Anda di halaman 1dari 7

Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

JOURNALS HOME

Akademik Ibnu Sina FK UNILA


SITES OF SOURCE IBNU SINA

Osteoporosis atau Kekeroposan Tulang, Labels

Anatomi serta Fisiologi Tulang Anatomi (2)

Published : 20.02 Author : Akademik Ibnu Sina FK UNILA artikel ilmiah (7)
ARTIKEL ISLAM (12)
Osteoporosis merupakan kelainan metabolik paling umum yang menyerang sekitar 25 juta Bedah (2)
penduduk Amerika, 80 % diantaranya perempuan. Dan mengakibatkan 1,5 juta fraktur per Bedah anak (1)
tahun. Pengurangan massa tulang (bone loss) diperkirakan 0,5 % pada wanita dan 0,3% pada
Bioetik dan humaniora (5)
laki-laki pertahun pada umur dekade 2-3. Pada 6-10 tahun post menopause terjadi bone loss
sebesar 2-3 % per tahun dan seterusnya 0,5 % per tahun. Faktor prevalensi pada wanita biologi medik (3)
berhubungan dengan harapan hidup yang lebih panjang dan berkaitan dengan bone loss Cardiologi (4)
yang dikaitkan umur. Tingginya prevalensi ini mengindikasikan adanya faktor lain selain umur. dermatomuskuloskeletal (2)
Diperkirakan 1 dai 2 wanita diatas 50 tahun dan 1 dari 3 pria diatas 75 tahun mempunyai
FARMAKOLOGI (4)
faktor resiko osteoporosis. Life time risk wanita di atas 50 tahun mencapai 75 % dengan
visitor FISIOLOGI (6)
resiko fraktur femur 17 %, fraktur vertebra 16 % dan 42 % fraktur pada humerus proksimal,
pergelangan tangan,lutut dan tumit. Resiko fraktur akibat osteoporosis meningkat secara FREE MEDICAL EBOOKS (8)
eksponensial berkaitan dengan usia.1 Penelitian Koval, et al. 1998 menunjukkan recovery Hadits Shahih Al-Bukhori (4)
post operasi dalam kurun 3 bulan sebesar 59 % , 6 bulan (71 %), dan 1 tahun (73 %). ILMU KANDUNGAN (OBGYN)
Sedang mortalitas pria sebesar 14 %, lebih tinggi dibanding wanita. Pemahaman mengenai 112,011 (9)
patofisiologi diagnosis, pencegahan dan penanganan osteoporosis merupakan hal yang Ilmu kesehatan anak (3)
sangat penting. Pencegahan dan penanganan osteoporosis diarahkan pada pencapaian peak
ILMU KESEHATAN JIWA (5)
bone mass dan perlambatan bone loss.
Anatomi Tulang ILMU PENYAKIT DALAM (7)
Sebagian besar tulang berupa matriks kolagen yang diisi oleh mineral dan sel-sel tulang. Archive ISLAM VS MEDIS (6)
Matriks tersusun sebagian besar oleh kolagen type I dan sebagian kecil oleh protein non Kisah Islami (3)
kolagen, seperti proteoglikan, osteonectin (bone spesific protein), osteocalsin (Gla ► 2013 (20) life cycle (3)
protein) yang dihasilkan oleh osteoblast dan konsentrasinya dalam darah menjadi ukuran
► 2012 (24) MATA (1)
aktivitas osteoblast. Suatu matriks yang tak bermineral disebut osteoid yang normalnya
sebagai lapisan tipis pada tempat pembentukan tulang baru. Proporsi osteoid terhadap tulang ► 2011 (55) MOTIVASI (3)
meningkat pada penyakit riketsia dan osteomalasia. Mineral tulang terutama berupa kalsium ▼ 2010 (9) PSIKOLOGI (3)
dan fosfat yang tersusun dalam bentuk hidroxyapatite Pada tulang mature proporsi kalsium Renungan (12)
► Oktober (2)
dan fosfat adalah konstan dan molekulnya diikat oleh kolagen. Demineralisasi terjadi hanya
THT (2)
dengan resorbsi seluruh matriks.. ▼ Agustus (7)
Sel tulang terdiri 3 macam : Omphalocele atau
1. Osteoblast Ompalokel atau
Osteoblast berhubungan dengan pembentukan tulang, kaya alkaline phosphatase dan dapat Omphalokel
merespon produksi maupun mineralisasi matriks.Pada akhir siklus remodelling , osteoblast Kepala atau Head Shout Box!
tetap berada di permukaan tulang baru, atau masuk ke dalam matriks sebagai osteocyte
Osteoporosis atau
26 Dec 14, 08:25 PM
Kekeroposan
2. Osteocyte nicky81: fenomena banjir luar biasa
Tulang,
Osteocyte berada di lakunare , fungsinya belum jelas. Diduga di bawah pengaruh parathyroid 14 Nov 14, 04:37 PM
Anatomi sert... nicky: syariah dicabar sivil
hormon (PTH) berperan pada resorbsi tulang (osteocytic osteolysis) dan transportasi ion
Music as a 21 Oct 14, 05:39 AM
kalsium. Osteocyte sensitif terhadap stimulus mekanik dan meneruskan rangsang (tekanan nik: Im Malala
complementary
dan regangan) ini kepada osteoblast therapy in 8 Feb 14, 08:39 PM
medical Gtrailer: blogwalking session, da lama x
wat
3. Osteoclast treatm...
30 Jan 14, 11:48 AM
Osteoclast adalah mediator utama resorbsi tulang, dibentuk oleh prekursor monosit di sumsum Qasha: blogwalking here.. come visit my
Harta yang abadi
tulang dan bergerak ke permukaan tulang oleh stimulus kemotaksis. Dengan meresorbsi blog back.. thank you..
matriks akan meninggalkan cekungan di permukaan tulang yang disebut Lakuna Howship. Engkau cantik, 8 Jan 14, 12:29 AM
tapi.... Izzam: nice blog.. come visit mine
Tulang imature disebut woven bone, dimana serabut kolagennya tidak beraturan arahnya,
22 Nov 13, 12:00 PM
ditemukan pada stadium awal penyembuhan tulang, bersifat sementara sebelum diganti oleh Tips Mario Teguh Aida: amazing blog! i just update my blog
tulang mature yang disebut lamellar bone , dimana serabut kolagen tersusun paralel 19 Nov 13, 07:42 AM
membentuk lamina dengan osteocyte diantaranya. Lamellar bone mempunyai 2 struktur yaitu Cash: This Works! http://bitly.com
cortical bone yang tampak padat, dan cancellous bone yang tampak seperti spoon atau /1gCbK5x
6 Nov 13, 12:03 PM
porous.
Zaza: jom tengok blog saya
28 Oct 13, 04:27 PM
Fisiologi Tulang
1. 1. Bone Remodelling
Ada 2 jalan pembentukan tulang. Endochondral ossification dengan osifikasi jaringan

