A dan B; larutan CuSO4 2%;
gelas ukur 10 ml. aquadest; NaOH 3N

Cara kerja :
I. Pembuatan sari sayuran dan buah segar
Dibuat sari dari : jambu biji, jeruk, pisang, sawi, bayam, buncis, kubis dengan
konsentrasi 50%

Dicuci hingga bersih Ditimbang masing-masing


semua bahan segar bahan sebanyak 50 g

Ditambah sedikit akuades pada Digerus hingga


masing-masing gerusan hingga halus
dapat disaring

Dilakukan berulang-
ulang hingga diperoleh
volume 100 ml.
II. Identifikasi kandungan vitamin C dari bahan segar dan produk suplemen

Dicampurkan 1 ml fehling Diteteskan 10


A dan 1 ml fehling B tetes larutan
hingga homogen vitamin C 1%.

Diamati perubahan warna


Dikocok hingga
yang terjadi dan dicatat
tercampur
warna yang terbentuk

Diulangi langkah diatas dengan mengganti larutan vitamin C dengan suplemen


vitamin dan bahan-bahan segar seperti :
 Larutan vitacimin 1%
 Larutan Xon-C 1%
 Sari sayuran dan buah
Lalu dibandingkan warna yang terbentuk dari berbagai bahan yang diuji kemudian
disimpulkan hasil percobaannya.

III. Identifikasi kandungan vitamin B6

Dimasukkan 10 tetes larutan Ditambah 4 tetes larutan


piridoksin 1% dalam tabung CuSO4 2% dan 10 tetes NaOH
reaksi 3N.
Diulangi prosedur yang sama
Diamati perubahan warna
tetapi larutan piridoksin 1%
yang terjadi, jika
diganti dengan larutan
terbentuk warna biru ungu
vitamin B1 dan larutan sari
berarti ada kandungan
dari sayuran dan buah
piridoksin

Dibandingkan warna yang


terbentuk dari berbagai Disimpulkan hasil percobaan
bahan yang diuji