Anda di halaman 1dari 3

1.

Apabila pengendalian internal dalam perusahaan sangat buruk adakah cara untuk mengatasi
permasalahan tersebut?
2. Apa pentingnya pengendalian internal dalam sebuah perusahaan.?
3. Apa hubungan pengendalian internal dengan sistem informasi akuntansi

Jawaban

1. Sebelum masalah dalam pengendalian internal itu terjadi maka kita harus mencegahnya, yaitu
dengan mengetahui akar permasalahan dimana sekiranya resiko itu akan muncul. Resiko
Pengendalian Internal

Resiko yang melekat dalam pengendalian internal, merupakan resiko yang dapat dicarikan
solusinya sebelum resiko tersebut benar-benar terjadi. Beberapa resiko yang melekat (Suharso,
2016) pada pengendalian internal diantaranya:

 Pengendalian internal melibatkan pengambilan keputusan oleh manusia. Manusia bisa saja salah
dalam mempertimbangakan sesuatu, sehingga keputusan yang diambil tidak selalu tepat. Bahkan
dalam situasi yang mendesak, manusia atau pimpinan bisa saja mengambil keputusan yang
mudah, cepat, dan menguntungkan, sehingga mengabaikan pengendalian intern yang telah
diterapkan. Selain itu jika dibutuhkan keputusan yang cepat, sedangkan data-data yang
dibutuhkan tidak sepenuhnya tersedia, bisa saja mengecohka pengambil keputusan.
 Adanya gangguan dalam pengendalian internal (breakdown). Gangguan bisa datang dari mana
saja, misalkan meskipun sudah diterapkan pengendalian internal, namun jika tiba-tiba terjadi
perubahan susunan personil, perubahan sistem dan prosedur tanpa adanya penyesuaian
pengendalian intern maka akan mengganggu jalannya pengendalian. Selain itu gangguan dari diri
pelaku pengendalian juga berpengaruh terhadap kesalahan dalam pengendalian internal,
misalnya terjadi kebingungan, kecerobohan ataupun kelelahan.
 Adanya kolusi dalam pengendalian internal. Meskipun pengendalian telah disusun sedemikian
baiknya, namun jika pelaku pengendalian saling bekerja sama untuk melanggarnya, maka bukan
tidak mungkin terjadi permasalahan. Bahkan permasalahan dari kolusi ini susah terdeteksi,
karena semua personil yang berkaitan dengan pengendalian menyembunyikan bukti-bukti
pelanggaran. Sistem pun akan susah mengetahui kecurangan yang terjadi, karena kecurangan
yang dilakukan pasti sudah dilakukan dengan sangat rapi, sehingga tidak tampak ada.
 Manajemen berpeluang mengabaikan atau mengesampingkan pengendalian internal. Manajer
sebagai orang penting dalam perusahaan memiliki wewenang yang lebih, bahkan terhadap sistem
pengendalian yang ada. Dalam keadaan mendesak, terkadang manajer mengambil keputusan
tanpa menghiraukan adanya pengendalian. Mungkin saja keputusan yang ddiambil oleh manajer
benar-benar mendesak dan tidak bisa menggunakan pengendalian internal, namun jika hal
tersebut sering dilakukan maka akan mengganggu berjalannya pengendalian dalam suatu
instansi. Jika tujuan pengambilan keputusan untuk kepentingan perusahaan, maka hal tersebut
tidak terlalu bermasalah, namun akan menjadi masalah besar ketika pengambilan keputusan yang
dilakukan tanpa melibatkan pengendalian adalah untuk kepentingan pribadi.
 Pertimbangan biaya dan manfaat dalam perancangan pengendalian internal. Untuk membuat
pengendalian internal yang bagus dan akurat, maka tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkan.
Dengan begitu ketika akan menyusun suatu pengendalian maka harus mempertimbangkan
manfaat apa yang akan diperoleh dan biaya apa saja yang harus dikorbankan jangan sampai
biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding manfaat yang diperoleh perusahaan. Misalnya
dalam keamanan kas, jika pencatatan dan penyimpanan kas dilakukan oleh satu orang saja, maka
akan rentan terhadap kecurangan, namun jika dilakukan oleh dua orang akan lebih aman, namun
perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk menggaji satu orang lagi. Meskipun kita tahu bahwa
manfaat tidak mesti bisa diuangkapkan dengan besaran nominal, namunperusahaan harus bisa
mempertimbangkan kemampuannya dalam menyediakan pengendalian internal dengan menilai
resiko-resiko yang paling besar untuk sapat diminimalisir.