1 of 7 8/24/17, 1:48 PM
Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

kartilago, seperti epifisial plate dan pada penyembuhan tulang. Membraneous ossification [Get a Cbox] refresh
dengan osifikasi jaringan ikat seperti pembentukan tulang dari subperiosteal. name e-mail / url
Tulang selalu mengalami 2 proses; yaitu resorbsi dan pembentukan. Proses ini disebut message Go
remodelling atau turn over. Resorbsi dimulai saat osteoclast teraktivasi dan taksis ke help · smilies · cbox
permukaan tulang yang bermineral. Matriks organik dan mineral diambil secara bersamaan.
Pada trabekula akan terbentuk cekungan dan pada kortek akan membentuk liang seperti
kerucut terpotong (cutting cone). Setelah 2-3 minggu resorbsi berhenti osteoclast tak
tampak. Sekitar 1-2 minggu kemudian cekungan diliputi osteoblast dan 3 bulan kemudian
telah terjadi pembentukan dan mineralisasi tulang. Bookmarks
1. 2. Remodelling berkaitan usia
Remodelling berlangsung seumur hidup. Semasa tumbuh tulang akan meningkat baik bentuk
maupun ukuran namun tetap ringan dan porous. Pada umur 20-40 tahun kanalis haversi dan Diberdayakan oleh Terjemahan
ruang intertrabekuler telah tumbuh lengkap, korteks menebal sehingga tulang lebih berat dan
kuat. Pada periode ini tiap individu mencapai peak bone mass. Pada umur di atas 40 tahun
secara lambat dan pasti terjadi bone loss , pelebaran kanalis haversi, penipisan trabekula ,
resorbsi permukaan endoosteal, dan pelebaran kavum medulare, sehingga tulang menjadi
lebih porous. Pada pria kecepatan bone loss 0,3 % pertahun, sedang pada wanita ada
perbedaan antara saat menopause dan 5-10 tahun post menopause.
Dengan ditandai peningkatan bone loss, keadaan ini disebut sebagai osteoporosis post
menopause. Hal ini disebabkan berhentinya pengaruh hormon gonadal yang juga terjadi
pada wanita 5 tahun post oophorektomi. Proses yang terjadi adalah resorbsi berlebihan oleh
osteoclast karena lepas kontrol hormonal. Pada umur di atas 70 tahun kecepatan bone loss
pria dan wanita relatif sama. Fase ini disebut osteoporosis senile. Proses yang terjadi
adalah pengurangan aktivitas osteoblast. Penting ditegaskan bahwa meskipun bone mass
(jumlah netto kuantitas tulang per unit volume ) menurun setelah umur pertengahan, bone
density (kadar mineral ) variasinya sangat kecil bila dikaitkan umur.
Berkaitan dengan menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya resiko fraktur , ada
beberapa penjelasan.
1. Penyusutan bone mass merupakan faktor yang sangat penting
2. Pada waktu post menopause, lubang/defek pada tulang tidak akan pernah diperbaiki
sehingga hilangnya hubungan struktural ini akan menurunkan kekuatan
3. 3. Penurunan aktivitas sel tulang pada umur tua membuat kecepatan remodelling
lambat.

