Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fermentasi merupakan bentuk tertua dari bioteknologi,tujuan fermentasi
adalah untuk menghasilkan suatu produk yang mempunyai kandungan nutrisi,
tekstur, biological availability yang lebih baik, disamping itu juga menurunkan zat
anti nutrisinya.Selama fermentasi, Protein dirombak menjadi asam
amino,serin,lisin,alanin.Faktor yang perlu diperhatikan selama fermentasi adalah
kelembapan dan tempratur.(soetarto dkk, 2013).
fermentasi tempe dilakukan oleh Rhizopus oligosporus
Perubahan-perubahan yang terjadi selama fermentasi meliputi perubahan
komponen lemak yang diubah menjadi asam-asam lemak. Protein didegradasi
menjadi asam-asam amino oleh enzim proteolitik. Perubahan -perubahan
tersebut disebabkan oleh aktivitas mikrobia yang tumbuh pada kedelai.
Hal itu dapatdilihat dengan adanya kenaikan temperatur selama pemeraman dan
selanjutnya menurun perlahan sesuai dengan aktivitas pertumbuahan mikrobia.
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing
lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon).
Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu
mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol,
pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.
mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah Amylomyces
rouxii, Mucor sp,dan Rhizopus
sp,Saccharomycopsis,fibuligera,Saccharomycopsis malanga, Pediococcus sp,
Bacillus sp.
kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama,kelompok kapang akan
menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada
bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan
monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification).
Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi

1
alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkohol pada tape. Semakin lama tape
tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya.
Seperti halnya komoditas pertanian pada umumnya, susu mudah rusak oleh
mikroorganisme. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan pengolahan dan
pengawetan, antara lain dengan fermentasi susu menjadi yoghurt. Flavour khas
yoghurt disebabkan adanya asam laktat dan sisa-sisa asetaldehida, diasetil, asam
asetat, dan bahan-bahan yang mudah menguap lainnya yang dihasilkan oleh
fermentasi bakteri (Buckle et al, 1987).
Yoghurt adalah produk susu fermentasi berbentuk semisolid yang dihasilkan
melalui proses fermentasi susu dengan menggunakan bakteri asam laktat. Melalui
perubahan kimiawi yang terjadi selama proses fermentasi dihasilkan suatu produk
yang mempunyai tekstur flavor dan rasa yang khas. Selain itu juga mengandung
nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan susu segar. Secara tradisional, pada
pembuatan yoghurt digunakan kultur starter campuran Lactobacillus bulgaricus
dan Streptococcus thermophilus (Nurhayat, 2006).
Susu merupakan bahan pangan yang tersusun oleh zat-zat makanan yang
seimbang. (Adnan, 1984).
1.2 Manfaat
Manfaat dari praktikum ini antara lain:
a. menambah pengetahuan tentang fermentasi
b. mengetahui bagaimana tata cara fermentasi tape,yogurt,dan tempe
c. meningkatkan kekompakan mahasiswa dalam bekerja sama
d. mengetahui faktor-faktor dalam melakukan fermentasi
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
a.Untuk mengetahui cara pemanfaatan MO dengan fermentasi
b.menghitung PH keasaman
c.untuk mengetahui cara fermentasi susu menjadi yogurt

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Fermetasi


Istilah fermentasi berasal dari kata Latin Ferment yang berarti "enzim".
Fermentasi adalah suatu proses penguraian zat dari molekul kompleks menjadi
molekul yang lebih sederhana menggunakan fasilitas enzim pengurai, dan
dihasilkan energi. Peristiwa ini sering dilakukan oleh golongan organisme tingkat
rendah seperti bakteri dan ragi, sehingga peristiwa ini sering disebut juga
peragian, seperti pada pembuatan tape (peuyeum). Pada proses fermentasi,
glukosa diubah secara anaerob.Fermentasi menghasilkan energi yang relatif kecil
dari glukosa. Fermentasi dibedakan menjadi dua tipe reaksi, yakni fermentasi
alkohol dan fermentasi asam laktat.
2.2 kedelai
Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboon (bahasa Belanda), soja,
soja bohne (bahasa Jerman), soybean (bahasa Inggris), kedele (bahasa Indonesia
sehari-hari, bahasa Jawa), kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak
mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang
jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning
(Sumatera bagian utara) dan gadelei. Berbagai nama ini menunjukkan bahwa
kedelai telah lama dikenal di Indonesia.
Kedelai merupakan tanaman dikotil semusim dengan percabangan sedikit,
sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah
penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan
rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan
tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera
berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini
menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini
berbunga.

