Anda di halaman 1dari 25
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA RUMAH BUDAYA SUMATERA UTARA ( RASUT) : INTEGRASI BUDAYA LOKAL BERBASIS

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

RUMAH BUDAYA SUMATERA UTARA (RASUT): INTEGRASI BUDAYA LOKAL BERBASIS PEMUDA UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA MANDIRI DALAM BUDAYA

BIDANG KEGIATAN:

PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:

Suwandonadi Manullang

2131220019

2013

Zenfitri R. Situmorang

2133121073

2013

Sevenra Sihite

2142121019

2014

Rani Aryanti Rukmana

2143121030

2014

Inriwati Saragih

2142121008

2014

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2016

PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan

2. Bidang Kegiatan

3. Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama

b. NIM

c. Jurusan

d. Universitas

e. Alamat Rumah dan No. HP

f. Alamat email

: Rumah Budaya Sumatera Utara (Rasut): Integrasi Budaya Lokal Berbasis Pemuda Untuk Mewujudkan Indonesia Mandiri Dalam Budaya. : PKM-GT

: Suwandonadi Manullang : 2131220019

: Sastra Inggris : Universitas Negeri Medan

:

Medan/082365032485

Pancing,

No.

Jl.

Sukaria

130

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 4 Orang

5. Dosen Pendamping

a. Nama

b. NIDN

c. Alamat Rumah dan No. HP

Menyetujui, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan

(Dr. Marice, M.Hum) NIP. 196311201992032003

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan

(Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd) NIP. 196101041987031017

: Drs. Lidiman S., M.Hum : 0022075810 : Jl. Lembaga Pemasyarakatan No.111 A, Tg. Gusta Medan

/082399302728

Medan, 17 Maret 2016

Ketua Pelaksana kegiatan

(Suwandonadi Manullang) NIM. 2131220019

Dosen Pendamping

(Drs. Lidiman S., M.Hum) NIDN. 0022075810

DAFTAR ISI

Halaman Judul…………………………………………………………………

i

Halaman Pengesahan……………………………………………………………. ii

Daftar Isi………………………………………………………………………

iii

Daftar Tabel……………………………………………………………………

iv

Daftar Gambar …………………………………………………………………

v

Ringkasan ………………………………………………………………………. vi

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……………………………………………………

B. Tujuan Penulisan …………………………………………………… 2

1

C. Manfaat Penulisan …………………………………………………

2

2. GAGASAN

A. Miniminya Partisipasi Pemuda Lokal Terhadap Budaya Daerah ……………………………………………………

3

B. Integrasi Budaya di Kota Medan …………………………………

3

C. Kegiatan Budaya sebagai Antisipasi Hilangnya Budaya Lokal………………………………………………………

4

D. Implementasi Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Rumah Budaya Sumatera Utara

5

E. Rumah Budaya Sumatera Utara; Pemuda, Karya Seni, Ruang Diskusi dan Ruang Informasi Budaya ……………………… 5

F. Merdeka Walk; Lokasi Berdirinya Rumah Budaya

Sumatera Utara ……………………………………………………

G. Pemangku Kepentingan dan Sinergitasnya…………………………. 7

5

H. Langkah-Langkah Strategis Untuk Mengimplementasikan

Rumah Budaya Sumatera Utara ……………………………………. 7

3. KESIMPULAN ………………………………………………………

8

4. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………

9

5. LAMPIRAN-LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping…………… ………………………… 10 LAMPIRAN 2. Sususan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas …………………………………… 17 LAMPIRAN 3. Surat Pernyataan Ketua Tim ………………………….19

DAFTAR TABEL

Table 2.1. Standar Jarak dalam Kota ……………………………………………. 6

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Peta Lokasi Berdirinya Rumah Budaya Sumatera Utara (Rasut), Merdeka Walk, Jl. Balaikota, Medan Barat……………

