OLEH :
1
DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ................................................................................................. i
Daftar Isi........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 5
1.3 Tujuan .................................................................................................. 5
1.4 Manfaat ................................................................................................ 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Sejarah Teori Nola J. Pender....................................................... 6
2.1.2 Promosi Kesehatan ...................................................................... 7
2.1.3 Konsep Mayor Teori Pender ....................................................... 8
2.1.4 Model Konseptual Nola J. Pender............................................... 13
2.1.5 Asumsi Dasar Health Promotion................................................. 15
2.1.6. Analisis Teori Health Promotion Pender……………………… 16
2.1.7.Proposional Model Teori Pender………………………………. 18
2.1.8.Aplikasi Teori Pender dalam Keperawatan…………………… 19
BAB III APLIKASI TEORI
3.1.Role Play ............................................................................................. 23
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 28
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah
ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini membahas mengenai konsep
Keperawatan Health Promotion Nola J. Pender, makalah ini disusun dengan
berbagai kajian pustaka. Kami ingin berterima kasih kepada pihak yang ikut
menyusun makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan yang
ada dalam makalah Konsep Keperawatan Health Promotion Nola J.
Pender.Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca.Kritik dan saran yang diharapkan bersifat konstruktif yang dapat
menyempurnakan makalah selanjutnya.
Penulis
3
BAB I
PENDAHULUAN
4
Perubahan peradigma pelayanan kesehatan dari kuratif kea rah
promotif dan peventif ini telah direspon oleh ahli teori keperawatan Nola.J
Pender dengan menghasilkan karya tentang “Health Promotion Model” atau
model promosi kesehatan.Model ini menggabungkan 2 teori yaitu teori nilai
harapan (expectancy value) dan teori kognitif social (social cognitive theory)
yang konsisten dengan semua teori yang memandang pentingnya promosi
kesehatan dan pencegahan penyakit adalah suatu yang hal logis dan
ekonomis. Makalah ini akan mengemukakan tentang model promosi
kesehatan dari Nola J.Pender serta komponen paradigm keperawatan tentang
model promosi kesehatan.
1.4. Manfaat
Setelah membaca makalah teori keperawatan Nola J. Pender diharapkan
perawat mampu untukmemaha,I serta mengaplikasikan teori promosi
kesehatan secara holistic kepadaindividu, kelompok dan masyarakat luas
padaa umumnya.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
6
2.2. Promosi Kesehatan
Menurut WHO promosi kesehatan meliputi mendorong gaya hidup
yang lebih sehat, menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan,
memperkuat tindakan masyarakat, mengorientasikan kembali pelayanan
kesehatan dan membangun kebijakan public yang sehat. (Pender,
1997:3).Kesehatan individu dan keluarga ditandai dengan efektifnya
dalam komunitas, linkungan dan masyarakat dimana mereka perlu
hidup.Perawat mengerti dan memikirkan dan memikirkan dan
usahapeningkatan derajat kesehatan. Dunn telah menetapkan skema untuk
upaya peningkatan derajat kesehatan.:
a. Kesehatan individu
Individu berperan dalam penentuan status kesehatan mereka
sendiri.Peningkatan derajat kesehatan individu itu pada tingkat
membuat keputusan pribadi dan praktek.Setiap derajat peningkatan
harus mempertimbangkan dalam formulasi kesehatan.nasional melalui
usaha peningkatan derajat kesehatan.
b. Kesehatan keluarga.
Keluarga berperan dalarn perkembangan dad kepercayaan kesehatan
dan tindakan kesehatan. Masing-masing keluarga mempunyai sebuah
karalcter yang berbeda , nilai, peran, dan kekuatan struktur. Gaya
orang tua dan lingkungan keluarga dapat memberikan kesehatan atau
sebaliknya.Lebih banyak perhatian harus diberikan kepada
perkembangaan strategi untuk meningkatkan derajat kesehatan
keluarga.
c. Kesehatan Komunitas
Berdasarkan pendapat dune, kesehatan kelompok yang baik perilaku
mampu memperbaiki kondisi kehidupan keluarga dan kelompok.
d. Kesehatan lingkungan.
Tingkat dari kesehatan lingkungan yang balk berefek luaske individu,
keluarga , dan komunitas dapat sampai kepotensi optima! mereka.
Kesehatan lingkungan yang balk adalah manifestasi dalam
7
keharmonisan dan keseimbangan diantara dua manusia dan
disekeliling mereka.
e. Kesehatan masyarakat.
Sebuah masyarakat yang baik adalah semua anggota masyarakat
mempunyai standart hidup dan cam dari hidup menemukan kebutuhan
dasar manusia dan mengajak dalam beraktifitas yang cepat kepotensi
mereka. Sebuah masyarakat yang balk anggota masyarakat mau
membantu dan bertanggungung jawab untuk kesehatan.
Teori Pemahaman Untuk Prornosi Kesehatan & Proteksi Kesehatan
a. Theory Of Reasoned Action & Theory Of Planned Behavior
Teori ini berasumsi bahwa perilaku adalah suatu kemauan dibawah
control bukan sebagai hambatan untuk menunjukkan perilaku.