3. Regulasi Bone Remodelling dan Calcium Exchange


Kalsium dan fosfor tulang sangat lambat perubahannya. Konsentrasi kalsium dan fosfor
ekstrasel tergantung absorbsi intestinal dan ekskresi ginjal. Kontrol kalsium lebih kritis
dibanding fosfor. Kondisi defisiensi kalsium ekstrasel yang persisten menggambarkan kondisi
tulang.Sementara defisiensi fosfor hanya sedikit menurunkan kadar fosfat serum. Regulasi
pertukaran kalsium merupakan mata rantai yang tidak dapat dihindarkan pada pembentukan
dan resorbsi tulang. Keseimbangan antara resorbsi kalsium, ekskresi kalsium di tubulus renal,
perubahan kadar kalsium ekstrasel dan tulang dikontrol oleh faktor lokal dan sistemik.
Faktor sistemik tersebut adalah :
(a). Kalsium dan Fosfat
Kadar normal kalsium serum 2,2 – 2,6 mmol/L. Absorbsi di intestinal ditingkatkan oleh 1,25-
dihydrocholecalciferol ( 1,25-DHCC ). Ekskresi kalsium urine 2,5 – 10,0 mmol/24 jam. Bila
defisit kalsium bersifat persisten maka terjadi mobilisasi kalsium tulang dengan meningkatkan
resorbsi tulang. Bergesernya kompensasi dari absorsi intestinal, ekskresi ginjal, dan bone
remodelling diatur oleh hormon parathyroid,dan 1,25- DHCC. Konsentrasi fosfat serum 0,9 –
1,3 mmol/L. Absorbsi di usus sebanding jumlah yang dimakan , ekskresi ginjal sangat efisien
dan reabsorbsi 90 % di tubulus proksimal yang pengaturannya oleh hormon parathyroid.

(b). Parathyroid hormon (PTH)


Fungsinya mempertahankan konsentrasi serum kalsium pada rentang yang sangat sempit.
Produksi dan release distimulasi oleh naik turunnya kadar kalsium serum. Target organnya
tubulus renal, tulang, dan intestinal .
Pada tubulus renal PTH merespon cepat penurunan kalsium plasma dengan meningkatkan
resorbsi kalsium urine dan menghambat resorbsi fosfat urine. Pada tulang PTH meningkatkan
aktivitas osteoclast, dan secara tidak langsung dengan mengaktifkan osteoblast untuk
menyiapkan permukaan tulang yang akan diresorbsi dan memulai kemotaksis osteoclast. PTH
juga menstimulasi osteolysis oleh osteocyte.Pada usus PTH secara tak langsung
meningkatkan resorbsi kalsium dengan cara meningkatkan absorbsi vitamin D yang akan
dikonversi menjadi metabolit aktif di ginjal.
(c) Kalsitonin
Disekresi oleh sel C kelenjar thyroid, bekerja berlawanan dengan fungsi PTH. Hal ini terjadi
khususnya ketika bone turn over begitu tinggi seperti pada paget disease. Sekresinya
distimulasi oleh kenaikan konsentrasi kalsium plasma di atas 2,25 mmol/L.
(d). Vitamin D
Vitamin D3 ( Cholecalciferol ) diperoleh dari 2 sumber. Secara langsung dari makanan, dan
secara tak langsung dari efek sinar ultraviolet pada sel prekursor di kulit.Vitamin D3 sendiri
tidak aktif, akan diubah oleh hepar menjadi 25- hydrocholcalciferol (25-HCC) yang merupakan
metabolit aktif. Oleh ginjal zat ini akan diubah menjadi 1,25 dihydrocholecalciferol(1,25-DHCC)
yang merupakan metabolit yang sangat aktif. Zat ini menstimulasi absorbsi kalsium di usus
dan meningkatkan resorbsi tulang. Peningkatan PTH dan fosfat plasma akan meningkatkan
1,25-DHCC. Begitu juga sebaliknya. Di tulang 1,25-DHCC menstimulasi resorbsi oleh
osteoclast dan peningkatan transport kalsium. Juga secara tak langsung mempengaruhi
pembentukan tulang karena dengan peningkatan absorbsi kalsium dan fosfat di usus akan
meningkatkan mineralisasi osteoid.
(e) Hormon lain
Estrogen menstimulasi absorbsi kalsium dan melindungi tulang dari pengaruh PTH. Efek
withdrawl hormon ini menyebabkan oeteoporosis. Kortikosteroid adrenal juga
menyebabkan osteoporosis dengan meningkatkan resorbsi tulang , menghambat
pembentukan tulang, menurunkan absorbsi kalsium intestinal, dan menginaktifkan sintesis
kolagen. Thyroxin meningkatkan pembentukan dan resobsi tulang tetapi lebih dominan
resorbsi sehingga hyperthyroid dihubungkan dengan besarnya pembongkaran tulang dan
osteoporosis.

