Anda di halaman 1dari 5

29

HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU X DENGAN TINGKAT


KEPUASAN LANSIA

CORRELATION BETWEEN POSYANDU X’S SERVICE WITH ELDERLY


SATISFACTION LEVEL

ENDAH RETNANI WISMANINGSIH

Info Artikel Abstrak


Latar Belakang: Kepuasan merupakan gambaran harapan seseorang terhadap
Sejarah Artikel pelayanan ataupun jasa yang dirasakan apakah sesuai dengan harapan atau
Diterima 1 Maret 2015 tidak. Tingkat kepuasan akan meningkat pada lansia yang mendapat pelayanan
Disetujui 28 Maret yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
2015 pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Kabupaten Kediri.
Dipublikasikan 16 Juni Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional dengan
2015 menggunkan teknik accidental sampling. Sampel penelitian sebanyak 24
responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada
Kata Kunci: penelitian ini adalah pelayanan posyandu sedangkan variabel terikatnya adalah
tingkat kepuasan lansia. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik
Pelayanan, posyandu
Korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pelayanan posyandu X
lansia, tingkat kepuasan
dengan tingkat kepuasan lansia. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui
bahwa pelayanan Posyandu X dinilai sedang yaitu sebesar 73,08%, serta tingkat
Keywords: kepuasan lansia adalah puas yaitu sebesar 61,54%. Dari hasil uji statistik Rank
Service, posyandu Spearman nilai r = 0,582 dan sig = 0,02 yang menunjukkan terdapat hubungan
lansia, satisfaction antara pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Posyandu X.
levels Simpulan dan saran: Terdapat hubungan pelayanan Posyandu X dengan
tingkat kepuasan lansia di Posyandu X Kabupaten Kediri. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat menggunakan jumlah sampel yang representatif
dengan teknik sampling yang sesuai.

Abstract
Background: Satisfaction is a description of a person's expectation of the
service based on their expectations. Elderly satisfaction level will increase
when they got good services. Objective: This research aims to analyze the
correlation between Posyandu X’s service with elderly satisfaction level.
Methods: This research was cross sectional study using accidental sampling
techniques. Sample of this study was 26 people. Independent variable in this
study was satisfaction level and dependent variable was posyandu service.
Data were analyzed using Spearman Rank Correlation tests to analyzed the
correlation between Posyandu X’s service with elderly satisfaction level.
Result: The result showed that Posyandu X service perceived as moderate
(73,08%), and elderly satisfaction degree was satisfied (61,54 %). Based on
Rank Spearman test were obtained r value = 0,582 and sig = 0,02.
Conclusions and suggestions: Based on the rank spearman test, there was
correlation between Posyandu X’s service with elderly satisfaction level at
Posyandu X Kediri District . The future research should be use representative
total sample with appropriate sampling technique.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


Korespondensi :
Staf pengajar Kesehatan Masyarakat Institut Ilmu Kesehaan Bhakti Wiyata Kediri. E-mail: endry_wizh@yahoo.com
30

Endah Retnani W | Hubungan Pelayanan Posyandu X .….


