Anda di halaman 1dari 3

7. Apa yang dimaksud dengan segitiga epidemiologi?

Pendekatan segitiga epidemiologi digunakan untuk menggambarkan masalah


kesehatan yang menitikberatkan pada agen yang menyebabkan penyakit infeksius. Dimana
dalam pendekatan segitiga epidemiologi terjadinya suatu masalah kesehatan disebabkan oleh
tiga faktor, yaitu host/penjamu, agent, dan lingkungan. Host/penjamu merupakan manusia
yang mudah terkena atau rentan terhadap suatu bibit penyakit. Agent adalah faktor yang
menjadi bibit penyakit. Sedangkan, lingkungan adalah suatu atau kondisi diluar host dan
agent yang memudahkan interaksi keduanya (Dyan, 2010).Agent adalah faktor yang menjadi
bibit penyakit yang menjadi penyebab suatu penyakit. Penyebab penyakit ada yang bersifat
biologis, fisik, kimia, dan sosiopsikologis.
Contoh :
 Yang bersifat biologis : kuman mikrobakterium tuberkulosa menyebabkan penyakit
TBC paru-paru. HIV menjadi penyebab AIDS.
 Yang bersifat fisik : sinar ultra violet dapat meningkatkan resiko host terkena tumor
kulit.
 Yang bersifat kimia : nikotin dalam rokok menyebabkan kanker paru-paru.
 Yang bersifat sosio-psikologis : suasana kerja sehari-hari yang selalu menegangkan
akan berpengaruh pada kesehatan jiwa karyawan.
Interaksi antara host-agent-lingkungan oleh John Gordon dianalogikan sebagai
pengungkit dengan titik tumpu adalah lingkungan. Pada dasarnya selalu terjadi hubungan dan
pengaruh timbal balik antara ketiganya untuk mencapai keseimbangan (Dyan, 2010).
Perubahan dari keseimbangan tersebut, adalah sebagai berikut:
1.) Gambar berikut menggambarkan keseimbangan baik agent dan host sehingga tidak
ada yang dirugikan.

2.) Gambar berikut menunjukkan peningkatan kemampuan agent untuk menginfeksi host.
Contoh, virus influenza yang mengalami mutasi menjadi H5N1 atau H1N1 akan
menginfeksi sebagian masyarakat yang belum mempunyai kekebalan terhadap virus
tersebut (Dyan, 2010).
3.) Gambar berikut menggambarkan peningkatan proporsi kerentanan dari host karena
penurunan sistem imun host itu sendiri. Contoh, apabila proporsi jumlah penduduk
bayi dan balita bertambah besar, maka sebagian besar populasi bisa dianggap menjadi
lebih peka terhadap penyakit terutama pada bayi dan balita (Dyan, 2010).

4.) Gambar berikut menunjukkan terjadinya pergeseran kualitas lingkungan sehingga


agen mendapat kemudahan menimbulkan penyakit. Contoh, apabila terjadi banjir
maka sumber air suatu desa yang awalnya bersih menjadi kotor dan mengandung bibit
penyakit (agen), dimana hal tersebut dapat memudahkan agen untuk menginfeksi
masyarakat pada lingkungan banjir tersebut (Dyan, 2010).

5.) Gambar berikut menunjukkan terjadinya pergeseran kualitas lingkungan sehingga


host lebih peka terhadap penyakit. Contoh, apabila terjadi pencemaran udara dengan
SO2 maka secara refleks saluran udara paru-paru akan menyempit sehingga udara
tercemar tidak masuk, tetapi hal ini menyebabkan paru-paru akan kekurangan oksigen
dan menyebabkan host menjadi lemah bahkan mengidap kelainan paru (Dyan, 2010).

. Segitiga epidemiologi didasarkan pada model penyakit menular.


Segitiga epidemiologi digunakan untuk menganalisis peran dan
keterkaitan setiap faktor dalam epidemiologi penyakit menular.
Segitiga epidemiologi dikaitkan dengan : host, agent, lingkungan
dan waktu. Waktu berkaitan dengan segitiga epidemiologi karena
waktu dapat mempengaruhi masa inkubasi, harapan hidup host
dan agens, dan durasi perjalanan penyakit maupun keparahan
penyakit