Anda di halaman 1dari 2

RESUME

1. Ekstraksi Superkritikal Karbondioksida

Ekstraksi superkritik merupakan ekstraksi yang


menggunakan fluida superkritik sebagai pelarutnya. Fluida
superkritik memiliki kegunaan yang luas dan kelebihan
dibandingkan pelarut lain (Guvenc, 1998).

Digunakan untuk ekstraksi serbuk simplisia dan umumnya digunakan gas


karbondioksida. Dengan variable tekanan dan temperature akan diperoleh spesifikasi
kondisi polaritas tertentu yang sesuai untuk melarutkan senyawa dengan kandungan
tertentu. (Jurnal UIN Syarif Hidayatullah)

2. Ekstraksi Ultrasonik
Teknik ini dikenal dengan sonokimia yaitu pemanfaatan efek gelombang ultrasonik
untuk mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi pada proses kimia. Keuntungan
utama ekstraksi gelombang ultrasonik antara lain efisiensi lebih besar, waktu operasi lebih
singkat, dan biasanya laju perpindahan masa lebih cepat jika dibandingkan dengan ekstraksi
konvensional menggunakan soxhlet (Garcia dan Castro, 2004).
Menggunakan getaran ultrasonic > 20000 Hz. Prinsipnya meningkatkan
permeabilitas dinding sel. Hasil ekstraksi tergantung pada frekuensi getaran, kapasitas
alat dan proses ultrasonic. (Jurnal UIN Syarif Hidayatullah)

3. Ekstraksi Energi Listrik


Energi listrik yang digunakan dalam bentuk medan listrik, medan magnet dan elektrik
discharger. Energi listrik ini dapat mempercepat dan meningkatkan hasil dengan
prinsip menimbulkan gelombung spontan dan menyebarkan gelombang ultrasonic.
(Jurnal UIN Syarif Hidayatullah)

Daftar pustaka
A. Guvenc et al. 1998. Supercritical CO2 extraction of ethanol
from fermentation broth in a semicontinuous system. Journal
of Supercritical Fluids. vol. 13, pp. 325-329.
Garcia, J.L.L. dan Castro, M.D.L. (2004). Ultrasound-assisted soxhlet extraction: an expeditive
approach for solid sample treatment, application to the extraction of total fat from oleaginous
seeds. Journal Chromatography A 1034: 237-242.