Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN PENDAHULUAN PENYAKIT HIPERTENSI

A. KONSEP MEDIS
1. Defenisi
Hipertensi didefinisikan oleh Join Nasional Commite On Detection Evaluation
and Treatmen Of High Blood Pressure (JIVC) sebagai tekanan yang lebih tinggi dari
140/90 mmHg dapat diklasifikasikn sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari
tekanan darah normal, tinggi sampai maligna.
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg dan pada
populasi manula tekanan sistoliknya 160 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg
(Brunner, 2004)
Hipertensi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
a. Hipertensi esensial (Primer) yang belum diketahui pasti penyebabmya, namun
diduga karena faktor stress, genetik, obesitas, alkohol, rokok, pola makan yang salah,
perubahan pada jantung dan pembuluh darah.
b. Hipertensi sekunder yang penyebabnya karena adanya penyakit jantung, DM,
ginjal, dan kelainan hormonal.
2. Etiologi
a. Faktor Predisposisi
Umur: Tekanan darah cenderung meningkat seiring bertambahnya usia,
kemungkinan seseorang menderita hipertensi juga semakin besar. Pada umumnya
penderita hipertensi adalah orang-orang yang berusia 40 tahun namun saat ini tidak
menutup kemungkinan diderita oleh orang berusia muda. Boedhi Darmoejo dalam
tulisannya yang dikumpulkan dari berbagai penelitian yang dilakukan di Indonesia
menunjukkan bahwa 1,8% - 28,6% penduduk yang berusia diatas 20 tahun adalah
penderita hipertensi.
Jenis kelamin : Wanita penderita hipertensi diakui lebih banyak dari pada laki-laki.
Tetapi wanita lebih tahan dari pada laki-laki tanpa kerusakan jantung dan pembuluh
darah. Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi dari pada
wanita. Pada pria hipertensi lebih banyak disebabkan oleh pekerjaan, seperti perasaan
kurang nyaman terhadap pekerjaan. Sampai usia 55 tahun pria beresiko lebih tinggi
terkena hipertensi dibandingkan wanita. Menurut Edward D. Frohlich seorang pria
dewasa akan mempunyai peluang lebih besar yakni 1 diantara 5 untuk mengidap
hipertensi
Genetik : Kasus hipertensi esensial 70% - 80% diturunkan dari orang tuanya. Apabila
riwayat hipertensi di dapat pada kedua orang tua maka dugaan hipertensi esensial

1
lebih besar bagi seseorang yang kedua orang tuanya menderita hipertensi ataupun
pada kembar monozygot (sel telur) dan salah satunya menderita hipertensi maka
orang tersebut kemungkinan besar menderita hipertensi
b. Faktor Presipitasi
Konsumsi garam yang tinggi (>30 g). Menganjurkan pembatasan konsumsi garam
dapur hingga 6 gram sehari (sama dengan 2400 mg Natrium)
Obesitas : Pada orang yang terlalu gemuk, tekanan darahnya cenderung tinggi karena
seluruh organ tubuh dipacu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan energi yang
lebih besar jantung pun bekerja ekstra karena banyaknya timbunan lemak yang
menyebabkan kadar lemak darah juga tinggi, sehingga tekanan darah menjadi tinggi.
Berat badan yang berlebihan juga akan membuat seseorang susah bergerak dengan
bebas. Jantung berkerja keras untuk memopa darah agar bisa menggerakkan badan
berlebihan dari tubuh. Disamping itu pembuluh darah mengecil dan tersumbat dan
sebagai akibat penumpukan lemak atau lipid didinding pembuluh darah sehingga
darah yang lewat tidak maksimal dan terjadilah tekanan darah yang kuat dan tinggi.
Merokok. Merokok dapat merusak pembuluh darah, menyebabkan arteri menyempit
dan lapisan menjadi tebal dan kasar. Keadaan paru-paru dan jantung mereka yang
merokok tidak dapat bekerja secara efisien
Stress. Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress
berhubungan dengan pekerjaan mereka. Hal ini dapat dipengaruhi karena tuntutan
kerja yang terlalu banyak (bekerja terlalu keras dan sering kerja lembur).
Gangguan ginjal : Gangguan pada ginjal dapat mengakibatkan perubahan pada
fungsi ginjal. Meningkat penahan air dan garam oleh ginjal dimana ginjal tidak
mampu membuang sejumlah garam dan air didalam tubuh. Volume darah di dalam
tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.
Kelainan hormon : Pelepasan hormon epinefrin (adrenalin) dan non-epinefrin
(nonadrenal) diduga sebagai salah satu penyebab hipertensi.meningkatnya
pengeluaran hormon insulin sebagai salah satu hormon yang mengatur gula darah
dapat menyebabkan penebalan pembuluh darah dan karinanya meningkatkan
resistensi perifer.
3. Manifestasi Klinik
a. Mual
b. Sakit kepala
c. Sesak nafas
d. Lemas/kelelahan
e. Gelisah
f. Epistaksis
g. Kesadaran menurun

2
h. Tinilus (dengung / desis dalam telinga)
i. Vertigo (pusing berat)
Dalam keadaan hipertensi berat penderita dapat mengalami penurunan kesadaran
dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak.
4. Patofisiologi
Tekanan darah di pengaruhi oleh curah jantung dan tahanan perifer. Faktor yang
mempengaruhi curah jantung dan tahanan perifer akan mempengaruhi tekanan darah
seperti faktor genetik dan umur (faktor yang tidak dapat di ubah), stress, obesitas,
merokok, asupan Na yang meningkat, kelainan hormonal dan penyakit ginjal. (faktor
yang dapat di ubah).
Perubahan fungsi membran sel pada kelaianan genetik diduga terjadi perubahan
pada membran sel yang dapat menyebabkan konstriksi fungsional dan hipertensi
struktural. Kontriksi yang terjadi pada pembuluh darah yang mengakibatkan terjadi
peningkatan tekanan perifer yang kemudian menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Perkembangan gerontologis.
Perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh darah perifer
bertanggung jawab padaperubahan tekanan darah yang terjadi pada usila. Perubahan
tersebut meliputi atereklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunsan
relaksasi oto polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan
ekstensi dan daya regang pembuluh darah konsekuensinya aorta dan arteri besar
berkurang. Kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang di pompa oleh
jantung menyebabkan peningkatan tekanan perifer54 yang pada akhirnya mengakibatkan
peningkatan tekanan darah.
Sistem renin anIotensin dan aldosteron berperan dalam timbulnya hipertensi.
Produksi renin di pengaruhi oleh berbagai fakto antara lain stimulasi sistem saraf simpatis
yang merupakan respon dari stress psikologis dan penurunan aliran darah ke ginjal . renin
berperan mengubah angiotensinogen menjadi angiotensi 1 kemudian di ubah menjadi
angiotensi 2 yang merupakan vasokonstriktor kuat yang pada gilirannya merangsang
pelepasan aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan
air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan tekanan intravaskular.
Hipertensi yang disebabkan oleh kelainan hormonal misalnya pada sindrom
chusing adanya pelepasan ACTH yang tidak adekuat akan meningkatan konsentrasi
glukokortikoid plasma sehingga meningkatkan efek katekolamin (peningkatan curah
jantung) dan kerja mineralokortikoid, kortisol yang berkadar tinggi (retensi natrium).