Kepercayaan merupakan class' dari pondasi dalam struktur konseptual,
dengan memperhatikan perilaku. Model ini memperhatikan prediksi
dan bergantian, sehingga perilaku mengikutinya
b. Social Cognitive Theory (Self-Efficacy)
Teori kognitif social adalah sebuah pendekatan teori yang menjelaskan
perilaku manusia. Dengan perspektif individu merupakan adanya suatu
kekuatan pada dirinya bukan control yang otomatis pada stimulus
elcternal. Perilaku manusia menerangkan adanya kejadian secara
timbal balik pada tindakan yang nenentukan adanya interaksi dengan
yang lainnya. Persepsi self-efficacy adalah memprtimbangkan salah
satu kekuatan untuk menyelesaikan sebuah tingkatan penampilan
dalam perilaku yang spesifik.
c. The Theory Of Interpersonal Behavior
Sebuah model perilaku meliputi afektif dan psikologis dalam kekuatan
habit yang menerangkan perilaku ini merupakan factor yang
memberikan perhatian dalam model-model perilaku lainnya.
d. Cognitive Evaluation Theory
Motifasi manusia adalah dasar dari sebuah susunan dalam kebutuhan
psikologisnya : dari penentuan dirinya, kompetensi dan hubungan
interpersonal. Menentukan dirinya dan motivasi intrinsic (IM) adalah
8
konsep utama dalam teori.Motivasi intrinsic adalah energy dalam
kebutuhan dalam dirinya dan hubungan dalam kotnpetensi untuk nilai
perilaku personal.
e. The Interaction Model Of Chen Health Behavior
Model interaksi kesehatan klien berfolcus pada karakteristik dad klien
dan factor eksternal pada klien untuk menyediakan keterangatt secara
komprehensif pada tindakan langsung terhadap pengurangan resiko
dan promosi kesehatan.
9
Yang merupakan bagian dari ini adalah ras, etik, budaya,
pendidikan, dan status ekonomi, perilaku kognitif spesifik
dan efek-efek nya dianggap sebagai motivasi utama yang
signifikan, variabel ini dapat dimotivasi melalui interverensi
keperawatan.
d. Perceived Benefits of Actions
Manfaat tindakan yang dirasakan merupakan tujuan antisipasi positif
yang dihasilkan dari berperilaku hidup sehat.
e. Perceived Barriers to Actions
Tantangan atau hambatan yang dirasakan diantisipasi, digambarkan
atau diblok dan mengusahakan melakukan perilaku tertentu.
f. Perceived self-Efficacy
Kemampuan diri yang dirasakan adalah penilaian kapasitas pribadi
untuk mengorganisasikan dan melaksanakan perilaku promosi
kesehatan.Kemampuan diri yang dirasakan mempengaruhi hambatan
atau rintangan yang dirasakan sehingga semakin tinggi kemampuan
diri dirasakan semakin rendah pula hambatan-hambatan yang
dirasakan dalam berperilaku.
g. Activity –Related Affect
An Activity –Related Affect perasaan positif dan negatif secara
subjektif yang terjadi sebelumnya atau selama aktivitas dan perilaku
berikutnya berdasarkan sifat stimulus perilaku diri. Efek dari
aktivitas mempengaruhi kemampuan diri yang artinya semakin
positif.
h. Interpersonal Influences
Pengaruh ini adalah perilaku-perilaku berdasarkan kognitif,
kepercayaan, dan sikap. Pengaruh-pengaruh interpersonal termasuk
norma (harapan dari orang-orang penting), dukungan sosial (bantuan
dan dukungan emosional) dan contoh/model (pembelajaran melalui
mengobservasi orang lain dengan perilaku khusus). Sumber-sumber
utama pengaruh interpersonal adalah keluarga, teman sebaya dan
penyedia pelayanan kesehatan.
10
i. Situational Influences
Pengaruh-pengaruh situasional merupakan persepsi pribadi dan
kognitif dalam suasana tertentu yang bisa memfasilitasi atau
menghalangi perilaku, persepsi yang pada pilihan-pilihan yang
tersedia yang mencangkup karakteristik dari kebutuhan dan bentuk
lingkungan yang membuat berperilaku untuk meningkatkan
kesehatan, pengaruh situasional bisa memberikan pengaruh secara
langsung maupun tidak langsung dalam berperilaku sehat.
j. Commitment to Plan of Action
Komitmen ini menjelaskan konsep keinginan dan mengidetifikasi
strategi yang terencana yang mengarahkan untuk
mengimplementasikan perilaku hidup sehat.
k. Immediate Competing Demands and Preferences
Tuntutan-tuntutan kebutuhan adalah alternatif berperilaku jika
individu tidak memiliki kontrol yang kuat karena kemungkinan
lingkungan seperti pekerjaan atau tanggung jawab dengan
keluarga.Sesuatu yang disukai adalah alternatif berperilaku yang
mana individu relatif memiliki kontrol yang tinggi seperti pilihan ice
cream atau apel untuk dimakan.
l. Health Promoting Behavior
Perilaku hidup sehat point terakhir atau hasil dari tindakan secara
langsung mempertahankan tujuan kesehatan yang positif seperti
kesehatan atau kesejahteraan yang optimal, pemenuhan kebutuhan
yang personal dan hidup yang produktif.Contohnya adalah diet sehat,
latihan dan olahraga secara teratur, memanajemen stress,
memperoleh istirahat yang cukup, pertumbuhan yang spiritual dan
membangun hubungan yang positif.
