Anda di halaman 1dari 2

1

Nama : Adi Wijaya

No PPG : 18031622010121

Tugas

Latar Belakang Masalah

Karakter proses pembelajaran pendidikan jasmani yang melibatkan keseluruhan aspek


peserta didik menuntut guru pendidikan jasmani untuk memiliki kemampuan yang kompleks
dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani. Dimulai dengan
membuat perencanaan pengajaran sampai melakukan evaluasi. Agar kegiatan pembelajaran
efektif dan dapat mencapai empat domain ( kognitif, afektif, psikomotor dan fisik ) yang
mencakup kemampuan siswa, guru penjas harus mengetahui dan menggunakan sejumlah
model pembelajaran yang berbeda.

Model pembelajaran pendidikan jasmani dirancang untuk digunakan dalam suatu


keseluruhan unit pembelajaran dan meliputi aspek perencanaan, desain, implementasi, dan
penelitian yang berfungsi untuk unit pembelajaran yang meliputi berbagai metode, strategi
atau gaya mengajar. Elemen-elemen yang ada dalam model pembelajaran tersebut harus
mencerminkan adanya hubungan timbal balik antara guru dan siswa.

Sampai saat ini salah satu masalah yang dihadapi pada pelaksanaan pendidikan
jasmani adalah terbatasnya sarana dan prasarana serta bervariasinya kondisi pendidikan
jasmani disekolah. Dengan keadaan seperti ini pengajaran pendidikan jasmani tidak akan
berjalan dengan optimal. Model pengajaran yang tradisional sangat bergantung pada
tersedianya sarana dan prasarana serta tidak menyesuaikan dengan kondisi pendidikan
jasmani disekolah. Hal inilah yang menjadi kendala guru penjasorkes dalam melakukan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Sehingga dengan keadaan tersebut
menuntut guru untuk berfikir kreatif dan inovatif, yaitu dengan memodifikasi pembelajaran
penjasorkes yang sesuai dengan karateristik siswa dan keadaan fasilitas sekolah. Untuk itu
kebutuhan akan modifikasi olahraga sebagai suatu pendekatan alternatif dalam mengajar
pendidikan jasmani mutlak perlu dilakukan. Guru dalam hal ini harus memiliki kemampuan
untuk melakukan modifikasi keterampilan yang hendak diajarkan agar sesuai dengan tingkat
perkembangan anak.

Dari observasi awal yang dilakukan di SMK Katolik St Louis Randublatung. Sarana
prasarana pendidikan jasmani masih kurang dan banyak dari siswa putri tidak menyukai
materi sepakbola pada mata pelajaran pendidikan jasmani. Hal ini menunjukkan bahwa ada
suatu masalah dalam pembelajaran yang berpengaruh pada hasil pembelajaran siswa dalam
sepakbola. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana bentuk model pembelajaran
sepakbola 6 bidang dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mengembangkan semua
aspek pembelajaran (kognitif, psikomotor,afektif) pada pembelajaran sepakbola bagi siswa
kelas XI Akuntansi SMK Katolik St Louis Randublatung?. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan model pembelajaran sepakbola 6 bidang dalam proses pembelajaran, sehingga
2

dapat mengembangkan semua aspek pembelajaran (kognitif, psikomotor,afektif) pada


pembelajaran sepakbola bagi siswa kelas XI Akuntansi SMK Katolik St Louis Randublatung.

Berdasarkan hasil survei awal di lapangan, diketahui bahwa SMK Katolik St Louis
Randublatung memang mempunyai bola yang kurang, untuk menunjang pembelajaran dan
terdapat lapangan sepakbola, namun banyak sekola sekolah disekitar juga ikut menggunakan,
sehingga akan mengurangi waktu pembelajaran. Banyak siswa yang pasif dalam mengikuti
pembelajaran karena harus bergantian menggunakan sarana dan prasarana dengan siswa lain.

Berdasarkan hasil survei di lapangan, siswa kelas XI Akuntansi di SMK Katolik St


Louis Randublatung yang berjumlah 21 siswa, 8 adalah siswa putri dan 13 adalah siswa
putra. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa putri didapat kebanyakan dari
siswa putri menyukai mata pelajaran pendidikan jasmani, tetapi hanya sedikit siswa putri
yang menyukai materi sepakbola.

Dalam penelitian ini, model pembelajaran yang digunakan adalah model


pembelajaran melalui pendekatan permainan Sepakbola 6 Bidang. Permainan ini, merupakan
permainan yang memadukan teknik-teknik dasar dalam sepakbola yang telah dimodifikasi
alat maupun peraturannya. Permainan ini mengandung unsur bermain dan kompetitif.

Pada hakikatnya bermain masih melekat pada usia remaja, walaupun intensitasnya
berkurang daripada usia anak-anak. Pada dasarnya sifat manusia adalah suka bermain,
sehingga bila unsur bermain dimasukkan dalam pembelajaran, proses belajar mengajar akan
lebih menarik. Kompetitif merupakan kata sifat dari kompetisi yang identik dengan
persaingan yang biasanya diwujudkan oleh individu yang tengah bersaing dan yang selalu
berupaya untuk menjadi yang terbaik diantara individu lainnya. Ketika berkompetisi,
siswapun dengan sendirinya dituntut bekerja sama untuk mencapai tujuan, dalam hal
kompetisi untuk menjadi pemenang. Ini mengandung arti bahwa melalui pendekatan
kompetitif siswa akan termotivasi untuk menjadi pemenang, sehingga akan bersungguh-
sungguh dalam aktivitasnya.

Berdasarkan uraian diatas, diharapkan adanya peran guru dalam memodifikasi


permainan sepakbola agar dapat menciptakan suatu model pembelajaran dalam bentuk
permainan baru yang dapat menarik minat siswa sehingga siswa tidak merasa cepat bosan,
lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran pendidikan jasmani dan kemampuan
dalam bermain bola khususnya menggiring bola juga meningkat.