2 of 7 8/24/17, 1:48 PM
Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

Faktor lokal
antara lain somatomedin C (Insulin –like growth factor I ) dihasilkan oleh osteoblast akan
meningkatkan proliferasi osteoblast. Transforming growth factor dapat menstimulasi
aktivasi osteoblast. Interleukin (IL-1) dan osteoclast activating factor (OAF), cytokines
adalah faktor yang kuat pada resorbsi tulang, Zat ini diperkirakan berperan terjadinya
osteoporosis pada inflamasi, multiple myeloma, dan tumor ganas lain. Tekanan mekanik
dibuktikan oleh Wolft (sebagai wolft law) berperan pada tulang. Pada berat badan
menurun, prolonged bed rest, inaktivitas, kelemahan muskuler dan imobilisasi anggota
gerak dapat mengakibatkan osteoporosis. Stimulasi elektrik terjadi pada bagian dimana
terjadi kompresi akan bermuatan negatif dan bagian bertekanan rendah bermuatan positip.
Oleh Brighton & Cluskey dapat mempengaruhi pembentukan dan resorbsi tulang.
Peningkatan temperatur dan oksigen meningkatkan pembentukan tulang. Keseimbangan
asam basa mempengaruhi resorbsi tulang . Pada asidosis kronik resorbsi meningkat dan
akan menurun pada alkalosis . Peningkatan fosfat (pyrophosphate) menghambat resorbsi
tulang. Prinsip ini digunakan dalam terapi biphosphonate.

Diagnosis
Terminologi osteoporosis yang dipakai oleh Consesnsus Conferences (tahun 1991) adalah
suatu penyakit sistemik yang ditandai oleh penurunan massa tulang (bone mass) dan
penyimpangan mikroarsitektur tulang yang meningkatkan fragilitas tulang dan meningkatkan
resiko fraktur.
Anamnesa yang baik mencakup keluhan pasien dan faktor resiko osteoporosis seperti yang
terlihat dalam tabel berikut.
Tabel 1. Osteoporosis Risk Factor