6

RINGKASAN

Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi multietnis di Indonesia. Kemultietnisan tersebut membawa Sumatera Utara keambang gudang budaya dengan produk dan nilai yang beragam. Pemuda sebagai pemegang tonggak kebudayaan memiliki kewajiban untuk melestarikan budaya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari. Pengaruh globalisasi yang membawa IPTEK serta tekanan-tekanan kultural melahirkan proses asimilasi budaya. Ketergantungan atas kekuatan ekonomi internasional mempengaruhi nilai-nilai budaya secara tidak langsung. Eksistensi budaya hanya dapat diwujudan melalui implementasi budaya tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Integrasi budaya merupakan sebuah wadah untuk menunjukkan eksistensi budaya melalui pemberdayaan pemuda. Pemuda sebagai pemegang tonggak kebudayaan memiliki peran strategis untuk mewujudkan kontinuitas budaya. Integrasi nilai budaya Sumatera Utara tercermin dalam desain Rumah Budaya Sumatera Utara (Rasut), dekorasi bertema lokal dengan ornamen- ornamen etnis berupa gorga dan ornamen suku lainnya. Selain itu, Rasut juga menjadi pusat karya seni masyarakat lokal. Fungsi ruang diskusi adalah untuk menjadikan Dialog atau diskusi budaya lebih efektif dan efisien. Kuantitas dan kualitas diskusi budaya akan maksimal dalam pelaksanaannya. Fungsi lain adalah sebagai ruang informasi budaya yang diolah oleh pemuda dari narasumber- narasumber yang memiliki kompetensi dalam budaya. Aksesibilitas lokasi Rasut harus dipertimbangkan dalam penerapannya. Standar lokasi dan jarak sebagai nilai ukur aksesibilitas Rasut tersebut. Jarak lokasi pendirian Rasut dengan prasarana-prasarana umum, seperti pusat tempat kerja, pusat kota, pasar lokal, SD, SMP, SMA Tempat bermain anak atau taman, tempat olahraga atau rekreasi, dan taman umum relative dekat. Sehingga, dengan adanya aksesibilitas Rasut ini, sasaran utama integrasi suatu budaya akan tercapai secara optimal. Pemangku kepentingan dalam Rasut ini memiliki peran penting mulai dari persiapan, pengimplementasian, sampai proses pengembangan nantinya. Pemuda sebagai pelaku utama dan akselerator Rasut ini harus didukung oleh Pemangku kepentingan lainnya. Sehingga, Rasut sebagai integrasi budaya akan berlangsung secara kontinu. Dengan adanya Rasut ini, proses integrasi budaya Sumatera Utara melalui pemberdayaan pemudanya dapat meningkatkan eksistensi budaya daerah. Sehingga, jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya akan muncul kembali. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan Rasut ini menjadi program utama pemerintah daerah, dengan mencanangkannya dalam agenda APBD Sumatera Utara. Sehingga, Rasut tersebut menjadi prioritas utama dalam setiap periode pemerintahan Sumatera Utara, untuk mewujudkan Indonesia mandiri dalam budaya.

1

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Budaya merupakan suatu cara hidup sebuah kelompok yang berkembang dan diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic (duniabaca.com). Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk atau heterogen, karena mempunyai suku bangsa, budaya, agama, serta adat istiadat yang beragam. Semua itu tercermin dalam kehidupan masyarakatnya, seperti upacara adat, rumah adat, baju adat, nyanyian, tarian, alat musik, etika, dan makanan khas daerah. Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi multietnis di Indonesia. Provinsi ini didiami oleh beberapa suku, seperti suku Batak, Nias, Melayu, Mandailing, Aceh, Jawa, dan Tionghoa yang tersebar di berbagai daerah (Wikipedia.org). Suku-suku tersebut memiliki kebudayaan daerah yang beragam, seperti adat istiadat, bahasa, kesenian, organisasi sosial,dan sistem pengetahuan. Kebudayaan tersebut harus dilestarikan dan dikembangkan untuk menciptakan masyarakat daerah yang berbudaya. Pemuda merupakan generasi penerus suatu bangsa. Peran penting sebagai pewaris budaya diharapkan dapat berperan aktif dalam melestarikan dan mengembangkan budaya daerahnya masing-masing. Namun amat disayangkan, peran positif pemuda terhadap budaya daerah dinilai belum optimal. Rendahnya pengetahuan pemuda akan budaya mengakibatkan minimnya partisipasi pemuda terhadap budaya daerahnya. Selain itu, budaya asing yang mengharuskan adanya proses akulturasi budaya mengakibatkan pemuda kesulitan menyaring setiap budaya asing yang masuk ke daerahnya masing-masing. Hal itu menyebabkan banyaknya pemuda yang mengikuti budaya-budaya yang bertentangan dengan budaya lokal (Mursalim, 2013). Jika hal tersebut dibiarkan, peran strategis pemuda dalam menciptakan kontinuitas budaya akan memudar seiring dengan berjalannya waktu. Era globalisasi yang diboncengi neoliberalisme dan modernisasi melaju diiringi pesatnya revolusi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Dunia tanpa batas menganut aliran kebebasan; kebebasan berkreatifitas, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berekspresi. Kontak sosial sebagai wujud dari proses

2

akulturasi melahirkan hegemoni budaya eksternal di Indonesia. Ketergantungan

atas kekuatan ekonomi internasional mempengaruhi budaya Indonesia serta nilai-

nilainya secara tidak langsung. Tekanan-tekanan kultural berupa gaya hidup

praktis mengharuskan adanya proses asimilasi budaya dalam dunia

kemasyarakatan. Akibatnya, budaya konvensional di Indonesia berupa toleransi,

keramahtamahan, penghormatan terhadap kaum yang lebih tua digantikan oleh

pergaulan bebas dan sikap individualistis yang dibawa oleh arus globalisasi

(Mubah, 2011). Jika hal tersebut diatas tidak ditangani, budaya sebagai identitas

bangsa akan hilang dari masyarakatnya seiring dengan cepatnya arus globalisasi.

