Anda di halaman 1dari 6

Nama : Adi Wijaya

Username : 18031622010121

TUGAS M5 KB2

Instructions

1. Jelaskan menurut pengertian anda tentang pentingnya tekhnik dalam berlari


2. Jelaskan tahapan-tahapan lari dalam sprint
3. Jelaskan kesalahan yang sering terjadi pada saat memasuki garis finish
4. Jelaskan pengertian pemberian tongkat upsweep& downsweep
5. Jelaskan kesalahan yang terjadi pada saat melakukan awalan dalam lompat jauh
6. Jelaskan kesalahan yang terjadi pada saat melakukan gerakan pelepasan dalam tolak
peluru gaya O’Brein

Jawab

1. Pentingnya tekhnik dalam berlari


Menurut pengertian saya, tehnik dalam berlari tidak sekadar mengangkat kaki dan
melayang di udara, maka seorang pelari perlu mengetahui teknik yang tepat agar lari
menjadi optimal.
Lari sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Secara intensitas, lari
termasuk ke dalam olahraga dengan intensitas sedang hingga berat (tergantung dari
jarak tempuh dan kecepatannya). Untuk mereka yang sudah terlatih dengan baik dan
tidak memiliki cedera dianjurkan untuk berlari dengan jarak dan kecepatan yang
bervariasi, agar bisa meningkatkan kebugaran serta kinerja fungsional tubuh secara
keseluruhan.
Berlari dengan koordinasi gerak yang baik akan dapat menghemat banyak tenaga
dan juga terhindar dari cedera. Namun, masih banyak yang belum tahu cara berlari
yang benar. Agar bisa berlari dengan benar, kita perlu mengetahui postur dan teknik
yang baik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
a. Badan rileks, tidak kaku, dan sedikit condong ke depan.
b. Pandangan horizontal atau lurus ke depan.
c. Ayunkan lengan dengan rileks dan kontinyu (lengan ditekuk 90 derajat dan
mengayun rileks di samping tubuh).
d. Atur irama dan panjang langkah agar tepat dan teratur (tidak terlalu pendek dan
tidak memanjangkan langkah).
e. Saat mendarat, mendaratlah dengan bola kaki atau telapak bagian tengah agak ke
depan.
f. Hindari menekan langkah yang terlalu keras ke tanah (vertikal). Sebaliknya,
melangkah seolah-olah mendorong ke depan (propulsive).
2. Tahapan-tahapan lari dalam sprint

Dalam lari jarak pendek (Sprint) terdapat 4 tahap yang perlu di perhatikan, yaitu:

 Tahap Persiapan
 Tahap Memasuki/Memulai Start
 Tahap Lari
 Tahap Memasuki Finish

 Tahap Persiapan

Pada tahap ini yang ditekankan adalah sikap relaksasi, yaitu dengan menarik
nafas agar pelari dapat lebih relaks. Adapun gerakanya yaitu; mengangkat kedua
tangan sambil menarik nafas, dilanjutkan dengan menurunkan tangan dengan
memulai sikap start serta menghembuskan nafas seiring dengan gerakan tangan ke
bawah. "SEBELUM MENGAMBIL NAFAS PELARI HARUS MENGUKUR
JARAK START DENGAN UKURAN 1 1/2 TELAPAK KAKI DARI GARIS
START".

Tahap Memasuki/Memulai Start

Didalam lari jarak pendek, start yang digunakan adalah start jongkok. dimana
start jongkok ada 3

a. Start Pendek (Short Start/Bunch Start)

 Posisi kedua kaki pada posisi ini bisa dibilang sangat dekat dan sulit untuk
dilakukan kecuali oleh para atlet yag terlatih.
 Kaki terbuka selebar bahu, kaki depan menginjak papan start depan, kaki
belakang menginjak papan start belakang.
 Lutut kaki belakang berada pada posisi sejajar dengan jari-jari kaki depan atau
bahkan lebih depan kurang lebih satu jengkal dari telapak kaki depan.
 Jika teknik ini berhasil dilakukan, tolakan yang dihasilkan dari posisi ini akan
menghasilkan lari dengan kecepatan tinggi.

b. Start Medium

Posisi ini sering dipergunakan oleh para pelari baik pelari profesional ataupun
pelari amatir.