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

PENDAHULUAN masyarakat, sehingga keberhasilan program


Peningkatan Usia Harapan Hidup ini akan mendukung keberhasilan pelayanan
(UHH) sebagai salah satu indikator yang holistik dan berkesinambungan pada
keberhasilan pembangunan kesehatan, diiringi lansia. Penelitian tentang Posyandu lansia
peningkatan populasi penduduk lanjut usia sangat perlu dilakukan terutama di pedesaan
secara bermakna. Angka Harapan Hidup karena persentase lansia yang tinggal di
(AHH) merupakan alat untuk mengevaluasi daerah pedesaan masih cukup tinggi2.
kinerja pemerintah dalam meningkatkan Jumlah kunjungan lansia di Posyandu
kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan Puskesmas X mengalami peningkatan dari
meningkatkan derajat kesehatan pada bulan Januari sebanyak 166 lansia menjadi
khususnya. Selain itu, AHH juga menjadi 224 lansia di bulan Juli. Kunjungan terendah
salah satu indikator yang digunakan untuk terjadi pada bulan Januari yaitu 166 lansia
menghitung Indeks Pembangunan Manusia dengan persentase7,42%. Kunjungan tertinggi
(IPM). AHH yaitu rata-rata jumlah tahun terjadi pada bulan Juni yaitu 448 lansia
yang akan dijalani seseorang sejak orang dengan persentase 10,01%.Meskipun cakupan
tersebut lahir1. kunjungan lansia di Puskesmas X dari bulan
Angka kesakitan penduduk lanjut usia Januari sampai Juni terus mengalami
tahun 2007 sebesar 31,11%, dan tahun 2009 peningkatan akan tetapi, hal ini masih jauh
sebesar 30,46 %. Pola yang serupa terjadi dari target yang diharapkan oleh Puskesmas
baik di perkotaan maupun di pedesaan, ini yaitu 50%3.
akibat keberhasilan pembangunan di bidang Kondisi tersebut dapat disebabkan
kesehatan sehingga gizi penduduk semakin belum berfungsinya Posyandu lansia secara
baik, layanan kesehatan yang semakin optimal, sehingga jumlah lansia yang kontak
menjangkau masyarakat banyak berakibat dengan tenaga kesehatan juga masih minim.4
meningkatnya angka rata-rata harapan hidup Menurut penuturan dari koordinator Program
orang Indonesia yaitu tahun 2011 ini menjadi Posyandu lansia Puskesmas X selama bulan
69,042. Januari-Juni 2013 sebagian kegiatan dalam
Keputusan menteri kesehatan program Posyandu lansia belum dapat
dalambuku Rencana Strategi Kementrian terlaksana dengan baik seperti penyuluhan
Kesehatan tahun 2010-2014 yaitu akan diluar maupun didalam kelompok lansia,
meningkatkan umur harapan hidup menjadi pemeriksaan Hb dan senam lansia. Posyandu
72 tahun sehingga jumlah lansia yang ada X adalah Posyandu tempat dimana kegiatan
menimbulkan berbagai masalah yang senam Lansia dilaksanakan, hal ini
kompleks bagi semua karena pada usia lanjut dikarenakan jumlah lansia yang berkunjung
tersebut akan mengalami sebuah kemunduran pada Posyandu desa tersebut paling banyak
fisik dan mental terutama masalah fisik, dibandingkan dengan desa binaan Puskesmas
mental, spiritual, ekonomi dan sosial dan satu X yang lain yaitu 36 lansia pada bulan Juni.
masalah yang sangat dasar dari para lanjut Dari uraian diatas, peneliti ingin mengetahui
usia adalah masalah kesehatan sehingga bagaimana hubungan pelayanan Posyandu
diperlukan pendekatan dalam pembinaan lansia dengan tingkat kepuasan lansia di
kesehatan para lansia. Berdasarkan konsep Posyandu X Kabupaten Kediri.
pelayanan geriatri komprehensif, posyandu
merupakan salah satu bagian dari layanan

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


31

Endah Retnani W | Hubungan Pelayanan Posyandu X .….


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

METODE PENELITIAN kepuasan lansia di Posyandu X Kabupaten


Desain Penelitian yang digunakan Kediri dengan nilai korelasi sedang dan arah
adalah cross sectional study dan pengambilan korelasi yang positif.
sampel serta teknik sampling yang digunakan
Tabel 2 Distribusi responden menurut
adalah accidental sampling yaitu dengan
kepuasan lansia di Posyandu
mengambil kasus atau responden yang Lansia
kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat
sesuai dengan konteks penelitian5. Serta Pelayanan Posyandu F %
Sangat Tidak Puas 0 0
memakai kriteria inklusi yang telah ditetapkan
Tidak Puas 6 23,08
oleh peneliti yaitu lansia yang menerima Puas 16 61,54
pelayanan pada saat dilaksanakan penelitian Sangat Puas 4 15,38
memahami Bahasa Indonesia atau Bahasa Jumlah 26 100
Jawa, sehat jasmani dan rohani, serta mau
diwawancarai. Jumlah sampel dalam PEMBAHASAN
penelitian ini ada 26 responden. Data hasil penelitian yang telah
diperoleh, pembahasan dilakukan untuk
HASIL PENELITIAN mengetahui tentang hubungan pelayanan
Berdasarkan distribusi Responden posyandu lansia dengan tingkat kepuasan
menurut Pelayanan Posyandu menunjukan lansia di Posyandu X Kabupaten Kediri. Hasil
bahwa sebagian besar responden berpendapat penelitian didapatkan bahwa mayoritas
bahwa pelayanan Posyandu lansia yang ada di responden yaitu berjumlah 19 orang
Posyandu X adalah sedang sebanyak 19 menyatakan pelayanan Posyandu lansia yang
responden (73,08%). Distribusi responden ada di Desa X pada kategori sedang (73,08%).
menurut pelayanan posyandu disajikan dalam Hal ini disebabkan karena ada beberapa
Tabel 1. kegiatan di Posyandu lansia yang belum
terlaksana serta ada sarana dan prasarana yang
Tabel 1. Distribusi Responden Menurut
belum dimiliki oleh Posyandu.
Pelayanan Posyandu
Pelayanan kesehatan terpadu (yandu)
Pelayanan Posyandu F % adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan
Kurang 2 7,69 kesehatan yang dilaksanakan di suatu wilayah
Sedang 19 73,08 kerja Puskesmas6. Kepuasan adalah suatu
Baik 5 19,23
keadaan yang dirasakan konsumen setelah dia
Jumlah 26 100
mengalami suatu kinerja (atau hasil) yang
Berdasarkan distribusi responden telah memenuhi berbagai harapannya. Hasil
menurut kepuasan lansia menunjukan bahwa penelitian menunjukan mayoritas lansia
mayoritas responden di Posyandu X merasa pengguna Posyandu X dalam kategori puas
puas (61,54%). Distribusi kepuasan lansia yaitu sebanyak 16 responden (61,54%).
disajukan dalam Tabel 2. Artinya pelayanan Posyandu lansia yang ada
Hasil uji Rank Spearman diperoleh di Desa X telah sesuai dengan kebutuhan dan
hasil Sig = 0,02, α = 0,05, r = 0,582. Hal ini harapan lansia. Akan tetapi hal ini tidak
berarti H0 ditolak dan H1 diterima karena sesuai dengan hasil penelitian yang
nilai Sig < α (0,02 < 0,05) serta nilai r = 0,582 menyatakan bahwa kenyataan lapangan
dan menunjukan bahwa terdapat hubungan menunjukkan bahwa umumnya fasilitas
antara pelayanan Posyandu X dengan tingkat layanan kesehatan milik pemerintah masih

