Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RPP
(Pertemuan I)

Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas / Program : XI / Reguler
Semester : II (Genap)
Pertemuan ke :1
Materi Pokok : Termodinamika
Sub Pokok Bahasan : Hukum II Termodinamika
Alokasi waktu : 1 x 30 Menit

A. KOMPETENSI INTI
K.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
K.2 Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
K.3 Memahami, menerapkan, dan menjelaskan pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang
menciptakannya.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
3.9 Mendeskripsikan hukum-hukum termodinamika dan penerapannya dalam
teknologi.

C. INDIKATOR
1. Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa Hukum II Termodinamika.
2. Memahami dan memecahkan persoalan-persoalan terkait Hukum II Termodinamika
dalam kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan Hukum II Termodinamika melalui
kegiatan diskusi dengan baik dan benar.
2. Peserta didik diharapkan mampu memecahkan soal-soal Hukum II termodinamika
melalui kegiatan diskusi dengan baik dan benar.

E. Materi

Hukum II Termodinamika

Hukum Kekekalan Energi yang dinyatakan dalam Hukum I Termodinamika


menyatakan bahwa energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Misalnya,
perubahan usaha (energi potensial) menjadi energi kalor atau sebaliknya. Akan tetapi,
tidak semua perubahan energy yang terjadi di alami prosesnya dapat dibalik seperti pada
Hukum I Termodinamika. Contoh, sebuah benda yang jatuh dari ketinggian h sehingga
menumbuk lantai. Pada peristiwa ini terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi
kalor (panas) dan sebagian kecil menjadi energi bunyi.
Mungkinkah energi-energi kalor dapat berubah menjadi
energi kinetik dan menggerakkan benda setinggi h? Jelas
bahwa hal ini tidak akan terjadi, meskipun benda kita
panaskan terus-menerus.
pada diagram atau bagan transfer kalor pada mesin
pemanas seperti pada gambar 9.12 mesin menyerap sejumlah
kalor Q1 dari sumber panas, melakuhkan usaha mekanik W,
dan kemudian membuang kalor Q2 ke sumber dingin. Karena
fluida bekerja melalui suatu proses siklus (berawal dari suatu keadaan dan kembali ke
keadaan tersebut), maka jelas ∆U = 0. Dengan demikian, hukum pertama termodinamika
memberikan bahwa usaha W dilakukan oleh mesin kalor sama dengan kalor yang
digunakan mesin. Seperti ditunjukkan pada gambar 9.12, kalor yang digunakan mesin
adalah:
Q = Q1 – Q2
dan karena itu maka;
W = Q1 – Q2 ………………….. (9.30)
Dimana Q1 dan Q2 adalah besaran-besaran yang bertanda positif.
Efesiensi termal sebuah mesin kalor adalah nilai perbandingan antara usaha yang
dilakuhkan dan kalor yang diserap dari sumber suhu tinggi selama satu siklus.

𝑊 𝑄1 − 𝑄2 𝑄2
ῃ= = =1− ………………… (9.31)
𝑄1 𝑄1 𝑄1

persamaan tersebut menyatakan nilai pebandinga dari usaha mekanik yang diperoleh
dengan energy panas yang diserap dari sumber suhu tinggi. Persamaan (9.31)
menunjukkan bahwa sebuah mesin kalor memiliki efesiensi 100% (ῃ = 1) hanya jika Q2
= 0, yaitu ketika tidak ada kalor yang dibuang ke sumber dingin. Dengan kata lain, suatu
mesin kalor dengan efesiensi sempurna harus mengubah semua kalor yang diserap
menjadi energy mekanik. Pernyataan ini mungkin untuk hukum pertama termodinamika,
tetapi tidak mungkin untuk hukum kedua termodinamika.
Hukum II Termodinamika memberikan batasan-batasan terhadap perubahan energi
yang mungkin terjadi dengan beberapa perumusan:
1. Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam satu siklus, menerima kalor dari
sebuah reservoir dan mengubah seluruhnya menjadi energi atau usaha luas (Kelvin
Planck).
2. Tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam suatu siklus mengambil kalor
dari sebuah reservoir rendah dan memberikan pada reservoir bersuhu tinggi tanpa
memerlukan usaha dari luar (Clausius).
3. Pada proses reversibel, total entropi semesta tidak berubah dan akan bertambah
ketika terjadi proses irreversibel (Clausius).