3
Faktor gaya hidup yang dapat mempengaruhi hipertensi adalah obesitas, merokok,
asupan natrium yang meningkat.
Pasien Obesitas terjadi peningkatan glokosa dalam darah. Peningkatan glukosa
dalam darah dapat merusak sel endotel pembuluh darah sehingga terjadi reaksi imun dan
peradangan sehingga akhirnya terjadi pengendapan trombosit, makrofag, dan jaringan
fibrosa yang akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah sehingga terjadi
peningkatan tahanan perifer dan menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Peningkatan intake sodium menyebabkan retenasi sodium di ginjal yang
mengakibatkan retensi cairan di ginjal yang akan meningkatkan volume plasma. Dengan
peningkatan volume plasma akan terjadi peningkatan curah jantung dan peningkatan
tekanan darah (Keperawatan Medikal Bedah Vol.2/2004).
5. Komplikasi
Ada beberapa komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit Hipertensi, jika tidak
ditangani sejak dini, penyakit komplikasi yang dapat timbul diantaranya:
a. Kerusakan penglihatan
Tekanan darah yang sangat tinggi akibat dari adanya penyempitan pembuluh
darah. Penebalan serta pengerutan dinding pembuluh darah dari berbagai sebab. Dalam
keadaan ini jantung memompa darah dengan kontraksi yang cepat sehingga darah yang
keluar keseluruh tubuh lewat pembuluh darah mengalami tekanan yang sangat kuat
akibat sumbatan dari dinding pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah perifer pada
mata dan organ pecah. Organ dimata tidak mendapat suplay nutrisi dan oksigen lewat
aliran darah, sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi kabur dan kebutaan.
b. Stroke
Hipertensi adalah faktor utama terjadinya stroke. Hal ini terjadi karena tekanan
darah yng terlalu tinggi menyebabkan perubahan struktur arteri-arteri dan
penyumbatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang menyempit menyebabkan darah
terganggu sehingga pembuluh darah yang mempengaruhi otak akan lemah dan pecah.
Saat itu akan terjadi perdarahan di otak sehingga akan timbul stroke. Stroke juga dapat
timbul akibat sumbatan dari gumpalan darah yang tinggal dipembuluh darah yang
sempit, yang akan memperburuk keadaan pembuluh darah arteri ke otak.
c. Kerusakan ginjal
Kerusakan ginjaldiketahui dapat terjadi akibat hipertensi sebagai salh satu
komplikasi. Hal ini juga dapat terjadi karena volume darah yang meningkat akibat
vasokonstriksi pembuluh darah dalam tubuh akan menyempit dan menebalkan aliran
darah menuju ginjal akibat ginjal tidak dapat membuang sejumlah air dan natrium dari

4
dalam darah. Natrium dan air menumpuk dalam jaringan tubuh kemudian terjadi odem.
Jika keadaan ini terus terjadi,ginjal akan bekerja terus sampai tidak mampu bekerja
dengan baik akhirnya terjadi disfungsi ginjal atau gagal ginjal.
d. Payah jantung
Peningkatan tekanan darah sistemik meningkatan resistensi terhadap
pemompaan darah dari ventrikel kiri, sehingga beban kerja jantung bertambah dan
tidak mampu lagi memompa darah keseleruh tubuh sehingga akibatnya terjadi
hipertrofi ventrikel untuk meningkatakan kekuatan kontraksi, akan tetapi kemampuan
ventrikel untuk mempertahankan curah jantung terlampauhi dan terjadi dilatasi
mengakibatkan payah jantung (Coungestive Heart Fleure).
6. Test Diagnostik
a. HB atau Hr untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan
(visikositas) dan dapat mengidentifikasikan factor-faktor resiko seperti anemia dan
hiperkogulabilitas.
b. BUN/ Kreatinin untuk mengetahui keadaan perfusi ginjal
c. Glukosa untuk mengetahui adanya peingkatan kadar katekolamin yang
dapat meningkatkan hipertensi, dan untuk mengetahui adanya kadar gula yang tinggi
dalam darah (Diabetes melitus adalah pencetus hipertensi).
d. Kalsium serum
Hiperkalsemia dapat mengindikasikan adanya aldosteron utama penyebab menjadi
efek samping terapi diuretik. Kalsium serum peningkatan kadar kalsium serum.
e. Pemeriksaan tiroid
Hipertrioidisme dapat menimbulkan vasokontraksi dan hipertensi
f. EKG
Dapat menunjukkan pembesaran jantung, pola regangan,gangguan kondusi,
peningkatan P adalah salah satu tanda diri penyakit jantung hipertens
g. Urinalisasi
Memperhatikan protein sel darah merah, atau sel darah putih .Glukosa
menyisyaratkan disfungsi ginjal atau adanya diabetes

7. Penatalaksanaan Medis
1. Terapi Non Farmakologis
a. Retriksi garam secara moderat dari 10 g/hari menjadi 5g/hari
b. Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh
c. Penurunan berat badan
d. Penurunan asupan etanol
e. Menghentikan merokok
f. Latihan fisik/ olahraga yang teratuRasional: terarah Misalnya : Joging,
bersepeda, berlari, dll.
Edukasi, psikologis

