Anda di halaman 1dari 120

Sebelum baca FR Kaskus CPNS 2017 Kemarin…!

Tolong doain ane ya gan untuk Lolos CPNS tahun 2018


ini.. ane doain agan juga lulus yang doain ane amin… Tidak tau dari mulut mana yang akan di ijabah
Doanya sama allah Swt…Amin…!saling mendoa kan saja…!

TKW

1. dekrit presiden

Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah dekret yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama,
Soekarno pada 5 Juli 1959. Isi dekret ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan
penggantian undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD '45.

Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan
UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10
November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan
UUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali
kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Ir. Soekarno lantas
menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya
menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan
pemungutan suara.

Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang
menyatakan setuju lebih banyak maka pemungutan suara ini harus diulang, karena jumlah suara
tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yang harus hadir di rapat,
majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan
suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Dari
pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Untuk meredam kemacetan,
pada tanggal 3 Juni 1959 Konstituante mengadakan reses (masa perhentian sidang parlemen;
masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang kemudian ternyata untuk selama-lamanya. Untuk
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)
Letnan Jenderal A.H. Nasution atas nama Pemerintah/Penguasa Perang Pusat (Peperpu),
mengeluarkan peraturan No.Prt/Peperpu/040/1959 yang berisi larangan melakukan kegiatan-
kegiatan politik. Pada tanggal 16 Juni 1959, Ketua Umum PNI Suwirjo mengirimkan surat
kepada Presiden agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan membubarkan
Konstituante.

Pengeluaran Dekret Presiden 1959


Gagalnya konstituante melaksanakan tugasnya dan rentettan peristiwa politik dan keamanan
yang mengguncangkan persatuan dan kesatuan bangsa mencapai klimaknya pada bulan Juni
1959. Akhirnya demi keselamatan negara berdasarkan staatsnoodrecht (hukum keadaan bahaya
bagi negara) pada hari Minggu tanggal 5 Juli 1959 pukul 17.00, Presiden Soekarno
mengeluarkan dekret yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka. Berikut ini teks
Dekret Presiden (ejaan sesuai aslinya):

DEKRET PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN


PERANG

TENTANG

KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945


Dengan rachmat Tuhan Jang Maha Esa,
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN
PERANG

Dengan ini menjatakan dengan chidmat:

Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945
jang disampaikan kepada segenap rakjat Indonesia dengan amanat Presiden pada tanggal 22
April 1959 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam
Undang-Undang Dasar Sementara;

Bahwa berhubung dengan pernjataan sebagian besar anggota-anggota Sidang Pembuat Undang-
Undang Dasar untuk tidak lagi menghadiri sidang. Konstituante tidak mungkin lagi
menjelesaikan tugas jang dipertjajakan oleh rakjat kepadanja;

Bahwa hal jang demikian menimbulkan keadaan-keadaan ketatanegaraan jang membahajakan


persatuan dan keselamatan Negara, Nusa, dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta
untuk mencapai masjarakat jang adil makmur;

Bahwa dengan dukungan bagian terbesar rakjat Indonesia dan didorong oleh kejakinan kami
sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunja djalan untuk menjelamatkan Negara Proklamasi;

Bahwa kami berkejakinan bahwa Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945 mendjiwai Undang-
Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut,

Maka atas dasar-dasar tersebut di atas,

KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN


PERANG

Menetapkan pembubaran Konstituante;

Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai hari tanggal penetapan dekret ini dan tidak
berlakunja lagi Undang-Undang Dasar Sementara.
Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakyat Sementara, jang terdiri atas anggota-anggota
Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan
serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu
sesingkat-singkatnja.

Ditetapkan di Djakarta pada tanggal 5 Djuli 1959


Atas nama Rakjat Indonesia
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang

2.Perjaninjian Renvile

Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang ditandatangani pada
tanggal 17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral USS
Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan dimulai pada tanggal 8
Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia,
yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia. Perjanjian ini diadakan untuk menyelesaikan
perselisihan atas Perjanjian Linggarjati tahun 1946. Perjanjian ini berisi batas antara wilayah Indonesia
dengan Belanda yang disebut Garis Van Mook.

Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan


resolusi gencatan sen jata antara Belanda dan Indonesia. Gubernur Jendral Van Mook dari
Belanda memerintahkan gencatan senjata pada tanggal 5 Agustus. Pada 25 Agustus, Dewan
Keamanan mengeluarkan resolusi yang diusulkan Amerika Serikat bahwa Dewan Keamanan
akan menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda secara damai dengan membentuk Komisi Tiga
Negara yang terdiri dari Belgia yang dipilih oleh Belanda, Australia yang dipilih oleh Indonesia,
dan Amerika Serikat yang disetujui kedua belah pihak.

Pada 29 Agustus 1947, Belanda memproklamirkan garis Van Mook yang membatasi wilayah
Indonesia dan Belanda. Republik Indonesia menjadi tinggal sepertiga Pulau Jawa dan
kebanyakan pulau di Sumatra, tetapi Indonesia tidak mendapatwilayah utama penghasil
makanan. Blokade oleh Belanda juga mencegah masuknya persenjataan, makanan dan pakaian
menuju ke wilayah Indonesia.

Perjanjian diadakan di wilayah netral yaitu di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat dan
dimulai tanggal 8 Desember 1947.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap, dan Johannes
Leimena sebagai wakil. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL Abdulkadir
Widjojoatmodjo. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham.

Pemerintah RI dan Belanda sebelumnya pada 17 Agustus 1947 sepakat untuk melakukan gencatan
senjata hingga ditandatanganinya Persetujuan Renville, tetapi pertempuran terus terjadi antara tentara
Belanda dengan berbagai laskar-laskar yang tidak termasuk TNI, dan sesekali unit pasukan TNI juga
terlibat baku tembak dengan tentara Belanda, seperti yang terjadi antara Karawang dan Bekasi.
Pihak yang hadir pada perundingan Renville
1. Delegasi Indonesia di wakili oleh Amir syarifudin (ketua), Ali Sastroamijoyo, H. Agus Salim, Dr.J.
Leimena, Dr. Coatik Len, dan Nasrun.
2. Delegasi Belanda di wakili oleh R.Abdul Kadir Wijoyoatmojo (ketua), Mr. H..A.L. Van Vredenburg,
Dr.P.J. Koets, dan Mr.Dr.Chr.Soumokil.
3. PBB sebagai mediator di wakili oleh Frank Graham (ketua), Paul Van Zeeland, dan Richard Kirby.
4. Belanda berdaulat atas Indonesia sebelum Indonesia mengubah menjadi RIS (Republik Indonesia
Serikat)

Isi perjanjian
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah
Republik Indonesia
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah
pendudukan Belanda
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa
Barat dan Jawa Timur.

Pasca perjanjian

Wilayah Indonesia di Pulau Jawa (warna merah) pasca perjanjan Renville.

Sebagai hasil Persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang
dikuasai TNI, dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. Divisi ini
mendapatkan julukan Pasukan Hijrah oleh masyarakat Kota Yogyakarta yang menyambut
kedatangan mereka.

Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti Barisan Bambu
Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo,
mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata
terhadap tentara Belanda. Setelah Soekarno dan Hatta ditangkap di Yogyakarta, S.M.
Kartosuwiryo, yang menolak jabatan Menteri Muda Pertahanan dalam Kabinet Amir
Syarifuddin, Menganggap Negara Indonesia telah Kalah dan Bubar, kemudian ia mendirikan
Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang
masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia
(NII). Akibat dari Perjanjian Renville itu pula, pasukan dari Resimen 40/Damarwulan, bersama
batalyon di jajarannya, Batalyon Gerilya (BG) VIII Batalyon Gerilya (BG) IX, Batalyon Gerilya
(BG) X, Depo Batalyon, EX. ALRI Pangkalan X serta Kesatuan Kelaskaran, dengan total
pengikut sebanyak tidak kurang dari 5000 orang, juga Hijrah ke daerah Blitar dan sekitarnya.
Resimen 40/Damarwulan ini kemudian berubah menjadi Brigade III/Damarwulan, dan
batalyonnyapun berubah menjadi Batalyon 25, Batalyon 26, Batalyon 27. Setelah keluarnya
Surat Perintah Siasat No I, dari PB Sudirman, yang mengharuskan semua pasukan hijrah pulang
dan melanjutkan gerilya di daerah masing-masing, Pasukan Brigade III/Damarwulan, di bawah
pimpinan Letkol Moch Sroedji ini, melaksanakan Wingate Action, dengan menempuh jarak
kurang lebih 500 kilometer selama 51 hari

3.Alasan jepang keinonesia

 Menjadikan Indonesia sebagai daerah penghasil dan penyuplai bahan mentah dan bahan
baker bagi kepentingan industri Jepang.
 Menjadikan Indonesia sebagai tempat pemasaran hasil industri Jepang. Indonesia
dijadikan tempat pemasaran hasil industri Jepang karena jumlah penduduk Indonesia
sangat banyak.
 Menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk mendapatkan tenaga buruh yang banyak
dengan upah yang relatif murah.

Dengan tujuan tersebut maka Jepang harus mampu membungkus tujuan yang jelas-jelas
merugikan bangsa Indonesia dengan berbagai propaganda agar diterima oleh bangsa Indonesia.
Propaganda Jepang yang cukup menarik simpati rakyat Indonesia adalah sebagai berikut :

 Jepang adalah “saudara tua” bagi bangsabangsa di Asia dan berjanji membebaskan Asia
dari penindasan bangsa Barat.
 Jepang memperkenalkan semboyan “Gerakan Tiga A”: Jepang Pemimpin Asia, Jepang
Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.
 Jepang menjanjikan kemudahan bagi bangsa Indonesia, seperti janji menunaikan ibadah
haji, menjual barang dengan harga murah.
 Jepang memperkenankan pengibaran bendera merah putih bersama bendera Jepang
Hinomaru.
 Rakyat Indonesia boleh menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama lagu kebangsaan
Jepang “Kimigayo”.

Pada zaman Jepang Indonesia diperintah oleh tiga pemerintahan militer. Struktur pemerintahan
militer Jepang itu adalah sebagai berikut.

 Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keduapuluh lima) untuk Sumatera dengan
pusatnya di Bukittinggi.
 Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keenambelas) untuk Jawa-Madura dengan
pusatnya di Jakarta.
 Pemerintahan militer Angkatan Laut (Armada Selatan Kedua) untuk daerah Sulawesi,
Kalimantan, dan Maluku dengan pusatnya di Makasar.

4. Sejarah2 awal persiapan kemerdekaan


Di mulai pada tanggal 6 Agustus 1945 ketika bom mengguncang Hiroshima dan disusul pada
tanggal 9 Agustus 1945 bom kembali mengguncang di wilayah Jepang, lebih tepatnya di kota
Nagasaki. Hal tersebut menyebabkan menurunnya semangat tentara Jepang di seluruh dunia.
Peristiwa pemboman tersebut sebagai tanda menyerahnya Jepang pada Amerika Serikat dan
sekutunya.

Peristiwa tersebut mendorong Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta untuk memproklamirkan
kemerdekaan Indonesia, pada saat pasukan Jepang mulai melemah. Kemudian BPUPKI yang
berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) menegaskan
keinginan dan tujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Moment tersebut dimanfaatkan
dengan sangat baik oleh oleh sang proklamator untuk mengumumkan kemerdekaan Republik
Indonesia.

Pada tanggal 9 Agustus 1945 Jenderal Terauchi memanggil tiga tokoh nasional, yaitu; Dr.
Radjiman Widyodningrat, Drs. Mohammad Hatta, dan Ir. Soekarno. Mereka di panggil ke Dalat
Vietnam, untuk menerima informasi tentang kemerdekaan Republik Indonesia. Tanggal 10
Agustus 1945 Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah
pada sekutu dan pejuang bawah tanah telah bersiap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan
Republik Indonesia serta menolak segala bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah
oleh Jepang. Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945.

Saat Ir. Soekarno dan Radjiman kembali ke tanah air pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan
Syahrir mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia karena menganggap
hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat dari Jepang yang sudah menyerah pada tentara
sekutu demi menghindari perpecahan kubu nasionalis antara pro dan anti Jepang. Kemudian
Soekarno dan Hatta beserta Soebardjo ke kantor Bukanfu di Jalan Imam Bonjol, Laksamana
Maeda menyambut kedatangan mereka dengan memberikan ucapan selamat atas keberhasilan di
Dalat. Sepulang dari kantor Laksamana Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan
pertemuan dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Gejolak tekanan yang menghendaki pengambil alihan kekuasaan oleh para pengikut Syahrir
semakin memuncak. Mereka juga menolak rencana PPKI untuk memproklamasikan
kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Karena PPKI dianggap sebagai alat buatan Jepang.
Rapat PPKI pada tanggal 16 Agustus tidak dapat dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak
datang. Para pemuda pejuang termasuk Chaerul Saleh yang tergabung dalam gerakan bawah
tanah mulai kehilangan kesabaran, pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik
Soekarno dan Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok yang kemudian di kenal dengan
Peristiwa Rengasdengklok. Mereka meyakinkan Soekarno dan Hatta bahwa Jepang telah
menyerah, pejuang telah bersiap untuk melawan apapun resiko yang harus dihadapi.

Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya pada malam itu juga kemudian menyiapkan teks
proklamasi yang akan dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945. Tetapi mayoritas
anggota PPKI menolaknya. Para pemuda ikut menandatangani teks proklamasi tersebut bersama
Soekarno dan Hatta tanpa anggota PPKI. Pemuda menganggap PPKI mewakili Jepang. Para
penyusun teks proklamasi tersebut adalah Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Ahmad
Soebardjo, konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno dan diketik ulang oleh Sayuti Melik.
Pagi harinya, 17 Agustus 1945 di kediaman Soekarno Jalan Pegangsaan Timur No. 56
tepatnya pada pukul 10.00 WIB acara dimulai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno
dan disusul dengan pidato singkat tanpa teks oleh Soekarno. Bendera merah putih yang telah
dijahit oleh Ibu Fatmawati kemudian dikibarkan lalu disusul dengan sambutan dari Soewirjo,
wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi pimpinan Barisan Pelopor. Kini naskah asli
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia disimpan di Monumen Nasional.

5. Sebab khusus perang diponegoro

Sebab umum

1. Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-
temurun.
2. Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah
kolonial.
3. Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.

Sebab khusus

1. Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi


dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke
Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada kehidupan keagamaan.
2. Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yang menerobos
makam leluhur Pangeran Diponegoro.

6. Negara2 asean

 Filipina (negara pendiri ASEAN)


 Indonesia (negara pendiri ASEAN)
 Malaysia (negara pendiri ASEAN)
 Singapura (negara pendiri ASEAN)
 Thailand (negara pendiri ASEAN)
 Brunei Darussalam bergabung pada (7 Januari 1984)
 Vietnam bergabung pada (28 Juli 1995)
 Laos bergabung pada (23 Juli 1997) (Laos dan Myanmar bergabung pada waktu yang
sama)
 Myanmar bergabung pada (23 Juli 1997) (Laos dan Myanmar bergabung pada waktu
yang sama)
 Kamboja bergabung pada (30 April 1999)

Prinsip Utama
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:

 Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan


identitas nasional setiap negara
 Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur
tangan, subversif atau koersi pihak luar
 Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
 Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
 Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
 Kerja sama efektif antara anggota

7. Amandemen uud 45

tujuan amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut:

Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan Negara


Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat
Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan perlindungan HAM
Menyempurnakan aturan dasar penyelenggaraan Negara secara demokratis dan modern
Melengkapi aturan dasar yang sangat penting dalam penyelenggaraan Negara
Menyempurnakan aturan dasar mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara

Tahapan dan Hasil Amandemen UUD 1945


Sejak Proklamasi hingga sekarang telah berlaku tiga macam Undang-undang Dasar dalam delapan
periode yaitu :

Periode 18 Agustus 1945 – 27 desember 1949 (UUD 1945)

Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 (RIS 1949)

Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 (UUDS 1950)

Periode 5 Juli 1959 – 19 Oktober 1999 (UUD 1945 amandemen)

Periode 19 Oktober 1999 – 18 Agustus 2000(amandemen ke 1)

Periode 18 Agustus 2000 – 9 November 2001(amandemen ke 2)

Periode 9 November 2001 – 10 Agustus 2002(amandemen ke 3)


Periode 10 Agustus 2002 – sampai sekarang(amandemen ke 4)

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen),
yaitu sebagai berikut:

Amandemen UUD 1945 Pertama diadakan pada tanggal 19 Oktober 1999


Pada amandemen ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 9 pasal yaitu: Pasal 5 ayat (1), 7, 9 ayat (1)
dan (2), 13 ayat (2) dan (3),14 ayat (1) dan (2), 15, 17 ayat (2) dan (3), 20 ayat (1), (2), (3) dan (4), 21 ayat
(1).

Amandemen UUD 1945 Kedua diadakan pada tanggal 18 Agustus 2000


Pada amandemen II ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 24 pasal yaitu: Pasal 18 ayat (1) s/d (7),
18A ayar (1) dan (2), 18B ayat (1) dan (2), 19 ayat (1) s/d (3), 20 ayat (5), 20A ayat (1) s/d (4), 22A, SSB,
25A, 26 ayat (2) dan (3), 27 ayat (3), 28A, 28B ayat (1) dan (2), 28D ayat (1) s/d (4), 28E ayat (1) s/d (3),
28F, 28G ayat (1) dan (2), 28H ayat (1) s/d (4), 28I ayat (1) s/d (5), 28J ayat (1) dan (2), 30 ayat (1) s/d (5),
36A, 36B, 36C.

Amandemen UUD 1945 Ketiga diadakan pada tanggal 9 November 2001


Pada amandemen III ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 19 pasal yaitu: Pasal 1 ayat (2) dan (3),
3 ayat (1) s/d (3), 6 ayat (1) s/d (3), 6A ayat (1), (2), (3) dan (5), 7A, 7B ayat (1) s/d (7), 7C, 8 ayat (1) s/d
(3), 11 ayat (2) dan (3), 17 ayat (4), 22C ayat (1) s/d (4), 22D ayat (1) s/d (4), 22E ayat (1) s/d (3), 23F ayat
(1) dan (2), 23G ayat (1) dan (2), 24 ayat (1) dan (2), 24A ayat (1) s/d (5), 24B ayat (1) s/d (4), 24C
ayat (1) s/d (6).

Amandemen UUD 1945 Keempat diadakan pada tanggal 10 Agustus 2002


Pada amandemen IV ini, pasal-pasal UUD 1945 yang diubah ialah 17 pasal yaitu: pasal-pasal : 2 ayat (1),
6A ayat (4), 8 ayat (3), 11 ayat (1), 16 23B, 23D, 24 ayat (3), 31 ayat (1) s/d (5), 32 ayat (1) dan (2), 33
ayat (4) dan (5), 34 ayat (1) s/d (4), 37 ayat (1) s/d (5), Aturan Peralihan Pasal I s/d III, aturan Tambahan
pasal I dan II.

8. Pasal kebhinekaan

Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam Garuda Pancasila sebagai Lambang


Negara Republik Indonesia. Lambang negara Indonesia adalah Garuda
Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika Lambang
negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah
kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang
digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal
Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang
dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II
dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno dan
diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang
Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Penggunaan
lambang negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009
tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009
Nomor 109, TLN 5035). Sebelumnya lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS,
UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No. 43/1958

Pasal 36 A, yaitu Lambang Negara Ialah Garuda Pancasila dengan semboyan


Bhinneka Tunggal Ika dan Pasal 36 B: Lagu Kebangsaaan ialah Indonesia Raya.
Menurut risalah sidang MPR tahun 2000, bahwa masuknya ketentuan mengenai
lambang negara dan lagu kebangsaan kedalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia 1945 yang melengkapi pengaturan mengenai bendera negara
dan bahasa negara yang telah ada sebelumnya merupakan ikhtiar untuk
memperkukuh kedudukan dan makna atribut kenegaraan ditengah kehidupan
global dan hubungan internasional yang terus berubah.Dengan kata lain,
kendatipun atribut itu tampaknya simbolis, hal tersebut tetap penting, karena
menunjukkan identitas dan kedaulatan suatu negara dalam pergaulan internasional.
Atribut kenegaraan itu menjadi simbol pemersatu seluruh bangsa Indonesia
ditengah perubahan dunia yang tidak jarang berpotensi mengancam keutuhan dan
kebersamaan sebuah negara dan bangsa tak terkecuali bangsa dan negara
Indonesia.

Kalimat Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam buku Sutasoma, karangan Mpu
Tantular pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Dalam buku Sutasoma
(Purudasanta), pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan
bidang kepercayaan juga keanekaragam agama dan kepercayaan di kalangan
masyarakat Majapahit

Secara harfiah pengertian Bhinneka Tunggal Ika adalah Berbeda-beda tetapi Satu
Itu. Adapun makna Bhinneka Tunggal Ika adalah meskipun berbeda-beda tetapi
pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini
digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa
daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan

Kata Bhineka Tunggal Ika dapat pula dimakna bahwa meskipun bangsa dan
negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki
kebudayaan dan adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam
kepulauan wilayah negara Indonesia namun keseluruhannya itu merupakan suatu
persatuan yaitu bangsa dan negara Indonesia. Keanekaragaman tersebut bukanlah
merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu
dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna
persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia semboyan Bhineka Tunggal Ika merupakan dasar untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Perwujudan semboyan Bhineka
Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dengan cara hidup saling
menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang
suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat, warna kulit dan lain-lain. Seperti di
ketahui Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau
dimana setiap daerah memiliki adat istiadat,bahasa,aturan,kebiasaan dan lain-lain
yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap
untuk menjaga Bhineka tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semboyan Bhineka Tunggal
Ika kita harus membuang jauh-jauh sikap mementingkana dirinya sendiri atau
daerahnya sendiri tanpa perduli kepentngan bersama. Bila hal tersebut terjadi
pastinya negara kita ini akan terpecah belah.Oleh sebab itu marilah kita jaga
bhineka tunggal ika dengan sebaik-baiknya agar persatuan bangsa dan negara
Indonesia tetap terjaga.

9. Agresi militer belanda

A. Agresi Militer Belanda 1

Setelah Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya, Belanda ingin kembali


menguasi Indonesia. Dengan diboncengi oleh pihak sekutu, Inggris, Belanda melakukan
penyerangan-penyerangan terhadap Negara Indonesia.

Latar belakang
Agresi Militer Belanda 1 dilatar belakangi oleh Belanda yang tidak menerima hasil Perundingan
Linggajati yang telah disepakati bersama pada tanggal 25 Maret 1947. Atas dasar tersebut, pada
tanggal 21 Juli 1947, Belanda melakukan agresi militer pertamanya dengan menggempur
Indonesia.

Tujuan Agresi Militer Belanda 1

Agresi militer pertama yang dilakukan oleh Belanda mengandung beberapa misi yang harus
mereka selesaikan. Adapun tujuan dari agresi militer ini adalah sebaga berikut:

1. Bidang Politik

Mengepung ibu kota RI dan menghapus RI dari peta (menghilangkan de facto RI).

2. Bidang Ekonomi

Merebut daerah-daerah penting, seperti Jawa Barat dan Timur sebagai penghasil bahan makanan,
Sumatera sebagai wilayah perkebunan dan pertambangan.

3. Bidang Militer

Menghancurkan Tentara Negara Indonesia (TNI).

Sejarah Agresi Militer Belanda 1

Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda menggempur Indonesia dengan menyerang Pulau Jawa dan
Sumatra. Pasukan TNI yang dikejutkan dengan serangan tersebut, terpencar-pencar dan mundur
ke daerah pinggiran untuk membangun daerah pertahanan baru. Pasukan TNI selanjutnya
membatasi pergerakan pasukan Belanda dengan taktik perang gerilya. Dengan taktik ini,
Pasukan TNI berhasil mempersulit Belanda.

Meskipun Belanda berhasil menduduki beberapa kota-kota penting, akan tetapi justru hal ini
membuat posisi Republik Indonesia naik di mata dunia. Banyak negara-negara yang simpati
dengan Republik Indonesia, seperti Liga Arab yang akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia
sejak 18 November 1946.

Agresi militer yang dilakukan oleh Belanda terhadap Indonesia memunculkan permusuhan
negara-negara Liga Arab terhadap Belanda. Dengan demikian, kedudukan Republik Indonesia di
Timur Tengah secara politik meningkat.

Dewan Keamanan PBB pun ikut campur dalam masalah ini, dan membentuk Komisi Tiga
Negara untuk menyelesaikan konflik ini melalui serangkaian perundingan, seperti Perundingan
Renville dan Perundingan Kaliurang. Akan tetapi, perundingan-perundingan tersebut tetap tidak
diindahkan oleh Belanda.
Agresi Militer Belanda 2

Kegagalan PBB dalam menyelesaikan konflik antara Belanda-Indonesia melalui jalan


perundingan menyebabkan Belanda tetap bersikeras untuk menguasai Republik Indonesia. Oleh
karena itu, Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua.

Latar Belakang

Agresi militer Belanda 2 dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan mereka terhadap pejanjian Renvile
yang telah disepakati. Mereka menolak adanya pembagian kekuasaan dan tetap ingin menguasai
Republik Indonesia seutuhnya.

Sejarah Agresi Militer 2

Pada tanggal 19 Desember 1948, tepat pukul 06.00, Belanda melancarkan serangannya ke Ibu
Kota Indonesia pada saat itu, Yogyakarta. Dalam peristiwa ini, Belanda menangkap dan
menawan pimpinan- pimpinan RI, seperti Presiden Soekarno, Wakil Presiden Moh. Hatta,
Syahrir (Penasihat Presiden) dan beberapa menteri termasuk Menteri Luar Negeri Agus Salim.

Presiden Soekarno dan Moh. Hatta kemudian diasingkan di Bangka. Jatuhnya Yogyakarta, dan
ditawannya beberapa pimpinan RI membuat Belanda merasa telah menguasai Indonesia dan
segera membentuk Pemerintah Federal.

Akan tetapi, sebelum Belanda membentuk Pemerintahan Federal, Ir. Soekarno meminta
Syarifudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Selanjutnya, Pada tanggal 19 Desember 1948 Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)
berhasil dibentuk di Bukittinggi, Sumatera.

Sementara itu Belanda terus menambah pasukannya ke wilayah RI untuk menunjukan bahwa
mereka telah menguasai Indonesia. Namun pada kenyataannya, Belanda hanya menguasai
wilayah perkotaan dan jalan raya, sementara itu Pemerintahan RI masih terus berlangsung
hingga di wilayah pedesaan.

Rakyat dan TNI bersatu berperang melawan Belanda menggunakan siasat gerilya. TNI yang
berada di bawah pimpinan Jenderal Sudirman melancarkan serangan terhadap Belanda dan
merusak fasilitas-fasilitas penting, seperti: memutus kawat-kawat telepon, jalan-jalan kereta api,
dan menghancurkan jembatan agar Belanda tidak dapat menggunakannya.

Meskipun Jenderal Sudirman sedang berada dalam keadaan sakit, Beliau masih sanggup
berperang dengan bergerilya di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan menempuh perjalanan dari
Yogyakarta, Surakarta, Madiun, dan Kediri.
Pada tanggal 23 Desember 1948, Pemerintah Darurat RI mengirimkan perintah Kepada wakil RI
di PBB untuk menyampaikan bahwa pemerintah RI bersedia untuk penghentian peperangan dan
mengadakan perundingan.

Namun, Belanda tidak mengindahkan Resolusi Dewan Keamanan PBB tanggal 28 Januari 1949
untuk menghentikan perang. Mereka pula menyakini bahwa RI telah hilang. Akan tetapi, TNI
dan rakyat melancarkan Serangan Umum 1 Maret 1949 untuk membuktikan bahwa RI masih ada
dan TNI masih kuat.

Serangan ini berhasil memukul Belanda keluar dari Yogyakarta. Meskipun Yogyakarta hanya
berhasil dikuasai selama 6 jam, kenyataan ini membuktikan bahwa Negara Kesatuan Republik
Indonesia tetap berjalan.

10. Butir2 Pancasila/P4

A. BUTIR SILA KE SATU (1) KETUHANAN YANG MAHA ESA


1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut
kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya.
4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

B. BUTIR SILA KE DUA (2) KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB


1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama
manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu
dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

C. BUTIR SILA KE TIGA (3) PERSATUAN INDONESIA


1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas
kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika
D. BUTIR SILA KE EMPAT (4) KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT
KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan
Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan
keadilan.