Bangsa Indonesia tidak akan bisa lepas tangan dari perkembangan IPTEK

yang dibawa oleh globalisasi. Hal itu dikarenakan, IPTEK dengan efisiensi dan

efektivitasnya diyakini dapat mendorong kemajuan suatu bangsa dan daerah-

daerahnya. Namun, hal itu berdampak pada munculnya permasalahan baru berupa

kelunturan nilai budaya dari masyarakat lokal Indonesia. Pemuda sebagai penerus

bangsa harus diupayakan untuk melestarikan dan menerapkan budaya lokal, baik

berupa produk budaya maupun nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Maka

dengan itu, penulis memberikan sebuah gagasan inovatif dan solutif berupa

Rumah Budaya Sumatera Utara (Rasut), yakni sebuah wadah integrasi budaya

lokal melalui pemberdayaan pemuda, yang berfungsi sebagai ruang diskusi dan

ruang informasi budaya Sumatera Utara.

B. Tujuan Penulisan

1. Mengintegrasikan Budaya Lokal Sumatera Utara melalui pemberdayaan pemuda lokal,

2. Meningkatkan eksistensi Budaya Sumatera Utara sebagai jati diri bangsa Indonesia dimata internasional,

3. Mewujudkan Indonesia Mandiri dalam Budaya melalui Sumatera Utara.

C. Manfaat Penulisan

1. Bagi pemuda: Sebagai wadah implementasi pengetahuan pemuda tentang nilai-nilai budaya sebagai wujud nyata kecintaannya terhadap budaya lokal Sumatera Utara,

2. Bagi masyarakat: Sebagai wadah pengembangan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang kebudayaan serta membantu masyarakat merealisasikan kehidupan bermasyarakat yang beradab,

3

3.

Bagi

pertimbangan dalam membangkitkan budaya lokal Sumatera Utara.

pemerintah:

Gagasan

ini

dapat

digunakan

sebagai

2. GAGASAN

bahan

A. Minimnya Partisipasi Pemuda Lokal Terhadap Budaya Daerah

Pemuda adalah aset berharga suatu daerah dalam segala bentuk pelaksanaan pembangunan dan pengembangannya. Peran strategis pemuda dalam menjamin kontinuitas budaya menjadi kunci utama pengembangan suatu budaya. Namun realita partisipasi pemuda Sumatera Utara dinilai sudah sangat memprihatinkan. Hal itu terlihat dengan menurunnya semangat dan rasa kecintaan

yang dimiliki oleh generasi muda untuk memajukan budaya daerah yang

merupakan warisan leluhurnya. Contoh yang dapat kita temui adalah sebagai berikut:

1. Pemuda tidak memiliki jatidiri yang kuat sehingga, budaya asing pun dengan mudah dan leluasa menggeser budaya lokal Sumatera Utara,

2. Melemahnya akidah yang merupakan pondasi dasar yang harus dimiliki oleh para pemuda guna untuk meneruskan nilai budaya luhur. Karena kuat dan tidaknya pondasi ini juga akan menentukan seberapa kuat karakter suatu daerah,

3. Menurunnya intelektualitas pemuda yang sangat berperan penting, karena dengan intelektualitas ini para pemuda bisa menyelamatkan dan memajukan budaya daerah di mana mereka tinggal dan melalui intelektualitas ini juga akan lahir moral dan etika serta akan menjunjung tinggi nilai-nilai suatu budaya,

4. Kurangnya kesadaran pemuda untuk melestarikan budaya daerahnya

sendiri. Hal tersebut diatas merupakan sebuah manifestasi dari kurangnya wadah atau sarana pemuda untuk berkreasi di bidang seni dan budaya. Sehingga, pemuda lebih memilih terjun kedunia modernisasi dengan tawaran kulturalnya yang menggiurkan. Jika hal tersebut diatas tidak ditangani, tanggungjawab pemuda sebagai pemegang tonggak kebudayaan akan memudar, sehingga berdampak pada

munculnya diskontinuitas budaya ditengah-tengah masyarakat.