Genetic and biologic Behavioral and environment


Family history Excessive alkohol use
Fair skin and hair Cigarette smoking
Nothern European background Inactivity
Scoliosis Malnutrition
Osteogenic imperfecta Low calcium intake
Early menopause Exercise-induced amenorrhea
Slender body build High-fiber diet
High-phophate diet
High-protein diet
Pemeriksaan fisik
Penampakan fisik pasien dapat memberi informasi klinis. Moon face dan Cushingoid
mengarah ke hiperkortisonesme, kulit yang smooth dan hairless mengarah atrofi testis.
Perkembangan fisik terganggu pada riketsia, kyphosis mengarahkan osteoporosis tulang
vertebra.
Pemeriksaan juga mencakup antopometri, dan penyingkiran penyakit sistemik lain. Diperiksa
juga pemeriksaan kelinan fisik akibat disfungsi hormonal. Periksa kelenjar tiroid dan testis.
Adanya fraktur terutama pada femur, vertebrae dan distal radius pada umur di atas 50 tahun
kita harus mencurigai adanya osteoporosis.
Pemeriksaan penunjang
Test laboratorium yang penting untuk penegakan osteoporosis
Radiografi digunakan untuk mengukur radiodensitas tulang. Banyak teknik pemeriksaan yang
dapat dipilih. Single photon absorptiometry (SPA), Dual photon absorptiometry (DPA),
Dual energy X-ray abrsorptiometry (DXA), Quantitative Computed tomography (QCT),
dan Radiography absorbptiometry
Bone mass density (BMD) dapat diukur secara akurat dan tepat. Akurat karena dapat
dinyatakan berapa banyak bone mass yang ada pada tulang. Sedang tepat karena dengan
selisih waktu pengukuran yang relatif singkat ternyata mempunyai nilai yang sama.DXA
merupakan alat periksa yang efektif. Dapat memeriksa semua tulang, menentukan resiko
fraktur yang akan terjadi, mendiagnose low bone mass/osteoporosis, dan menentukan respon
terapi osteoporosis. Pemeriksaan di atas mempunyai efek samping radiasi, mahal, dan
non portable .
Ultrasonografi lebih murah , sangat portable, dan tidak berefek radiasi. USG tidak hanya
mengukur bone mass, juga mengevaluasi koneksitas tulang, memprediksi faktor resiko sebaik
DXA yang lebih leluasa khususnya pemeriksaan daerah pangkal femur. Karena sangat mudah
penggunaannya, USG menjadi alat yang excelent untuk screening, namun bukan untuk
monitor terapi.
Indikasi pemeriksaan bone mass sebagai berikut
No Indikasi pemeriksaan
12 Pada wanita dengan defisiensi estrogen, untuk menentukan keputusan
3 terapi replacement estrogen.
4 Pada pasien dengan osteopenia vertebra, untuk mendiagnosa osteoporosis
dan membuat keputusan langkah pengelolaan lanjut.
Pada pasien dengan pengobatan steroid jangka lama, untuk mendiagnosa
penurunan bone mass dan penyesuaian dosis.
Pada pasien hiperthiroidism primer asymptomatik, untuk memastikan perlu
tidaknya pembedahan parathyroid.
WHO (1994) menggunakan pemeriksaan DXA sebagai alat untuk memastikan bone mass.
Nilai yang didapat dibandingkan dengan rata-rat puncak bone mass usia dewasa muda dan
dihitung standar deviasinya.
Ketika osteoporosis ditegakkan maka harus diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok, yaitu
high-turn over atau low turn over. Pada high tur over aktivitas osteoclast meningkat,
resorbsi tulang lebih dalam dan banyak tempat. Sementara osteoblast tak dapat mengganti
tulang secepat resorbsinya. Zat N-Telepeptide dan pyridinoline terdeteksi di urine dalam
kadar yang tinggi.
Pada low turn over osteoblast mengalami kegagalan dalam pembentukan tulang pada kondisi
bone turn over normal. Aktivitas osteoclast normal atau sedikit menurun.
Klasifikasi tradisional membagi osteoporosis menjadi 2 kelompok yaitu osteporosis primer
dan sekuder. Riggs dan Melton (1983) membagi osteoporosis primer menjadi type I dan
type II .
Adapun osteoporosis sekunder dapat disebabkan oleh

3 of 7 8/24/17, 1:48 PM
Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

Penyebab osteoporosis sekunder


Nutritional Scurvy Malignant disease Carcinomatosis
Malnutrition Multyple myeloma
Malabsorption Leukimia
Endocrine Hyperparathyroidism Non-malignant disease Rheumatoid
Gonadal insufisensi arthritis
Cushing` syndrome Ankylosing spondylitis
Thyrotoxicosis Tuberculosis
Chronic renal disease
Drug induced Corticosteroid Idiopathic Juvenile osteoporosis
Alkohol Postclimactericosteoporosis
Heparin
Sementara itu Lane (1999) menyebut osteoporosis sekunder dibagi menjadi tiga yaitu,
abnormalitas sumsum tulang ,abnormalitas hormonal, dan osteomalasia 1Abormalitas sumsum
tulang melibatkan pelebaran cavum medulare karena proses pendesakan seperti multiple
myeloma. Sedang endokrinopathi meliputi hyperthyroidism, hyperpathyroidism,DM type I, dan
osteoporosis karena obat steroid. Hipertiroidisme sering iatrogenik karena overterapi
disfungsional thyroid. Hiperparathyroidism primer bermanifestasi batu ginjal, keluhan
gastrointestinal, hiperkalsemia, cushing`syndrome. Sedang efek steroid menurunkan
absorbsi kalsium intestinal, meningkatkan kalsiuria, menurunkan pembentukan tulang, dan
meningkatkan resorbsi osteoclast. Osteomalasia sering bermanifestasi sebagai berat badan
rendah karena status gizi jelek, dan paparan sinar matahari yang kurang. Tanda laboratorium
yang jelas ialah rendahnya kalsium dan fosfat serum, vitamin D,meningkatnya PTH, alkaline
phophatase,dan rendahnya ekskresi kalsium di urine.
Penatalaksaan
Pencegahan osteoporosis merupakan hal utama (main goal) dimana tidak ada metode
pengobatan yang aman dan efektif untuk memulihkan jaringan tulang dan arsitekturnya ke
kondisi normal. Pendekatan ini menjamin tercapainya akumulasi maksimal pertumbuhan dan
maturasi tulang, dan mengurangi/mengeliminasi bone loss pasca tulang mature. Pencapaian
puncak bone mass tergantung pada kecukupan intake kalori, kalsium, vitamin D, kondisi
menstruasi normal, latihan (exercise), gaya hidup sehat ( kurangi rokok, alkohol).
Pada umur muda intake kalsium merupakan kunci penentu bone mass. Lane menyarankan
latihan beban, peregangan otot dan keseimbangan latihan. Hal yang mengancam integritas
tulang seperti difisiensi estrogen pre-menopause, anoreksia, bulimia, olahraga berlebihan,
prolaktinoma, hiperthyroidism, dan penggunaan obat yang mengganggu metabolisme tulang
seperti kortikosteroid dan obat anti-epilepsi harus ditangani.
Pada perimenopause dan post menopause wanita memang mempunyai faktor resiko yang
besar sehingga pemeriksaan bone mass sangat penting. Bila ada mengurangan bone mass,
pemberian kalsium dosis tinggi saja tidak akan menurunkan kecepatan bone loss. Estrogen
menjadi terapi pilihan dan didukung dengan olahraga yang seimbang.
Pada usia lanjut ( umur dekade VII) semua orang akan mengalami osteoporosis tipe II. Hal
penting yang dilakukan ialah pemberian vitamin D, kalsium, olahraga, mengurangi rokok dan
alkohol.

