Anda di halaman 1dari 5

SIKLUS INVESTASI DAN PEMBIAYAAN

1. Perencanaan audit siklus investasi dan pembiayaan


 Materialitas
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas ini adalah penentuan
besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan seorang pemakai laporan
keuangan yang layak. Pertimbangan kedua adalah hubungannya dengan biaya untuk
mendeteksi kesalahan.
 Risiko Inheren
Risiko inheren yang berkaitan dengan asersi eksistensi/keberadaan seringkali
rendah karena aktiva tetap tidak mudah dicuri. Risiko inheren dapat meningkat sampai ke
tingkat sedang atau tinggi karena potensi bahwa aktiva yang dibesituakan atau tidak
digunakan lagi mungkin tidak dihapuskan.
Tergantung pada industri dan tingkat kesulitan yang berkaitan dengan estimasi
umur manfaat dan nilai sisa serta kerumitan metode penyusutan, risiko inheren yang
menyangkut asersi penilaian mungkin dinilai sedang atau tinggi berkaitan dengan estimasi
akuntansi dalam hubungannya dengan estimasi beban penyusutan.
 Risiko Prosedur Analitis
Risiko prosedur analitis unsur elemen dari risiko deteksi bahwa prosedur analitis
akan gagal mendeteksi kesalahan yang material. Prosedur analitis bersifat efektif dari segi
biaya dan hal itu dapat membantu auditor dalam mengevaluasi kelayakan laporan
keuangan. Aktiva tetap secara relatif harus stabil, dan akibatnya prosedur analitis dapat
memberikan keyakinan tentang kewajaran penyajian laporan keuangan.
 Risiko Pengendalian
Aspek yang sama dari pengendalian internal yang menetapkan kesadaran akan
tingkat pengendalian yang tinggi seperti lingkungan pengendalian yang kuat, penilaian
risiko yang efektif, akuntabilitas yang efektif atas penggunaan sumber daya, dan
pemantauan sistem pengendalian adalah penting dalam konteks akuntansi untuk aktiva
tetap. Salah satu transaksi penting yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah akuntansi
awal untuk akuisisi aktiva tetap. Transaksi yang secara individu bersifat material, seperti
akuisisi tanah atau bangunan, atau pengeluaran modal yang besar, biasanya merupakan
pokok dari pengendalian terpisah yang mencakup anggaran modal dan otorisasi oleh
dewan komisaris. Akibatnya, risiko pengendalian mungkin rendah untuk asersi
keberadaan atau keterjadian.
2. Sifat siklus investasi dan pembiayaan
 Penelaahan Siklus Investasi dan Pembiayaan

Aktivitas investasi adalah pembelian dan penjualan tanah, bangunan, peralatan, serta
aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. Disamping itu, aktivitas investasi
juga mencakup pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak dimaksudkan untuk
tujuan perdagangan. Langkah pertama dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi pemahamn
atas aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas bersangkutan dan tingkat
pengembalian yang diharapkan perusahaan akan dicapai dari aktiva yang mendasarinya.
Langkah kedua dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi penentuan aktiva apa yang akan
diakuisisi selama periode berjalan.Aktiva jangka panjang biasanya cukup stabil bagi kebanyakan
entitas. Aktivitas pembiayaan mencakup transaksi dan peristiwa dimana kas diperoleh dari atau
dibayarkan kembali kepada kreditor atau pemilik. Aktivitas pembiayaan meliputi, misalnya
mendapatkan pinjaman, lease modal, menerbitkan obligasi, atau menerbitkan saham preferen
atau saham biasa. Aktivitas pembiayaan juga akan mencakup pembayaran untuk melunasi
hutang mengakuisisi kembali saham/treasury stock, dan membayar dividen.

 Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan


Strategi Audit

Ketika seorang auditor mengembangkan strategi audit berdasarkan transaksi, dari bawah
ke atas untuk audit atas investasi dalam aktiva tetap, dan aktiva jangka panjang lain, proses ini
biasanya merupakan produk sampingan dari siklus pengeluaran. Pengendalian internal atas
transaksi pengeluaran juga mempengaruhi akuisisi, dan investasi dalam aktiva tetap.