Revisi HPM (Health Promotion Model) menambahkan tiga variabel
yang mempengaruhi individu untuk melakukan perilaku peningkatan
kesehatan (Pender, 1996).
a. Activity-related affect
b. Commitment to Plan of Action
11
c. Immediate Competing Demands and Preferences
HPM yang direvisi memfokuskan pada 10 kategori dalam
menetapkan perilaku peningkatan kesehatan.The revisi model
mengidentifikasi konsep yang relevan mengenai perilaku peningkatan
kesehatan dan memfasilitasi hipotesis selanjutnya yang diuji (Pender
Murdaugh and parsons 2002).The HPM menyediakan paradigma untuk
mengembangkan instrument. Profil gaya hidup dalam meningkatkan
kesehatan Exercise benefits-Barriers Scale (EBBS), tujuan dari instrument
ini adalah untuk mengukur gaya hidup dalam meningkatkan
kesehatan.Pernyataan teoritis yang diperoleh dari HPM dibuku keempat,
Health Promotions in Nursing Practice (Pender Murdaugh and parsons
2002).
a. Perilaku sebelumnya dan karakeristik yang diperoleh mempengaruhi
kepercayaan dan perilaku untuk meningkatkan kesehatan
b. Manusia melakukan perubahan perilaku dimana mereka
mengharapkan keuntungan yang bernilai bagi dirinya.
c. Rintangan yang dirasakan dapat menjadi penghambat kesanggupan
melakukan tindakan, suatu mediator perilaku sebagaimana perilaku
nyata.
d. Promosi atau pemanfaatan diri akan menambah kemampuan untuk
melakukan tindakan.
e. Pengaruh positif pada perilaku akibat pemanfaatan diri yang baik
dapat menambah hasil positif.
f. Ketika emosi yang positif atau pengaruh yang berhubungan dengan
perilaku, maka kemungkinan menambah komitmen untuk bertindak.
g. Manusia lebih suka melakukan promosi kesehatan ketika model
perilaku itu menarik, perilaku yang diharapkan terjadi dan dapat
mendukung perilaku yang sudah ada.
h. Keluarga, kelompok dan pemberi layanan kesehatan adalah sumber
interpersonal yang penting yang mempengaruhi, menambah atau
mengurangi keinginan untuk berperilaku promosi kesehatan.
12
i. Pengaruh situasional pada lingkungan eksternal dapat menambah
atau mengurangi keinginan untuk berpartisipasi dalam perilaku
promosi kesehatan.
j. Komitmen terbesar pada suatu rencana yang spesifik lebih
memungkinkan perilaku promosi kesehatan dipertahankan untuk
jangka waktu yang lama.
k. Komitmen pada rencana kegiatan kemungkinan kurang menunjukan
perilaku yang diharapkan apabila sesorang mempunyai kontrol yang
rendah dan kebutuhan yang diinginkan tidak tersedia.
l. Seseorang dapat memodifikasi kognisi, mempengaruhi interpersonal
dan lingkungan fisik yang mendorong melakukan tindakan
kesehatan.
13
Cognitive-perceptual Modifiying factors
participation in
Health-promotin
behavior
Perceived self-effcacy
Interpersonal Likelihood of
influences enganging in Health
Definition of Health
Promoting Behavior
Situasional factors
Perceived Health Status
Cues to action
Perceived Benefits of
Health- promoting Behavioral factors
behaviors
14
mengikuti tiga variable baru dimana dimana variable tersebut
membawa pengaruh kepada individu untuk tertarik dalam perilaku
promosi kesehatan yang merupakan outcome dari HPM (Pender, 1966
dalam Tomey & alligood, 2000) varaibel tersebut antara lain a)
activity- related affect, b) Commitment to a plan of action, c)
Immediatte competing demand and preferences (lihat gambar2)
15
a. Manusia mencoba menciptakan kondisi kehidupannya melalui apa
yang bisa mereka nyatakan dalam kesehatan mereka yang potensial.
b. Manusia memiliki kapasitas untuk merefleksikan kesadaran diri,
termasuk penilaian mereka terhadap kemampuan yang dimiliki.
c. Pertumbuhan nilai manusia diperlihatkan sebagai bentuk positif dan
usaha untuk mencapai keseimbangan personal yang dapat diterima
antara perubahan dan stabilitas.
d. Individu mengusahakan pengaturan yang efektif terhadap
perilakunya.
e. Individual secara kompleksitas biopsikososial berinteraksi dengan
lingkungan, perubahan lingkungan yang progresif akan terjadi
sepanjang masa.
f. Rekonfigurasi yang dimulai oleh diri sendiri merupakan pola
interaktif antara manusia dan lingkungan sangat esensial untuk
perubahan perilaku.
