Anda di halaman 1dari 18

BAB V

Dasar, Visi, Misi, Dan Strategi Administrasi


Pembangunan Kesehatan

A. Dasar Administrasi Pembangunan Kesehatan


Landasan idil pembangunan nasional adalah Pancasila, sedangkan
landasan konstitusional adalah Undang-undang Dasar 1945. Pembangunan
kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam
Undang-undang no. 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa
kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Sedangkan dalam Konstitusi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) tahun
1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya adalah suatu hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa
membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya.
Dasar-dasar pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah nilai kebenaran
atau aturan pokok sebagai landasan untuk berfikir atau bertindak dalam
pembangunan kesehatan. Dasar-dasar ini merupakan landasan dalam
penyusunan visi dan misi dalam pembangunan kesehatan secara nasional
yang meliputi:
1. Dasar Peri kemanusiaan
Setiap upaya kesehatan harus berlandaskan prikemanusiaan yang dijiwai,
digerakkan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa. Tenaga kesehatan perlu berbudi luhur dan memegang
teguh etika profesi.
2. Dasar Pemberdayaan dan Kemandirian
Setiap orang dan masyarakat bersama pemerintah berperan, berkewajiban
dan bertanggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungannya. Setiap upaya
kesehatan harus mampu membangkitkan dan mendorong peran serta
masyarakat. Pembangunan kesehatan dilaksanakan berlandaskan pada
kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan
kepribadian bangsa.
3. Dasar Adil dan Merata
Dalam pembangunan kesehatan setiap orang mempunyai hak yang sama
dalam memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, tanpa
memandang suku, golongan, agama, dan status social ekonominya.
4. Dasar Pengutamaan dan Manfaat
Penyelenggaraan upaya kesehatan bermutu yang mengikuti perkembangan
IPTEK, lebih mengutamakan pendekatan pemeliharaan, peningkatan
kesehatan dan pencegahan penyakit, serta dilaksanakan secara
professional, mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi daerah, berhasil
guna dan berdaya guna. Upaya kesehatan diarahkan agar memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan
masyarakat, serta diaksanakan dengan penuh tanggung jawab sesuai
dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ilmu
kesehatan masyarakat, syafrudin).

B. Makna Pembangunan Nasional


Pembangunan nasional adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek
kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sekaligus merupakan proses
pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk
mewujudkan Tujuan Nasional. Dalam pengertian lain, pembangunan
nasional dapat diartikan merupakan rangkaian upaya pembangunan yang
berkesinambungan dan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan
negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan Tujuan Nasional.
Pelaksanaan pembangunan mancakup aspek kehidupan bangsa, yaitu
aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan secara
berencana, menyeluruh, terarah, terpadu, bertahap dan berkelanjutan untuk
memacu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan
kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang lebih maju.
Oleh karena itu, sesungguhnya pembangunan nasional merupakan
pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan
dan kemakmuran rakyat Indonesia secara benar, adil, dan merata, serta
mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggara negara yang
maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.