5
g.
Teknik biofeedback
h.
Teknik relaksasi
i.
Pendidikan kesehatan/ penyuluhan
2. Terapi Farmakologis
a. Deuretik: hygroton
b. Beta bloker
c. Ca antagonis
d. ACE inhibatoR
B. KONSEP KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Pola Persepsi Kesehatan Dan Pemeliharaan Kesehatan
b. Pola Aktivitas dan Latihan
c. Pola Tidur dan Istirahat
d. Pola Nutrisi Dan Metabolik
Pemeriksaan Fisik
1. Kesadaran :
2. Keadaan Umum :
3. Vital Sign :
TD : S : N : P :
e. Kulit :
f. Kepala :
g. Rambut :
h. Mata :
i. Hidung :
j. Telinga :
k. Dada dan paru-paru :
l. Jantung :
m. Abdomen :
n. Ekstrimitas :
2. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d hipertrofi ventrikel
b. Intoleran aktivitas b/d ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan
kebutuhan oksigen
c. Nyeri b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral
d. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b/d asupan yang berlebihan
terhadap kebutuhan metabolik
e. Ketidakefektifan koping individu b/d tidak adekuatnya tingkst persepsi
kendali diri
f. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, rencana pengobatan b/d
keterbatasan kognitif
3. Intervensi Dan Rasional
a. Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b/d hipertrofi ventrikel.
NOC: Menunjukkan curah jantung yang memuaskan,dibuktikan oleh efektifitas pompa
jantung,status sirkulasi,perfusi jaringan (organ abdomen,jantung,serebral,perifer,dan
pulmonal), dan perfusi jaringan (perifer);dan status tanda vital.
NIC:

6
1. Pantau TD ukur pada kedua tangan/paha untuk evaluasi awal. Gunakan
ukuran manset yang tepat dan teknik yang akurat.
Rasional: Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap
tentang keterlibatan/bidang masalah vascular. Hipertensi berat diklasifikasikan
pada orang dewasa sebagai peningkatan tekanan diastolik di sampai 130; hasil
pengukuran diastolik di atas 130 dipertimbangkan sebagai peningkatan pertama,
kemudian maligna. Hipertensi sistolik juga merupakan faktor risiko yang
ditentikan untuk penyakit serebrovaskular dan penyakit iskemi jantung bila
tekanan diastolic 90-115.
2. Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas/keributan lingkungan.
Batasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal.
Rasional: Membantu menurunkan rangsang simpatis, meningkatkan relaksasi
3. Pertahankan pembatasan aktivitas,spt, istirahat di tempat tiduRasional:kursi;
jadwal periode istirahat tanpa gangguan ; bantu pasien melakukan aktivitas
perawatan diri sesuai kebutuhan.
Rasional: Menurunkan stress dan ketegangan yang mempengeruhi tekanan darah
dan perjalanan penyakit hipertensi
4. Lakukan tindakan-tindakan yang nyaman, spt pijatan punggung dan leher,
meningkatan kepala tempat tidur.
Rasional: Mengurangi ketidaknyamanan dan menurunkan rangsang simpatis
5. Anjurkan teknik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan.
Rasional: Dapat Menurunkan rangsang yang menimbulkan stress, membuat efek
tenang sehingga menurunkan tekanan darah.
6. Pantau respons terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah.
Rasional: Respon terhadap terapi obat (diuretic inhibitor simpatis, vasodilator)
tergantung pada klien dan efek sinergis obat
b. Intoleran Aktivitas b/d ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan
oksigen
NOC: berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang dibutuhkan dengan peningkatan normal
denyut jantung, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah serta memantau pola dalam
batas normal.
NIC :
a. Kaji respons pasien terhadap aktivitas, observasi frekuensi nadi lebih dari 20
kali per menit di atas frekuensi istirahat; Peningkatan TD selama/sesudah aktivitas
(tekanan sistolik meningkat 40 mmHg atau tekanan distolik meningkat 20 mmHg);
dispnea/nyeri dada, keletihan kelemahan berlebihan, diaphoresis, pusing atau
pingsan.
Rasional: Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji respons fisiologi
terhadap stress aktivitas dan bila ada merupakan indicator dari kelebihan kerja yng
berkaitan dengan tingkat aktivitas

7
b. Instruksikan pasien tentang teknik penghematan energy, misalnya
menggunakan kursi saat mandi, duduk saat menyisir, menyikat gigi dan
melakukan aktivitas dengan perlahan
Rasional: Teknik menghemat energy mengurangi penggunaan energy,juga
membantu keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
c. Berikan dorongan melakukan aktivitas atau perawatan diri bertahap jika
dapat ditoleransi. Berikan bantuan sesuai kebutuhan
Rasional: Kemajuaan aktivitas bertahap mencegah peningkatan kerja jantung tiba
– tiba. Memberikan bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong
kemandirian dalam melakukan beraktivitas.
c. Nyeri ,(Akut), Sakit Kepala b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral
NOC:
NIC :
a. Mempertahankan tirah baring selama fase akut
Rasional: Meminimalkan stimulasi/ meningkatkan relaksasi
b. Berikan tindakan nonfarmakologik untuk menghilangkan sakit kepala,
misalnya kompres dingin pada dahi, pijat pungung dan leher, tenang, redupkan
lampu kamar, teknik relaksasi (panduan imajinasi distraksi) dan aktivitas waktu
senggang.
Rasional: Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dan yang
memperlambat atau memblok respons simpatis efektif dalam menghilangkan sakit
kepala dan komplikasinya.
c. Hilangkan/ meminimalkan aktivitass vasokontriksi yang meningkatkan sakit
kepala, misalnya mengejan saat BAB, batuk panjang, dan membungkuk
Rasional: Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala
karena adanya peningkatan tekanan vascular serebral
d. Bantu klien dalam ambulansi sesuai kebutuhan
Rasional: Pusing, penglihbungatan kabur berhubungan dengan sakit kepala. Klien
dapat mengalami episode hipotensi postura
e. Berikan cairan, makanan lunak, dilakukan untuperawatan mulut teratur bila
terjadi perdarahan hidung/ kompres hidung setelah dilakukan untuk menghentikan
perdarahan. Meningkatkan kenyamanan umum. Kompres hidung mengganggu
menelan atau membutuhkan napas dengan mulut, menimbulkan stagnassi sekresi
oral dan mengeringkan membrane mukosa
d. Ketidakefektifan koping individu b/d tidak adekuatnya tingkat persepsi kendali
diri
NOC: menunjukkan koping yang efektif yang dibuktikan oleh menggunakan perilaku
untuk menurunkan stress
NIC:

