Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA LANSIA Tn.

D
DENGAN DEKUBITUS

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam melaksanakan tugas profesi
ners stase komunitas, keluarga, dan gerontik

Disusun Oleh:
QUEN MONA PM
14901-17088

PROGRAM PROFESI NERS XI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL
BANDUNG
2018
A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
a. Identitas kepala keluarga
1) Nama kepala keluarga (KK) :Tn.A
2) Umur (KK) : 40Tahun
3) Pekerjaan Kepala Keluarga : Buruh Tani
4) Pendidikan kepala keluarga : SMP
5) Alamat : RT 03 / RW 02 Ds.
Rancasari Kec Pamanukan Kab. Subang

b. Komposisi anggota keluarga

Hub
Umur Pendidika Pekerj
Nama Sex dgn Keterangan
(tahun) n aan
KK
Buruh
Tn. A 40 L KK SMP Sehat
Tani
Ny.B 38 P Istri SMP IRT Hipertensi
Tidak Hipertensi,Stroke,
Tn. D 68 L Mertua SD
Kerja dekubitus
An. C 14 P Anak SMP Pelajar Sehat

c. Genogram

1
Keterangan
Laki-laki : Anak Angkat :
Perempuan : Garis Pernikahan
Meninggal dunia :
Tinggal serumah :
Pasien yang diidentifikasi :

d. Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.A adalah keluarga extendedyaitu keluarga inti
ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan
darah, misalnya kakek, nenek, paman dan bibi (Allender &
Spradley, 2001).

e. Suku bangsa
Berdasarkan hasil pengkajian keluarga Tn.A merupakan
keluarga suku Sunda. Dalam kehidupan sehari-hari keluarga
Tn.A menggunakan bahasa Sunda, namun terkadang juga
menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan lawan bicara.
Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan wilayah keluarga Tn.A
yang mayoritas bersuku Sunda.

f. Agama
Seluruh keluarga Tn.A beragama islam dan selalu menjalankan
ibadah shalat 5 waktu.Selain itu, keluarga Tn.A meyakini bahwa
dengan menjalankan ibadah/sholat Allah SWT dapat
memberikan ketenangan hati dan juga dapat mengatasi masalah
dalam kehidupan sehari-hari.

g. Status sosial ekonomi keluarga


1) Rata-rata penghasilan seluruh anggota keluarga:
berdasarkan hasil pengkajian penghasilan keluarga

2
Tn.Abersumber dari Tn.A sebagai dengan rata-rata
sebulan < Rp. 1.250.000.
2) Jenis pengeluaran keluarga setiap bulan : berdasarkan
hasil pengkajian bahwa jenis pengeluaran keluarga Tn.A
selama sebulan meliputi keperluan Rumah tangga sehari-
hari dan kebutuhan belajar anak.
3) Tabungan khusus kesehatan : berdasarkan hasil pengkajian
bahwa keluarga Tn.Atidak memiliki tabungan khusus
kesehatan.
4) Barang (harta benda) yang dimiliki keluarga (perabot,
transportasi);berdasarkan hasil pengkajian bahwa
keluargaTn.A tidak memiliki kendaraan pribadi sebagai
alat transportasi sehingga jika berpergian Tn.A
menggunakan ojek atau kendaraan umum.

h. Aktifitas rekreasi keluarga


Setelah dilakukan pengkajian didapatkan bahwa keluarga
keluarga Tn.Ajarang melakukan aktifitas rekreasi bersama
keluarga seperti berpergian ke tempat rekreasi tertentu. Aktifitas
rekreasi biasanya dilakukan dengan kumpul-kumpul bersama
dengan keluarga di rumah terutama saat malam hari sambil
nonton TV.

2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga


a) Riwayat penyakit (yang sakit di keluarga) saat ini: (PQRST)
Ny.B mengatakan dari keluarga orang tua tidak memiliki riwayat
penyakit menular. Akan tetapi keluarga memiliki riwayat penyakit
keturunan hipertensi dan stroke. Ny B mengatakan Tn. D memiliki
riwayat penyakit hipertensi dan sudah ± 2 bulan Tn.D mengalami
Stroke.

