Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dengan meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk lanjut usia berbagai masalah


klinis pada pasien lanjut usia akan menjadi semakin seringdijumpai di praktek klinis. Jumlah
penduduk di Indonesia menurut dataPerserikatan Bangsa Bangsa, Indonesia diperkirakan
mengalami peningkatan jumlah warga lanjut usia yang tertinggi di dunia, yaitu 414 %,hanya
dalam waktu 35 tahun (1990-2025), sedangkan di tahun 2020diperkirakan jumlah penduduk
lanjut usia akan mencapai 25,5 juta.Menurut Lembaga Demografi Universitas Indonesia,
persentase jumlah penduduk berusia lanjut tahun 1985 adalah 3,4 % dari total penduduk, tahu
n 1990 meningkat menjadi 5,8 % dan di tahun 2000mencapai 7,4 %,, seperti terlihat pada
tabel 1. (Czeresna, 2006). Dokteryang berpraktek perlu memahami kebutuhan yang unik pada
populasi pasienlanjut usia ini sehingga mereka akan lebih siap berkomunikasi secara
efektifselama kunjungan pasien lanjut usia tersebut (Hingle & Sherry, 2009
Rekreasi adalah “ aktivitas yang dilakukan pada waktu senggang (lapang) yang
bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali kesegaran fisik, mental, pikiran dan daya
rekreasi (baik secara individual maupun secara kelompok) yang hilang akibat aktivitas rutin
sehari-hari dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan kesibukan yang berbeda dan dapat
memberikan kepuasan dan kegembiraan yang ditujukan bagi kepuasan lahir dan batin
manusia”.

Permainan adalah salah satu bentuk aktivitas social yang menyenangkan yang
dilakukan semata-mata untuk aktivitas itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh sesuatu
yang dihasilkan dari aktivitas tersebut.

1.2 Tujuan Penulisan


1.2.1 Tujuan umum
Mengetahui konsep terapi rekreasi pada lansia
1.2.2 Tujuan khusus
1.2.2.1 Mengetahui,memahami dan mempraktekan tentang Rekreasi
1.2.2.2 Mengetahui,memahami dan mempraktekan tentang Jenis-jenis Rekreasi
1.2.2.3 Mengetahui,memahami dan mempraktekan tentang Manfaat Rekreasi

1
1.3 Manfaat Penulisan
Penulis berharap makalah ini dapat bemanfaat bagi mahasiswa untuk menerapkan
pembelajaran teoritis tentang konsep terapi spiritual pada lansia.

1.4 Sistematika Penulisan


Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah :
BAB I : Pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan penulisan, manfaat penulisan,
dan sistematika penulisan.

BAB II : Tinjauan teoritis yang berisi definisi rekreasi, jenis-jenis rekreasi dan manfaat
rekreasi pada lansia.

BAB III : penutup yang berisi simpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Rekreasi

Rekreasi berasal dari bahasa latin yaitu “ creature “ yang berarti mencipta, lalu diberi
awalan “ re “ yang sehingga berarti “ pemulihan daya cipta atau penyegaran daya
cipta”. Kegiatan rekreasi biasanya dilakukan diwaktu senggang
(leasuretime). Leasure berasal dari kata “licere” (latin) yang berarti diperkenankan
menikmati saat-saat yang bebas dari kegiatan rutin untuk memulihkan atau menyegarkan
kembali.

1. Rekreasi dapat diartikan sebagai kegiatan penyegaran kembali tubuh dan pikiran;
sesuatu yang menggembirakan hati dan menyegarkan seperti hiburan; piknik.
Sedangkan rekreatif berarti bersifat rekreasi.
2. Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyegarkan kembali fisik dan
mental dari kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mempertinggi daya kreasi manusia
dalam mencapai keseimbangan bekerja dan beristirahat.
3. Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan kesenangan
dan kepuasan.
4. Rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala, sebagai kegiatan yang
merupakan perubahan bentuk rutinitas dan kewajiban seperti dalam kegiatan bekerja.
5. Rekreasi merupakan proses memenfaatkan kegiatan selama waktu luang dengan
seperangkat perilaku yang memungkinkan peningkatan waktu luang.
6. Rekreasi adalah penyegaran bagi kekuatan dan semangat setelah bekerja keras.
7. Rekreasi adalah kegiatan di waktu luang atau santai. Dari penjelasan di atas dapat
diambil kesimpulan bahwa pengertian rekreasi adalah “ aktivitas yang dilakukan pada
waktu senggang (lapang) yang bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali
kesegaran fisik, mental, pikiran dan daya rekreasi (baik secara individual maupun
secara kelompok) yang hilang akibat aktivitas rutin sehari-hari dengan jalan mencari
kesenangan, hiburan dan kesibukan yang berbeda dan dapat memberikan kepuasan
dan kegembiraan yang ditujukan bagi kepuasan lahir dan batin manusia”.

