Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MODUL 3 KB 2.

1 (Analisis Video Kognitif)

Nama Peserta : Suharni


Nomor peserta PPGJ : 18191684610033
Sekolah/Tempat Tugas : SMKN 3 Enrekang Kabupaten Enrekang Provinsi
Sulawesi Selatan

Intruksi

Setelah bapak ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan

masalah belajar dengan teori Kognitif, cobalah bapak ibu membuat simpulan

sebanyak 1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan teori

Kognitif dalam pembelajaran? Berikan pula komentar bapak/ibu terhadap

strategi tersebut!

Analisis Video Teori Belajar Kognitif

Dalam video yang saya saksikan, dikemukakan bahwa pengertian belajar

menurut teori kognif adalah “Cognitivism is a learning theory that focuses on

how information is received, organized, stored and retriieved by mind”. Artinya

kognitivisme adalah teori belajar yang berfokus pada bagaimana informasi

diterima, diorganisasi, disimpan, dan diambil kembali oleh pikiran.

Pak Toni dalam video tersebut adalah menggunakan strategi agar siswa

mampu memahami, mampu mengingat kembali dan menetap dalam pikiranya.

Dalam pembelajaran menggunakan teori kognitif ada 3 hal yang menjadi tujuan
yaitu understanding (pemahaman), retaining (menghafal) dan recalling (mengingat

kembali).

Dalam video tersebut juga diketahui bahwa siswa harus bisa memahami

apa yang disebut dengan basic multyplication, basic division, substraction. Maka

dengan demikian,Pak Toni menerapkan strategi pembelajaran agar siswa mampu

memahami, mengingat dan menetap dalam ingatanya. Metode tersebut yang

pertama menggunakan Mnemonic device. Metode Mnemonic device adalah metode

menciptakan ide-ide kreatif agar memudahkan siswa untuk menghafal materi.

Pada intinya metode ini adalah alat bantu untuk menghafal. Untuk menerapkan

strategi tersebut, PakToni menggunakan perumpamaan D.M.S.B.Tujuan utamnya

adalah Divide, Multiply, Substract, Bring down. Dalam hal ini, ia menciptakan

kraetivitas dengan menggunakan kepanjangan D.M.S.B yang mudah diingat yaitu

Dead Monkey Smells Bad. Dengan demikian, diharapkan siswa akan lebih mudah

mengingat susunan kalimat yang kedua. Harapannya, jika ingat kalimat yang kedua

maka akan ingat pada tujuan yang akan diharapkan.

Pembelajaran dalam video tersebutjika dinalisis telah menerapkan teori

belajar kognitif. Namun, perlu dingat dalam menerapkan teori tersebut harus

mempertimbangkan tahapan-tahapan perkembangan sesuai dengan apa yang

disampaikan J.Piaget. Piaget tidak melihat perkembangan kognitif sebagai

sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif.Ia menyimpulkan bahwa daya

pikir atau kekuatan mental anakyang berbeda usia akan berbeda pula secara
kualitatif. Pada Video tersebut juga diketahui adanya penerimaan informasi,

pengorganisasian dan pengaturan agar memudahkan untuk memahami suatu

materi. Hal ini sejalan dan konsisten dengan pernyataan diawal.