C. Hakikat Pembangunan Nasional


Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia
seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Hal ini
berarti dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah sebagai berikut :
1. Ada keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan kebulatan yang utuh
dalam seluruh kegiatan pembangunan. Pembangunan adalah untuk
manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Dalam
pembangunan dewasa ini dan jangka panjang, unsur manusia, unsur
sosial budaya, dan unsur lainnya harus mendapat perhatian yang
seimbang.
2. Pembangunan adalah merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh
wilayah tanah air.
3. Subyek dan obyek Pembangunan adalah manusia dan masyarakat
Indonesia, sehingga pembangunan harus berkepribadian Indonesia dan
menghasilkan manusia dan masyarakat maju yang tetap berkepriadian
Indonesia pula.
4. Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan Pemerintah.
Masyarakat adalah pelaku utama pembangunan dan pemerintah
berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan
suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan
Pemerintah saling mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi
dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan
nasional.
D. Tujuan Pembangunan Nasional
Tujuan pembangunan nasional dijabarkan dalam UUD 1945:
1. Memajukan Kesejahteraan Umum
Indikator kesejahteraan melekat erat pada hal hal berbau ekonomi
bagaimana rakyat punya daya beli terhadap bahan bahan pokok. Dalam
mewujudkan Kesejahteraan pemerintah tentu mempunyai program yang
bertujuan membangun sistem dan infrastruktur dalam mendukung
perekonomian masyarakatnya.
Dalam pengertian kesejahteraan kita tahu kesejahteraan bukanlah
masalah ekonomi saja ada masalah kesehatan, masalah keamanan dan
kedamaian. Dalam mewujudkan ini pemerintah terutama yang sekarnag
ini banyak mengeluarkan "kertu member" bagi orang yang kurang mampu
agar bisa berobat. Walaupun masih kurang maksimal tentu saja kebijakan
yang baik ini harus diapresiasi.
2. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Ini erat kaitannya dengan masalah pendidikan di Indonesia.
Pendidikan merupakan indikator penting dalam kemajuan pembangunan
nasional. Kualitas pendidikan yang merata tentu akan mendukung
pembangunan yang merata pula. Pemerintah dalam hal ini juga saya rasa
sudah ada usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan walau kita pun
tahu masih banyak yang putus sekolah. Kebijakan pemerintah yang
mendukung pendidikan seperti bantuan dana BOS ataupun progam wajib
belajar bahkan ada di daerah tertentu yang membuat program sekolah
gratis untuk siswanya.
3. Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia Yang Berdasarkan Kemerdekaan,
Perdamaian Abadi Dan Keadilan Sosial
Bagian ini kurang relevan dengan pembangunan nasional. Tujuan
melaksanakan ketertiban dunia adalah menjadikan indonesia negara yang
aktif namun tidak tepengaruh oleh kekuasaan 2 blok yang ada.
E. Asas Pembangunan Nasional
Untuk mencapai tujuan/ visi pembangunan nasional diperlukan pedoman
atau dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang
dinamakan asas pembangunan.
Adapun asas pembangunan nasional menurut GBHN 1999 meliputi:
1. Asas Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasioanl dijiwai,
digerakkan dan dikenadalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap
Tuhan YME sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral,
dan etika dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan
Pancasila.
2. Asas Manfaat
Bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional memberikan
manfaat bagi kemanusiaan, kesejahteraan rakyat dan pengembangan
pribadi warga Negara serta mengutamakan kelestarian nilai-nilai luhur
budaya bangsa.
3. Asas Demokrasi Pancasila
Bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dilakukan dengan
semangat kekeluargaan yang bercirikan kebersamaan, gotong royong,
persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
4. Asas Adil dan Merata
Bahwa pembangunan nasional dilakukan atas usaha bersama harus merata
di semua lapisan masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air dimana
setiap warga Negara berhak memperoleh kesempatan berperan dan
menikmati hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
5. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Peri
Kehidupan
Bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara
berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan keserasian dan keselarasan
antara kepentingan dunia dan akhirat, material dan spiritual jiwa raga,
individu, masyarakat dan Negara, pusat dan daerah serta antardaerah,
kepentingan kehidupan darat, laut dan udara serta kepentingan nasional
dan internasional.
6. Asas Hukum
Bahwa setiap warga Negara dan penyelenggara Negara harus taat pada
hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran, serta Negara diwajibkan
untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum.
7. Asas Kemandirian
Bahwa pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan akan
kemampuan dan kekuatan sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian
bangsa.
8. Asas Kejuangan
Bahwa penyelenggara Negara dan masyarakat harus memiliki mental,
tekad, jiwa dan semangat pengabdian serta ketaatan dan disiplin yang
tinggi dengan lebih mengutamakn kepentingan bangsa dan Negara di atas
kepentingan pribadi atau golongan.
9. Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Bahwa pembangunan nasional dapat memberikan kesejahteraan rakyat
lahir batin yang setinggi-tingginya, penyelenggaraannya perlu menerapkan
nilai- nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendorong pemanfaatan,
pengembangan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
seksama dan bertanggung jawab dengan mempertahankan nilai- nilai
agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

