Anda di halaman 1dari 23

ADAPTASI METABOLIC

ENERGI HOMEOSTASIS

MEKANISME KONTROL HOMEOSTASIS


Untuk mempertahankan homeostasis, tubuh harus mampu mendeteksi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi
pada faktor-faktor lingkungan internal yang perlu dijaga dalam retang yang sempit. Tubuh juga harus mampu mengontrol
berbagai sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk menyesuaikan faktor-faktor itu.
Sebagai contoh, untuk mempertahankan konsentrasi CO2 di cairan ekstrasel pada kadar yang optimal, tubuh harus
mampu mendeteksi adanya perubahan pada konsentrasi CO2 dan kemudian dengan tepat mengubah aktifitas
pernapasan, sehingga konsentrasi CO2 kembali ke tingkat yang diinginkan.
Sistem control yang beroperasi untuk mempertahankan homeostasis dapat dikelompokkan menjadi dua kelas, yaitu:
1. Control intrinsic
Control intrinsik (local, intrinsic berarti ”di dalam”) terdapat di dalam atau inheren bagi organ yang bersangkutan.
Sebagai contoh, sewaktu suatu otot yang beraktifitas menggunakan O2 dan mengeluarkan CO2 untuk menghasilkan
energy yang diperlukan untuk menjalankan aktifitas kontraktilnya, konsentrasi O2 turun dan CO2 meningkat di dalam otot
tersebut. Melalui kerja langsung pada otot polos di dinding pembuluh darah yang mengaliri otot-otot tersebut, perubahan-
perubahan kimiawi local tersebut menyebabkan otot polos melemas dan pembuluh terbuka lebar untuk
mengakomodasikan peningkatan aliran darah ke otot tersebut. Mekanisme local ini ikut berperan mempertahankan kadar
O2 dan CO2 yang optimal di dalam lingkungan cair internal yang mengelilingi sel-sel otot tersebut.
2. Control ekstrinsik
Control ekstrinsik (extrinsic berarti “di luar”), yaitu mekanisme pengatur yang dicetuskan di luar suatu organ untuk
mengubah aktifitas organ tersebut. Control ekstrinsik berbagai organ dan system dilaksanakan oleh system saraf dan
endokrin, dua sistem kontrol utama pada tubuh. Control ekstrinsik memungkinkan pengaturan beberapa organ sekaligus
untuk mencapai suatu tujuan bersama; sebaliknya, control intrinsic berfungsi untuk melayani organ tempat control
tersebut bekerja. Mekanisme pengaturan keseluruhan yang terkoordinasikan penting untuk mempertahankan keadaan
stabil dinamis lingkungan internal secara keseluruhan.

MEKANISME METABOLISME KARBO, LEMAK, PROTEIN

METABOLISME KARBOHIDRAT, PROTEIN DAN LEMAK


PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT
Lintasan metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori:
1. Lintasan anabolik (penyatuan/pembentukan)
Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawapembentuk struktur dan mesin tubuh. Salah satu contoh
dari kategori ini adalah sintesis protein.
2. Lintasan katabolik (pemecahan)
Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas, biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi
atau unsur ekuivalen pereduksi, seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif.
3. Lintasan amfibolik (persimpangan)
Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat padapersimpangan metabolisme sehingga bekerja sebagai
penghubung antara lintasan anabolik dan lintasan katabolik. Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam sitrat (Siklus
Kreb).
Karbohidrat, lipid dan protein sebagai makanan sumber energi harus dicerna menjadi molekul-molekul berukuran kecil
agar dapat diserap. Berikut ini adalah hasil akhir pencernaan nutrien tersebut:
Ø Hasil pencernaan karbohidrat: monosakarida terutama glukosa
Ø Hasil pencernaan lipid: asam lemak, gliserol dan gliserida
Ø Hasil pencernaan protein: asam amino
Semua hasil pencernaan di atas diproses melalui lintasan metaboliknya masing-masing menjadi Asetil KoA, yang
kemudian akan dioksidasi secara sempurna melalui siklus asam sitrat dan dihasilkan energi berupa adenosin trifosfat
(ATP) dengan produk buangan karbondioksida (CO2).

Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam
aliran darah, atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati, serta dari glukosalah semua bentuk
karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi manusia dan bahan
bakar universal bagi janin. Glukosa diubah menjadi karbohidrat lain misalnya glikogen untuk simpanan, ribose untuk
membentuk asam nukleat, galaktosa dalam laktosa susu, bergabung dengan lipid atau dengan protein, contohnya
glikoprotein dan proteoglikan.

Jalut-jalur Metbolisme Karbohidrat


Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis, oksidasi piruvat, siklus asam sitrat, glikogenesis,
glikogenolisis serta glukoneogenesis.
Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
1. Glukosa sebagai bahan bakar utama metabolisme akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia
oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
2. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
3. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
4. Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah, melainkan akan dirangkai
menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka
pendek. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh, maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid
sebagai cadangan energi jangka panjang.
5. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka glikogen dipecah menjadi glukosa. Selanjutnya
glukosa mengalami glikolisis, diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat.
6. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid
dan protein harus digunakan. Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid
dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi.

Metabolisme Karbohidrat

 Karbohidrat merupakan sember energi utama dalam sel


 Metabolisme karbohidrat merupakan pusat dari semua proses metabolisme
 glukosa dimetabolisme mellui tahap oksidatif yang berlangsung secara aerobik (dalam mitokondrio) maupun
anaerobik (dalam sitosol) yang menghasilkan pembentukan ATP (adenosin trifosfat)

METABOLISME PROTEIN TUBUH


· ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon)
· Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide
· Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa
· Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin (rambut, kuku); dan aktin-miosin
MACAM PROTEIN
· Peptide: 2 – 10 asam amino
· Polipeptide: 10 – 100 asam amino
· Protein: > 100 asam amino
· Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide
· Glikoprotein: gabungan glukose dengan protein
· Lipoprotein: gabungan lipid dan protein

ASAM AMINO
· Asam amino dibedakan: asam amino esensial dan asam amino non esensial
· Asam amino esensial: T2L2V HAMIF (treonin, triptofan, lisin, leusin, valin → histidin, arginin, metionin, isoleusin,
fenilalanin)
· Asam amino non esensial: SAGA SATGA (serin, alanin, glisin, asparadin → sistein, asam aspartat, tirosin, glutamin,
asam glutamat)

TRANSPORT PROTEIN
· Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah
· Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan
· Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim)
· Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein

PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK ENERGI


· Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam
bentuk lemak
· Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi
· Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino
· Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keto

PEMECAHAN PROTEIN
1. Transaminasi:
~ alanin + alfa-ketoglutarat → piruvat + glutamat2. Diaminasi:

 ~ asam amino + NAD+ → asam keto + NH3

~ NH3 → merupakan racun bagi tubuh, tetapi tidak dapat dibuang oleh ginjal → harus diubah dahulu jadi urea (di
hati) → agar dapat dibuang oleh ginjal