E. BUTIR SILA KE LIMA (5) KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT


INDONESIA
1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan gotong-royong.
2. Harus Bersikap adil.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Dapat Menghormati hak-hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8. Tidak bergaya hidup mewah.
9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11. Menghargai hasil karya orang lain.
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

11. Pernyataan bahwa Bangsa Indonesia mengutuk kolonialisme ada di Pembukaan UUD'45

Alinea ke berapa???Ke 2

12. Perkembangan politik dan ekonomi dunia pasca perang dunia II dan perang dingin;

Faktor-Faktor Penyebab Perang Dingin


Pasca PD II terjadilah perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang
melahirkan Perang Dingin (Cold War) yang disebut juga sebagai ‘perang urat syaraf’. Perang
Dingin adalah suasana internasional yang penuh ketegangan dan bermusuhan akibat konflik
ideologi antara Blok Barat (liberal kapitalis) pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur (sosialis
komunis) pimpinan Uni Soviet yang berkembang setelah Perang Dunia II berakhir.
Dampak yang terjadi akibat Perang Dunia II sangat luas dan kompleks, baik menyangkut aspek
politik, ekonomi, sosial, maupun kebudayaan. Amerika Serikat dan Uni Soviet yang berperan
besar dalam mengakhiri Perang Dunia II tampil sebagai kekuatan dunia. Karena merasa paling
kuat dalam segala hal, kedua negara itu saling berusaha memperluas pengaruh ke seluruh negara
di dunia. Tujuannya adalah mereka ingin menjadi nomor satu dan menjadi penguasa tunggal
dunia. Untuk tujuan tersebut, mereka melakukan segala hal, tetapi keduanya belum pernah secara
langsung berhadapan dalam perang terbuka. Persaingan dua kekuatan adidaya dunia tersebut
menimbulkan Perang Dingin.
Penyebab Terjadinya Perang Dingin
Secara umum, Perang Dingin terjadi akibat dipicu oleh hal-hal sebagai berikut.

 Perbedaan dan Pertentangan Ideologi Amerika Serikat adalah negara yang berideologi
liberal kapitalis, sedangkan Uni Soviet adalah negara yang berideologi sosialis komunis.
Sejak awal kelahirannya, paham sosialis komunis memang tidak sejalan dengan paham
liberal kapitalis. Bahkan, kelahiran sosialis komunis memang dipicu adanya liberal
kapitalis yang pada waktu itu bertindak sewenang-wenang. Akibat perbedaan ideologi,
setelah musuh bersama (Jerman) dapat mereka lenyapkan dalam Perang Dunia II,
pertentangan ideologi kembali terjadi. Akibatnya, kedua kekuatan adidaya tersebut
berusaha saling mengalahkan. Salah satu caranya adalah memengaruhi negara-negara lain
untuk bergabung dalam kelompoknya. Oleh karena itu, dunia ini akhirnya seolah-olah
terbagi menjadi Blok Barat yang berpaham liberal kapitalis dengan Amerika Serikat
sebagai pemimpinnya, dan Blok Timur yang berpaham sosialis komunis dengan Uni
Soviet sebagai pemimpinnya.
 Perebutan Dominasi Kepemimpinan. Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berusaha
menjadi pemimpin dunia. Mereka memimpikan dapat berkuasa dan memimpin dunia
seperti masa kejayaan Inggris dan Prancis pada masa imperialis kuno. Namun, kekuasaan
yang biasanya dilakukan pada masa imperialis kuno sekarang sudah tidak mereka
lakukan lagi. Amerika Serikat dan Uni Soviet berusaha menjadi pemimpin dunia dengan
cara baru, misalnya dengan kekuatan ekonominya. Dengan demikian, Amerika Serikat
dan Uni Soviet tampil sebagai imperialis muda. Amerika Serikat dengan kekuatan
ekonominya berusaha memengaruhi negara-negara lain khususnya yang baru merdeka
dengan paket bantuan ekonomi. Pemerintah Amerika Serikat beranggapan bahwa negara
yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya. Selain
itu, rakyat yang hidupnya telah makmur juga akan menjauhkan dari pengaruh sosialis
komunis. Hanya kemiskinan yang menjadi ladang subur bagi perkembangan sosialis
komunis. Sedangkan Uni Soviet yang mempunyai kekuatan ekonomi, tetapi tidak sebesar
Amerika Serikat juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat
pengaruhnya. Paket bantuan ekonomi Uni Soviet juga diberikan guna memperbaiki
keadaan ekonomi negara-negara tersebut. Selain itu, Uni Soviet juga berusaha mendekati
rakyat yang sedang melakukan perjuangan nasionalnya dengan mengirimkan para tenaga
ahli dan juga berbagai peralatan militer.

Bentuk–bentuk Perang Dingin


Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet meliputi bidang politik, ekonomi,
militer, dan ruang angkasa.

1. Bidang Politik. Pihak AS berusaha menjadikan negara-negara yang baru merdeka dan
negara-negara sedang berkembang menjadi sebagai negara demokrasi dengan tujuan agar
hak-hak asasi manusia dapat terjamin. Untuk negara yang kalah perang yaitu Jerman dan
Jepang dikembangkan paham demokrasi dan system Hubungan perekonomian
kapitalisme. Sedangkan pihak US mengembangkan paham sosialisme-komunisme
dengan pembangunan ekonomi rencana lima tahun dengan cara diktator, tertutup. Dengan
sistem ini US dikenal sebagai ‘negaratirai besi’, sedangkan negara di bawah pengaruhnya
di Asia yaitu Cina mendapat julukan ‘negara tirai bambu’.
2. Bidang Ekonomi. AS dan US saling memperebutkan pengaruhnya dengan menjadi
pahlawan ekonomi yaitu menjadi negara kreditur dengan memberikan bantuan, pinjaman
kepada negara-negara berkembang, seperti Mashall Plan (Eropean Recovery Program)
yakni bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara di kawasan Eropa Barat. Selain
itu Presiden Henry S Truman memberikan bantuan teknis dan ekonomi khusus kepada
Turki dan Yunani, yang dikenal dengan Truman Doctrin.
3. Bidang Militer. Perebutan pengaruh antara AS dengan US dalam bidang militer dalam
bentuk pakta pertahanan militer. Berlangsungnya Perang Dingin menyebabkan Amerika
Serikat dan Uni Soviet saling curiga satu dengan yang lain. Untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya perang terbuka, kedua negara adidaya beserta para sekutunya
saling memperkuat pertahanan dan militernya. Amerika Serikat beserta para sekutunya
berusaha membentuk ikatan militer guna menghadapi serangan Uni Soviet. Pada masa
Perang Dunia II berkembang opini dunia bahwa pasukan Uni Soviet lebih unggul jumlah
personel dan persenjataannya. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan pasukan Uni
Soviet dalam menghentikan gerakan pasukan Jerman di wilayah Eropa Timur. Hal itu
berlaku sebaliknya, Amerika Serikat tersendat-sendat menghentikan laju pasukan Jerman
di Eropa Barat meskipun dibantu Inggris. Di kawasan Atlantik Utara, Amerika Serikat
bersama sekutunya Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Luksemburg, Norwegia, dan
Kanada, setuju untuk membentuk persekutuan militer bersama. Persekutuan militer itu
disebut North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang berdiri tahun 1949.
Keanggotaan NATO diperluas lagi dengan masuknya Italia dan Islandia, Yunani, dan
Turki (1952) serta Jerman Barat (1955). Di dalam NATO terdapat ketentuan bahwa
serangan terhadap salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap
keseluruhan sehingga semua negara anggota wajib saling memberi bantuan. Amerika
Serikat juga berusaha menggelar kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah dan Asia
Selatan. Untuk keperluan itu, Amerika Serikat bersama Turki, Irak, Iran, dan Pakistan
membentuk kerja sama militer. Nama kerja sama militer itu adalah Middle East Treaty
Organization yang disingkat METO atau dikenal dengan CENTO (Central Treaty
Organization) yang berdiri tahun 1959 yang semula bernama Pakta Bagdad (1955).
Untuk menahan laju perluasan komunis di Asia Tenggara, Amerika Serikat membentuk
kerja sama militer yang disebut South East Asia Treaty Organization atau SEATO. Pada
tahun 1954, kerja sama militer itu terdiri atas negara Amerika Semangat Produktivitas
Serikat, Inggris, Prancis, Australia, Thailand, Filipina, dan Selandia Baru. Sementara itu,
laju komunis di Pasifik Selatan coba dihambat Amerika Serikat dengan membentuk kerja
sama militer pula. Kerja sama pertahanan di Pasifik Selatan disebut ANZUS (Australia,
New Zeland, and United States) dengan anggota AS, Australia dan New Zeland yang
didirikan atas dasar Tripatite Security Treaty pada tanggal 1 September 1951. Sedangkan
Uni Soviet berusaha mengimbangi kekuatan militer Blok Barat dengan membentuk kerja
sama militer pula. Pada 14 Mei 1955 Uni Soviet bersama Mongolia, Polandia,
Cekoslowakia, Bulgaria, Rumania, dan Jerman Timur membentuk Pact of Mutual
Assistance and Unifield Command atau dikenal dengan sebutan Pakta Warsawa.
4. Bidang Ruang angkasa. Perebutan pengaruh antara AS dengan US juga melanda pada
kecanggihan teknologi ruang angkasa lebih lanjut di bahas pada subbab eksploitasi
teknologi ruang angkasa

13. Gerakan Non Blok;

Gerakan Non-Blok (GNB) (bahasa Inggris: Non-Aligned Movement/NAM) adalah suatu


organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara-negara yang tidak menganggap
dirinya beraliansi dengan atau terhadap blok kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini,
seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, adalah untuk menjamin
"kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok"
dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid,
rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan
menentang segala bentuk blok politik.[2] Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia
dan hampir 2/3 keangotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi
tingkat tinggi (KTT) Non-Blok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba,
India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

Anggota-anggota penting di antaranya Yugoslavia, India, Mesir, Indonesia, Pakistan, Kuba,


Kolombia, Venezuela, Afrika Selatan, Iran, Malaysia, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat
Tiongkok. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO
atau Pakta Warsawa, negara-negara anggotanya tidak pernah mempunyai kedekatan yang
diinginkan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah satu negara-negara
adidaya tersebut. Misalnya, Kuba mempunyai hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada
masa Perang Dingin. Atau India yang bersekutu dengan Uni Soviet untuk melawan Tiongkok
selama beberapa tahun. Lebih buruk lagi, beberapa anggota bahkan terlibat konflik dengan
anggota lainnya, seperti misalnya konflik antara India dengan Pakistan, Iran dengan Irak.
Gerakan ini sempat terpecah pada saat Uni Soviet menginvasi Afganistan pada tahun 1979.
Ketika itu, seluruh sekutu Soviet mendukung invasi sementara anggota GNB, terutama negara
dengan mayoritas muslim, tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk Afghanistan akibat
adanya perjanjian nonintervensi.

Sejarah
Kata "Non-Blok" diperkenalkan pertama kali[butuh rujukan] oleh Perdana Menteri India Nehru dalam
pidatonya tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka. Dalam pidato itu, Nehru menjelaskan lima pilar
yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk membentuk relasi Sino-India yang disebut dengan
Panchsheel (lima pengendali). Prinsip ini kemudian digunakan sebagai basis dari Gerakan Non-
Blok. Lima prinsip tersebut adalah:

1. Saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan.


2. Perjanjian non-agresi
3. Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain
4. Kesetaraan dan keuntungan bersama
5. Menjaga perdamaian

Gerakan Non-Blok sendiri bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika sebuah
konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955. Di sana, negara-negara yang
tidak berpihak pada blok tertentu mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam
konfrontasi ideologi Barat-Timur. Pendiri dari gerakan ini adalah lima pemimpin dunia: Josip
Broz Tito presiden Yugoslavia, Soekarno presiden Indonesia, Gamal Abdul Nasser presiden
Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru perdana menteri India, dan Kwame Nkrumah dari Ghana.

Gerakan ini sempat kehilangan kredibilitasnya pada akhir tahun1960-an ketika anggota-
anggotanya mulai terpecah dan bergabung bersama Blok lain, terutama Blok Timur. Muncul
pertanyaan bagaimana sebuah negara yang bersekutu dengan Uni Soviet seperti Kuba bisa
mengklaim dirinya sebagai negara nonblok. Gerakan ini kemudian terpecah sepenuhnya pada
masa invasi Soviet terhadap Afghanistan tahun 1979.

Pertemuan GNB
Artikel utama untuk bagian ini adalah: KTT Non-Blok

Normalnya, pertemuan GNB berlangsung setiap tiga tahun sekali. Negara yang pernah menjadi
tuan rumah KTT GNB di antaranya Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba,
India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan, dan Malaysia. Biasanya setelah
mengadakan konferensi, kepala negara atau kepala pemerintahan yang menjadi tuan rumah
konferensi itu akan dijadikan ketua gerakan untuk masa jabatan tiga tahun.

Pertemuan berikutnya diadakan di Kairo pada 1964. Pertemuan tersebut dihadiri 56 negara
anggota di mana anggota-anggota barunya datang dari negara-negara merdeka baru di Afrika.
Kebanyakan dari pertemuan itu digunakan untuk mendiskusikan konflik Arab-Israel dan Perang
India-Pakistan.

Pertemuan pertama GNB terjadi di Beograd pada September 1961 dan dihadiri oleh 25 anggota,
masing-masing 11 dari Asia dan Afrika bersama dengan Yugoslavia, Kuba dan Siprus.
Kelompok ini mendedikasikan dirinya untuk melawan kolonialisme, imperialisme dan neo-
kolonialisme.

Pertemuan pada tahun 1969 di Lusaka dihadiri oleh 54 negara dan merupakan salah satu yang
paling penting dengan gerakan tersebut membentuk sebuah organisasi permanen untuk
menciptakan hubungan ekonomi dan politik. Kenneth Kauda memainkan peranan yang penting
dalam even-even tersebut.

Pertemuan paling baru (ke-13) diadakan di Malaysia dari 20-25 Februari 2003. Namun, GNB
kini tampak semakin tidak mempunyai relevansi sejak berakhirnya Perang Dingin.
14. Isi dari Tap MPR no. II/MPR/1978.

Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila mengakui
aliran kepercayaan sebagai entitas yang berdiri sendiri dan lepas dari agama,
pada tahunSidang Umum MPR 197Bdihasi Ikanlah Ketetapan M PRNo, UíMPR/1978 tentang Pedoman
Penghayatan danPengamalan Pancasila (Ekaprasetla Pancakarsa).Walaupun pada pasal pertama
ketetapan ini secaraoksplis>t dinyatakan bahwa pedoman tersebut "tidakmerupakan tafsir Pancasila
sebagai Daur Negara, dan|uga tidak dimaksud menafsir Pancasila DasarNegara " namun secara implisit
Ketetapan MPR No.I I'M PR,''1978 dapat dipandang sebagal usaha untukmencapai kesatuan tafsir
tentang Pancasila. Ini dapatdilihat pada bagian pertimbangan Ketetapan tersebut

15. Dasar hk demokrasi terpimpin

Dasar : UUD 1945

Landasan hukum demokrasi terpimpin adalah:

1.Dekret presiden 5 juli 1959


2.Tap.MPRS No. VIII/MPRS/1965 (sudah dicabut dengan TAP.MPRS No.
XXXVII/MPRS/1968).

16. Tokoh pd perang padre

Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Tambusai sebagai Pahlawan Nasional.

pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema pada bulan April 1821 atas perintah Residen James du
Puy di Padang

17. Penyimpangan pada masa 1950-1959

Periode UUD 1945 (1945-1949)

Penyimpangan yang terjadi, antara lain :


a. Komite Nasional Indonesia Pusat berubah fungsi dari pembantu pemerintah menjadi badan yang
diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara berdasarkan
maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945. Seharusnya tugas-tugas itu dikerjakan oleh
DPR dan MPR.
b. Sistem cabinet presidensial berubah menjadi cabinet parlementer berdasarkan usul Badan Pekerja
Komite Nasional Pusat [ BP-KNIP] pada tanggal 11 November 1945 kemudian disetujui oleh presiden.

Periode Konstitusi RIS (1949-1950)

Penyimpangan yang terjadi, antara lain :


a. Negara Kesatuan Republik Indonesia berubah menjadi Negara Federasi Republik Indonesia Serikat [
RIS ].Perubahan tersebut berdasarkan pada Konstitusi RIS.
b. Kekuasaan legislative yang seharusnya dilaksanakan presiden dan DPR dilaksanakan DPR dan
Senat.

Periode UUDS 1950 (1950-1959)

Penyimpangan yang mencolok pada masa UUDS 1950 adalah praktik adu kekuatan politik. Akibatnya,
dalam rentang waktu 1950 - 1959 terjadi 7 kali pergantian kabinet. Selain itu ada pertentangan tajam
dalam Konstituante yang merembet ke masyarakat, termasuk partai politik.

Periode Berlakunya Kembali UUD 1945 pada Pemerintahan Orde Lama (1959-1966)
Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai
politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno
mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai
undang-undang dasar, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 waktu itu.
Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:
• Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi
Menteri Negara.
• MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
• Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.
Periode Berlakunya kembali UUd 1945 [ 5 Juli 1959-19 Oktober 1999 ]
Indonesia berhasih mengadakan pemilu untuk memilih anggota DPR pada tahun 1955. Tugasnya adalah
untuk membuat rancangan Undang-undang untuk mengganti UUDS 1950.
Pada tanggal 10 November 1956, Konstituante bersidang di Bandung. Namun sudah lebih dari 2 tahun
tidak ada hasilnya.
Akhirnya pada tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkanlah Dekret Presiden yang isinya, antara lain berlakunya
kembali UUD 1945.
a. Pemerintahan Orde Lama
1. Presiden telah mengeluarkan produk legislative yang
pada hakikatnya adalah undang-undang dalam
bentuk penetapan presiden tanpa persetujuan DPR.
2. MPRS dengan ketetapan No. I/MPRS/1960 telah mengambil keputusan menetapkan pidato presiden
tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “ Penemuan Kembali Revolusi Kita”.
3. Konsepsi Pancasila berubah menjadi Konsepsi Nasakom.
4. Presiden membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, dan membentuk DPRGR
5. Presiden membentuk MPRS, dan seluruh anggota MPRS diangkat dan diberhentikan oleh presiden.
6. Presiden diangkat seumur hidup melalui Ketetapan MPRS Nomor III/MPRS/1963
b. Pemerintahan Orde Baru
1. Penyelenggaraan Negara yang bersifat otoriter
2. Presiden menjabat selama 32 tahun sehingga tidak

18. Tugas knip

Apa tugas KNIP dan KNID

KNIP adalah Komisi Nasional Indonesia Pusat. Tugas KNIP adalah membantu dan menjadi
pengawas kinerja presiden dalam melaksanakan tugas pemerintahan. KNIP mempunyai kuasa
untuk memberikan usulan kebijakan kepada presiden dalam melaksanakan tugas-tugas
pemerintahan.
KNID adalah Komite Nasional Indonesia Daerah. Tugas KNID adalah untuk membantu dan
mengawasi jalannya kinerja pemerintahan di tataran lebih rendah daripada presiden, seperti
gubernur dan bupati.

KNIP adalah badan yang membantu penyelenggaraan pemerintah (tugas-tugas presiden). Jumlah
KNIP secara keseluruhan adalah 150 orang. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat.
Pelantikan anggota KNIP dilaksanakan di Gedung Kesenian, Pasar Baru, Jakarta pada tanggal 29
Agustus 1945. Lembaga itu diketuai oleh Mr. Kasman Singodimejo.

Komite Nasional Indonesia disuun dari tingkat pusat sampai daerah. Pada tingkat pusat diseut
Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan pada tingkat daerah yg disusun sampai tingkat
kawedanan disebut Komite Nasional Indonesia.

Wewenang KNIP sebagai DPR ditetapkan dalam rapat KNIP tanggal 16 Oktober 1945 meliputi
hal-hal berikut.

1. KNIP sebelum DPR/MPR terbentuk diserahi kekuasaan legislatif untuk membuat undang-undang
dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
2. Berhubung gentingnya keadaan, maka pekerjaan sehari-hari KNIP dijalankan oleh sebuah Badan
Pekerja KNIP yang diketuai oleh Sutan Syahrir. Komite Nasional Indonesia disusun dari tingkat
pusat sampai daerah. Pada tingkat pusat disebut Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan
pada tingkat daerah yang disusun sampai tingkat kawedanan disebut Komite Nasional
Indonesia.

19. Juml anggota dpd tiap wilayah

Pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang tertentu. Anggota DPD dari setiap provinsi adalah 4
orang. Dengan demikian jumlah anggota DPD saat ini adalah seharusnya 136 orang. Masa jabatan
anggota DPD adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPD yang baru mengucapkan
sumpah/janji.

20. Peran sayuti melik

Dialah yang mengetik Teks Proklamasi untuk dibacakan Ir.Soekarno

Mr. Achmad Soebardjo menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama
Bung Karno dan Bung Hatta.

Laksamana Tadashi Maeda menyediakan rumahnya untuk tempat penyusunan konsep teks Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia.

Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks Proklamasi adalah Bung Karno dan Bung Hatta
atas nama bangsa Indonesia.
1. B.M..Diah
Beliau merupakan tokoh yang berperan sebagai wartawan dalam menyiarkan kabar berita Indonesia
Merdeka ke seluruh penjuru tanah air.

2. Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Tri Murti


Mereka berperan penting dalam pengibaran bendera merah putih pada acara proklamasi 17-08-1945.
Tri Murti sebagai petugas pengibar pemegang baki bendera merah putih.

3. Frans S. Mendur
Beliau seorang wartawan yang menjadi perekam sejarah melalui gambar-gambar hasil bidikannya pada
peristiwa-peristiwa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia bersama kawan-kawannya di Ipphos
(Indonesia Press Photo Service).

4. Syahrudin
Adalah seorang telegraphis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi
kemerdekaan Negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi ketika personil jepang
istirahat pada tanggal 17 agustus 1945 jam 4 sore.

5. Soewirjo
Beliau adalah Gubernur Jakarta Raya yang mengusahakan kegiatan upacara proklamasi dan pembacaan
proklamasi berjalan aman dan lancar.

Tidakkah kita selayaknya menghormati mereka yang telah bersusah payah dengan berkorban nyawa ,

tenaga dan pikirannya supaya NKRI merdeka

21. Tokoh indonesia yg mjd pemrakarsa KAA

Ada lima tokoh pelopor KAA yang mewakili Indonesia, Pakistan, Indina, dan Srilangka. Berikut
profile singkatnya.

1. Ali Sastroamidjojo, SH (Indonesia).

Sastroatmodjojo lahir di Grabag, Magelang, 21 Mei 1903, adalah salah satu putra terbaik bangsa
Indonesia, yang mendapatkan gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum) dari Universitas
Leiden, Belanda tahun 1927. Ia juga adalah Perdana Menteri Indonesia ke-8 dan sempat dua kali
menjabat pada periode 1953-1955 dan 1956-1957

Selain itu, Ali juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet
Presidensial I, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Amir Sjarifuddin II, serta
Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kerja IV, Dwikora I, dan Dwikora II.
Pada 1948, Sastroatmodjojo menjadi wakil ketua delegasi RI dalam perundingan dengan Belanda
dan menjadi anggota delegasi dalam perundingan Konferensi Meja Bundar. Selain itu, ia juga
diangkat menjadi ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955, wakil tetap
Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (1957-1960), dan menjadi ketua umum PNI
(1960-1966).

Setelah malang-melintang di dunia politik baik dalam dan luar negeri, Sastroatmodjojo wafat di
Jakarta, 13 Maret 1976 pada usia 72 tahun.

2. Muhammad Ali Bogra (Pakistan)

Bogra lahir 19 Oktober 1909. Ia yang merupakan lulusan universitas Culcutta India ini menjadi
salah satu pelopor KAA dan Perdana Menteri Pakistan pada 1953-1955 dari partai Liga Muslim.

Pada KAA 1955, Bogra berpidato di hadapan para delegasi negara-negara yang hadir,
menyerukan tentang pentingnya perdamaian antara negara dan penghapusan terhadap adanya
kolonialisme di dunia ini.

Pada 29 Januari 1962, ia menghembuskan nafas terakhir di Dacca, Pakistan dalam usia 53 tahun.

3. Jawaharlal Nehru (India)

Nama Nehru tak asing lagi di dunia politik Asia. Nehru termasuk kawan baik Sutan Syahrir saat
keduanya menjabat sebagai perdana menteri. Nehru terpilih dari Partai Kongres untuk
memangku jabatan Perdana Menteri independen India yang pertama, dan terpilih kembali saat
Partai Kongres memenangkan pemilihan umum pertama India tahun 1952.

Selain adalah salah satu pendiri Gerakan Nonblok, Nehru juga merupakan tokoh penting dalam
politik internasional di era pasca-perang dunia ke II. Dalam KAA, namanya tercatat sebagai
salah satu pelopor.

4. John Kotelawala (Srilangka)

Mantan jenderal yang pernah mengenyam penddikan teknik sipil di salah satu universitas di
Srilangka ini merupakan Perdana menteri ke III Srilangka. Ia lahir pada 4 April 1897 dan tumbuh
menjadi tokoh yang berpengaruh di bidang militer dan politik.

Kotelawala meninggal dunia pada 2 Oktober 1980 pada usia 83 tahun.

Kotelawala ikut memprakrasai Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tahun
1955. Ia berpidato mengkritik kepemilikan senjata nuklir oleh barat dan mengajak peserta KAA
untuk ikut dalam menjaga perdamaian dunia.

5. U Nu (Myanmar)
U Nu lahir pada 25 Mei 1907 dan merupakan Perdana Menteri pertama Myanmar. Ia meninggal
pada 14 Februari 1995 pada usia 87 tahun.

Ia merupakan salah satu pelopor KAA tahun 1955 di Bandung. Bersama para tokoh lainnya, U
Nu ikut berperan dalam KAA di Bandung.

Selain sebagai tokoh politik, U Nu adalah seorang novelis yang karyanya cukup banyak. Ia juga
dikenal bersahabat karib dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) U Thant.
Mareka berteman sejak masih di universitas Rangon

23. Tokoh indo yg mjd majelis umum pbb

Indonesia resmi menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa ke-60 pada tanggal 28 September
1950

Indonesia menjadi anggota Majelis Umum PBB semenjak tahun 1951.[1] Indonesia pernah sekali ditunjuk
sebagai Presiden Majelis Umum PBB pada tahun 1971, yang pada saat itu diwakili oleh Adam Malik yang
memimpin sesi ke-26 sidang Majelis Umum PBB. Ia merupakan perwakilan Asia kedua yang pernah
memimpin sidang tersebut setelah Dr. Carlos Pena Romulo dari Filipina.[1]

24. Tokoh Pemrakarsa ppki

Ir soekarno,DRS mohammad hatta

25. Buku putih menteri pertahanan nasional

salah satu produk strategis di bidang Pertahanan, yang merupakan suatu rumusan pernyataan dan
kebijakan pertahanan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan fungsi pertahanan negara.[1]

Di bidang pertahanan negara, perubahan mendasar yang terjadi telah mencakup aspek-aspek struktur,
kultur, dan hukum. Perubahan tersebut kemudian diwadahi dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun
2002 tentang Pertahanan Negara.

26. Peristiwa th 2007 masa pemerintahan sby oleh RMS disebut peristiwa

Membentang kan bendera benang raja

27. belanda tdk mengakui kemerdkeaan indonesia pasca 17 agustus dgn alasan....

Indonesia berada dibawah kekuasaan sekutu


28. alinea pembukaan uud yg intinya mendesak PBB utk mengakui kemerdekaan indonesia

(alinea I dan IV, alinea I dan III, Alinea II dan III, dst.)