2.3 singkong

3
Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima). Umbinya
dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai
sayuran. merupakan tanaman berakar tunggang dengan sejumlah akar cabang
yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi
rata-rata bergaris tengah 2–3 cm dan panjang 50–80 cm, tergantung dari
klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan.
Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin.
Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya
asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia.Umbi ketela pohon merupakan
sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber
protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam
aminometionina
2.4 susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar
susu mamalia , salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi
sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi)
juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu
kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.
susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu
membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu
membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu secara alami mengandung
nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin, protein, kalsium, magnesium,
fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa susu mengandung mineral
dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang
banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang
tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk
fermentasi.

2.5 Manfaat dan kerugian fermetasi

4
A.Keuntungan fermentasi :
1. Nilai gizi lebih baik daripada bahan asalnya, karena terjadi pemecahan
zat makanan yang tidak dapat dicerna oleh manusia, misalnya serat akan
diuraikan oleh enzim yang dihasilkan oleh kapang. Mikroba akan
memecah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana.
2. Makanan hasil fermentasi lebih mudah dicerna.
3. Makanan hasilk fermentasi mempunyai citarasa yang lebih baik.
4. Beberapa hasil fermentasi seperti alkohol dan asam dapat menghambat
pertumbuhan mikroba patogen di dalam makanan.
B.Kerugian fermentasi:
Kapang dengan miselianya masuk ke dalam makanan, sehingga tekstur
berubah, dan lebih permeabel terhadap air pengolahan. Kemungkinan
terjadi keracunan, misalnya keracunan karena mengkonsumsi tempe
bongkrek.
2.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi
1. Ph
PH dari media sangat mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme.
Setiap mikroorganisme mempunyai pH minimal, maksimal, dan optimal untuk
pertumbuhannya. Untuk yeast, pH optimal untuk pertumbuhannya ialah berkisar
antara 4,0sampai 4,5. Pada pH 3,0 atau lebih rendah lagi fermentasi alcohol akan
berjalan dengan lambat.

2. Nutrien
Dalam pertumbuhannya mikroba memerlukan nutrient.Nutrien yang
dibutuhkan digolongkan menjadi dua yaitu nutrient makro dan nutrient mikro.
Nutrien makro meliputi unsur C, N, P, K. Unsur C didapat dari substrat yang
mengandung karbohidrat, unsur N didapat dari penambahan urea, sedang unsur P
dan K dari pupuk NPK. Unsur mikro meliputi vitamin dan mineral-mineral lain
yang disebut trace element seperti Ca, Mg, Na, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Co, Bo, Zn,
Mo, dan Al.

5
3. Temperatur
Mikroorganisme mempunyai temperature maksimal, optimal, dan minimal
untuk pertumbuhannya. Temperatur optimal untuk yeast berkisarantara 25-30ºC
dan temperature maksimal antara 35-47ºC. Beberapa jenis yeast dapat hidup pada
suhu 0ºC. Temperatur selama fermentasi perlu mendapatkan perhatian, karena di
samping temperature mempunyai efek yang langsung terhadap pertumbuhan yeast
juga mempengaruhi komposisi produk akhir. Pada temperature yang terlalu tinggi
akan menonaktifkan yeast. Pada temperature yang terlalu rendah yeast akan
menjadi tidak aktif.

6
BAB III
MATERI DAN METODE

3.1 Waktu praktikum


Praktikum fermentasi ini dilakukan pada hari rabu 18 sampai 20 januari
2017
3.2 Bahan dan Alat
A.Bahan dan alat untuk membuat tempe
Bahan Alat
1.kedelai 1.dandang 3.kompor 5.nampan
2.ragi tempe 2.sendok 4.kantong 6.daun pisang
B.Bahan dan alat untuk membuat tape
Bahan Alat
1.singkong 1.kompor 3.sendok 5.daun pisang
2.ragi tape 2.dandang 4.baskom 6.serbet
C.Bahan dan alat untuk membuat yogurt
Bahan Alat
1.susu murni 1.dandang 3.toples 5.kompor
2.yogurt murni 2.sendok 4.serbet

3.3.Cara kerja
A.Cara yang dilakukan dalam pembuatan tempe yaitu:
1.siapakan kedelai dan cuci sampai bersih.
2.rebus kedelai.
3.matikan kompor dan diamkan selama satu malam bersama air perebusan.
4.remas kedelai sampai pecah jadi dua dan buang kulitnya sampai bersih.
5.kukus kedelai selama satu jam dan didinginkan.
6.ragi kedelai dengan ragi kusus untuk tempe.
7.masukan kedelai kedalam kantong yang telah diberi lubang.
8.diamkan selama 22-24 jam.