16
b. Simplicity (kesederhanaan)
The HPM mudah dimengerti, masing-masing faktor dihubungkan
secara logis dan hubungannya diklarifikasikan dalam pernyataan
teori yang tepat, faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung dan
tidak langsung sangat jelas di diagram visual yang memperlihatkan
hubungannya, faktor-faktor terlihat bebas tetapi susunannya memberi
pengaruh yang mudah dipahami, dengan demikian menampilkan
diagram untuk menjelaskan hubungan antar konsep merupakan
bentuk sederhana dari HPM, karena teori yang bermanfaat
menyediakan pemahaman yang mendalam, teori yang baik adalah
“singkat tetapi lengkap”.
c. Generality (generalisasi/keumuman)
Cakupan dari model ini adalah middle range, ini sangat general
untuk populasi dewasa, riset yang digunakan untuk memperoleh
model berdasarkan laki-laki,perempuan,tua,muda,sehat,dan sakit.
d. Empirical Precision (presisi empiris)
Pender dan yang lainnya telah mendukung model melalui uji coba
empiris seperti kerangka untuk menjelaskan promosi kesehatan,
profil gaya hidup meningkatkan status kesehatan adalah sebuah
instrumen yang digunakan untuk mengkaji perilaku promosi
kesehatan. Model selanjutnya berkembang melalui program
perencanaan riset khususnya studi intervensi, perbaikan model lebih
lanjut.Fokus penelitian berlanjut berdasarkan bukti dan strategi-
strategi promosi kesehatan yang efektif yang melayani individu
dalam konten komunitas, instrumen yang ada dapat menjadi akses
untuk menghubungkan indikator empiris untuk pengujian dan
penggunaan teori untuk menjelaskan aspek praktis dari teori.Teori
HPM memiliki akses untuk sebagai indikator empiris agar konsep
dapat diidentifikasidan untuk dikembangkan sehingga tujuan teori
dapat diperoleh. HPM memiliki menyediakan pengembangan
instrumen yaitu HPHP dan EBBS yang berguna untuk mengukur
gaya hidup untuk meningkatkan status kesehatan.
17
e. Derivable Consequence (komsekuensi yang didapat)
Pender mengidentifikasi promosi kesehatan sebagai tujuan pada abad
ke 20, hanya sebagai pencegahan penyakit adalah tugas dari abad ke-
20.Model menjelaskan interaksi antara perawat dan kostumer ketika
mempertimbangkan lingkungan dalam promosi kesehatan. Pender
merespon politikus, sosialis, dan lingkungan pribadi diwaktunya
untuk mengklarifikasi peran perawat dalam pelayanan-pelayanan
promosi kesehatan yang dilaksanakan, model mengembangkan
pemikiran mengenai kesempatan-kesempatan kedepan dan
mempengaruhi pemakaian perkembangan-perkembangan teknologi
seperti pencatatan kesehatan elektronik sebagai upaya atau alat
mencegah dan meningkatkan status kesehatan, selain itu manfaat
pentingnya HPM dalam bidang keperawatan adalah mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan pasien terkait dengan konsep-konsep yang ada
pada HPM baik dari aspek karakteristik individual dan pengalaman,
perilaku kognitif yang spesifik dan pengaruh-pengaruhnya bila ada
kesenjangan maka asuhan keperawatan dapat dilakukan tentunya
dalam perspektif intervensi keperawatan sehingga tercapai tujuan
perilaku untuk meningkatkan dan mempertahankan status kesehatan
yang optimal.
18
e. Pemanfaatan diri yang terbesar akan menghasilkan sedikit rintangan
pada perilaku kesehatan spesifik.
f. Pengaruh positif pada perilaku akibat pemanfaatan diri yang baik
dapat menambah hasil positif.
g. Ketika emosi yang positif atau pengaruh yang berhubungan dengan
perilaku, maka kemungkinan menambah komitmen untuk bertindak.
h. Manusia lebih suka melakukan promosi kesehatan ketika model
perilaku itu menarik, perilaku yang diharapkan terjadi dan dapat
mendukung perilaku yang sudah ada.
i. Keluarga, kelompok dan pemberi layanan kesehatan adalah sumber
interpersonal yang penting yag mempengaruhi, menambah atau
mengurangi keinginan untuk berperilaku promosi kesehatan.
j. Pengaruh situasional pada lingkungan eksternal dapat menambah
atau mengurangi keinginan untuk berpartisipasi dalam perilaku
promosi kesehatan.
k. Komitmen terbesar pada suatu rencana kegiatan yang spesifik lebih
memungkinkan perilaku promosi kesehatan dipertahankan untuk
jangka waktu yang lama.
l. Komitmen pada rencana kegiatan kemungkinan kurang menunjukkan
perilaku yang diharapkan ketika seseorang mempunyai kontrol yang
sedikit dan kebutuhan yang diinginkan tidak tersedia.
m. Komitmen pada rencana kegiatan kurang menunjukkan perilaku
yang diharapkan ketika tindakan-tindakan lain lebih atraktif dan juga
lebih suka pada perilaku yang diharapkan.
n. Seseorang dapat memodifikasi kognisi, mempengaruhi interpersonal
dan lingkungan fisik yang mendorong melakukan tindakan
kesehatan.