3
2.2 Ciri-ciri Rekreasi

1. Bersifat fisik, mental dan emosional.


2. Tidak memiliki bentuk atau macam tertentu.
3. Dapat membangkitkan rasa gembira, senag dan puas bagi pelaku.
4. Dilaksanakan dalam waktu senggang.
5. Bebas dari paksaan.
6. Dibutuhkan secara universal, tidak dibatasi oleh lapisan tertentu.
7. Bersifat fleksibel. Tidak dibatasi oleh tempat, dapat dilakukan oleh perseorangan,
ataupun sekelompok orang. Rekreasi tidak dibatasi oleh kemauan seseorang, baik
miskin maupun kaya dapat menikmati dan juga tidak dibatasi oleh fasilitas atau alat-
alat tertentu, dapat dilakukan oleh alat-alat sederhana maupun alat-alat modern
8. Didorong oleh kegiatan sehingga menentukan bentuk rekreasi.

2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rekreasi

Menurut Bovy dan Lawson (1997) ada beberapa hal yang menjadi factor yang mempengaruhi
rekreasi antara lain :

1. Faktor sosial ekonomi


Pada masyarakat dengan kelompok social tertentu (elite) akan berbeda dengan
rekreasi masyarakat pada umunya karena perbedaan fasilitas yang dimiliki.
2. Faktor jenis kelamin , usia dan keluarga
Kegiatan rekreasi remaja putri mungkin berbeda dengan remaja putra dan berbeda
pula dengan kegiatan reklreasi orang dewasa.
3. Faktor ketersediaan waktu luang
Waktu luang penyelenggaraan rekreasi ibu rumah tangga akan berbeda dengan wanita
pekerja.
4. Faktor pranata
Berhubungan dengan pencapaian, besar dana yang dimiliki, perubahan sikap terhadap
rekreasi.

2.4 Kegunaan dan manfaat Rekreasi

Wing Haryono dalam buku “ Pariwisata Rekreasi dan Entertainment “ mengatakan


bahwa kegunaan dari rekreasi adalah :

4
1. Untuk kesehatan, baik itu kesehatan tubuh maupun pikiran
2. Untuk dapat membentuk atau membangun karakter
3. Sebagai pencegah kriminalitas
4. Sebagai sarana pendidikan moral
5. Untuk hal-hal yang behubungan dengan ekonomi

Ada 4 manfaat rekreasi:

1. Memberikan keseimbangan pada diri pribadi


2. Memupuk cinta kasih kepada sesama
3. Memupuk rasa cinta kepada alam semesta
4. Menumbuhkan rasa syukur terhadap cinta kasih tuhan

2.5 Segar dan fres untk usia lanjut ; 55 tahu ke atas

Usia lanjut usia biasanya berekreasi denan hal-hal yang bersifat santai, misalnya
jalan-jalan, duduk-duduk di taman dan sebagainya.Untuk menghindari beban pikiran yang
terlalu berat, coba lakukan beberapa hal berikut yang dapat membuat pikiran sedikit santai
dan fresh:
Olahraga senam Tak hanya sehat bagi tubuh, olahraga senam juga membantu Anda
menyegarkan pikiran. Dengan membiasakan olahraga teratur, selain mengurangi resiko
terkena beragam penyakit, aliran darah yang mengalir ke otak pun dapat membuat pikiran
kembali fresh
Kurangi waktu menonton televisi Tak hanya berpengaruh pada kesehatan mata,
terlalu banyak menghabiskan waktu dengan menonton televisi justru akan membuat Anda
semakin malas. Jika malas telah menyerang, maka daya kreatifitas Anda pun menurun.
Sarapan bergizi Mengkonsumsi sarapan yang bergizi memang diperlukan bagi tubuh,
terlebih bagi otak yang seringkali kita gunakan secara berlebihan. Ada baiknya Anda
membiasakan untuk mengkonsumsi makanan bergizi agar stimulus yang dialirkan pada otak
semakin baik.
Istirahat cukup Bagaimanapun juga, jika tubuh terlalu lelah konsentrasi dan daya pikir
otak akan berkurang. Jadi, jangan sepelekan istirahat cukup.