F. Visi Pembangunan Kesehatan


Kesehatan adalah salah satu unsur dari masyarakat Indonesia yang
sejahtera, yaitu tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapisan
masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindunginya
masyarakat dari berbagai risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan
tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata.
Kesehatan sebagai investasi akan menghasilkan penduduk yang sehat dan
produktif sebagai SDM pembangunan yang berkelanjutan serta memiliki daya
saing global.
Keadaan masa depan masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai
oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup
sehat, baik jasmani, rohani maupun sosial, dan memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta
memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Keadaan masyarakat
Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan dirumuskan sebagai:
Dalam Indonesia Sehat 2025, lingkungan strategis pembangunan
kesehatan yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif bagi
terwujudnya keadaan sehat jasmani, rohani maupun sosial, yaitu lingkungan
yang bebas dari kerawanan sosial budaya dan polusi, tersedianya air minum
dan sarana sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman
yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta
terwujudnya kehidupan masyarakat yang memiliki solidaritas sosial dengan
memelihara nilai-nilai budaya bangsa. Perilaku masyarakat yang diharapkan
dalam Indonesia Sehat 2025 adalah perilaku yang bersifat proaktif untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan; mencegah risiko terjadinya
penyakit; melindungi diri dari ancaman penyakit dan masalah kesehatan
lainnya; sadar hukum; serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan
masyarakat, termasuk menyelenggarakan masyarakat sehat dan aman (safe
community).
Dalam Indonesia Sehat 2025 diharapkan masyarakat memiliki
kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu dan juga
memperoleh jaminan kesehatan, yaitu masyarakat mendapatkan perlindungan
dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya. Pelayanan kesehatan
bermutu yang dimaksud adalah pelayanan kesehatan termasuk pelayanan
kesehatan dalam keadaan darurat dan bencana, pelayanan kesehatan yang
memenuhi kebutuhan masyarakat serta diselenggarakan sesuai dengan standar
dan etika profesi
Diharapkan dengan terwujudnya lingkungan dan perilaku hidup sehat,
serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memperoleh pelayanan
kesehatan yang bermutu, maka akan dapat dicapai derajat kesehatan individu,
keluarga dan masyarakat yang setinggi-tingginya

G. Misi Pembangunan Kesehatan


Dengan berlandaskan pada dasar Pembangunan Kesehatan, dan untuk
mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2025 ditetapkan 4 (empat) misi
Pembangunan Kesehatan, yaitu:

1. Menggerakkan Pembangunan Nasional Berwawas- an Kesehatan


Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata- mata ditentukan
oleh hasil kerja keras sektor kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi pula oleh
hasil kerja serta kontribusi positif berbagai sektor pembangunan lainnya.
Untuk optimalisasi hasil kerja serta kontribusi positif tersebut, harus dapat
diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok program
pembangunan nasional. Kesehatan sebagai salah satu unsur dari
kesejahteraan rakyat juga mengandung arti terlindunginya dan terlepasnya
masyarakat dari segala macam gangguan yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat.
Untuk dapat terlaksananya pembangunan nasional yang
berkontribusi positif terhadap kesehatan seperti dimaksud di atas, maka
seluruh unsur atau subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional berperan
sebagai penggerak utama pembangunan nasional berwawasan kesehatan.
2. Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat
Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu,
masyarakat termasuk swasta, dan pemerintah. Upaya pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan setiap individu, keluarga, masyarakat, dan
lingkungannya dilakukan tanpa meninggalkan upaya penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan. Kesadaran, kemauan dan kemampuan
setiap individu, keluarga dan masyarakat untuk menjaga kesehatan,
memilih, dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, sangat
menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Penyelenggaraan
pemberdayaan masyarakat meliputi:
a) penggerakan masyarakat; masyarakat paling bawah mempunyai
peluang yang sebesar-besarnya untuk terlibat aktif dalam proses
pembangunan kesehatan,
b) organisasi kemasyarakatan; diupayakan agar peran organisasi
masyarakat lokal makin berfungsi dalam pembangunan kesehatan,
c) advokasi; masyarakat memperjuangkan kepentingannya di bidang
kesehatan,
d) kemitraan; dalam pemberdayaan masyarakat penting untuk
meningkatkan kemitraan dan partisipasi lintas sektor, swasta, dunia
usaha dan pemangku kepentingan,
e) sumberdaya; diperlukan sumberdaya memadai seperti SDM, sistem
informasi dan dana.
3. Memelihara dan Meningkatkan Upaya Kesehatan yang Bermutu,
Merata, dan Terjangkau
Pembangunan kesehatan diselenggarakan guna menjamin
tersedianya upaya kesehatan, baik upaya kesehatan masyarakat maupun
upaya kesehatan perorangan yang bermutu, merata, dan terjangkau oleh
masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pengutamaan pada
upaya pencegahan (preventif), dan peningkatan kesehatan (promotif) bagi
segenap warga negara Indonesia, tanpa mengabaikan upaya penyembuhan
penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif). Agar dapat
memelihara dan meningkatkan kesehatan, diperlukan pula upaya
peningkatan lingkungan yang sehat. Upaya kesehatan tersebut
diselenggarakan dengan kemitraan antara pemerintah, dan masyarakat
termasuk swasta.
Untuk masa mendatang, apabila sistem jaminan kesehatan sosial
telah berkembang, penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan primer
akan diserahkan kepada masyarakat dan swasta dengan menerapkan
konsep dokter keluarga. Di daerah yang sangat terpencil, masih diperlukan
upaya kesehatan perorangan oleh Puskesmas.
4. Meningkatkan dan Mendayagunakan Sumber Daya Kesehatan
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, sumber daya
kesehatan perlu ditingkatkan dan didayagunakan, yang meliputi sumber
daya manusia kesehatan, pembiayaan kesehatan, serta sediaan farmasi dan
alat kesehatan. Sumber daya kesehatan meliputi pula penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi kesehatan/kedokteran, serta data dan informasi
yang makin penting peranannya. Tenaga kesehatan yang bermutu harus
tersedia secara mencukupi, terdistribusi secara adil, serta termanfaatkan