B. Integrasi Budaya di Kota Medan

Integrasi budaya di Sumatera Utara memang sudah pernah dilakukan, khususnya di kota Medan ibukota Sumatera Utara. Namun kecenderungan integrasi yang ada masih berupa produk budaya, yakni artefak-artefak budaya lokal dan berbagai karya-karya seni yang ada di daerah. Nilai budaya masih belum diimplementasikan secara maksimal oleh para pelaku budaya daerah, termasuk masyarakatnya sendiri. Museum Budaya yang ada cenderung menyimpan pusaka-pusaka budaya, karya seni dan bentuk lainnya. Orientasi pada

4

produk budaya berdampak pada munculnya persepsi akan ketidakpentingan unsur-unsur budaya lain seperti gotong-royong, ramah-tamah, kasih sayang, tanggung jawab dan sebagainya. Hal ini berdampak pada mendarah dagingnya sifat materialistis, egois, (Efendi, 2008) dan individualis pada anggota masyarakat. Sebagai contoh adalah pertengkaran antar ormas di Medan, kekerasan dalam rumah tangga, fenomena LGBT, kriminalitas, dan sebagainya. Fenomena- fenomena tersebut bukanlah cerminan nilai budaya daerah Sumatera Utara yang sebenarnya. Hal tersebut tentu menjadi tantangan terbesar untuk segera diselesaikan, mengingat semakin berkembangnya IPTEK pada dekade ini.

C. Kegiatan Budaya sebagai Antisipasi Hilangnya Budaya Lokal Untuk mengantisipasi hilangnya budaya lokal produk maupun nilai,

solusi yang sudah pernah diterapkan adalah mengadakan berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan lokal Sumatera Utara seperti berikut:

1. Pagelaran acara Jong Bataks Arts Festival di Taman Budaya Sumatera Utara, oleh direktur Rumah Karya Indonesia (KRI), Jones Gultom, di Taman Budaya Sumut, pada hari Rabu 29 Februari 2015 tahun lalu. (www.medanbisnisdaily.com).

2. Pelaksanaan kegiatan Orientasi Budaya Lokal oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi Sumut (USU, Unimed, Akademi Pariwisata Medan, UMSU, UISU dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan Medan) di Tanah Bertuah Negeri Beradat yang dilaksanakan di Replika Istana Sultan Serdang Kelurahan Melati Kebun Kecamatan Pegajahan, Selasa 9 Juni 2015 tahun lalu. (http://harianandalas.com)

3. Pembentukan Unit Kesenian dan Kebudayaan Sumatera Utara dikalangan mahasiswa. Dimana kegiatan-kegiatannya berupa pelatihan dan pengenalan karya seni budaya dikalangan mahasiswa (Bengeth, 2013). Selain itu, ada juga kegiatan malam keakraban yang dilakukan untuk menanamkan kebersamaan antaranggota yang notabenenya berbeda suku.

4. Dialog Budaya menjadi agenda rutin pemerintah akhir-akhir ini. Melalui

Dialog tersebut, uneg-uneg, keluhan atau masalah akan diperbincangkan dengan sebaik mungkin. Hal itu membuktikan sudah adanya proses pendekatan pemerintah dengan masyarakat budaya untuk mediskusikan budaya dan permasalahannya. Dari pemaparan diatas, kegiatan-kegiatan budaya yang diterapkan dapat memberi dampak positif dalam budaya lokal Sumatera Utara yang problematik. Namun, solusi ini diyakini hanya bersifat sementara. Hal itu dikarenakan, pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut diatas bergantung pada waktu dan ketersediaan dana, sementara tawaran-tawaran kultural selalu bertindak melalui derasnya arus informasi. Maka dengan itu, solusi masalah budaya yang dibutuhkan saat ini adalah solusi jangka panjang serta ekonomis dalam penerapannya.

5

D. Implementasi Nilai-Nilai Budaya Lokal dalam Rasut

Rasut bertujuan untuk merumahkan budaya-budaya serta nilainya dalam satu wadah integrasi bertema budaya lokal. Metode desain redefining pada ruangan, dekorasi ruangan bertema budaya lokal, serta penambahan ornamen- ornamen budaya menjadi suatu keunikan tersendiri dari Rasut tersebut. Penerapan metode desain redefining pada Rasut dilakukan dengan memadukan fungsi nilai budaya setiap suku sesuai dengan porsinya masing-masing. Pengolahan konsep ruangan Rasut dilakukan untuk mendapatkan bentuk yang berbeda dan lebih baik. Dalam penerapannya, bentuk ruangan yang modern dibuat dengan penambahan beberapa nilai budaya suku di Sumatera Utara. Desain

pintu masuk menyerupai pintu Rumah Adat Batak merefleksikan sikap ‘tunduk’ atau hormat antar individu maupun kelompok. Pembuatan jendela ruangan yang lebar di atap Rasut sebagai sumber masuknya cahaya, merefleksikan nilai budaya green electricity’ pada Suku Nias. Dekorasi ruangan pada Rasut memiliki tema budaya lokal yang berbeda- beda setiap minggunya. Hal ini dilakukan untuk merangkum seluruh nilai budaya suku di Sumatera Utara serta mencegah munculnya rasa bosan terhadap pengunjung. Ornamen pada Rasut menggunakan kombinasi ornamen-ornamen suku-suku di Sumatera Utara.