19
dua teori yaitu teoriNilai Pengharapan dan Teori Pembelajaran Sosial
dalam teorinya dengan menekankan bahwa sakit membutuhkan biaya
yang mahal dan perilaku promosi kesehatan adalah ekonomis. Pada
beberapa bagian teorinya memiliki kesamaan pola pandang dengan teori
lain seperti memandang bahwa focus dari perawatan adalah individu,
keluarga, kelompok maupun masyarakat.Teori ini dikemukakan dengan
menampilkan contoh contoh yang berdasarkan pengalaman pribadi dan
hasil penelitian, sehingga dapat digeneralisasi dan konsep – konsep yang
dikemukakan dalam teori dapat diaplikasikan.Teori Health Promotion
Model dikembangkan berdasarkan atas riset kulitatif dan kuantitatif, baik
di Amerika maupun negara lain. Bahkan teori ini saat ini terlibat dalam
prakarsa kesehatan global dan telah diuji oleh para sarjana dari Jepang,
China, dan Taiwan untuk mempromosikan gaya hidup secara kultural
sesuai dengan negara mereka. Selama perkembangan teori banyak studi
yang behubungan dengan pengaplikasian teori yang dapat dijadikan
sebagai dasar riset.
Riset yang berhungan dengan Health Promotion Model
memberikan konstribusi secara umum bagi pengembangan body of
knowledge dari ilmu keperawatan.Pergeseran paradigma dari kuratif-
rehabilitatif kearah promotive dan preventif. Pender meyakini bahwa
dengan mutu kepedulian terhadap promosi kesehatan akan memperbaiki
sistem kesehatan secara integral.Peluang untuk melakukan praktek
keperawatan dalam fokus promosi keperawatan kesehatan akan sangat
terbuka. Bagi pender adalah sesuatu yang sangat menggairahkan untuk
membawa praktek keperawatan untuk mengubah perilaku kuratif dan
rehabilitatif.Pender menekankan practical nurse dapat memainkan suatu
peran yang sangat penting dalam partnership antar ilmuan dan konsumen
serta praktisi untuk mengembangkan strategi kepedulian sesuai dengan
spesifikasi populasi.Health Promotion Model, menjadi sumber informasi
penting dan bermanfaat bagi setiap orang yang ingin mengetahui bahwa
promosi kesehatan seseorang sangat didukung oleh nilai yang diharapkan
serta teori kognitif social yang menekankan pada self
20
efficacy.Pengambilan keputusan, tindakan, dan efficacy diri akan
menentukan status kesehatan seseorang. Nola J. Pender telah belajar dari
pengalaman pribadi dan hasil penelitiannya untuk memunculkan teori
ini.Teori ini sangat lengkap untuk melakukan kegiatan yang berhubungan
dengan tindakan promotive dan preventif.Namun, teori ini memiliki
kelemahan, teori ini tidak dapat dilakukan oleh seseorang dengan cacat
mental dan cacat bawaan.Seseorang cacat mental kemungkinan tidak
mampu memiliki harapan nilai dan kognitif social.Demikian juga dengan
seseorang yang sudah mendapat cacat bawaan sejak lahir seperti
malfungsiTeori ini dikemukakan dengan menampilkan contoh-contoh
yang berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil penelitian, sehingga dapat
digeneralisasi dan konsep-konsep yang ditemukan dalam teori dapa
diaplikasikan.
Teori Health Promotion Model dikembangkan berdasarkan atas
riset kualitatif dan kuantitatif, baik di Amerika maupun Negara lain.
Bahkan teori ini saat ini terlibat dalam prakarsa kesehatan global dan
telah diuji oleh para sarjana dari Jepang, China dan Taiwan untuk
mempromosikan gaya hidup secara cultural sesuai dengan Negara
mereka. Selama perkembangan teori banyak studi yang berhubungan
dengan pengaplikasian teori yang berhubungan dengan pengaplikasian
teori yang dapat dijadikan sebagai dasar riset.Riset yang berhubungan
dengan Health Promotion Model memberikan kontribusi secra umum bagi
pengembangan body of knowledge dan ilmu keperawatan.Pergeseran
paradigma dari kuratif rehabilitative kea rah promotif dan preventif.
Pender meyakini bahwa dengan mutu kepedulian terhadap promosi
kesehatan akan memperbaiki sistem kesehatan secara integral.
Peluang untuk melakukan praktek keperawatan dalam fokus
promise kesehatan akan sangat terbuka. Bagi pender adalah sesuatu yang
sangat menggairahkan untuk membawa praktek keperawatan untuk
mengubah prilaku kuratif dan rehabilitatif ke arah perilaku promotif dan
rehabilitative.Pender menekankan practical nurse dapat memainkan suatu
peran yang sangat penting dalam partnership antar ilmuan dan konsemen
21
serta praktisi untuk mengembangkan strategi kepedulian sesuai dengan
spesifikasi populasi.Helath Pomotion Model, menjadi sumber infoormasi
penting dan bermanfaat bagi setip orang yang ingin mengetahui bahwa
promosi kesehatan seseorang sangat didukung oleh nilai yang diharapkan
serta teori kognitif sosial yang menekan pada self direction, self
regulation dan persepsi terhadap self efficacy. Pengambilan keputusan
tindakan dan efficacy diri akan menentukan status kesehatan seseorang.