secara berhasil-guna dan berdaya-guna.
Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari masyarakat, swasta, dan
pemerintah harus tersedia dalam jumlah yang mencukupi, teralokasi secara
adil, dan termanfaatkan secara berhasil-guna serta berdaya-guna. Jaminan
kesehatan yang diselenggarakan secara nasional dengan prinsip asuransi
sosial dan prinsip ekuitas, bertujuan untuk menjamin agar peserta
memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam
memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.
Sediaan farmasi, alat kesehatan yang aman, bermutu, dan bermanfaat harus
tersedia secara merata serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,
makanan dan minuman yang aman, bermutu serta dengan pengawasan
yang baik. Upaya dalam meningkatkan ketersediaan tersebut, dilakukan
dengan upaya peningkatan manajemen, pengembangan serta penggunaan
teknologi di bidang sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan
minuman. Bebas dari polusi, tersedianya air minum dan sarana sanitasi
lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat,
perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya
kehidupan masyarakat yang memiliki solidaritas sosial dengan memelihara
nilai-nilai budaya bangsa.
H. Strategi Pembangunan Kesehatan
Untuk mencapai tujuan dan upaya pokok pembangunan kesehatan, maka
strategi pembangunan kesehatan yang akan ditempuh sampai tahun 2025
adalah:
1. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah
satu hak dasar rakyat yang sangat fundamental. Pembangunan kesehatan
juga sekaligus sebagai investasi pembangunan nasional. Dengan
demikian pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan
nasional. Dalam kaitan ini pembangunan nasional perlu berwawasan
kesehatan. Diharapkan setiap program pembangunan nasional yang
terkait dengan pembangunan kesehatan, dapat memberikan kontribusi
yang positif terhadap tercapainya nilai-nilai dasar pembangunan
kesehatan.
Untuk terselenggaranya pembangunan berwawasan kesehatan, perlu
dilaksanakan kegiatan advokasi, sosi-alisasi, orientasi, kampanye dan
pelatihan, sehingga semua penyelenggara pembangunan nasional (stake-
holders) memahami dan mampu melaksanakan pemba-ngunan nasional
berwawasan kesehatan. Selain itu perlu pula dilakukan penjabaran lebih
lanjut dari pembangunan nasional berwawasan kesehatan, sehingga
benar-benar dapat dilaksanakan dan diukur tingkat pencapaian dan
dampak yang dihasilkan.
2. Pemberdayaan Masyarakat dan Daerah
Masyarakat makin penting untuk berperan dalam pembangunan
kesehatan. Masalah kesehatan perlu diatasi oleh masyarakat sendiri dan
pemerintah. Selain itu, banyak permasalahan kesehatan yang wewenang
dan tanggung jawabnya berada di luar sektor kesehatan. Untuk itu perlu
adanya kemitraan antar berbagai stakeholders pembangunan kesehatan
terkait. Pemberdayaan masyarakat pada hakekatnya adalah melibatkan
masyarakat untuk aktif dalam pengabdian masyarakat (to serve), aktif
dalam pelaksanaan advokasi kesehatan (to advocate), dan aktif dalam
mengkritisi pelaksanaan upaya kesehatan (to watch).
Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan, penyelenggaraan
berbagai upaya kesehatan harus berangkat dari masalah dan potensi
spesifik daerah. Oleh karenanya dalam pembangunan kesehatan
diperlukan adanya pendelegasian wewenang yang lebih besar kepada
daerah. Kesiapan daerah dalam menerima dan menjalankan
kewenangannya dalam pembangunan kesehatan, sangat dipengaruhi oleh
tingkat kapasitas daerah yang meliputi perangkat organisasi serta sumber
daya manusianya. Untuk itu harus dilakukan penetapan yang jelas
tentang peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah di bidang
kesehatan, upaya kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh daerah, dan
pengembangan serta pemberdayaan SDM daerah.