EKSKRESI NH3
· NH3 → tidak dapat diekskresi oleh ginjal
· NH3 harus dirubah dulu menjadi urea oleh hati
· Jika hati ada kelainan (sakit) → proses perubahan NH3 → urea terganggu → penumpukan NH3 dalam darah → uremia
· NH3 bersifat racun → meracuni otak → coma
· Karena hati yang rusak → disebut Koma hepatikum

PEMECAHAN PROTEIN
· Deaminasi maupun transaminasi merupakan proses perubahan protein → zat yang dapat masuk kedalam siklus Krebs
· Zat hasil deaminasi/transaminasi yang dapat masuk siklus Krebs adalah: alfa ketoglutarat, suksinil ko-A, fumarat,
oksaloasetat, sitrat
SIKLUS KREBS
· Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2
· Proses ini terjadi didalam mitokondria
· Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai
asetil co-A di sitoplasma habis
· Oksaloasetat berasal dari asam piruvat
· Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. Piruvat → kurang oxaloasetat

RANTAI RESPIRASI
H → hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADHH dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein
→ Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → terus direaksikan dengan O2 → H2O + E

Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasiRantai Respirasi terjadi didalam
mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim
Oksidase
Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3
→ direaksikan dengan O2 → H2O + E

FOSFORILASI OKSIDATIF
Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu
gugus fosfat menjadi ATPFosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam
proses rantai respirasiFosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP
METABOLISME LIPID

MACAM LEMAK
· Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida), fosfolipid, steroid
· Asam lemak:
1. Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH
2. Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH
3. Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH
· Trigliserida: ester gliserol + 3 asam lemak
· Fosfolipid: ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat
· Steroid: kolesterol dan turunanya (hormon steroid, asam lemak dan vitamin)

ABSORPSI LEMAK
· Lemak diet diserap dalam bentuk: kilomikron → diabsorpsi usus halus masuk ke limfe (ductus torasikus) → masuk
darah
· Kilomikron dalam plasma disimpan dalam jaringan lemak (adiposa) dan hati
· Proses penyimpananya: kilomikron dipecah oleh enzim lipoprotein lipase (dalam membran sel) → asam lemak dan
gliserol
· Didalam sel asam lemak disintesis kembali jadi trigliserida (simpanan lemak)

MACAM LEMAK PLASMA


· Asam lemak bebas (FFA= free fatty acid) → ada dalam plasma darah dan terikat dengan albumin
· Kolesterol, trigliserida dan fosfolipid → dalam plasma berbentuk lipoprotein
1. Kilomikron
2. VLDL: very low density lipoprotein
3. IDL: intermediate density lipoprotein
4. LDL: low density lipoprotein
5. HDL: high density lipoprotein

ASAM LEMAK BEBAS


· Bila lemak sel akan digunakan untuk energi → simpanan lemak (trigliserida) dihidrolisis menjadi asam lemak dan
gliserol (oleh enzim lipase sel)
· Asam lemak berdiffusi masuk aliran darah sebagai asam lemak bebas (Free Fatty Acid) dan berikatan dengan albumin
plasma

PENGGUNAAN FFA SEBAGAI ENERGI


· FFA dalam plasma dibawa ke mitokondria dengan carrier Karnitin
· FFA dalam sel dipecah menjadi asetil koenzim-A dengan beta oksidasi
· Asetil koenzim-A hasil beta oksidasi → masuk siklus Krebs untuk diubah menjadi H dan CO2

METABOLISME LEMAK
Ada 3 fase:
1. β oksidasi
2. Siklus Kreb
3. Fosforilasi Oksidatif

BETA OKSIDASI
· Proses pemutusan/perubahan asam lemak → asetil co-A
· Asetil co-A terdiri 2 atom C → sehingga jumlah asetil co-A yang dihasilkan = jumlah atom C dalam rantai carbon asam
lemak : 2
· Misal: asam palmitat (C15H31COOH) → β oksidasi → ?? asetil co-A

CONTOH ASAM LEMAK


NAMA UMUM RUMUS NAMA KIMIA
Asam oleat C17H33COOH Oktadeca 9-enoad
As risinoleat C17H32(OH)-COOH 12 hidroksi okladeca -9-enoad
Asam linoleat C17H31COOH Okladeca-9,12 dienoad
As linolenat C17H29COOH Okladeca-9,12,15 trienoad
As araksidat C19H39COOH Asam eicosanoad

SIKLUS KREBS
· Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2
· Proses ini terjadi didalam mitokondria
· Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung
sampai asetil co-A di sitoplasma habis
· Oksaloasetat berasal dari asam piruva
t· Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. Piruvat → kurang oxaloasetat

KETOSIS
· Degradasi asam lemak → Asetil KoA terjadi di Hati, tetapi hati hanya mengunakan sedikit asetil KoA → akibatnya sisa
asetil KoA berkondensasi membentuk Asam Asetoasetat
· Asam asetoasetat merupakan senyawa labil yang mudah pecah menjadi: Asam β hidroksibutirat dan Aseton.
· Ketiga senyawa diatas (asam asetoasetat, asam β hidroksibutirat dan aseton) disebut

BADAN KETON.
· Adanya badan keton dalam sirkulasi darah disebut: ketosis
· Ketosis terjadi saat tubuh kekurangan karbohidrat dalam asupan makannya → kekurangan oksaloasetat
· Jika Oksaloasetat menurun → maka terjadi penumpukan Asetil KoA didalam aliran darah → jadi badan keton →
keadaan ini disebut KETOSIS
· Badan keton merupakan racun bagi otak → mengakibatkan Coma, karena sering terjadi pada penderita DM → disebut
Koma Diabetikum
· Ketosis terjadi pada keadaan :
· Kelaparan
· Diabetes Melitus
· Diet tinggi lemak, rendah karbohidrat

RANTAI RESPIRASI
· H adalah hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH
· H dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c →sitokrom aa3 → terus direaksikan
dengan O2 → H2O + Energi
· Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasi
· Rantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase →
sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim Oksidase
Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3
→ direaksikan dengan O2 → H2O + Energi

FOSFORILASI OKSIDATIF
· Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu
gugus fosfat menjadi ATP
· Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi
· Fosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP (dengan menngunakan energi hasil reaksi H2 + O2 → H2O + E)

SINTESIS TRIGLISERIDA DARI KARBOHIDRAT


· Bila KH dalam asupan lebih banyak dari yang dibutuhkan → KH diubah jadi glikogen dan kelebihanya diubah jadi
trigliserida → disimpan dalam jaringan adiposa
· Tempat sintesis di hati, kemudian ditransport oleh lipoprotein ke jaringan disimpan di jaringan adiposa sampai siap
digunakan tubuh

SINTESIS TRIGLISERIDA DARI PROTEIN


· Banyak asam amino dapat diubah menjadi asetil koenzim-A
· Dari asetil koenzim-A dapat diubah menjadi trigliserida
· Jadi saat asupan protein berlebih, kelebihan asam amino disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adipose

PENGATURAN HORMON ATAS PENGGUNAAN LEMAK


· Penggunaan lemak tubuh terjadi pada saat kita gerak badan berat
· Gerak badan berat menyebabkan pelepasan epineprin dan nor epineprin
· Kedua hormon diatas mengaktifkan lipase trigliserida yang sensitif hormon → pemecahan trigliserida → asam lemak
· Asam lemak bebas (FFA) dilepas ke darah dan siap untuk dirubah jadi energi

MEKANISME METABOLISME DARI KARBO SEHINGGA MENYEBABKAN MALNUTRISI

DIET UNTUK KECUKUPAN ENERGI

Kebutuhan Nutrisi dan Diet

Pengertian diet.

