Anda di halaman 1dari 8

Portofolio

Mengenai Peran Tentang Tokoh Nasional dalam


Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara

Tugas PKN

Nama : Nakhla Naswa N.


Kelas : IX - I
No. Absen : 30
A. Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dasar negara dapat berupa suatu falsafah yang dapat merangkum atau menyimpulkan
kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesia yang merdeka. Dasar negara merupakan
fondasi atau landasan yang kuat dan kokoh serta tahan terhadap segala gangguan, hambatan
maupun rintangan dari dalam maupun dari luar, sehingga bangunan gedung di atasnya dapat
berdiri dengan kokoh dan kuat. Bangunan itu ialah Negara Republik Indonesia yang ingin
mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur.
Tujuan dirumuskannya Pancasila oleh para pendiri negara adalah sebagai dasar negara
Republik Indonesia. Hal ini sesuai apa yang dikatakan oleh Radjiman Widyodiningrat bahwa
hakikat Pancasila adalah sebagai dasar negara. Demikian pula Muhammad Yamin, Mr.
Soepomo dan Ir. Soekarno juga menyebutkan perlu adanya dasar negara Indonesia yang
merdeka yaitu Pancasila. Dengan demikian, para pelaku sejarah memang berniat
merumuskan Pancasila sebagai landasan negara, sebagai falsafah negara dan ideologi negara
dan tidak ada niatan lainnya.
Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila dipergunakan
sebagai dasar (fundamen) untuk mengatur pemerintah negara atau sebagai dasar untuk
mengatur penyelengaraan negara. Dengan demikian Pancasila merupakan kaidah negara yang
fundamental, yang berarti hukum dasar baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis dan
semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara Republik Indonesia harus
bersumber dan berada di bawah pokok kaidah negara yang fundamental.
Kedudukan Pancasila sebagai dasar Negara menempatkan Pancasila sebagai sumber
hukum yang paling utama bagi segala perundang-undangan yang akan dibuat dan digali. Hal
ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara.
Penempatan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai
dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pancasila ditempatkan sebagai dasar dan ideologi negara serta sekaligus dasar filosofis
bangsa dan negara sehingga setiap materi muatan peraturan perundang-undangan tidak boleh
bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Selain sebagi dasar negara, Pancasila juga sebagai ideologi Negara Kesatuan
Republik Indoesia. Pancasila sebagai ideologi Pancasila mengandung penegrtian bahwa
Pancasila merupakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya
dan dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia dan menjadi pentunjuk dalam
menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.
Dengan demikian ideologi Pancasila merupakan ajaran, doktrin, teori dan/atau ilmu
tentang cita-cita (ide) bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya dan disusun secara
sistematis serta diberi petunjuk dengan pelaksanaan yang jelas.

B. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Adapun yang dimkasud Pancasila sebagai pegangan hidup, pedoman hidup, petunjuk
hidup dan jalan hidup (way of life). Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila berfungsi
sebagai pedoman atau petunjuk dalam kehidupan sehari-ahari. Ini berati, Pancasila sebagai
pandangan hidup merupakan petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan
kehidupan di segala bidang
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan kristalisasi nilai-nilai yang
hidup dalam masyarakat Indonesia. Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila selalu
dijunjung tinggi oleh setiap warga masyarakat, karena pandangan hidup Pancasila berakar
pada budaya dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pandangan hidup yang ada dalam
masyarakat Indonesia menjelma menjadi pandangan hidup bangsa yang dirintis sejak jaman
Sriwijaya hingga Sumpah Pemuda 1928. Kemudian diangkat dan dirumuskan oleh para
pendiri negara ini serta disepakati dan ditentukan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Dalam pengertian yang demikian, maka Pancasila selain sebagai pandangan hidup negara,
sekaligus juga sebagai ideologi negara.