7
B.Cara yang dilakuan dalam pembuatan tape ubi yaitu:
1.buka ubi kemudian potong kecil-kecil dan cuci dengan air bersih.
2.kusus ubi sampai 3/4 matang.
3.dinginkan ubi.
4.masukan ubi kedalam baskom yang telah dilapaisi dengan daun pisang .
5.tutup baskom dengan daun pisang kemudian kain kemudian tutup lagi
dengan baskom
6.tungu selama 48 jam (dua hari).
C.Cara yang dilakukan dalam pembuatan yogurt yaitu:
1.rebus susu murni sampai suhu 600c
2.dinginkan susu sampai 43 0c.
3.masukan stater yaitu yogurt murni.
4.masukan susu kedalam toples dan tutup hingga rapat dan bungkus dengan
kain.
5.diamkan selama 20-24 jam.

8
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1Hasil Praktikum pembuatan tempe

1. Proses Pembuatan Tempe


Pada praktikum ini, akan melakukan pembuatan tempe dengan bahan dasar
kacang kedelai. Proses pembuatan diawali dengan perendam kedelai selama 1-2 jam.
Perendaman ini bertujuan untuk melunakkan biji agar mudah terlepas dari kulitnya.
Proses selanjutnya yaitu dilakukan perebusan pada kacang kedelai. Sebelum perebusan
kedelai yang direndam ditiriskan. Setelah itu, kedelai dimasukkan ke dalam panci untuk
merebus yang dibawahnya terdapat api yang membara. Perebusan ini membutuhkan
waktu 2-4 jam tergantung kematangan kedelai. Pada perebusan kedelai jangan terlalu
lunak karena jika sudah menjadi tempe, maka tempe akan masam bahkan bias busuk.
Setelah perebusan selesai dengan bau khas kedelai akan muncul lender-lendir.
(D.S.Djakamihardja.1985).
Kemudian kedelai yang sudah direbus ditiriskan kembali. Selanjutnya kedelai
hasil tirisan dimasukkan kembali ke dalam tong perebusan untuk dicampur kembali
dengan obat lendir untuk tempe. Obat tersebut yang membuat tempe lebih enak rasanya.
Pross ini membutuhkan waktu selama 1 malam. Namun proses ini tidak membutuhkan
bara api, hanya perendaman saja dengan obat lendir. Agar obat menyerap proses ini
membutuhkan waktu yang lama.(Samsudin,U.S 1985)
Jika diangkat pada kondisi panas akan berpengaruh pada tempe dan akan menjadi
masam dan bahkan bias menjadi busuk. Kemudian kedelai ditiriskan di rinjing bertujuan
agar lendir hilang. Setelah itu kedelai dibersihkan dari lendir dan kotoran. Pencucian
membutuhkan air yang lumayan banyak. Setelah dicuci kedelai dibelah menjadi dua
bagian dengan cara digilas. Penggilasan dilakukan dengan cara diinjak-injak. Pada
pembuatan tempe yang sudah modern sudah menggunakan alat yang modern juga. Pada
penggilasan yang modern sudah menggunakan alat sendiri. Kedelai dicuci sampai bersih
sambil digilas. Sebelum penggilasan kaki dicuci bersih dengan antiseptic agar tidak ada
kuman. Setelah pencucian selesai dan dirasa kedelai sudah terbelah menjadi dua dan

9
sudah bersih, kedelai ditiriskan lagi selama 1 jam agar kedelai tidak basah saat pemberian
ragi.
Setelah penirisan selesai, kemudian kedelai dicampur dengan ragi. Kemudian
sesudah pemberian ragi selesai selanjutnya kedelai dibungkus dengan plastik atau daun
pisang. Sebelum pembungkusan dimulai plastik harus dilubangi dengan besi runcing agar
proses fermentasi bisa berlangsung. Proses fermentasi juga membutuhkan oksigen.
Tujuan dari pelubangan adalah agar oksigen masuk ke dalam plastik yang sudah terisi
tempe yang dicampur ragi. Setelah proses pembungkusan selesai, tempe disusun rapi di
atas nampan. (D.S.Djakamihardja.1985).