3. Pengembangan Upaya dan Pembiayaan Kesehatan
Pengembangan upaya kesehatan, yang mencakup upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perorangan diselenggarakan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat (client oriented), dan dilaksanakan secara
menyeluruh, terpadu, berkelanjutan, merata, terjangkau, berjenjang,
profesional, dan bermutu. Penyelenggaraan upaya ke-sehatan
diutamakan pada upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan, tanpa
mengabaikan upaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan dengan prinsip kemitraan
antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Menghadapi lingkungan
strategis pembangunan keseha-tan, perlu dilakukan re-orientasi upaya
kesehatan, yaitu yang berorientasi terutama pada desentralisasi,
globalisasi, perubahan epidemiologi, dan menghadapi keadaan bencana.
Pengembangan upaya kesehatan perlu menggunakan teknologi
kesehatan/kedokteran dan informatika yang semakin maju, antara lain:
pembuatan berbagai vaksin, pemetaan dan test dari gen, terapi gen,
tindakan dengan intervensi bedah yang minimal, transplantasi jaringan,
otomatisasi administrasi kesehatan/kedok-teran, upaya klinis dan rekam
medis dengan dukungan komputerisasi, serta telekomunikasi jarak jauh
(tele-health).
Dalam 20 tahun mendatang, pelayanan RS terus di-kembangkan dan
kegiatan-kegiatannya harus bertumpu kepada fungsi sosial yang
dikaitkan dengan sistem jaminan kesehatan sosial nasional.
Puskesmas harus mampu melaksanakan fungsinya sebagai pusat
penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Pembiayaan kesehatan yang berasal dari berbagai sumber, baik dari
pemerintah, masyarakat, dan swasta harus mencukupi bagi
penyelenggaraan upaya kesehatan, dan dikelola secara berhasil-guna dan
berdaya-guna. Jaminan kesehatan untuk menjamin terpelihara dan
terlindunginya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan,
diselenggarakan secara nasional dengan prinsip asuransi sosial dan
prinsip ekuitas.
Peran swasta dalam upaya kesehatan perlu terus dikembangkan
secara strategis dalam konteks pembangunan kesehatan secara
keseluruhan. Interaksi upaya publik dan sektor swasta penting untuk
ditingkatkan secara bertahap.
4. Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Kesehatan
Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan ter-jangkau oleh
seluruh lapisan masyarakat tidak akan terwujud apabila tidak didukung
oleh sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi jumlahnya, dan
profesional, yaitu sumber daya manusia kesehatan yang mengikuti
perkembangan IPTEK, menerapkan nilai-nilai moral dan etika profesi
yang tinggi. Semua tenaga kesehatan dituntut untuk selalu menjunjung
tinggi sumpah dan kode etik profesi.
Dalam pelaksanaan strategi ini dilakukan perencanaan kebutuhan
tenaga kesehatan, penentuan standar kom-petensi bagi tenaga kesehatan,
pelatihan atau upaya peningkatan kualitas tenaga lainnya yang
berdasarkan kompetensi, registrasi, akreditasi, dan legislasi tenaga
kesehatan. Di samping itu, perlu pula dilakukan upaya untuk pemenuhan
hak-hak tenaga kesehatan termasuk pengembangan karirnya. Upaya
pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
pemba-ngunan kesehatan serta dinamika pasar di era globalisasi.
5. Penanggulangan Keadaan Darurat Kesehatan
Keadaan darurat kesehatan dapat terjadi karena ben-cana, baik
bencana alam maupun bencana karena ulah manusia, termasuk konflik
sosial. Keadaan darurat kesehatan akan mengakibatkan dampak yang
luas, tidak saja pada kehidupan masyarakat di daerah bencana, namun
juga pada kehidupan bangsa dan negara. Oleh karenanya penanggulangan
keadaan darurat kesehatan yang mencakup upaya kesehatan masyarakat
dan upaya kesehatan perorangan, dilakukan secara komprehensif,
mitigasi serta didukung kerjasama lintas sektor dan peran aktif
masyarakat.
SOAL PILIHAN GANDA