Pandangan hidup yang dimiliki bangsa Indonesia bersumber pada akar budaya dan
nilai-nilai religius sebagai keyakinan bangsa Indonesia, maka dengan pandangan hidup yang
diyakini inilah bangsa Indonesia dapat dan mampu memandang dan memecahkan masalah
yang dihadapi secara tepat. Pandangan hidup bagi suatu bangsa mempunyai arti menuntun,
sebab dengan pandangan hidup yang dipegang teguh maka bangsa tersebut memiliki landasan
fundamental yang menjadi pegangan dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

C. Peran Tokoh Nasional dalam Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara

1. Ir Soekarno

Presiden pertama indonesia adalah salah satu tokoh perumusan pancasila dari 5 tokoh
yang berperan dalam perumusan pancasila. Bung Karno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada
tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman
Rai. Semasa kecil soekarno hanya sebentar hidup bersama orang tuanya di Blitar, Soekarno
lebih banyak menghabiskan masa kecilnya bersama kakeknya Raden Hardjokromo di Tulung
Agung, Jawa Timur. Beliau sekolah di beberapa tempat seperti:

 Tulung agung sampai tamat sekolah dan di tahun 1911,


 Europeesche Lagere School (ELS). Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere
School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS)
surabaya jawa timur.
 Hoogere Burger School (HBS) Di jawa timur menjadi pendidikan yang ke 3 soekarno.

Soekarno temasuk orang yang aktif di perkumpulan / organisasi yang bernama Tri Koro
Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut
kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Di tahun 1920
ketika lulus dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School (sekarang
Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil. Singkat cerita
setelah soekarno terpilih dan di angkat oleh PPKI menjadi presiden . Soekarno menjadi
penyumbang dari Pancasila pada sidang tanggal 1 Juni 1945, Soekarno berpidato dan
mengemukakan gagasannya mengenai rumusan 5 sila dasar negara Republik Indonesia, yang
dinamakan “Pancasila“, yaitu:

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Semasa beliau menjabat menjadi presiden, Soekarno kerap mengobarkan semangat
semangat lewat pidato pidato kenegaraanya, dan beberapa penyampaian beliau terhadap para
pemuda indonesia. akan tetapi pada hari minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal
dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden
Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan di makamkan di Blitar, Jawa Timur
berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian
menetapkan masa berkabung selama tujuh hari dengan tujuan mengenang kepergian sosok
presiden yang membawa indonesia merdeka.

Selain membawa Indonesia merdeka, banyak perubahan yang di lakukan Soekarno


semasa hidupnya. Mulai dari kebangkitan bangsa Indonesia sampai Soekarno menjadi tokoh
yang tidak di lihat sebelah mata oleh bangsa sekutu lainnya. Banyak yang bilang bahwa
sosok seperti Soekarno yang bijaksana dan mempunyai sikap baik tidak akan di temukan lagi
dalam beberapa dekade kedepan.

2. Mohammad Hatta

Tokoh ke 2 yaitu Mohammad Hatta atau kita sering sebut Bung Hatta. dari sekian juta
rakyat indonesia pasti mengenal siapa itu Bung Hatta, yaitu wakil presiden yang selalu
menemani Soekarno dalam memimpin dan mengembangkan bangsa Indonesia. Bung Hatta
lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Bung Hatta merupakan
pribadi yang sangat bersahaja, sederhana dan juga anti penjajahan. Ayahnya, Haji
Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta menginjak usia delapan bulan. Dari
ibunya, memiliki enam saudara perempuan. Bung Hatta adalah anak laki-laki satu-satunya di
keluarganya. Dalam sisi pendidikan Mohammad Hatta lebih banyak menimba ilmu di
Belanda seperti :

 Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische


Vereniging yang berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).
 Bung Hatta lulus dalam ujian handels economie (ekonomi perdagangan) pada tahun
1923. Sebetulnya Bung hatta lebih tertarik untuk menempuh ujian doctoral di bidang
ilmu ekonomi pada tahun 1925.
 Akan tetapi karena itu pada tahun 1924 dia non-aktif dalam PI. Tetapi waktu itu
dibuka jurusan baru, yaitu hukum negara dan hukum administratif.
 Hatta pun memasuki jurusan itu terdorong oleh minatnya yang besar di bidang politik.