2. Ragi
Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe. Inokulum
dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati
(disebut usar; digunakan secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung
(terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus
murni (umum digunakan oleh pembuat tempe di luar Indonesia). Inokulasi dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu
1. penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan
dikeringkan, lalu dicampur merata sebelum pembungkusan;
2. inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman, dibiarkan beberapa
lama, lalu dikeringkan (Astawan, 2003)
3. Ragi tempe merupakan bibit jamur yang akan digunakan dalam pembuatan
tempe. Ragi yang disimpan terlalu lama akan mengurangi keaktifannya, karena
itu pada pembuatan tempe sebaiknya digunakan ragi yang belum lama disimpan
agar dalam pembuatan tempe tidak mengalami kegagalan. Mikroba yang
berperan dalam proses pembuatan tempe adalah Rhizopus oligosporus.

Pada praktikum ini ragi yang digunakan yaitu terbuat dari media jagung yang
dibuat tepung kemudian dicampur ragi asli. Pencampuran in bertujuan agar penggunaan
ragi dapat diminimalisir dengan pencampuran tepung jagung ini. Proses pemberian ragi
pada saat kedelai sudah ditiriskan dari air dan dijamin bersih dari kotoran. Dalam
memberikan ragi jangan terlalu banyak atau tidak sesuai ukuran kare na tempe nantinya
bias busuk dan tidak enak. Takaran untuk pemberian ragi yaitu 1 sendok makan untuk
sepuluh kilogram.

10
Kacang kedelai yang telah di fermentasi menjadi sebuah makanan yang bergizi
tinggi, kelompok kami telah berhasil membuat tempe yang terbuat dari kacang kedelai.
Seperti gambar diatas adalah kedelai yang telah berhasil di fermentasi menjadi tempe.

4.2 hasil praktikum pembuatan tape

pembahasan pembuatan tape


Pembuatan tape memerlukan kecermatan dan kebersihan yang tinggi agar
singkong dapat menjadi lunak karena proses fermentasi yang berlangsung dengan baik.
Ragi adalah bibit jamur yang digunakan untuk membuat tape. Agar pembuatan tape
berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan harus bersih, terutama
dari lemak atau minyak . Alat-alat yang berminyak jika dipakai untuk mengolah bahan
tape bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Air yang digunakan juga harus
bersih.(Astawan, M 1991)
Perubahan biokimia yang penting pada fermentasi tape adalah hidrolisis pati
menjadi glukosa dan maltosa yang akan memberikan rasa manis serta perubahan gula
menjadi alkohol dan asam organik. Reaksi dalam fermentasi berbeda - beda tergantung
pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa
(C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan
menghasilkan etanol (2C2H5O H).

4.3Hasil praktikum pembuatan yoghurt

1. Pembahasanpembuatan yoghurt
Yoghurt adalah hasil olahan susu yang rasanya asam dan mempunyai
karakteristik yangkhas serta mempunyai nilai gizi tinggi.
Praktikum yang dilakukan dalam pembuatan yoghurt digunakan starter yang
berasal dari biokul. Di dalam biokul terkandung bakteri Lactobacillus acidophilus dan
Bifidobakterium. Dalam pembuatan yoghurt, starter yang digunakan sangat berpengaruh
terhadap produk yang dihasilkan antara lain pembentukan asam dan zat-zat cita rasa serta
karakteristik-karakteristik lainnya.

11
Kultur yoghurt mempunyai peran penting dalam proses asidifikasi dan fermentasi
susu. Kualitas hasil akhir yoghurt sangat dipengaruhi oleh komposisi dan preparasi kultur
starter. Komposisi starter harus terdiri dari bakteri termofilik dan mesofilik. Pada proses
fermentasi ini diawali dengan pembentukan asam laktat melalui fermentasi laktosa, akan
dihasilkan juga senyawa-senyawa volatil dan pelepasan oksigen. Aktifitas enzim
proteolitik pada bakteri yang merupakan stater menyebabkan terurainya protein susu,
menghasilkan asam-asam amino. Bakteri ini juga akan menguraikan lemak, menghasilkan
asam-asam lemak yang memberikan flavor khas pada produk akhir yoghurt. Dalam
pembuatan yoghurt biasanya terdapat beberapa masalah yang ditimbulkan akibat dari
penggunaan starter yang kurang memenuhi mutu. Maka sebaiknya dalam setiap
pembuatan yoghurt digunakan starter yang baru pula.

