Anda di halaman 1dari 2

Percobaan kali ini adalah untuk mengetahui karakteristik keluaran dari rangkaian penyearah half wave

dan full wave. Untuk mengetahui perbedaan karakteristik rangkaian penyearah half wave dan full wave,
dilakukan pengubahan pada tegangan masukan sebesar 2, 4, 6, dan 8 volt. Saat tegangan masukan
bernilai 2,4, dan 6 volt, nilai resistor yang digunakan adalah 1000ohm. Sementara saat tegangan
masukan bernilai 8 volt, nilai resistor yang digunakan adalah 10000. Perbedaan karakteristik diketahui
melalui bentuk sinyal keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian.

Percobaan pertama yaitu menganalisis karakteristik rangkaian penyearah half wave. Saat melakukan
percobaan menggunakan tegangan masukan 2, 4, dan 6 volt, osiloskop diatur dengan time/div dan
volt/div sebesar 80ms/div dan 5V/div. Sementara saat melakukan percobaan menggunakan tegangan
masukan 8 volt, osiloskop diatur dengan time/div dan volt/div sebesar 200us/div dan 5V/div. Saat
diberikan masukan sebesar 2 volt, rangkaian menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,4volt dan arus
sebesar 0,45mA. Jika mengacu pada hasil perhitungan dengan hasil tegangan sebesar 0,45volt dan arus
sebesar 0,45mA, maka terdapat error percent pada pengukuran sebesar 11,11% pada tegangan dan 0%
pada arus. Kemudian diberikan masukan sebesar 4 volt, rangkaian menghasilkan tegangan keluaran
sebesar 1 volt dan arus sebesar 0,95mA. Jika mengacu pada hasil perhitungan dengan hasil tegangan
sebesar 0,89 volt dan arus sebesar 0,89mA, maka terdapat error percent pada pengukuran sebesar 12%
pada tegangan dan 6,74% pada arus. Selanjutnya diberikan masukan sebesar 6 volt, rangkaian
menghasilkan tegangan keluaran sebesar 1,4volt dan arus sebesar 1,2mA. Jika mengacu pada hasil
perhitungan dengan hasil tegangan sebesar 1,35volt dan arus sebesar 1,35mA, maka terdapat error
percent pada pengukuran sebesar 3,70% pada tegangan dan 11,11% pada arus. Dan terakhir diberikan
masukan sebesar 8 volt, rangkaian menghasilkan tegangan keluaran sebesar 1volt dan arus sebesar
0,12mA. Jika mengacu pada hasil perhitungan dengan hasil tegangan sebesar 1,8volt dan arus sebesar
0,18mA, maka terdapat error percent pada pengukuran sebesar 44,44% pada tegangan dan 33,33%
pada arus.

Percobaan kedua yaitu menganalisis karakteristik rangkaian penyearah full wave. Saat melakukan
percobaan menggunakan tegangan masukan 2, 4, dan 6 volt, osiloskop diatur dengan time/div dan
volt/div sebesar 200us/div dan 1V/div. Sementara saat melakukan percobaan menggunakan tegangan
masukan 8 volt, osiloskop diatur dengan time/div dan volt/div sebesar 200us/div dan 5V/div. Saat
diberikan masukan sebesar 2 volt, rangkaian menghasilkan tegangan keluaran sebesar 0,8volt dan arus
sebesar 0,75mA. Jika mengacu pada hasil perhitungan dengan hasil tegangan sebesar 0,89volt dan arus
sebesar 0,89mA, maka terdapat error percent pada pengukuran sebesar 10,11% pada tegangan dan
15,73% pada arus. Kemudian diberikan masukan sebesar 4 volt, rangkaian menghasilkan tegangan
keluaran sebesar 1,6 volt dan arus sebesar 2mA. Jika mengacu pada hasil perhitungan dengan hasil
tegangan sebesar 1,8 volt dan arus sebesar 1,8mA, maka terdapat error percent pada pengukuran
sebesar 11,11% pada tegangan dan 11,11% pada arus. Selanjutnya diberikan masukan sebesar 6 volt,
rangkaian menghasilkan tegangan keluaran sebesar 2volt dan arus sebesar 2,5mA. Jika mengacu pada
hasil perhitungan dengan hasil tegangan sebesar 2,7volt dan arus sebesar 2,7mA, maka terdapat error
percent pada pengukuran sebesar 25,92% pada tegangan dan 7,40% pada arus. Dan terakhir diberikan
masukan sebesar 8 volt, rangkaian menghasilkan tegangan keluaran sebesar 4volt dan arus sebesar
0,27mA. Jika mengacu pada hasil perhitungan dengan hasil tegangan sebesar 3,6volt dan arus sebesar
0,36mA, maka terdapat error percent pada pengukuran sebesar 11,11% pada tegangan dan 25% pada
arus.

Tegangan keluaran pada rangkaian penyearah full wave lebih besar daripada tegangan keluaran pada
rangkaian penyearah half wave. Hal ini karena disebabkan oleh Vrata-rata DC yang dihasilkan. Vrata-rata
DC memiliki keterkaitan dengan Vrms dari tegangan masukan yang sudah disearahkan oleh dioda. Pada
gelombang half wave, satu periode gelombang hanya ada satu puncak saja. Sementara pada gelombang
full wave, satu periode gelombang terdiri dari dua puncak. Hal ini mengakibatkan Vrms pada half wave
hanya bernilai setengah dari full wave. Sehingga mempengaruhi hasil tegangan yang dihasilkan oleh
masing-masing rangkaian.

KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Penyearah full wave menghasilkan gelombang yang terdiri dari dua puncak setiap periodenya
2. Penyearah half wave menghasilkan gelombang yang terdiri dari satu puncak setiap periodenya.
3. Tegangan keluaran yang dihasilkan oleh penyearah full wave lebih besar daripada penyearah
dioda half-wave. Hal ini dibuktikan pada perbandingan tabel 3.1 dan tabel 3.2 pada saat Vin
yang sama.