30. Tim2 lepas dr nkri pd masa pemerintahn?

BJ HABIBI

32. Politik bebas aktif pd pbukaan uud 45 pasal?

alinea I dan alinea IV

34. Alasan dtetapknny tap MPR ttg P4 pd zmn orba?

Gagasan tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai Ketetapan MPR dalam sidang umum
tahun 1978 mengenai “Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila” atau biasa dikenal
sebagai P4. Adanya penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) sebagai
gerakan budaya yang ditujukan untuk membentuk manusia Pancasila, yang kemudian dikuatkan
dengan ketetapan MPR No II/MPR/1978.Manusia Pancasila sdalah manusia dalam keadaan
apapun secara konsisten dan konsekuen mengamalkan Pancasila.Konsisten artinya setia kepada
apa yang diyakini benar dan adil.Sedangkan konsekuen adalah kemampuan menghadapi
konsekuensi atau akibat dari sikap takut dengan tbah,sabar,dan tawakal serta bertanggung
jawab.Sejak saat itu pemerintahan Orde Baru menyatakan Pancasila sebagai Asas Tunggal dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Upaya untuk menanamkan Pancasila sebagai asas tunggal
dilakukan dengan mengadakan penataran P-4 disekolah-sekolah,kantor-kantor, organisasi
politik,organisasi massa dan lain-lain.
Hal tersebut guna mendukung program Orde baru yaitu Pelaksanaan Pancasila dan UUD
1945 secara murni dan konsekuen maka sejak tahun 1978 diselenggarakan penataran P4 secara
menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Tujuan dari penataran P4 adalah membentuk
pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila sehingga dengan pemahaman yang sama
diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Melalui penegasan
tersebut maka opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde
Baru.

35. Penerapan bhinneka tunggal ika d masy umumny scra? Obj sbj operasional?

"berbeda-beda tetapi tetap satu jua"

36. Kbaikn sistem liberal?

Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah:

1. Amerika Serikat
2. Inggris
3. Perancis
4. Belgia
5. Irlandia
6. Swiss
7. Kanada
8. Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut:

1. Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan


ekonomi.
2. Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
3. Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan
sendiri.

Kebaikan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut:

1. Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.


2. Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong
kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
3. Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
4. Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.

Keburukan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut:

1. Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
2. Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
3. Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-
besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan.

37. Indonesia mjd anggota tdk tetap DK PBB sbnyk?

3 kali

38. ACFTA

ACFTA
ACFTA adalah suatu kawasan perdagangan bebas di antara anggota-anggota ASEAN dan Cina.
Kerangka kerjasama kesepakatan ini ditandatangani di Phnom Penh, Cambodia, 4 November
2002, dan ditujukan bagi pembentukan kawasan perdagangan bebas pada tahun 2010, tepatnya 1
Januari 2010. Setelah pembentukannya ini ia menjadi kawasan perdagangan bebas terbesar
sedunia dalam ukuran jumlah penduduk dan ketiga terbesar dalam ukuran volume perdagangan,
setelah Kawasan Perekonomian Eropa dan NAFTA.

Usulan pembentukan kawasan ini dicetuskan Cina pada bulan November 2000. Pada saat itu
Cina memprediksi akan menggeser Amerika Serikat pada posisi mitra dagang utama ketiga
ASEAN, setelah Jepang dan Uni Eropa. Pada rentang waktu antara 2003 dan 2008, volume
perdagangannya dengan ASEAN tumbuh dari US$59.6 milyar menjadi US$192.5 milyar. Cina
juga diprediksi menjadi negara eksporter dunia terbesar pada tahun 2010.

39. trisila menurut sukarno

Pancasila bila disederhanakan menjadi tiga sila adalah

1. Sosio kebangsaan/nasionalisme

2. Sosio kerakyatan/demokrasi

3. yang ber keTuhanan

lalu apa maksud dari tiga sila tersebut??

inilah nasinalisme, demokrasi dan keTuhanan menurut bung karno (penggali pancasila)

A. Sosio-nasionalisme

1. Sosio-nasionalisme adalah “nasionalisme kemasyarakatan”, nasionalisme yang mencari


selamatnya seluruh masyarakat dan bertindak menurut wet-wet nya masyarakat…

2. Sosio-nasionalisme adalah nasionalisme politik dan nasionalisme ekonomi,…suatu


nasionalisme yang mencari keberesan politik dan keberesan ekonomi, keberesan negeri dan
keberesan rejeki…

3. Nasionalis yang bukan Chauvinis, tak boleh tidak haruslah menolak segala faham
pengecualian yang sempit-budi itu. Nasionalis yang sejati, yang nasionalismenya itu bukan
semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta
akan manusia dan kemanusiaan.

B. Sosio-demokrasi
1. Sosio demokrasi adalah timbul karena sosio-nasionalisme. Sosio-semokrasi adalah pola
demokrasi yang berdiri dengan dua-dua kakinya di dalam masyarakat. Sosio-demokrasi tidak
ingin mengabdi kepentingan sesuatu gundukan kecil saja, tetapi kepentingan masyarakat. Sosio-
demokrasi bukanlah demokrasi ala Netherland, ala jerman, dan lain-lain, tetapi ia adalah
demokrasi sejati yang mencari keberesan politik dan ekonomi, keberesan negeri, dan keberesan
rejeki.

2. Berilah bangsa kita satu demokrasi yang tidak liar. Berilah bangsa kita satu demokrasi gotong-
royong yang tidak jegal-jegalan. Berilah bangsa kita satu demokrasi terpimpin !!!

3. Demokrasi Indonesia sejak jaman purbakala mula adalah demokrasi terpimpin, dan ini adalah
karakteristik demokrasi asli di benua Asia. Demokrasi terpimpin adalah demokrasi kekeluargaan
tanpa anarkhinya liberalisme, dan tanpa autokrasinya diktator.

C. KeTuhanan

Keyakinan Bung Karno percaya terhadap Tuhan YME tercermin dalam pidato pengukuhan gelar
honoris causa di IAIN Jakarta:

“…ya kalau saudara tanya apakah Bung Karno itu percaya kepada Tuhan ? Saya Menjawab: ya,
saya percaya kepada Tuhan. Karena itu, dengan keyakinan saya berkata, negara yang tidak
menyembah Tuhan, akhirnya akan cilaka, lenyap dari muka bumi.”

Keutuhan jiwa Bung Karno juga tercermin dalam tulisan Bung Karno, Sarinah Kewajiban
Wanita dalam perdjoeangan Republik Indonesia:

…Dan…entah dimengerti orang atau tidak…saya mencintai sosialisme, oleh karena saya ber-
Tuhan dan menyembah Tuhan. Saya mencintai sosialisme karena saya mencintai Islam. Saya
mencintai sosialisme dan berjuang untuk sosialisme itu, malahan sebagai salah satu ibadah
kepada Allah. Didalam cita-cita politikku aku ini nasionalis, di dalam cita-cita sosialku, aku ini
sosialis, di dalam cita-cita sukmaku aku ini sama sekali Theis. Sama sekali percaya kepada
Tuhan, Sama sekali ingin mengabdi kepada Tuhan…”

40. civil society

Masyarakat Madani (dalam bahasa Inggris: civil society) dapat diartikan sebagai suatu
masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya.[1] Kata
madani sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya civil atau civilized (beradab).[1] Istilah
masyarakat madani adalah terjemahan dari civil atau civilized society, yang berarti masyarakat
yang berperadaban.[1] Untuk pertama kali istilah Masyarakat Madani dimunculkan oleh Anwar
Ibrahim, mantan wakil perdana menteri Malaysia.[2] Menurut Anwar Ibrahim, masyarakat
madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin
keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat.[2] Inisiatif dari individu
dan masyarakat akan berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-
undang dan bukan nafsu atau keinginan individu. [2]

Dawam Rahardjo mendefinisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang
mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama.[2] Dawam menjelaskan, dasar utama dari
masyarakat madani adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman
hidup, menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan
hidup dalam suatu persaudaraan.[2] Masyarakat Madani pada prinsipnya memiliki multimakna,
yaitu masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleransi,
berpotensi, aspiratif, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten memiliki bandingan, mampu
berkoordinasi, sederhana, sinkron, integral, mengakui, emansipasi, dan hak asasi, namun yang
paling dominan adalah masyarakat yang demokratis.[3]

Masyarakat madani adalah kelembagaan sosial yang akan melindungi warga negara dari
perwujudan kekuasaan negara yang berlebihan.[4] Bahkan Masyarakat madani tiang utama
kehidupan politik yang demokratis.[4] Sebab masyarakat madani tidak saja melindungi warga
negara dalam berhadapan dengan negara, tetapi juga merumuskan dan menyuarakan aspirasi
masyarakat.[4]

42. pimpinan gerakan 3 A

Tiga A adalah propaganda Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II yaitu "Nippon Pemimpin Asia",
"Nippon Pelindung Asia" dan "Nippon Cahaya Asia". Gerakan Tiga A didirikan pada tanggal 29 Maret
1942. Pelopor gerakan Tiga A ialah Shimizu Hitoshi. Ketua Gerakan Tiga A dipercayakan kepada Mr.
Syamsuddin. Gerakan Tiga A bukanlah gerakan kebangsaan Indonesia. Gerakan ini lahir semata - mata
untuk memikat hati dan menarik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang. Gerakan Tiga A
pertama kali melakukan kegiatan di Surabaya. Gerakan ini kurang mendapat perhatian rakyat, karena
bukan gerakan kebangsaan Indonesia. Oleh karena kurang berhasil menggerakkan rakyat Indonesia
dalam membantu usaha tentara Jepang, maka gerakan ini dibubarkan pada tahun 1943 dan digantikan
oleh Putera.

43. alasan dibentuknya seinendan

Seinendan adalah sebuah organisasi barisan pemuda yang dibentuk tanggal 9 Maret 1943 oleh tentara
Jepang di Indonesia.[1] Tujuan dari organisasi seinendan ini adalah untuk mendidik dan melatih para
pemuda agar dapat mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri.[1] Akan tetapi, maksud
yang sebenarnya ialah untuk mempersiapkan pemuda Indonesia untuk membantu militer Jepang untuk
menghadapi pasukan Sekutu.[1] Organisasi ini bercorak militer dan semi militer.[1] Organisasi ini di bawah
kepemimpinan Gunseikan.[2] Persyaratan untuk menjadi anggota Seinendan tidak begitu sulit, seluma
anggotanya tercatat sebanyak 35.500 orang pemuda dari seluruh jawa.[2] Jumlah ini berkembang
menjadi kira-kira 500.000 orang pemuda pada akhir masa pendudukan Jepang.[2] Secara resmi
disebutkan bahwa pembentukan ini bertujuan untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat
menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri, maksudnya yang disembunyikan
ialah agar dengan demikian memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat usaha mencapai
kemenangan akhir dalam perang saat itu, yaitu perang terhadap sekutu.[2] Saat pelatihan organisasi ini
diberikan pelatihan-pelatihan militer baik untuk mempertahankan diri maupun untuk penyerangan,
mereka ini adalah pemuda-pemuda Asia yang berusia antara 15-25 tahun (kemudian diubah menjadi 14-
22 tahun)

44. bukti riil bahwa dlm masa orde lama UUd 45 terus diperjuangkan

47. tgl pelaksanaan pemilu 1955

15 Desember 1955

49. hasil bali democracy forum

Chair's Statement.

50. siapa yg mengusulkan pertama kali bahwa tiap2 negara merdeka membutuhkan dasar negara

51. UUD pasal 28, 28 A-E mengenai apa

 pasal 28a
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

 pasal 28b
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan
yang sah.
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

 Pasal 28C
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu
pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas
hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk
membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

 Pasal 28D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama dihadapan hukum.

(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam
hubungan kerja.

(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

 Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran,
memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya,
serta berhak kembali.

(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati
nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

52. Pasal 16 mengenai apa

Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan
kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undang-undang.

55. Demokrasi terpimpin

Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem demokrasi di mana seluruh keputusan serta pemikiran
berpusat pada pemimpin negara, kala itu Presiden Soekarno. Konsep sistem Demokrasi Terpimpin
pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal
10 November 1956.

57. Jendral Inggris saat Inggris menjajah Indonesia

Thomas Stamford raffles (TSR)

58. BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (独立準備調査会


Dokuritsu Junbii Chōsakai?) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan
balatentara Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar
Hirohito. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia
dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI
beranggotakan 62 orang yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman
Wedyodiningrat dengan wakil ketua Ichibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji
Soeroso.

Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang
beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh Raden Pandji Soeroso dengan
wakil Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda Toyohiko (orang Jepang). Tugas dari
BPUPKI sendiri adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek
politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan
negara Indonesia merdeka.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan kemudian membentuk Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai,
dengan anggota berjumlah 21 orang, sebagai upaya untuk mencerminkan perwakilan dari
berbagai etnis di wilayah Hindia Belanda[1], terdiri dari: 12 orang asal Jawa, 3 orang asal
Sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa
Tenggara), 1 orang asal Maluku, 1 orang asal etnis Tionghoa.

Awal persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI


Kekalahan Jepang dalam perang Pasifik semakin jelas, Perdana Menteri Jepang, Jenderal
Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan
dimerdekakan kelak, sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya.
Dengan cara itu, Jepang berharap tentara Sekutu akan disambut oleh rakyat Indonesia sebagai
penyerbu negara mereka, sehingga pada tanggal 1 Maret 1945 pimpinan pemerintah pendudukan
militer Jepang di Jawa, Jenderal Kumakichi Harada, mengumumkan dibentuknya suatu badan
khusus yang bertugas menyelididki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, yang
dinamakan "Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia" (BPUPKI)
atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai. Pembentukan BPUPKI juga untuk
menyelidiki, mempelajari dan memepersiapakan hal-hal penting lainnya yang terkait dengan
masalah tata pemerintahan guna mendirikan suatu negara Indonesia merdeka.

BPUPKI resmi dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945, bertepatan dengan ulang tahun kaisar
Jepang, Kaisar Hirohito. Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat,
dari golongan nasionalis tua, ditunjuk menjadi ketua BPUPKI dengan didampingi oleh dua orang
ketua muda (wakil ketua), yaitu Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yosio (orang Jepang).
Selain menjadi ketua muda, Raden Pandji Soeroso juga diangkat sebagai kepala kantor tata usaha
BPUPKI (semacam sekretariat) dibantu Masuda Toyohiko dan Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo.
BPUPKI sendiri beranggotakan 69 orang, yang terdiri dari: 62 orang anggota aktif adalah tokoh
utama pergerakan nasional Indonesia dari semua daerah dan aliran, serta 7 orang anggota
istimewa adalah perwakilan pemerintah pendudukan militer Jepang, tetapi wakil dari bangsa
Jepang ini tidak mempunyai hak suara (keanggotaan mereka adalah pasif, yang artinya mereka
hanya hadir dalam sidang BPUPKI sebagai pengamat saja).

Selama BPUPKI berdiri, telah diadakan dua kali masa persidangan resmi BPUPKI, dan juga
adanya pertemuan-pertemuan yang tak resmi oleh panitia kecil di bawah BPUPKI, yaitu adalah
sebagai berikut :
Sidang resmi pertama

Persidangan resmi BPUPKI yang pertama pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945

Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pelantikan dan sekaligus seremonial pembukaan
masa persidangan BPUPKI yang pertama di gedung "Chuo Sangi In", yang pada zaman kolonial
Belanda gedung tersebut merupakan gedung Volksraad (dari bahasa Belanda, semacam lembaga
"Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda" pada masa penjajahan Belanda), dan kini gedung
itu dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila, yang berlokasi di Jalan Pejambon 6 – Jakarta.
Namun masa persidangan resminya sendiri (masa persidangan BPUPKI yang pertama) diadakan
selama empat hari dan baru dimulai pada keesokan harinya, yakni pada tanggal 29 Mei 1945,
dan berlangsung sampai dengan tanggal 1 Juni 1945, dengan tujuan untuk membahas bentuk
negara Indonesia, filsafat negara "Indonesia Merdeka" serta merumuskan dasar negara
Indonesia.

Upacara pelantikan dan seremonial pembukaan masa persidangan BPUPKI yang pertama ini
dihadiri oleh seluruh anggota BPUPKI dan juga dua orang pembesar militer jepang, yaitu:
Panglima Tentara Wilayah ke-7, Jenderal Izagaki, yang menguasai Jawa serta Panglima Tentara
Wilayah ke-16, Jenderal Yuichiro Nagano. Namun untuk selanjutnya pada masa persidangan
resminya itu sendiri, yang berlangsung selama empat hari, hanya dihadiri oleh seluruh anggota
BPUPKI.

Sebelumnya agenda sidang diawali dengan membahas pandangan mengenai bentuk negara
Indonesia, yakni disepakati berbentuk "Negara Kesatuan Republik Indonesia" ("NKRI"),
kemudian agenda sidang dilanjutkan dengan merumuskan konstitusi Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Untuk hal ini, BPUPKI harus merumuskan dasar negara Republik Indonesia terlebih
dahulu yang akan menjiwai isi dari Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
itu sendiri, sebab Undang-Undang Dasar adalah merupakan konstitusi Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Guna mendapatkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, maka
agenda acara dalam masa persidangan BPUPKI yang pertama ini adalah mendengarkan pidato
dari tiga orang tokoh utama pergerakan nasional Indonesia, yang mengajukan pendapatnya
tentang dasar negara Republik Indonesia itu adalah sebagai berikut :
1. Sidang tanggal 29 Mei 1945, Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. berpidato
mengemukakan gagasan mengenai rumusan lima asas dasar negara Republik Indonesia,
yaitu: “1. Peri Kebangsaan; 2. Peri Kemanusiaan; 3. Peri Ketuhanan; 4. Peri Kerakyatan;
dan 5. Kesejahteraan Rakyat”.
2. Sidang tanggal 31 Mei 1945, Prof. Mr. Dr. Soepomo berpidato mengemukakan gagasan
mengenai rumusan lima prinsip dasar negara Republik Indonesia, yang dia namakan
"Dasar Negara Indonesia Merdeka", yaitu: “1. Persatuan; 2. Kekeluargaan; 3. Mufakat
dan Demokrasi; 4. Musyawarah; dan 5. Keadilan Sosial”.
3. Sidang tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato mengemukakan gagasan mengenai
rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia, yang dia namakan "Pancasila",
yaitu: “1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan; 3.
Mufakat atau Demokrasi; 4. Kesejahteraan Sosial; dan 5. Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Gagasan mengenai rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia yang dikemukakan oleh
Ir. Soekarno tersebut kemudian dikenal dengan istilah "Pancasila", masih menurut dia bilamana
diperlukan gagasan mengenai rumusan Pancasila ini dapat diperas menjadi "Trisila" (Tiga Sila),
yaitu: “1. Sosionasionalisme; 2. Sosiodemokrasi; dan 3. Ketuhanan Yang Berkebudayaan”.
Bahkan masih menurut Ir. Soekarno lagi, Trisila tersebut bila hendak diperas kembali
dinamakannya sebagai "Ekasila" (Satu Sila), yaitu merupakan sila: “Gotong-Royong”, ini adalah
merupakan upaya dari Bung Karno dalam menjelaskan bahwa konsep gagasan mengenai
rumusan dasar negara Republik Indonesia yang dibawakannya tersebut adalah berada dalam
kerangka "satu-kesatuan", yang tak terpisahkan satu dengan lainnya. Masa persidangan BPUPKI
yang pertama ini dikenang dengan sebutan detik-detik lahirnya Pancasila dan tanggal 1 Juni
ditetapkan dan diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Pidato dari Ir. Soekarno ini sekaligus mengakhiri masa persidangan BPUPKI yang pertama,
setelah itu BPUPKI mengalami masa reses persidangan (periode jeda atau istirahat) selama satu
bulan lebih. Sebelum dimulainya masa reses persidangan, dibentuklah suatu panitia kecil yang
beranggotakan 9 orang, yang dinamakan "Panitia Sembilan" dengan diketuai oleh Ir. Soekarno,
yang bertugas untuk mengolah usul dari konsep para anggota BPUPKI mengenai dasar negara
Republik Indonesia.
Masa antara sidang resmi pertama dan sidang resmi kedua

Naskah Asli "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter" yang dihasilkan oleh "Panitia Sembilan" pada
tanggal 22 Juni 1945

Sampai akhir dari masa persidangan BPUPKI yang pertama, masih belum ditemukan titik temu
kesepakatan dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat,
sehingga dibentuklah "Panitia Sembilan" tersebut di atas guna menggodok berbagai masukan
dari konsep-konsep sebelumnya yang telah dikemukakan oleh para anggota BPUPKI itu. Adapun
susunan keanggotaan dari "Panitia Sembilan" ini adalah sebagai berikut :

1. Ir. Soekarno (ketua)


2. Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua)
3. Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
4. Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. (anggota)
5. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (anggota)
6. Abdoel Kahar Moezakir (anggota)
7. Raden Abikusno Tjokrosoejoso (anggota)
8. Haji Agus Salim (anggota)
9. Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)

Sesudah melakukan perundingan yang cukup sulit antara 4 orang dari kaum kebangsaan (pihak
"Nasionalis") dan 4 orang dari kaum keagamaan (pihak "Islam"), maka pada tanggal 22 Juni
1945 "Panitia Sembilan" kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara Republik
Indonesia yang kemudian dikenal sebagai "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter", yang pada
waktu itu disebut-sebut juga sebagai sebuah "Gentlement Agreement". Setelah itu sebagai ketua
"Panitia Sembilan", Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia kecil yang dipimpinnya kepada
anggota BPUPKI berupa dokumen rancangan asas dan tujuan "Indonesia Merdeka" yang disebut
dengan "Piagam Jakarta" itu. Menurut dokumen tersebut, dasar negara Republik Indonesia
adalah sebagai berikut :

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,


2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia,
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan,
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rancangan itu diterima untuk selanjutnya dimatangkan dalam masa persidangan BPUPKI yang
kedua, yang diselenggarakan mulai tanggal 10 Juli 1945.

Di antara dua masa persidangan resmi BPUPKI itu, berlangsung pula persidangan tak resmi yang
dihadiri 38 orang anggota BPUPKI. Persidangan tak resmi ini dipimpin sendiri oleh Bung Karno
yang membahas mengenai rancangan "Pembukaan (bahasa Belanda: "Preambule") Undang-
Undang Dasar 1945", yang kemudian dilanjutkan pembahasannya pada masa persidangan
BPUPKI yang kedua (10 Juli-17 Juli 1945).

Sidang resmi kedua

Persidangan resmi BPUPKI yang kedua pada tanggal 10 Juli-14 Juli 1945

Masa persidangan BPUPKI yang kedua berlangsung sejak tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal
14 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kali ini membahas tentang wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia, kewarganegaraan Indonesia, rancangan Undang-Undang Dasar, ekonomi
dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidengajaran. Pada persidangan BPUPKI yang kedua
ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk
itu antara lain adalah: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai oleh Ir. Soekarno),
Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai oleh Raden Abikusno Tjokrosoejoso), dan Panitia
Ekonomi dan Keuangan (diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta).

Pada tanggal 11 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh
Ir. Soekarno, membahas pembentukan lagi panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah
khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang yaitu sebagai
berikut :

1. Prof. Mr. Dr. Soepomo (ketua panitia kecil)


2. Mr. KRMT Wongsonegoro (anggota)
3. Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (anggota)
4. Mr. Alexander Andries Maramis (anggota)
5. Mr. Raden Panji Singgih (anggota)
6. Haji Agus Salim (anggota)
7. Dr. Soekiman Wirjosandjojo (anggota)

Pada tanggal 13 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh
Ir. Soekarno, membahas hasil kerja panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus
merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang tersebut.

Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia Perancang Undang-
Undang Dasar, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, Ir. Soekarno. Dalam laporan
tersebut membahas mengenai rancangan Undang-Undang Dasar yang di dalamnya tercantum
tiga masalah pokok yaitu :

1. Pernyataan tentang Indonesia Merdeka


2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
3. Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-
Undang Dasar 1945", yang isinya meliputi :

 Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia Belanda dahulu,
ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayah
Serawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam), Papua, Timor-
Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya,
 Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan,
 Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik,
 Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih,
 Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.

Konsep proklamasi kemerdekaan negara Indonesia baru rencananya akan disusun dengan
mengambil tiga alenia pertama "Piagam Jakarta", sedangkan konsep Undang-Undang Dasar
hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat "Piagam Jakarta". Sementara itu, perdebatan
terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam, Syariat Islam,
dalam negara Indonesia baru. "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter" pada akhirnya disetujui
dengan urutan dan redaksion yang sedikit berbeda.
Persiapan kemerdekaan dilanjutkan oleh PPKI

Persidangan resmi PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan
tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan Undang-Undang Dasar bagi negara Indonesia
Merdeka, dan digantikan dengan dibentuknya "Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia"
("PPKI") atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai dengan Ir. Soekarno sebagai
ketuanya.

Tugas "PPKI" ini yang pertama adalah meresmikan pembukaan (bahasa Belanda: preambule)
serta batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Tugasnya yang kedua adalah melanjutkan hasil
kerja BPUPKI, mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak pemerintah pendudukan
militer Jepang kepada bangsa Indonesia, dan mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut
masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru.

Anggota "PPKI" sendiri terdiri dari 21 orang tokoh utama pergerakan nasional Indonesia,
sebagai upaya untuk mencerminkan perwakilan dari berbagai etnis di wilayah Hindia Belanda,
terdiri dari: 12 orang asal Jawa, 3 orang asal Sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal
Kalimantan, 1 orang asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku, 1 orang asal etnis
Tionghoa. "PPKI" ini diketuai oleh Ir. Soekarno, dan sebagai wakilnya adalah Drs. Mohammad
Hatta, sedangkan sebagai penasihatnya ditunjuk Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.
Kemudian, anggota "PPKI" ditambah lagi sebanyak enam orang, yaitu: Wiranatakoesoema, Ki
Hadjar Dewantara, Mr. Kasman Singodimedjo, Mohamad Ibnu Sayuti Melik, Iwa
Koesoemasoemantri, dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Secara simbolik "PPKI" dilantik oleh Jendral Terauchi, pada tanggal 9 Agustus 1945, dengan
mendatangkan Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta dan Dr. Kanjeng Raden Tumenggung
(K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat ke "Kota Ho Chi Minh" atau dalam bahasa Vietnam: Thành
phố Hồ Chí Minh (dahulu bernama: Saigon), adalah kota terbesar di negara Vietnam dan terletak
dekat delta Sungai Mekong.

Pada saat "PPKI" terbentuk, keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka semakin memuncak.
Memuncaknya keinginan itu terbukti dengan adanya tekad yang bulat dari semua golongan untuk
segera memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia. Golongan muda kala itu
menghendaki agar kemerdekaan diproklamasikan tanpa kerjasama dengan pihak pemerintah
pendudukan militer Jepang sama sekali, termasuk proklamasi kemerdekaan dalam sidang
"PPKI". Pada saat itu ada anggapan dari golongan muda bahwa "PPKI" ini adalah hanya
merupakan sebuah badan bentukan pihak pemerintah pendudukan militer Jepang. Di lain pihak
"PPKI" adalah sebuah badan yang ada waktu itu guna mempersiapkan hal-hal yang perlu bagi
terbentuknya suatu negara Indonesia baru.

Tetapi cepat atau lambatnya kemerdekaan Indonesia bisa diberikan oleh pemerintah pendudukan
militer Jepang adalah tergantung kepada sejauh mana semua hasil kerja dari "PPKI". Jendral
Terauchi kemudian akhirnya menyampaikan keputusan pemerintah pendudukan militer Jepang
bahwa kemerdekaan Indonesia akan diberikan pada tanggal 24 Agustus 1945. Seluruh persiapan
pelaksanaan kemerdekaan Indonesia diserahkan sepenuhnya kepada "PPKI". Dalam suasana
mendapat tekanan atau beban berat seperti demikian itulah "PPKI" harus bekerja keras guna
meyakinkan dan mewujud-nyatakan keinginan atau cita-cita luhur seluruh rakyat Indonesia, yang
sangat haus dan rindu akan sebuah kehidupan kebangsaan yang bebas, yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur.

Ir. Soekarno membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diketik oleh
Mohamad Ibnu Sayuti Melik dan telah ditandatangani oleh Soekarno-Hatta

Sementara itu dalam sidang "PPKI" pada tanggal 18 Agustus 1945, dalam hitungan kurang dari
15 menit telah terjadi kesepakatan dan kompromi atas lobi-lobi politik dari pihak kaum
keagamaan yang beragama non-Muslim serta pihak kaum keagamaan yang menganut ajaran
kebatinan, yang kemudian diikuti oleh pihak kaum kebangsaan (pihak "Nasionalis") guna
melunakkan hati pihak tokoh-tokoh kaum keagamaan yang beragama Islam guna dihapuskannya
"tujuh kata" dalam "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter".