E. Rasut: Pemuda, Karya Seni, Ruang Diskusi dan Ruang Informasi Budaya

Rasut sebagai ruang diskusi bermaksud sebagai sarana diskusi bagi masyarakat Sumatera Utara berupa Dialog Budaya atau Diskusi Budaya. Rasut sebagai ruang informasi artinya sebagai sarana informasi tentang budaya Sumatera Utara yang ditulis oleh pemuda. Konsep entertaining dan inspiring bertujuan untuk merangsang niat baca masyarakat, khususnya tentang budaya Sumatera Utara. Karya seni sebagai bentuk kearifan lokal Sumatera Utara akan dipajang dan diperjualbelikan di Rasut tersebut. Kreativitas pemuda baik dalam musik, film, kuliner dan lainnya menjadi produk yang dapat menambah income pada Rasut tersebut. Pemuda adalah pelaku utama dalam Rasut ini. Pemilihan pemuda

sebagai leader, organizer, penulis, dekorator, dan desainer merujuk pada aktualisasi proses pewarisan budaya lokal yang kontinu.

F. Merdeka Walk; Lokasi Berdirinya Rasut

Aksesibilitas Rasut merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam penerapannya. Standar lokasi dan standar jarak sebagai nilai ukur aksesibilitas suatu lokasi objek penilaian (Anonymous, 2015). Kondisi jalan yang baik serta banyaknya angkot yang melalui jalan tersebut menjadi hal yang tidak luput dari penilaian. Keamanan dan kenyamanan merupakan sebuah keharusan untuk

menentukan aksesibilitas yang baik suatu lokasi. Berdasarkan pengamatan

6

bersama, penulis mengusulkan lokasi berdirinya Rasut adalah Merdeka Walk, Jl. Balaikota, Medan Barat, kota Medan.

adalah Merdeka Walk, Jl. Balaikota, Medan Barat, kota Medan. Sumber : Google Maps (2016) Gambar 2.1.

Sumber: Google Maps (2016)

Gambar 2.1. Peta Lokasi Berdirinya Rumah Budaya Sumatera Utara (Rasut), Merdeka Walk, Jl. Balaikota, Medan Barat

Pemilihan Merdeka Walk sebagai lokasi berdirinya Rasut, sesuai dengan Standar lokasi dan standar jarak oleh Jayadinata dalam analisis kota yang ada (Anonymous, 2015). Jarak pusat tempat kerja, pusat kota, pasar lokal, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Tempat olahraga atau rekreasi dan taman umum terhadap Merdeka Walk relatif dekat berdasarkan pengamatan jarak menggunakan aplikasi Google Maps menjadi alasan penulis menjadikan Merdeka Walk sebagai lokasi pendirian Rasut. Dengan adanya aksesibilitas lokasi ini, penulis meyakini Rasut akan menjadi tempat favorit masyarakat Sumatera Utara, khususnya kota Medan.

Tabel 2.1. Standar Jarak dalam Kota

No

Prasarana

Jarak dari Tempat (Berjalan Kaki)

1.

Pusat Tempat Kerja

 

20

s/d 30 menit

2.

Pusat Kota

 

30

s/d 45 menit

3.

Pasar Lokal

 

¾ km atau 10 menit

4.

SD

 

¾ km atau 10 menit

5.

SMP

1

½ km atau 20 menit

6.

SMA

 

20 atau 30 menit

7.

Tempat Bermain Anak atau Taman

 

¾

km atau 20 menit

8.

Tempat Olahraga (Rekreasi)

1

½ km atau 20 menit

9.