Penanganan osteoporosis primer


Pada pasien osteoporosis penanganan meliputi mempertahankan kualitas hidup, mobilisasi,
penanganan nyeri, dan interaksi sosial. Bed rest berkepanjangan, isolasi diri, dan obat-obatan
yang mengganggu motorik seperti transqualizer, sedatif, hypnotic agent, harus dicegah.
Anamnesa,pemeriksaan fisik dan penunjang, digunakan untuk menegakkan osteoporosis
serta menyingkirkan penyebab lain bone loss.
Untuk memilih terapi yang tepat langkah pertama ialah menyingkirkan kausa osteoporosis
sekunder. Kedua menentukan apakah osteoporosis itu termasuk high atau low turn over.
Pemberian obat-obatan dimulai setelah dibuktikan adanya bone loss. Bentuk spesifik
intervensi tergantung pada bone mass individual, faktor resiko yang ada, dan bone dynamic.
Obat terapi yang tersedia sebagian besar dalam bentuk anti resorbsi dan diperuntukkan pada
osteoporosis high turn over. Macam obat anti resorbsi antara lain hormonal replacement
(seperti tamoxifen, estrogen, raloxifen), bisphosphonate, dan kalsitonin. Kalsium dan
vitamin D termasuk anti resorbsi lemah. FDA ( Food and Drug Administration) tidak
menganjurkan pemberian stimulator tulang seperti sodium fluorida, PTH, dan derivatnya.
Protokol penanganan osteoporosis oleh Lane (1999)
Treatment Protocols
For men and premenopausal women Physiologic calcium (see table 8)
Vitamin D ( 400 – 800 U/day )
Adequate nutrition
Exercise (impact exercise, strengthening, and balance training )
For postmenopausal women *
Antiresorptive agents
Estrpogens (with progestin if uterus is intact )
Alendronate (Fosamax), 5 mg/day for mild to moderate bone difisiency;
10 mg/day if bone mass is 2.0 SDs below peak bone mass
Calcitonin (Miacalcin), 200 U/day via nasal spray for mild bone loss , new fracture,
bone pain
Pamidronate (Aredia; intravenous infusion), approved for paget disease and
Ostyeolysis associated with malignancy.
Raloxifene (Evista), an antiestrogen (SERM) approved for prevention
Not approved by FDA (Experimental)
Etidronate(Didronel), cycle of 400 mg/day for 2 weeks, rest 11 weeks; approved
For paget disease
Tamoxifen (Nolfadex; antiestrogen agent ), 70 % as effective as estrogen,used In
treatment of breast cancer
Formative agents (experimental)
Monofluorophosphate (monocal,; fluoride and calcium suplement ), 24 mg of
Elemental fluoride per day, used as a nutritional additive
Slow-release sodium fluoride, under study