Singkat cerita pada bulan Juli 1932, Bung Hatta berhasil menyelesaikan studinya di
Negeri Belanda dan sebulan memilih untuk pulang ke Jakarta. Pada tahun 1932 sampai 1933,
kesibukan utama Bung Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk
Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegiatan politik, terutama pendidikan kader-kader
politik pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia.

Bung hatta merupakah tokoh yang tidak kalah penting dengan Soekarno, beliaulah yang
membawa nama indonesia keberbagai delegasi dunia demi mengenalkan kemerdekaan
indonesia kepada pihak luar. Beliau tutup usia pada tanggal 14 Maret 1980, dan dimakamkan
di Jakarta.

3. Soepomo
Tokoh selanjutnya yang merumuskan pancasila adalah tokoh perumusan pancasila
yang ketiga adalah Soepomo. soepomo lahir pada 22 Januari 1903 di Sukoharjo, Jawa
Tengah, Hindia Belanda. Ia adalah seorang ahli hukum pada generasi pertama yang sudah
ada ketika Indonesia merdeka. Banyak berita yang beredar bahawa soepomo terlahir dari
kalangan keluarga ningrat aristocrat jawa. Kakek dari pihak ibunya adalah Raden
Tumenggung Wirjodirodjo, bupati Nayak dari Sragen. Sedangkan Kakek dari pihak ayahnya
adalah raden Tumenggung Reksowardono, bupati Anom Sukaharjo pada masa kejayaannya
dulu.

Dari segi pendidikan , dikarenakan dari bangsa berada ,akhirnya soepomo bisa menjajaki
pendidikan beberapa sekolah yaitu :

 ELS, yaitu sekolah yang setingkat dengan sekolah dasar di daerah Boyolali Pada
tahun 1917.
 MULO, di kota Solo. kemudian di tahun 1920 Soepomo melanjutkan pendidikannya
di MULO.
 Bataviasche Rechtsschool, setelah itu meneruskan pendidikan hukumnya di
Bataviasche Rechtsschool di Batavia dan lulus pada tahun 1923.

Seberes Bataviasche Rechtsschool di Batavia kemudian dia ditunjuk oleh kolonial


Belanda sebagai pegawai negeri pemerintahannya yang di bantu oleh ketua dari pengadilan
negeri Sragen tahun 1977.

Antara tahun 1924 hingga 1927, Soepomo mendapatkan kesempatan dari belanda untuk
melanjutkan studinya ke Rijksuniversiteit Leiden di Belanda yang dibimbing oleh Cornelis
van Vollenhoven. dalam studinya ia adalah seorang professor hukum arsitek yang dikenal
masyarakat banyak sebagai tokoh ilmu hukum adat Indonesia dan seorang ahli hukum di
bidang hukum internasional, yaitu salah satu konseptor Liga Bangsa Indonesia. selain itu
dalam dalam biografi Soepomo juga dijelaskan bahwa ia pernah menyandang gelar sebagai
doctor dengan judul disertasinya yaitu Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest
Soerakarta atau dalam bahasa indonesia mengandung arti Reorganisasi Sistem Agraria di
Wilayah Surakarta.

Dalam gagasannya untuk membentuk pancasila pada sidang tanggal 31 Mei 1945,
Soepomo berpidato dan mengemukakan gagasannya mengenai rumusan 5 prinsip dasar
negara Republik Indonesia yang dinamakan “Dasar Negara Indonesia Merdeka“, yaitu:

1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat dan Demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan Sosial

Dalam pendidikan yang cukup tinggi , sopomo pun menjadi pahlawan yang sangat
dikenal akan pendidikannya soal bidang internasional , akan tetapi Soepomo meninggal di
usia muda akibat sakit serangan jantung yang dideritanya. sopeomo meninggal dunia pada
tanggal 12 September 1959 di Jakarta dan dimakamkan di daerah Solo.