Taman Umum (Cagar, Kebun Binatang, dll)

 

30

s/d 60 menit

Sumber: Chapin dalam repository.usu.ac.id

7

G. Pemangku Kepentingan dan Sinergitasnya Untuk merealisasikan Rasut, terdapat beberapa pihak yang memiliki peran penting, antara lain: (1) Pemerintah Daerah Sumatera Utara, yang berperan dalam membuat regulasi support dan protect sebagai alokasi sumberdaya, seperti sarana dan prasarana, sosialisasi, serta menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, (2) Budayawan dan tokoh adat Sumatera Utara, yang berperan dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat di daerah mengabdinya. Selain itu kesediaan mereka sebagai narasumber dalam diskusi atau dialog budaya dan penulisan sumber informasi yang akan ditulis oleh pemuda sangat diharapkan, (3) Masyarakat, yang memiliki fungsi sebagai legitimasi budaya diharapkan dapat memberikan dukungan positif dalam penerapan Rasut, serta menjadi evaluator dalam pelaksanaan program tersebut, (4) Pemuda Lokal Sumatera Utara, sebagai pelaksana utama dalam Rasut tersebut, berperan sebagai leader, organizer, decorator, penulis, dan desainer, dan (5) Media Informasi, yang berperan sebagai promotor serta pelaksana sosialisasi dan publikasi melalui media (TV, Radio, Koran, dan Online). Dengan adanya Media informasi ini, proses sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat akan lebih efektif dan efisien. Para pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan sinergitas yang baik melalui koordinasi dan evaluasi yang kontinu dan bertahap. Sehingga, Rasut dapat terealisasi dengan baik serta menjamin adanya kontinuitas program.

H. Langkah-Langkah Strategis untuk Mengimplementasikan Rasut Langkah strategis utama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan para pemangku kepentingan untuk membahas sistem dan konsep pelaksanaan yang

akan dilakukan demi mencapai tujuan utama, terealisasinya Rasut ini. Setelah sistem dan konsep telah disepakati, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Sosialisasi: Pemerintah daerah melalui pemerintah kabupaten dan kota melakukan sosialisasi kepada masyarakat, instansi pendidikan, dan sebagainya. Tahap ini turut diikuti oleh media informasi melalui beritanya untuk menjangkau masyarakat yang mungkin sulit dijangkau pemerintah.

2. Pembentukan komunitas: Pemuda setiap suku akan diseleksi oleh tokoh adat yang bekerja sama dengan budayawan dan instansi kebudayaan untuk kemudian dibentuk sebuah komunitas pemuda dalam Rasut tersebut.

3. Implementasi Rasut: setelah melalui tahap ujicoba oleh pemerintah yang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, maka Rasut akan diimplementasikan sesuai dengan sistem dan konsep yang telah disepakati sebelumnya.

8

3. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan diatas, penulis menyimpulkan bahwa, Rumah Budaya Sumatera Utara (Rasut) merupakan solusi inovatif dalam menangani permasalahan budaya di Sumatera Utara. Desain bangunan modern berbasis nilai budaya, dekorasi ruangan bertema budaya lokal, sajian karya seni, sajian kuliner menjadi kelebihan tersendiri bagi Rasut. Informasi tertulis yang ada menjadi pendukung teoritis sebagai sumber pengetahuan masyarakat umum akan budaya Sumatera Utara. Ruang diskusi budaya yang ada menjadi sebuah wadah dialog atau diskusi budaya yang baru dengan efektivitas dan efisiensinya. Pemilihan lokasi berdasarkan aspek standar lokasi dan standar jarak menunjukkan tingginya aksesibilitas Rasut. Pemilihan pemuda sebagai pelaku utama serta akselerator Rasut merujuk pada aktualisasi proses pewarisan budaya lokal yang kontinu. Dalam penerapan dan pengembangannya, sinergitas para pemangku kepentingan sangat diharapkan, mulai dari persiapan hingga tahap implementasi. Sosialisasi, pembentukan komunitas, serta implementasi yang tepat diyakini dapat mewujudkan Rasut yang kontinu. Dengan adanya Rasut tersebut, eksistensi budaya lokal Sumatera Utara akan meningkat seiring berjalannya waktu serta terwujudnya Indonesia mandiri dalam budaya melalui daerah.

9

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.

Sumatera

Utara.

Artikel.

Diakses

dari

Anonymous. 2014. Pemuda Batak Harus Peduli Budaya Tradisional. Artikel.

Diakses

Februari 2016

dari

21

)

pada

Anonymous. 2015. Generasi Muda Harus Cinta Budaya Lokal. Artikel. Diakses dari (http://harianandalas.com/kanal-sumatera-utara/generasi-muda- harus-cinta-budaya-lokal) pada 21 Februari 2016

Anonymous. 2015. Lokasi Strategis dan Pengertian Lokasi. Artikel. Diakses dari

pengertian-lokasi.html) pada 22 Februari 2016

Bengeth, A. 2013. Unit Kesenian dan Kebudayaan Sumatera Utara. Artikel. Diakses dari (https://prezi.com/user/austin-tbn/) pada 21 Februari 2016

Efendi, R.M. 2008. Teknologi Informasi dan Sosial Budaya: Pergeseran Sosial Budaya di Era Global. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga

Mubah, S. 2011. Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Jurnal 24 (4): 302-308. Surabaya: Fisip Universitas Airlangga

Mursalim. 2013. Peran Generasi Muda Dalam Melestarikan Budaya serta Upaya

Artikel. Diakses dari

Menjaga

dalam-melestarikan.html) pada 20 Februari 2016

Kearifan

Lokal.