8
a. Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi perilaku,
mis:,kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian, keinginan dan berpartisipasi
dalam rencana pengobatan.
Rasional: Mekanisme adaptif perlu untuk mengubah pola hidup seseorang,
mengatasi hipertensi kronik, dan mengintegrasikan terapi yang diharuskan dalam
kehidupan sehari-hari.
b. Catat laporan gangguan tidur, peningkatan keletihan, kerusakan konsentrasi,
peka rangsang, penurunan toleransi sakit kepala, ketidakmampuan
mengatasi/menyelesaikan masalah.
RASIONAL: Manifestasi mekanisme koping maladaptif mungkin
merupakan indicator marah yang ditekan dan diketahui telah menjadi penentu
utama TD diastolic.
c. Bantu pasien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan
strategi untuk mengatasinya.
Rasional: Pengenalan terhadap stressor adalah langkah pertama dalam mengubah
respons seseorang terhadap stressor.
d. Libatkan pasien dalam perencanaan perawatan dan beri dorongan partisipasi
maksimum dalam rencana pengobatan.
Rasional: Keterlibatan memberikan pasien perasaan control diri yang
berkelanjutan, memperbaiki keterampilan koping, dan dapat meningkatkan kerja
sama dalam regimen terapeutik.
e. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, rencana pengobatan
b/d Keterbatasan kognitif.
NOC: Mempertahankan TD dalam parameter normal.
NIC:
a. Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar.Termasuk orang terdekat.
RASIONAL: Kesalahan konsep dalam menyangkal diagnose karena
perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minat pasien/orang
terdekat untuk mempelajari penyakit,kemajuan, dan prognosis.Bila pasien tidak
menerima realitas bahwa membutuhkan pengobatan kontinu, maka perubahan
perilaku tidak akan dipertahankan.
b. Tetapkan dan nyatakan batas TD normal. Jelaskan tentang hipertensi dan
efeknya pada jantung,pembuluh darah,ginjal, dan otak.
Rasional: Memberikan dasar untuk pemahaman tentang peningkatan TD dan
mengklarifikasi istilah medis yang sering digunakan.Pemahaman bahwa TD tinggi
dapat terjadi tanpa gejala adalah ini untuk memungkinkan pasien melanjutkan
pengobatan meskipun ketika merasa sehat.
c. Hindari mengatakan TD ‘normal’dan gunakan istilah “terkontrol dengan
baik”sangat menggambarkan TD pasien dalam batas yang diinginkan.

9
Rasional: Karena pengobatan untuk hipertensi adalah sepanjang kehidupan, maka
dengan penyampaian ide “terkontrol”akan membantu pasien untuk memahami
kebutuhan untuk melanjutkan pengobatan/medikasi.
d. Beri penguatan pentingnya kerja sama dalam regimen pengobatan dan
mempertahankan perjanjian tindak lanjut.
Rasional: Kurangnya kerja sama adalah alas an untuk kegagalan terapi
antihipertensif.Oleh karenanya evaluasi yang berkelanjutan untuk kepatuhan
pasien adalah penting untuk keberhasilan pengobatan.Terapi yang efektif
menurunkan insiden stroke,gagal jantung,gangguan ginjal, dan kemungkinan MI.
e. Bantu pasien untuk mengembangkan jadwal yang sederhana, memudahkan
untuk minum obat.
Rasional: Dengan mengindividualisasikan jadwal pengobatan sehingga sesuai
dengan kebiasaan/kebutuhan pribadi pasien dapat memudahkan kerja sama dengan
regimen jangka panjang.
f. Sarankan untuk sering mengubah posisi,olahraga kaki saat berbaring.
Rasional: Menurunkan bendungan vena perifer yang dapat ditimbulkan oleh
vasodilator dan duduk/berdiri terlalu lama.
g. Anjurkan pasien untuk berkonsultasi dengan pemberi perawatan sebelum
menggunakan obat-obatan yang diresepkan atau tidak diresepkan.
Rasional: Tindak kewaspadaan penting untuk pencegahan interaksi obat yang
kemungkinan berbahaya.Setiap obat yang mengandung stimulant saraf simpatis
dapat meningkat TD atau dapat melawan efek antihipertensif.
h. Instruksikan pasien tentang peningkatan masukan makanan/cairan tinggi
kalium, mis: jeruk, pisang, tomat, kentang, apricot, kurma, buah ara, kismis,
Gatorade, sari buah jeruk, dan minuman mengandung tinggi kalsium, mis: susu
rendah lemak, yogurt, atau tambahan kalsium sesuai indikasi.
Rasional: Diuretik dapat menurunkan kadar kalium. Penggantian diet lebih baik
daripada obat dan semua ini diperlukan untuk memperbaiki kekurangan. Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kalsium 400-2000 mg per hari
dapat menurunkan TD sistolik dan diastolic.Memperbaiki kekurangan mineral
dapat juga mempengaruhi TD.
i. Dorong pasien untuk membuat program olahraga sendiri seperti olahraga
aeorobik (berjalan,berenang) yang pasien mampu lakukan.Tekankan pentingnya
menghindari aktivitas isometric.
Rasional: Selain membantu menurunkan TD,aktivitas aerobic merupakan alat
menguatkan system kardiovaskular.Latihan isometric dapat meningkatkan kadar
katekolamin serum,akan lebih meningkatkan TD.

