Anda di halaman 1dari 5

INVESTASI DALAM OBLIGASI

Investasi dalam obligasu adalah investasu dalam obligasi yang diterbitkan oleh oemerintah mau pun
obligasi yang ditebritkan perusahan-perusahaan lain. Diuraikan akuntansi untuk investasi dalam
obligasi (1) yang dimiliki dengan maksud untuk diperdagangkan, (2) dimaksudkan untuk dimiliki
hingga jatuh tempo, dan (3) tersedia untuk dijual.

OBLIGASI DIMILIKI UNTUK DIPERDAGANGKAN

Menunjukkan frekuensi pembelian dan penjualan yang sangatsering dilakukan. Obligasi ini memiliki
tujuan untuk menghasilkan laba dari perbedaan harga jangka pendek. Dalam akuntansi untuk
investasi dalam obligasi yang dimiliki untuk diperdagangkan, dicatat sebagai jurnal (1) pembelian
obligasi, (2) pendapatan bunga, dan (3) penjualan obligasi.

PEMBELIAN OBLIGASI

Investasi dicatat sebesar biaya perolehan, perolehannya yaitu nilai wajar obligasi pada saat
dibeli. Biaya perolehan meliputi harg beli, komisi perantara, dan biaya-biaya lain.

Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian obligasi:

2011 Investasi-obligasi Rp 10.050.000


Okt.1 Piutang bunga Obligasi Rp 200.000
Kas Rp 10.250.000
( untuk mencatat pembelian
10 lembar obligasi PT
Merbabu )

PENCATATAN PIUTANG BUNGA DAN PENDAPATAN BUNGA

Membuat jurnal penyesuaian untuk mencatat bunga yang menjadi haknya. Jurnal
penyesuaian:

2011 Piutang bunga Obligasi Rp 300.000,-


Des.31 Pendapatan bunga obligasi Rp 300.000,-

(untuk mencatat bunga 3 bulan


yang masih akan diterima)

PENERIMAAN BUNGA

Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan bunga :


2012 Kas Rp600.000,-
Feb.1 Piutang bunga obligsi Rp 500.000,-
Pendapatan bunga obligasi Rp 100.000,-

(untuk mencatat penerimaan


bunga obligasi PT Merbabu)

Jurnal untuk mencatat penerimaan bunga 6bulan sebesar Rp 600.000 (Rp 10.000.000,00 x
12%x 6/12 )

2012 Kas Rp600.000,-


Feb.1 Pendapatan bunga obligasi Rp 600.000,-

(untuk mencatat penerimaan


bunga obligasi PT Merbabu)

PENJUALAN INVESTASI OBLIGASI

Sesuai dengan tujuannya , obligasi yang dibeli sebagai inestaso sementara direncanakan
akan dijual kembali dalam waktu relative singkat setelah pembeliannya.

OBLIGASI DIMILIKI HINGGA JATUH TEMPO

Bermaksud untuk memiliki obligasi (efek utang) hingga jatuh tempo, maka investasi dalam
obligasi tersebut harus diklasifikasikan dalam kelompok dan disajikan dalam neraca sebesar
biaya perolehan setelah amortisasi premi atau diskonto.

OBLIGASI TERSEDIA UNTUK DIJUAL

Obligasi yang tidak diklasifikasikan ke dalam kelompok diperdangangkan dan juga tidak
diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus diklasifikasikan dalam
kelompok tersedia untuk dijual