Nola J. Pender telah belajar dari pengalaman pribadi dan hasil penelitian
untuk memunculkan teori ini.Teori ini sangat lengkap untuk melakukan
kegiatan yang berhubungan dengan tindakan promotif dan
preventif.Namun, teori ini memiliki kelemahan, teori ini tidak dapat
dilakukan oleh seseorang dengan cacat mental dan cela bawaan.Seseorang
cacat mental kemungkinan tiak mampu memiliki harapan nilai dan
kognitif sosial.Demikian juga dengan seseorang yang sudah mendapat
cacat bawaan sejak lahir seperti multifungsi sel-sel berperan untuk daya
taahan tubuh.Teori ini juga sangat sulit diterapkan pada klien dengan
ekonomi lemah dan tingkat pendidikan yang rendah karena seseorang
dengan sosial ekonomi rendah lebih termotivasi atau cendrung untuk
memnuhi kebutuhan dasarnya dibandingkan dengan motivasi
meningkatkan status kesehatannya.Membutuhkan role mode yang
sempurna untuk mempengaruhi masyarakatdi sekitarnya.Tenaga
kesehatan sendiri apakah telah mengetahui teori ini dan kalau telah
mengetahui apakh telah mengamalkan sehingga bisa memppengaruhi
klien atau masyarakat.Setelah itu, masyarakat masih lebih mempercayai
budayanya sendiri yang menjadi hambatan dalam mensosialissikan dan
mengamalkan teori ini.
22
BAB III
23
Dialog…………………………………………………………………………..
Moderator : Selamat sore kepada bapak dan ibu yang telah hadir diacara
penyuluhan kesehatan ini. Kali kami akan membawakan materi
penyuluhan mengenai Senam Kaki Diabetes, dimana dalam
penyuluhan ini kami memerlukan waktu 45 menit. ( 5 menit
diawali dengan perkenalan, 30 menit penyampaian materi,
dilanjutkan demonstrasi dan terakhir evaluasi). Untuk menghemat
waktu saya persilahkan penyaji untuk memaparkan materi
penyuluhan pada sore hari ini
Penyaji : Selamat sore bapak dan ibu….. terima Kasih atas waktu yang
telah diberikan , baik sebelum saya mulai memaparkan materi. Apakah Bapak dan
Ibu sudah tau atau pernah mendengar apa itu diabetes ?
Penyaji : Nah, kalau begitu saya akan menjelaskan apa itu diabetes terlebih
dahulu. Diabetes itu sama dengan gula darah tinggi. Penjelasan
yang lebih lengkap adalah Diabetes Melllitus adalah suatu
kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh
karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat
kekurangan insulin baik absolut maupun relative.
…………………………………………
24
2. Memperkuat otot-otot kecil
3. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
4. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
5. Mengatasi keterbatasan gerak sendi.
………………………………………………………………………………………
….
Fasilitator : baik, terimaksih telah waktu yang telah diberikan kepada kami,
kami akan mencontohkan mengenai tahapan senam kaki diabetes.
Tolong diperhatikan yaa…. Setelah itu mari kita pergerakan
bersama-sama.
Peserta : Siap…..
…………………………………………………………………………………….
Demonstrasi selesai
25
Moderator : Terimakasih kepada ibu dan bapak yang telah mengikuti gerakan
senam kaki siabetes.
Selanjutnya penyaji akan melakukan evaluasi materi
Penyaji : Baik setelah saya menyampaikan materi senam kaki diabetes,
apakah ada yang ingin ditanyakan ?
Peserta : Saya, ingin bertanya, Bu… “Apakah orang yang tidak diabetes
bisa melakukan senam kaki diabetes?”
Penyaji : Bagus sekali ….., terimakasih atas pertanyaannya
Tentu saja bisa bu, latihan senam kaki diabetes ini ditujukkan
untuk melakukan pencegahan luka diabetes dan untuk
memperlancar sirkulasi darah pada bagian kaki.
Selanjutnya saya minta salah satu dari peserta untuk memeragakan
senam kaki dari langkah pertama hingga selesai
……………………………….
Salah satu peserta memperagakan
Terima kasih bapak dan ibu karna telah mengikuti peyuluhan
dengan baik. Waktu saya persilahkan moderator…
Moderator : Selanjutnya saya persilahkan kepada observer untuk
menyampaikan hasil penyuluhan hari ini…
Observer : Baik acara penyuluhan tentang senam kaki diabetes sudah
berjalan dengan lancer. Dimana ada 1 pertanyaan yang diajukan
oleh peserta dan dijawab oleh penyaji mengenai senam kaki
diabetes.Selanjutnya peserta telah mampu mengikuti langkah-
langkah senam kaki diabetes yang diajarkan oleh fasilitator. Acara
berjalan lancer dimana penyaji mampu untuk memaparkan materi
dengan baik dan peserta dapat memahami materi yang disampaikan
oleh peserta
Moderator : demikianlah penyuluhan dari kami, semoga apa yang kami
berikan bermanfaat untuk bapak dan ibu. Terima kasih
---------------------------------------ooooooooo----------------------------------------------
----
26
Demikianlah roleplay mengenai teori keperawatan Nola J. Pender mengenai
promosi kesehatan.