4. Mohammad Yamin
Pahwalan yang kali ini merupakan pahlawan yang memperjuangakan persatuan dan
kesatuan pemuda melalui Sumpah Pemuda tahun 28 Oktober 1928. yaitu mohammad yamin
yang lahir di Sawah Lunto Sumatera Barat pada tanggal 24 Agustus 1903. Mohammad
Yamin lahir dari 2 orang tua Tuanku Oesman Gelar Baginda Khatib dan ibu Siti SaadahDari
sisi pendidikan Mohammad yamin mengenyam beberapa pendidikan seperti:

 Pendidikan dasar di Palembang,


 AMS, kemudian ia melanjutkan sekolahnya di Yogyakarta yaitu Sekolah AMS.
beberapa pelajaran dia pelajari dan juga mempelajari sejarah purbakala dan
beberapa bahasa di dunia seperti latin, kael dan Yunani. Setelah lulus dengan hasil
yang mengesankan.
 Batavia, kemudian mohammad yamin melanjutkan pendidikan hukum di Batavia. Ia
memperoleh gelar Messter in de Rechten atau lebih di kenal Sarjana Hukum dari
Rechtshoogeschool te Batavia.

Untuk ke organisasiannya mohammad Yamin masuk di salah satu organisasi. organisasi


yang ia ikuti saat beliau masih kuliah adalah Jong Sumateranen Bond. Bersama organisasinya
ini mohammad yamin terlibat dalam panitia Sumpah pemuda. Setelah mendapatkan gelar
sarjana S 1 nya ia juga bergabung menjadi anggota PARTINDO yang tidak bertahan lama di
karenakan beberapa hal.

Mohammad Yamin juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dengan


membantu soekarno dari banyak hal. Akan tetapi Mohammad yamin menjadi orang yang
sangat penting ketika indonesia sudah merdeka, berikut ulasannya:

 Pada saat jabatan soekarno – hatta , mohammad yamin diangkat sebagai pemangku
jabatan penting dalam sebuah negara. Dalam catatan biografinya beliau pernah
menjabat sebagai anggota DPR dari tahun 1950.
 Selepasnya jadi anggota DPR pada tahun 1950 Mohammad Yamin dilanjutkan
dengan menjadi menteri kehakiman pada tahun 1952 hingga 1952.
 Dilanjutkan dari tahun 1953 hingga 1955 Beliau menjadi menteri Pengajaran,
Pendidikan dan Kebudayaan. selain menjadi anggota DPR , beliau juga sempat
menjabat ketua Dewan perancang Nasional pada tahun 1962.
 Beliau juga menjadi pengawas IKBN Antara (1961-1962) dan menjadi menteri
penerangan (1962-1963).

Mohammad yamin juga merupakan penggagas dari lahirnya pancasila , pada sidang
tanggal 29 Mei 1945, Mohammad Yamin berpidato dan mengemukakan gagasannya
mengenai rumusan 5 asas dasar negara Republik Indonesia, yaitu:

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

Banyak jasa dari pahlawan asal sumatera barat ini , selain keberhasilan karier nya di
bidang politik di indonesia, beliau juga merupakan seorang sejarahwan dan sastrawan yang
banyak mengeluarkan karya. Beliau juga dikenal sebagai perintis puisi Modern di Indonesia.
Pahlawan indonesia ini mengakhiri perjuangannya ketika dia tutup usia di Jakarta pada
tanggal 17 oktober 1962 di usia nya 59 tahun. Berdasarkan perjuangan hidup Mohammad
Yamin kepada Indonesia, beliau mendapat penghargaan Bintang Mahaputra RI dari Presiden,
Penghargaan Corps Polisi Militer atas jasanya telah menciptakan lambang gajah mada dan
Panca Darma corps, dan penghargaan panglima Kostrad.