10
DAFTAR PUSTAKA

Aziz, alimul. 2009. Konsep Dasar Manusia. Jakarta: penerbit salemba medika
C.pearce. 2009. Anatomi Dan Fisiologi. Jakarta: gramedia
Nursalam. 2000. Proses Dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta: salemba medika

11
Suyono. 2001. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI
Soeparman, dkk.2007. Ilmu Penyakit Dalam Ed 2. Jakart : FKUI
p.wolff. 2006. Hipertensi. penerbit PT BHUANA ILMU POPULER

PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

1. Pengkajian
A. Data umum Keluarga
1. Nama Kepala Keluarga : Tn.M
2. Usia : 43 tahun
3. Pendidikan : SMP
4. Pekerjaan : wiraswasta
5. Alamat : Kelurahan Tobuuha RT 17
6. Tanggal pengkajian : 17/09/2018
7. Jarak ke pelayanan Kesehatan: ± 3km
8. Dicapai dengan : naik motor
9. Daftar Anggota keluarga :
Nama
L Umu
Anggota Hubungan Pendi- Pekerjaa Keadaan
No. / r Agama Imunisasi KB
Keluarg Keluarga dikan n Kesehatan
P (Th)
a

12
1 Ny. M Istri P 38 SMP Kristen Swasta Lengkap Sakit tidak
2 An. J Anak L 14 SMP Kristen Pelajar Lengkap Sehat

10. Tipe Keluarga: Keluarga Tn. M adalah keluarga inti yang terdiri dari suami, istri
dan anak
11. Suku Bangsa: Suku Toraja
12. Agama: Kristen
13. Aktifitas rekreasi Keluarga: klien biasa hanya kumpul nonton TV bersama setiap
malam minggu di rumah
14. Status Sosial Ekonomi keluarga : Keluarga Tn. M saat ini cukup

RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


15. Tahapperkembangankeluarga:
Tahap perkembangan Tn. M adalah berada pada tahap Keluarga Pada Anak Remaja.
16.Tugas keluarga yang belum terpenuhi:
a. Mempertahankan hubungan yang intim dalam keluarga
b. Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua.

17. Riwayat kesehatan keluarga inti


1. Riwayat Penyakit keturunan:keluarga Tn. M tidak mempunyai riwayat
penyakit turunanTn. J mengatakan tidak memiliki penyakit keturunan
2. Riwawayat kesehatan masing-masing anggota keluarga saat ini : saat ini
yang keadaannya kurang sehat adalah Ny. M karena hipertensi
18. Perhatian terhadap pencegahan penyakit:
Klien sudah sejak lama mengalami penyakit hipertensi tapi klien tidak tahu harus
bagaimana mengatasi / mencegah agar penyakit hipertensi yang di derita Ny. M tidak
timbul lagi
19. Riwayat kesehatan kelurga sebelumnya :
Sebelumnya Ny. M pernah di rawat dengan penyakit Hipertensi di RSU B
B. Pengkajian Lingkungan
20. Lingkungan Rumah
a. Kebersihan dan Kerapihan
Rumah tidak tertata dengan baikt ini dia sudah pensiun dari pekerjaannya.
b. Penerangan
 Pagi hari :Cahaya sinar matahari masuk ke dalam rumah
Pencahayaan
 Pada siang hari :Cahaya sinar Matahari masuk di dalam rumah
Pencahayann
 Pada malam hari :Ada Lampu pada malam hari yang menjadi
peneranganPencahayaan baik
c. Ventilasi : Ada 50 cm.
d. Jamban : ada tapi di luar rumah
e. Sumber Air Minum : PAM / PDAMunakan sumber air dari mata air sungai.

13
f. Pemanfaatan Halaman: Halaman tidak di gunakan sebagai lahan
g. Pembuangan Air Kotor.: keluarga Tn. M tidak memiliki SPAL( Non
permanen ).
h. Pembuangan Sampah : Keluarga Tn. M biasanya membakar sampah yang
adambuang sampah di laut.
i. Sumber Pencemaran: Dari pembuangan SPAL yang tergenang
j. Type Rumah: permanen
k. Status Kepemilikan : milik pribadi
21. Karakteristik Rumah:
Rumah permanen dengan 2 kamar, 1 ruang tamu dan 1 kamar mandi berada di dalam
rumah± 8 x 15 M², q

22. Karakteristik tetangga dan komunitas:


Tetangga samping kanan dan kiri berhubungan baik dengan keluarga Tn. M
23. MobIlitasGeografis keluarga
Keluarga tidak berpindah- pindah dan menetap di Kelurahan Tobuuha.
24. Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat:
Keluarga Tn. M berinteraksi baik dengan masyarakan sekitar.
25. Sistem Pendukung keluarga
Keluarga Tn. M saling mendukung dalam hal apa pun
C. Struktur Keluarga
1. Peran formal
a. Peran ayah adalah sebagai suami
b. Peranan ibu adalah sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya
c. Peranan anak adalah melaksanakan peran psikososial yang sesuai tingkat
perkembangannya.
2. Peran Informal
Saat ada malah pada keluarga Ny. M bertindak sebagai penguat
3. Nilai dan Norma Keluarga
Dalam keluarga Tn. M mewajibkan untuk solat 5waktu
D. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga Tn. M saling mendukung dan saling menghargai
2. Fungsi reproduksi
Keluarga Tn. M masih ingin menambah momongan lagi
3. Fungsi Sosialisasi
Keluarga mengajarkan agar berprilaku yang baik dengan tetangga dan lingkungan
sekitar hidup berdampingan dan merasa tentram
4. Fungsi perawatan kesehatan
Jika sakit mencari bantuan ke playanan kesehatan terdekat
E. Stres dan koping keluarga
1. Stressor jangka pendek dan panjang serta kekuatan keluarga
Sekitar 3 bulan yang lalu Ny. M pernah di rawat inap di RS.B dengan penyakit
hipertensi.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap Situasi / Stresor

14
Ny. M hanya diam diri saja asalkan dia tidak sampai drop lagi penyakitnya hanya di
biarkan begitu saja
3. Strategi Koping yang di gunakan
Penyakit yang di derita Ny. M hanya di biarkan saja

F. Pemeriksaan Keluarga
No Data TN. M Ny. M An. J
1 2 3 4 5
1 Keadaan umum:
- Penampilan CM CM CM
- BB baik Baik Baik
- TB

2 TTV
- Nadi 60x/m 100x/m 80x/m
- Respirasi 16x/m 24x/m 18x/m
- Suhu 36,5°C 36,5°C 37°C
- TD 120/80mmHg 150/90mmHg

3 Kepala:
- Bentuk Simetris Simetris Simetris
- Rambut Tak teratur Tak teratur Teratur
- Kulit Kepala bersih bersih Bersih

4 Mata:
- Sclera Tdk ikterik Tdk Ikterik Tdk Ikterik
- Kong-jungtiva Normal Anemis Normal
- Palpebra Normal Normal Normal
- Fungsi baik Baik Baik