Kesimpulan :Berdasarkan penjelasan teori sebelumnya dapat ditarik
kesimpulanbahwa Nola J. Pender mengembangkan Health Promotion Model
untuk mendemonstrasikan hubungan antara manusia dengan lingkungan fisik dan
interpersonalnya dalam berbagai dimensi. Model ini menggabungkan dua teori
yaitu teori Nilai Pengharapan dan Teori Pembelajaran Sosial dalam teorinya
dengan menekankan bahwa sakit membutuhkan biaya yang mahal dan perilaku
promosi kesehatan adalah ekonomis. Diharapkan setelah penyuluhhan ini
masyrakat di Banjar Batur bisa mewaspadai komplikasi diabetes yang tidak
diinginkan salah satunya yaitu dengan cara melakukan senam kaki diabetes.
27
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Simpulan
Health Pomotion Model, menjadi sumber informasi penting dan
bermanfaat bagi setiap orang yang ingin mengetahui bahwa promosi
kesehatan seseorang sangat didukung oleh nilai yang diharapkan serta
teori kognitif sosial yang menekan pada self direction, self regulation dan
persepsi terhadap self efficacy. Pengambilan keputusan tindakan dan
efficacy diri akan menentukan status kesehatan seseorang. Nola J. Pender
telah belajar dari pengalaman pribadi dan hasil penelitian untuk
memunculkan teori ini.Teori ini sangat lengkap untuk melakukan
kegiatan yang berhubungan dengan tindakan promotif dan preventif.
Berdasarkan penjelasan teori sebelumnya dapat ditarik
kesimpulanbahwa Nola J. Pender mengembangkan Health Promotion
Model untuk mendemonstrasikan hubungan antara manusia dengan
lingkungan fisik dan interpersonalnya dalam berbagai dimensi. Model ini
menggabungkan dua teori yaitu teori Nilai Pengharapan dan Teori
Pembelajaran Sosial dalam teorinya dengan menekankan bahwa sakit
membutuhkan biaya yang mahal dan perilaku promosi kesehatan adalah
ekonomis.
4.2. Saran
Kami berharap teori Pender ini bisa diterapkan kedepannya untuk
menguranngi angka morbiditas di kalangan masyarakat. Para tenaga
kesehatan khususnya perawat agar mampu untuk memeberikan promosi
kesehatan baik di lingkungan keluarga maupun komunitas karena lebih
baik mencegah dari pada mengobati.
28
Lampiran
SATUAN ACARA PENYULUHAN
SENAM KAKI DIABETES
DI BANJAR BATUR, PEGUYANGAN
A. LATAR BELAKANG
Pada era globalisasi ini, kemajuan teknologi, tingkat kemakmuran, dan
informasi semakin pesat pula. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang
menyebabkan terjadi pergeseran pola konsumsi serta gaya hidup masyarakat.
Pergeseran-pergeseran ini tentu saja berpengaruh terhadap tingkat kesehatan yang
dialai oleh masyarakat.Penyakit yang dahulu banyak disebabkan oleh infeksi
kuman beralih ke munculnya sindroma metabolik salah satunya adalah Diabetes
Mellitus.
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul
pada seseorang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat
kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suastika, 2008).
Menurut American Diabetes Association/ADA (2006), DM merupakan suatu
kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi
karena destruksi sel beta dan resistensi insulin.
DM saat ini menjadi penyakit yang sangat populer di kalangan penduduk
dunia.WHO menyebutkan, jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2011
mencapai lebih dari 346 juta jiwa. Jumlah ini kemungkinan akan lebih dari dua
29
kali lipat pada tahun 2030 tanpa intervensi. Berdasarkan survey WHO pada tahun
2006, jumlah penderita DM di Indonesia sekitar 17 juta orang (8,6 persen dari
jumlah penduduk) atau menduduki urutan terbesar ke-4 setelah India, Cina, dan
Amerika Serikat (Prihatno, 2006). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi
Bali, jumlah penderita DM tipe 2 di Bali pada tahun 2009 sebanyak 610 orang dan
peningkatan kasus pada tahun 2010 sebanyak 819 orang.
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perilaku
penanganan mandiri yang khusus seumur hidup. Pasien perlu belajar mengatur
keseimbangan berbagai faktor. Pasien bukan hanya harus belajar merawat diri
sendiri setiap hari guna menghindari penurunan atau kenaikan kadar glukosa
darah yang mendadak tetapi juga harus memiliki perilaku preventif untuk
mencegah komplikasi diabetes mellitus.Komplikasi yang sering terjadi pada
pasien dengan diabetes mellitus adalah kaki diabetes. Seperti yang diungkapkan
oleh dr. Sapto Adji H, Sp.OT dari bagian bedah ortopedi Rumah Sakit
Internasional Bintaro (RSIB), beliau menyebutkan bahwa komplikasi yang paling
sering dialami pengidap diabetes adalah komplikasi pada kaki yaitu sebesar 15%
yang kini disebut kaki diabetes.