4 of 7 8/24/17, 1:48 PM
Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

Earlier intervention if the bone loss ratye is increased and / or there are
independent risk factors
1.Kalsium
Penambahan suplemen kalsium diperlukan bila kebutuhan kalsium sesuai umur harus dicapai.
National Institute of Health merekomendasikan intake kalsium perhariseperti pada tabel
dibawah
Pemberian kalsium tidak boleh melebihi 500 mg per kali pemberian. Umumnya sediaan dalam
bentuk kalsium karbonat dan kalsium sitrat. Kalsium karbonat membutuhkan asam untuk larut.
Orang akhlorhidria tak dapat menyerap sediaan ini. Efek sampingnya kembung dan
konstipasi. Kalsium sitrat akan larut saat tidak ada asam, tidak membentuk gas, dan tidak
konstipasi, menurunnya resiko resiko batu ginjal sehingga merupakan pilihan pada pasien
aklorhidria. Sumber makanan yang mengandung kalsium antara lain produk susu dan
derivatnya.
Recommended Daily Calcium Intake
Age Range Recommended Dietary Suggestes Dietary
Allowance, mg/day Intake, mg/day
Infant Birth to 6 months 400 600 400 600
6 months to 1 year 800 800
Children 800 800 – 1,200
1-5 years 1,200 1,200 – 1,500
5-10 years NS 1,000
Adolescents and young adult NS 1,500
( 11 – 24 years ) 800 1,000
Female athletes 800 1,500
Eustrogenemic 1,200 1,200 – 1,500
Hyperestrogenemic NS 1,000
Adults NS 1,500
Men (25-65 years) 800 1,500
Women (25-50 years)
Pregnant/ nursing mothers
Postmenopausal women
Receiving HRT
Not reveiving HRT
Over 65 years (both sexes)
*Abbreviations ; HRT= hormone replacement therapy, NS= not spesified
Penyerapan kalsiun diperbesar dengan pemberian 400 – 800 unit vitamin D atau 0,25 mg
calcitrol Menurut Lucas&Einhorn (1993) pemberian kalsium saja tidak akan melindungi
wanita dari defisiensi estrogen.
2. Vitamin D
Sangat penting untuk penyerapan kalsium. Chapuy et al. menunjukkan pemberian vitamin D
dan kalsium menurunkan fraktur femur proksimal sebesar 25 %. Gallagher & Riggs
menunjukkan penurunan bermakna insiden fraktur vertebra pada pemberian vitamin D
dibanding placebo.National Institute of Health merekomendasikan pemberian 400 – 800 unit
vitamin D perhari khususnya pada orang dengan resiko osteoporosis . Waktu paruh vitamin
D2, D3 ialah 2 bulan, 25-HCC ialah beberapa hari, dan D3 (calcitrol) ialah 4 jam. Efek
samping yang dapat terjadi ialah terbentuknya batu ginjal, mual, hiperkalsemia.
3. Estrogen
Estrogen penting dalam pencegahan dan penanganan osteoporosis. Pada umur 30 – 40
tahun estrogen wanita mulai menurun namun belum menampakkan defisiensi. Saat
menopause skeletal bone loss meningkat ( 8 % pada cancellous bone dan 0,5 % pada cortical
bone) dan akan menurun lagi pada 6 – 10 tahun postmenopause. Penelitian menunjukkan
pemberian estrogen perimenopause (fase penurunan cepat estrogen) akan menurunkan
kecepatan bone loss khususnya trabekula vertebra. Ketika terapi estrogen berhenti bone loss
akan meningkat tajam sampai 7 tahun post penghentian estrogen. Sehingga terapi estrogen
harus didampingi terapi anti resorbsi lain sebagai maintenance.
Estrogen dapat menekan gejala menopause seperti hot flushing, atrofi genitourinaria, juga
menurunkan 50% penyakit koroner,mencegah alzheimer. Namun akan meningkatkan
endometriosis yang dapat dicegah dengan pemberian progestagen periodik. Pada
premenopause dan perimenopause pemakaian pil KB sangat efektis untuk mencegah
osteoporosis.Yang menjadi penting ialah peningkatan resiko kanker payudara sebesar 30 %
pada lama pemakaian di atas 10 tahun. Sedang peneliti lain mengatakan resiko penyakit
kardiovaskuler menurun pada pemakaian estrogen. Dosis estrogen 0,625 mg/hari. Pada
wanita gemuk dosis diturunkan karena androgen akan mengkonversi zat estrogen like di
jaringan lemak. Pada wanitra kurus, perokok estrogen akan terdegradasi. Pemberian estrogen
harus bersama kalsium . Cara pemberian per oral, transdermal, sublingual, percutaneus,
subcutaneus, atau intravaginal.
Obat antiestrogen seperti tamoxifen yang lazim digunakan dalam terapi kanker payudara
mempunyai efek mempertahankan dan meningkatkan bone mass sekitar 70 % dan
meningkatkan cardiac lipid profile. Namun dapat meningkatkan resiko kanker kandungan dan
efek withdrawlnya meningkatkan bone loss dan memperberat gejala menopause.Sehingga
tamoxifen tidak digunakan sebagai terapi osteoporosis.
4. Calcitonin
Merupakan hormon non gonadal non steroid. Berefek menurunkan aktivitas osteoclast , efek
analgesik (mekanismenya belum diketahui). Sangat efektif mengobati high turn over
osteoporosis. Cara pemberiannya subcutan, nasal spray, atau suppositoria rektal . Karena
bersifat hypocalcemic agent maka pemberiannya harus disertai kalsium .Calcitonin derivat kan
salmon mempunyai potensi 40 – 50 kali dibanding human calcitonin. FDA merekomendasikan
dosis 100 IU per hari. Human calcitonin tidak direkomendasikan untuk osteroporosis, tapi
untuk pengobatan paget disease. Mempunyai efek penurunan fraktur vertebrae sebesar 75 %
, sementara efek pada fraktur femur masih diperdebatkan. Sehingga calcitonin diindikasikan
untuk osteoporosis dengan nyeri .
5. Bhisphosphonate
Merupakan analog pyrophosphonate. Mekanisme kerjanya ialah menghambat maturasi ,
migrasi, penempelan pada tulang, dan aktivitas osteoclast.8. Ada 3 generasi bisphosphonate.
Generasi I ialah etidronate banyak digunakan pada paget disease dan efikasi yang tinggi
pada osteoporosis.