3
Tn.D mengatakan nyeri pada bagian bokong, nyeri dirasakan terus
menerus, nyeri dirasakan di bagian bokong dan keluarga
mengatakan terdapat kemerahan dibagian bokong Tn.D. Skala
nyeri yang dirasakan 7 dari rentang (1-10).

b) Tahap perkembangan keluarga saat ini


Tahap perkembangan keluarga Tn.A saat ini termasuk dalam tahap
V (keluarga dengan mengasuh remaja). Pada tahap ini keluarga
sudah mampu menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab
ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri, memfokuskan kembali
hubungan perkawinan, berkomunikasi secara terbuka antara orang
tua dan anak-anak, memberikan perhatian, memberikan kebebasan
dalam batas tanggung jawab, dan mempertahankan komunikasi
terbuka dua arah (Duvall & Miller, 1985). Berdasarkan penjelasan
tersebut keluarga Tn.A secara garis besar sudah mampu memenuhi
tahap perkembangan keluarga sesuai dengan usia anak tertua.

c) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Berdasarakan hasil pengkajian keluarga Tn.A mengatakan sudah
memenuhi semua tugas perkembangan keluarga yakni keluarga
dengan anak remaja.

d) Riwayat keluarga inti:


1) Tn. A dan Ny.B telah menikah selama ± 16 tahun dan
mempunyai anak satu berumur 14 tahun. Tn.A mengatakan
mertuanya laki-laki tinggal bersamanya Tn.D semenjak mertua
perempuan meninggal.
2) Penyakit yang diderita keluarga orang tua (adanya penyakit
menular atau penyakit menular di keluarga):
Ny.B mengatakan keluarga orang tua tidak memiliki riwayat
penyakit menular. Akan tetapi keluarga memiliki riwayat

4
penyakit keturunan hipertensi dan stroke. Ny B mengatakan
dirinya dan bapanya Tn. D memiliki riwayat hipertensi. Ny B
mengatakan bapaknya Tn.D menderita penyakit stroke ± 2 bulan
dan hanya melakukan semua aktivitas di kasur.

e) Riwayat keluarga sebelumnya (suami istri)


1) Riwayat penyakit keturunan dan penyakit menular di keluarga
Ny. B mengatakan di dalam keluarganya memiliki riwayat
penyakit keturunan yaitu hipertensi dan Stroke.

2) Riwayat kebiasaan/gaya hidup yang mempengaruhi kesehatan


Ny. B mengatakan Tn.D dan Tn.A memiliki riwayat merokok,
Ny.B dan anggota keluarga lainnya tidak ada yang merokok.

3. Lingkungan
a. Karakteristik rumah
1) Ukuran rumah (Luas Rumah)
Luas rumah keluarga Tn.A berukuran 10-20 m2 .
2) Kondisi dalam dan luar rumah
a) Kondisi dalam rumah
Kondisi dalam rumah klien untuk ruang tamu/ ruang
nonton serta dapur tampak bersih dan rapi, pada
ruang/ kamar tidur tampakrapi karena pakaian
tertata rapi dan tersimpan didalam lemari. Rumah
Tn.A terbuat dari papan lantai serta dinding rumah
dari bilik bambu.
b) Kondisi di luar rumah
Rumah Tn.A pada bagian depan rumah terdapat
jalan setapak menuju jalan raya, samping kanan
terdapat rumah warga dan samping

5
kiri terdapat kandang ayam, sedangkan bagian kanan
rumah dan belakang berdekatan dengan rumah
tetangga. Jarak rumah keluarga Tn.A dengan
tetangga sekitar <10 meter dan kondisinya tampak
bersih.
3) Kebersihan rumah
Untuk secara keseluruhan baik di luar maupun di dalam
rumah Tn.A tampak bersih.
4) Ventilasi rumah
Rumah Tn.A memiliki ventilasi yang cukup.
5) Saluran pembuangan air limbah
Pembuangan air limbah pada keluarga Tn.A dibuang ke
Got dengan kondisi pembuangan lancar.
6) Air Bersih
Sumber air bersih yang digunakan keluarga Tn.A adalah
dari sumur.
7) Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampah keluarga Tn.A biasanya dengan cara
diolah dan dijadikan pupuk yaitu untuk sampah-sampah
basah sedangkan sampah-sampah yang kering dibakar.
8) Kepemilikan rumah
Rumah yang ditinggali oleh keluarga Tn.A adalah milik
sendiri.
9) Kamar mandi / WC
Keluarga Ny. A memiliki Kamar mandi dan WC sendiri.
10) Denah Rumah