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


32

Endah Retnani W | Hubungan Pelayanan Posyandu X .….


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

kurang/tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, berkaitan dengan perbadingan antara harapan


salah satu penyebabnya adalah bahwa dan kenyataan, yaitu yang pertama jika
umumnya mutu layanan kesehatan yang harapan suatu kebutuhan sama dengan
diselenggarakan oleh fasilitas layanan layanan yang diberikan maka klien akan
kesehatan milik pemerintah masih belum atau merasa puas. Kedua, Jika layanan yang
tidak memenuhi harapan pasien dan atau diberikan kurang atau tidak sesuai dengan
masyarakat8. Kenyataan ini menunjukkan kebutuhan atau harapan maka klien menjadi
bahwa kinerja pelayanan kesehatan petugas tidak puas. Ketiga, kepuasan klien merupakan
Posyandu lansia di Desa X sudah tergolong perbandingan antara harapan yang dimiliki
baik sehingga mayoritas lansia merasakan oleh klien dengan kenyataan yang diterima
kepuasan sebagai pengguna layanan kesehatan oleh klien pada saat mengonsumsi produk atau
yang disediakan jasa8.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa Kepuasan pasien/klien bersifat
kinerja pelayanan kesehatan petugas Posyandu subyektif berorientasi pada individu dan
lansia di Desa X sudah tergolong baik sesuai dengan tingkat rata-rata kepuasan
sehingga mayoritas lansia merasakan penduduk. Kepuasan klien dapat berhubungan
kepuasan sebagai pengguna layanan kesehatan dengan berbagai aspekdi antaranya mutu
yang disediakan. Namun demikian, masihada pelayanan yang diberikan, kecepatan
lansia yang merasa tidak puas dengan pemberian pelayanan, prosedur serta sikap
persentase sekitar 23,08%. Hal ini yang diberikan oleh pemberi pelayanan
menunjukkan masih ada beberapa hal yang kesehatan itu sendiri9.
perlu dibenahi dan ditingkatkan oleh petugas Berdasarkan hasil penelitian
Posyandu lansia untuk mencapai indeks menunjukan ada hubungan yang signifikan
kepuasan yang lebih optimal antara lain: antara pelayanan Posyandu lansia dengan
pemberian pendidikan kesehatan,pemberian tingkat kepuasan lansia (r = 0,582) dengan
informasi tentang tujuan tindakan yang akan arah korelasi positif. Dari hasil arah korelasi
diberikan, lama waktu yang diberikan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika
pertugas kesehatan untuk memeriksa kondisi pelayanan Posyandu meningkat, maka tingkat
lansia dan konseling dengan lansia. kepuasan lansia juga akan meningkat dan
Hasil analisis statistik dalam sebaliknya jika pelayanan Posyandu menurun
penelitian ini adalah bahwa pelayanan maka tingkat kepuasan lansia juga akan turun.
posyandu lansia dengan kategori baik,sedang Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa
dan buruk memiliki hubungan terhadap semakin banyak pelayanan yang diterima oleh
tingkat kepuasan lansia dengan interpretasi lansia maka tingkat kepuasannya juga akan
sedang (r = 0,582). Hasil ini telah sesuai meningkat12.
dengan penelitian yang menjelaskan bahwa
kepuasan pasien ditentukan oleh beberapa SIMPULAN
faktor yaitu kinerja, keandalan, kesesuaian, Pelayanan Posyandu lansia di Posyandu X
estetika dan kualitas. Kesesuaian dalam hal ini berada pada kategori sedang. Tingkat
adalah kesesuaian terhadap apa yang telah kepuasan lansia pengguna Posyandu lansia
dijanjikan perusahaan penyedia jasa kepada X berada di kategori puas. Terdapat
konsumen pengguna jasa9. Ada tiga macam hubungan pelayanan Posyandu lansia dengan
kondisi kepuasan yang dirasakan oleh klien