Setelah itu Drs. Mohammad Hatta masuk ke dalam ruang sidang "PPKI" dan membacakan
empat perubahan dari hasil kesepakatan dan kompromi atas lobi-lobi politik tersebut. Hasil
perubahan yang kemudian disepakati sebagai "pembukaan (bahasa Belanda: "preambule") dan
batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945", yang saat ini biasa disebut dengan hanya UUD '45
adalah :

 Pertama, kata “Mukaddimah” yang berasal dari bahasa Arab, muqaddimah, diganti
dengan kata “Pembukaan”.
 Kedua, anak kalimat "Piagam Jakarta" yang menjadi pembukaan Undang-Undang Dasar
1945, diganti dengan, “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”.
 Ketiga, kalimat yang menyebutkan “Presiden ialah orang Indonesia asli dan beragama
Islam”, seperti tertulis dalam pasal 6 ayat 1, diganti dengan mencoret kata-kata “dan
beragama Islam”.
 Keempat, terkait perubahan poin Kedua, maka pasal 29 ayat 1 dari yang semula
berbunyi: “Negara berdasarkan atas Ketuhananan, dengan kewajiban menjalankan
Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi berbunyi: “Negara
berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa”.

"PPKI" sangat berperan dalam penataan awal negara Indonesia baru. Walaupun kelompok muda
kala itu hanya menganggap "PPKI" sebagai sebuah lembaga buatan pihak pemerintah
pendudukan militer Jepang, namun terlepas dari anggapan tersebut, peran serta jasa badan ini
sama sekali tak boleh kita remehkan dan abaikan, apalagi kita lupakan. Anggota "PPKI" telah
menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka dengan sebaik-baiknya, hingga pada
akhirnya "PPKI" dapat meletakkan dasar-dasar ketatanegaraan yang kuat bagi negara Indonesia
yang saat itu baru saja berdiri.

59. Dewan PBB

24 Oktober 1945, Lake Success, New York, Amerika

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB, bahasa Inggris: United Nations, disingkat UN) adalah
organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk mendorong
kerjasama internasional. Badan ini merupakan pengganti Liga Bangsa-Bangsa dan didirikan
setelah Perang Dunia II untuk mencegah terjadinya konflik serupa. Pada saat didirikan, PBB
memiliki 51 negara anggota; saat ini terdapat 193 anggota. Selain negara anggota, beberapa
organisasi internasional, dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat
permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang hanya berstatus
sebagai pengamat.[2] Palestina dan Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states)
dan termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil permanen di PBB, sedangkan
Palestina mempunyai kantor permanen di PBB)[3]

Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa terletak di New York, Amerika Serikat, dan memiliki hak
ekstrateritorialitas. Kantor utama lain terletak di Jenewa, Nairobi, dan Wina. Organisasi ini
didanai dari sumbangan yang ditaksir, dan sukarela dari negara-negara anggotanya.

Tujuan utama PBB adalah (1) menjaga perdamaian dan keamanan dunia, (2) memajukan dan
mendorong hubungan persaudaraan antarbangsa melalui penghormatan hak asasi manusia, (3)
membina kerjasama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan
lingkungan, (4) menjadi pusat penyelarasan segala tindakan bersama terhadap negara yang
membahayakan perdamaian dunia, dan (5) menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi
kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata.

Asas PBB adalah sebagai berikut (1) Semua anggota mempunyai persamaan derajat dan
kedaulatan, (2) Setiap anggota akan menyelesaikan segala persengketaan dengan jalan damai
tanpa membahayakan perdamaian, keamanan dan keadilan, (3) Setiap anggota memberikan
bantuan pada PBB sesuai Piagam PBB, dan (4) PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam
negeri negara lain.

Selama Perang Dunia II, Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt memulai pembicaraan
mengenai badan penerus Liga Bangsa-Bangsa dengan Perdana Menteri Inggris Winston
Churchill di atas kapal perang Augusta di teluk New Foundland. Piagam Perserikatan Bangsa-
Bangsa disusun dalam sebuah konferensi pada April-Juni 1945. Piagam ini mulai berlaku pada
24 Oktober 1945, dan maka PBB mulai beroperasi. Sidang Umum yang pertama - dihadiri wakil
dari 51 negara - baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London).

Misi PBB untuk menjaga perdamaian dunia pada awalnya cukup sulit untuk dicapai akibat
Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. PBB berpartisipasi dalam operasi militer
di Korea dan Kongo, serta menyetujui pendirian negara Israel pada tahun 1947. Keanggotaan
organisasi ini berkembang pesat setelah periode dekolonisasi pada tahun 1960-an, dan pada
tahun 1970-an anggaran untuk program pembangunan ekonomi, dan sosial jauh melebihi
anggaran untuk pemeliharaan perdamaian. Setelah berakhirnya Perang Dingin, PBB
melancarkan misi militer, dan pemeliharaan perdamaian di berbagai belahan dunia dengan hasil
yang berbeda-beda.

PBB memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2001, dan beberapa petugas, dan
badannya juga telah memperoleh hadiah tersebut. Namun, terdapat perbedaan pendapat
mengenai efektivitas PBB. Beberapa komentator meyakini organisasi ini berperan penting dalam
menjaga perdamaian, dan mendorong pembangunan manusia, sementara komentator yang lain
merasa organisasi ini tidak efektif, korup, atau bias.

61. Nilai-nilai Pancasila

62. Arti Bhinneka Tunggal Ika secara harfiah

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara
Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda
tetapi tetap satu”. Diterjemahkan per kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda.

63. Dasasila Bandung

Dasasila Bandung
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dasasila Bandung adalah sepuluh poin hasil pertemuan Konferensi Asia–Afrika yang
dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Bandung, Indonesia. Pernyataan ini berisi tentang
"pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini
memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru. [1] [2] [3] [4]
Isi Dasasila Bandung
1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam
piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain
5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun
kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB
6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi
kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain
7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan
terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan,
persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut
pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBBcc
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional

65. Konstituante, membahas DPR akan kembali kepada UUD45 diperkuat dengan landasan apa

66. Pasal-pasal UUD45 tentang hak dan kewajiban warga negara

Hak dan kewajiban Warga Negara Dalam UUD 1945 (Pasal Pasalnya)
September 18, 2013 ~ ersaantabelia

Pasal 27 Ayat 1 UUD 1945.


Pasal ini menyebutkan, ‘segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Pasal 27 ayat 2 berbunyi : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak.

pasal 27 ayat 3 UUD 1945 (hasil amandemen)


“ setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”.

Pasal 28 UUD 1945


”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan
sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”

Undang-undang Nomor Dasar Tahun 1945 Pasal 28 (A-J) tentang Hak Asasi Manusia yang
terdiri dari :
Pasal 28 A
(1) Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup dan kehidupannya

Pasal 28 B
(1) Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.
(2) Hak anak untuk kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta hak atas perlindungan
dari kekerasan dan diskriminasi

Pasal 28 C
(1) Hak untuk mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar nya, Hak untuk
mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni,
dan budaya
(2) Hak untuk mengajukan diri dalam memperjuangkan haknya secara kolektif

Pasal 28 D
(1) Hak atas pengakuan, jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil dan perlakuan
yang sama di depan hukum
(2) Hak utnuk bekerja dan mendapat imbalan serta perlakuan yang adil dan layak dalam
hubungan kerja
(3) Hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan
(4) Hak atas status kewarganegaraan

Pasal 28 E
(1) Hak kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah menurut agamanya , memilih
pekerjaannya, kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya, serta berhak untuk kembali
(2) Hak kebebasan untuk meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai hati
nuraninya.
(3) Hak kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat

Pasal 28 F
(1) Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi

Pasal 28 G
(1) Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, Hak
atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat
sesuatu yang merupakan hak asasi manusia.
(2) Hak untuk bebeas dari penyiksaan (torture) dan perlakuan yang merendahkan derajat
martabat manusia

Pasal 28 H
(1) Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan
hidup yang baik dan sehat, Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan .
(2) Hak untuk mendapat kemudahan dan perlakuan khusus guna mencapai persamaan dan
keadilan
(3) Hak atas jaminan sosial
(4) Hak atas milik pribadi yang tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh siapapun.

Pasal 28 I
(1) Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (retroaktif)
(2) Hak untuk bebas dari perlakuan diskriminasi atas dasar apapun dan berhak mendapat
perlindungan dari perlakuan diskriminatif tersebut
(3) Hak atas identitas budaya dan hak masyarakat tradisional

Pasal 28 J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(2) Dalam menjalankan dan melindungi hak asasi dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk
menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain, dan untuk
memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan,
dan ketetiban umum.

Pasal 29 Ayat 2 Tentang : “Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama masing-
masing tanpa adanya paksaan dan beribadah menurut kepercayaannya masing-masing.”

Pasal 30
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan
negara.** )
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan
keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik
Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.** )
(3)Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan laut dan Angkatan Udara
sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan
kedaulatan negara.** )
(4)Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan
ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta
menegakkan Hukum.**)
(5)Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia,
hubungandan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik
Indonesia di dalammenjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha
pertahanan dankeamanan diatur dengan undang-undang.** )

Pasal 31
(1)Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan****)
(2)Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
mbiayainya.****)
(3)Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.****)
(4)Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari
anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah
untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.****)
(5)Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai
agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.****)

Pasal 32
(1)Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai
Budayanya.**** )
(2)Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.****
)

pasal 33
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang
banyak dikuasai oleh Negara.
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip
kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan
masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

67. Pemberontakan-pemberontakan setelah kemerdekaan

PERITIWA MADIUN, 18 SEPTEMBER 1948


Peristiwa madiun ini di bawah pimpinan Moeso yang baru kembali dari Moskow. Aliran
kiri itu merebut Madiun dan memproklamasikan “Sovyet Republik Indonesia”. Namun
mereka dapat di tumpas oleh TNI.

B. PEMBERONTAKAN KARTSUWIRYO, 19 DESEMBER 1948


Peristiwa ini terjadi di Jawa Barat, yang dilakukan oleh pasukan Darul Islam dibawah
pimpinan Kartosuwiryo. Namun mereka dapat di hancurkan oleh pasukan Divisi Siliwangi.

C. Peristiwa apra di bandung, 23 januari 1950


APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di bawah pimpina Westerling memberontak kepada
RIS ( Republik Indonesia Serikat). APRA dapat di hancurkan pada tanggal 24 Januari 1950.

D. PERISTIWA andi azis di ujungpANDANG, 5 APRIL1950


Andi Azis seoang bekas KNIL memberontak kepada RIS. Andi Azis menyerah pada
tanggal 26 April 1950.

E. PERISTIWA RMS DI MALUKU, 1 NOVEMBER 1950


RMS (Republik Maluku Selatan) di bawah pimpinan Soumokil memberontak kepada RIS.
Tetapi dapat di tumpas TNI yang dipimpin Slamet Riyadi, namun Slamet Riyadi gugur
dalam peristiwa itu.

F. PEMBERONTAKAN IBNU HAJAR DI KALIMANTAN SELATAN


Ibnu Hajar yang memimpin pemberontakan di Kalimantan Selatan dapat ditangkap pada
bulan Desember 1949.

G. PEMBERONTAKAN DI/TII DI JAWA TENGAH, 1949-1962


DI/TII (Darul Islam / Tentara Islam Indonesia) di bawah pimpinan Kartosuwiryo akan
membentuk negara islam di Indonesia.

H. PEMBERONTAKAN DI/TII DI SULAWESI SELATAN, 1957


DI/TII dibawah pimpinan Kahar Muzakar memberontak kepada Republik Indonesia.
Kahar Muzakar menyerah pada tanggal 17 Agustus 1957.

I. PEMBERONTAKAN DI/TII DI BREBES, JAWA TENGAH


Pemberontakan ini dipimpin oleh Amr Fatah.

J. PEMBERONTAKAN DI/TII DI ACEH


Pemberontakan ini dipimpin oleh Daud Beureuh.

K. PEMBERONTAKAN AMI DI KEBUMEN, JAWA TENGAH


AMI (Angkatan Muda Islam) di Kebumen, Jawa Tengah mengadakan pemberontakan,
yang dipimpin oleh Kyai Somalangu.

L. PEMBERONTAKAN BATALIYON
Peristiwa ini terjadi di Kudus, Jawa Tengah. Dan pemberontakan itu dapat digagalkan
oleh TNI.

M. Peristiwa mmc di jawa tengah


Di lereng Merapi Merbabu, Jawa Tengah, sebuah gerombolan yang menamakan Merapi
Merbabu Complek (MMC) memberontak kepada Republik Indonesia.

N. PEMBERONTAKAN PRRI DI SULAWESI, 1958-1961


PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) melakukan pemberontakan di
Sulawesi.

O. PEMBERONTAKAN PERMESTA DI SULAWESI, 1958-1961


PERMESTA (Perjuangan Rakyat Semesta) melakukan pemberontakan di Sulawesi.

P. PEMBERONTAKAN G 30 S/PKI, 30 SEPTEMBER 1965


Terjadi peristiwa penghianatan G 30 S/PKI yang dilakukan oleh kelompok Dewan
Revolusi Indonesia pimpinan Letkol Untung. Komamndan Batalyon I Kawal Kehormatan
Resiman Cakrabirawa. PKI beserta ormas-ormasnya di bekukan. Yang disebut ormas PKI
adalah Pemuda Rakyat (PR), Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI), Barisan Tani
Indonesia (BTI), Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), Perhimpunan
Mahasiswa Indonesia (PERHIM), Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI), dan Himpunan
Sarjana Indonesia (HSI).

68. soewardi suryaningrat mendirikan apa

Tahun 1913 dia mendirikan Indonesisch Pers-bureau, "kantor berita Indonesia".

Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun
1922 di Yogyakarta 69. PNI

70. badan eksekutif siapa

Eksekutif adalah salah satu cabang pemerintahan yang memiliki kekuasaan dan bertanggungjawab
untuk menerapkan hukum. Contoh paling umum dalam sebuah cabang eksekutif disebut ketua
pemerintahan. Eksekutif dapat merujuk kepada administrasi, dalam sistem presiden, atau sebagai
pemerintah, dalam sistem parlementer.

Contoh: Amerika Serikat

Badan eksekutif terdiri atas presiden beserta menteri-menterinya yang merupakan pembantunya.
Presiden dinamakan Chief Executive.

Masa jabatan empat tahun, boleh diperpanjang delapan tahun kalau dipilih kembali.

Sistem Parlementer dengan Parliamentary Executive

Contoh: Inggris

Kekuasaan Raja bersifat simbolis. Kekuasaan sesungguhnya ada di tangan perdana menteri yang
memimpin para menteri.

Masa hidup suatu kabinet tergantung pada dukungan dalam badan legislatif.
Ada dua partai politik yang dominan, yaitu Partai Konservatif dan Partai Buruh, sehingga partai
yang menang dalam pemilu dapat mengharapkan dukungan mayoritas dalam parlemen,
sedangkan partai oposisi hanya ada satu yang menonjol.

71. kdudukan eksekutif legislatif ---> tinggian mana

egislatif

72. ttg moh Hatta

Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta (lahir dengan nama Mohammad Athar, populer sebagai
Bung Hatta; lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12
Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah tokoh pejuang,
negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno
memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda
sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana
Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada
tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak
Koperasi Indonesia.[1][2]

Bandar udara internasional Tangerang Banten, Bandar Udara Soekarno-Hatta, menggunakan


namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya. Selain diabadikan di Indonesia, nama
Mohammad Hatta juga diabadikan di Belanda yaitu sebagai nama jalan di kawasan perumahan
Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Hattastraat.[3] Pada tahun 1980, ia meninggal
dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung Hatta ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan
Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986

Mohammad Hatta lahir dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha yang berasal dari
Minangkabau. Ayahnya merupakan seorang keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat
Payakumbuh, Sumatera Barat.[5] Sedangkan ibunya berasal dari keluarga pedagang di
Bukittinggi. Ia lahir dengan nama Muhammad Athar pada tanggal 12 Agustus 1902. Namanya,
Athar berasal dari Bahasa Arab, yang berarti "harum".[6] Ia merupakan anak kedua, setelah
Rafiah yang lahir pada tahun 1900. Sejak kecil, ia telah dididik dan dibesarkan dalam lingkungan
keluarga yang taat melaksanakan ajaran agama Islam. Kakeknya dari pihak ayah, Abdurahman
Batuhampar dikenal sebagai ulama pendiri Surau Batuhampar, sedikit dari surau yang bertahan
pasca-Perang Padri.[7] Sementara itu, ibunya berasal dari keturunan pedagang. Beberapa orang
mamaknya adalah pengusaha besar di Jakarta.

Ayahnya meninggal pada saat ia masih berumur tujuh bulan.[6] Setelah kematian ayahnya, ibunya
menikah dengan Agus Haji Ning, seorang pedagang dari Palembang,[8] Haji Ning sering
berhubungan dagang dengan Ilyas Bagindo Marah, kakeknya dari pihak ibu. Dari perkawinan
Siti Saleha dengan Haji Ning, mereka dikaruniai empat orang anak, yang kesemuanya adalah
perempuan.[6]
Pendidikan dan pergaulan

Mohammad Hatta pertama kali mengenyam pendidikan formal di sekolah swasta.[9] Setelah
enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat dan sekelas dengan Rafiah, kakaknya. Namun,
pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga.[10] Ia lalu pindah ke ELS di Padang
(kini SMA Negeri 1 Padang) sampai tahun 1913,[10] kemudian melanjutkan ke MULO sampai
tahun 1917. Selain pengetahuan umum, ia telah ditempa ilmu-ilmu agama sejak kecil. Ia pernah
belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama
lainnya.[11] Selain keluarga, perdagangan memengaruhi perhatian Hatta terhadap perekonomian.
Di Padang, ia mengenal pedagang-pedagang yang masuk anggota Serikat Usaha dan juga aktif
dalam Jong Sumatranen Bond sebagai bendahara.[12] Kegiatannya ini tetap dilanjutkannya ketika
ia bersekolah di Prins Hendrik School. Mohammad Hatta tetap menjadi bendahara di Jakarta.[13]

Kakeknya bermaksud akan ke Mekkah, dan pada kesempatan tersebut, ia dapat membawa
Mohammad Hatta melanjutkan pelajaran di bidang agama, yakni ke Mesir (Al-Azhar).[14] Ini
dilakukan untuk meningkatkan kualitas surau di Batu Hampar yang memang sudah menurun
semenjak ditinggalkan Syaikh Abdurrahman. Tapi, hal ini diprotes dan mengusulkan pamannya,
Idris untuk menggantikannya.[14] Menurut catatan Amrin Imran, Pak Gaeknya kecewa dan Syekh
Arsyad pada akhirnya menyerahkan kepada Tuhan.[15]

Keluarga

Pada 18 November 1945, Hatta menikah dengan Rahmi Hatta dan tiga hari setelah menikah,
mereka bertempat tinggal di Yogyakarta. Kemudian, dikarunai 3 anak perempuan yang bernama
Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi'ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.

Perjuangan dan pergerakan


1921-1932: Sewaktu di Belanda

Hatta (berdiri, kedua dari kanan) bersama para pengurus Perhimpunan Indonesia, pada waktu itu (tahun
1925) Hatta masih berstatus seorang bendahara di situ

Pergerakan politik ia mulai sewaktu bersekolah di Belanda dari 1921-1932. Ia bersekolah di


Handels Hogeschool (kelak sekolah ini disebut Economische Hogeschool, sekarang menjadi
Universitas Erasmus Rotterdam), selama bersekolah di sana, ia masuk organisasi sosial Indische
Vereeniging yang kemudian menjadi organisasi politik dengan adanya pengaruh Ki Hadjar
Dewantara, Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. Pada tahun 1923, Hatta menjadi
bendahara dan mengasuh majalah Hindia Putera yang berganti nama menjadi Indonesia
Merdeka.[16] Pada tahun 1924, organisasi ini berubah nama menjadi Indische Vereeniging
(Perhimpunan Indonesia; PI).[17]

Pada tahun 1926, ia menjadi pimpinan Perhimpunan Indonesia. Sebagai akibatnya, ia terlambat
menyelesaikan studi.[18] Di bawah kepemimpinannya, PI mendapatkan perubahan. Perhimpunan
ini lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan di Indonesia dengan memberikan
banyak komentar, dan banyak ulasan di media massa di Indonesia.[18] Setahun kemudian, ia
seharusnya sudah berhenti dari jabatan ketua, namun ia dipilih kembali hingga tahun 1930.[19]
Pada Desember 1926, Semaun dari PKI datang kepada Hatta untuk menawarkan pimpinan
pergerakan nasional secara umum kepada PI,[18] selain itu dia dan Semaun membuat suatu
perjanjian bernama "Konvensi Semaun-Hatta". Inilah yang dijadikan alasan Pemerintah Belanda
ingin menangkap Hatta.[20] Waktu itu, Hatta belum meyetujui paham komunis. Stalin
membatalkan keinginan Semaun, sehingga hubungan Hatta dengan komunisme mulai
memburuk.[21] Sikap Hatta ini ditentang oleh anggota PI yang sudah dikuasai komunis.[22]

Pada tahun 1927, ia mengikuti sidang "Liga Menentang Imperialisme, Penindasan Kolonial dan
untuk Kemerdekaan Nasional" di Frankfurt.[a] Dalam sidang ini, pihak komunis dan utusan dari
Rusia nampak ingin menguasai sidang ini, sehingga Hatta tidak bisa percaya terhadap
komunis.[23] Pada waktu itu, majalah PI, Indonesia Merdeka masuk dengan mudah ke Indonesia
lewat penyelundupan, karena banyak penggeledahan oleh pihak kepolisian terhadap kaum
pergerakan yang dicurigai. [24]

Mohammad Hatta bersama Abdulmadjid Djojohadiningrat, Nazir Datuk Pamuntjak, dan Ali
Sastroamidjojo

Pada 25 September 1927, Hatta bersama Ali Sastroamidjojo, Nazir Datuk Pamuntjak, dan
Madjid Djojohadiningrat ditangkap oleh penguasa Belanda atas tuduhan mengikuti partai
terlarang yang dikait-kaitkan dengan Semaun, terlibat pemberontakan di Indonesia yang
dilakukan PKI dari tahun 1926-1927, dan menghasut (opruiing) supaya menentang Kerajaan
Belanda. Moh. Hatta sendiri dihukum tiga tahun penjara.[25] Mereka semua dipenjara di
Rotterdam.[26] Dia juga dituduh akan melarikan diri, sehingga dia yang sedang memperkenalkan
Indonesia ke kota-kota di Eropa sengaja pulang lebih cepat begitu berita ini tersebar.[27]

Semua tuduhan tersebut, ia tolak dalam pidatonya "Indonesia Merdeka" (Indonesie Vrij) pada
sidang kedua tanggal 22 Maret 1928.[26] Pidato ini sampai ke Indonesia dengan cara
penyelundupan. Ia juga dibela 3 orang pengacara Belanda yang salah satunya berasal dari
parlemen. Yang dari parlemen, bernama J.E.W. Duys. Tokoh ini memang bersimpati padanya.
Setelah ditahan beberapa bulan, mereka berempat dibebaskan dari tuduhan, karena tuduhan tidak
bisa dibuktikan.[28]

Sampai pada tahun 1931, Mohammad Hatta mundur dari kedudukannya sebagai ketua karena
hendak mengikuti ujian sarjana, sehingga ia berhenti dari PI; namun demikian ia akan tetap
membantu PI.[19] Akibatnya, PI jatuh ke tangan komunis, dan mendapat arahan dari partai
komunis Belanda dan juga dari Moskow. Setelah tahun 1931, PI mengecam keras kebijakan
Hatta dan mengeluarkannya dari organisasi ini.[29] PI di Belanda mengecam sikap Hatta sebab ia
bersama Soedjadi mengkritik secara terbuka terhadap PI. Perhimpunan menahan sikap terhadap
kedua orang ini.[30]

Pada Desember 1931, para pengikut Hatta segera membuat gerakan tandingan yang disebut
Gerakan Merdeka yang kemudian bernama Pendidikan Nasional Indonesia yang kelak disebut
PNI Baru. Ini mendorong Hatta dan Syahrir yang pada saat itu sedang bersekolah di Belanda
untuk mengambil langkah kongkret untuk mempersiapkan kepemimpinan di sana. Hatta sendiri
merasa perlu untuk menyelesaikan studinya terlebih dahulu. Oleh karenanya, Syahrir terpaksa
pulang dan untuk memimpin PNI.[31] Kalau Hatta kembali pada 1932, diharapkan Syahrir dapat
melanjutkan studinya.[31]

1932-1941: Pengasingan

Sekembalinya ia dari Belanda, ia ditawarkan masuk kalangan Sosialis Merdeka (Onafhankelijke


Socialistische Partij, OSP) untuk menjadi anggota parlemen Belanda, dan menjadi perdebatan
hangat di Indonesia pada saat itu. Pihak OSP mengiriminya telegram pada 6 Desember 1932,
yang berisi kesediaannya menerima pencalonan anggota Parlemen.[32] Ini dikarenakan ia
berpendapat bahwa ia tidak setuju orang Indonesia menjadi anggota dalam parlemen Belanda.[33]
Sebenarnya dia menolak masuk, dengan alasan ia perlu berada dan berjuang di Indonesia.[b]
Namun, pemberitaan di Indonesia mengatakan bahwa Hatta menerima kedudukan tersebut,
sehingga Soekarno menuduhnya tidak konsisten dalam menjalankan sistem non-kooperatif.[34]

Setelah Hatta kembali dari Belanda, Syahrir tidak bisa ke Belanda karena keduanya keburu
ditangkap Belanda pada 25 Februari 1934 dan dibuang ke Digul, dan selanjutnya ke Banda
Neira.[35] Baik di Digul maupun Banda Neira, ia banyak menulis di koran-koran Jakarta, dan ada
juga untuk majalah-majalah di Medan. Artikelnya tidak terlalu politis, namun bersifat lebih
menganalisis dan mendidik pembaca. Ia juga banyak membahas pertarungan kekuasaan di
Pasifik.[36]

Semasa diasingkan ke Digul, ia membawa semua buku-bukunya ke tempat pengasingannya. Di


sana, ia mengatur waktunya sehari-hari. Pada saat hendak membaca, ia tak mau diganggu.
Sehingga, beberapa kawannya menganggap dia sombong.[37] Ia juga merupakan sosok yang
peduli terhadap tahanan. Ia menolak bekerja sama dengan penguasa setempat, misalnya
memberantas malaria. Apabila ia mau bekerja sama, ia diberi gaji f 7.50 sebulan. Namun, kalau
tidak, ia hanya diberi gaji f 2.50 saja.[38] Gajinya itu tidak ia habiskan sendiri. Ia juga peduli
terhadap kawannya yang kekurangan.[38]

Di Digul, selain bercocok tanam,[39] ia juga membuat kursus kepada para tahanan. Di antara
tahanan tersebut, ada beberapa orang yang ibadah shalat dan puasanya teratur; baik dari
Minangkabau maupun Banten. Tapi, mereka ditangkap karena -pada umumnya- terlibat
pemberontakan komunis.[40] Pada masa itu, ia menulis surat untuk iparnya untuk dikirimi alat-
alat pertukangan seperti paku dan gergaji. Selain itu, dia juga menceritakan nasib orang-orang
buangan dalam surat itu. Kemudian, ipar Hatta mengirim surat itu ke koran Pemandangan di
Jakarta dan segera surat itu dimuat. Surat itu dibaca menteri jajahan pada saat itu, Colijn.[41]
Colijn mengecam pemerintah dan segera mengirim residen Ambon untuk menemui Hatta di
Digul. Maka uang diberikan untuknya, Hatta menolak dan ia juga meminta supaya kalau mau
ditambah, diberikan juga kepada pemimpin lain yang hidup dalam pembuangan.[39]

Pada 1937, ia menerima telegram yang mengatakan dia dipindah dari Digul ke Banda Neira.[c]
Hatta pindah bersama Syahrir pada bulan Februari pada tahun itu, dan mereka menyewa sebuah
rumah yang cukup besar. Di situ, ada beberapa kamar dan ruangan yang cukup besar. Adapun
ruangan besar itu digunakannya untuk menyimpan bukunya dan tempat bekerjanya.[42]

Sewaktu di Banda Neira, ia bercocok tanam dan menulis di koran "Sin Tit Po" (dipimpin Liem
Koen Hian; bulanan ini berhenti pada 1938) dengan honorarium f 75 dalam Bahasa Belanda.
Kemudian, ia menulis di Nationale Commantaren (Komentar Nasional; dipimpin Sam
Ratulangi) dan juga, ia menulis di koran Pemandangan dengan honorarium f 50 sebulan per
satu/dua tulisan.[43] Hatta juga pernah menerima tawaran Kiai Haji Mas Mansur untuk ke
Makassar, dia menolak dengan alasan kalaupun dirinya ke Makassara dia masih berstatus
tahanan juga.[44] Waktu itu, sudah ada Cipto Mangunkusumo dan Iwa Kusumasumantri. Mereka
semua sudah saling mengenal.

