Anda di halaman 1dari 8

SAP DAN LEAFLET

KEJANG DEMAM PADA ANAK

DI IGD RUMAH SAKIT TINGKAT II SOEPRAOEN MALANG

OLEH :
INNANI WILDANIA HUSNA
150070300011138

PROGRAM NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
PAKET PENYULUHAN
KEJANG PADA ANAK

Pokok Bahasan : Kejang demam pada anak


Sasaran : Pasien, Keluarga pasien, dan Pengunjung
Tempat : Ruang tunggu IGD RST Tk. II Soepraoen
Hari/ Tanggal : Jumat, 16 Juni 2017
Waktu : 30 menit
Penyuluhan : PKRS RST Tk. II Soepraoen
==================================================================
A. Latar Belakang
Anak merupakan hal yang penting artinya bagi sebuah keluarga. Selain sebagai
penerus keturunan, anak pada akhirnya juga sebagai generasi penerus bangsa. Oleh
karena itu tidak satupun orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit, lebih-lebih
bila anaknya mengalami kejang demam. Insiden terjadinya kejang demam terutama
pada golongan anak umur 6 bulan sampai 4 tahun. Hampir 3 % dari anak yang berumur
di bawah 5 tahun pernah menderita kejang demam. Kejang demam lebih sering
didapatkan pada laki-laki daripada perempuan. Hal tersebut disebabkan karena pada
wanita didapatkan maturasi serebral yang lebih cepat dibandingkan laki-laki. (ME.
Sumijati, 2010;72-73)
Bangkitan kejang berulang atau kejang yang lama akan mengakibatkan
kerusakan sel-sel otak kurang menyenangkan di kemudian hari, terutama adanya cacat
baik secara fisik, mental atau sosial yang mengganggu pertumbuhan dan
perkembangan anak. (Iskandar Wahidiyah, 2009 : 858) .
Kejang demam merupakan kedaruratan medis yang memerlukan pertolongan
segera. Diagnosa secara dini serta pengelolaan yang tepat sangat diperlukan untuk
menghindari cacat yang lebih parah, yang diakibatkan bangkitan kejang yang sering.
Untuk itu tenaga perawat/paramedis dituntut untuk berperan aktif dalam mengatasi
keadaan tersebut serta mampu memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga dan
penderita, yang meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara
terpadu dan berkesinambungan serta memandang klien sebagai satu kesatuan yang
utuh secara bio-psiko-sosial-spiritual. Prioritas asuhan keperawatan pada kejang
demam adalah : Mencegah/mengendalikan aktivitas kejang, melindungi pasien dari
trauma, mempertahankan jalan napas, meningkatkan harga diri yang positif,
memberikan informasi kepada keluarga tentang proses penyakit, prognosis dan
kebutuhan penanganannya. (I Made Kariasa, 2009; 262).
Tujuan Instruksional
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang kejang demam pada anak selama 30
menit peserta dapat mengerti dan memahami penanganan kejang demam pada anak.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang kejang demam pada anak diharapkan
peserta mampu :

1. Menjelaskan pengertian kejang demam


2. Menjelaskan penyebab kejang demam
3. Menjelaskan klasifikasi kejang demam
4. Menjelaskan manifestasi klinis /tanda gejala
5. Menjelaskan pencegahan kejang demam
6. Menjelaskan penatalaksanaan kejang demam

B. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah pasien. Keluarga pasien dan pengunjung
C. Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi
D. Media
Media yang diguanakan dalam penyuluhan video, proyektor, leaflet
E. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegaiatn Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Media
Pembukaan  Membuka dengan salam  Menjawab
(5 menit)  Memperkenalkan diri salam
 Menjelaskan maksud dan  Mendengarkan Ceramah
tujuan penyuluhan  Memperhatikan
 Melakukan kontrak waktu  Menjawab
 Menanyakan kepada pertanyaan
peserta tentang materi yang
akan disampaikan
Penyajian  Menjelaskan pengertian  Mendengarkan Ceramah Video
(15 menit) kejang demam  Memberikan Tanya dan
 Menjelaskan penyebab tanggapan jawab leaflet
kejang demam danpertanyaan Demostrasi
 Menjelaskan klasifikasi mengenai hal
yang kurang
kejang demam dimengerti
 Menjelaskan manifestasi
klinis /tanda gejala
 Menjelaskan pencegahan
kejang demam
 Menjelaskan
penatalaksanaan kejang
demam