WC R. Nonton Kamar
R. Dapur
T.tidur

R. Tamu
R. Makan
Kamar

6
b. Karakteristik tetangga dan komunitas tempat tinggal
Berdasarkan hasil pengkajian menunjukkan bahwa Keluarga
Tn.A tinggal bersama dengan tetangga yang juga berasal dari
suku sunda. Di lingkungan tempat tinggal Tn.A memiliki aturan
dan kesepakatan penduduk setempat dalam hal kesehatan
tersedia posyandu yang dinaungi oleh pemerintah, jika ada yang
sakit tetap di sarankan berobat ke rumah sakit, ke dokter dan
bidan desa atau ke puskesmas.
c. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn.A mengatakan belum pernah pindah rumah
selama membina rumah tangga dengan Ny.B
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. A mengatakan terlibat dalam kegiatan masyarakat
seperti pengajian.
e. Sistem pendukung keluarga
Keluarga besar atau keluarga inti ikut terlibat bila keluarga
mengalami masalah.

4. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Komunikasi dalam keluarga berjalan dengan baik, dan bila ada
permasalahan didalam keluarga dilakukan dengan cara
musyawarah.
b. Struktur kekuatan keluarga
Respon keluarga bila ada anggota keluarga yang mengalami
masalah Keluarga Tn.A mengatakan selalu membicarakan
semua masalah bersama-sama dengan anggota keluarga jika ada
anggota keluarga yang mengalami masalah dan keluarga selalu
sholat bersama jika mengalami masalah yang berat.

7
c. Struktur peran(formal dan informal)
Setiap anggota berperan sesuai posisinya. Tn.A berperan sebagai
kepala keluarga dan dan Ny.B berperan sebagai Istri dan ibu dari
anaknya dan anak-anak sebagai anggota keluarga menghormati
dan patuh terhadap orang tua. Tn. D berperan sebagai kake
kandung An.C, Bapa kandung dari Ny.B dan mertua Tn.A.
Keluarga Tn.A sangat menghormati Tn. D.
d. Nilai dan norma keluarga
Ny.B mengatakan bahwa nilai dan norma yang dianut oleh
keluarga yakni mengajarkan anak-anaknya untuk tidak
melupakan sholat dimanapun berada.

5. Fungsi keluarga
a. Fungsi efektif
Tn.A mengatakan sering menungkapkan perasaan kasih sayang
lewat berbicara yang lembut dan selalu mendengarkan pendapat
dari masing-masing anggota keluarga. Setiap anggota keluarga
memiliki rasa saling memiliki di tunjukan dengan cara saling
menyayangi dan adanya kepedulian setiap anggota keluarga
dilihat dari dukungan keluarga akan penyakit yang sedang
dikeluhkan setiap anggota keluarga.
b. Fungsi sosialisasi:
Hubungan antar anggota keluarga baik, didalam keluarga Tn.A
tampak kepedulian anggota keluarga dengan saling tolong-
menolong dalam melaksanakan tugas didalam keluarga ini.
Keluarga ini juga membina hubungan yang baik dengan
tetangga sekitar rumahnya terbukti dengan seringnya tetangga
main ke teras rumahnya untuk berbincang-bincang dengan
anggota keluarga.