1. INVESTASI DALAM OBLIGASI


Investasi dalam obligasi adalah investasi dalam obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah maupun obligasi yang diterbitkan perusahaan-perusahaan lain. Berikut
uraian akuntansi untuk investasi dalam obligasi:
1. Obligasi dimiliki untuk diperdagangkan.
Obligasi dalam kelompok “diperdagangkan”, biasanya menunjukkan
frekuensi pembelian dan penjualan yg sangat sering dilakukan. Obligasi ini
dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari perbedaan harga jangka
pendek. Dalam akuntansi untuk investasi dalam obligasi yang dimiliki untuk
diperdagangkan, perusahaan membuat jurnal untuk mencatat:
1. Pembelian obligasi
2. Pendapatan bunga
3. Penjualan Obligasi.
1. Pembelian obligasi
Pada saat pembelian, investasi dicatat sebesarbiaya
perolehan yaitu nilai wajar obligasi pada saat dibeli.pendapatan
bunga dari obligasi dicatat dalam akun Pendapatan Bunga Obligasi.
Juarnalnya: akun Investasi-Obligasi dan Piutang Bunga
Obligasi di DEBET sedangkan KREDITnya akun Kas.
1. Pencatatan Piutang Bunga dan Pendapatan Bunga
Juarnalnya: akun Piutang Bunga Obligasi di DEBET sedangkan
KREDITnya akun Pendapatan Bunga Obligasi.
1. Peneriman bunga
Jurnalnya: akun Kas di DEBET sedangkan akun Pendapatan Bunga
Obligasi di KREDIT.
1. Penjualan Investasi Obligasi
Jurnalnya: akun Kas di DEBET sedangkan akun Investasi-Obligasi,
Laba Penjualan Obligasi, dan Pendapatan Bunga Obligasi di
KREDIT.
1. Obligasi dimiliki hingga jatuh tempo.
Jika perusahaan mempunyai maksud untuk memiliki obligasi (efek
utang) hingga jatuh tempo, maka investasi dalam obligasi tersebut harus
diklasifikasikan dalam kelompok”dimiliki hingga jatuh tempo”dan disajikan
dalam neraca. Neraca sebesar biaya perolehan setelah diamortisasi atau
diskonto.
Akuntansi untuk investasi dalam obligasi yang dimiliki hinga jatuh tempo,
meliputi:
1. Penentuan biaya perolehan investasi dan pencatatannya,
2. Perlakuan terhadap diskonto dan premi obligasi,
3. Pencatatan piutang bunga obligasi, dan
4. Pelunasan obligasi.
1. Pembelian obligasi
Obligasi yg dibeli perusahaan sebagai inestasi yg akan
dimiliki hingga jatuh tempo, dicatat sebesar biaya
perolehannya. Biaya perolehan meliputi harga beli obligasi
ditambah komisi perantara, pajak, dan beban-beban lain yang
berhubungan dengan pembelian obligasi. Harga yang harus
dibayar untuk suatu obligasi akan tergantung pada tingkat
bunga pasar yang berlaku pada tanggal pembelian obligasi.
Tingkat bunga pasar tersebut akan menentukan kurs obligasi di
pasaran. Oleh karena tingkat bunga pasar seringkali berubah-
ubah, maka kurs obligasi juga berubah-ubah. Perbedaan biaya
perolehan obligasi dengan nilai nominal obligasi menyebabkan
terjadinya premi ataudiskonto obligasi.
Jurnalnya: akun Investasi Obligasi dan Piutang Bunga
Obligasi di DEBET sedangkan akun Kas di KREDIT.
1. Penerimaan Bunga Obligasi
2. Penerimaan pelunasan Obligasi Pada Tanggal Jatuh
3. Pembelian Obligasi dengan Premi
Apabila obligasi di beli dengan harga lebih tinggi drpd
nilai nominalnya maka akan timbul premi obligasi. Prosedur
akuntansinya sebagian besar pencatatan premi obligasi dan
amortisasinya.
1. Obligasi tersedia untuk dijual.
Obligasi yang tidak diklasifikasikan dalam kelompok “diperdagangkan”
dan juga tidak diklasifikasikan dalam kelompok “dimilii hingga jatuh tempo”
harus diklasifikasikan dalam kelompok “tersedia untuk dijual”.
1. Penjualan obligasi sebelum tanggal jatuh.
Obligasi yang semula dimiliki perusahaan dengan maksud
untuk dimiliki hingga jatuh tempo, mungkin dijual sebelum tanggal
jatuh obligasi tersebut. Apabila penjualan terjadi, maka akun Kas di
DEBET sebesar jumlah kas yg diterima dan akun Investasi Obligasi di
KREDIT sebesar nilai buku investasi pada saat penjualan terjadi.
Selisih antara jumlah kas yang diterima (hasil penjualan bersih) dengan
nilai buku obligasi merupakan laba / rugi penjualan obligasi. Apabila
dilakukan 2 tanggal bunga, maka penjual akan menerima bunga
berjalan untuk periode sejak tanggal bunga berakhir sampai tanggal
penjualan. Mengingat bahwa laba / rugi dihitung dengan
mengurangkan nilai buku dari hasil penjualan, maka nilai buku pada
saat penjualan terjadi harus ditetapkan, hal ini berarti bahwa pada
tanggal penjualan, perusahaan juga harus membuat jurnal untuk
mencatat amortisasi mulai tanggal bunga yg berakhir sampai tanggal
penjualan
Sekuritas Utang yang Dimiliki hingga Jatuh Tempo

Hanya sekuritas utang yang dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas yang


dimiliki sampai jatuh tempo. Hal ini dikarenakan, menurut definisinya, sekuritas ekuitas tidak
mempunyai tanggal jatuh tempo. Sekuritas utang harus
diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika entitas yang
melaporkan mempunyai (a) niat positif, dan (b) kemampuan untuk
memiliki sekuritas itu sampai jatuh tempo. Perusahaan tidak boleh
mengklasifikasikan sekuritas utang sebagai sekuritas yang dimiliki sampai
jatuh tempo jika berniat untuk memiliki sekuritas tersebut selama periode
waktu yang tidak terbatas. Demikian pula jika perusahaan mengantisipasi
perubahan suku bunga, risiko mata uang asing, kebutuhan likuiditas atau
alasan manajemen aktiva kewajiban lainnya maka sekuritas itu tidak boleh

diklasifikasikan sebagai dimiliki sampai jatuh tempo.

2. Sekuritas Utang yang tersedia untuk dijual

Investasi dalam sekuritas utang yang termasuk dalam kategori tersedia


untuk dijual dilaporkan sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang
belum terealisasi (unrealized holding gain and loss) yang berkaitan dengan perubahan nilai
wajar sekuritas utang yang tersedia untuk dijual dicatat dalam akun keuntungan atau kerugian
kepemilikan yang belum terealisasi. Akun ini
dilaporkan sebagai laba komprehensif lainnya dan sebagai komponen

terpisah dari ekuitas pemegang saham sampai benar-benar terealisasi. Jadi, perubahan nilai
wajar tidak dilaporkan sebagai bagian dari laba bersih sampai
sekuritas itu dijual. Pendekatan ini mengurangi volatilitas (ketidakstabilan) laba bersih.

3. Sekuritas Utang Perdagangan

Sekuritas perdagangan (trading securities) dimiliki oleh suatu


perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam periode waktu yang singkat.
Perdagangan dalam konteks ini berarti pembelian dan penjualan sering
dilakukan dan sekuritas perdagangan digunakan untuk menghasilkan laba
dari selisih harga jangka pendek. Periode kepemilikan atas sekuritas ini

biasanya kurang dari 3 bulan dan mungkin lebih sering diukur dalam
hitungan hari atau jam. Sekuritas ini dilaporkan pada nilai wajar, dengan
keuntungan dan kerugian kepemilikan yang belum terealisasi (unrealized
holding gains and losses) dilaporkan sebagai bagian dari laba bersih. Setiap
diskonto atau premi tidak diamortisasi.