Untuk menjelaskan tidak adanya reversibilitas para ilmuwan merumuskan prinsip


baru, yaitu Hukum II Termodinamika, dengan pernyataan: “kalor mengalir secara
alami dari benda yang panas ke benda yang dingin, kalor tidak akan mengalir secara
spontan dari benda dingin ke benda panas”.
a. Entropi
Entropi adalah ukuran banyaknya energi atau kalor yang tidak dapat diubah menjadi
usaha. Besarnya entropi suatu sistem yang mengalami proses reversibel sama dengan
kalor yang diserap system dan lingkungannya ( ∆Q ) dibagi suhu mutlak sistem
tersebut (T). Perubahan entropi diberi tanda ∆S dan dinyatakan sebagai berikut.
∆Q
∆S = 𝑇

Ciri proses reversibel adalah perubahan total entropi (∆S = 0) baik bagi sistem
maupun lingkungannya. Pada proses irreversible perubahan entropi semesta ∆Ssemesta
> 0 . Proses irreversibel selalu menaikkan entropi semesta.
∆Ssistem + ∆Slingkungan = ∆Sseluruhnya ≥ 0

b. Mesin Pendingin
Mesin yang menyerap kalor dari suhu rendah dan mengalirkannya pada suhu tinggi
dinamakan mesin pendingin (refrigerator). Misalnya pendingin rungan (AC) dan
almari es (kulkas). Perhatikan Gambar 9.9! Kalor diserap dari suhu rendah T2 dan
kemudian diberikan pada suhu tinggi T1. Berdasarkan hukum II termodinamika, kalor
yang dilepaskan ke suhu tinggi sama dengan kerja yang
ditambah kalor yang diserap (Q1 = Q2 + W) Hasil bagi
antara kalor yang masuk (Q1) dengan usaha yang
diperlukan (W) dinamakan koefisien daya guna
(performansi) yang diberi simbol Kp. Secara umum,
kulkas dan pendingin ruangan memiliki koefisien daya
guna dalam jangkauan 2 sampai 6. Makin tinggi nilai
Kp, makin baik kerja mesin tersebut.
𝑄2
Kp =
𝑊
Untuk Gas Ideal berlaku:
𝑄2 𝑇2
Kp = =
𝑄1 − 𝑄2 𝑇1 − 𝑇2
Keterangan
Kp = koefisien daya guna
Q1 = kalor yang diberikan pada reservoir suhu tinggi (J)
Q2 = kalor yang diserap pada reservoir suhu rendah (J)
W = usaha yang diperlukan (J)
T1 = suhu reservoir suhu tinggi (K)
T2 = suhu reservoir suhu rendah (K)

F. Metode, Model dan Sumber Pembelajaran


Metode : Ceramah, diskusi dan tanya jawab.
Model : Direc Intruction
Sumber : Supiyanto. 2006. Fisika Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: PT. Phibeta
Aneka Gama.
: Handayani Sri.2006. Fisika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Phibeta Aneka
Gama
: Haryadi, Bambang. 2009. Fisika Untuk SMA Kelas XI, Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional.
: Kanginan, Marting. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
G. Langkah Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan Menanya 5 menit
Apersepsi dan motivasi  Siswa menjawab salam dan
 Guru memberi salam dan mengecek memberitahukan kepada guru
kehadiran siswa. apabila ada siswa yang tidak
 Guru menanyakan kesiapan siswa hadir.
dalam melakukan pembelajaran.  Siswa mempersiapkan diri.
 Guru menyampaikan pembelajaran  Siswa mendengarkan
yang akan dilakukan. penjelasan guru
 Memotivasi siswa dengan menanyakan  Siswa aktif dalam menjawab
Apakah kalian pernah mendengar pertanyaan guru.
istilah Mesin Kalor? Dimana kalian
bisa menemukan aplikasi dari mesin
kalor dalam kehidupan sehari-hari?