Berbeda dengan start pendek, pada start medium ini letak lutut kaki belakang
berada sejajar dengan tungkai kaki depan atau sedikit lebih kebelakang dari kaki
depan. Posisi ini juga masih bisa menghasilkan kecepatan yang tinggi.
c. Start Panjang

Posisi ini jarang sekali dipakai kecuali oleh para pelari yang memiliki kaki
yang panjang. Posisi lutut kaki belakang berada sekitar 30 cm dari kaki depan atau
menyesuaikan. Yang jelas, posisi lutut kaki belakang selalu berada dibelakang kaki
depan.

Pada saat start akan terdapat 3 aba-aba yaitu; Bersedia, Siap, Iya/ Suara Pistol

 Tahap Lari

Dalam lari sprint sebaiknya menguasai lari hanoman dan lari kijang. Ini
bertujuan agar pelari dapat melaksanakan teknik lari dengan benar, sehingga
mendapatkan kecepatan yang maksimal.

Untuk memperoleh kecepatan maksimal :

 Lari dengan ujung kaki


 Badan condong kedepan 60 derajat
 Siku dilipat membentuk sudut 90 derajat

 Tahap Finish

1. Berlari secepat mungkin melewati finish


2. Merebahkan badan seperti orang jatuh tanpa mengurangi kecepatan
3. Memutar bahu kanan atau kiri.

Lintasan dan Jarak

 Lebar : 1,22 m
 Tebal Garis : 5m
 Tinggi Tiang Finish : 1,50 m
 Jarak : 100m, 200m, 400m
3. Kesalahan yang sering terjadi pada saat memasuki garis finish
a. sikap badan kaku,
b. cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas,
c. badan kurang condong ke depan,
d. meloncat,
e. mengurangi kecepatan,
f. tangan berusaha meraih pita, dan tidak diikuti gerak lanjut.

4. Pengertian pemberian tongkat upsweep& downsweep

Secara umum ada dua teknik yang biasa digunakan untuk menyerahkan tongkat kepada rekan
yaitu

a. Teknik Upsweep yaitu teknik dorongan ke atas.

Teknik ini dilakukan dengan gerakan mendorong tongkat ke atas dan sejauh mungkin ke
tangan penerima, Pemberi tongkat menyerahkan tongkatnya kepada penerima dari bawah
tangan penerima.

Keuntungan dari teknik ini ;

Pelari tidak perlu memindahkan tongkat dari satu tangan ke tangan lainnya sebelum
disrahkan sehingga tidak menghambat larinya.

Kerugiannya ;

Pelari pembawa tongkat harus lebih dekat dengan penerima tongkat.


b. Teknik Downsweep yaitu mendorong ke depan bawah.

Teknik ini dilakukan dengan gerakan mendorong ke depan bawah pada telapak tangan
penerima,yang menggapai ke belakang untuk memegang 1/3 bagian tongkat. Pemberi tongkat
menyerahkan tongkat dari atas tangan penerima.

Keuntungannya :

Pelari dapat memberikan tongkat dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan teknik
Upsweet.

Kekuramgannya :

Pelari harus memindahkan tongkat dari satu tangan ke tangan lainnya sebelum tongkat
diserahkan.