Dalam kamus Merriam_Webster, kata diet secara etimologi berasal dari bahasa latin ‘dialita’ yang jika diterjemahkan
bebas berarti ‘manner of living’ atau ‘diaitasthai’ yang berarti ‘to lead one’s life’.

Pada dasarnya arti diet yang sebenarnya adalah pengaturan pola makan. Diet tidak selalu identik dengan pembatasan
makanan. Tujuan diet bisa untuk menurunkan berat badan, bagi yang kelebihan berat badan, untuk meningkatkan berat
badan bagi yang kekurangan berat badan, atau untuk mengendalikan suatu gangguan penyakit agar tidak semakin parah
serta untuk membantu penyembuhan suatu penyakit. Menerapkan pola makan yang sehat ini harus dilandasi dengan
pengetahuan gizi yang baik. Panduan untuk melakukan diet ada bermacam-macam, di antaranya adalah :

1. Diet Rendah Kalori

Yaitu panduan diet yang terdiri dari susunan empat sehat lima sempurna atau dikenal juga sebagai pedoman umum gizi
seimbang, yang meliputi: makanan pokok, sumber protein nabati dan hewani, sayuran, buah-buahan, serta ditambah
dengan susu. Kecukupan asupan kalori dihitung berdasarkan jenis kelamin, berat badan, dan aktifitas. Diet rendah kalori
ini membatasi konsumsi sumber karbohidrat dan lemak sebesar 500 – 1000 kalori di bawah kebutuhan normal, dengan
harapan dapat terjadi pengurangan kelebihan berat badan sebesar setengah sampai satu kilogram. Terdiri dari tiga
macam pilihan, yaitu : diet 1700 kalori, diet 1500 kalori, dan diet 1200 kalori. Contoh dari diet ini dapat dilihat pada Tabel
Diet Rendah Kalori.

TABEL DIET RENDAH KALORI

Diet 1700 Kalori Diet 1500 Kalori Diet 1200 Kalori


Jenis Makanan
Jumlah Kalori & Zat Gizi Jumlah Kalori & Zat Gizi Jumlah Kalori & Zat Gizi
Beras atau
150 gr Kalori: 1700 100 gr Kalori: 1500 70 gr Kalori: 1200
penggantinya
Daging atau
150 gr Protein: 75 gr 150 gr Protein: 71 gr 100 Protein: 59 gr
penggantinya
Telur 1 butir Lemak: 48 gr 1 butir Lemak: 48 gr 1 butir Lemak: 35 gr
Tempe atau Karbohidrat : 250 Karbohidrat : 206 Karbohidrat : 173
100 gr 100 gr 100 gr
penggantinya gr gr gr
Sayuran campur 400 gr Kalsium: 0,6 gr 400 gr Kalsium: 0,5 gr 400 gr Kalsium: 0,5 gr
Buah 400 gr Zat Besi: 26,7 mg 400 gr Zat Besi: 26,1 mg 400 gr Zat Besi: 24,3 mg
Minyak 1,5 sdm Vit. A : 16.339 SI 1,5 sdm Vit. A : 16.339 SI 1 sdm Vit. A : 16.324 SI
Gula Pasir 1,5 sdm Tiamin : 1,1 mg 1 sdm Tiamin : 1 mg – Tiamin : 0,9 mg

2. Diet Tinggi Protein atau Diet Metode Atkins

Yaitu metode diet dengan cara membebaskan mengkonsumsi banyak protein atau lemak (seperti daging, ayam, telur,
keju atau susu berlemak), tetapi konsumsi karbohidrat (seperti nasi, mie, roti dan kentang) sangat terbatas atau tidak
diizinkan. Konsumsi buah sangat dibatasi. Dengan adanya keterbatasan asupan karbohidrat, tubuh akan membakar
lemak sebagai sumber energi, yang akan mengakibatkan hilangnya nafsu makan sehingga diharapkan mempercepat
penurunan berat badan.

Diet ini memerlukan pengawasan dari dokter atau ahli gizi, karena terlalu beresiko, seperti munculnya rasa mual, bau
mulut, bau keringat, gagal ginjal, merusak pembuluh arteri, meningkatkan resiko penyakit jantung, kurang gizi, sampai
ancaman jiwa. Diet ini merupakan diet jangka pendek (kurang satu bulan), sehingga disarankan untuk melakukan
perombakan pola makan menjadi lebih menyehatkan, apabila penurunan berat badan sudah terpenuhi.

3. Diet Golongan Darah

Yaitu diet dengan pola makan sesuai dengan golongan darahnya. Pada dasarnya metode diet ini menganjurkan untuk
mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan serta menghindari makanan junk food. Aturan pola makan diet jenis ini
dapat dilihat pada Tabel Diet Golongan Darah.

TABEL DIET GOLONGAN DARAH

Golongan
Makanan Yang Dianjurkan Makanan Yang Dihindari
Darah
Roti, donat, mie, bakso,
makanan dari gandum/terigu,
O Daging, ayam, ikan, sayuran, buah-buahan
jagung, makanan dari susu,
jeruk
Sayuran, makanan dari kedelai, makanan
laut, padi-padian kecuali makanan dari Daging, ginjal, kacang merah,
A
gandum/terigu, kacang-kacangan, dan makanan dari susu
buah-buahan.
Ayam, jagung, lentil, kacang
Daging, makanan dari susu, padi-padian,
B tanah, wijen, makanan dari
kacang-kacangan, dan buah-buahan.
gandum/terigu
AB Ayam, makanan laut, makanan dari susu, Daging, ginjal, kacang merah,
tahu, kacang-kacangan, padi-padian, buah wijen, jagung
segar dan sayuran.

4. Diet Makrobiotik

Yaitu diet yang berasal dari budaya makan Tiongkok Kuno, yang menggali ajaran Tao, yakni mengutamakan
keseimbangan Yin-Yang. Dalam diet ini, disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung Yin-Yang seimbang,
seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, aneka rumput laut, padi-padian berkulit ari, serta lauk hasil laut, dan
membatasi mengkonsumsi makanan yang terlalu Yin (seperti nasi putih, minyak goreng, susu, gula, kopi, kue-kue, dan
food additives) serta makanan yang terlalu Yang (seperti daging, telur, ayam, keju, garam).

5. Diet Food Combining

Yaitu diet dengan mengatur asupan makanan dengan kombinasi tertentu, menurut siklus alamiah sistem pencernaan,
dan disesuaikan dengan kebutuhan asam-basa tubuh, sehingga tubuh dapat menyerap sari makanan secara optimal,
tidak banyak terbentuk sampah metabolisme di tubuh.