(Fase 1 Menyampaikan tujuan dan


mempersiapkan siswa)  Siwa mendengarkan tujuan
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
pembelajaran disampaikan oleh guru.
Inti (Fase 2 Mendemonstrasikan 20 menit
pengetahuan atau keterampilan ) Mengamati
 Guru mendemonstrasikan Kejadian
yang berkaitan dengan Hukum II  Siswa memperhatikan
Termodinamika melalui media PPT. demonstrasi yang disampaikan
 Guru menjelaskan Hukum II guru.
Termodinamika  Siswa menyimak pelajaran
Mengeksplorasi
(Fase 3 Membimbing pelatihan)  Siswa menampilkan sikap
 Guru memberikan beberapa contoh soal jujur dalam mengerjakan soal
yang berhubungan dengan Hukum II dengan tidak mencontek
termodinamika (Efesiensi mesin) jawaban teman disampingnya.
 Guru membimbing siswa untuk
mengerjakan contoh soal di tempat
duduknya masing-masing.
(Fase 4 Mengecek pemahaman dan
memberi umpan balik)
 Siswa teliti dalam
 Guru meminta salah satu siswa untuk
mengerjakan soal di depan
mengerjakan soal di depan kelas.
kelas.
 Guru mengecek jawaban di depan kelas
 Siswa jujur apabila ada
dengan jawaban siswa yang lain.
jawaban yang berbeda. Agar
Mengasosiasi
bisa dijelaskan bersama-sama.
(Fase 5 Memberikan kesempatan
 Siswa mendengarkan dan
untuk pelatihan lanjutan dan
mencatat tugas yang diberikan
penerapan)
oleh guru.
 Guru membagi siswa kedalam
beberapa kelompok.
 Guru meminta siswa untuk mecoba
kembali mengerjakan soal terkait
konsep Hukum II Termodinamika dan
mesin pendingin
Penutup  Siswa menyimpulkan 5 menit
Mengomunikasikan
bersama-sama mengenai
 Guru bersama siswa menyimpulkan
konsep Hukum II
terkait konsep Hukum II
Termodinamika yang telah
Termodinamika.
dijelaskan oleh guru.
 Guru meminta siswa mencari tahu
tentang Siklus Carnot.
 Guru menutup pelajaran dengan
mengajak siswa bersama-sama
mengucapkan hamdalah.
 Guru mengucapkan salam.

H. Penilaian
Metode dan Bentuk Instrumen

Metode Bentuk Instrumen


Sikap Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Tes Tertulis Tes Uraian
Contoh Instrumen : Terlampir

Palangka Raya 25 April 2015


Mengetahui
Dosen Pembimbing Mahasiswa Praktikan

Hadma Yuliani M. Pd. Cahya Ahmad Hidayatullah


NIP. NIM 1201130255
Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
Pengamatan Perilaku Ilmiah
No. Aspek yang dinilai 1 2 3 Keterangan
1. Jujur dalam berkomunikasi
2. Ketelitian dan kehati-hatian pada
saat pengamatan atau percobaan
secara individu maupun
berkelompok.
3. Ketekunan dan tanggung jawab
dalam bekerja secara individu
maupun kelompok
4. Percaya diri dalam mengajukan
pendapat pada suatu diskusi

Rubrik Penilaian Perilaku


No Aspek yang dinilai Rubrik
1. Jujur dalam 1. Tidak menunjukkan sikap jujur
berkomunikasi atau dalam berkomunikasi, tidak
menginformasikan memperhatikan kebenaran hasil
hasil pengamatan pengamatan
2. Menunjukkan sikap jujur dalam
berkomunikasi, kurang
memperhatikan kebenaran hasil
pengamatan
3. Menunjukkan sikap jujur,
memperhatikan kebenaran hasil
pengamatan
2. Ketelitian dan 1. Mengamati hasil pengamatan sesuai
kehati-hatian dalam prosedur, hati-hati melaksanakan
kerja kelompok pengamatan ataupun percobaan
No Aspek yang dinilai Rubrik
2. Mengamati hasil pengamatan sesuai
prosedur, kurang hati-hati dalam
melakukan pengamatan atau
percobaan, hasil kurang tepat.
3. Melakukan kerja dengan teliti dan
hati-hati baik pengamatan ataupun
percobaan secara bersama dengan
teman sekelompok, dengan hasil
yang tepat.
3. Ketekunan dan 1. Tidak bersungguh-sungguh dalam
tanggung jawab menjalankan tugas, tidak
dalam bekerja mendapatkan hasil yang terbaik
secara individu 2. Tekun dalam menjalankan tugas,
maupun kelompok tidak mendapatkan hasil terbaik
3. Tekun dalam menjalankan tugas,
mendapatkan hasil terbaik dan tepat
waktu
4. Percaya diri dalam 1. Tidak percaya diri, tidak
mengajukan mengemukakan gagasan, tidak
pendapat dalam menghargai pendapat orang lain
suatu diskusi 2. Cukup percaya diri, jarang
mengajukan pendapat, menghargai
pendapat orang lain
3. Percaya diri, aktif berpendapat, dan
menghargai pendapat orang lain.
b. Instrumen Soal Pengetahuan
Soal Uraian
1. Jelaskan batasan-batasan yang diberikan oleh Hukum II Termodinamika
terhadap perubahan energi yang mungkin terjadi.!
2. Mesin pendingin ruangan memiliki daya 500 watt. Jika suhu ruang -3˚C dan
suhu udara luar 27 ˚C, berapakah kalor maksimum yang diserap mesin pendingin
selama 10 menit? (efisiensi mesin ideal).