5. Kesalahan yang terjadi pada saat melakukan awalan dalam lompat jauh

a. Kurangnya kecepatan lari

Kesalahan pertama yang sering dilakukan dalam lompat jauh adalah kurangnya kecepatan
lari, dimana pelompat tidak memperhitungkan kecepatan lari saat mendekati papan tolakan.
Terlebih lagi pelompat sering kali berlari dengan kecepatan yang tidak stabil atau tidak
teratur baik sejak awal ancang-ancang maupun hingga tiba waktu mendekati papan tolakan.
Hal tersebutlah yang membuat kesalahan fatal dalam lompat jauh, karena keberhasilan serta
seberapa jauh lompatan dapat dicapai memang sangat dipengaruhi oleh unsur kecepatan lari.
Oleh sebab itu, seringlah melakukan latihan lari cepat dengan kecepatan maksimum dan
stabil, sehingga kesalahan seperti kurangnya kecepatan lari dalam lompat jauh dapat
dihindari.

b. Langkah tidak tetap

Selain kecepatan lari yang tidak stabil dan kurang cepat, langkah yang tidak tetap juga dapat
menjadi suatu kesalahan yang fatal dalam lompat jauh. Dimana langkah yang tidak tetap
berarti bahwa jarak lari yang berubah-ubah atau tidak stabil. Hal ini dapat berakibat fatal
ketika mencapai papan tolak ukur, terlebih lagi jika langkah kaki tidak tepat. Oleh sebab itu,
usahakan untuk tetap menjaga jarak langkah kaki dengan tetap atau stabil, langkah kaki yang
tetap juga dapat membantu menjaga kestabilan lari.
c. Pada empat langkah terakhir terlalu bernafsu

Salah satu keberhasilan dalam lompat jauh ditentukan oleh ketenangan dan kestabilan yang
dimiliki oleh pelompat. Walaupun begitu tidak sedikit pelompat yang terlalu bernafsu untuk
melakukan tolakan ketika sudah mencapai empat langkah terakhir. Namun kondisi
tersebutlah yang sebenarnya salah dalam lompat jauh dan sebaiknya dihindari agar tolakan
dapat berjalan dengan sempurna. Kestabilan dan ketenangan harus tetap dijaga sebelum
melakukan tolakan, karena ketika terlalu bernafsu pada langkah-langkah terakhir maka dapat
mengganggu kestabilan lari serta keseimbangan badan.

d. Tolakan kurang keras

Tolakan yang kurang keras juga dapat berdampak pada seberapa jauh lompatan dapat dicapai,
dimana sebelumnya pelompat sudah mempersiapkan diri untuk melakukan tolakan sekuat-
kuatnya dengan berlari. Oleh sebab itu, pelompat harus melakukan tolakan dengan kuat dan
keras sebisa mungkin agar dapat melayang di udara dan mencapai jarak sejauh mungkin.
Untuk mengatasi kesalahan ini, pelompat harus melakukan latihan otot-otot tubuh, terutama
otot kaki dan tungkai bagian bawah.

e. Sudut atau arah tolakan terlalu rendah atau tinggi

Untuk melakukan lompat jauh memang sudut atau arah tolakan harus dapat diatur dengan
benar, karena apabila sudut atau arah tolakan terlalu rendah atau tinggi maka akan
berpengaruh pada seberapa lama pelompat akan melayang di udara dan mencapai jarak
pendaratan. Dimana sangat dianjurkan pelompat untuk dapat melakukan tolakan ke atas
dengan sudut 45 derajat, karena secara teori sudut tersebut dapat menghasilkan waktu
maksimal di udara dan mendapatkan jarak lompatan yang paling jauh. Oleh sebab itu, perlu
dilakukan latihan yang sering agar dapat mencapai posisi sudut yang sempurna untuk tolakan
lompat jauh, yaitu 45 derajat.

6. Kesalahan yang terjadi pada saat melakukan gerakan pelepasan dalam tolak
peluru gaya O’Brein

a. Sikap badan kaku,


b. Footwork lambat,
c. Tergesa-gesa,
d. Peluru tidak pada pangkal bahu,
e. Masih ada gerakan melempar peluru, dan
f. Tidak ada gerak lanjutannya.
g. Gerakan pendahuluannya salah
h. Pada posisi tolak lepas , tungkai untuk berdiri pada akhir peluncuncuran mendatar
tidak cukup jauh ditempatkan di bawah badan.
i. Penggunaan tungkai ayun tidak cukup atau terlalu tinggi