Aturan diet food combining ini adalah : waktu pagi hingga siang hari (pukul 4 – 11) konsumsilah makanan yang mudah
dicerna, seperti buah-buahan, atau jus buah. Setelah pukul 11, diperbolehkan makan makanan lengkap dengan
kombinasi tertentu, yaitu : makanan sumber karbohidrat dikombinasikan dengan sayuran atau bahan nabati lain (seperti
tempe, tahu). Lauk hewani dikombinasikan dengan sayuran dan bukan dengan sumber karbohidrat.

6. Diet Vegetarian

Yaitu diet dengan berpantang mengkonsumsi daging hewan, tapi masih diperbolehkan makan produk hewani tanpa
membunuh, seperti telur, susu beserta hasil olahannya. Karena banyak mengkonsumsi bahan makanan nabati yang
kaya serat, maka pola diet ini dapat mencegah atau mengurangi resiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung,
kanker, tekanan darah tinggi, serta kadar kolesterol berlebihan.

 Tubuh ideal

Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus:

IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2

Contoh :

BB = 50 kg, TB = 160 cm
IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53

Klasifikasi nilai IMT :

IMT Status Gizi Kategori


< 17.0 Gizi Kurang Sangat Kurus
17.0 – 18.5 Gizi Kurang Kurus
18.5 – 25.0 Gizi Baik Normal
25.0 – 27.0 Gizi Lebih Gemuk
> 27.0 Gizi Lebih Sangat Gemuk

sumber : Departemen Kesehatan RI

catatan : hanya berlaku pada dewasa atau usia 18 tahun ke atas

Perhitungan berat badan berdasarkan rumus :

Berat Badan Normal = (tinggi badan – 100) – 10% (tinggi badan – 100)

 Mengapa setelah jam 4 Adinda merasa lapar, kedinginan, gemetar, dan sakit kepala?

Ketika seseorang tidak makan dalam jangka waktu yang cukup lama, tubuh akan kekurangan sumber energi yaitu gula
(glukosa), protein, dan lemak. Ketika ketiga zat ini mengalami penurunan jumlah di dalam darah (hipoglikemi) untuk
dibagikan kee seluruh tubuh maka secara otomatis tubuh akan mengirimkan laporan ke otak khususnya bagian
hipothalamus. Ada 2 cara tubuh melapor, pertama melalui serabut saraf dan kedua melalui saluran darah itu sendiri.
Setelah mendapat laporan kekurangan zat sumber energi, otak akan memerintahkan beberapa organ khususnya
lambung untuk memproduksi asam lambung, ini yang membuat kita merasa lapar agar kita cepat- cepat makan untuk
menambah sumber energi, dan cairan ini juga lah yang membuat perut kita terasa nyeri ketika lapar, jika lapar dibiarkan
maka cairan ini bisa merusak lambung dan terjadi lah maag, karena tadinya lambung kita kosong.

Tidak adanya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh juga akan menyebabkan suplai darah ke otak menjadi
terganggu, otak tidak mendapat cukup kalori sehingga menggangu fungsi intelektual, antara lain sakit kepala, kurang
konsentrasi, capek, bimgung, kejang, dsb.

 Berapa asupan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari?

Hal ini dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan kalori basal (KKB) dari tiap individu berdasarkan kemampuan
metabolisme nya. Prinsip menghitung kalori adalah 1 gram karbohidrat = 4 kal, 1 gram protein = 4 kal, dan 1 gram lemak
= 9 kal. Ada perhitungan kebutuhan kalori per hari secara cepat, yang kurang lebih hasilnya sama dengan perhitungan
diatas.

Beberapa jenis makanan dan perhitungan kalori sederhana sebagai patokan misalnya adalah:

1 sdm gula = 10 gr = 40 kal


1 sdm minyak = 10 gr = 90 kal
1 pt daging (ayam, ikan) sekitar 100-an kal
1 pt tahu atau tempe = 80 kal

Dalam menu makanan orang asia tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi yaitu 70-
80%. Total kalori yang direkomendasikan adalah 1700-2000 kilokalori per hari. Misalkan seseorang memakan hanya
karbohidrat setiap harinya, maka ia membutuhkan karbohidrat sebanyak minimal 425 gram.

Rumus perhitungan BMR

Wanita:
655 + (4,3 x berat dalam pound) + (4,7 x tinggi dalam satuan inci) – (4,7 x umur dalam tahun)
Pria:
66 + (6.3 x berat dalam pound) + (12,9 x tinggi dalam satuan inci) – (6,8 x umur dalam tahun)

Harap dicatat bahwa formula ini hanya berlaku untuk orang dewasa.

Langkah kedua: Dalam rangka untuk memasukkan aktivitas ke kebutuhan kalori harian Anda, lakukan perhitungan
berikut:

 Jika menetap: BMR x 20 persen


 Jika ringan aktif: BMR x 30 persen
 Jika cukup aktif (Anda latihan hari paling lama satu minggu.): BMR x 40 persen
 Jika sangat aktif (latihan inte setiap hari atau untuk waktu yang lama.): BMR x 50 persen
 Jik ekstra aktif (melakukan kerja paksa atau dalam pelatihan atletik.): BMR x 60 persen

Rumus lainnya

Laki-laki = 664,7+(13,75*BB)+(5*TB)-(6,76*U)

Perempuan= 655,2+(9,56*BB)+(1,7*TB)-(6,76*U)

 Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi?

Kalori nutrisi digunakan untuk menghasilkan energi yang diperlukan ketika tubuh istirahat atau melakukan aktivitas fisik.
Kebutuhan manusia terhadap energi sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Energi yang dibutuhkan
seseorang ketika beristirahat disebut nilai metabolisme basal atau Basal Metabolism Rate (BMR ). BMR adalah jumlah
energi yang dibutuhkan seseorang pada tingkat terendah untuk memenuhi fungsi sel. Dengan kata lain, jumlah minimal
energi yang diperlukan ketika tubuh dalam keadaan istirahat untuk menjaga dan memelihara berbagai fungsi vital tubuh;
kerja jantung, aktivitas pernapasan, aktivitas hormon, aktivitas otot, dan sistem syaraf.