Selain itu, di Banda Neira, Hatta juga mengajar kepada beberapa orang pemuda. Anak dr. Cipto
belajar tata-buku dan sejarah. Ada juga anak asli daerah Banda Neira yang belajar kepada Hatta.
Ada seorang kenalan Hatta dari Sumatera Barat yang mengirimkan dua orang kemenakannya
untuk belajar ekonomi dan juga sejarah.[45] Selain itu, dari Bukittinggi dikirim Anwar Sutan
Saidi sebanyak empat orang pemuda yang belajar kepada Hatta.[46]

Pada tahun 1941, Mohammad Hatta menulis artikel di koran Pemandangan yang isinya supaya
rakyat Indonesia jangan memihak kepada baik ke pihak Barat ataupun fasisme Jepang. Kelak,
pada zaman Jepang tulisan Hatta dijadikan bahan oleh penguasa Jepang untuk tidak percaya
Hatta selama Perang Pasifik.[47] Yang mana, kelak tulisan Hatta dibaca Murase, seorang Wakil
Kepala Kenpeitei (dinas intelijen) dan menyarankan Hatta agar mengikuti Nippon Sheisin di
Tokyo[48] pada November 1943.[49]
1942-1945: Penjajahan Jepang

Pada tanggal 8 Desember 1941, angkatan perang Jepang menyerang Pearl Harbor, Hawaii. Ini
memicu Perang Pasifik, dan setelah Pearl Harbor, Jepang segera menguasai sejumlah daerah,
termasuk Indonesia. Dalam keadaan genting tersebut, Pemerintah Belanda memerintahkan untuk
memindahkan orang-orang buangan dari Digul ke Australia, karena khawatir kerjasama dengan
Jepang. Hatta dan Syahrir dipindahkan pada Februari 1942,[50] ke Sukabumi setelah menginap
sehari di Surabaya dan naik kereta api ke Jakarta. Bersama kedua orang ini, turut pula 3 orang
anak-anak dari Banda yang dijadikan anak angkat oleh Syahrir.[51]

Setelah itu, ia dibawa kembali ke Jakarta. Ia bertemu Mayor Jenderal Harada. Hatta menanyakan
keinginan Jepang datang ke Indonesia. Harada menawarkan kerjasama dengan Hatta. Kalau mau,
ia akan diberi jabatan penting. Hatta menolak, dan memilih menjadi penasihat.[52] Ia dijadikan
penasihat dan diberi kantor di Pegangsaan Timur dan rumah di Oranje Boulevard (Jalan
Diponegoro). Orang terkenal pada masa sebelum perang, baik orang pergerakan, atau mereka
yang bekerja sama dengan Belanda, diikutsertakan seperti Abdul Karim Pringgodigdo,
Surachman, Sujitno Mangunkususmo, Sunarjo Kolopaking, Supomo, dan Sumargo
Djojohadikusumo. Pada masa ini, ia banyak mendapat tenaga-tenaga baru. Pekerjaan di sini,
merupakan tempat saran oleh pihak Jepang.[53] Jepang mengharapkan agar Hatta memberikan
nasihat yang menguntungkan mereka, malah Hatta memanfaatkan itu untuk membela
kepentingan rakyat.[54]

1945: Mempersiapkan kemerdekaan Republik Indonesia

Saat-saat mendekati Proklamasi pada 22 Juni 1945, Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) membentuk panitia kecil yang disebut Panitia Sembilan
dengan tugas mengolah usul dan konsep para anggota mengenai dasar negara Indonesia. Panitia
kecil itu beranggotakan 9 orang dan diketuai oleh Ir. Soekarno. Anggota lainnya Bung Hatta,
Mohammad Yamin, Achmad Soebardjo, A.A. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wahid Hasyim,
H. Agus Salim, dan Abikusno Tjokrosujoso.[55]

Kemudian pada 9 Agustus 1945, Bung Hatta bersama Bung Karno dan Radjiman
Wedyodiningrat diundang ke Dalat (Vietnam) untuk dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Badan ini bertugas melanjutkan hasil kerja
BPUPKI dan menyiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada Indonesia.
Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Panglima Asia Tenggara Jenderal Terauchi.
Puncaknya pada 16 Agustus 1945, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok hari dimana Bung Karno
bersama Bung Hatta diculik kemudian dibawa ke sebuah rumah milik salah seorang pimpinan
PETA, Djiaw Kie Siong, di sebuah kota kecil Rengasdengklok (dekat Karawang, Jawa Barat).[56]

Penculikan itu dilakukan oleh kalangan pemuda, dalam rangka mempercepat tanggal proklamasi
kemerdekaan Indonesia. Malam hari, mereka mengadakan rapat untuk persiapan proklamasi
Kemerdekaan Indonesia di kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol 1
Jakarta. Sebelum rapat, mereka menemui somabuco (kepala pemerintahan umum) Mayjen
Nishimura untuk mengetahui sikapnya mengenai pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
Indonesia. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepahaman sehingga tidak adanya
kesepahaman itu meyakinkan mereka berdua untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan itu
tanpa kaitan lagi dengan Jepang.[57]

1945-1956: Menjadi Wakil Presiden pertama di Indonesia

Pada 17 Agustus 1945, hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia dia
bersama Soekarno resmi memproklamasikan kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta
pukul 10.00 WIB. Dan keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 1945, dia resmi dipilih
sebagai Wakil Presiden RI yang pertama mendampingi Presiden Soekarno.[58]

Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta amat gigih bahkan dengan nada sangat marah,
menyelamatkan Republik dengan mempertahankan naskah Linggarjati di Sidang Pleno KNIP di
Malang yang diselenggarakan pada 25 Februari – 6 Maret 1947 dan hasilnya Persetujuan
Linggajati diterima oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sehingga anggota KNIP
menjadi agak lunak pada 6 Maret 1947.[59]

Pada saat terjadinya Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947, Hatta dapat meloloskan diri dari
kepungan Belanda dan pada saat itu dia masih berada di Pematangsiantar. Dia dengan selamat
bersama dengan Gubernur Sumatera Mr. T. Hassan tiba di Bukittinggi. Sebelumnya pada 12 Juli
1947 Bung Hatta mengadakan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya yang menetapkan tanggal 12
Juli sebagai Hari Koperasi di Indonesia. Kemudian dalam Kongres Koperasi II di Bandung
tanggal 12 Juli 1953, Bung Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.[60]

Kemudian, Bung Hatta dengan kewibawaannya sebagai Wakil Presiden hendak


memperjuangkan sampai berhasil Perjanjian Renville dengan berakibat jatuhnya Kabinet Amir
dan digantikan oleh Kabinet Hatta. Pada era Kabinet Hatta yang dibentuk pada 29 Januari 1948,
Bung Hatta menjadi Perdana Menteri dan merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan.[61]

Suasana panas waktu timbul Pemberontakan PKI Madiun dalam bulan September 1948,
memuncak pada penyerbuan tentara Belanda ke Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Bung
Hatta bersama Bung Karno diangkut oleh tentara Belanda pada hari itu juga. Pada tahun yang
sama, Bung Hatta bersama Bung Karno diasingkan ke Menumbing, Bangka. Beberapa waktu
setelah pengasingan karena mengalami adanya sebuah perundingan Komisi Tiga Negara (KTN)
di Kaliurang, di mana Critchley datang mewakili Australia dan Cochran mewakili Amerika.[62]
Mohammad Hatta berpidato di hadapan para peserta Konferensi Persiapan Nasional di Jakarta pada 26
November 1949. Tampak Sartono (duduk deretan depan no.2 dari kiri) mendengarkan dengan saksama.

Pada Juli 1949, terjadi kemenangan Cochran dalam menyelesaikan perundingan Indonesia.
Tahun ini, terjadilah sebuah perundingan penting, Konferensi Meja Bundar (KMB) yang
diadakan di Den Haag sesudah berunding selama 3 bulan, pada 27 Desember 1949 kedaulatan
NKRI kita miliki untuk selamanya. Ratu Juliana memberi tanda pengakuan Belanda atas
kedaulatan negara Indonesia tanpa syarat kecuali Irian Barat yang akan dirundingkan lagi dalam
waktu setahun setelah Pengakuan Kedaulatan kepada Bung Hatta yang bertindak sebagai Ketua
Delegasi Republik Indonesia di Amsterdam dan di Jakarta.[61][63]

Di Amsterdam dari Ratu Juliana kepada Drs. Mohammad Hatta dan di Jakarta dari Dr. Lovink
yang mewakili Belanda kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sehingga pada akhirnya
negara Indonesia menjadi negara Republik Indonesia Serikat (RIS), Bung Hatta terpilih menjadi
Perdana Menteri RIS juga merangkap sebagai Menteri Luar Negeri RIS dan berkedudukan di
Jakarta dan Bung Karno menjadi Presiden RIS. Ternyata RIS tidak berlangsung lama, dan pada
17 Agustus 1950, Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan ibu
kota Jakarta dan Perdana Menteri Mohammad Natsir.[64] Bung Hatta menjadi Wakil Presiden RI
lagi dan berdinas di Jalan Medan Merdeka Selatan 13 Jakarta.

Kunjungan kerja Wakil Presiden Moh.Hatta ke Yogyakarta tahun 1950. Tampak dalam gambar,paling kiri,
Mayor Pranoto Reksosamodra sebagai Komandan Militer Kota Besar Yogyakarta.

Pada tahun 1955, Mohammad Hatta membuat pernyataan bahwa bila parlemen dan konstituante
pilihan rakyat sudah terbentuk, dia akan mengundurkan diri sebagai wakil presiden.[65]
Menurutnya, dalam negara yang mempunyai kabinet parlementer, Kepala Negara adalah sekadar
simbol saja, sehingga Wakil Presiden tidak diperlukan lagi.

Pada tanggal 20 Juli 1956, Mohammad Hatta menulis sepucuk surat kepada Ketua DPR pada
saat itu, Sartono yang isinya antara lain, "Merdeka, Bersama ini saya beritahukan dengan hormat,
bahwa sekarang, setelah Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih rakyat mulai bekerja, dan
Konstituante menurut pilihan rakyat sudah tersusun, sudah tiba waktunya bagi saya untuk
mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Segera, setelah Konstituante dilantik, saya akan
meletakkan jabatan itu secara resmi."[66]
DPR menolak secara halus permintaan Mohammad Hatta tersebut, dengan cara mendiamkan
surat tersebut. Kemudian, pada tanggal 23 November 1956, Bung Hatta menulis surat susulan
yang isinya sama, bahwa tanggal 1 Desember 1956, dia akan berhenti sebagai Wakil Presiden
RI. Akhirnya, pada sidang DPR pada 30 November 1956, DPR akhirnya menyetujui permintaan
Mohammad Hatta untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai Wakil Presiden, jabatan yang
telah dipegangnya selama 11 tahun.[67]

Di akhir tahun 1956 juga, Hatta tidak sejalan lagi dengan Bung Karno karena dia tidak ingin
memasukkan unsur komunis dalam kabinet pada waktu itu. Sebelum ia mundur, dia
mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Sebenarnya gelar Doctor Honoris Causa ingin diberikan pada tahun 1951. Namun, gelar tersebut
baru diberikan pada 27 November 1956.[68] Demikian pula Universitas Indonesia pada tahun
1951 telah menyampaikan keinginan itu tetapi Bung Hatta belum bersedia menerimanya. Kata
dia, “Nanti saja kalau saya telah berusia 60 tahun.”.

1956-1980: Setelah pensiun

Foto terakhir Bung Hatta sebelum masuk rumah sakit, tanggal 1 Maret 1980. Di sebelah kanan adalah
Ny. Moenadji Soerjohadikoesoemo.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI tampak serius
berbicara dengan Mohammad Hatta.

Setelah mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956, dia dan
keluarga berpindah rumah dari Jalan Medan Merdeka Selatan 13 ke Jalan Diponegoro 57. Bung
Hatta tak pernah menyesal atas keputusan yang telah ia buat. Kegiatan sehari-hari Bung Hatta
setelah pensiun adalah menambah dari penghasilan menulis buku dan mengajar. Meskipun sudah
tak menjabat lagi sebagai Wakil Presiden, pada tahun 1957 dia berangkat ke Cina karena
mendapat undangan dari Pemerintah RRC. Rakyat sana masih menganggap dia sebagai “a great
son of his country”, terbukti dari penyambutan yang seharusnya diberikan kepada seorang kepala
negara di mana PM Zhou Enlai sendiri menyambut dia yang bukan lagi sebagai wakil
presiden.[69]

Mereka yang sibuk pada masa Revolusi berkumpul kembali tahun 1979 ketika Richard C. Kirby, yang
dulu mewakili Australia dalam Komite Jasa Baik PBB untuk Indonesia (KTN), berkunjung ke Jakarta. Dari
kanan : Ali Budiardjo (pembantu politik Hamengkubuwono IX menjelang RIS), Mohammad Hatta,
Richard C. Kirby, Mohammad Roem, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Subadio Sastrosatomo,
Mohammad Natsir, Tamzil, dan Thomas K. Critchley yang menggantikan Kirby dalam Komite PBB.

Tahun 1963 Bung Hatta pertama kali mengalami jatuh sakit dan mendapatkan perawatan di
Stockholm, Swedia atas perintah Soekarno, dengan biaya negara, karena perlengkapan medis di
sana lebih lengkap.[70]

Pada 31 Januari 1970, melalui Keppres No. 12/1970 telah dibentuk Komisi Empat yang bertugas
mengusut masalah korupsi. Untuk keperluan itu Dr. Moh. Hatta (mantan Wakil Presiden RI)
telah diangkat menjadi Penasehat Presiden dalam masalah pemberantasan Korupsi. Komisi
Empat ini diketuai oleh Wilopo, SH, dengan anggota-anggota: IJ Kasimo, Prof. Dr. Yohanes, H.
Anwar Tjokroaminoto, dengan sekretaris Kepala Bakin/Sekretaris Kopkamtib, Mayjen. Sutopo
Juwono. Dr. Moh. Hatta juga ditunjuk sebagai Penasehat Komisi Empat tersebut. Tetapi secara
kontroversial, Presiden Suharto membubarkan komisi tersebut dan hanya memberikan izin untuk
mengusut tuntas 2 kasus korupsi saja.[71]

Hatta dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Anggota Dewan Penasehat Presiden. Pada
15 Agustus 1972, Bung Hatta mendapat anugerah Bintang Republik Indonesia Kelas I dari
Pemerintah Republik Indonesia. Kemudian, pada tahun yang sama Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta mengangkat dia sebagai warga utama Ibukota Jakarta dengan segala fasilitasnya, seperti
perbaikan besarnya pensiun dan penetapan rumah dia menjadi salah satu gedung yang bersejarah
di Jakarta.

Kemudian, pada tahun 1975, Bung Hatta menjadi anggota Panitia Lima bersama Prof Mr.
Soebardjo, Prof Mr. Sunario, A.A. Maramis, dan Prof Mr. Pringgodigdo untuk memberi
pengertian mengenai Pancasila sesuai dengan alam pikiran dan semangat lahir dan batin para
penyusun UUD 1945 dengan Pancasilanya. Ternyata, Bung Hatta resmi menjadi Ketua Panitia
Lima. Tak hanya itu, Bung Hatta kembali mendapatkan gelar doctor honouris causa sebagai
tokoh proklamator dari Universitas Indonesia yang seharusnya diberikan pada tahun 1951.
Pemberian gelar tersebut dilakukan di Jakarta pada 30 Juli 1975 dan diberikan secara langsung
oleh Rektor Mahar Mardjono.[72]

Pada Tahun 1978 bersama-sama Jenderal Abdul Haris Nasution, Bung Hatta mendirikan
Yayasan Lembaga Kesadaran Berkonstitusi yang bertujuan mengkritik penggunaan Pancasila
dan UUD 1945 untuk kepentingan rezim otoriter Suharto.[73]

Dan pada tahun 1979, dimana tahun tersebut merupakan tahun ke-5 Bung Hatta masuk ke rumah
sakit. Kesehatan Bung Hatta semakin menurun. Walaupun begitu, semangatnya tetap saja tinggi.
Ia masih mengikuti perkembangan politik dunia.

Wafat

Logo Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA).

Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 pk18.56 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta
setelah sebelas hari ia dirawat di sana. Selama hidupnya, Bung Hatta telah dirawat di rumah sakit
sebanyak 6 kali pada tahun 1963, 1967, 1971, 1976, 1979, dan terakhir pada 3 Maret 1980.
Keesokan harinya, dia disemayamkan di kediamannya Jalan Diponegoro 57, Jakarta dan
dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta disambut dengan upacara kenegaraan yang dipimpin
secara langsung oleh Wakil Presiden pada saat itu, Adam Malik. Ia ditetapkan sebagai pahlawan
proklamator pada tahun 1986 oleh pemerintahan Soeharto.[74][75]

Mendapat gelar pahlawan


Setelah wafat, Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Bung Hatta pada 23
Oktober 1986 bersama dengan mendiang Bung Karno. Pada 7 November 2012, Bung Hatta
secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
sebagai Pahlawan Nasional.[76]
Bung Hatta Award
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bung Hatta Award

Sejak 9 April 2003, Perkumpulan BHACA yang diprakarsai oleh Theodore Permadi Rachmat
dan Teten Masduki menyelenggarakan perhelatan penganugerahan Bung Hatta Award yang
diserahkan kepada para tokoh Indonesia dari berbagai latar belakang profesi yang dinilai
memiliki komitmen anti-korupsi. Beberapa tokoh yang pernah menerima penghargaan tersebut
antara lain Tri Risma Harini, Basuki Tjahaja Purnama, dan Joko Widodo.[77]

73. 1. Pancasila sebagai cita-cita normatif, itu termasuk dalam kategori apa?

Penyelenggara bernegara

74 Partai politik dianggap Soekarno melanggar sila Pancasila yang mana?

75. Apa yang terjadi di Indonesia semasa demokrasi liberal

1. PENGERTIAN DEMOKRASI
Kata Demokrasi berasal dari Yunani, yaitu demos, yang berarti rakyat, dan kratos, yang berarti
pemerintahan atau kekuasaan. Jadi demokrasi ialah rakyat yang berkuasa.
Setelah Perang Dunia ke-II, secara formal demokrasi merupakan dasar dari kebanyakan negara
di dunia. Di antara semakin banyak aliran pemikiran yang menamakan dirinya sebagai
demokrasi, ada dua aliran penting, yaitu demokrasi konstitusional dan kelompok yang
mengatasnamakan dirinya “demokrasi” namun pada dasarnya menyandarkan dirinya pada
komunisme.
Demokrasi yang dianut di Indonesia, yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila, masih dalam taraf
perkembangan. Dan mengenai sifat dan cirinya masih terdapat pelbagai tafsiran serta pandangan.
Pada perkembangannya, sebelum berdasarkan pada demokrasi pancasila, Indonesia mengalami
tiga periodeisasi penerapan demokrasi, yaitu:
1. Demokrasi Liberal ( 1950-1959 )
2. Demokrasi Terpimpin ( 1959-1966 )
3. Demokrasi Pancasila ( 1966-sekarang )