Mengatasi Masalah Pengendalian

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah meminimalkan peluang terjadinya resiko tersebut.
Ketika ada suatu peluang, maka manusia akan memanfaatkan peluang tersebut, namun kita harus
sedini mungkin menutup peluang tersebut, yaitu dengan menarik akar masalahnya. Masalah yang
muncul justru berawal dari manusianya sendiri. Jika manusia sudah berbuat baik, maka tidak
diperlukan banyak pengendalianpun suatu organisasi akan baik, namun seketat apapun
pengendalian jika manusianya tidak baik maka tetap saja hasilnya juga tidak baik. Maka dari itu,
bagaimana manusia dalam suatu organisasi tetap memiliki kompeten, memiliki komitmen dan
juga integritas, dibawah terdapat beberapa resep yang sudah sering ditulis dalam kerangka kerja
pengendalian intern modern.

2. Pentingnya pengendallian internal dalam sebuah perusahaan

Pengendalian internal dirancang dan dijalankan untuk meyakinkan agar apa yang diharapkan terjadi
akan benar-benar terjadi, demikian juga pengendalian internal diperlukan untuk meyakinkan agar apa
yang diharapkan sesuatu itu tidak terjadi akan benar-benar tidak terjadi. Jika sesuatu hal sudah pasti
sesuai harapan dari manajemen maka pada dasarnya tidak perlu pengendalian lagi.

a. Perubahan lingkungan organisasi

Berbagai perubahan lingkungan organisasi terjadi terus-menerus dan tidak dapat dihindari. Faktor-faktor
penyebab ada yang berasal dari luar maupun dalam organisasi. Perubahan-perubahan dalam lingkungan
organisasi ini dapat berwujud perkembangan teknologi, perubahan kondisi ekononi, perubahan sikap
karyawan. Perubahan lingkungan organisasi merupakan suatu keadaan dimana perusahaan melakukan
upaya-upaya agar dapat mengembangkan perusahaan ataupun upaya untuk mencegah perusahaan
supaya tidak mengalami kegagalan.

b. Peningkatan kompleksitas organisasi

Semakin luas lingkup dan ukuran suatu perusahaan mengakibatkan di dalam hal manajemen tidak dapat
melakukan pengendalian secara langsung atau secara pribadi terhadap jalannya operasi perusahaan.
Peningkatan kompleksitas organisasi ini dimaksudkan jika perusahaan atau organisasi, maka organisasi
tersebut akan semakin memerlukan pengawasan yang lebih formal dan hati-hati.

c. Kesalahan-kesalahan

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, oleh karena itu dibutuhkan control untuk
meminimalisir kesalahan tersebut. Kesalahan bisa dilakukan oleh semua orang, baik itu ditingkatan staf
maupun ditingkat manajer. Bila para staf yang ada tidak melakukan kesalahan, maka manajer dapat
secara sederhana melakukan fungsi pengawasannya.

4.Kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang

Manajer membutuhkan seseorang yang dipercaya untuk mendelegasikan tugasnya saat manajer sedang
melakukan tugas ke luar kota. Bila manajer tersebut mendelegasikan wewenang kepada bawahannya
tanggungjawab atasan itu sendiri tidak berkurang. Satu-satunya cara manajer dapat menentukan apakah
bawahan telah melakukan tugasnya adalah dengan mengimplementasikan sistem pengawasan.

Perusahaan yang sukses dapat dipastikan pengendalian internal diperusahaan tersebut sudah termasuk
efektif karena tujuan yang diharapkan oleh perusahaan tercapai. Meskipun kita tahu pengendalian
internal memiliki keterbatasan yang melekat. Jika dikembalikan ke akar permasalahan, keterbatasan itu
sebagian besar terjadi karena faktor manusia. Peran manusia sangatlah besar oleh karena itu kita harus
bisa menjaga manusia tersebut sehingga manajemen bisa mencegah kegagalan dalam pengendalian
internal.