8
c. Fungsi perawatan kesehatan
1) Kemampuan mengenal masalah (pengertian, tanda gejala,
penyebab, persepsi terhadap masalah)
Semua anggota keluarga tidak terlalu mengetahui dengan
persis mengenai penyakit dekubitus, sehingga perlu
diketahui atau diberikan pengetahuan/ pemahaman yang
lebih jelas mengenai penyakit dekubitus (pengertian,
penyebab, tanda dan gejala, cara merawat pasien dengan
dekubitus, komplikasi pada dekubitus).
2) Bila ditemui adanya data maladaptif, langsung dilakukan
penjajakan tahap II (berdasarkan 5 tugas keluarga seperti
bagaimana keluarga mengenal masalah, mengambil
keputusan, merawat anggota keluarga, memodifikasi
lingkungan dan memamfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan).
Tn.A mengatakan awalnya mertuanya Tn. D mempunyai
riwayat penyakit hipertensi dan ± 2 bulan yang lalu Tn. D
jatuh di kamar mandi lalu pingsan, Karena merasa
khawatir dengan kondisi Tn. D, lalu Tn.D dibawa ke
rumah sakit oleh warga setempat. Kurang lebih 1 jam
SMRS dalam perjalanan ke RS pasien sadarkan diri dan
diakui mengalami muntah secara tiba-tiba sebanyak satu
kali. Didapatkan pasien mengalami kelemahan pada
anggota gerak kanan. Anggota gerak kanan terasa berat
untuk digerakan. Dari hasil pemeriksaan CT Scan klien
didiagnosa mengalami Stroke PIS. Setelah ± 1bulan
dirawat dirumah, terdapat kemerahan dibagian bokong
Tn.D. Keluarga akhirnya memanggil perawat yang bekerja
dikelinik terdekat untuk datang ke rumahnya karna
kendala jarak dari rumah jauh dengan keadaan pasien yang
tidak bisa bergerak sehingga mantri datang ke rumah

9
untuk memeriksakan Tn.D karna keluarga merasa khwatir
setelah dilakukan pemeriksaan kemerahan yang dialami
Tn.D yaitu dekubitus akibat adanya penekanan pada suatu
area secara terus menerus sehingga mengakibatkan
gangguan sirkulasi darah setempat.
Keluarga dan Tn.A juga mengatakan bahwa tidak
mengetahui dengan persis tentang penyakit dekubitus baik
itu dari pengertian, penyebab dekubitus, tanda dan gejala,
cara perawatan pasien dengan dekubitus, komplikasi
dekubitus.

6. Stress dan koping keluarga


a. Stressor jangka panjang dan stressor jangka pendek serta
kekuatan keluarga.
Stess yang dialami keluarga saat ini adalah Tn.Dyang menderita
penyakit berpikir kalau penyakitnya nanti menimbulkan masalah
dalam kehidupanya dengan kata lain Tn.D malu jadi
merepootkan anaknya. Stres jangka pendek keluarga ingin
mengetahui apa itu penyakit dekubitus, penyebab, tanda dan
gejala, cara perawatan pada pasien dengan dekubitus,
komplikasi pada dekubitus.
b. Respon keluarga terhadap stress
Ny. B selalu mengingatkan bapaknya Tn. D untuk selalu
meminum obat, istirahat yang cukup, dan makan dengan teratur.
Ny. B jika sedang mengalami pusing kepala, kesemutan pada
jari-jari tangan, penglihatan kabur, biasanya Ny.B minum obat
dan berdoa kepada Allah SWT, juga mengkonsumsi obat yang
darah tinggi yang di dapatkan dari puskesmas
c. Strategi koping yang digunakan

10
Keluarga dan Tn.A mengungkapkan perasaan yang dialami serta
mendiskusikan bersama keluarga jika ada permasalahan yang di
alami.
d. Strategi adaptasi yang disfungsional
Dari hasil pengkajian, tidak didapatkan adanya cara-cara
keluarga dalam mengatasi masalah secara maladaptif.

11
7. Pemeriksaan fisik (head to toe)

NO KOMPONEN Tn.A Ny.B An.C Tn.D


1 Kepala Distribusi rambut merata, Rambut berwarna hitam, tidak Rambut sudah beruban, tidak Rambut beruban, tidak
rambut berwarna hitam, terlalu tebal, bersih, pendek. terlalu tebal, bersih, panjang. terlalu tebal, bersih, pendek.
bersih, tidak ada kelainan,
tidak rontok dan tidak ada
bekas luka.
2 Mata Sclera tidak ikterus, Sclera tidak ikterus, Sclera tidak ikterus, Sclera tidak ikterus,
konjungtiva tidak anemis konjungtiva tidak anemis konjungtiva tidak anemis, konjungtiva tidak anemis
pandangan mata mulai kabur
3 Telinga Bersih, tidak ada serumen, Bersih, tidak ada serumen, Bersih, tidak ada serumen, Bersih, tidak ada serumen,
tidak ada luka, fungsi tidak ada luka, fungsi tidak ada luka, fungsi tidak ada luka, fungsi
pendengaran baik antara pendengaran baik antara kanan pendengaran baik antara kanan pendengaran baik antara
kanan dan kiri. dan kiri. dan kiri kanan dan kiri.
4 Hidung Bersih, tidak ada secret, Bersih, tidak ada secret, tidak Bersih, tidak ada secret, tidak Bersih, tidak ada secret,
tidak ada gangguan dengan ada gangguan dengan fungsi ada gangguan dengan fungsi tidak ada gangguan dengan
fungsi penciuman. penciuman, ada pernapasan penciuman. fungsi penciuman.
cuping hidung

