Anda di halaman 1dari 3

Midazolam (Hypnovel)

Midazolam merupakan benzodiazepine yang larut air dengan struktur cincin yang
stabil dalam larutan dan metabolism yang cepat. Obat ini telah menggatikan diazepam selama
operasi dan memiliki potensi 2-3 kali lebih kuat.Selain itu afinitas terhadap reseptor GABA 2
kali lebih kuat disbanding diazepam. Larutan midazolam dibuat asam dengan pH <4 agar
cincin tidak terbuka dan tetap larut dalam air. Ketika masuk ke dalam tubuh, akan terjadi
perubahan pH sehingga cincin akan menutup dan obat akan menjadi larut dalam lemak.
Larutan midazolam dapat dicampur dengan ringer laktat atau garam asam dari obat lain.

Indikasi
Digunakan sebagai preoperatif sedasi dalam perawatan dental, prosedur endoscopic.

Kontra Indikasi
Depresi saluran pernafasan.Hipersensitif terhadap midazolam atau komponen lain
dalam formula, termasuk benzilalkohol (sensitivitas silang dengan benzodiazepin
lain).Bentuk sediaan parenteral tidak boleh digunakan untuk intratekal atau epiderual,
glaukoma, penggunaan bersamaan dengan inhibitor kuat CYP3A4 (amprenavir, atazanavir,
ritonavir) dan pada ibu hamil dan menyusui.

Farmakokinetik
Midazolam diserap cepat dari saluran cerna dan dengan cepat melalui sawar darah
otak.Namun waktu equilibriumnya lebih lambat disbanding propofol dan thiopental. Hanya
50% dari obat yang diserap yang akan masuk ke sirkulasi sistemik karena metabolism porta
hepatik yang tinggi. Sebagian besar midazolam yang masuk plasma akan berikatan dengan
protein (90%). Waktu durasi yang pendek dikarenakan kelarutan lemak yang tinggi
mempercepat distribusi dari otak ke jaringan yang tidak aktif begitu juga dengan klirens
hepar yang cepat.
Waktu paruh midazolam adalah antara 1-4 jam lebih pendek daripada waktu paruh
diazepam. Waktu paruh ini dapat meningkat pada pasien tua dan gangguan fungsi hati. Pada
pasien dengan obesitas, klirens midazolam akan lebih lambat karena obat banyak berikatan
dengan sel lemak. Akibat eliminasi yang cepat dari midazolam, maka efek pada CNS akan
lebih pendek dibanding diazepam.Ekskresi lewat urin sebagi metabolit yang terkonjugasi
oleh glukuronat; feses 2-10%.
Farmakodinamik
Efek farmakologi benzodiazepine merupakan akibat aksi gamma-aminobutyric acid
(GABA) sebagai neurotransmitter penghambat di otak. Benzodiazepine tidak mengaktifkan
reseptor GABA A melainkan meningkatkan kepekaan reseptor GABA A terhadap
neurotransmitter penghambat sehingga kanal klorida terbuka dan terjadi hiperpolarisasi
sinaptik membran sel dan mendorong post sinaptik membran sel tidak dapat dieksitasi.
BDZs tidak menggantikan GABA, yang mengikat pada alpha sub-unit, tetapi
meningkatkan frekuensi pembukaan saluran yang mengarah ke peningkatan konduktansi ion
klorida dan penghambatan potensial aksi. Hal ini menghasilkan efek anxiolisis, sedasi,
amnesia retrograde, potensiasi alkohol, antikonvulsi dan relaksasi otot skeletal.

Efek Samping
1. Pernafasan: penurunan volume tidal dan /atau penurunan frekuensi pernafasan,
apnoea (biasanya terlihat pada administrasi intravena), (anak 3%).
2. Kardiovaskuler: Hipotensi (3% pada anak).
3. SSP: mengantuk 1%, sedasi berlebihan dan sakit kepala 1%, seizure like activity
(anak 1%).
4. Saluran cerna: Mual 3 %, muntah 3%,.
5. Lokal: Nyeri dan reaksi lokal pada tempat injeksi: IM 4%, IV 5%, keparahan lebih
rendah dari diazepam.
6. Mata: Nistagmus (1% pada anak).
7. Lain-lain: Ketergantungan fisik dan mental pada penggunaan lama, cegukan 4%(anak
1%), reaksi paradoksikal (anak 2%). <1% terbatas yang penting dan mengancam jiwa:
Agitasi, amnesia, bigemini, bronkospasme, delirium darurat, eforia, halusinasi,
laringospasme dan ruam.

Interaksi Obat
1. Hindari pkombinasi obat yang menghasilkan depresi SSP, termasuk alcohol dan
alagesik opiod dengan midazolam karena akan menambah efek depresan
2. Erithromisiin menhambat metabolism midazolam
3. Efek midazolam meningkat jika digunakan dengan obat antifungal seperti
itraconazole, ketoconazole dan flukonazol
4. Penggunaan bersamaan dengan 0bat antiviral efavirenz, indinavir, nelfinavir, ritonavir
dan saquinavir harus dihindari
5. Efek sedative midazolam dan propofol ketika digunakan bersamaan akan bertambah
6. Flumazenil membalikkan fungsi midazolam dan digunakan dalam prosedur dental
untuk membalikkan efek obat ketika dalam keadaan darurat
7. Midazolam mengurangi konsentrasi serum dari lidocaine (tidak terjadi pada semua
anastesi local)

Sediaan
1. 2 mL botol kecil yang mengandung 5 mg/mL.
2. 5 mL botol kecil yang mengandung 2 mg/mL.

Dosis
Injeksi 1 mg ditingkatkan hingga mendapat efek sedasi yang baik. Dosisnya harus
disesuaikan pada masing-masing individu (biasanya antara 0,05-0,1 mg/kg).

Beri Nilai