2016.

Denah

Merdeka

Walk.

Diakses

dari

94929,11z/data=!3m1!4b1) pada 20 Februari 2016

www.repository.usu.ac.id. 2011. Teori Lokasi. Bahan publikasi. Diakses dari

pada 21 Februari 2016

10

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing

1. Biodata Ketua

A.

Identitas Diri

 

1

Nama Lengkap

Suwandonadi Manullang

2

Jenis Kelamin

Laki-Laki

3

Program Studi

Sastra Inggris

4

NIM

2131220019

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Baktiraja, 23 Maret 1996

6

E-mail

7

Nomor Telepon/HP

082365032485

B.

Riwayat Pendidikan

 
 

SD

SMP

SMA

Nama Institusi

SDN 176356

SMPN 1

SMAN 1

Simanullang

Baktiraja

Baktiraja

Jurusan

-

-

IPA

Tahun Masuk-

2001-2007

2007-2010

2010-2013

C.

Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

 

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel

Waktu dan

Ilmiah

Tempat

1.

-

-

 

-

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1.

Delegasi Pramuka Humbahas pada Raimuna Daerah VII , Sibolangit

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan

2012

2.

Delegasi Pramuka Humbahas pada Raimuna Nasional X, Papua

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan

2012

3.

Delegasi Kabupaten Pada LCC Empat Pilar Bangsa

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan

2012

4.

Juara I Lomba Acapela

Universitas Medan Area

2015

5.

Juara I Lomba Esai Bulan

Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED

2015

6.

Juara III Mawapres Fakultas

Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED

2015

7.

Juara II Lomba Esai Nasional

Asrama Mahasiswa Sumbar, Yogyakarta

2015

11

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tulis. Medan, 17 Maret 2016 Pengusul,

(Suwandonadi Manullang)

12

2. Biodata Anggota I

A.

Identitas Diri

 

1

Nama Lengkap

Zenfitri R. Situmorang

2

Jenis Kelamin

Perempuan

3

Program Studi

Pendidikan Bahasa Inggris

4

NIM

2133121073

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Medan, 21 April 1994

6

E-mail

7

Nomor Telepon/HP

085372862609

B.

Riwayat Pendidikan

 
 

SD

SMP

SMA

Nama Institusi

SDN Nagrak 02

SMPN3 Gunung

SMA Yadika 11 Jati Rangga

Putri

Jurusan

-

-

IPA

Tahun Masuk-

1999-2005

2005-2008

2008-2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel

Waktu dan

Ilmiah

Tempat

1.

-

-

-

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1.

-

-

-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tulis. Medan, 17 Maret 2016 Pengusul,

(Zenfitri R. Situmorang)

13

3. Biodata Anggota II

A.

Identitas Diri

 

1

Nama Lengkap

Sevenra Sihite

2

Jenis Kelamin

Perempuan

3

Program Studi

Pendidikan Bahasa Inggris

4

NIM

2142121019

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Hutalobu,8 Juni 1995

6

E-mail

7

Nomor Telepon/HP

085358112840

B.

Riwayat Pendidikan

 
 

SD

SMP

SMA

Nama Institusi

SDN 036569

SMPN 1 Lae Parira

SMAN 1 Lae Parira

Hutalobu

Jurusan

-

-

IPA

Tahun Masuk-

2002-2008

2008-2011

2011-2014

C.

Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

 

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel

Waktu dan

Ilmiah

Tempat

1.

 

-

 

-

-

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1.

-

-

-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tulis. Medan, 17 Maret 2016 Pengusul,

(Sevenra Sihite)

14

4. Biodata Anggota III

A.

Identitas Diri

 

1

Nama Lengkap

Rani Aryanti Rukmana

2

Jenis Kelamin

Perempuan

3

Program Studi

Pendidikan Bahasa Inggris

4

NIM

2143121030

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Pasar Baru, 5 Februari 1996

6

E-mail

7

Nomor Telepon/HP

082367837801

B.

Riwayat Pendidikan

 
 

SD

SMP

SMA

Nama Institusi

SDN 173313 Sibuntuan

SMPN 1

SMAN 1

Lintong Nihuta

Lintong Nihuta

Jurusan

-

-

IPA

Tahun Masuk-

2003-2009

2009-2011

2011-2014

C.

Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

 

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel

Waktu dan

Ilmiah

Tempat

1.

 

-

 

-

 

-

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1.

-

-

-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tulis. Medan, 17 Maret 2016 Pengusul,

(Rani Aryanti Rukmana)

15

5. Biodata Anggota IV

A.

Identitas Diri

 

1

Nama Lengkap

Inriwati Saragih

2

Jenis Kelamin

Perempuan

3

Program Studi

Pendidikan Bahasa Inggris

4

NIM

2142121008

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Bangun Pane, 02 September 1996

6

E-mail

7

Nomor Telepon/HP

082166754749

B.

Riwayat Pendidikan

 
 

SD

SMP

SMA

Nama Institusi

SDN 097388 Desa Partuahan

SMPN 2 Raya

SMAN 1 Raya

Jurusan

-

-

IPS

Tahun Masuk-

2003-2009

2009-2011

2011-2014

C.

Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

 

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel

Waktu dan

Ilmiah

Tempat

1.

-

-

-

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1.

Juara III Pidato B. Indonesia

Yayasan Santo Yoseph Pematang Siantar

2014

2.

Gold Medal Choir Competition

Bandung Choral Society

2015

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tulis. Medan, 17 Maret 2016 Pengusul,

(Inriwati Saragih)

16

6. Biodata Dosen Pendamping

A. Identitas Diri

 

1 Nama Lengkap

Drs. Lidiman Sahat Martua, M.Hum

 

2 Jenis Kelamin

Laki-Laki

 

3 Program Studi

Sastra Inggris

4

NIDN

0022075810

5

Tempat dan Tanggal Lahir

Medan, 22 Juli 1958

6

E-mail

7

Nomor HP

082399302728

B. Riwayat Pendidikan

 

S1

S2

Nama Institusi

IKIP Medan

Universitas Negeri Medan

Jurusan

Bahasa Inggris

Linguistik Terapan Bahasa Inggris

Tahun Masuk-Lulus

1977-1983

2000-2003

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel

Waktu dan

Ilmiah

Tempat

1.

-

-

-

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1.

-

-

-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Gagasan Tulis. Medan, 17 Maret 2016 Dosen Pendamping,

(Drs. Lidiman S., M.Hum)

17

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas

N

Nama/NIM

Program

Bidang

 

Alokasi

Uraian Tugas

o

Studi

Ilmu

Waktu

(Jam/Minggu)

1.

Suwandonadi

Sastra

IPS

20

jam/minggu

Merumuskan Judul, Mengolah Data, Merancang Gagasan, Merumuskan Solusi, dan Menyusun Karya Tulis

Manullang

Inggris

 

2131220019

2.

Zenfitri R.

Pendidikan

IPS

18

jam/minggu

Mengusulkan

Situmorang

Bahasa

 

Judul,

2133121073

Inggris

Merumuskan

Masalah,

Merumuskan

Gagasan

Terdahulu, dan

Merumuskan

Solusi.

3.

Sevenra

Pendidikan

IPS

18

jam/minggu

Merumuskan masalah, Merumuskan Solusi, Mengamati Aksesibilitas Merdeka Walk Melalui Aplikasi Google Maps

Sihite

Bahasa

 

2142121019

Inggris

4.

Rani Aryanti

Pendidikan

IPS

18

jam/minggu

Merumuskan Masalah, Merumuskan Solusi, dan Merumuskan Langkah Strategis Pengimplementasi an

Dongoran

Bahasa

 

2143121030

Inggris

18

5.

Inriwati

Pendidikan

IPS

18 jam/minggu

Merumuskan Masalah, dan Mengamati Aksesibilitas Merdeka Walk Melalui Aplikasi Google Maps

Saragih

Bahasa

2142121008

Inggris

19 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Jln. Willem Iskandar Psr. V No. 1589
19
19

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Jln. Willem Iskandar Psr. V No. 1589 Medan Kotak Pos 20221 Telepon (061) 6613365, 6618754. Fax. (061) 6614002-6612219

Laman: www.unimed.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama

: Suwandonadi Manullang

NIM

: 2131220019

Program Studi

: Sastra Inggris

Fakultas

: Fakultas Bahasa dan Seni

Dengan ini menyatakan bahwa usulan saya dengan judul: RUMAH BUDAYA SUMATERA UTARA (RASUT): INTEGRASI BUDAYA LOKAL BERBASIS PEMUDA UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA MANDIRI DALAM BUDAYA”, yang diusulkan untuk tahun anggaran 2016 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian ini pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar- benarnya.

Mengetahui, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan

(Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd) NIP. 196101041987031017

Medan, 17 Maret 2016

Yang menyatakan,

(SuwandonadiManullang) NIM. 2131220019