5 Telinga :
- Bentuk Simetris Simetris Simetris
- Keadaan Bersih Bersih Bersih
- Fungsi baik Baik Baik

6 Hidung
- Bentuk Simetris Simetri Simetris
- Keadaan Baik Baik Baik
- Fungsi baik Normal Normal

7 Mulut:
- Gigi Bersih Bersih Bersih
- Fungsi Menelan normal baik Normal

8 Leher
- Peningkatan Tidak ada Tidak ada Tidak ada
JVP
9 Dada:

15
- Bentuk simetris simetris simetris
- Suara paru Visikuler Visikuler Visikuler
- Respirasi 16x/m 24x/m 18x/m
- Bunyi jantung Normal Normal Normal
10 Abdomen:
- Bentuk simetris simetris Simetris
- Nyeri Tekan tidak ada tidak ada Tidak ada
11 Ekstremitas
- Oedema Tidak Tidak Tidak ada
- Kotrak-tur Tidak Tidak Tidak
- Gerakan normal Normal normal

12 Integumen:
- Turgor Elastis Elastic Elstis
- Keadaan Baik Baik Baik
- Kuku Pendek pendek Pendek

G. Harapan Keluarga Terhadap Petugas kesehatan


Keluarga berharap untuk bisa dapat bantuan seperti Kartu BPJS agar Ny. M bias berobat
ke puskesmas secara gratis
I. Status Kesehatan Individu
1. Catatan Status Kesehatan Individu
Puskesmas : Puskesmas Puuwatu
Nama :.Ny. M
Jenis Kelamin :P
Umur : 38 th
Agama : Kristen
Suku/Bangsa : Toraja
Pekerjaan : swasta
Alamat : Kelurahan Tobuuha RT 17
2. Alasan ke Puskesmas : memeriksakan kesehatannya
3. Riwayat Kesehatan
a. Masalah Kesehatan yang Pernah Dialami
Hipertensi
b. Masalah Kesehatan Sekarang
Hipertensi
c. Masalah Kesehatan yang Lalu
Hipertensi
d. Masalah Kesehatan Keluarga (Turunan)
Tidak ada
4. Kebiasaan Sehari-hari
a. Biologis

16
1) Pola Makan
a. Frekuensi : 3x sehari
b. Jenis : Nasi, ikan, dan kadang sayur
c. Porsi : 1 piring
2) Pola Minum
a. Frekuensi : kurang lebih 6-7 gelas sehari
b. Jenis : air putih
3) Pola Tidur
a. Siang : 1jam
b. Malam : 6jam
4) Pola Eliminasi
a. BAK :6-7 kali sehari
b. BAB : 1 kali kadang 2x sehari
5) Aktivitas Sehari-hari
Aktifitas Ny. M kebanyakan di dalam rumah karena Ny. M Berjualan
6) Rekreasi
Keluarga Tn. Ma biasa hanya Nonton televisi di malam minnggu
7) Kebiasaan Buruk
Kebiasaan buruk Ny. M adalah biasa jika ada masalah dalam keluarga Ny. M
cenderung diam dan memendam sendiri
b. Psikologis
Ny. M selalu rendah diri dan tidak percaya diri dan cenderung pemalu
c. Sosial
1) Hubungan Antar Keluarga
baik
2) Hubungan dengan Orang Lain
baik
d. Spiritual
1) Pelaksanaan Ibadah
Ny. M taat dalam menjalankan Ibadah
2) Keyakinan tentang kesehatan
Klien tidak tau harus bagaimana menagani masalah kesehatannya sekarang
5. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-Tanda Vital : 150/90mmHg
1) Keadaan Umum : Baik
2) Kesadaran : CM
3) Tekanan darah : 150/90mmHg
4) Nadi : 100x/m
5) Respirasi : 24X/m
6) Suhu : 36,5°C
7) BB yang Lalu: 45 Kg
8) BB Sekarang : 55 Kg
9) TB : 150 cm

2. Pemeriksaan Persistem

17
1) Sistem Respirasi
Tidak terdapat secret
Pernafasan normal
Tidak ada tarikan dinding dada
Suara nafas normal
2) Sistem Kardiovaskuler
Tidak tampak ada pembesaran
Tidak teraba adanya ictus cordis
3) Sistem Pencernaan
Mulut bersih
tidak ada peradangan
perstaltik usus 7X/m
4) Sistem Urinaria
Tidak ada sumbatan pada kandung kemih
Tidak tampak distensi vesika urinaria
5) Sistem Persyarafan
Composmentis
GCS 15, E:4, V: 5, M:6
6) Sistem Integumen
Tidak ada lesi
Tidak ada ruam
7) Sistem Muskuloskeletal
Ekstremitas atas normal
Ekstremitas bawah normal

J. Genogram

x x X
x

48 43 39 ? ? ? 43 38 30
? ?

14

Keterangan:
= garis tinggal serumah
= perempuan
= laki – laki
x = meninggal
= pasien
= garis perkawinan
= garis keturunan

K. Denah Rumah

Denah Rumah

18
E

B C D

B A

Keterangan:
A. Ruang tamu
B. Kamar tidur
C. Ruang tengah
D. Dapur
E. Wc / Kamar mandi

L. Pengkajian Keluarga Mandiri


Kriteria Keluarga Kesimp
Masalah
Masalah Mandiri ulan
Tgl kesehata
Keperawatan
n 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1
11/11/2015 Hipertens Kurangnya √ √ √ KM
i pengetahuan II
tentang masalah
kesehatan
Hipertensi pada
keluarga Tn. M
Khususnya pada
Ny. M
11/11/2015 Kesehata Kurangnya √ √ KM
n remaja pengetahuan I
tentang tugas
perkembangan
remaja serta

19
pertumbuhan dan
perkembangan
keluarga

M. Analisa Data
Masalah Kemungkinan
No Data
Keperawatan Penyebab
1 2 3 4
1 Ds :
- Ny M Kurangnya Ketidakmamp
mengatakan pengetahuan uan keluarga
bahwa ia merasa tentang masalah dalam merawat
sakit-sakitan kesehatan anggota
- Tn. M
hipertensi pada keluarga yang
mengatakan
keluarga Tn. M sakit
bahwa ia tidak
Khususnya pada
mengerti cara
Ny. M
merawat istrinya
agar tekanan
darahnya dalam
batas normal,
yakni 120-130
sistole, 80-90
diastole
DO:
- Ekspresi wajah
Ny. M nampak
tidak mengerti
tentang penyakit
yang
diderirtanya.
- Ny. M nampak
2
mendengarkan
Kurangnya Ketidak
dengan jelas pada
pengetahuan mampuan
saat saya