1. Undang-undang yang menetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan


sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Peraturan uindang-undang no...
a. UU No. 23 tahun 1992
b. UU No. 24 tahun 1992
c. UU No. 36 tahun 2009
d. UU No. 29 tahun 2004
e. UU No. 4 tahun 2009
2. Dalam pembangunan kesehatan setiap orang mempunyai hak yang sama
dalam memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, tanpa
memandang suku, golongan, agama, dan status social ekonominya.
Pernyataan diatas merupakan pengertian dari dasar...
a. Dasar pengutamaan dan manfaat
b. Dasar adil dan merata
c. Dasar perikemanusiaan
d. Dasar pemberdayaan
e. Dasar pemberdayaan dan kemandirian
3. pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus
menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia
secara benar, adil, dan merata, serta mengembangkan kehidupan
masyarakat dan penyelenggara negara yang maju dan demokratis
berdasarkan Pancasila. Pernyataan diatas merupakan pengertian dari...
a. pembangunan nasional
b. tujuan pembangunan nasional
c. makna pemangunan nasionl
d. hakikat pembangunan nasional
e. strategi pembangunan nasional
4. dibawah ini yang termasuk tujuan pembangunan nasional adalah ....
a. memajukkan kesejahteraan umum
b. mencerdaskan kehidupan bangsa
c. Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia Yang Berdasarkan Kemerdekaan,
Perdamaian Abadi Dan Keadilan Sosial
d. Persatuan indoensia
e. a,b, dan c benar
5. Ada keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan kebulatan yang utuh
dalam seluruh kegiatan pembangunan. Pernyataan tersebut merupakan
salah satu ciri dari...
a. Tujuan pembangunan nasional
b. Dasar pembangunan nasional
c. Strategi pembagunan nasional
d. Hakikat pembangunan nasional
e. Makna pembangunan nasional
6. pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan
dan kekuatan sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.
Pernyataan diatas merupakan wujud asas..
a. asas hukum
b. asas kejuangan
c. asas kemandirian
d. asas manfaat
e. asas demokrasi pancasila
7. Dalam visi Indonesia Sehat 2025 lingkungan stategi pembangunan
kesehatan yang diharapka adalah ...
a. lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat
jasmani, rohani maupun sosial
b. lingkungan yang kondusif yang sejahtera,rukun, dan damai
c. lingkungan yang kondusif berdaya saing, beriman dan tentram
d. lingkungan yang kondusif sehat, berdaya saing, dan damai
e. lingkungan yang kondusif rukun, damai dan tentram
8. dibawah ini yang tidak termasuk misi pembangunan kesehatan adalah...
a. Menggerakkan Pembangunan Nasional Berwawas an Kesehatan
b. Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat
c. Memelihara dan Meningkatkan Upaya Kesehatan yang Bermutu,
Merata, dan Terjangkau
d. Meningkatkan dan Mendayagunakan Sumber Daya Kesehatan
e. Pembangunan adalah merata untuk seluruh masyarakat dan di
seluruh wilayah tanah air
9. Untuk mencapai tujuan dan upaya pokok pembangunan kesehatan, maka
di perlukan...
a. Dasar pembangunan kesehatan
b. Visi dan misi pembangunan kesehatan
c. Makna pembagunan kesehatan
d. Strategi pembangunan kesehatan
e. Hakikat pembangunan kesehatan
10. Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan ter-jangkau oleh seluruh
lapisan masyarakat tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh
sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi jumlahnya, dan
profesional. Pernyataan diatas merupakan salah satu program strategi
pembangunan kesehatan dibidang...
a. Pemberdayaan masyarakat dan daerah
b. Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia
kesehatan
c. Pengembangan Upaya dan Pembiayaan Kesehatan
d. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
e. Penanggulangan Keadaan Darurat Kesehatan
DAFTAR PUSTAKA

Dalam mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010, telah ditetapkan misi


pembangunan kesehatan (DepKes RI, 1999)

Depkes RI, 1999, Info Puskesmas dengan Paradigma Sehat Baru Kita Wujudkan
Visi Sehat 2010, Depkes RI, Jakarta

Mubarak, Wahid Iqbal. 2012. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Salemba


Medika

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta:


Rineka Cipta

Syafrudin, SKM, 2009, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Trans Info Media, Jakarta

https://indonesiasehat.weebly.com/indonesia-sehat/dasar-pembangunan-kesehatan
(diakses pada tanggal 12 september 2018, pukul 18.00 WIB)

http://www.academia.edu/9789351/Tujuan_Nasional_Kaitannya_dengan_Pemban
gunan_Nasional_Pembangunan_Hukum_dan_Pembangunan_Kesehatan
(diakses pada tanggal 18 September 2018, pukul 20.00 WIB)

https://www.masterpendidikan.com/2015/11/makna-hakikat-dan-tujuan
pembangunan-nasional.html (diakses pada tanggal 16 September 2018,
pukul 19.00 WIB)

http://www.scribd.com/doc/40462631/Makalah-Strategi-Promosi-Kesehatan-Jadi
(diakses pada tanggal 16 September 2018, pukul 15.00 WIB)