Basal Metabolism Rate antara masing-masing individu berbeda, faktor pengeruhnya antara lain

1. Usia, antara bayi yang baru lahir sampai usia lanjut BMR berbeda. Secara umum fluktuasi BMR antara pria dan
wanita relatif sama. Kebutuhan energi untuk pertumbuhan menurun setelah usia 21 tahun.
2. Kehamilan, BMR meningkat karena proses metabolisme tubuh wanita hamil terdiri dari metabolisme ibu dan janin
/ bayi.
3. Malnutrisi ( kelaparan ) adalah respon tubuh karena penurunan pemasukan kalori sehingga BMR menurun.
4. Komposisi tubuh, seseorang yang memiliki massa otot yang besar, lebih tinggi BMRnya daripada orang yang
berat badan sama tetapi banyak mengandung lemak.
5. Perbedaan jenis kelamin, wanita dengan otot yang lebih sedikit dan lebih banyak lemak sehingga BMR 5% lebih
rendah daripada laki-laki.
6. Hormon, pasien dengan hormon hipotiroidisme mempunyai BMR lebih rendah dari pasien hipertiroidisme.
7. Suhu badan, peningkatan suhu badan sebesar satu derajat Fahrenheit, meningkatkan BMR sebesar 7%.
8. Suhu lingkungan, peningkatan suhu lingkungan menyebabkan peningkatan BMR.
9. Aktivitas fisik, seseorang yang aktif membutuhkan energi lebih daripada yang tidak aktif. Bentuk tubuh, intensitas,
dan lamanya aktivitas fisik memengaruhi energi yang dibutuhkan tubuh. Contoh : . Bentuk tubuh, intensitas, dan
lamanya aktivitas fisik memengaruhi energi yang dibutuhkan tubuh. Contoh : Aktivitas sangat ringan ( jalan
santai, menjahit meningkatkan kebutuhan energi sebesar 130% dari nilai BMR), aktivitas ringan ( memperbaiki
mobil meningkatkan kebutuhan energi sebesar 150% dari nilai BMR), aktivitas sedang ( naik sepeda, menari
meningkatkan kebutuhan energi sebesar 175% dari BMR), dan aktivitas berat ( bermain bola kaki meningkatkan
kebutuhan energi sebesar 200% dari nilai BMR ).

 Bagaimana proses makanan dicerna sehingga menjadi energi yang dapat digunakan untuk aktivitas
sehari-hari?

Tubuh kita memerlukan makanan untuk pertumbuhan dan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Dalam melakukan
kegiatan sehari-hari, seperti sekolah, belajar, dan bermain, tubuhmu memerlukan makanan bergizi. Agar makanan yang
bergizi dapat diserap oleh tubuhmu dengan baik, alat pencernaanmu harus dalam keadaan sehat. Di dalam alat
pencernaan itulah zat-zat makanan diolah terlebih dahulu, kemudian diserap oleh tubuhmu. Proses pencernaan terdiri
atas pencernaan secara mekanik dan pencernaan secara kimiawi.

1. a. Pencernaan secara mekanik

Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi yang dibantu lidah.

1. b. Pencernaan secara kimiawi

Pencernaan kimiawi terjadi di dalam rongga mulut, usus, dan lambung dengan bantuan enzim. Enzim adalah suatu zat
kimia yang membantu proses pencernaan.Proses pencernaan makanan dalam tubuh kita terjadi di dalam alat
pencernaan.

1. Rongga Mulut

Proses pencernaan pertama kali terjadi di dalam rongga mulut. Di dalam rongga mulut, makanan dikunyah dan
dihancurkan oleh gigi, dibantu oleh lidah. Dalam rongga mulut juga ada enzim yang membantu pencernaan yaitu enzim
amilase. Gigi manusia terdiri atas gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham.

1) Gigi seri berbentuk pahat berfungsi untuk mencengkeram dan memotong makanan.
2) Gigi taring berbentuk lancip dan runcing, berfungsi untuk menusuk dan mengoyak makanan.
3) Gigi geraham berbentuk rata bergerigi, berfungsi untuk mengunyah makanan.

Gigi terdiri atas tiga bagian, yaitu mahkota gigi, leher gigi, dan akar gigi. Bagian paling luar mahkota gigi dilapisi oleh
email. Di bagian dalam mahkota gigi terdapat tulang gigi dan pulpa. Di dalam pulpa terdapat banyak pembuluh darah dan
saraf. Bagian akar gigi tertanam dalam tulang rahang yang ditutupi oleh gusi. Jumlah gigi anak-anak dan gigi orang
dewasa berbeda. Pada anak-anak, gigi berjumlah 20 buah yang terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham.
Gigi orang dewasa berjumlah 32. Masing-masing 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 20 gigi geraham.

Lidah juga membantu pencernaan makanan di dalam mulut. Dengan adanya lidah, kita dapat mengecap rasa manis,
asin, asam, dan pahit. Lidah berfungsi dalam membantu proses menelan dan pencampuran makanan dalam mulut.
Mengapa ketika kamu mengunyah nasi, lamakelamaan akan terasa manis? Di dalam mulut terdapat enzim untuk
membantu pencernaan. Enzim tersebut dihasilkan oleh kelenjar ludah. Enzimnya disebut amilase. Enzim amilase
berfungsi untuk mengubah zat tepung (amilum) menjadi maltosa.

2. Kerongkongan
Setelah dicerna di dalam mulut, makanan akan masuk ke dalam kerongkongan. Di esophagus (kerongkongan) makanan
memerlukan waktu 6 detik untuk masuk melewati saluran ini. Sepertiga bagian atasnya terdiri dari otot lurik dan dua
pertiga bagian bawah terdiri dari otot polos. Makanan didorong oleh otot kerongkongan menuju lambung. Gerakan otot ini
disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik inilah yang menyebabkan makanan terdorong hingga masuk ke lambung.

Di pangkal leher, terdapat dua saluran, yaitu batang tenggorok dan kerongkongan. Batang tenggorok merupakan saluran
pernapasan, sedangkan kerongkongan merupakan saluran makanan. Kedua saluran ini dipisahkan oleh sebuah katup
yaitu epiglotis. Jika kamu sedang makan, katup akan menutup. Ketika kamu bernapas, katup akan terbuka. Oleh karena
itu, sebaiknya kamu jangan berbicara ketika sedang makan. Jika kamu berbicara ketika makan, saluran pernapasan
terbuka. Apabila makanan masuk ke tenggorokan, kamu dapat tersedak.

3. Lambung

Dari kerongkongan, makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung. Di lambung terdapat tiga bagian yaitu kardiak,
fundus dan pilorus.Di kardiak terdapat klep esofagial dan di pilorus terdapat klep pilorus. Sedangkan di fundus terdapat
getah lambung yang terdiri dari hormon gastrin . Makanan dicerna secara kimiawi dengan bantuan enzim yang disebut
pepsin. Pepsin berperan mengubah protein menjadi pepton. Di dalam lambung terdapat asam klorida yang menyebabkan
lambung menjadi asam. Asam klorida dihasilkan oleh dinding lambung. Asam klorida berfungsi untuk membunuh kuman
penyakit dan mengaktifkan pepsin. Mukus, melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat HCl. Di dalam lambung
juga dihasilkan lipase, yang berfungsi memecah asam lemak dan gliserol renin, dan mengendapkan protein susu
(kasein). Ketika proses pencernaan terjadi di lambung, otot-otot dinding lambung berkontraksi. Hal tersebut
menyebabkan makanan akan tercampur dan teraduk dengan enzim serta asam klorida. Secara bertahap, makanan akan
menjadi berbentuk bubur yang disebut chyme. Kemudian, makanan yang telah mengalami pencernaan akan bergerak
sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