3. Pengujian substantif atas saldo aset tetap


 Penentuan Risiko Deteksi
Ketika menentukan risiko deteksi, auditor harus mempertimbangkan sejauh mana klien
mempunyai aktiva konstruksi, lease modal yang signifikan, dan penambahan serta penarikan
yang signifikan dari aktiva-aktiva itu. Auditor juga perlu mengevaluasi asumsi-asumsi kunci
yang bertalian dengan estimasi akuntansi atas beban penyusutan. Akhirnya, riisko deteksi dalam
penugasan yang berulang seringkali tergantung pada pengendalian internal atas siklus
pengeluaran.
 Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin untuk asersi aktiva tetap yaitu :
 Prosedur Awal
a. Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien
b. Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan aktiva tetap yang akan mendapat
pengujian lebih lanjut.
 Prosedur Analitis
a. Mengembangkan ekspektasi atas aktiva tetap dengan menggunakan pengetahuan tentang
aktivitas industri dan bisnis entitas tersebut
b. Menghitung rasio :
- Perputaran aktiva tetap
- Beban penyusutan sebagai persentase dari penjualan
- Beban reparasi dan pemeliharaan sebagai persentase dari penjualan
- Tingkat pengembalian atas aktiva
- Menganalisis hasil-hasil rasio dibandingkan dengan pengharapan berdasarkan data
tahun-tahun sebelumnya, yang diangarkan, industri, dan data lainnya.
c. Pengujian Rincian Transaksi
- Memvouching penambahan aktiva tetap ke dokumentasi pendukung
- Memvouching pelepasan aktiva tetap ke dokumentasi pendukung
- Mereview ayat jurnal ke beban reparasi dan pemeliharaan
d. Pengujian Rincian Saldo
- Menginspeksi aktiva tetap
- Memeriksa dokumen kepemilikan dan kontrak
e. Pengujian Rincian Saldo Estimasi Akuntansi
- Mengevaluasi kewajaran penyajian beban penyusutan dengan mengevaluasi
kelayakan umur manfaat dan estimasi nilai sisa.
- Menentukan apakah suatu kejadian yang signifikan akan mengakibatkan penurunan
nilai aktiva tetap.
f. Penyajian dan Pengungkapan
- Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP

g. Pengujian substantif atas saldo hutang jangka panjang


 Penentuan Risiko Deteksi
Risiko inheren untuk asersi ini mungkin berada pada tingkat sedang atau tinggi karena
kerumitan yang terlibat dalam menghitung amortisasi diskonto atau premi obligasi. Berdasarkan
pertimbangan faktor-faktor ini dan setiap penilaian risiko pengendalian yang relevan, tingkat
risiko deteksi yang tepat dapat ditentukan untuk setiap asersi signifikan yang berkaitan dengan
saldo hutang jangka pendek.
 Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin untuk asersi hutang jangka panjang yaitu :
a. Prosedur Awal
- Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien
- Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan hutang jangka penjang yang akan
mendapat pengujian lebih lanjut.
b. Prosedur Analitis
- Melaksanakan prosedur analitis
- Menghitung rasio
c. Pengujian Rincian Transaksi
- Memvouching ayat jurnal ke dalam hutang jangka panjang dan akun-akun laporan
laba rugi yang berkaitan.
d. Pengujian Rincian Saldo
- Mereview otorisasi dan kontrak hutang jangka panjang
- Mengkonfirmasi hutang dengan pemberi pinjaman dan perwalian obligasi
- Menghitung kembali beban bunga
e. Penyajian dan Pengungkapan
- Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP

f. Pengujian substantif atas saldo ekuitas pemegang saham


 Penentuan Risiko Deteksi
Penilaian risiko inheren untuk asersi-asersi yang berkenaan dengan saldo ekuitas
pemegang saham tergantung pada sifat dan frekuensi transaksi yang mempengaruhi akun-akun
bersangkutan. Transaksi saham yang bersifat rutin dalam perusahaan terbuka sering ditangani
oleh registrat dan agen transfer. Penilaian risiko inheren dan pengendalian mungkin lebih tinggi
jika ada transaksi nonrutin yang melibatkan penerbitan saham dalam akuisisi, sekuritas
konvertibel, atau opsi saham. Faktor-faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam menggunakan
model risiko audit untuk menentukan tingkat risiko detekdi yang dapat diterima atas setiap
asersi signifikan yang bersangkutan dengan saldo ekuitas pemegang saham.
 Merancang Pengujian Substantif
Pengujian substantif yang mungkin untuk asersi ekuitas pemegang saham yaitu :
a. Prosedur Awal
- Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industri klien
- Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan ekuitas pemegang saham yang
akan mendapat pengujian lebih lanjut.
b. Prosedur Analitis menghitung rasio :
- Pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa
- Ekuitas terhadap total kewajiban ekuitas
- Pembayaran dividen
- Laba per saham
- Tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan
c. Pengujian Rincian Transaksi
- Memvouching ayat jurnal ke dalam akun modal disetor
- Memvouching ayat jurnal ke dalam laba ditahan
d. Pengujian Rincian Saldo
- Mereview anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
- Menelaah otorisasi dan syarat penerbitan saham
- Mengkonfirmasi saham yang beredar dengan registrar dan agen transfer
- Memeriksa buku sertifikat saham
- Memeriksa sertifikat saham yang ditahan sebagai treasury stock
e. Penyajian dan Pengungkapan
- Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP

f. Jasa bernilai tambah dalam siklus investasi dan pembiayaan

Auditor juga dapat memberikan dua jasa bernilai tambah yang penting. Pertama, auditor
dapat mengevaluasi seberapa efektif entitas telah memanfaatkan aktivanya untuk menghasilkan
penjualan, laba, dan arus kas, serta mencapai tujuan entitas itu. Kedua, auditor kemudian dapat
memberikan jasa independen dengan mengevaluasi aktiva investasi yang direncanakan entitas
itu dan menentukan apakah langkah-langkah yang direncanakan dapat menjadi pendukung yang
penting untuk mencapai sasarannya. Akuntan publik dapat memberikan nasihat kepada klien
tentang bagaimana membiayai investasi yang penting. Banyak kantor akuntan bertindak sebagai
pakar dalam membimbing sebuah perusahaan melakukan merger dan akuisisi.