Penutup  Menanyakan pengetahuan  Menjawab Ceramah Video


(10 menit) audiens setelah dilakukan pertanyaan Tanya dan
penyuluhan  Memberikan jawab leaflet
 Menyimpulkan hasil kegiatan tanggapan baik
penyuluhan
 Menutup dengan salam

F. Kriteria Pemantauan dan Evaluasi


1. Pemantauan
a. Input
- Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh minimal 5 peserta
- Media penyuluhan yang digunakan adalah LCD, video, leaflet
- Paket penyuluhan sesuai dengan SPO
- Waktu kegiatan penyuluhan adalah 30 menit
- Tempat penyuluhan adalah di ruang penyuluhan
- Pengorganisasian penyuluhan disiapkan beberapa hari sebelum kegiatan
penyuluhan.
b. Proses
- Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan
- Tidak ada peserta yang meninggalkan kegiatan penyuluhan
- Narasuber menguasai materi dengan baik
c. Output
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan peserta mengerti dan memahami
materi penyuluhan.
d. Outcome
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ada perubahan perilaku kesehatan
yang lebih baik.
2. Evaluasi
Promosi Kesehatan Rumah Skit untuk mengetahui efektifitas PKRS
terhadap indikator dampak (dampak dari program seperti peningkatan (PHBS)
MATERI PENYULUHAN
KEJANG DEMAM PADA ANAK
1. Definisi
Kejang demam merupakan kejang yang cukup sering dijumpai pada anak–anak
yang berusia dibawah 5 tahun, gejala–gejala yang timbul dapat bermacam–macam
tergantung dibagian otak mana yang terpengaruh, tetapi kejang demam yang terjadi
pada anak adalah kejang umum (Sylvia A. Price, Latraine M. Wikson, 2009).
Kejang merupakan perubahan fungsi otak mendadak dan sementara sebagai
akibat dari aktivitas neuronal yang abnormal dan pelepasan listrik serebral yang
berlebihan (Betz & Sowden,2008).
Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh
(suhu rektal diatas 380 C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Jadi kejang
demam adalah kenaikan suhu tubuh yang menyebabkan perubahan fungsi otak akibat
perubahan potensial listrik serebral yang berlebihan sehingga mengakibatkan renjatan
berupa kejang (Mansjoer, A.dkk. 2000: 434).
2. Penyebab Kejang Demam
1. Demam itu sendiri, demam yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas,
otitis media, pneumonia, gastroenteritis, dan infeksi saluran kemih, kejang tidak
selalu timbul pada suhu yang tinggi.
2. Efek produk toksik daripada mikroorganisme.
3. Respon alergik atau keadaan umum yang abnormal oleh infeksi.
4. Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit.
5. Ensefalitis viral (radang otak akibat virus) yang ringan, yang tidak diketahui atau
enselofati toksik sepintas.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang
antara lain:
1. Usia < 15 bulan saat kejang demam pertama
2. Riwayat kejang demam dalam keluarga
3. Kejang demam terjadi segera setelah mulai demam atau saat suhu sudah
relatif normal
4. Riwayat demam yang sering
5. Infeksi saluran pernafasan atas, otitis media akut, pneumonia, gastroenteritis akut,
exantema subitum, bronchitis, dan infeksi saluran kemih. Selain itu juga infeksi
diluar susunan syaraf pusat seperti tonsillitis, faringitis, forunkulosis serta pasca
imunisasi DPT (pertusis) dan campak (morbili) dapat menyebabkan kejang
demam.
6. Produk toksik mikroorganisme terhadap otak (shigellosis, salmonellosis)
7. Respon alergi atau keadaan imun yang abnormal oleh karena infeksi.
8. Perubahan keseimbangan cairan atau elektrolit.