12
5 Mulut Stomatitis tidak ada, tidak Stomatitis tidak ada, tidak Stomatitis tidak ada, tidak Stomatitis tidak ada, tidak
terdapat karang gigi, tidak terdapat karang gigi, tidak ada terdapat karang gigi, tidak ada terdapat karang gigi, tidak
ada keluhan dengan gigi. keluhan dengan gigi. keluhan dengan gigi. ada keluhan dengan gigi.
6 Leher dan Nyeri tekan tidak ada, Nyeri tekan tidak ada, Nyeri tekan tidak ada, tidak Nyeri tekan tidak ada, tidak
tenggorokan pembesaran tonsil, kesulitan pembesaran tonsil, kesulitan ada pembesaran tonsil, ada pembesaran tonsil,
menelan tidak ada. menelan tidak ada. kesulitan menelan tidak ada. kesulitan menelan tidak ada.

7 Dada dan Pergerakan dinding dada Pergerakan dinding dada Pergerakan dinding dada Pergerakan dinding dada
simetris, sputum (+), tidak simetris, tidak ada ronki, ada simetris, tidak ada ronki, tidak simetris, tidak ada ronki,
paru-paru
ada penggunaan otot bantu penggunaan otot bantu ada penggunaan otot bantu tidak ada penggunaan otot
pernapasan, tidak ada pernapasan, mengi (+) pernapasan. bantu pernapasan.
mengi.
8 Jantung Tidak dilakukan pengkajian Tidak dilakukan pengkajian Tidak dilakukan pengkajian Tidak dilakukan pengkajian
9 Abdomen Bentuk abdomen datar, Bentuk abdomen datar, tidak Bentuk abdomen datar, tidak Bentuk abdomen datar,
tidak ada nyeri tekan. ada nyeri tekan. ada nyeri tekan. tidak ada nyeri tekan.
10 Ekstremitas Ada varises, pergerakan Tidak ada kelainan, pergerakan Tidak ada kelainan, pergerakan Kaku pada tubuh bagian
bebas, tidak ada cidera bebas, tidak ada cidera bebas, tidak ada cidera ektremitas kanan, ROM
pasif, kekuatan otot anggota
tubuh kanan (-), kiri (+)

11 Kulit Bersih tidak ada luka, tidak Bersih tidak ada luka, tidak ada Bersih tidak ada luka, tidak ada Terdapat lesi berwarna
ada infeksi turgor kulit baik. infeksi turgor kulit baik. infeksi turgor kulit menurun kemeraham dibagian

13
bokong .
12 Kuku Pendek dan bersih Pendek dan bersih Pendek dan bersih Pendek dan bersih
13 BB/TB Tidak terkaji Tidak dikaji Tidak dikaji 68/160
14 TTV TD:120/80mmHg TD:140/ 90 mmHg TD:110/ 80 mmHg TD:160/ 90 mmHg
N: 78 x/m N: 83x/mnt N:80x/mnt N: 87x/mnt
S: - S: - S: - S: -
RR: 22x/mnt RR: 26x/mnt RR: 18x/m RR: 22x/m

14
8. Harapan Keluarga
a. Terhadap masalah kesehatan keluarga
Keluarga Tn.A mengatakan ingin agar keluarganya sehat-sehat
selalu dan terhindar dari penyakit. Ny.B mengatakan ingin
mengetahui banyak mengenai penyakit dekubitus, penyebab,
tanda dan gejala, cara pencegahan agar tidak terjadi dekubitus,
cara merawat pasien dengan dekubitus, komplikasi pada
dekubitus.
b. Terhadap petugas kesehatan yang ada
Keluarga Tn.A mengatakan senang dengan adanya petugas
kesehatan karena dapat memberikan informasi mengenai
penyakit-penyakit dan cara pencegahannya.