2.Proses fermentasi yoghurt:


Fermentasi adalah proses yang berlangsung dalam keadaan anaerob, dimana
dalam proses ini tidak melibatkan serangkaian transfer elektron yang dikatalisis oleh
enzim yang terdapat dalam membran sel. Pada umumnya pemecahan karbohidrat
berlangsung melalui suatu degradasi dari gula monosakarida yaitu glukosa menjadi asam
piruvat. Selain menghasilkan asam piruvat sebagai produk akhir juga dihasilkan 2
molekul NHDH yang harus dioksidasi. Tergantung pada tipe mikroorganisemenya asam
piruvat (CH3COCOOH) dimetabolismekan lebih lanjut untuk menghasilkan produk akhir
fermentasi. Produk akhir fermentasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi
mikroba yaitu dengan cara melihat hasil-hasilnya dari pemecahan glukosa (Winarno dan
Fardiaz, 1994; Priani, 2003). Bakteri L. bulgaricus&S. thermophilus menghasilkan
produk akhir fermentasi berupa asam laktat sehingga keduanya sering disebut bakteri
asam laktat (lactic acid bacteria).
Bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus mengurai laktosa (gula susu) menjadi
asam laktat dan berbagai komponen aroma dan citarasa. L. bulgaricus lebih berperan
pada pembentukan aroma, sedangkan S. thermophilus lebih berperan pada pembentukan
citarasa (Munawar, 2009).
Menurut Winarno dan Fardiaz dalam Munawar (2009), pada mikroba yang
menjalankan fermentasi, energi yang dihasilkan sedikit sekali karena elektron yang
terbentuk tidak diubah menjadi energi tetapi ditangkap oleh asam piruvat sehingga
terbentuk asam laktat. Pemecahan asam piruvat menjadi asam laktat sering disebut
fermentasi asam laktat.

12
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
 dalam melakukan fermentasi sangat dipengaruhi oleh
bahan,kebersihan,ph,suhu,dan waktu.
 Fermentasi sangat barguna karna dapat menghilangkan anti nutrisi
pada bahan makanan.
 Fermentasi tape dan yogurt harus anairob dan tempe airob.
 Fermentasi dapat miningkatkan nilai gizi dari suatu bahan
makanan.
 Dalam melakukan fermentasi bukan hanya satu jenis MO saja yang
berperan agar fermentasi berhasil dengan baik.

13
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Mikrobiologi dan Biokimia Pembuatan Tape.

Anonim.2009.Bioteknologi.http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/bio-
teknologi-3/ (diakses tanggal 1 juni 2012).

Muchtadi,T.R. 1989. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. PAU Pangan dan


Gizi, IPB Bogor.

Munawar,Taufik M. 2009. Bakteri pada yoghurt.

Mikrobiologi ke III. Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Indonesia.

Ristiati. 2000. Mikrobiologi Dasar. Singaraja. STKIP

Rahman, Ansori.1992. Teknologi Fermentasi.Bandung: Arcan kerja sama dengan


Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi IPB.

Tanuwidjaja,L. 1993. Pengaruh Substrat terhadap Daya Tahan Simpan Inokulum


Tempe.

Mikrobiologi di Indonesia. Kumpulan Makalah Kongres Nasional

Www.wikipedia.pengertian-pengertian

14
LAMPIRAN

Tempe yag tidak jadi karna kurang steril saat dalam


proses pembuatan

15
pengupasan dan pembersihan peroses perebusan singkong
singkong

Singkong yang sudah direbus singkong yang sudah dilauan proses


peragian

16
Penutupan singkong yang telah ragi kusus tape yang telak ditumbuk
dilakukan peragian

Pentupan singong dengan penutupan singong memakai


memakai serbet baskom

17
Tape yang sudah jadi

Perebusan susu untuk yogurt murni yang digunakan


Membuat yogurt sebagai stater dalam pembuatan
yogurt

18
Yogurt yang telah jadi

19