Strategi pengelolaan pasien dibagi ke dalam tiga bagian.Strategi pertama
adalah diagnosis DM sedini mungkin, diikuti strategi kedua dengan kontrol
glikemik dan perawatan kaki sebaik-baiknya, dan strategi ketiga ditujukan pada
pengendalian keluhan neuropati/nyeri neuropati diabetik.Perawatan kaki yang
dapat dilakukan seperti menjaga kebersihan kulit, hindari trauma kaki seperti
sepatu yang sempit (Subekti, 2006; Setyanto, 2009).Menurut Setyanto (2009)
salah satu perawatan kaki yang baik dilakukan oleh penderita DM adalah latihan
senam kaki diabetes. Latihan senam kaki diabetes ini dapat dilakukan dengan cara
menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya duduk dengan kedua tumit
diangkat, mengangkat dan menurunkan kaki. Gerakan dapat berupa gerakan
menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar keluar atau ke dalam dan
mencengkram pada jari-jari kaki (Soegondo, 2008).
Pada keluarga Tn. M disebutkan bahwa Ny. T menderita DM sejak tahun
1 tahun yang lalu, namun keluarga belum terlalu memahami mengenai penyakit
DM itu sendiri. Hal ini menyebabkan tingginya risiko komplikasi dari
30
penyakit yang diderita Ny. T akibat kurangnya pengetahuan klien dan keluarga
mengenai penyakit DM dan perawatannya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan
pendidikan kesehatan mengenai penyakit DM dan perawatan pada pasien DM
pada keluarga Tn. M untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga
dalam perawatan pasien DM khususnya yang dapat dilakukan di rumah.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit diharapakan sasaran dapat
mengerti dan memahami mengenai penyakit Diabetes Melitus.
2. Tujuan Khusus :
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit, sasaran dapat:
1) Memahami dan mampu menyebutkan kembali pengertian Diabetes
Mellitus
2) Memahami dan mampu menyebutkan kembali Senam Kaki Diabetik
3) Memahami dan mampu menyebutkan kembali Manfaat Senam Kaki
Diabetik
4) Memahami dan mampu mempraktekkan kembali Gerakan Senam Kaki
Diabetik
C. PESERTA PENYULUHAN
Seluruh warga Banjar Batur di Desa Peguyangan.
D. PENYELENGGARA PENYULUHAN
Penyelenggara penyuluhan Senam Kaki Diabetik adalah Ni mahasiswa Program
Studi S1 Keperawatan
31
4. Gerakan Senam Kaki Diabetik
F. METODE PELAKSANAAN
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab
G. STRATEGI PELAKSANAAN
32
I. SETTING TEMPAT
2 2
2 2
Keterangan gambar:
1. Penyuluh
2. Peserta
J. PENGORGANISASIAN
Penyuluh : Dessy Ardani
K. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
Rencana kegiatan dipersiapkan dua hari sebelum kegiatan dengan
melakukan kontrak sebelumnya dengan keluarga satu hari sebelum
kegiatan. Sarana prasarana seperti leaflet dan materi penyuluhan disiapkan
paling lambat dua hari sebelum pelaksanaan.
2. Evaluasi Proses
a. Kegiatan berlangsung tepat waktu
b. Peserta yang hadir 50% dari jumlah total peserta
c. Peserta yang aktif bertanya 50% dari total peserta.
3. Evaluasi Hasil
Sasaran penyuluhan mampu :
a. Memahami dan mampu menyebutkan kembali pengertian Diabetes
Mellitus
33
b. Memahami dan mampu menyebutkan kembali pengertian Senam Kaki
Diabetik.
c. Memahami dan mampu menyebutkan kembali Manfaat Senam Kaki
Diabetik.
d. Memahami dan mampu mempratekkan kembali Gerakan Senam Kaki
Diabetik.
L. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Materi
2. Soal
3. Leaflet
34
LAMPIRAN MATERI
SENAM KAKI DIABETIK
35
D. GERAKAN SENAM KAKI DIABETIK
36
DAFTAR PUSTAKA
American Diabetic Associations. 2007. Diabetes Mellitus, (Online),
(http://www.diabetes.org, diakses 22 Agustus 2012)
Brunner & Suddarth. 2007. Keperawatan Medikal Bedah. Vol 2. Jakarta: EGC.
Setyanto, Purwo. 2009. Senam Kaki untuk Cegah Diabetic Foot di Persatuan
Diabetes Indonesia (PERSADIA) Unit RS Ciremai Cirebon, (Online),
(http://www.kesad.mil.id/content/senam-kaki, diakses 22 Agustus 2012)
Smeltzer, Suzane C. 2006. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth.Edisi 8. Jakarta: EGC
Sudoyo, Aru W. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 5. Jakarta : Interna
Publishing
Waspadji, Sarwono. 2006. Kaki Diabetes. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid
III. Edisi IV. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Penyakit Dalam FKUI.
37
38