5. K.H. Abdul Wachid Hasyim

Pahlawan yang satu ini adalah seorang Kiayi , yaitu K.H. Abdul wachid
hasyim.Beliau lahir di Jombang Jawa Timur pada 1 Juni 1914, dari pasangan K.H. Hasyim
Asy`ari dan Nyai Nafiqah binti K Ilyas. lahir dari keluarga yang memang pejuang
kemerdekaan indonesia , ayahnya K.H. Hasyim Asy`ari merupakan pendiri dari organisasi
keagamaan Nahdlotul Ulama yang masih ada sampai saat ini.

Abdul wachid hasyim terlahir dari keluarga yang memiliki kultur agama yang sangat kuat
, jadi tak heran kecerdasan abdul wachid terlihat sejak beliau masih anak-anak. Kecerdasan
Wahid Hasyim sudah terlihat sejak usianya masih akan menginjak umur 7 tahun. beberapa
kemampuannya iyalah :

 ia sudah bisa khatam Al-Qur`an dengan mendapat bimbingan langsung dari ayahnya
yang merupakan pendiri dari NU. Pendidikan lainnya ia peroleh di Pesantren Tebu
Ireng diKabupaten Jombang, Jawa Timur.
 Pada usia 15 tahun ia sudah mengenal huruf latin, menguasai bahasa belanda dan
Inggris yang tanpa pernah dia dapatkan di pelajaran ataupun pendidikan dari sekolah
colonial sedikitpun.
 Pada biografinya disebutkan bahwa pada usia 18 tahun ia menunaikan berangkat ke
tanah suci mekkah untuk menunaikan ibadah Haji.
 Ditahun yang sama beliau bermukim selama kurang lebih 2 tahun di Makah untuk
memperdalam ilmu agamanya.

Sepulang dari tanah suci , beliau lebih aktif diorganisasi yang didirikan oleh Ayahnya
yaitu Nadhlotul ulama. Pada tahun 1938 ia menjadi pengurus NU ranting Cukir dan terus
menanjak, pada tahun 1940 menjadi pengurus tingkat pusat PBNU dengan memimpin
Departemen Ma`arif yang membidangi pendidikan.

Wawasan yang luas menjadikan karir beliau terus menanjak , dan juga organisasi yang
dia tangani mengalami perubahan yang signifikan yang sangat baik. Pada bidang pendidikan,
beliu mendirikan sekolah Tinggi Islam di jakarta pada tahun 1944 yang pengelolaannya dan
segalanya diserahkan secara langsung kepada KH. A Kahar Muzakkir. Dalam sejarahpun
mencatat bahwa menjelang kemerdekaan pada tahun 1945, beliau menjadi anggota beberapa
organisasi seperti :

 BPUPKI
 PPKI

Yang dimana turut serta memperjuangkan kemerdekaan indonesia. Akan tetapi perjuangan
dalam memperjuangkan agama dan kemerdekaanya harus berakhir di umur 39 tahun, berikut
tampilan keterangan perjuangannya:
 Pada tahun 1953, tepatnya pada 18 April, Beliau melakukan perjalanan menuju
Sumedang untuk menghadiri rapat NU dengan ditemani puteranya Abdurrahman
Wahid atau lebih sering kita kenal dengan nama Gus Dur.
 Sesampainya di derah Cimindi, mobil yang ditumpangi mengalami ban selip dan tidak
dapat dikendalikan oleh sopir hingga menabrak truk yang mengakibatkan K.H. Wahid
Hasyim terlempar keluar dari mobil.
 Kecelakaan tersebut membuat beliau di rawat dan mengalami koma, dan akhirnya
wafat satu bulan kemudian pada 19 april 1953 dalam usia yang masih muda 39 tahun.
 Jenazah beliau dimakamkan di Pesantren Tebu Ireng Jombang milik ayahnya.

Dalam sejarah juga mencatat beliau mendapat anugerah sebagai Pahlawan Nasional
sesuai darma bakti terbaiknya pada Negara Republik Indonesia dari sisi membantu
kemerdekaan indonesia dan juga dalam sisi pendidikannya.