2. MASA DEMOKRASI LIBERAL ( 1950-1959 )


Pada tahun 1950, Negara Kesatuan Republik Indonesia mempergunakan Undang-Undang Dasar
Sementara (UUDS) atau juga disebut Undang-Undang Dasar 1950. Berdasarkan UUD tersebut
pemerintahan yang dilakukan oleh kabinet sifatnya parlementer, artinya kabinet bertanggung
jawab pada parlemen. Jatuh bangunnya suatu kabinet bergantung pada dukungan anggota
parlemen.
Ciri utama masa Demokrasi Liberal adalah sering bergantinya kabinet. Hal ini disebabkan karena
jumlah partai yang cukup banyak, tetapi tidak ada partai yang memiliki mayoritas mutlak. Setiap
kabinet terpaksa didukung oleh sejumlah partai berdasarkan hasil usaha pembentukan partai (
kabinet formatur ). Bila dalam perjalanannya kemudian salah satu partai pendukung
mengundurkan diri dari kabinet, maka kabinet akan mengalami krisis kabinet. Presiden hanya
menunjuk seseorang ( umumnya ketua partai ) untuk membentuk kabinet, kemudian setelah
berhasil pembentukannya, maka kabinet dilantik oleh Presiden.
Suatu kabinet dapat berfungsi bila memperoleh kepercayaan dari parlemen, dengan kata lain ia
memperoleh mosi percaya. Sebaliknya, apabila ada sekelompok anggota parlemen kurang setuju
ia akan mengajukan mosi tidak percaya yang dapat berakibat krisis kabinet. Selama sepuluh
tahun (1950-1959) ada tujuh kabinet, sehingga rata-rata satu kabinet hanya berumur satu
setengah tahun. Kabinet-kabinet pada masa Demokrasi Parlementer adalah :
a. Kabinet Natsir (7 September 1950-21 Maret 1951)
b. Kabinet Soekiman (27 April 1951-23 Februari 1952)
c. Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953)
d. Kabinet Ali-Wongso ( 1 Agustus 1953-24 Juli 1955 )
e. Kabinet Burhanudin Harahap
f. Kabinet Ali II (24 Maret 1957)
g. Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 )
Program kabinet pada umumnya tidak dapat diselesaikan. Mosi yang diajukan untuk
menjatuhkan kabinet lebih mengutamakan merebut kedudukan partai daripada menyelamatkan
rakyat.
Sementara para elit politik sibung dengan kursi kekuasaan, rakyat mengalami kesulitan karena
adanya berbagai gangguan keamanan dan beratnya perekonomian ysng menimbulkan labilnya
sosial-ekonomi. Adapun gangguan-gangguan keamanan tersebut antara lain :
a. Pemberontakan Kahar Muzakar
Kahar Muzakar adalah putra Sulawesi yang pada zaman perang kemerdekaan berjuang di Jawa.
Setelah kembali ke Sulawesi bergabung dengan Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dan
pada tahun 1950 menuntut agar pasukannya masuk APRIS. Tuntutannya ditolak tetapi kepada
anggotanya yang memenuhi syarat diperbolehkan masuk, sedangkan sisanya dimasukkan ke
dalam Corps Cadangan Nasional. Kahar akan diberikan pangkat letkol, tetapi saat pelantikan,
tanggal 17 Agustus 1951, ia bersama anak buahnya melarikan diri ke hutan dan mengacau.
Januari 1952 menyatakan diri ikut sebagai bagian anggota Kartosuwiryo. Selama empat belas
tahun memberontak, namun akhirnya berhasi dilumpuhkan setelah salah seorang anak buahnya,
yaitu Bahar Matiliu menyerahkan diri. Ia berhasil ditembak oleh pasukan Divisi Siliwangi pada
bulan Februari 1965.
b. Pemberontakan di Jawa Tengah
Pengaruh DI meluas di Jawa Tengah, yaitu di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan yang
dihadapi pemerintah dengan operasi-operasi militer. Di Kebumen pemberontakan dilakukan oleh
Angkatan Umat Islam (AUI) di bawah pimpinan Kyai Somalangu, yang setelah intinya dapat
ditumpas, sisanya bergabung dengan DI/TII. Di lingkunganAngkatan Darat juga terjadi
perembesan pemberontakan ini, sehingga Batalyon 426 di Kudus dan Magelang juga
memberontak dan bergabung dengan DI/TII (Desember 1951). Sebagian dari mereka
mengadakan gerilya di Merbabu-Merapi Complex (MMC). Untuk menghadapi mereka,
pemerintah membentuk pasukan khusus yang diberi namaBanteng Raiders. Juni 1954 kekuatan
mereka bisa dipatahkan.
c. Pemberontakan di Aceh
Pengikut DI di Aceh memproklamirkan daerahnya sebagai bagian dari NII pada tanggal 20
September 1953. Pemimpinnya adalah Daud Beureueh, seorang ulama dan pejuang kemerdekaan
yang pernah menjabat gubernur Militer Daerah Aceh tahun 1947. Pada mulanya mereka dapat
menguasai sebagian besar daerah Aceh termasuk kota-kotanya. Setelah pemerintah mengadakan
operasi, mereka menyingkir ke hutan. Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kol. M. Jasin
mengambil prakarsa mengadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berhasil
mengembalikan Daud Beureueh ke masyarakat (Desember 1962).
d. Peristiwa 17 Oktober 1952
Peristiwa ini bersumber pada kericuhan yang terjadi di lingkungan Angkatan Darat. Kol.
Bambang Supeno tidak menyetujui kebijaksanaan Kol. A.H. Nasution selaku KSAD. Ia
mengajukan surat kepada Mentri Pertahanan dan Presiden dengan tembusan kepada parlemen
berisi soal tersebut dan meminta agar Kol. A.H. Nasution diganti. Manai Sophian selaku anggota
parlemen mengajukan mosi agar pemerintah segera membentuk panitia untuk mempelajari
masalahnya dan mengajukan pemecahannya. Hal ini dianggap usaha campur tangan parlemen
terhadap tubuh Angkatan Darat. Pimpinan AD mendesak kepada Presiden untuk membubarkan
Parlemen. Desakan ini jugas dilakukan oleh rakyat dengan mengadakan demonstrasi ke gedung
parlemen dan Istana Merdeka. Presiden menolak tuntutan ini dewngan alasan tidak ingin menjadi
seorang diktator, tetapi akan berusaha segera mempercepat pemilu. Kol. A.H. Nasution akhirnya
mengundurkan diri, diikuti oleh Mayjen T.B. Simatupang. Jabatan ini akhirnya digantikan oleh
Kol. Bambang Sugeng.
e. Peristiwa 27 Juni 1955
Peristiwa ini merupakan lanjutan peristiwa sebelumnya. Karena dianggap bahwa pemerintah
belum mampu menyelesaiakan persolan tersebut. Bambang Sugeng mengundurkan diri dari
jabatannya. Sementara belum terpilih KSAD yang baru, pimpinan KSAD dipegang oleh Wakil
KSAD yaitu Kol. Zulkifli Lubis. Kemudian pemerintah mengangkat Kol. Bambang Utoyo
sebagai KSAD yang baru, tetapi pada saat pelantikannya, 27 Juni 1955, tidak ada satupun
perwira AD yang hadir. Peristiwa ini menyebabkan kabinet Ali-Wongso jatuh. Kemudian pada
masa Kabinet Burhanudin Harahap, bekas KSAD yang lama, yaitu Kol. A.H. Nasution, kembali
diangkat menjadi KSAD (7 November 1955). Peristiwa di Angkatan Perang yang bersifat liberal
juga terjadi pada tanggal 14 Desember 1955. Yaitu ketika Komodor Udara Hubertus Suyono
dilantik menjadi Staf Angkatan Udara di Pangkalan Udara Cililitan (Halim Perdanakusuma),
segerombolan prajurit pasukan kehormatan maju dan menolak pelantikan tersebut. Kemudian
mereka meninggalkan barisdan diikuti oleh pasukan pembawa panji-panji Angkatan Udara,
sehingga upacara batal.
f. Dewan-dewan Daerah
Diawali dengan pembentukan Bewan Banteng oleh Kol (pensiun) Ismail Lengah di Padang (20
November 1956), dengan ketuanya Ahmad Husein, Komandan Resimen IV Tentara Teritorium
(TT) I di Padang. Mereka mengajukan tuntutan kepada pemerintah pusat tentang otonomi
daerah. Larangan KSAD agar tentara tidak berpolitik tidak dihiraukan. Mereka malah
mengambil alaih pemerintahan daerah Sumatra Tengah dari Gubernur Ruslan Mulyodiharjo (20
Desember 1956).
Tindakan tersebut diikuti oleh daerah-daerah lain seperti pembentukan Dewan Gajah di Sumatra
Utara (Kol. M. Simbolon), Dewan Garuda di Sumatra Selatan (Kol. Barlian), dan Dewan
Manguni di Sulawesi Utara (Letkol. H.N.V. Samual). Peristiwa-peristiwa ini dilatarbelakangi
oleh karena pembangunan yang tidak merata, padahal daerah-daerah tersebut telah memberikan
devisa bagi negara.
Pemerintah berusaha mengatasi masalah tersebut dengan mengadakan perundingan dan janji
pemerataan pembangunan. Namun usaha tersebut tidak berhasil. Akhirnya operasi militerpun
dilancarkan (17 Desember 1957).
g. Usaha Pembunuhan terhadap Kepala Negara
Rasa tidak puas golongan ekstrim kanan memuncak dan dilampiaskan dalam bentuk usaha
pembunuhan terhadap Presiden Soekarno di Perguruan Cikini Jakarta (30 November 1957).
Usaha tersebut gagal, tetapi menimbulkan banyak korban. Para pelaku dapat ditangkap, dan
dijatuhi hukuman mati.
Usaha kedua terjadi pada saat Idhul Adha di halaman Istana Jakarta. Kemudian terjadi lagi.
Pelakunya Letnan Udara II D.A. Maukar dengan mempergunakan pesawat Mig 17. Istana
Merdeka dan Bogor ditembakinya dari udara (9 Maret 1960). Dilakukan Maukar bersama
kelompoknya, Manguni, dengan tujuan agar pemerintah mau berunding dengan PRRI dan
Permesta. Usaha tersebut sia-sia.
h. Pemberontakan PRRI dan Permesta
Akhmad Husein, beserta para tokoh Masyumi dan dewan daerah mengadakan rapat di Sungai
Dareh, Sumatra Barat (9 Januari 1958). Keesokan harinya pada saat rapat akbar di Padang,
Akhmad Husein mengultimatum pemerintah agar Kabinet Juanda dalam waktu 5×24 jam
menyerahkan mandat kepada Drs. Moh. Hatta dan Sultan Hamengku Buwono IX agar
membentuk zaken kabinet dan agar Presiden kembali sebagai Presiden Konstitusional.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Pemerintah. Akhirnya Husein membentuk Pemerintahan
Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berikut pembentukan kabinetnya dengan Syafrudin
Prawiranegara sebaga Perdana Mentri (15 Februari 1958). Hal tersebut diikuti oleh Sulawesi
Utara di bawah pimpinan Letkol D.J. Somba yang membentuk Gerakan Piagam Perjuangan
Semerta (Permesta). Pemberontakan ini ditumpas dengaan operasi militer selama beberapa
tahun.
Selain gangguan keamanan, kesulitan juga dialami oleh Pemerintah dalam beberapa bidang.
Sehingga pada akhir Demokrasi Liberal terasa terjadi kemunduran. Kesulitan-kesulitan tersebut
antara lain dalam bidang:
a. Politik
Politik sebagai Panglima merupakan semboyan partai-partai pada umumnya, sehingga berlomba-
lombalah para partai politik untuk memperebutkan posisi panglima ini. Lembaga seperti DPR
dan Konstituante hasil PEMILU merupakan forum utama politik, sehingga persoalan ekonomi
kurang mendapat perhatian.
Pemilihan umum merupakan salah satu program beberapa kabinet, tetapi karena umur kabinet
pada umumnya singkat program itu sulit dilakukan. Setelah Peristiwa 17 Oktober 1952,
pemerintah berusaha keras untuk melaksanakannya. Dalam suasana liberal, PEMILU diikuti oleh
puluha partai, organisasi maupun perorangan. Anggota ABRI pun ikut serta sebagai pemilih.
Pada tanggal 15 Desember 1955 pemilihan dilaksanakan dengan tenang dan tertib. Ada empat
partai yang memenangkan Pemilu, yaitu Masyumi, PNI, Nahdatul Ulama, dan PKI.
Namun pada prakteknya, kedua lembaga (DPR dan Konstituante) tidak memberikan hasil seperti
yang diharapkan. DPR tetap sebagai tempat perebutan pengaruh dan kursi pemerintahan,
sedangkan konstituante setelah lebih dari dua tahun belum juga dapat menghasilkan UUD baru
untuk menggantikan UUDS.
Politik Luar Negeri Indonesia semakin mantap setelah diterima sebagai anggota PBB ke-60 (27
Desember 1950). Cara-cara damai yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap Pemerintah
Belanda tentang Irian Jaya ( Papua ) tidak memperoleh penyelesaian yang memuaskan, seperti
telah tercantum dalam persetujuan KMB, sehingga secara sepihak Pemerintah Indonesia
membatalkan perjanjian tersebut dengan UU No. 13 Tahun 1956. Sumbangan positif Indonesia
dalam dunia Internasional adalah dikirimkannya tentara Indonesia dalam United Nations
Amergency Forces (UNEF) untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah. Pasukan ini diberi
nama Garuda I dan diberangkatkan Januari 1957.
b. Ekonomi
Untuk menyehatkan perekonomian, dilakukan penyehatan keuangan dengan mengadakan
sanering yang dikenal dengan Gunting Syafrudin (19 Maret 1950). Uang Rp. 5,00 ke atas
dinyatakan hanya bernilai setengahnya, sedangkan setengahnya lagi merupakan obligasi. Bari
tindakan tersebut Pemerintah dapat menarik peredaran uang sebanyak Rp. 1,5 milyar untuk
menekan inflasi.
Pemerintah juga mengeluarkan peraturan tentang Bukti Eksport (BE) untuk mengimbangi
import. Eksportir yang telah mengeksport kemudian memperoleh BE yang dapat
diperjualbelikan. Harga BE meningkat, sehingga pemerintah membatasinya sampai 32,5%.
Karena ternyats BE tidak berhasil meningkatkan perekonomian, akhirnya peraturan tersebut
dihapuskan (1959).
Pemerintah kemudian membentuk Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang bertugas
menyusun rencana pembangunan Nasional untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur
(1959). Tetapi peningkatan belum juga terjadi, karena labilnya politik dan inflasi yang
mengganas. Pemerintah juga cenderung bersikap konsumtif. Jaminan emas menurun , sehingga
rupiah merosot.
c. Sosial
Partai Politik menggalakkan masyarakat dengan membentuk organisasi massa (ormas),
khususnya dalam menghadapi Pemilu tahun 1955. Keadaan sosial-ekonomi yang kian merosot
menguntungkan partai-partai kiri yang tidak duduk dalam pemerintahan karena dapat menguasai
massa. PKI makin berkembang, dalam Pemilu tahun 1955 dapat merupakan salah satu dari
empat besar dan kegiatannya ditingkatkan yang mengarah pada perebutan kekuasaan (1965).
d. Budaya
Meskipun banyak kesulitan yang dihadapi, Pemerintah dianggap berhasil dalam bidang budaya
ini. Untuk mencukupi tenaga terdidik dari perguruan tinggi, Pemerintah membuka banyak
universitas yang disebarkan di daerah.
Prestasi lain adalah dalam bidang olah raga. Dalam perebutan Piala Thomas (Thomas Cup)
Indonesia yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan ini berhasilmemperoleh piala tersebut
(Juni 1958). Selain itu juga Indonesia berhasil menyelenggarakan Konfrensi Asia-Afrika dengan
sukses.
Karena wilayah Indonesia berupa kepualauan, maka Pemerintah mengubah peraturan dari
pemerintah kolonial Belanda, yaitu Peraturan Wilayah Laut dan Lingkungan Maritim Tahun
1939, yang menyebutkan wilayah teritorial Hindia-Belanda dihitung tiga mil laut diukur dari
garis rendah pulau-pulau dan bagian pulau yang merupakan wilayah daratannya. Peraturan ini
dinilai sangat merugikan bangsa Indonesia. Karena itu Pemerintah Indonesia mengeluarkan
Deklarasi 13 Desember 1957 yang juga disebut sebagai Deklarasi Juanda tentang Wilayah
Perairan Indonesia.
Indonesia juga membuat peraturan tentang landas kontinen, yaitu peraturan tentang batas
wilayah perairan yang boleh diambil kekayaannya. Peraturan ini tertuang dalam Pengumuman
Pemerintah tentang Landas Kontinen tanggal 17 Februari 1969. Pemerintah Indonesia
mengadakan perjanjian dengan negara-negara tetangga tentang batas-batas Landas Kontinen agar
kelak tidak terjadi kesalahpahaman.

76. Perangkat pemerintahan berdasarkan UUDS: Presiden, Wakil Presiden, ...

2.Mentri mentri,

3. Dewan Perwakilan Rakyat


4. Mahkamah Agung
5. Dewan Pengawas Keuangan.

77. Alasan RIS tidak bisa bertahan lama

Negara RIS buatan Belanda tidak dapat bertahan lama karena muncul tuntutan-tuntutan untuk kembali
ke dalam bentuk NKRI sebagai perwujudan dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Gerakan menuju
pembentukan NKRI mendapat dukungan yang kuat dari seluruh rakyat. Banyak Negara-negara bagian
satu per satu menggabungkan diri dengan Negara bagian Republik Indonesia.
Pada tanggal 10 Februari 1950 DPR Negara Sumatera Selatan memutuskan untuk menyerahkan
kekuasaannya pada RI. Tindakan semacam ini dengan cepat dilakukan oleh Negara-negaa bagian lainnya
ynag cenderung untu menghapuskan Negara-negara bagian dan menggabungkan diri ke dalam RI. Pada
akhir Maret 1950, hanya tersisa empat Negara bagian dalam RIS, yaitu Kalimantan Barat, Sumatera
Barat, Negara Indonesia Timur, dan Republik Indonesia. Pada akhir April 1950, maka hanya Republik
Indonesia yang tersisa dalam RIS.

78. Politik bebas aktif artinya ...

Tidak meimihak pada kekuatan kekuatan negara lainyang tidak sejalan dengan nilai nilai

Pancasila dan tetap terus aktif dalam menjalani kebijaksanaan luar negri, serta tidak diam dan

cepat tanggap dalam merespon berbagai peristiwa yang terjadi dikancah internasional.

Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia


1. Membentuk Negara Indonesia yang demokratis, bersatu, dan berdulat dari Sabang
sampai Merauke.
2. Membuat masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur baik lahir maupun
batin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3. Membentuk persahabatan dan kerja sama dengan Negara-Negara di Dunia terutama
dengan Negara-Negara di Asia dan di Afrika dalam membentuk suatu tatanan Dunia
baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme.

79. Indonesia 2004 itu ikut kegiatan international terkait dengan multi agama, itu kenapa?

80. Kapan PPKI berdiri?

7 Agustus 1945 / 9 agustus 1945

81. Bukti Jepang menolak kemerdekaan indonesia, kalau di surabaya ditandai dengan peristiwa?

perampasan senjata di gudang2 jepang

82. dasar kespkatan antra ris dan RI

83. UUD pasal 7

Pasal 7

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih
kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

84. uuds tanggal berp ditetpkan.

17 Agustus 1950

85. UUD RIS itu UUD yang mana?

UUDS 1950

86. pada Saat kita menganut demokrasi parlementer itu pake UUD mana?
87. Pendidikan UUD pasal brpa?

Pasal 31 ayat 1-5 uud1945

88. Cita2 Negara termaktub pada allinea brpa?

Alinea 1 dan 2

89. Bendera Negara dikuatkan dalam apa

Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih adalah sebutan bagi bendera Indonesia yang pertama.
Bendera Pusaka dibuat oleh Ibu Fatmawati, istri presiden Soekarno. Bendera Pusaka pertama
kali dinaikkan pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Walaupun
seharusnya Bendera Pusaka disimpan di Monas, Bendera Pusaka masih disimpan di Istana
Negara.

Sejarah

Bendera Pusaka dijahit oleh istri Soekarno yaitu Fatmawati.[1] Desain bendera dibuat
berdasarkan bendera Majapahit pada abad ke-13, yang terdiri dari sembilan garis berwarna
merah dan putih tersusun secara bergantian.[2]

Bendera Pusaka pertama dinaikkan di rumah Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta,
setelah Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.[3] Bendera dinaikkan pada
tiang bambu oleh Paskibraka yang dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Setelah
dinaikkan, lagu "Indonesia Raya" kemudian dinyanyikan secara bersama-sama.[2][4]

Pada tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, Bendera Pusaka dikibarkan siang dan malam.
Setelah Belanda menguasai Jakarta pada 1946, Bendera Pusaka dibawa ke Yogyakarta dalam
koper Soekarno. Ketika terjadi Operatie Kraai, Bendera Pusaka dipotong dua lalu diberikan
kepada Husein Mutahar untuk diamankan. Mutahar diharuskan untuk "menjaga bendera dengan
nyawa". Walaupun kemudian ditangkap lalu melarikan diri dari tentara Belanda, Mutahar
berhasil membawanya kembali ke Jakarta, menjahit kembali, dan memberikannya pada
Soedjono. Soedjono lalu kemudian membawa benderanya ke Soekarno, yang berada dalam
pengasingan di Bangka.[4]

Setelah perang berakhir, Bendera Pusaka selalu dinaikkan sekali di depan Istana Negara pada
Hari Kemerdekaan.[1] Namun karena kerapuhan bendera, sejak tahun 1968, bendera yang
dinaikkan di Istana Negara adalah replika yang terbuat dari sutra.[5]
Arti dan simbolisme

Bendara Pusaka terdiri dari dua warna, merah di atas dan putih di bawah dengan ratio 2:3. Warna
merah melambangkan keberanian, sementara warna putih melambangkan kesucian.[3] Namun,
juga terdapat arti lain, salah satunya adalah merah melambangkan gula aren dan putih
melambangkan nasi, keduanya adalah bahan yang penting dalam masakan Indonesia.[2]

Dampak sosial
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Paskibraka

Paskibraka di Aceh, ketika upacara bendera

Bendera Pusaka merupakan nama dari organisasi mahasiswa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,
atau kependekan nya Paskibraka; bahasa Inggris: Bendera Pusaka Flag Hoisting Troop).
Organisasi yang dibentuk oleh Husein Mutahar pada tahun 1968 ini, bertugas sebagai pengibar
bendera pada upacara bendera di tingkat lokal dan nasional serta fungsi internasional untuk
Indonesia di luar negeri.[4]

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka


Paskibraka adalah singkatan dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan tugas utamanya
mengibarkan duplikat bendera Pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan
Indonesia di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Walikota), Provinsi (Kantor
Gubernur), dan Nasional (Istana Negara). Anggotanya berasal dari pelajar SLTA Sederajat kelas
1 ATAU 2. Penyeleksian anggotanya biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan
pengibaran pada 17 Agustus

Lambang

Lambang dari organisasi paskibraka adalah bunga teratai

 Tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar, bekerja, dan berbakti
 Tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin,
dan bergembira
Sejarah Paskibraka

Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946,

pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta.

Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1 Presiden Soekarno memerintahkan


salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera
Pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar
terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera Pusaka dilakukan oleh para pemuda
dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang
bertugas.

Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan
lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang
berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun
1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani
pengibaran bendera Pusaka. Pengibaran bendera Pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana
Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode
itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soekarno, untuk menangani lagi
masalah pengibaran bendera Pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di
Yogyakarta, dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang
dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

 Kelompok 17 / pengiring (pemandu),


 Kelompok 8 / pembawa (inti),
 Kelompok 45 / pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945
(17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra
daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas
pengibaran bendera Pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari
para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain
menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, marinir, dan Brimob) juga
tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah
dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera Pusaka adalah para pemuda utusan
provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus
ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.
Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat
Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada
Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik
kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun
Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan
Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan.
Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera Pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah
air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi
diwakili oleh sepasang remaja.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pasukan Pengerek Bendera
Pusaka". Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera
Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar
mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti Pusaka. Mulai saat itu,
anggota pengibar bendera Pusaka disebut Paskibraka.

91. pancasila kebanyakan kasus, kayak misalkan yg mencerminkan sila 1,2

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa Sila ini berhubungan terhadap
perilaku kita sebagai umat pertama pada Tuhannya. Berikut contoh sikap yang mencerminkan di
sila Pertama :

 Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai


dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
 Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing.
 Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah
rumah ibadah.
 Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
 Menjalani perintah agama sesuai ajaran agama yang dianut masing-masing. Kita tidak
boleh membeda-bedakan cara bergaul hanya karena ras, suku dan agama
 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
kepada orang lain.
 Membina kerjasama dan tolong menolong antar umat beragama.
 Bersikap toleran kepada umat beragama yang lainya.
 Mengembankan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab


Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya semua sama
di Dunia ini. Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Kedua :

 Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa
membedakan.
 Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
 Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
 Tidak semena-mena terhadap orang lain.
 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti acara acara bakti sosial, memberikan
bantuan kepada panti panti asuhan sebagai bentuk kemanusiaan peduli akan sesama.
 Senang membantu teman yang sedang mengalami kesusahan.
 Memberikan bantuan kepada korban bencana alam.
 Mengembangkan sikap tenggang rasa.
 Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
 Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
 Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

92. presiden sementara ketika soetta ditahan?

Syafruddin Prawiranegara

93. pemimpin DI/TII Di Sulawesi?

Kahar Muzakkar (Sulawesi Selatan)


Sekar Marijan Kartosuwiryo (Jawa Barat)
Ibnu Hadjar (Kalimantan Selatan)
Daud Beureueh (Aceh)
Amir Fatah (Jawa Tengah)

94. Fungsi Pancasila


10 Fungsi Pancasila Lengkap


o 1. Pancasila sebagai dasar negara
o 2. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
o 3. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
o 4. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
o 5. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
o 6. Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia
o 7. Pancasila sebagai perjanjian luhur Bangsa Indonesia
o 8. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
o 9. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan Bangsa Indonesia
o 10. Pancasila sebagai falsafah hidup Bangsa

95. Alasan MPRS dibubarkan Ir. Soekarno

96. Pasca kemerdekaan (Belanda diboncengi NICA, pertempuran Medan Area)

Pada tanggal 29 September 1945 akhirnya Sekutu mendarat di Indonesia yang bertugas melucuti
tentara Jepang. Semula rakyat Indonesia menyambut dengan senang hati kedatangan Sekutu,
karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa
Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di bawah pimpinan Van der Plass dan Van
Mook ikut di dalamnya, sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. NICA adalah
organisasi yang didirkan orang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australia setelah Belanda
menyerah pada Jepang. Organisasi ini semula didirikan dan berpusat di Australia. Keadaan
bertambah buruk karena NICA mempersenjatai kembali KNIL setelah dilepas oleh Sekutu dari
tawanan Jepang. Adanya keinginan Belanda berkuasa di Indonesia menimbulkan pertentangan,
bahkan diman-mana terjadi pertempuran melawan NICA dan Sekutu.

Tugas yang diemban oleh Sekutu yang dalam hal ini dilakukan oleh Allied Forces Netherlands
East Indies (AFNEI) di bawah Letnan Sir Philip Christinson. Mereka memiliki keinginan untuk
menghidupkan kembali Hindia Belanda. Adapun tugas AFNEI di Indonesia adalah sebagai
berikut.

1. Menerima penyerahan dari tangan Jepang.


2. Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
3. Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian dipulangkan.
4. Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada
pemerintahan sipil.
5. Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut mereka di depan
pengadilan.

1. Kedatangan Belanda (NICA) berusaha menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia.


Kedatangan pasukan Sekutu pada mulanya disambut dengan sikap netral oleh pihak Indonesia.
Namun, setelah diketahui bahwa Sekutu membawa NICA(Netherland Indies Civil
Administration) sikap masyarakat berubah menjadi curiga karena NICA adalah pegawai sipil
pemerintah Hindia Belanda yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan sipil di
Indonesia. Para pemuda memberikan sambutan tembakan selamat datang. Situasi keamanan
menjadi semakin buruk sejak NICA mempersenjatai kembali tentara KNIL yang baru dilepaskan
dari tawanan Jepang.

Melihat kondisi yang kurang menguntungkan, Panglima AFNEI menyatakan pengakuan sedara
de facto atas Republik Indonesia pada tanggal 1 Oktober 1945. Sejak saat itu, pasukan AFNEI
diterima dengan tangan terbuka oleh pejabat-pejabat RI di daerah-daerah untuk membantu
memperlancar tugas-tugas AFNEI.

Namun dalam kenyataannya di daerah-daerah yang didatangi Sekutu selalu terjadi insiden dan
pertempuran dengan pihak RI. Hal itu disebabkan pasukan Sekutu tidak bersungguh-sungguh
menghormati kedaulatan RI. Sebaliknya pihak Sekutu yang merasa kewalahan, menuduh
pemerintah RI tidak mampu menegakkan keamanan dan ketertiban sehingga terorisme
merajalela. Pihak Belanda yang bertujuan menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia
berupaya memanfaatkan situasi ini dengan memberi dukungan kepada pihak Sekutu. Panglima
Angkatan Perang Belanda, Laksamana Helfrich, memerintahkan pasukannya untuk membantu
pasukan Sekutu.

Kedatangan tentara Sekutu yang diboncengi NICA menyebabkan terjadinya konflik dan
pertempuran di berbagai daerah. Keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia
berhadapan dengan rakyat Indonesia yang mempertahankan kemerdekaannya. Oleh karena itu,
terjadi pertempuran di berbagai daerah di Indonesia. Konflik antara Indonesia-Belanda ini
akhirnya melibatkan peran dunia internasional untuk menyelesaikannya.

97. UUD 1945 (fungsi DPR, jumlah hakim MK, kebebasan berkumpul berserikat diatur pasal brp)

 Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas)


 Menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU)
 Menerima RUU yang diajukan oleh DPD (terkait otonomi daerah; hubungan pusat dan
daerah; pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah; pengelolaan SDA dan SDE
lainnya; serta perimbangan keuangan pusat dan daerah)
 Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden ataupun DPD
 Menetapkan UU bersama dengan Presiden
 Menyetujui atau tidak menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU (yang diajukan
Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU

Jumlah hakim MK:

Jumlah Maksimal 9 orang


jabatan
Sistem Diajukan 3 orang oleh DPR, 3 orang oleh Presiden, dan 3 orang oleh MA dengan
seleksi penetapan Presiden

Kebebasan berkumpul berserikat diatur pasal UUD 1945 pasal 28 I ayat 1

98. Konferensi Tokyo mengatur tentang?

Pada tahun 1963 diselenggarakan Konvensi Tokyo 1963 (Convention on Offences and Certain Other Acts
Committed on Board Aircraft), yaitu konvensi yang mengatur tindak pidana dan perbuatan-perbuatan
tertentu yang dilakukan di dalam pesawat udara. Tindakan dimaksud meliputi perbuatan yang
merupakan pelanggaran terhadap hukum pidana atau bukan tetapi mungkin dapat mengganggu
keamanan dan keselamatan penerbangan

100. organisasi pemuda jong celebes, jong java, tri koro darmo

Jong Celebes adalah organisasi pemuda yang menghimpun para pemuda pelajar yang berasal dari
Selebes atau Pulau Sulawesi. Maksud dan tujuannya ialah mempererat rasa persatuan dari tali
persasudaraan di kalangan pemuda pelajar yang berasal dari Pulau Sulawesi. Tokoh-tokohnya misalnya
Arnlod Monotutu, Waworuntu, dan Magdalena Mokoginta (yang kemudia dikenal dengan Ibu Sukanto,
Kepala Kepolisian Wanita Negara RI pertama)

Jong Java adalah suatu organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Satiman Wirjosandjojo di
Gedung STOVIA pada tanggal 7 Maret 1915 dengan nama awal Tri Koro Dharmo (TKD)
(bahasa Indonesia: "Tiga Tujuan Mulia"). Perkumpulan pemuda ini didirikannya karena banyak
pemuda yang menganggap bahwa Boedi Oetomo dianggap sebagai organisasi elit.[1]

Pada saat didirikan, ketuanya adalah Dr. Satiman Wirjosandjojo, dengan wakil ketua
Wongsonegoro, sekretaris Sutomo dan anggotanya Muslich, Mosodo dan Abdul Rahman.[2] Tri
Koro Dharmo bertujuan untuk mempersatukan para pelajar pribumi, menyuburkan minat pada
kesenian dan bahasa nasional serta memajukan pengetahuan umum untuk anggotanya. Hal ini
dilakukan antara lain dengan menyelenggarakan berbagai pertemuan dan kursus, mendirikan
lembaga yang memberi beasiswa, menyelenggarakan berbagai pertunjukan kesenian, serta
menerbitkan majalah Tri Koro Dharmo.

TKD berubah menjadi Jong Java pada 12 Juni 1918 dalam kongres I-nya yang diadakan di
Solo,[2] yang dimaksudkan untuk bisa merangkul para pemuda dari Sunda, Madura dan Bali.
Bahkan tiga tahun kemudian atau pada tahun 1921 terbersit ide untuk menggabungkan Jong
Java dengan Jong Sumatranen Bond, namun upaya ini tidak berhasil.[3]

Oleh karena jumlah murid-murid Jawa merupakan anggota terbanyak, maka perkumpulan ini
tetap bersifat Jawa dan terlihat dalam kongres II yang diadakan di Yogyakarta pada tahun 1919
yang dihadiri oleh sedikit anggota yang tidak berbahasa Jawa. Namun dalam kongres ini
dibicarakan beberapa hal besar antara lain:

 Milisi untuk bangsa Indonesia


 Mengubah bahasa Jawa menjadi lebih demokratis
 Perguruan tinggi
 Kedudukan wanita Sunda
 Sejarah tanah Sunda dan
 Arti pendirian nasional Jawa dalam pergerakan rakyat[3]

101. pasal 5 UUD 45

Rumusan perubahan

Pasal 5
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

Rumusan naskah asli

Pasal 5
(1) Presiden memegang kekuasaan membentuk un-dang-undang dengan persetujuan Dewan
Perwa-kilan Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang
sebagaimana mestinya.

102. Rapat pengesahan pancasila oleh PPKI

Naskah resmi Pancasila ini baru disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, satu hari setelah Indonesia
merdeka melalui rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), bersamaan dengan
disahkannya UUD 1945 sebagai undang-undang dasar negara. Mengapa Pancasila disahkan bersamaan
dengan UUD 1945 ? Karena, naskah Pancasila tersebut terdapat dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD
1945. Pengesahan UUD 1945 berarti pula pengesahan atas Pancasila sebagai dasar negara.

103. Staatsfundamentalnoorm menurut Notonegoro

Seorang ahli hukum Indonesia, Notonagoro berpendapat lain. Teori Notonagoro agak berbeda dengan
teori Kelsen-Nawiasky. Notonagoro menyatakan bahwa Grundnorm bisa juga tertulis. Pancasila
mengandung norma yang digali dari bumi Nusantara, semula tidak tertulis tetapi kemudian ditulis.
104. UUD sebelum amandemen apa isinya (aku dapat pasal 6A).

Pasal 6

(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang warga negara Indonesia
sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya
sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk
melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden. ***)

(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-
undang. ***)

Pasal 6A

(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. ***)

(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan
partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum. ***)

(3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh
persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di
setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik
menjadi Presiden dan Wakil Presiden. ***)

(4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih dua pasangan calon
yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat
secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai
Presiden dan
Wakil Presiden. ****)

(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dalam
undang-undang. ***)

105. kapan pemilu legislatif pertama kali.

1955

 Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Tahap ini diselenggarakan pada
tanggal 29 September 1955, diikuti oleh 29 partai politik dan individu.
 Tahap ke-dua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. Tahap ini diselenggarakan
pada tanggal 15 Desember 1955.
106. Sebutkan urutan pemenang pemilu legis pertama kali.

Partai nasional Indonesia, masyumi,Nahdatul Ulama, Partai Komunis Indonesia, Partai Syarikat

Islam Indonesia,Partai Kristen Indonesia,partai katolik,

109. Markas Pangeran Diponegoro

Goa Selarong

111.Tujuan negara dalam UUD

 melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia


 untuk memajukan kesejahteraan umum,
 mencerdaskan kehidupan bangsa,
 melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial,

112. organisasi bentukan pemuda agustus 1945 apa?

