Anda di halaman 1dari 13

BATIKJAWA BAGI DUNIA

JAVANESE BATIK TO THE WORLD

BATIKJAWA BAGI DUNIA JAVANESE BATIK TO THE WORLD

Buku ini dipersembahkan kepada dua empu batik:

Go Tik Swan Panembahan Hardjonagoro dan Nusjirwan Tirtaamidjaja.

This book is dedicated to the memory of two masters of batik:

Go Tik Swan Panembahan Hardjonagoro and Nusjirwan Tirtaamidjaja.

Maria Wronslca-Friend

BATll( JAWA BAGI DUNIA JAVANESE BATll( TO THE WORLD

Komunitas .:""""""· · ·.· <. ; Lintas Budaya ::-: :· .·:, ·

· <.1'.

Indonesian

: Cross-Cultural

lndonesra -.;:.

.

: :

~

.

·

.

>

/'~

.: { . Communrty

DAFfAR ISI I CONTENTS

DAFfAR ISI I CONTENTS

KATA PENGANTAR I FOREWORD oleh/by Dr lrwanJulianto

UCAPAN TERIMA KASIH I ACKNOWLEDGEMENTS

VI

I

PENDAHULUAN I INTRODUCTION

1

Bab 1 I Chapter 1

BATIKJAWA: DARI SUKMA KE TANGAN BATIK OF JAVA: THE ART OF SOUL AND HANDS 6

Bab 2 I Chapter 2

BATIK DI

BATIK IN EUROPE: FROM JAVA TO JAVANISM

ERO PA: DARI JAWA

KE JAWANISME

Bab 3 I Chapter 3

42

BATIK DI AFRIKA: TEKSTIL CETAK YANG BERGENGSI

104

BATIK IN AFRICA: PRINTED CLOTH OF ESTEEM

Bab 4 I Chapter 4

BATIK DI INDIA: DARI SARUNG KE SARI BATIK IN INDIA: FROM SARONG TO SARI

Bab 5I Chapter 5

148

BATIK DI AUSTRALIA: RAGAM HIAS DARI GURUN BATIK IN AUSTRALIA: WAX DESIGNS OF THE DESERT

182

BATIK BAGI DUNIA: INSPIRASI ATAU PENCOMOTAN?

BATIK TO THE WORLD: INSPIRATION OR APPROPRIATION?

KOSA KATA I GLOSSARY

230

221

KATA PENGANTAR I FOREWORD

Pada tahun 2009, sebuah bab baru dalam sejarah batik In- donesia ditulis ketika kelompok wastra ini dicantumkan ke dalam Daftar Warisan Tak Benda UNESCO. Apa yang penting dari pengakuan atas batik ini adalah tidak dirujuk batikJawa melainkan batik Indonesia, dan ini merupakan bentuk pengakuan atas sumbangsih berbagai kelompok dalam masyarakat Indonesia bagi perkembangan seni tek- stil Asia Tenggara yang luar biasa ini. Betapa pun, tak banyak diketahui orang bahwa wastra batik Jawa sejak akhir abad kesembilan belas telah men- jadi suatu sumber inspirasi bagi para seniman, desainer dan pabrikan tekstil di luar Indonesia. Sekitar tahun 1890, di Amsterdam, suatu kelompok seniman muda yang ter- tarik pada upaya membangkitkan seni kriya, mengintro- duksi teknik batik ke dalam proyek mereka. Sementara itu, secara bersamaan pabrikan tekstil Inggris dan Belanda memperkenalkan kain cetakan berhiaskan motif Jawa ke pasar industrial Afrika Barat. Pada abad ke-20, batik Jawa- baik teknik maupun corak dekoratifnya yang unik, benar-benar memperoleh reputasi internasional. Teknik batik mulai dipraktikkan di hampir semua negara Eropa, diperkenalkan ke komunitas Aborigin di Australia, dan

In 2009 a new chap te r in sia was writte n whe n this

the his to ry o f ba tik o f Indo ne- group of textiles was inscribed

in th e UNES CO Li st o f Int a n g ibl e H eritage. Sig nifi ca ntl y,

this recognitio n was given no t to batik of Java but to batik of Indo nesia, acknowledging the contribution

of va ri o u s g rou ps of In do nes ian socie ty to th e d eve lo p-

m

e nt o f this o utstan d in g example o f

th e textile art

o

f South eas t

As ia .