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


33

Endah Retnani W | Hubungan Pelayanan Posyandu X .….


Jurnal Wiyata, Vol. 2 No. 1 Tahun 2015

tingkat kepuasan lansia di Posyandu X 4. Depkes RI. 2003b. Pedoman Puskesmas


Kabupaten Kediri. Pengelolaan Kegiatan Kesehatan di
Kelompok Usia Lanjut. Jakarta : Depkes
SARAN RI.
1. Hendaknya supaya Puskesmas 5. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010.
memberikan pelatihan secara rutin untuk Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka
para kader supaya kegiatan-kegiatan Cipta. Jakarta.
Posyandu yang belum optimal seperti 6. Muninjaya, A. 2004. Manajemen
pemeriksaan status mental, senam lansia Kesehatan Edisi:2. EGC. Jakarta.
dapat dilaksanakan sehingga 7. Hasibuan, W. 2006. Hubungan Program
dimungkinkan dapat lebih meningkatkan Pelayanan Posyandu Lansia Terhadap
kesehatan lansia. Tingkat Kepuasan Lansia di Daerah
2. Hendaknya dilakukan pembagian KMS Binaan Puskesmas Darussalam Medan.
kepada para anggota Posyandu lansia Jurnal Keperawatan 2(1).
agar dapat membantu petugas untuk 8. Pohan, I. 2006. Jaminan Mutu Pelayanan
memantau kesehatan para lansia dan Kesehatan: Dasar-Dasar Pengertian dan
lansia dapat melihat status kesehatan diri Penerapan. Penerbit Buku Kedokteran
lansia sendiri sehingga mereka akan lebih EGC. Jakarta
menjaga diri mereka sendiri. 9. Tjiptono, F. 2005. Manajemen Jasa.
3. Peneliti selanjutnya agar lebih Andi. Yogyakarta
memperhatikan kriteria sampel yang 10. Widyaning, H. 2013. Faktor-faktor yang
diteliti terkait kesamaan frekuensi berhubungan dengan frekuensi kehadiran
keikutsertaan lansia dalam mengikuti lanjut usia di posyandu lansia. Jurnal
Posyandu serta menggunakan jumlah Ilmiah Kebidanan 4(1).
sampel yang lebih representatif dengan 11. Diah, W. 2009. Kepuasam Pasien Rawat
menggunakan teknik sampling yang lebih Inap Terhadap Pelayanan Perawat di
tepat sesuai dengan keadaan tempat RSUD Tugurejo Semarang. Tesis.
penelitian agar mendapatkan keadaan Fakultas Kesehatan Mayarakat,
masyarakat lebih jelas lagi. Universitas Diponegoro Semarang.
12. Awinda, D. 2004. Tingkat Kepuasan
REFERENSI Pasien Perusahaan dan Pasien Pribadi
Terhadap Mutu Pelayanan Ruang Rawat
1. Kemenkes RI. 2013. Profil Kesehatan
Inap Kelas III Rumah Sakit Permata
Indonesia Tahun 2012. Jakarta :
Bunda Medan. Tesis. Fakultas Kesehatan
Kementrian Kesehatan RI
Masyarakat, Pogram Pasca Sarjana
2. Menkokesra. 2008. Lansia Masa Kini dan
Universitas Sumatera Utara
Mendatang. 25 November 2014.
3. Depkes RI. 2003a. Pedoman Puskesmas
Santun Usia Lanjut Bagi Petugas
Kesehatan. Jakarta : Depkes RI.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555