15
B. Menentukan Prioritas Masalah Keperawatan Keluarga
1) Defesiensi pengatahuan pada keluarga Tn. A
No Kriteria Skor Nilai Pembenaran

1 Sifat 3 3/3 x 1 Keluarga Tn.A mengatakan tidak


masalah: =1 mengetahui apa itu dekubitus,
penyebab, tanda dan gejala,
Aktual pencegahan, cara perawatan pasien
dengan decubitus, komplikasi
dekubitus.

2 Kemungkina 2 2 x 2 = Masalah dapat di atasi dengan


n masalah 2 mengetauhi penyebab dan tanda
gejala.
diubah:

Sebagian

3 Potensial 2 2/2 x 1 Masalah dapat dicegah agar tidak


masalah =1 berlanjut, yaitu dengan memberikan
pemahaman yang tepat pada keluarga
dicegah:
terutama Tn. D agar keluarga
mengerti tentang penyakit dekubitus
Cukup
dan melakukan cara perawatan pada
Tn. D

Menonjolnya 2 2/2 x 1 Keluarga Tn. A merasakan adanya


masalah: =1 masalah yang terjadi pada Tn D.
4 karena sudah mengalami stroke
Masalah selama ± 2 bulan yang lalu.

berat, harus
segera
ditangani

Jumlah 4 2/3

16
2) Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan

No Kriteria Skor Nilai Pembenaran

1 Sifat masalah: 3 3/3 x 1 Ny. B mengatakan di dalam


=1 keluarganya memiliki riwayat
Aktual
penyakit hipertensi dan stroke, dan
sekarang Tn. D mengalami stroke
sudah ± 2 bulan lalu.

2 Kemungkinan 1 ½x2= masalah dapat diubah sebagian,


masalah diubah: 1 mengingat adanya keinginan dari
keluarga Tn A agar selalu
Sebagian memeriksakan kesehatannya pada
pelayanan kesehatan.

3 Potensial 2 2/3 x 1 Penyuluhan mampu di berikan


masalah = 2/3 untuk meningkatkan kesehatan.
Sehingga tidak terjadi resiko yang
dicegah:
bekelanjutan.

Cukup

4 Menonjolnya 2 2/2 x 1 Keluarga Tn. A mengetahui


masalah: =1 penyakit dekubitus yang di alami
oleh Tn. D dan memeriksakan
Masalah berat, kesehatan Tn. D pada pelayanan
kesehatan.
harus segera
ditangani

Jumlah 3 2/3

17
3) Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri
No Kriteria Skor Nilai Pembenaran

1 Sifat masalah: 3 3/3 x 1 Ny. B mengatakan berharap ingin


=1 bapaknya segera sembuh dan
Aktual
tidak mengalami dekubitus.

2 Kemungkinan 2 2/2 x 2 Kemungkinan masalah dapat


masalah diubah: =2 diubah sebagian, Keluarga jarang
memeriksakan kesehatanTn.D ke
Sebagian pelayanan kesehatan.

3 Potensial 2 ½ x 1 = Masalah dapat dicegah agar tidak


masalah 1/2 berlanjut, yaitu mengingatkan
pada keluarga Tn. A agar selalu
dicegah:
memeriksakan kesehatan keluarga
Tn A. Khususnya Tn. D Pada
Cukup
pelayanan kesehatan.

4 Menonjolnya 1 1/2 x 1 Keluarga Tn. A merasakan adanya


masalah: =½ masalah yang terjadi pada Tn D
sehingga keluarga Tn A
Masalah berat, memanggil perawat yang ada di
klinik terdekat dengan rumahnya
harus segera
untuk datang memeriksakan
ditangani keadaanya Tn.D

Jumlah 4/6

18
4) Resiko gangguan perilaku kesehatan
No Kriteria Skor Nilai Pembenaran

1 Sifat 3 3/3 x 1 Ny.B mengatakan jarang rutin ke


masalah: =1 pelayanan kesehatan seperti
puskesmas atau rumah sakit,
Aktual
sehingga belum mengetahui
bagaimana cara perawatan dekubitus.