However, only few people are aware of the interna- tio n al impact of batik. Since the e nd of the nine teenth cen- tury Javanese textiles have been an important source of inspirati o n fo r artis ts, des ig ne rs and textile produ cers in many p arts of the wo rld. Around 1890 , in Amsterdam ,

grou p of young artists interes ted in the revival of crafts applied the batik technique to a range of decorative ob-

a

jec ts . At ap proxim ately th e same

time, British and Dutch

textile producers introdu ced to West African marke ts in-

d

In

us trial, printe d

th e twentie th

fabrics decorate d with Ja va nese motifs . century batik of Java - th e techniqu e,

as

las ting inte rn atio n al

we ll as its uni q u e

deco rative style - e nj oye d a lo n g- ca ree r. Nowadays batik is practise d

in

alm os t all Eu ro pean co untri es and h as bee n introdu ced

I

FOREWORD

bahkan ke negara yang pernah dipercaya orang sebagai asal usul tradisi batik: India. Bahkan pujangga India, Ra- bindranath Tagore pun membawa tradisi batik Jawa ke negerinya . Di Afrika Barat, sejumlah negara hingga saat ini memproduksi tekstil mereka sendiri yang berhiaskan de- sainJawa. Buku Batik Jawa bagi Dunia. Javanese Batik to the World adalah sajian mendetail pertarna untuk topik ini dan merupakan hasil jerih payah riset selama bertahun-tahun. Penulisnya, Maria Wronska-Friend, adalah ahli kebudayaan yang sejak tahun 1992 bekerja atau berhubungan dengan Universitas James Cook di Australia. Dia mendedikasikan lebih dari tiga puluh tahun waktunya untuk meneliti se- jarah dan signifikansi budaya wastra Asia Tenggara, dan se- cara khusus dia tertarik pada peran tekstil sebagai fasilitator lintas budaya yang menghubungkan negara-ne- gara dan masyarakat-masyarakat yang berjauhan. Maria Wronska-Friend lulus sebagai Doktor Antropologi Budaya di Institute of Arts of the Polish Academy of Sciences di Warsawa pada 1987. Disertasi PhD-nya tentang batikJawa dan pengaruhnya di negara-negara Eropa, termasuk Polandia . Buku Batik Jawa bagi Dunia. Javanese Batik to the World ini adalah perluasan buku Art Drawn with Wax:

Batik in Indonesia and Poland yang pernah ditulisnya pada 2008. Dia juga menulis cukup banyak perihal wastra Asia Tenggara dan menyelenggarakan beberapa pameran yang mempromosikan seni wastra Indonesia dan Laos. Maria Wronska-Friend sudah cukup dikenal di kalan- gan pencinta wastra Indonesia. Pada 2011 dia diundang oleh Universitas Indonesia untuk memberikan kuliah tamu, memaparkan dampak batikJawa pada tradisi wastra dunia. Dia juga diundang dua kali oleh Yayasan Batik In- donesia sebagai pembicara pada Gelar Batik Nusantara di Jakarta Convention Center pada tahun 2011 dan 2013.

to Abo rig inal comnmniti es in Aus trali a and eve n to India, the co untry that was o nce believed to be the o riginal ho meland

o f b ati k. As a ma tt e r of fac t , it was th e fam o u s Indian p oe t Rabindranath Tagore who introduced Javanese batik to his ho meland. In West Africa the batik legacy became an ongo- ing tra ditio n an d to day numerous African count ries produ ce the ir own fab rics wi th designs inspired by Javanese batik.

J ava b agi Dunia. J avan ese Batik t o th e

World is the first de tailed presentation of this important

top ic and is the o utco me of many years

th o r, Mari a Wron ska-Fri e nd , is

since 1992 has bee n associate d with James Cook University

de dicate d mo re than thirty years to in-

ves tiga ting the histo ry and cultural

significance of So utheast

in Aus trali a. Sh e h as

Th e b oo k Ba tik

of research . The au- anth ro pologist wh o

a

cu ltural

As ia n textil es a nd , in p arti c ul ar, sh e is inte res te d in th e rol e

of textiles as cross-cultural facilitato rs conn ecting distant

co untri es a nd

fro m th e Institute in Warsaw in 1987

art of European countries, including Poland. b ook fo llows h e r firs t maj or publica tion Art

Drawn with Wax: Batik in Indon esia and Poland, which was

re leased in Warsaw in 2008. She is also the autho r of several

o th er p ub li ca ti o ns o n So uth eas t As ian textil es a nd h as

organized

Indo nesia and Laos. In Indonesia , Maria is already known to textil e e nthu-

sias ts. In 2011 s h e was invite d by th e Unive rsity o f In do nesia to give a gues t lecture presenting th e impact

o f J ava nese ba tik o n textil es tradition s of

She was also invite d twice by the Indonesian Batik Foun-

d a tion (Yayasan Ba ti k Indo nesia) as a spe aker

Gelar Nusantara at the Co n ven tio n Ce ntre in J akarta, in 2011 and 2013.

bati k o n the Th e c urre nt

soc ie ti es. Ma li a Wi·o n sk a-Flie nd r ece ive d a PhD

o f Arts a t the Po lish fo r research o n th e

Acad e my influ e n ce

of Sciences o f]a van ese

exhibitio ns promoting the textile arts of both

th e wo rl d .