20
menjelaskan tentang tugas keluarga dalam
perkembangan mengenal
DS : remaja serta masalah
- Ny. M pertumbuhan dan
mengatakan perkembangan
jarang keluarga
berinteraksi
dengan anak
remajanya
- Ny M
mengatakan
bahwa anaknya
lebih banyak
menghabiskan
waktu di luar
rumah
- Ny M
mengatakan
bahwa anaknya
jarang ada di
rumah
DO :
- Saat ini keluarga
ada pada tahap
perkembangan
remaja
- Saat pengkajian
anak tidak berada
di rumah

Prioritas Diagnosa Keperawatan

21
1. Masalah: Kurangnya pengetahuan tentang masalah kesehatan Hipertensi pada
keluarga Tn. M Khususnya pada Ny. M
No Kriteria Perhitung Bobot Pembenaran
an
1 2 3 4 5
1 Sifat masalah :
Skala: Keluarga Tn.M
- Aktual (tidak/ mengatakan bahwa ia
2/3x1=2/
kurang sehat) tidak mengerti cara
3 1
- Ancaman merawat istrinya tentang
kesehatan kesehatan yang di alami
- Keadaan Ny. M
sejahtera
2 Kemungkinan Kondisi klien pada usila
masalah dapat dengan pendidikan
diubah: rendah mempengaruhi
Skala: 1//2x2=1 penyerapan informasi
2
- Mudah
- Sebagian
- Tidak
dapat
3 Potensial
Pencegahan : Keluarga tampak
- Tinggi 2/3x1=2/3 1 kooperatif atau mau
- Cukup diajak kerjasama dalam
- Rendah membahas masalah
kesehatan yang ada
dikeluarganya
4 Menonjolnya 2/2x1=1 1
masalah: Bila tidak segera
Skala : ditangani dampat
- Masalah berat berdampak pada Ny M
harus segera yaitu akan menyebabkan
ditangani penyakit yang lebih
- Ada masalah serius, misalnya seperti
tetapi tidak stroke

22
perlu segera
ditangani
- Masalah tidak
dirasakan

Jumlah Skor 2 4/3


1. Masalah : Kurang pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga serta
pertumbuhan dan perkembangan keluarga
No Kriteria Perhitung Bobot Pembenaran
an
1 2 3 4 5
1 Sifat masalah :
Skala: Keluarga jarang
- Aktual berkumpul bersama,
(tidak/ anaknya lebih sering
kurang 2/3x1=2/3 berada di luar rumah
1
sehat)
- Ancaman
kesehatan
- Keadaan
sejahtera
2 Kemungkinan Tn M tidak mengetahui
masalah dapat secara pasti mengenai
diubah: kegiatan anaknya diluar
Skala: rumah
- M 1/2x2=1
2
udah
- Se
bagian
- Ti
dak dapat
3 Potensial
Pencegahan : Keluarga terlihat
- Tinggi 2/3x1=2/3 1 koomperatif dalam
- Cukup membahas masalah
- Rendah

23
4 Menonjolnya
masalah: Bila tidak segera
Skala : ditangani dapat
- Masalah berdampak pada kondisi
berat anak remaja
harus
segera
ditangani
- Ada
1/2x1=1/2
masalah 1
tetapi
tidak
perlu
segera
ditangani
- Masalah
tidak
dirasakan

Jumlah Skor 1 11/6

a. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah

1. Kurangnya pengetahuan tentang masalah kesehatan hipertensi pada keluarga


Tn. M khususnya Ny M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
merawat anggota keluarganya yang sakit
2. Kurangnya pengetahuan tentang tugas perkembangan keluarga serta
pertumbuhan dan perkembangan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
mengenal masalah

24
25
26
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA TUJUAN INTERFENSI RASIONAL


UMUM KHUSUS
KEPERAWATAN
1 Kurangnya Setelah - Keluarga Tn. M 1. Kaji pengetahuan keluarga - Menentukan intervensi selanjutnya
pengetahuan tentang dilakukan mampu merawat tentang penyakit hipertensi
masalah kesehatan tindakan anggota - Menentukan tingkat kemampuan
2. Kaji kemampuan keluarga
Hipertensi pada keperawatan keluarganya keluarga
dalam mengatasi dan
- Dapat
keluarga Tn. M keluarga Tn R
menangani masalah
mengetahui
Khususnya pada Ny. dapat merawat
hipertensi
pengertian
M b/d anggota
hipertensi - Membantu dalam pemecahan
Ketidakmampuan keluarganya
- Dapat mengethui 3. Diskusikan dengan
masalah tentang dermatitis
keluarga dalam sakit
penanganan keluarga tentang masalah
merawat anggota - Menentukan tingkat pemahaman
dermatitis Hipertensi
keluarga yang sakit keluarga
4. Evaluasi secara singkat
terhadap topik yang
dilakukan keluarga

1. Kaji pengetahuan keluarga


2. Kaji kemampuan keluarga
- Menentukan intervesi selanjutnya
- Keluarga mampu yang telah dilakukan dalam
- Menentukan tingkat kemampuan
menjelaskan mengenal masalah tentang
keluarga
2 Kurangnya Setelah
tentang tugas tugas perkembangan

27
pengetahuan tentang dilakukan perkembangan keluarga
3. Diskusikan dengan - Menentukan pemecahan masalah
tugas perkembangan penyuluhan keluarga
- Mampu keluarga tentang yang dapat dengan bersama anggota keluarga
keluarga serta keluarga
mengenal dilakukan agar dapat agar lebih intim
pertumbuhan dan mampu
masalah yang mengenal masalah yang
perkembangan mengenal
berhubungan ada dikeluarganya - Menentukan tingkat pemahaman
keluarga masalah
tentang (penyuluhan) keluarga
berhubungan dengan tentang tugas
4. Evaluasi secara singkat
perkembangan
ketidakmampuan perkembangan - Memberikan motivasi dan
terhadap topik yang
keluarga
keluarga dalam keluarga semangat pada keluarganya
- Mampu didiskusikan keluarga
mengenal masalah Berikan pujian terhadap
berinteraksi
ungkapan keluarga yang
dengan baik
mendukung
antara orang tua
dan anak
remajanya
- Orang tua lebih
dekat dengan
anak remajanya