2.6 Terapi Rekreasi

Terapi rekreasi yaitu terapi yang mmenggunakan kegiatan pada waktu luang, dengan
tujuan klien dapat melakuakan kegiatan secara konstruktif dan menyenangkan serta

5
mmengembangkan kemampuan hubungan sosial. Recreational Therapy (juga dikenal sebagai
TR atau Terapi Rekrasi) adalah keperawatan medis atau modalitas medis yang menggunakan
rekreasi, pendidikan rekreasi dan berbagai sumber daya lain untuk membant klien mencapai
fisik mereka, emosional, fisiologis dan spiritual tujuan sosial. Terapi rekreasi adalah salah
satu cara terbesar untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kualitas perawatan
untuk orang dengan cacat pada saat dia sering percaya hidup mereka “sudah berakhir, karena
ketidakmampuan saya’.

Manfaat Terapi Rekreasi:

1. Meninggkatkan kesejahteraan fisik (berat menejemen, diabetes dan hipertensi).


2. Meningkatkan kekuatan dan daya tahan menggunakan berbagai modalitas
pengobatan.
3. Positif manajemen strategi untuk mengatasi prilaku yang tidak di inginkan.
4. Penurunan kecemasan.
5. Meningkatkan pengetahuan sumber daya masyarakat.
6. Penurunan isolasi social.
7. Meningkatkan fungsi sosial.
8. Pengembangan ketrampilan rekreasi baru.
9. Meningkatkan kemandirian dalam fungsi rekreasi.
10. Perkaya rohani pembangunan.
11. Meningkatkan ekspresi kreatif.
12. Meningkatkan manajemen waktu luang.
13. Partisipasi rekreasi Independent.

Terapi rekreasi dapat dilakuakn baik secara individual maupun dengan berkelompok
tergantung dari keadaan pasien itu sendiri, serta jumlah tenaga medis (theraphyst) yang ada.
Terapi rekreasi dilakukan antara 1 sampai 2 jam setiap session baik individu maupun
kelompok setiap hari, 2 kali atau 3 kali seminggu tergantung kesiapan pasien, tujuan terapi,
tersedianya tenaga dan fasilitas dan sebagainya. Ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu 1 jam
untuk berdiskusi dan saling bertukar pendapat dengan therapist ataupun rekan pasien lainnya
dan 1 jam untuk melakukan evaluasi hasil diskusi. Dalam evaluasi ini dibicarakan mengenai
pelaksanaan pelaksanaan tersebut, antara lain kesulitan yang dihadapi oleh pasien , problem
solving yang ditemukan baik untuk rekan pasien maupun dari petugas medis (therapist),
perasaan yang dirasakan oleh klien setelah dilakukan tindakan tersebut

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Rekreasi adalah kegiatan di waktu luang atau santai. Dari penjelasan di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa pengertian rekreasi adalah “ aktivitas yang dilakukan pada waktu
senggang (lapang) yang bertujuan untuk membentuk, meningkatkan kembali kesegaran fisik,
mental, pikiran dan daya rekreasi (baik secara individual maupun secara kelompok) yang
hilang akibat aktivitas rutin sehari-hari dengan jalan mencari kesenangan, hiburan dan
kesibukan yang berbeda dan dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan yang ditujukan
bagi kepuasan lahir dan batin manusia”.

3.2 Saran

Demikian makalah tentang Kebutuhan Rekreasi yang telah kitabuat,semoga dapat bermanfaat
bagi kita semua. Kurang lebihnya mohon maaf. Jika ada kekurangan mohon kritik dan
sarannya. Terima kasih.

7
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A. 2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : EGC.

Perry dan Potter. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC .

Guze, B., Richeimer, S., dan Siegel, D.J. (1990). The Handbook of Psychiatry. California:
Year Book Medical Publishers

Kaplan, H.I., Sadock, B.J., dan Grebb, J.A. (1996). Synopsis of Psychiatry. New York:
Williams and Wilkins

Stuart, G.W. dan Laraia, M.T. (2001). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. (Ed ke-
7). St. Louis: Mosby, Inc.