Anda di halaman 1dari 3

PENGGUNAAN ANTIBIOTIOTIKA RASIONAL

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :

1/1
RSUD Lahat

Ditetapkan oleh :
Tanggal terbit
STANDAR Direktur RSUD LAHAT
PROSEDUR 2018

OPERASIONAL Dr. Hj. Laela Cholik, M.Kes


Nip : 197003292002122002

PENGERTIAN Penggunaan antibiotika rasional adalah suatu upaya otorisasi rumah


sakit dalam membuat suatu sistem terukur dan terstandarisasi dalam
penggunaan antibiotik rasional di rumah sakit.
Kebijakan tersebut mencakup :
1. Kebijakan Manajemen Rumah Sakit dalam Standarisasi
Penggunaan Antibiotik yang rasional
2. Upaya untuk membuat keterpaduan dalam penggunaan antibiotik
rasional berdasarkan keilmuan berbasis bukti
3. Standarisasi penggunaan antibiotik untuk pelayanan pasien yang
optimal berkorelasi dengan program pengendalian infeksi rumah
sakit. Terutama dalam menghadapi kasus MDR
Kebijakan Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit dilaksankan untuk
TUJUAN optimalisasi pelayanan kesehatan dirumah sakit terutama dalam
manajemen penyakit infeksi dari berbagai multidisiplin sehingga menjadi
acuan dalam pengendaian infeksi dan keselamatan pasien.

1. Lebih menekankan terhadap peningkatan otorisasi kebijakan dalam


KEBIJAKAN penggunaan antibiotik di rumah sakit.
2. Penggunaan antibiotik di rumah sakit, terutama untuk kasus umum
dan khusus didasarkan dengan adanya pola kuman dari masing-
masing bagian/departemen yang terintegrasi dalam pola kuman di
rumah sakit.
3. Untuk menunjang hal tersebut di atas rumah sakit menyediakan
pemeriksaan mikrobiologi untuk mendeteksi dengan lebih tepat
adanya infeksi dari pemeriksaan kultur kuman dan kemungkinan
adanya suatu MDR.
4. Kebijakan ini berkaitan dengan kebijakan rumah sakit dalam
penggunaan antibiotik
1. Pemeriksaan Pola Kuman secara periodik
2. Melaksanakan Kewaspadaan Universal
3. Pencegahan MDR Antibiotika dengan pemantauan pasien berat yang
PROSEDUR dirujuk dengan penggunaan antibiotika sebelumnya
PELAKSANAAN 4. Pemeriksaan kultur kuman dengan metoda yang terukur
5. Tersedianya pemeriksaan untuk MDR Pseudomonas dan MDR
Klebsiella Karbapenemase
6. Isolasi pasien pada tempat khusus untuk MRSA
7. Melaksanakan Prinsip Pencegahan MDR Antibiotika dengan. (a)
Pemeriksaan spesimen mikrobiologi. Spesimen diambil dari darah,
urin, sputum, pus atau cairan serebrospinalis tergantung diagnosis
yang dicurigai.(b) Jika dicurigai bakteri : Diberikan antibiotika
empirik berdasarkan pertimbangan klinis, pola kultur dan resistensi
lokal. (c) Setelah ada hasil pemeriksaan mikrobiologis diberikan
antibiotika definitif sesuai kultur dan resistensi
8. Melaksanakan strategi Kebijakan MDR Antibiotika dengan : (a)
Menangani patogen sebagai infeksi bukan kolonisasi. (b) Memberikan
terapi berdasarkan data lokal mengenai kepekaan kuman. (c)
Menggunakan antimikroba sebagai monoterapi atau kombinasi. (d)
Mengoptimalkan terapi berdasarkan farmakokinetik dan
farmakodinamik (e) Mempertimbangkan komorbiditas dan fungsi
organ. (f) Mencegah transmisi. (g) Mempersingkat durasi terapi. (h)
Memperkuat sistem pengawasan rumah sakit mengenai penggunaan
antibiotika. (i) Paradigma pemberian antibiotik secara empirik pasien
rawat inap dengan deeskalasi antibiotika.
1. Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam
2. PPIRS Rumah Sakit
UNIT TERKAIT 3. Unit Pelayanan HIV/AIDS
4. Departemen Bedah
5. Departemen Obstetri dan Ginekologi
6. Unit Kesling
7. Departemen Anak
8. Departemen atau unit lain yang terkait pelayanan beresiko untuk
terjadinya infeksi