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

NO TANGGA DIAGNOSA TINDAKAN KEPERAWATAN JAM EVALUASI

28
L KEPERAWATAN
1 17/09/2018 Kurangnya pengetahuan 1. Mengkaji pengetahuan keluarga 09.00 S: Klien mengatakan bingung mengenai
tentang masalah tentang penyakit hipertensi dengan harus bagaimana menangani penyakit
kesehatan hipertensi hasil klien tidak mengetahui hipertensi yang di deritanya saat ini.
pada keluarga Tn. M tentang penyakit hipertensi yang O: klien Nampak masih sedikit bingung
Khususnya pada Ny M di deritanya. dengan penyakit hipertensi yang di
b/d Ketidakmampuan deritanya
2.Mengkaji kemampuan keluarga
keluarga dalam merawat 09.30 A: masalah belum teratasi
dalam mengatasi dan menangani
anggota keluarga yang P: Lanjutkan intervensi 1,2,3,4
masalah hipertensi dengan hasil
sakit
klien sebenarnya mau dan ingin
pergi ke pelayanan kesehatan
hanya terkendali dengan biaya.

3.Diskusikan dengan keluarga


tentang masalah Hipertensi dengan
10.00
hasil: kami mendiskusikan tentang
menggunakan jus ketimun untuk
terapi menurunkan TD yang
dialami Ny. M

4.Evaluasi secara singkat terhadap


topik yang dilakukan keluarga
dengan hasil: klien suda sedikit 11.00
mengerti tetapi masih bingung

29
dengan penyakitnya dank lien
akan mencoba terapi jus ketimun
tersebut

1.Mengaji pengetahuan keluarga


dengan hasil Ny. M belum
mengetahui tugas dan tahap
2. 17/09/2018 Kurangnya pengetahuan 11.30 S: Klien mengatakan suda sedikit
perkembangan keluarga usia
tentang tugas mengerti dengan tahap dan tugas
remaja
perkembangan keluarga perkembangan usia Remaja
2.Kaji kemampuan keluarga yang
serta pertumbuhan dan O: Klien Nampak masih sedikit bingung
telah dilakukan dalam mengenal
perkembangan keluarga saat saya menjelaskan apa itu tugas
masalah tentang tugas
berhubungan dengan perkemmbangan usia Remaja.
perkembangan keluarga: dengan
ketidakmampuan 12.00 A: Masalah belum teratasi
hasil: klien telah sedikit mengerti
keluarga dalam P: lanjutkan Intervensi 1,2,3
tentang tugas perkembangan usia
mengenal masalah
remaja
3.Evaluasi secara singkat terhadap
topik yang didiskusikan keluarga
Berikan pujian terhadap ungkapan
keluarga yang mendukung dengan
hasil: Ny. M sedikit mengerti 12.45
tentang tahap keluarga usia
remaja.

30
1. Mengkaji pengetahuan keluarga
tentang penyakit hipertensi dgn
hasil: klien sedikit mengerti
1 18/09/2018 Kurangnya pengetahuan tentang penyakit hipertensi yang 09.00 S: klien mengatakan sudah mengerti
tentang masalah di deritanya saat ini. tentang penyakit hipertensi yang di
kesehatan hipertensi dertanya saat ini
2. Kaji kemampuan keluarga
pada keluarga Tn. M O: TD klien masih tinggi yaitu
dalam mengatasi dan menangani
Khususnya pada Ny. M 130/90mmHg
masalah hipertensi dengan hasil:
b/d Ketidakmampuan A: masalah belum teratasi
klien sebenarnya mau dan ingin
keluarga dalam merawat 09.30 P: Lanjutkan intervensi, 4
pergi ke pelayanan kesehatan
anggota keluarga yang
hanya terkendali dengan biaya.
sakit
3. Diskusikan dengan keluarga
tentang masalah Hipertensi dengan
hasil: Memberikan penyuluhan
tentang hipertensi dan menganjurkan
untuk meminum jus ketimun untuk 10.00
menurunkan tekanan darah rendah

4. Evaluasi secara singkat terhadap


topik yang dilakukan keluarga
dengan hasil klien mengerti dengan
penyakit yang di deritanya

31
10.30
1. Mengkaji pengetahuan keluarga dg
hasil : Ny. M sedikit mengerti tentang
tugas anak usia remaja
2. Kaji kemampuan keluarga yang
telah dilakukan dalam mengenal
2. 18/09/2018 Kurangnya pengetahuan 10.45 S:klien mengatakan mengerti dengan
masalah tentang tugas perkembangan
tentang tugas tugas perkembangan usia remaja
keluarga dengan hasil Ny. M sedikit
perkembangan keluarga O: klien Nampak tidak bingung lagi.
mengerti tentang tugas usia remaja
serta pertumbuhan dan A: masalah teratasi
3. Diskusikan dengan keluarga
perkembangan keluarga P: intervensi di hentikan
tentang yang dapat dilakukan agar
berhubungan dengan
dapat mengenal masalah yang ada
ketidakmampuan
dikeluarganya dg hasil (penyuluhan)
keluarga dalam
4. Evaluasi secara singkat terhadap
mengenal masalah
topik yang didiskusikan keluarga
10.50
Berikan pujian terhadap ungkapan
keluarga yang mendukung dgn hasil:
klien mengerti tentang tahap tumbuh
kembang usia remaja.
12.30
4. Evaluasi secara singkat terhadap
topik yang dilakukan keluarga
dengan hasil klien mengerti
dengan penyakit yang di deritanya

32
1. 19/09/2018 Kurangnya pengetahuan 13.00 S: klien mengatakan mengerti apa itu
tentang masalah hipertensi dan bagai mana cara
kesehatan hipertensi mengatasinya
pada keluarga Tn. M O: Nampak TD Ny. M 130/90 mmHg
Khususnya pada Ny. M A: masalah teratasi
b/d Ketidakmampuan P Intervensi di hentikan
keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang
sakit

33
34