a t th e Ba tik

II

KATA PENGANTAR

Komunitas Lintas Budaya Indonesia memutuskan men- jadi penerbit buku ini karena topiknya adalah pemaparan

tentang suatu aspek penting warisan budaya Indonesia yang disajikan dalam perspektif lintas budaya sehingga se-

dengan tujuan kelompok ini . Komunitas Lintas Bu-

daya Indonesia didirikan pada 2009 oleh sejumlah warga Indonesia keturunan Tionghoa dengan dukungan berba- gai kelompok etnik lain yang selama berabad-abad telah menetap di negeri ini. Tujuan utama komunitas ini adalah mempromosikan integrasi sosial dengan mengadopsi nilai-nilai nasionalisme yang positif, terutama dengan men- ciptakan suatu landasan bagi komunikasi antaretnik. Pada

2009 Komunitas Lintas Budaya Indonesia bersama majalah Intisari telah menerbitkan buku Peranakan Tionghoa In - donesia: Sebuah Pe1jalanan Budaya (pada 2012 terbit edisi Bahasa Inggris Indonesian Chinese Peranakan. A Cultural journey). Batik telah menjadi ekspresi keragaman budaya In- donesia yang amat menarik: selain batik "arus utama" yang dibuat oleh kelompok etnik terbesar di Pulau Jawa yaitu orang Jawa dan Sunda, tradisi batik lain telah dikem- bangkan oleh warga Indonesia keturunan Tionghoa, warga Indonesia keturunan Arab, ataupun warga Indonesia ke- turunan Eropa yang tinggal di Jawa, dan di pulau-pulau lain. Oleh karena itu, Komunitas Lintas Budaya Indonesia memandang penerbitan buku Batik ]awa bagi Dunia. Ja- vanese Batik to the World teramat layak untuk kami dukung sebab batikJawa telah bermanifestasi sebagai ikon lintas budaya di Indonesia ataupun di dunia. Proyek ini didukung oleh Bapak Teguh Wibisana dan Dr Boedi Mranata, sesepuh Komunitas Lintas Budaya Indonesia. Pembenaran lain adalah bahwa buku ini didedikasikan kepada dua empu batik Indonesia: Go Tik Swan Hardjo- nagoro dan Nusjirwan Tirtaamidjaja (!wan Tirta). Kedu-

laras

The Indonesian Cross-Cultural Community decided to serve as publishe r of this book , as its sub ject - an important aspect of Indonesian heritage placed in a

cross -cu ltura l perspective - a ligns its elf close ly wit h the aims of this group. The Indone sian Cross-Cultural Com- munity was established in 2009 by a group oflndonesian citizens of Chinese descent with the support of members

of ot h er ethnic groups that ha ve

many centuries. Its major aim is to promote social inte- gration by fostering positive national values , especially by creating a platform for inter-ethnic communication. In 2009 the Indonesian Cross-Cultural Community, together with the periodical Intisari, published th e book Peranakan Tionghoa Indones ia: Sebuah Pe1jalanan Bu -

daya; in 2012 the Engli s h- language version of th is book

Indonesian Chinese Peranakan . A Cultural

was issued as

journey Batik is one of th e mo s t significant expressions of cu l- tural diversity in Indonesia. Apart from the 'mainstream ' batik of the two major ethnic groups ofJava, the Javanese

live d in th is country for

and Sundanese

been developed b y Ch inese -Indonesian s, Arab -Indone -

sians, and Euro-Indonesian residents ofJava, not to men-

tion other is lands.

both in Indon es ia as we ll as in many parts of the world, the Indonesian Cross-Cultural Community decided that it was a most wo rthy cause to s upport th e p u b licat ion of Maria Wronska-Friend's book, Batik ]awa bagi Dunia. Javanese Batik to the World. The project received the di- rect assistance of Mr Teguh Wibisana and Dr Boedi Mranata, the chairmen of the Indonesian Cross-Cultural Commun i t y. T h e other r e ason for providing support was that thi s book is dedicated to th e memory of two famous batik masters of Indonesia: Go Tik Swan Hardjonagoro