PPKI

115. amnesti & abolisi ?( HAK PRESIDEN )

1. PENGERTIAN GRASI
Dalam arti sempit berarti merupakan tindakan meniadakan hukuman yang telah
diputuskan oleh hakim. Dengan kata lain, Presiden berhak untuk meniadakan
hukuman yang telah dijatuhkan oleh hakim kepada seseorang. (ampunan dari
presiden pada orang yang telah dijatuhi hukuman)

2. PENGERTIAN AMNESTI
Merupakan suatu pernyataan terhadap orang banyak yang terlibat dalam suatu
tindak pidana untuk meniadakan suatu akibat hukum pidana yang timbul dari
tindak pidana tersebut. Amnesti ini diberikan kepada orang-orang yang sudah
ataupun yang belum dijatuhi hukuman, yang sudah ataupun yang belum diadakan
pengusutan atau pemeriksaan terhadap tindak pidana tersebut. Amnesti agak
berbeda dengan grasi, abolisi atau rehabilitasi karena amnesti ditujukan kepada
orang banyak. Pemberian amnesti yang pernah diberikan oleh suatu negara
diberikan terhadap delik yang bersifat politik seperti pemberontakan atau suatu
pemogokan kaum buruh yang membawa akibat luas terhadap kepentingan
negara.

3. PENGERTIAN ABOLISI
Merupakan suatu keputusan untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan
suatu perkara, dimana pengadilan belum menjatuhkan keputusan terhadap
perkara tersebut. Seorang presiden memberikan abolisi dengan pertimbangan
demi alasan umum mengingat perkara yang menyangkut para tersangka tersebut
terkait dengan kepentingan negara yang tidak bisa dikorbankan oleh keputusan
pengadilan. (penghapusan hokum atau membatalkan hokum.)

4. PENGERTIAN REHABILITASI
Rehabilitasi merupakan suatu tindakan Presiden dalam rangka memulihkan nama
baik seseorang yang telah hilang karena suatu keputusan hakim yang ternyata
dalam waktu berikutnya terbukti bahwa kesalahan yang telah dilakukan seorang
tersangka tidak seberapa dibandingkan dengan perkiraan semula atau bahkan ia
ternyata tidak bersalah sama sekali. Fokus rehabilitasi ini terletak pada nilai
kehormatan yang diperoleh kembali dan hal ini tidak tergantung kepada Undang-
undang tetapi pada pandangan masyarakat sekitarnya.

116. politik indonesia luar negeri bebas aktif kapan resminyas

2 September 1948.

117. perang sodara kamboja

Perang Saudara Kamboja (bahasa Khmer: សង្គ្រាមស៊ីវ ិលកមពុជា) adalah sebuah konflik militer
yang mengadu kekuatan Partai Komunis Kampuchea (dikenal sebagai Khmer Merah) dan
sekutunya Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara) dan Viet Cong melawan pasukan
pemerintah dari Kerajaan Kamboja dan, setelah bulan Oktober 1970, Republik Khmer, yang
didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan Republik Vietnam (Vietnam Selatan).

Perjuangan menjadi semakin rumit oleh pengaruh dan tindakan dari para sekutu kedua pihak
yang bertikai. Keterlibatan Vietnam Utara melalui Tentara Rakyat Vietnam (PAVN)
dilaksanakan dengan melindungi Wilayah Dasar dan tempat-tempat suci di bagian timur
Kamboja, yang jika tidak dilakukan, akan membuat usaha militer mereka di Vietnam Selatan
akan menjadi lebih sulit. Kudeta Kamboja pada tanggal 18 Maret 1970 menempatkan pemerintah
pro-Amerika dan anti-Vietnam Utara sebagai penguasa dan mengakhiri netralitas Kamboja
dalam Perang Vietnam. PAVN sekarang terancam oleh pemerintah Kamboja yang baru dan tidak
ramah.

Antara bulan Maret dan Juni 1970, Vietnam Utara memindahkan banyak instalasi militernya
lebih jauh ke dalam Kamboja untuk melindungi mereka dari serangan dan pemboman AS, yang
menguasai sebagian besar bagian timur laut negara tersebut dalam pertempuran dengan tentara
Kamboja. Vietnam Utara menyerahkan beberapa daerah taklukan mereka dan memberikan
bantuan lain kepada Khmer Merah, sekaligus memberdayakan gerakan gerilya pada waktu itu.[7]
Pemerintah Kamboja bergegas meningkatkan jumlah tentaranya untuk memerangi Vietnam
Utara dan kekuatan Khmer Merah yang berkembang.[8]

AS dimotivasi oleh keinginan untuk mengulur waktu dalam rangka penarikan mereka dari Asia
Tenggara, untuk melindungi sekutunya di Vietnam Selatan, dan untuk mencegah penyebaran
komunisme ke Kamboja. Amerika dan pasukan Vietnam Selatan dan Utara secara langsung
berpartisipasi (pada satu waktu atau lainnya) dalam pertempuran tersebut. AS membantu
pemerintah pusat dengan rangkaian pengeboman udara besar-besaran dan bantuan materi
langsung serta dana keuangan.

Setelah lima tahun pertempuran sengit, pemerintah Republik dikalahkan pada tanggal 17 April
1975 ketika Khmer Merah yang memenangkan perang memproklamirkan pembentukan
Kamboja Demokratik.

Konflik ini merupakan bagian dari Perang Indocina Kedua (1959-1975) yang juga terjadi di
negara tetangga Laos, Vietnam Selatan, dan Vietnam Utara yang masing-masing disebut sebagai
Perang Saudara Laos dan Perang Vietnam. Perang saudara Kamboja menyebabkan genosida
Kamboja, salah satu yang paling berdarah dalam sejarah.

118. Jumlah bulu di Garuda melambangkan hal yang ada di pembukaan UUD 45 yaitu (jawaban

alinea 3)

119. Asas pemerintahan daerah yang dipakai setelah amandemen UUD NRI 45

120. penambahan anggota sidang dr perwakilan 21 wilayah ditambah menjadi 27 wilayah

merupakan pengamalan Pancasila sila ke4


121. Jabatan presiden dan wakil pesiden menurut definisinya adalah

TIU

1. Deret angkat

2. Silogisme

Silogisme adalah cara penarikan kesimpulan secara deduktif dan kesimpulan disimpulkan dari 2
pernyataan.

Itulah sedikit pengantar saya bagi yang sedang belajar silogisme.

Contoh Kalimat Silogisme

Contoh Kalimat Silogisme 1


P1: Semua anak kelas X suka pelajaran Matematika

P2: Budi anak kelas X

K: Budi suka pelajaran Matematika

Contoh Kalimat Silogisme 2

P1: Semua anak-anak suka makan sayur

P2: Budi adalah anak-anak

K: Budi suka makan sayur

Contoh Kalimat Silogisme 3


P1:Semua iklan ditampilkan di TV

P2: Iklan Aqua adalah sebuah iklan

K: Iklan Aqua ditampilkan di TV

Contoh Kalimat Silogisme 4


P1: Semua negara rumpun melayu berada di Asia Tenggara
P2: Indonesia termasuk rumpun melayu

K: Indonesia berada di Asia Tenggara

3. Ide paragraph

Ide pokok adalah masalah utama yang dibahas dalam suatu paragraf. Nama lain
ide pokok antara lain pokok pikiran, pikiran pokok, gagasan utama, gagasan pokok,
dan pikiran utama. Cara sederhana untuk menentukan ide pokok bisa dengan
mengajukan pertanyaan “paragraf tersebut membahas tentang apa?”.

Ide pokok sering muncul dalam soal-soal ujian. Ide pokok seolah menjadi menu
wajib di soal ujian, baik jenjang SD sampai dengan SMA, atau bahkan di
perkuliahan. Tidak sedikit siswa yang kesulitan menentukan ide pokok paragraf
karena kurangnya teknik yang diajarkan oleh guru. Guru pun harus kreatif dan
paham benar bagaimana cara menjelaskan ide pokok kepada siswa.

Cara menentukan ide pokok


Ada beberapa cara menentukan ide pokok secara sederhana. Dapur Imajinasi
menjelaskannya sebagai berikut!

1. Mengambil kalimat utama


Cara ini adalah cara termudah dalam mencari ide pokok. Ide pokok bisa diambil
langsung dari kalimat utama. Namun, ada juga beberapa kalimat utama yang tidak
bisa dijadikan ide pokok. Jadi, kalimat utama bisa jadi suatu ide pokok, tetapi ide
pokok belum tentu kalimat utama.

Nah, inilah paragraf yang ide pokoknya bisa diambil dari kalimat utama.

Buah kedondong memiliki berbagai manfaat. Buah ini bisa dijadikan bahan rujak
yang lezat. Buah ini juga bisa dijadikan manisan. Buah yang rasanya masam ini
juga bisa dijadikan obat batuk dengan cara makan daging buahnya yang sudah
dicolek atau dilumuri kecap.

Kalimat utama paragraf di atas adalah kalimat pertama, yakni “Buah kedondong
memiliki berbagai manfaat”.
Ide pokok sama dengan kalimat utama sehingga ide pokoknya adalah “Buah
kedondong memiliki berbagai manfaat”.

Baca juga: Cara menentukan kalimat utama.

2. Membalik kalimat utama atau menyimpulkan kalimat utama


Cara ini juga termasuk cara mudah dalam mencari ide pokok. Kita tinggal mencari
kalimat utama kemudian menyimpulkannya menjadi ide pokok atau bisa juga
dengan cara membaliknya.

Contoh:

Buah kedondong memiliki berbagai manfaat. Buah ini bisa dijadikan bahan
rujak yang lezat. Buah ini juga bisa dijadikan manisan. Buah yang rasanya masam
ini juga bisa dijadikan obat batuk dengan cara makan daging buahnya yang sudah
dicolek atau dilumuri kecap.

Kalimat utama: Buah kedondong memiliki berbagai manfaat.

Ide pokok:

- Manfaat buah kedondong

- Berbagai manfaat buah kedondong

- Khasiat buah kedondong

3. Menyimpulkan isi paragraf


Menyimpulkan isi paragraf digunakan untuk menentukan ide pokok jika kita tidak
bisa menyimpulkan dari kalimat utama.

Berikut contoh mencari ide pokok dengan cara menyimpulkan isi paragraf.

Ini adalah hewan berkaki empat. Hewan ini termasuk herbivora atau pemakan
tumbuh-tumbuhan. Dagingnya menjadi komoditas pokok di Indonesia. Saat hari
Idul Adha, hewan ini sering dijadikan hewan kurban. Hewan ini adalah sapi.

Kalimat utama: Hewan ini adalah sapi.


Paragraf di atas membahasa tentang ciri-ciri sapi, sehingga ide pokoknya adalah
“ciri-ciri sapi”.

4. Kalimat elektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya
sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, kalimat efektif
mampu menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar atau pembacanya seperti apa yang
dimaksudkan oleh penulis.

Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika memiliki beberapa syarat sebagai berikut:

1. Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya.

2. Tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan maksud sang penulis.

3. Menyampaikan pemikiran penulis kepada pembaca atau pendengarnya dengan tepat.

4. Sistematis dan tidak bertele-tele.

Prinsip-Prinsip Kalimat Efektif:

Kalimat efektif memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu kesepadanan, kepararelan, kehematan
kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan dan kelogisan kalimat. Prinsip-prinsip kalimat efektif tersebut
akan diuraikan sebagai berikut:

A. Kesepadanan Struktur
Kespadanan adalah keseimbangan antara gagasan atau pemikiran dengan struktur bahasa yang dipakai
dalam kalimat. Kesepadanan dalam kalimat ini diperlihatkan dengan adanya kesatuan gagasan dan
kesatuan pikiran. Ciri-ciri kalimat yang memiliki kesepadanan struktur, yaitu:

1. Memiliki subjek dan predikat yang jelas

Contoh:

Bagi semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegiatan study tour. (Tidak efektif)

Semua siswa kelas 2 harus mengikuti kegaiatan study tour. (Efekti)

Untuk menghindari ketidak jelasan subjek, hindarilah pemakaian kata depan (Preposisi) di depan Subjek.

2. Tidak memiliki subjek yang ganda di dalam kalimat tunggal.

Contoh:

Pembangunan Jalan itu kami dibantu oleh semua warga desa. (Tidak Efekti)

Dalam membangun jembatan itu, kami dibantu oleh semua warga desa. (Efektif)

B. Kepararelan Bentuk
Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Yang dimaksud dengan
kesamaan bentuk kata adalah jika kata pertama berbentuk verba, maka kata selanjutnya berbentuk
verba. Namun, jika kata pertama berbentuk nomina, maka kata selanjutnya berbentuk nomina.

Contoh:

Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan pengaplikasian
definisi kaliamt efektif. (Tidak efektif)

Langkah-langkah dalam menulis kalimat efektif adalah memahami, mengetahui, dan mengaplikasikan
definisi kalimat efektif. (Efektif)

Advertisement

C. Kehematan Kata

Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata atau frasa yang tidak perlu digunakan. Untuk menghindari
pemborosan kata di dalam kalimat, hal yang harus diperhatikan adalah:

1. Menghindari unsur yang sama pada kalimat majemuk

Contoh:

Saya tidak suka buah apel dan saya tidak suka duren. (Tidak efektif)
Saya tidak suka buah apel dan duren. (Efektif)

2. Menghindari kesinoniman dalam kalimat

Contoh:

Saya hanya memiliki 3 buah buku saja. (Tidak efektif)

Saya hanya memiliki 3 buah buku. (Efektif)

3. Menghindari penjamakan kata pada kata jamak

Para mahasiswa-mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Tidak efektif)

Para mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung rektorat. (Efektif)

D. Kecermatan

Yang dimaksud kecermatan adalah cermat dan tepat dalam memilih kata sehingga tidak menimbulkan
kerancuan dan makna ganda.

Contoh:

Guru baru pergi ke ruang guru. (Tidak efektif)


Guru yang baru pergi ke ruang guru. (Efektif)

E. Ketegasan

Kalimat efektif memberikan penegasan kepada ide pokonya sehingga ide pokonya menonjol di dalam
kalimat tersebut. Berikut cara memberikan penegasan pada kalimat efektif.

1. Meletakan kata kunci di awal kalimat

Contoh:

Sudah saya baca buku itu. (Tidak efektif)

Buku itu sudah saya baca. (Efektif)

2. Mengurutkan kata secara bertahap.

Contoh:

Pertemuan itu dihadiri oleh menteri pendidikan, gubernur dan presiden. (Tidak efektif)

Pertemuan itu dihadiri oleh presiden, menteri pendidikan dan gubernur. (Efektif)

F. Kepaduan
Kalimat efektif memiliki kepaduan pernyataan sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-
pecah.

Contoh:

Budi membicaran tentang pengalaman liburannya. (Tidak efektif)

Budi membicarak pengalaman liburannya. (Efekti)

G. Kelogisan

Ide kalimat dalam kaliamat efektif dapat diterima atau dimengerti oleh akal dan sesuai dengan kaidah
EYD.

Contoh:

Waktu dan tempat kami persilahkan! (Tidak efektif)

Bapak kepala sekolah kami persilahkan! (Efekti)

Demikianlah prinsip-prinsip dalam kalimat efektif yang harus ada atau dipenuhi dalam pembuatan
kalimat efektif agar tujuan komunikatif kalimat tersebut dapat tersampaikan dengan jelas kepada
pendengar atau pembacanya.

5. Menghitung persentase tabungan

Soal
1. Seorang siswa menabung di Bank sebesar Rp 3200.000,00 . Dalam setahun , ia akan
mendapat bunga 12,5 %. Berapa rupiah :
a. bunga selama 1 tahun
b. bunga selama 18 bulan
c. Seluruh uang siswa tersebut setelah 18 bulan
d. bunga setelah 1 bulan.

2. Rahmat mendepositokan uangnya sebesar Rp.40.000.000,00 dI Bank dengan bunga 0,5 %


sebulan. Berapa rupiah :
a. bunga selama 1 bulan;
b. bunga selama 2 tahun;
c. seluruh uang Rahmat setelah 2 tahun; dan

3. Koperasi simpan pinjam“Sejahtera Bersama”mempunyai modal sebesar Rp 45.000.000,00.


Bila dalam waktu 3 bulan koperasi tersebut mendapat jasa sebesar Rp2.250.000,00
a. Berapakah besarnya uang jasa yang diterima selama 1 tahun
b. Berapa persen jasa yang diberikan koperasi dalam 1 tahun?

4. Seorang anggota koperasi meminjam uang dengan bunga 1% per bulan.Setelah 3 bulan ia
membayar pinjaman sebesar Rp1030.000,00.
a. Berapa persen suku bunga 3 bulan; dan
b. Berapa besar pinjamannya?

5. Seorang siswa menerima uang transport dan jajan rata-rata sebesar Rp28.000,00 tiap hari.
Dari uang tersebut, 22% di tabung di koperasi sekolah. Tentukan besarnya tabungan siswa
tersebut setelah setahun, bila dalam setahun rata-rata ada 240 hari sekolah!

6. Pak Hendra membayar cicilan rumah ke Bank sebesar Rp1800.000,00 per bulan.Jika ia
akan melunasi cicilan rumahnya dalam jangka waktu 15 tahun untuk rumah seharga
Rp162.000.000,00.
a. Berapakah besar uang cicilan yang harus dibayar Pak Hendra selama 1 tahun;
b. Berapa besar uang cicilan yang harus dibayar Pak Hendra selama 15 tahun;
c. . Berapa besar bunga yang harus dibayar selama 15 tahun;
d. . Berapa besar bunga yang harus dibayar Pak Hendra selama 1 tahun; dan
e. . Berapa persen bunga per tahun yang dibebankan oleh Bank tersebut ?

7. Pak Anton menyimpan uangnya di Bank sebesar Rp 25.000.000,00. Setelah 6 bulan, uang
tersebut diambil untuk biaya sekolah keponakannya. Berapa rupiahkah uang yang akan
diterima Pak Anton jika ia mendapat bunga 18% per tahun?

8. Pak Sastro membeli sepeda motor pada tanggal 1 Mei 2015. Harga tunai Rp18.000.000,00.
Besar uang mukanya Rp3.000.000,00. Sisanya diangsur selama 12 kali (12 bulan) . Tingkat
suku bunga 2% per bulan. Berapakah besar angsuran yang harus dibayar Pak Sastro setiap
bulannya?

.Penyelesaian soal :
.

Penyelesaian soal :
1. Tabungan awal = Rp 3200.000,00
Suku bunga = 12,5 %. Per tahun
a. Besar bunga selama 1 tahun = 12,5 % x Rp 3200.000,00
= Rp 400.000,00
b. Besar bunga selama 18 bulan = 12,5 % x 18/12 x Rp 3200.000,00
= Rp 600.000,00
c. Jumlah uang seluruhnya setelah 18 bulan = Rp 3200.000,00 + Rp 600.000,00
= Rp 3800.000,00
d. Besar bunga setelah 1 bulan = 12,5 % x 1/12 x Rp 3200.000,00
= Rp 33.333,33
2. Besar deposito = Rp.40.000.000,00
Suku Bunga = 1,5 % per bulan
a. Besar bunga dalam 1 bulan = 0,5% x Rp.40.000.000,00
= Rp.200.000,00
b. Besar bunga dalam 2 tahun = 0,5% x Rp.40.000.000,00 x 24
= Rp.4.800.000,00
c. Jumlah uang seluruhnya setelah 2 tahun = Rp.40.000.000,00 + Rp.4.800.000,00
= Rp.44.800.000,00

3. Besar modal = Rp 45.000.000,00


Besar jasa dalam 3 bulan = Rp2.250.000,00
a. Besar jasa dalam 1tahun = 12/3 x Rp2.250.000,00
= Rp.9.000.000,00
b. Persentase jasa yang diberikan koperasi dalam 1 tahun = Rp.9.000.000,00 x 100 %
Rp.45.000.000,00
Persentase jasa yang diberikan koperasi dalam 1 tahun = 20 %

4. Besar pinjaman yang dibayarkan setelah 3 bulan = Rp1.030.000,00


Suku bunga = 1 % per bulan
a. Suku bunga dalam 3 bulan = 3 x 1 %
= 3 %
b. Besar pinjaman = ( 100 : 103) x Rp1.030.000,00
= Rp.1.000.000,00

5. Besar transport dan jajan rata-rata = Rp28.000,00 per hari


Besar tabungan 1 hari = 22 % x Rp28.000,00
= Rp.6.160,00
Besar tabungan selama 240 hari = 240 x Rp.6.160,00
Besar tabungan selama 240 hari = Rp. 1.478.400,00

6. Besar angsuran 1 bulan = Rp1800.000,00


Banyak angsuran = 15 x 12
= 180 bulan
Harga rumah jika tidak melalui angsuran = Rp162.000.000,00.
a. Besar uang angsuran selama 1 tahun = 12 x Rp1800.000,00
= Rp 21.600.000,00
b. Besar uang angsuran selama 15 tahun = 15 x Rp21.600.000,00
= Rp 324.000.000,00
c. Besar bunga yang harus dibayar selama 15 tahun
= Rp 324.000.000,00 - Rp162.000.000,00 = = Rp162.000.000,00
d. Besar bunga yang harus dibayar selama 1 tahun
= Rp162.000.000,00 : 15 = Rp 10.800.000,00
e. Suku bunga per tahun = (Rp 10.800.000,00 : Rp162.000.000,00.) x 100 %
= 6,67%

7. Besar simpanan awal = Rp. 25.000.000,00


Suku bunga = 18 % per tahun
Besar bunga 6 bulan = 6/12 x 18 % x Rp. 25.000.000,00
Besar bunga 6 bulan = Rp. 2.250.000,00
Besar uang Seluruhnya setelah 6 bulan = Rp 25.000.000,00 + Rp. 2.250.000,00
= Rp 27.250.000,00

8. Pak Sastro membeli sepeda motor pada tanggal 1 Mei 2015. Harga tunai Rp18.000.000,00.
Besar uang mukanya Rp3.000.000,00. Sisanya diangsur selama 12 kali (12 bulan) . Tingkat
suku bunga 2% per bulan. Berapakah besar angsuran yang harus dibayar Pak Sastro setiap
bulannya?

.8. Harga tunai = Rp18.000.000,00


Uang muka = Rp3.000.000,00
Harga yang diangsur = Rp18.000.000,00 – Rp3.000.000,00
= Rp15.000.000,00
Banyak angsuran = 12 kali atau 12 bulan
Besar bunga 1 bulan = 2% x Rp15.000.000,00
Besar bunga 1 bulan = Rp300.000,00
Besar angsuran setiap bulan = (Rp15.000.000,00 : 12 ) + Rp300.000,00
= Rp. 1.250.000,00 + Rp300.000,00
= Rp 1.550.000,00

6. Analogi

Pengertian Paragraf Analogi


Paragraf Analogi dalah suatu paragraf yang membandingkan antara 2 hal yang berbeda namun
mempunyai kesaman maupun hampir sama satu sama lain yang nantinya akan disimpulkan pada
akhir paragraf. Sebab paragraf ini termasuk dalam penalaran paragraf induktif maka paragraf
analogi ini mempunyai pola sebagai berikut yaitu : Khusus – Khusus – Umum.

Pembanding hal tersebut juga harus mempunyai kesamaan jika dilogikakan. sehingga pada akhir
paragraf akan di simpulkan kembali kedua hal tersebut.
5 Contoh Paragraf Analogi
#Contoh Paragraf Analogi 1

Sepotong lidi jika hanya sebatang akan sangat mudah untuk dipatahkan dan
sangat rapuh. Akan tetapi, jika lidi tersebut di kumpulkan menjadi satu ikatan,
maka lidi tersebut akan sulit di patahkan. Sama halnya yang terjadi dengan
manusia. Apabila manusia berjuang sendiri – sendiri, maka mereka juga akan
sangat mudah untuk dipatahkan sebab tidak adanya kekuatan lain yang juga
mendukung. Akan tetapi, bila manusia yang satu dengan manusia yang lain
tersebut dikumpulkan menjadi satu, juga sama halnya dengan lidi, maka juga
tercipta suatu kesatuan dan juga persatuan yang tidak akan mudah dikalahkan.
Maka dari itu, manusia yang tidak mempunyai persatuan akan sama seperti
dengan sebatang lidi yang tidak disatukan. Mereka juga akan sangat mudah
sekali untuk di patahkan sehingga sulit untuk mendapatkan kekuatan yang sulit
untuk dikalahkan.

#Contoh Paragraf Analogi 2

Cinta itu seperti cuaca sehari-hari, kadang-kadang cerah kadang-kadang


mendung dan bahkan hujan badai. Jika cuacanya cerah itu seperti cinta yang
membahagiakan, dunia akan terasa penuh warna dan sangat menyenangkan.
Burung-burung berkicauan, angin sepoi-sepoi yang pelan-pelan menyejukkan
hati. Akan tetapi jika cuacanya mendung dan hujan badai itu seperti cinta yang
menyakitkan yang penuh dengan sambaran petir yang sangat menakutkan,
penuh dengan penghianatan cinta. Jadi cinta itu bagaikan cuaca yang kadang-
kadang menyenangkan dan juga menyakitkan.

#Contoh Paragraf Analogi 3

Jika anggota badan ada yang sakit, maka seluruh tubuh pun juga akan terasa
tidak enak badan. Misalkan saja kepala mengalami benturan dan
mengakibatkan kepala terasa sakit dan mengalami kegangguan. Maka seluruh
tubuh akan merasakan efeknya seperti badan menjadi lemas, nafsu makan
berkurang, dan lain-lain. Hal tersebut seperti dalam berorganisasi baik dalam
kemasyarakatan maupun dalam kenegaraan. Jika ketua organisasi tersebut
mengalami gangguan maka seluruh struktur keorganisasian juga akan
mengalami dampaknya.
#Contoh Paragraf Analogi 4

Pada dasarnya tulang rusuk itu bengkok dan sanagat rentan patah. Apabila
kita luruskan selurus-lurusnya maka tulang rusukakan kembali bengkok, karena
pada hakikatnya tulang rusuk itu bengkok dan akan tetap bengkok, mau
dipaksa lurus pun akan tetap bengkok seperti mulanya. Sifat tulang rusuk yang
bengkok ini seperti sifat wanita yang pada hakikatnya diciptakan dari tulang
rusukyang sangat lemah. Kita harus memperlakukanya tanpa kekerasan, kita
harus memperlakukanya dengan bijak, tidak terlalu memenjakanya, karena ia
akan terjerumus jika kita terus memanjakannya.

#Contoh Paragraf Analogi 5

Seperti pepatah jawa “wong urip iku koyo wong mampir ngombe” yang artinya
orang hidup itu seperti orang mampir minum. Sama halnya dengan manusia
yang hidup di dunia ini. Yang dimaksud mampir minum adalah karena manusia
yang hidup di dunia ini akan menjalani kehidupan yang sangat singkat sebelum
melanjutkan kehidupan di akhirat, manusia dituntut untuk mencari bekal untuk
kehidupan di akhirat nanti.

7. Membuat kesimpulan dari sebuah wacana;

8. Paragraf deduktif-induktif : melanjutkan kalimat dari sebuah paragraf;

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini
diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan
khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif
dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Ciri-ciri kalimat deduktif:


a. Kalimat utama berada di awal paragraf.

b. Kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan-penjelasan.

Pola Paragraf deduktif:

Umum,

Khusus,

Khusus,

Khusus.

Contoh Paragraf deduktif:

Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Kota Jakarta. Kemacetan tersebut diseabkan oleh beberapa
faktor antara lain. Pertama, jumlah kendaraan yang ada di Jakarta tidak seimbang dengan luasnya jalan.
Kedua, Kurangnya kedisiplinan bagi semua pengguna jalan raya. Ketiga, Kemunculan tempat-tempat
yang menganggu lalu lintas seperti pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak
difungsikan, banjir, dan sebagainya. Yang terakhir, Ketidak tegasna aparat yang berwenang dalam
menindak para pelanggar lalu lintas

2. Paragraf Induktif

Kalimat utama Paragraf induktf terletak pada bagian akhir Paragraf. Paragraf ini diawali dengan kalimat-
kalimat penjelas yang berupa fakta, contoh-contoh, rincian khusus maupun bukti-bukti yang kemudia
disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam satu kalimat pada akhir Paragraf. Paragraf Induktif
dikembangkan dari pola khusus ke umum.
Ciri-ciri kaliamat Induktif

a. Diawali dengan penjelasan-penjelasan khusus.

b. Kemudian, digeneralisasikan menjadi sebuah kesimpulan berdasarkan penjelasan-penjelasan khusus.

c. Kesimpulan yang merupakan kalimat utama terdapat di akhir Paragraf.