3. Klasifikasi Kejang Demam

1. Kejang demam sederhana


Diagnosisnya :
1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan & 4 tahun
2. Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tak lebih dari 15 menit
3. Kejang bersifat umum, frekuensi kejang bangkitan dalam 1th tidak > 4 kali
4. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam
5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal
6. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya seminggu sesudah suhu normal
tidak menunjukkan kelainan
2. Epilepsi yang diprovokasi demam
Diagnosisnya :
1. Kejang lama dan bersifat lokal
2. Umur lebih dari 6 tahun
3. Frekuensi serangan lebih dari 4 kali / tahun
4. EEG setelah tidak demam abnormal.
4. Manifestasi Klinis atau Tanda Gejala Kejang Demam

1. Kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat


2. Berlangsung singkat > 15 menit dan berhenti sendiri
3. Umur anak kejang antara 6 bulan & 4 tahun
4. kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam

5. Pencegahan Kejang Demam

1. Kebanyakan, kejang demam terjadi dihari pertama anak sakit. Seringkali kejang
demam muncul sebelum orangtua menyadari bahwa anaknya sedang sakit.
2. Jika anda melihat akan adanya gejala kejnag demam pada anak, sebaiknya
berikan parasetamol begitu anak anda demam sehingga resiko kejang akan
berkurang. Demam juga dapat dikurangi dengan cara memperbanyak asupan
cairan dan tidak memakai pakaian yang terlalu tebal dimalam hari. Jangan
memberikan aspirin yang dapat menyebabkan Reye’s Syndrome
3. Obat-obatan (dengan resep dokter)yang dapat mengurangi resiko kejang, yaitu
Phenobarbital, valproic acid (depakene) dan divalproex sodium (depekote), rectal
diazepam (valium, diastat). Tetapi obat-obatan ini memiliki kelemahan karena
adanya resiko efek samping yang serius pada anak. Untuk itu, obat-obatan
tersebut jarang diberikan kepeda pasien karena sebagian besar kejang demam
tidak berbahaya dan banyak anak yang tetap tumbuh sehat walau mengalami
kejang demam ini.

6. Penatalaksanaan Kejang Demam

1. Baringkan pasien di tempat yang rata, kepala dimiringkan dan pasang sudip lidah
yang sudah dibungkus kasa / sapu tangan agar lidah anak tidak terigit akibat
kejang.
2. Singkirkan benda-benda yang ada di sekitar anak, lepaskan pakaian yang
menganggu pernafasan.
3. Jangan memegangi anak untuk melawan kejang.
4. Sebagian besar kejang berlangsung singkat dan tidak memerlukan penanganan
khusus.
5. Bila suhu tinggi berikan kompres air biasa / kran secara intensif
6. Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya
akan berpeluang membuat anak tersedak.
7. Jika kejang terus berlanjut selama 10 menit, anak harus segera dibawa ke fasilitas
kesehatan terdekat. Sumber lain menganjurkan anak untuk dibawa ke fasilitas
kesehatan jika kejang masih berlanjut setelah 5 menit. Ada pula sumber yang
menyatakan bahwa penanganan lebih baik dilakukan secepat mungkin tanpa
menyatakan batasan menit.
8. Setelah kejang berakhir (jika < 10 menit), anak perlu dibawa menemui dokter untuk
meneliti sumber demam, terutama jika ada kekakuan leher, muntah-muntah yang
berat, atau anak terus tampak lemas.
DAFTAR PUSTAKA

Ngastiyah. 2008. Perawatan anak sakit. Jakarta : EGC.


Dr. Mohamad Kartono. 2009. Pertolongan pertama. Jakarta Petunjuk modern kepada
kesehatan. Bandung.
Arif Mansjoer. 2006. Kapita Selekta Kedokteran: Jakarta
Staf Pengajar FKUI, Ilmu Kesehatan Anak 2 : Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI Jakarta.
Kriasa I Made.2009. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3: EGC Marilynn, Jakarta.
Kartika Dina.2006. Buku Saku Pediatricia: Tosca Enterprise, jogjakarta.