4. Usus Halus

Usus halus merupakan tempat pencernaan dan penyerapan nutrisi. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian, yaitu usus dua
belas jari, usus kosong, dan usus penyerap. Di dalam usus halus terdapat dua proses pencernaan, yaitu pencernaan
secara kimiawi dan proses penyerapan sari makanan. Di dalam usus dua belas jari, terjadi pencernaan makanan dengan
bantuan getah pankreas. Getah pankreas dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Getah pankreas mengandung enzim-enzim,
seperti enzim amilase, enzim tripsin, dan enzim lipase. Amilum yang telah diubah menjadi maltosa di mulut tadi, lalu
dicerna secara kimiawi kembali di dalam usus halus. Maltosa,laktosa dan sukrosa merupakan disakarida yang
selanjutnya di usus halus ini akan diubah menjadi monosakarida. Enzim maltase mengubah maltosa menjadi 2 mol
glukosa. Enzim laktase mengubah laktosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol galaktosa. Enzim sukrose mengubah
sukrosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa. Monosakarida inilah yang akan diserap. Monosakarida yang amat
penting adalah glikosa. Glukosa diserap oleh darah kapiler usus, selanjutnya diangkut ke hati. Di dalam sel jaringan
tubuh, glukosa dioksidasi untuk menghasilkan energi berupa ATP.

Pencernaan protein juga terjadi di dalam usus halus. Terdapat enzim tripsinogen di dalam usus halus. Enzim ini belum
aktif jadi harus diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi enzim tripsin. Tripsin mengubah protein menjadi asam amino.
Terdapat juga enzim erepsinogen. Sama seperti tripsinogen, enzim ini juga belum aktif jadi harus diaktifkan oleh enzim
enterokinase menjadi enzim erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino. Protein diserap dalam bentuk
asam amino oleh kapiler darah. Lalu asam amino diangkut ke hati. Di dalam hati, asam amino akan dibongkar untuk
diubah sesuai dengan kebutuhan.
Pencernaan lemak di dalam usus halus dibantu oleh enzim lipase. Lemak akan diubah menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya, diserap oleh pembuluh getah bening usus atau pembuluh kil.

Usus kosong terdapat di antara usus dua belas jari dan usus penyerapan. Di dalam usus kosong terjadi pula proses
pencernaan secara kimiawi. Usus kosong memiliki dinding yang dapat menghasilkan getah pencernaan. Usus
penyerapan adalah tempat penyerapan sari-sari makanan. Sari makanan adalah makanan yang telah dicerna secara
sempurna. Di dalam usus penyerapan terdapat bagian yang di sebut vili. Vili banyak mengandung pembuluh darah. Vili
inilah yang dapat menyerap sari-sari makanan.

5. Usus Besar

Setelah melewati usus halus, sisa makanan masuk ke usus besar. Usus besar terbagi atas usus besar naik, usus besar
melintang, dan usus besar turun.

Di dalam usus besar, sisa makanan mengalami pembusukan. Pembusukan ini dibantu oleh bakteri Escherichia coli. Air
dan garam mineral dari sisa makanan tersebut, akan diserap oleh usus kembali. Setelah itu, sisa makanan dikeluarkan
melalui anus dalam bentuk tinja (feses).

6. Anus

Lubang yang merupakan muara akhir dari saluran pencernaan yaitu anus.

 Ø Berapa lama makanan diproses dalam saluran cerna dan faktor apa saja yang mempengaruhinya?

Waktu yang dibutuhkan untuk mencerna sejenis makanan tertentu berbeda pada setiap orang, bergantung pada
beberapa faktor termasuk kesehatan umum pencernaan dan bagaimana makanan tersebut dikombinasikan. Namun garis
besarnya dapat ditentukan.
Hampir semua protein yang berasal dari binatang membutuhkan waktu delapan jam untuk diuraikan.

Akan tetapi, menurut para pakar, pada orang-orang dengan sistem pencernaan yang buruk , beberapa jenis makanan
seperti produk daging sapi, bisa membutuhkan 72 jam untuk berjalan disatu sisi pencernaan ke sisi yang lain. Jika anda
menganggap hal itu kedengarannya sehat, cobalah pikirkan hal berikut. Ambil rebusan daging dan sebutir apel. Diamkan
keduanya di atas meja di dalam sebuah ruangan yang hangat selama 72 jam. Jika anda kembali 3 hari kemudian, mana
yang akan Anda pilih, rebusan daging atau apel? sebuah proses yang hampir serupa terjadi di dalam tubuh kita yang
hangat. Makanan yang sudah terlalu lama berada disana benar-benar menjadi busuk; makanan-makanan tersebut rusak,
memproduksi beragam gas dan racun, dan menjadi sangat bau.

Pati lebih cepat melewati sistem pencernaan di bandingkan protein, yang membutuhkan waktu tiga sampai empat jam.
Buah-buahan adalah yang tercepat menyelesaikan perjalanan melewati lambung, dalam waktu kira-kira setengah jam.
Jika makanan yang emmbutuhkan waktu perjalanan yang berbeda dan kondisi yang berbeda dikunyah bersama-sama,
mudah untuk emmahami bagaimana proses pencernaan tak hanya langsung melambat, bahkan jadi tidak efisien.

Faktor yang mempengaruhi :

 Jenis makanan.

Waktu untuk perut kita mencerna makanan sebenarnya tergantung pada jenis makanan yang kita makan. Contohnya jika
kita makan sayuran dan buah. Dikarenakan sayuran dan buah memiliki selulosa atau bahan serat yang menyebabkan
tidak dapat dicerna oleh usus. Jika tidak dicerna oleh usus makan pergerakan makanan akan lebih cepat. Berbeda
dengan jenis makanan yang mengandung lemak dan protein. Jenis makanan ini memerlukan waktu yang lebih lama.

 Kuantitas makanan
 Ukuran Makanan
 Kondisi Sistem Pencernaan
 Kondisi tubuh
 Asupan cairan dalam tubuh

Kesimpulan

Nutrisi ialah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk energi, mempertahankan
kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh. Oleh karena itu
tubuh memerlukan nutrisi yang baik seperti kerbohidrat, protein dan lemak sesuai dengan angka kecukupan gizi(AKG).
Diet yang baik ialah bukan mengurangi porsi makan menjadi lebih sedikit tetapi diet yang baik itu ialah dengan
menyesuaikan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dengan baik.

MACAM-MACAM STATUS NUTRISI

Pengkajian status nutrisi (ABCD)

Pengkajian status nutrisi berdasakan ABCD yaitu A : Antropometri. B : Biokimia. C : klinikal sign. D : Diit. hal ini di
singkat agar mudah diingat. berikut penjelasannya secara rinci.

1. ANTROPOMETRI
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi maka antropometri
berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan
tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal lemak di
bawah kulit.

