Anda di halaman 1dari 4

TREND & ISSUE KOMUNIKASI DALAM

KEPERAWTAN
No description
by

IMANDA DWI
on 5 November 2014
3227

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TREND & ISSUE KOMUNIKASI DALAM KEPERAWTAN

KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN


SIAPA KONSUMENNYA ???
TELENURSING
Telenursing dapat diartikan sebagai pemakaian teknologi informasi dibidang pelayanan
keperawatan untuk memberikan informasi dan pelayanan keperawatan jarak jauh.
Model pelayanan ini memberikan keuntungan antara lain :
mengurangi waktu tunggu
mengurangi kunjungan yang tidak perlu,
mempersingkat hari rawat
mengurangi biaya perawatan,
membantu memenuhi kebutuhan kesehatan,

Telenursing juga mendorong tenaga kesehatan atau daerah yang kurang terlayani untuk
mengakses penyedia layanan melalui mekanisme seperti : konferensi video dan internet
(American Nurse Assosiation, 1999).

TREND DAN ISSUE


Kemajuan teknologi informasi serta teknologi dibidang kesehatan berdampak terhadap tingginya
pemahaman masyarakat terhadap dunia kesehatan, sehingga tenaga kesehatan dituntut u/
memberikan pelayanan kesehatan berkualitas, profesional dan mengedepankan perkembangan
teknologi dibidang kesehatan itu sendiri.

KOMUNIKASI
DASAR :
KEBUTUHAN ~ HUBUNGAN (homo socius)
PERILAKU ~ Komunikasi

Transcultural dalam Komunikasi Keperawatan


TREND & ISSUE KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN
IMANDA DWI, S & HAMIDAH RETNO, W
PENGERTIAN

Oxford Dictionary
Pengiriman informasi, ide, dan lain sebagainya
Effendy
Komunikasi mencakup ekspresi wajah, sikap, gerak suara, kata, tulisan, dll
Dance (1967)
Usaha untuk menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal
Ramon Ross (1974)
Proses transaksional melalui pemilihan dan pemindahan lambang-lambang untuk menimbulkan
respons bagi orang lain

Komunikasi
di lingkungan rumah sakit diyakini sebagai modal utama untuk
meningkatkan kualitas pelayanan
yang akan ditawarkan kepada konsumennya.

INTERNAL
EKSTERNAL
kekurangan, antara lain :
tidak adanya interaksi langsung perawat dengan klien
risiko terhadap keamanan dan dokumen klien kerahasiaan

Ada delapan hambatan penting untuk komunikasi


lintas budaya dalam keperawatan:
(1) kurangnya pengetahuan,
(2) ketakutan dan ketidakpercayaan,
(3) rasisme,
(4) bias dan etnosentrisme,
(5) stereotip, perilaku,
(6) ritual,
(7) hambatan bahasa, dan
(8) perbedaan dalam persepsi dan harapan

Tidak diterimanya pesan dari perawat kepada klien umumnya disebabkan karena kurangnya
pengetahuan.
Baik dari isi pesan atau cara penyampaian pesan yang tidak dapat dicerna dengan baik.
Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan penerimaan yang salah baik dari pemberi pesan
maupun penerima pesan.
Kurangnya Pengetahuan

Rothenburger (1990) telah mengidentifikasi enam tahap penyesuaian bahwa individu


melewatinya pada pertemuan awal mereka dengan orang dari budaya yang berbeda yang mereka
tidak tahu atau mengerti.

Ketakutan dan Ketidakpercayaan

Rasisme dalam keperawatan dapat menjadi penghalang komunikasi transkultural antara perawat
dan pasien, dan antara perawat dan penyedia perawatan kesehatan lainnya
Tipe-tipenya:
Rasisme Individu: Diskriminasi karena karakteristik biologis
Rasisme Budaya: Menganggap budaya sendiri lebih superior
Rasisme Kelembagaan: Lembaga (universitas, bisnis, rumah sakit, sekolah keperawatan)
memanipulasi atau mentolerir kebijakan yang tidak adil membatasi peluang ras tertentu, budaya,
atau kelompok.

Rasisme
Apapun latar belakang budaya mereka, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk menjadi
bias terhadap nilai-nilai budaya mereka sendiri, dan merasa bahwa nilai-nilai mereka benar dan
nilai-nilai dari orang lain adalah salah atau tidak baik.

Bias dan Etnosentrisme


Sebuah stereotip budaya adalah asumsi beralasan bahwa semua orang dari kelompok ras dan
etnis tertentu yang sama.
Sindrom buta tempat/budaya adalah bentuk stereotip yang menjadi masalah untuk banyak
perawat dan dokter.
Sindrom buta tempat/budaya adalah keyakinan bahwa "Hanya karena klien terlihat dan
berperilaku dengan cara yang Anda lakukan, Anda berasumsi bahwa tidak ada perbedaan
budaya atau hambatan potensial untuk perawatan " (Buchwald, 1994).

Stereotipe
Ritualisme adalah sikap seseorang menerima cara-cara yang diperkenalkan sebagai bagian dari
bentuk upacara (ritus) tertentu, namun menolak tujuan-tujuan kebudayaannya.

Ritualisme
Bahasa menyediakan alat-alat (kata) yang memungkinkan orang untuk mengekspresikan pikiran
dan perasaan mereka
Ketika perawat danpasien berbicara bahasa yang sama, kesalahpahaman dapat muncul.
Ketika pasien datang dari negara atau rumah tangga dengan bahasa yang berbeda, hambatan
bahasa yang dihasilkan dapat mengakibatkan komunikasi berhenti, bahkan menghasilkan
frustrasi dan konflik.

Hambatan Bahasa
YAKIN DENGAN IMAN
USAHA DENGAN ILMU
SAMPAI DENGAN AMAL
"YAKUSA"

More presentations by IMANDA DWI

 Desiminasi Awal

 PENYULUHAN NARKOBA

 SIDANG SKRIPSI

More prezis by author

Popular presentations

See more popular or the latest prezis