peop les, different textile traditions ha ve

As batik became a cross -cu ltura l icon,

III

FOREWORD

anya banyak membimbing Maria ketika dia melakukan riset tentang batikJawa Menurut Maria Wronska-Friend, kain batik diakui se- bagai salah satu capaian utama dalam seni Asia Tenggara yang tak dapat diingkari berkaitan dengan tradisi budaya Jawa. Batik lebih daripada sekadar kain yang dikenakan atau dikagumi karena menyandang makna budaya yang penting dan berhubungan erat dengan sistem sosial dan keagamaan Indonesia. Tak dapat dipungkiri bahwa kendati batik, yang merupakan wastra dekoratif dengan teknik perintang warna menggunakan malam ini, sudah dikenal di berbagai penjuru dunia selama lebih dari dua ribu tahun, puncak sofistikasi dan pencapaian teknik yang ke- mudian disebut sebagai Batik itu berlangsung di Pulau Jawa. Batik sebagai warisan budaya dunia yang memiliki signifikansi budaya begitu besar justru tampaknya dia- baikan oleh kaum muda Indonesia dewasa ini. Akhirnya, sebagai pecinta wastra Indonesia dan atas nama Komunitas Lintas Budaya Indonesia, saya mengu- capkan terima kasih kepada Maria Wronska-Friend yang telah merelakan buku yang disusunnya dengan biaya riset yang tidak sedikit ini diterbitkan di Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia ataupun warga mancanegara. Kini cukup banyak peneliti asing yang melakukan riset di Indonesia memublikasikan hasil kerja mereka di Indonesia dan dalam Bahasa Indonesia, tak terkecuali Maria Wronska-Friend. Dengan demikian, buku Maria Wronska-Friend ini menjadi suatu persembahan yang amat khusus bagi masyarakat Indonesia. Selamat menikmati.

and Nusjirwan Tirtaamidj aja (Iwan Tina). Bo th of th e m

g

ui ded Ma ri a in th e early

stages of h e r research o n

Java n ese ba ti k. As Mari a Wro n s ka-Frie n d

indica tes in h er b oo k , b a tik

textiles, recognise d as o ne o f th e major acco m plishm e nts of So utheas t Asian art , have bee n strongly roo ted in

Javanese culture . Ba tik is

m o re th an just a mere clo th to be

wo rn or admired; it also carri es impo rtant cultu ra l mean- ings th at are closely conn ecte d to th e so cial and religio us sys te ms o f Indo n es ia. On e cann o t d e ny th at th e tec h-

niq u e o f wax- resist dyeing , which h as b ee n prac tised in vario us p arts of the wo rld for more than two tho usand

years, reac h e d th e peak o f its sop his ticatio n and acco m-

p

as 'batik '. Regre ttably, in

lishm e nt o n th e isla nd

of J ava , wh e re it b eca m e known s pite of ac h ieving wo rld-h e ritage

sta tu s , ba tik is u s ually ign o r e d by th e yo un g ge ne ra tio n of Indonesians.

Fin all y, o n b e h a lf o f Ind o n es ia n t ex til e e nthu s ias

ts and

the Indonesian Cross-Cultural Community I wish to ex- press o ur gra titu de to Maria Wro ns ka-Friend fo r prese ntin g the outcome of h er exte nsive research in Indonesia, so

th at it ca n be e nj oyed not o nl y by forei gners but als o by

th e peo ple o f thi s co untry. Ve r y few sc h o la rs w h o co ndu c t th eir research in our country decide to publish the results

f their studies in guage, but Maria

o

Indo nesia and in the Indo nesian lan- Wro nska-Frie nd m ad e an exception

to this rul e. He r boo k is a ve ry special present to the

In do n es ian peop le . Please, e nj oy it !

Jakarta,Juni 2016

J a karta, June 201 6

Dr Irwan Julianto, MPH

Dr Irwan Julian to, MPH

Pendiri Komunitas Lintas Budaya Indonesia

Fo unde r of the Indo nesian Cross-Cultural Community

IV

Diterbitkan oleh I Published by Komunitas Lintas Budaya Indonesia (Indonesian Cross-Cultural Community) & PT Centro Inti Media, Jakarta 2016

Copyright © Maria Wronska Friend clan pemegang-pemegang hak cipta gambar Maria Wronska-Friend and image copyright holders

I--Iak Cipta dilinclungi undang-unclang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini clalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekarn atau clengan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis clari penulis, penerbit clan pemegang-pernegang hak cipta gambar. All rights reserved. No part of this publication may be reproduced or transmitted in any form or by any means, electronic or mechanical, including photocopying, recording or any other information storage and retrieval system, without prior permission in writing from the author, publisher and image copyright holders.

Distribusi internasional/International distribution: Galerie Smend, Germany \V\vw.smend.de

Terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia/Translation from English into Bahasa Indonesia:

Mrs Nilawati Hadisantosa, Mrs Aniesa N. Achjuman

Penyelaras Bahasa Indonesia/Indonesian language editors:

Prof. Dr Rahayu Surtiati, Mrs Ramlah Staines, Mrs Liana Hitchcock

Penyelaras Bahasa Inggris/English language editors:

Dr Michael Andre

Pembaca teks/Proof-reading:

Mrs Supriya Roy

Desainer sampul clan tata letak/Designer:

Mr Zbigniew Karaszewski

Dicetak clan dijilid oleh/Printed and bound by PT Centro Inti Media, Jakarta

ISBN 978-602-99212-7-4

Beri Nilai