Penggunaan
Antropometri sangat umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan
ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

Keunggulan dan kelemahan antropometri


Keunggulan antropometri antara lain:
Prosedurnya sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel yang besar
Relative tidak membutuhkan tenaga ahli
Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama dan dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat
Metode ini tapat dan akurat karena dapat dibakukan
Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi dimasa lampau
Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang dan gizi buruk karena sudah ada ambang batas yang jelas
Kelemahan antropometri antara lain:
Tidak sensitive atau metode ini tidak daapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat dan tidak dapat membedakan
kekurangan zat gizi tertentu
Faktor diluar gizi (penyakit, genetic, dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas
pengukuran antropometri
Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi dan validitas pengukuran
antropometri gizi
Kesalahan ini terjadi karena pengukuran, perubahan hasil pengukuran baik fisik maupun komposisi jaringan, analisis dan
asumsi yang keliru.

Jenis parameter
Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah
ukuran tunggal dari tubuh manusia, antara lain umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala,
lingkar dada, lingkar pinggul dan tebal lemak dibawah kulit. Dibawah ini akan diuraikan parameter itu.

Umur
Faktor umur sangat penting dalam penentuan status gizi. Kesalahan penentuan umur akan menyebabkan interprestasi
stastus gizi menjadi salah. Hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan yang akurat menjadi tidak berarti bila tidak
disertai dengan penentuan umur yang tepat.
Menurut Puslitbang Gizi Bogor (1980), batasan umur digunakan adalah tahun umur penuh (completed year) dan untuk
anak umur 0-2 tahun digunakan bulan usia penuh (completed Mouth).
Contoh: tahun usia penuh
Umur: 7 tahun 2 bulan, dihitung 7 tahun
6 tahun 11 bulan, dihitung 6 bulan

Contoh: bulan usia penuh


Umur: 4 bulan 5 hari, dihitung 4 bulan
bulan 27 hari, dihitung 3 bulan
Berat badan
Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir. Berat
badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR Berat Bayi lahir Rendah). Dikatakan berat bayi lahir rendah
apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram atau dibawah 2,5 kg. pada masa bayi-balita, berat badan dapat dipergunaka
untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi, kecuali terdapat kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema
dan adanya tumor. Di samping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan dosis obat dan
makanan.
Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada tulang. Pada remaja, lemak tubuh
cenderung meningkat, dan protein otot menurun. Pada orang yang edema dan asites terjadi penambahan cairan dalam
tubuh. Adanya tumor dapat menurunkan jaringan lemak dan otot, khususnya terjadi pada orang kekurangan gizi.
Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan, antara lain:
Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat karena perubahan-perubahan konsumsi
makanan dan kesehatan
Memberikan gambaran status gizi sekarang dan kalau dilakukan secara periodik memberikan gambaran yang baik
tentang pertumbuhan.
Merupakan ukuran antropomertri yang sudah dipakai secara umum dan luas di indonesia
Ketelitian pengukuran tidak banyak di pengaruhi oleh keterampilan pengukur
Penentuan berat badan dilakukan dangan cara menimbang. Alat yang digunakan dilapangan sebaiknya memenuhi
beberapa persyaratan:
Mudah digunakan dan dibawa daari satu tempat ke tempat yang lain
Mudah diperoleh dan relatif murah harganya
Ketelitian timbangan sebaiknya maksimum 0,1 kg
Skalanya mudah dibaca
Cukup aman untuk menimbang anak balita

Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan dianjurkan untuk digunakan dalam penimbangan anak
balita adalah dacing.
Dacin yang digunakan sebaiknya minimum 20 kg dan maksimum 25 kg. bila digunakan dacin berkapasitas 50 kg dapat
juga, tetapi hasilnya agak kasar karena angka ketelitiannya 0,25 kg.
Berat badan menurut umur (BB/U)
Dalam keadaan normal, dimana keadaan kesehatan baik dan keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan zat gizi
terjamin, maka berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan abnormal, terdapat 2
kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembangan cepat atau lebih lambat dari keadaan normal.
Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Berat badan ini memiliki hubungan yang linear dengan tinggi badan. Dalam keadaan normal perkembangan berat badan
akan searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan dengan kecepatan tertentu.
Di Indonesia khususnya, cara pemantauan dan batasan berat badan normal orang dewasa belum jelas mengacu pada
patokan tertentu. Sejak tahun 1958 digunakan cara penghitungan berat badan normal berdasarkan rumus:

Berat badan normal = (tinggi badan-100) – 10% (tinggi badan-100)


atau
0,9 x (tinggi badan – 100)

STS SATUS Ambang batas baku untuk keadaan gizi berdasarakan indeks
GIZI
BB/U TB/U BB/TB LLA/U LLA/TB

Gizi baik 80 % 85 % 90% 85% 85%

z Gizi kurang 61-80% 71-85% 81-90% 71-85% 76-85%

Gizi buruk < 60 % < 70 % < 80% < 70 % <75%

-->

Berat Badan Ideal


Berat badan untuk tinggi badan tertentu yang secara statistic yang dianggap paling tepat untuk menjamin kesehatan
umur panjang.Cara menentukan berat badan ideal adalah:
1. > 110% dari berat badan standar : gemuk
. 90 – 110% dari berat badan standar : ideal/ normal
70 - 90% dari berat badan stndar ;sedang
4. < 70% : sangat kurus.
3.Tinggi Badan
Tinggi badan merupakan parometer yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak
dapat diketahui dengan tepat.
4.Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)
Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur.
5.Lingkaran Tubuh
Lingkar Lengan Atas
Lingkar lengan atas (LLA) dewasa ini memeng merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah
dilakukan dan tidak alat-alat yang sulit di peroleh dengan harga yang murah. Pengukuran LLA adalah suatu cara untuk
mengetahui resiko kekurangan energi protein (KEP) wanita usia subur. Pengukuran LLA tidak dapat digunakan untuk
memantau perubahan status gizi dalam jangka pendek. Ambang batas LLA wanita usia muda dengan resiko kekurangan
energy kronis di Indonesia adalah 23,5 cm. apabila kurang dari angka tersebut maka wanita tersebut mempunyai resiko
kekurangan energi kronis.
Lingkar Kepala
Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis, yang biasanya untuk memeriksa
keadaan pathologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala contoh yang sering diginakan adalah kepala
besar (hidrosepalus) dan kepala kecil (mikrosepalus). Lingkar kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak dan
tulang tengkorak. Ukuran otak meningkat secara cepat selama tahun pertama, akan tetapi besar lingkaran kepala tidak
menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi. Bagaimana pun juga ukuran otak dan lapisan tulang kepala dan tengkorak
dapat berfariasi sesuai dengan keadaan gizi. dalam antropometri gizi, rasio lingkar kepala dan lingkar dada cukup berarti
dalam keperawatan pada anak. Lingkar kepala dapat juga di gunakan sebagai informasi tambahan dalam pengukur
umur.