5 of 7 8/24/17, 1:48 PM
Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

Dosis 400 mg per hari selama 2 minggu dengan interval istirahat 11 minggu. FDA tidak
merekomendasikan penggunaannya untuk osteoporosis. Generasi II dan III masih dalam uji
klinis. Alendronate menghambat resorbsi 1000 kali lebih besar dibanding pembentukan
tulang sendiri. Telah terbukti menurunkan fraktur 50 %. Dosis yang direkomendasi FDA 10
mg/hari untuk BMD 2 SD dibawah rata-rata. Dan 5 mg/hari untuk minimal bone loss.
Pemberiannya peroral saat perut kosong. Half life alendronate 10 tahun, tak dianjurkan pada
wanita hamil karena belu ada penelitian keamanannya. Penghentian alenndronate tak
mempercepat bone loss seperti estrogen. Efek sampingnya dispepsia, oesophgitis, diare,
nyeri tulang pada terapi yang tanpa disertai kalsium.
6. Bone Stimulating Agent
Estrgen calcitonin dan bisphosphonate bekerja dengan mencegah resorbsi pada high turn
over osteoporosis. Sedang pada low turn over osteoporosis terjadi kegagalan pembentukan
tulang oleh osteoblast. Sehingga dibutuhkan agent secara langsung menstimulasi fungsi
osteoblast. Agent yang masih dalam tahap eksperimental ialah fluorida, PTH, PTH related
peptide dan analognya. Pemberiannya tidak direkomendasikan FDA.
7. Exercise
Meski tidak termasuk modfalitas terapi medis namun sangat efektif dalam mencegah
osteoporosis. Sel tulang peka lingkungan . Osteoblast merespon rangsang dalam waktu 24 –
48 jam.. Imobilisasi lama memicu osteoporosis. Pada menopause pemberian diet, vitamin D ,
kalsium hanya mengurangi kecepatan bone loss. Bila ditambah exercise akan efektif
mempertahankan dan meningkatkan bone mass. Jenis dan durasi exercise tidak ditentukan.
Pada latihan ringan akan mempertahankann bone mass. Latihan agak berat akan memacu
remodelling tulang. Sedang latihan terlalu berat akan memicu kegagalan bone modelling.
Bone mass erat hubungannya dengan muscle mass yang menempel.
Cumming & Courtey menyarankan 3 hal dalam program latihan. Impact exercise , bertujuan
menstimulasi pembentukan osteoblast dan mencegah resorbsi. Contoh jogging, jalan cepat,
naik tangga. Strengthening exercise, mempengaruhi tulang di profunda otot. Disarankan
melatih otot trunkus dengan beban ringan. Contoh sit up, angkat beban ringan dengan
membungkuk. Balance training, menyeimbangkan semua latihan, dimulai dari ringan dan
dinaikkan bertahap.

8. Kortikosteroid
Sudah terbukti bahwa kortikosteroid mengakibatkan osteoporosis. Mekanismenya
menghambat fungsi osteoblast, menghambat resorbsi kalsium di intestinal dan tubulus
proksimal ginjal, dan memicu hiperparathyroid sekunder. Dosis yang menginduksi bone loss
belum jelas. Suatu penelitian menyebut 7,5 mg prednisolone per hari dalam waktu lama juga
belum jelas, ada yang menyebut beberapa minggu. Topical steroid dilaporkan tidak
mempengaruhi tulang.

Sumber:
Universitas Gadjah Mada

Label: Anatomi |

1 komentar:

melda ramadona 21 Mei 2013 07.44

terimakasih banyak yaa, pembahasan ini sangat membantu persentasi kasus yang
saya ambil :)

Balas

Beri komentar sebagai:

Publikasikan Beri tahu saya

« Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama »

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Resources

6 of 7 8/24/17, 1:48 PM
Akademik Ibnu Sina FK UNILA: Osteoporosis atau Kekeroposan T... http://akademikfsi.blogspot.co.id/2010/08/osteoporosis-atau-keker...

Search

FOLLOWERS About HADITS SHOHIH

Pengikut (17)

Ikuti

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Akademik FSI Ibu Sina FK Unila. Diberdayakan oleh Blogger.


Spirituosen online kaufen

7 of 7 8/24/17, 1:48 PM