Anda di halaman 1dari 6

FARMASI RUMAS SAKIT

OLEH :
PUTU ITA YULIANA WIJAYANTHI
NIM : 161200095
A1-D FARMASI KLINIS

PROGRAM STUDY FARMASI KLINIS

INSTITU ILMU KESEHATAN

MEDIKA PERSADA BALI

DENPASAR

2018
SOAL
1. Salah satu landasan SKN adalah landasan operasional yaitu Undang-undang No.
36/2009 tentang kesehatan. Uraikan ketertarikan UU No.36/2009, pasal 167 dengan
Sub Sistem Upaya Kesehatan dalam SKN.
2. Sebutkan beberapa contoh penyelenggaraan upaya kesehatan yang saudara ketahui.

JAWABAN

1. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009


TENTANG KESEHATAN
BAB XIII PENGELOLAAN KESEHATAN

Pasal 167

(1) Pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah


dan/atau masyarakat melalui pengelolaan administrasi kesehatan, informasi
kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, peran
serta dan pemberdayaan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang
kesehatan, serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung
guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

(2) Pengelolaan kesehatan dilakukan secara berjenjang di pusat dan daerah.

(3) Pengelolaan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam suatu
sistem kesehatan nasional.

(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur
dengan PeraturanPresiden.

Berikut merupakan keterkaitan UU No. 36 tahun 2009, pasal 167 dengan Sub Sistem
Upaya Kesehatan dalam SKN. Sesuai dengan PERATURAN PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM
KESEHATAN NASIONAL.

Pengelolaan kesehatan dilakukan secara berjenjang di pusat dan daerah dengan


memperhatikan otonomi daerah dan otonomi fungsional di bidang kesehatan.
Otonomi fungsional berdasarkan kemampuan dan ketersediaan sumber daya di bidang
kesehatan. Komponen pengelolaan kesehatan yang disusun dalam SKN sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 dikelompokkan dalam subsistem:

a. Upaya kesehatan

b. Penelitian dan pengembangan kesehatan

c. Pembiayaan kesehatan
d. Sumber daya manusia kesehatan

e. Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan

f. Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan dan

g. Pemberdayaan masyarakat

Pelaksanaan SKN ditekankan pada peningkatan perilaku dan kemandirian


masyarakat, profesionalisme sumber daya manusia kesehatan, serta upaya promotif
dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Profesionalisme
sumber daya manusia kesehatan yang dibina oleh Menteri hanya bagi tenaga
kesehatan dan tenaga pendukung/penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta
mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan.

Pelaksanaan SKN harus memperhatikan:

a. Cakupan pelayanan kesehatan berkualitas, adil, dan merata

b. Pemberian pelayanan kesehatan yang berpihak kepada rakyat

c. Kebijakan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan dan melindungi kesehatan


masyarakat

d. Kepemimpinan dan profesionalisme dalam pembangunan kesehatan

e. Inovasi atau terobosan ilmu pengetahuan dan teknologi yang etis dan terbukti
bermanfaat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan secara luas, termasuk
penguatan sistem rujukan

f. Pendekatan secara global dengan mempertimbangkan kebijakan kesehatan yang


sistematis, berkelanjutan, tertib, dan responsif gender dan hak anak

g. Dinamika keluarga dan kependudukan

h. Keinginan masyarakat

i. Epidemiologi penyakit

j. Perubahan ekologi dan lingkungan dan

k. Globalisasi, demokratisasi dan desentralisasi dengan semangat persatuan dan


kesatuan nasional serta kemitraan dan kerjasama lintas sektor

2. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan


kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Penyelenggaraan
upaya kesehatan meliputi :
a. UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dimana setiap kegiatan pemerintah,
masyarakat, dan swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat.
Contohnya seperti promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pemberantasan
penyakit menular, kesehatan jiwa, pengendalian penyakit tidak menular,
penyehatan lingkungan, penyediaan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat,
pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan, pengamanan penggunaan zat
aditif (bahan tambahan makanan) dalam makanan dan minuman, pengamanan
narkotika, psikotropika, zat aditif dan bahan berbahaya, serta penanggulangan
bencana dan bantuan kemanusiaan. Adapun bentuk sub pokoknya, yaitu :
 UKM strata pertama atau UKM tingkat dasar diselenggarakan oleh
Puskesmas yang bertanggung jawab atas masalah kesehatan di wilayah
kerjanya. Adapun pelayanan kesehatan tingkat dasar mencakup
promosi kesehatan, KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta KB (Keluarga
Berencana), perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan
penyakit menular dan pengobatan dasar.
 UKM strata kedua atau UKM tingkat lanjut diselenggarakan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang tidak hanya bertugas
menjalankan fungsi manajerial melainkan juga fungsi teknis dalam
bidang kesehatan. Untuk dapat menjalankan tugasnya, Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota dilengkapi dengan berbagai Unit Pelaksana
Teknis (UPT) seperti unit pencegahan dan pemberantasan penyakit,
promosi kesehatan, pelayanan kefarmasian, kesehatan lingkungan, dsb.
 UKM strata ketiga atau UKM tingkat unggulan bertindak sebagai
penanggung jawab dalam penyelenggaraan adalah Dinas Kesehatan
Provinsi dan Kementerian Kesehatan. Dilaksanakan melalui
pengembangan pusat-pusat unggulan yang berfungsi sebagai
penyelenggara pelayanan langsung dan pendukung berbagai sarana
pelayanan kesehatan di kabupaten/kota dalam bentuk pelayanan
rujukan, seperti: Institut Gizi Nasional (IGN), Institut Penyakit Infeksi
Nasional (IPIN), Institut Kesehatan Jiwa Nasional (IKJN), Institut
Ketergantungan Obat (IKO), Institut Kesehatan Kerja Nasional
(IKKN) dan lainnya dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah
daerah dengan menyesuaikan kemampuan yang dimiliki.
b. UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) dimana setiap kegiatan oleh pemerintah,
masyarakat dan swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan
perorangan. Contohnya seperti upaya promosi kesehatan, pencegahan
penyakit, pengobatan rawat jalan, pengobatan rawat inap, pembatasan dan
pemulihan kecacatan terhadap perorangan, pengobatan tradisional dan
alternative, serta termasuk pelayanan kebugaran fisik dan kosmetika. Adapun
bentuk sub pokoknya, yaitu :
 UKP strata pertama adalah puskesmas. Peran serta dari masyarakat dan
dunia usaha dalam UKP strata pertama yaitu diwujudkan melalui
bentuk pelayanan Praktek Dokter Gigi, Poliklinik, Klinik 24 Jam serta
PraktekRumahBersalin.
 UKP strata kedua yaitu: praktek Dokter Spesialis, Praktek Dokter Gigi
Spesialis, Klinik Spesialis, Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru
(BP4), Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Rumah Sakit
Kelas C dan B non-pendidikan milik pemerintah (termasuk
TNI/POLRI dan BUMN) serta Rumah Sakit khusus dan swasta.
 UKP strata ketiga yaitu: Praktek Dokter Spesialis Konsultan, Praktek
Dokter Gigi Spesialis Konsultan, Rumah Sakit Kelas B Pendidikan dan
Kelas A Milik Pemerintah (termasuk TNI/POLRI dan BUMN) serta
Rumah Sakit khusus dan swasta.
DAFTAR PUSTAKA

Permenkes. 2009. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentangKesehatan

PeraturanPresidenNomor 72 Tahun 2012 tentangSistemKesehatan Nasional


(LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 193)