Pola Kalimat Induktif

Khusus,

Khusus,

Khusus,

Umum.

Advertisement

Contoh Paragraf Induktif:

Paragraf Induktif terdiri dari beberapa jenis yaitu

a. Generalisasi
Setelah ujian anak-anak di periksa, ternyata nilai mereka beragam. Sebnyak 20 siswa nilainya melebihi
standar kelulusan. 10 siswa mendapat nilai tepat pada standar kelulusan, dan tidak ada seorangpun
yang mendapat nilai dibawah standar. Bisa dikatakan kegiatan belajar di kelas ini cukup berhasil.

b. Analogi

Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa
ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu
banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di
atas air.

c. Sebab-akibat

Saat ini kita sudah memasuki musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk akibat kita erring
membuang sampah sembarangan. Terlebih lagi, mendangkalnya permukaan saat ini. Oleh karena itu,
tidak mengherankan banjir selalu datang setiap hari.

d. Perbandingan

Andi suka menolong setiap orang. Dia selalu ramah kepada siapapun. Tidak seperti adiknya Anto yang
suka menjahili orang. Anto terkanal karena kenakalannya daripada prestasinya. Itulah mengapa kedua
saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

3. Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah Paragraf yang diawali dengan mengemukakan kalimat utama kemudian di
dukung oleh kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri oleh kesimpulan pada bagian akhir Paragraf. Dengan
kata lain Paragraf ini memiliki 2 kalimat utama.

Ciri-ciri Paragraf campuran:

a. Memiliki kalimat utama pada awal Paragraf dan kemudian ditekankan kembali pada akhir paragrapah.

b. Adanya pengulangan atau variasi pada beberapa kata kunci atau keyword pada awal dan akhir
paragraf.

Pola Paragraf campuran:

Umum,

Khusus,

Khusus,

Umum.

Contoh:

Manusia adalah makhluk sosial. Semua pekerjaan sehari-hari kita membutuhkan manusia lainnya.
Misalnya saja kita ingin makan, tentu saja kita membutuhkan petani untuk mendapatkan nasi, nelayan
untuk mendapatkan ikan dan peternak untuk mendapatkan daging. Semua aspek di kehidupan kita tidak
luput dari bantuan orang lain. Bahkan untuk mati pun kita masih membutuhkan orang lain. Oleh karena
itu, kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain.
Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan hidupnya. Binatang
bertahan hidup dengan cara berburu makanan yang tersedia di alam. Demikian pula dengan tumbuhan
dan manusia yang memerlukan makanan dan minuman untuk tumbuh dan berkembang. Semua
makhluk hidup akan mati jika tidak makan dan minum. Jadi, binatang, tumbuhan, dan manusia
memerlukan makanan dan minuman untuk bertahan hidup.

11.Deret

Teori peluang merupakan cabang matematika yang berhubungan dengan peluang. Sedangkan
peluang sendiri adalah suatu cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan yang
menyatakan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Peluang biasa disebut juga
dengan kebolehjadian atau probabilitas memiliki nilai diantara 0 sampai 1. Kejadian yang
memiliki nilai probabilitas 1 merupakan kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah
terjadi, sebagai contohnya matahari yang terbit dari timur. Sedangkan kejadian yang memiliki
nilai probabilitas 0 merupakan kejadian yang tidak mungkin terjadi atau mustahil akan terjadi.

Dalam menentukan nilai peluang kejadian sederhana dari suatu peristiwa yaitu dengan
mengetahui terlebih dahulu semua kejadian yang mungkin (ruang sampel) serta kejadian yang
diinginkan (titik sampel).

P(A)=n(A)/n(S)

contoh :
Pada peristiwa melempar dua buah dadu, merah dan
hitam, masing-
masing bermata 1 sampai 6 secara bersama-sama
sebanyak satu kali. Berapakah nilai peluang
kejadian-kejadian :
a. muncul mata 4 dadu merah atau mata ganjil dadu
hitam
b. muncul mata dadu merah kurang dari 3 dan mata
dadu hitam lebih dari 4

Jawab :

Ruang sampel ada sebanyak 36 kemungkinan.


a. kejadian muncul mata 4 dadu merah atau mata ganjil dadu hitam ada sebanyak
21 kemungkinan pasangan, maka peluangnya adalah :

b. kejadian muncul mata dadu merah kurang dari 3 dan mata dadu hitam lebih dari 4
ada sebanyak 4 kejadian, yaitu (1,5), (2,5), (1,6) dan (2,6), maka nilai peluangnya adalah :
1. Permutasi

Permutasi adalah penyusunan kumpulan angka/objek dalam berbagai urutan-urutan yang


berbeda tanpa ada pengulangan. Dalam permutasi urutan diperhatikan, untuk menghitung banyak
permutasi n unsur jika disusun berdasarkan k unsur k kita dapat menggunakan rumus :

dimana k≤n.

contoh :

1. Di kantor pusat sebuah perusahaan besar terdapat 3 orang staff yang dicalonkan untuk mengisi
kekosongan 2 kursi pejabat eselon IV. Tentukan banyak cara yang dapat dipakai untuk mengisi
jabatan tersebut?

jawab :

Permutasi P (3,2), dengan n =3 (banyaknya staff) dan k =2 (jumlah posisi yang akan diisi)
2.Misalkan terdapat 5 angka 3,4,5,6, dan 7. Tentukan berapa banyak bilangan lebih dari 400
yang dapat dibentuk untuk membuat angka yang terdiri dari 3 digit dan tidak berulang?

Jawab :

 karena bilangannya lebih dari 400 maka kotak pertama dapat diisi dengan 4 angka yaitu
4,5,6, dan 7
 karena tidak boleh berulang maka kotak kedua dan ketiga masing-masing dapat diisi diisi
4 angka dan 3 angka
 jadi totol angka yang lebih dari 400 ada 4 x 4 x 3 = 48 angka

Permutasi Unsur-Unsur yang Sama

Jumlah suatu permutasi jika terdapat unsur-unsur yang sama dapat dihitung menggunakan rumus
:

contoh :

Tentukan berapa banyak susunan kata yang dapat dibentuk dari kata MATEMATIKA tanpa
perulangan?

Jawab :

kata MATEMATIKA terdapat 10 unsur dimana unsur yang sama terdapat pada M=2 T=2 A=3,
sehingga kata yang dapat dibentuk dari kata MATEMATIKA tanpa adanya pengualangan yaitu
terdapat 10!/2! 2! 3!=151.200 cara.

Permutasi Siklis

Permutasi Siklis merupakan permutasi yang dibuat dengan menyusun unsur secara melingkar
menurut arah putaran tertentu. Rumus yang biasa digunakan untuk menghitung permutasi siklis
yaitu (n-1)!

contoh :

1. Terdapat 5 orang calon presiden di tahun 2014 sedang berdiskusi, mereka duduk disebuah
meja berbentuk lingkaran. Tentukan terdapat berapa cara untuk menyusun kursi para calon
presiden tersebut?
Jawab :

Cara untuk menyusun kursi para calon presiden yaitu (5-1)!=4!=4x3x2x1=24 cara

2. Jika terdapat 5 buah kelereng yang disusun melingkar, berapa banyak cara susunan melingkar
dari kelereng tersebut tanpa adanya pengulangan?

Jawab :

Cara untuk menyusun kelereng secara melingkar yaitu (5-1)!/2=24/2=12 (permutasi objek-
objek yang sejenis).

2. Kombinasi

Kombinasi sama halnya dengan permutasi, yang menjadikan mereka berbeda yaitu pada
permutasi memperhatikan urutan sedangkan pada kombinasi tidak memperhatikan urutan.
Misalnya saja terdapat 5 buah baju dengan warna yang berbeda yaitu merah, kuning, hijau, biru,
hitam ketika kita diminta memilih 3 dari 5 baju yang tersedia tersebut. Ketika kita memilih baju
warna hitam, merah dan kuning akan sama halnya jika kita memilih biru, merah dan kuning.
Disinilah perbedaan kombinasi dan permutasi, untuk menentukan kombinasi kita dapat
menggunakan rumus :

contoh :

1. Seorang koki telah menyiapkan 20 jenis masakan untuk menjamu pemilik restaurant tempat
dia bekerja yang akan berkunjung. Dari 20 menu dia akan memilih 11 menu yang akan disajikan,
tentukan terdapat berapa banyak cara pemilihan menu yang akan digunakan untuk menjamu
pemilih restaurant? (tidak memperhatikan urutan)

Jawab :
2. Pada sebuah acara silaturahmi dihadiri oleh 60 orang, terdapat berapa jumlah jabat tangan
yang terjadi?

jawab:

Ketika 60 orang tersebut saling berjabat tangan maka satu orang akan berjabat tangan dengan 59
orang. Akan tetapi jika A berjabat tangan dengan B akan sama halnya jika B berjabat tangan
dengan A maka harus dibagi 2 sehingga jumlah jabat tangannya yaitu 59×60/2=1770 jabat
tangan.

12. kalimat effektif dan majemuk

. Kerasnya upaya kami dalam menjuangkan nasib para buruh akhirnya sedikit membuahkan hasil yang
signifikan.

Kesalahan penggunaan kata dalam kalimat di atas ialah …

A. Kerasnya, seharusnya sekerasnya

B. Menjuangkan, seharusnya memperjuangkan

C. Akhirnya, seharusnya akhiri

D. Sedikit, seharusnya sesedikit mungkin

E. Membuahkan, seharusnya membuahi

Kunci jawaban : B
2. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini :

(1). Pemberian penghargaan dapat menstimulasi semangat berkarya pemuda.

(2). Kurangnya apresiasi dapat mengakibatkan malasnya pemuda dalam berkarya.

(3). Aris menabung dengan tujuan ingin membeli mobil baru.

(4). Bu Ina menyeduhkan teh hangat yang sangat manis sekali ke dalam cangkir kami.

Kalimat tidak efektif ditunjukkan pada kalimat nomor …

Jawaban :

A. (1)

B. (2)

C. (3)

D. (4)

E. Semua kalimat benar

Kunci Jawaban : D

3. Husein menasehati Ani agar dirinya belajar mengendarai sepeda motor. Supaya dirinya tak selalu
menggantungkan dirinya kepada Husein untuk mengantarnya kemana-mana. Kini Husen telah sibuk
bekerja sehingga tak punya banyak waktu untuk mengantar Ani pergi ke kampusnya. Bulan depan Ani
sudah mulai aktif kuliah. Ia mendapatkan beasiswa bidik misi di kampusnya.

Kalimat yang tidak padu dalam paragraf di atas ialah …

A. Husein menasehati Ani agar dirinya belajar mengendarai sepeda motor.


B. Supaya dirinya tak selalu menggantungkan dirinya kepada Husein untuk mengantarnya kemana-
mana.

C. Kini Husen telah sibuk bekerja sehingga tak punya banyak waktu untuk mengantar Ani pergi ke
kampusnya.

D. Bulan depan Ani sudah mulai aktif kuliah.

E. Ia mendapatkan beasiswa bidik misi di kampusnya.

Baca Juga: 25 Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 3 SD Semester 1 & Jawaban

Kunci Jawaban : E

4. Pondok Pesatren dewasa ini menjadi … pilihan yang cukup baik dalam upaya pendidikan bagi anak.
Sistem pendidikan agama yang secara khusus … dengan pendidikan umum menjadi nilai jual yang cukup
menjanjikan. Selain itu para santri juga secara langsung akan terdidik disiplin dengan … pembelajaran
yanga ada di pondok pesantren.

Istilah yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang pada paragraf di atas ialah …

A. Alternatif, diintegrasikan, pola

B. Suprematif, reboisasi, konsep

C. Komposisi, perubahan, akulturasi

D. Kompetitif, toleransi, pluralis

E. Liberalisasi, nasionalis, komunis

Kunci Jawaban : A

5. Obat mujarab ini memiliki berbagai khasiat seperti melancarkan peredaran darah, … nafsu makan,
dan meningkatkan stamina pria.
Kata berimbuhan yang tepat untuk mengisi kekosongan pada kalimat di atas ialah …

A. Menambahkan

B. Menambahi

C. Menambah

D. Ditambahkan

E. Ditambahi

Kunci Jawaban : C

6. Di pulau yang bernama Dresrossa itulah, Luffy dan … bertemu dengan seorang kriminal besar yang
dijuluki sebagai Joker.

A. Pertemanan-pertemanan

B. Teman-temanan

C. Temani-temani

D. Teman-temannya

E. Teman makan teman

Kunci Jawaban : D

7. Dimanapun kita berada akan tetap terbiasa hidup bersih jika kita telah dibiasakan di rumah.

Kata bergaris bawah pada kalimat di atas sebaiknya diperbaiki dengan kata …

A. Biasa-biasa
B. Membiasakannya

C. Biasa saja

D. Tak biasa

E. Luar biasa

Kunci Jawaban : B.

8. Pekerjaan yang dilakukan dengan sangat profesional sekali akan membuahkan hasil yang begitu
maksimal dan sangat bermanfaat bagi seluruh banyak manusia di sekitarnya.

Baca Juga: Definisi & 34 Contoh Kalimat Tidak Efektif

Pada kalimat di atas perlu menghilangkan beberapa kata sehingga menjadi kalimat yang efektif.

Beberapa kata yang perlu dihilangkan pada kalimat tersebut ialah

A. Sekali, seluruh

B. Maksimal, bermanfaat

C. Banyak, manusia,

D. Pekerjaan, dilakukan

E. Bermanfaat, disekitarnya

Kunci Jawaban : B

9. Menyikat gigi tak hanya di lakukan ketika setelah sarapan pagi, tetapi juga dilakukan pada saat
sebelum memulai tidur di malam hari.
Pada kalimat tersebut terdapat beberapa hal yang tidak tepat, ketidaktepatan tersebut berupa …

A. penulisan menyikat seharusnya mensikat

B. Penulisan awalan di pada “di lakukan” dan “di malam” semestinya digabung karena tidak
menunjukkan keterangan tempat

C. Di malam hari seharusnya diganti dengan si siang hari

D. Sebelum memulai tidur seharusnya diganti dengan sebelum bekerja

E. Di lakukan seharusnya diganti dengan di kerjakan

Kunci Jawaban : B

10. Pemberian dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) dinilai sebagai langkah yang tidak … bagi masyarakat.
Mengingat bantuan ini bersifat … yang akan cepat habis. Seharusnya pemberian bantuan dilakukan
dengan cara pelatihan kerja atau wirausaha serta pembukaan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya
agar rakyat bisa lebih … dan ….

Istilah yang tepat untuk mengisi ruang rumpang pada kalimat-kalimat di atas ialah …

A. Mendidik, Konsumtif, produktif, mandiri

B. Pendidikan, konsumsi, produktivitas, kemandirian

C. Didiklah, Kosumen, produsen, berdikari

D. Didik, mengonsumsi, meproduksi, memandirikan

E. Mendidik, konsumsi, produktivitas, mandiri

Kunci Jawaban : A

11. Salah satu objek wisata dikabupaten Pesisir Barat adalah pulau Pisang.
Kesalahan penulisan pada kalimat di atas ditunjukkan pada …

A. Objek seharusnya subyek

B. Barat seharusnya timur

C. Penulisan kata hubung “di” pada dikabupaten seharusnya dipisah

D. Pulau pisang seharusnya pulau nias

E. Salah satu seharusnya salah seorang

Baca Juga: 60 Contoh Kalimat Efektif Terbaru

Kunci Jawaban : C

12. Terima kasih banyak telah sudi memberikan tumpangan pada saya, saya sangat merasa tertolong!

Kesalahan penggunaan tanda baca pada kalimat di atas ialah …

A. Pada awala kalimat dan akhir kalimat seharusnya diberi tanda petik (“)

B. Di akhir kalimat seharusnya diberi tanda tanya (?)

C. Setelah kata “Terima kasih” seharusnya diberi tanda koma (,)

D. Setelah kata “tertolong” seharusnya diberi tanda titik (.) buka tanda seru (!)

E. Seharusnya tidak diberi tanda baca

Kunci Jawaban : D

13. Ibu membuat kue cucur sangat terlalu manis, sehingga tak enak dimakan.
Kalimat tersebut akan menjadi efektif dihilangkan kata …

A. Dihilangkan kata “Ibu”

B. Dihilangkan kata “cucur”

C. Dihilangkan kata “enak”

D. Dihilangkan kata “membuat”

E. Dihilangkan kata “sangat”

Kunci Jawaban : E

14. Setelah sekian lama akhirnya Andi mampu mempikat hati Rosalina dan minggu depan ia akan
mempersuntingnya gadis cantik itu.

Pada kata bergaris miring di atas seharusnya ialah …

A. Memikat

B. Meperikat

C. Mengikat

D. Pikat

E. Semua benar

Kunci Jawaban : A

15. Pada akhirnya Alif mampu … pertaruhan dengan Raja untuk … foto Sarah, seorang gadis cantik
keponakan Kiai Rais.
Istilah yang tepat untuk melengkapi kalimat ruang rumpang di atas ialah …

A. Memenangkan, mendapatkan

B. Menang, dapat

C. Dimenangkan, didapatkan

D. Menang, didapatkan

E. Memenangkan, dapat

Kunci Jawaban : A

13. Tanda baca

1. Tanda garis miring digunakan dalam penulisan nomor surat, nomor pada alamat, dan
penandaan masa satu tahun yang terbagi menjadi dua tahun takwim.

Contoh:

 Nomor: 023/A.1/BEMFE/XI/2016
 Jalan Pemuda III/10
 Masa bakti 2015/2016

. Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai
tanda koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan naskah asli yang ditulis oleh
orang lain.

Contoh:

 [Kongres Pemuda II] tanggal 28 Oktober merupakan hari yang sangat bersejarah bagi
Republik Indonesia sehingga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Tanda koma digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang
mengikutinya. Penggunaan tanda koma in bertujuan untuk membedakan gelar akademis
dengan singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh:
 Ayu Aji Putri Setia Utami, S.E., M.Agribuss.
 Bambang S.H.

Tanda baca titik digunakan untuk singkatan gelar, baik akademik maupun
kebangsawanan.

Contoh:

 Siti Raminah, S.E.


 Otto Iskandar Dijaya, Ph.D.
 R.A. Kartini

Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan
(yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit untuk
penulisan daftar pustaka berupa buku. Sedangkan untuk penulisan daftar pustaka dari
artikel, tanda titik digunakan di antara nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal,
dan edisi.

Contoh:

 Satria A. 2009. Pesisir dan Laut untuk Rakyat. Bogor (ID): IPB Pr.
 Sudirman LI. 2010. Partia; purification of antimicrobial compound isolated from mycelia
of tropical Lentinus cladopus LC4. Hayati J Biosci. 17(2)63-67.

Tanda titik tidak digunakan pada akhir alamat penerima dan pengirim surat, serta tanggal
surat.

Misal:

1. Kepala SD Negeri 1 Jayakarta

Jalan Pemuda 36

Jayakarta

Jakarta 10320

2. Kepala Badan Eksekutif Mahasiswa

Kampus IPB Dramaga

Bogor

3. 30 Juni 2015
4. Jakarta, 4 November 2015

14. Perbandingan

Contoh Soal :
1. 5 liter bensin dapat menempuh jarak sejauh 30 km. Berapa jarak yang dapat ditempuh dengan
bensin sebanyak 7 liter ?

Pembahasan :
5 7 210
= = 5 x n = 30 x 7, n = = 42
30 n 5
Jadi 7 liter bensin dapat menempuh jaran 42 km.

Menentukan Hasil Perbandingan


Contoh Soal :
1. Suatu minuman dibuat dengan mencampur air, sirop, dan santan dengan perbandingan 3 : 4 :
5. Jika ibu ingin membuat minuman sebanyak 36 liter, santan yang diperlukan adalah....liter

Pembahasan :
Untuk menentukan bayak bagian masing- masing dapat dilakukan dengan cara menjumlahkan
perbandingan yaitu 3 + 4 + 5 = 12 jadikan penyebut untuk menentukan bagian masing-masing
bagian.

Banyak air :
3
x 36 = 9 liter
12
Banyak sirop :
4
x 36 = 12 liter
12
Banyak santan :
5
x 36 = 15 liter
12
2. Perbandingan umur Ayah, Ibu, dan Danu 8 : 7 : 3. Jika umur Danu 15 tahun, maka jumlah
umur ketiganya adalah....tahun.

Pembahasan :
Jumlah umur 8 + 7 + 3 Jumlah umur 18
= = =
Danu 3 15 3
15 x 18
Jumlah Umur = = 90 tahun
3
3. Perbandingan berat badan Temi dan Danu 7 : 8. Jika berat badan danu 32 kg maka jumlah
berat badan keduanya adalah...kg.
Pembahasan :
Berat badan Temi 7 Berat badan Temi 7
= = =
Berat badan Danu 8 32 8
7
Berat badan Temi = x 32 = 28 kg
8
Jumlah berat badan keduanya = 32 + 28 = 60 kg
4. Ayah beternak ayan dan itik. Perbandingan banyak ayam dan itik 8 : 7. Jika banyak itik 280
ekor, maka banyak ayam...ekor.

Pembahasan :
7 7
Banyak ayam = x banyak itik = x 32 = 320 ekor
8 8
5. Diketahui uang Andi : Uang Bondan = 5 : 4 dan uang Bondan : uang Candra = 3 : 4. Jika
jumlah uang Andi, Bondan, dan Candra Rp. 43.000. Berapa Rupiah uang Bondan ?

Pembahasan :
uang Andi : Uang Bondan = 5 : 4 ( kali 3) sehingga menjadi 15 : 12 uang Bondan : uang Candra
= 3 : 4 (kali 4) sehingga menjadi 12 : 16

Diperoleh perbandingan uang Andi : uang Bondan : uang Candra 15 : 12 : 16


Rasio uang Bondan
Uang Bondan = x Jumlah uang
Jumlah rasio
12
= x Rp. 43.000 = Rp. 12.000
43

1) Jumlah murid SD Mulia 570 orang. Jika perbandingan banyak siswa laki-laki dan perempuan
2 : 3, berapa jumlah murid laki-laki ?
Pembahasan :
Pada soal di atas jumlah hasil perbandingan sudah diketahui yaitu 570. Perbandingan 2 : 3
dijumlahkan sehingga 2 + 3 = 5, jadikan penyebut untuk menentukan bagian masing-masing
bagian.

Banyak siswa laki-laki :


2
x 570 = 228
5
Banyak siswa perempuan :
3
x 570 = 342
5
2) Jumlah buah mangga dan buah apel dalam sebuah keranjang 75 buah. Jika perbandingan
antara banyak buah mangga dan banyak buah apel 7 : 8, banyak buah apel adalah...

Pembahasan :
Banyak buah mangga
7
x 75 = 35
15

Banyak buah apel :


8
x 75 = 40
15
Contoh soal perbandingan yang diketahui selisihnya :
1) Perbandingan antara banyak buku ensiklopedia dan buku cerita rakyat di sebuah perpustakaan
adalah 3 : 4. Jika selisih kedua jenis buku tersebut 12 buah, banyak buku cerita rakyat adalah...

Pembahasan :
Pada soal di atas selisih hasil perbandingan sudah diketahui yaitu 12. Perbandingan 3 : 4
dikurangkan sehingga 4 - 3 = 1, jadikan penyebut untuk menentukan bagian masing-masing
bagian.

Banyak buku ensiklopedia :


3
x 12 = 36
1
Banyak buku cerita :
4
x 12 = 48
1
2) Perbandingan banyak siswa laki-laki dan perempuan di kelas VI SD Merdeka adalah 2 : 3.
Jika selisih banyak siswa laki-laki dan perempuan 7 orang, banyak siswa perempuan di kelas
tersebut adalah...

Pembahasan :
Banyak siswa laki-laki:
2 x 7 = 14
1
Banyak siswa perempuan :
3
x 7 = 21
1
3) Tinggi badan Indra dibanding tinggi badan Wily 7 : 5. Selisih tinggi badan keduanya adalah
40 cm. Jumlah tinggi badan Indra dan Wily adalah....cm.

Pembahasan :
Tinggi badan Indra:
7
x 40 = 140
2
Tinggi badan Wily :
5
x 40 = 100
2
Jumlah tinggi badan Indra dan Wily adalah 140 cm + 100 cm = 240 cm.

15. jarak tempuh

Contoh Soal 1:

Jarak rumah Rio dengan sekolah adalah 300 m, jika ia meengendarai sepeda ke sekolah ia akan tiba dalam
waktu 3 menit. Berapa kecepatan sepeda yang dikendarai Rio?

Penyelesaian:

Diketahui : Jarak (s) = 300 m

Waktu (t) = 3 menit

Ditanya : Kecepatan (v)

Jawab :

Jadi kecepatan sepeda yang dikendarai Rio adalah 100 meter/ menit
Contoh Soal 2:

Sebuah sepeda motor mampu menempuh jarak 160 km dalam waktu dalam waktu 4 jam. Berapakah
kecepatan sepeda motor tersebut?

Penyelesaian:

Diketahui : Jarak (s) = 160 km

Waktu (t) = 4 jam

Ditanya : Kecepatan (v)

Jawab :

Jadi kecepatan sepeda motor adalah 40 km/jam

Contoh Soal 3:

Ayah mengendarai mobil ke rumah nenek yang berjarak 30 km dari rumah, ayah berangkat pada pukul
10.00 pagi. Jika ayah mengendarai mobil dengan kecepatan 45 km/ jam, pada pukul berapa ayah tiba di
rumah nenek?

Penyelesaian:

Diketahui : Jarak (s) = 30 km

Kecepatan (v) = 45 km/jam

Ditanya : Waktu (t) = 4 jam

Jawab :
Jadi ayah tiba di rumah nenek pada pukul 10.40 .

Contoh Soal 4:

Badu bersepeda dari rumah ke pasar dengan kecepatan 130 meter/menit. Ia tiba dipasar dalam waktu
15 menit. Berapa meter jarak rumah badu dari pasar?

Penyelesaian:

Diketahui : Waktu (t) = 15 menit

kecepatan (v) = 130 meter/menit

Ditanya : Jarak (s)

Jawab :

s = v x w = 130 meter/menit x 15 menit = 1950 meter

Jadi jarak rumah badu dari pasar adalah 1950 meter.

Contoh Soal 5:

Bus A melaju dengan kecepatan 60 km/ jam. Bus B melaju dengan kecepatan 25 meter/ detik. Bus
manakah yang lebih cepat?

Penyelesaian:

Diketahui : Kecepatan bus A (v) = 60 km/ jam

Kecepatan bus B (v) = 25 meter/detik

Ditanya : Bus yang lebih cepat


Jawab :

Jadi bus B lebih cepat dari bus A

Jarak Yogyakarta-Malang 350 km. Jika Ali berangkat dari Yogya ke Malang pukul 06.00 pagi
dengan mobil kecepatannya 60 km/jam. Pada waktu dan rute yang sama Budi berangkat dari
Malang menuju Yogya dengan mengendarai mobil yang kecepatannya 80 km/jam. Pada jarak
berapa dan pukul berapa keduanya berpapasan?

Solusi:

yogya<——————————————350km ————————————–>malang

ali
budi

60 km/jam————————–><————————————————–80 km/jam

simulasi dalam format power point dapat anda download pada link di bawah ini:

jarak ali dan budi berpapasan

dari simulasi di atas diperoleh informasi bahwa jika jarak yang ditempuh ali + jarak yang
ditempuh Budi = 350 km

maka:

j(ali)+j(budi)=350 km; ingat rumus : j=v.t

(60 km/jam x t) + (80 km/jam x t) = 350 km

140 km/jam x t = 350 km

t = (350:140) jam

t = 2,5 jam = 2jam 30 menit

jadi, mereka akan bertemu setelah 2 jam 3o menit dari pukul 06.00 yaitu pada pukul 08.30 pagi.

jarak pertemuan dari yogya = 60 km/jam x 2,5 jam = 150 km dan


jarak pertemuan dari malang = 350 km – 150 km = 200 km.