Lingkar Dada
Biasanya di lakukan pada anak yang berumur 2-3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6
bulan. Setelah umur ini tulang tengkorak tumbuh secara lambat dan pertumbuhan dada lebih cepat. Umur antara 6 bulan
dan 5 tahun, rasio lingkar kepala dan dada adalah kurang dari 1, hal ini di karenakan akibat kegagalan perkembangan
dan pertumbuhan, atau kelemahan otot dan lemak pada dinding dada. Ini dapat di gunakan pada dinding indicator dalam
menentukan kekurangan energi protein pada anak balita.
Jaringan Lunak
Otak, hati, jantung dan organ lainnya merupakan bagian yang cukup besar dari berat badan, tetapi relative tidak berubah
beratnya pada anak malnutrisi. Otot dan lemak merupakan jaringan lunak yang sangat berfariasi pada penderita
kekurangan energi protein. Antropometri jaringan dapat di lakukan pada kedua jaringan tersebut dalam pengukuran
status gizi di masyarakat

2. BIOKIMIA
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada
berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah, urine, tinja dan juga beberapa
jaringan tubuh seperti hati dan otot.

Penggunaan
Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi.
Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan
kekurangan gizi yang spesifik.

Pemeriksaan biokimia zat gizi


Ada beberapa indikator laboratorium untuk menentukan status besi yaitu:
Hemoglobin (hb) dan Hematokrit
Total limfosit
Serum albumin
Transferin
Keseimbangan Nitrogen
Lipit serum
Glukosa serum
1. Hemoglobin (Hb) dan Hemaktroit(HCT)
a. Hemaglobin
Hemoglobin adalah parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia.Garby et
al.menyatakan bahwa penentuan status anemia yanghanya menggunakan kadar Hb ternyata kurang lengkap,sehingga
perlu ditambah dengan pemeriksaan yang lain.
Hb merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah.hemoglobin dapat di ukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml
darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darar.kandungan hemoglobin yang rendah
dengan demikian mengindikasikan anemia.

b. Hemaktokrit (HCT)
Hemaktorit adalah volume eritrosit yang di pisahkan dari plasma dengan cara memutarnya di dalam tabung khusus yang
nilainya di nyatakan dalam persen (%).
Setelah sentrifugasi, tinggi kolom sel merah diukur dan di bandingkan dengan tinggi darah penuh yang asli. Presentase
massa sel merah pada volume darah yang asli merupakan hematokrit. Darah penuh antikogualan disentrufugasi dalam
tabung khusus. Karna darah penuh di bentuk pada intinya sel darah merah (SDM) dan plasma, setelah sentrifugasi
presentase sel-sel merah memderikan etimasi tidak langsung jumlah SDM/100 ml dari darah penuh (dan dengan
demikian pada gilirannya merupakan estimasi tidak langsung jumlah hemoglobin). Hemaktokrit efek(dalam hal jauh lebih
sedikit ) dari ukuran rata_rata SDM. Nilia normal adalah 40%-54% untuk pria dan 37%-47% untuk wanita. HCT biasanya
hamper 3 kali nilai hemoglobin (dengan menganggap tidak terdapat tanda hipokormia). Ke salahan rata-rata pada
prosedur HTC yaitu kira-kira 1%-2%.

Cara perhitungan
Hm = tinggi volume eritrosit yang dimanpatkan x 100%=…%
Tinggi total volume darah
Contoh:
tinngi kolom eritrosit yang di manpatkan adalah 4,5 mm.
tinggi total kolom volume darah adalah 10 mm.
Jadi:
Hm = 4,5 x 100% = 45%
10
Maka nilai normal hemaktorit:
Menurut wells laki-laki :42-50%
Wanita :40-48%
Menurut helper laki-laki :40-54%
Wanita :37-47%
Hamil tua :23-34%
b. Nilai abnormal
- kurang dari nilai normal pada anemia
- leih dari nilai normal pada polisithademia

Seru Albumen

3. CLINIS / klinical sign


Pemeriksaan clinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas
perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan
epitel (supervicial epithelial tissue) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat
dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.

Penggunaan
Penggunaan metode ini umumnya untuk surfei klinis secara cepat (rapid clinical surfeys). Surfei ini dirancang untuk
mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu
digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan
gejala (symptom) atau riwayat penyakit.

Keunggulan dan keterbatasan pemeriksaan clinis


Keunggulan
pemeriksaan clinis relative murah tidak memerlukan biaya terlalu besar
dalam pelaksanaannya, pemeriksaan tidk memerlukan tenaga khusus tetapi, tanaga paramedic bias dilatih
sederhana, cepat dan mudah diinterprestasikan
tidak memerlukan peralatan yang rumit
Keterbatasan
Beberapa gejala klinis tidak mudah dideteksi, sehingga perlu orang-orang yang ahli dalam menentukan gejala klinis
rersebut. Namun demikian, para tenaga medis dapat dilatih untuk melakukan pemeriksaan klinis
Gejala klinis tidak bersifat spesifik
Adanya gejala klinis yang bersifat multiple
Gejala klinis dapat terjadi pada waktu permulaan kekurangan zat gizi dan dapat juga terjadi pada saat sembuh.
Hepatomegali (pembesaran hati) sebagai contoh dapat terjadi pada keadaan malnutrisi awal dan terjadi juga pada masa
penyembuhannya
Adanya fariasi dalam gejala klinis yang timbul. Hal ini karena satu gejala klinis bisa dipengaruhi beberapa factor seperti
genetik, lingkungan, kebiasaan dll.

Tanda – tanda dan Gejala klinis defisiensi nitrisi

No Bagian Tubuh Tanda klinik Kemungkinan kekurangan

1 Tanda umum Penurunan berat badan dehidrasi, Kalori,Air, dan vitamin A


haus pertumbuhan terhambat
2 Rambut Kekuningan Protein
kekurangan pigmen,kusut

3 Kulit Deatitis Niasin, riboflavin, biotin


Dermatosis pada bayi Lemak
Petechial hemorrhages Asam askorbat
Eksema

4 Mata Photopobia Riboflavin


Rabun senja Vitamin A

5 Mulut Stomatitis Riboflavin


Glositis Niasin, asam folik, vitamin
B12, zat besi

6 Gigi Karies Flour

7 Neuromoskuler Kejang otot Vitamin D


Lemah otot

8 Tulang Riketsia Vitamin D

9 Gastrointestinal Anoreksia Mual dan muntah Thiamin, garam dapur, NaCl

10 Endokrin Gondok Iodium

11 Kardipovaskuler Pendarahan peny, Jantung, Vitamin K, thiamin,


anemia pyridoxine, zat besi

12 Sistem saraf Kelainan mental dan saraf Vitamin B12

4. DIET
Diet adalah pilihan makanan yang lazim dimakan seseorang atau suatu populasi penduduk. Sedangkan diet seimbang
adalah diet yang memberikan semua nutrien dalam jumlah yang memadai, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu
sedikit.

MACAM-MACAM MALNUTRISI
Malnutrisi adalah suatu keadaan defisiensi, kelebihan atau ketidakseimbangan protein energi dan nutrien lain yang dapat
menyebabkan gangguan fungsi pada tubuh8..

Macam-macam malnutrisi antara lain :


1. malnutrisi kurang energi protein (marasmus,kwashiorkor, marasmik-kwashiorkor),
2. obesitas.
3. malnutrisi vitamin dan mineral