2 Kemungkina 1 ½ x 2 = Kemungkinan masalah dapat diubah


n masalah 1 sebagian, keluarga Tn A agar selalu
diubah: memperhatikan pola makan atau
gaya hidup Tn. D .
Sebagian

3 Potensial 2 2/3 x 1 Masalah dapat dicegah agar tidak


masalah = 2/3 berlanjut, yaitu agar keluarga Tn. A
selalu memeriksakan kesehatan ke
dicegah:
pelayanan kesehatan.

Cukup

4 Menonjolnya 2 2/2 x 1 Keluarga Tn. A meraskan adanya


masalah: =1 resiko yang mungkin dapat
memperburuk kesehatan yang
Masalah dialami Tn.D

berat, harus
segera
ditangani

Jumlah 2 1/3

19
C. ANALISIS DATA

No Data Masalah keperawatan


1 Data subjektif Defisiensi Pengetahuan
a. Keluarga Tn.A mengatakan
dalam keluarga tidak ada yang
memiliki riwayat penyakit
dekubitus dalam keluarga.
b. Keluarga Tn.A mengatakan
tidak mengetahui apa itu
dekubitus, penyebab, tanda
dan gejala, pencegahan, cara
perawatan pasien dengan
decubitus, komplikasi
dekubitus.
c. Ny.B mengatakan bapa
kandungnya Tn. D memiliki
riwayat hipertensi.

Data objektif.
 BB/TB: 68kg/160cm
 TD:160/90 mmHg
 N: 87x/mnt
 RR: 22x/m
 Tampak kemerahan dibagian
bokong pasien.
2 Data Subjektif: Ny. B mengatakan Ketidakefektifan
di dalam keluarganya memiliki pemeliharaan kesehatan
riwayat penyakit hipertensi dan
stroke, dan sekarang Tn. D
mengalami stroke sudah ± 2
bulan lalu.

Data objektif:

a) Terdapat kemerahan di bagian


bokong Tn. D.

20
b) Pasien mengalami kelemahan pada
anggota gerak kanan.

3 Data Subjektif: Ketidakefektifan


manajemen kesehatan
a) Ny. B mengatakan berharap ingin
diri.
bapaknya segera sembuh dan tidak
mengalami dekubitus. Domain 1, promosi
kesehatan, kelas 2, (Hal
Data Objektif : 378)

a) Keluarga merasa khawatir


terhadap kondisi Tn.D
b) Klien tampak pasrah dengan
penyakitnya
c) Keluarga jarang memeriksakan
kesehatanTn.D ke pelayanan
kesehatan.

4 Data Subketif: Resiko gangguan perilaku


kesehatan
a) Ny.B mengatakan jarang rutin
ke pelayanan kesehatan
seperti puskesmas atau rumah
sakit, sehingga belum
mengetahui bagaimana cara
perawatan dekubitus.
b) Ny. B mengatakan bila sakit
baru menggunakan fasilitas
kesehatan
c) Ny. B mengatakan Tn.D
sering makan makanan yang
mengandung tinggi garam
seperti ikan asin, kopi, kulit

21
ayam, daging sapi.
Data Objektif:
a) Klien tampak tidak
memodifikasi gaya hidupnya
b) Klien tampak kurang peduli
dengan status kesehatannya
c) Kurang motivasi keluarga
dalam proses penyembuhan
pasien.

D. Masalah Keperawatan Keluarga Berdasarkan Scoring


a) Defisiensi Pengetahuan
b) Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
c) Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri.
d) Resiko gangguan perilaku kesehatan

22
23
E. INTERVENSI KEPERAWATAN
No DATA Diagnosa NOC NIC
Keperawatan

1 Data subjektif Defisiensi Tupan : Tingkat pemahaman 1. Lakukan penilaian


pengetahuan keluarga meningkat setelah terhadap tingkat
a) Keluarga Tn.A mengatakan pengetahuan keluarga
dilakukan tindakan
dalam keluarga tidak ada saar ini.
yang memiliki riwayat keperawatan selama 4 x
2. Tentukan motivasi
penyakit dekubitus dalam pertemuan keluarga untuk
keluarga. mempelajari tentang
b) Keluarga Tn.A mengatakan Tupen : Perilaku kesehatan
decubitus.
tidak mengetahui apa itu meningkat setelah dilakukan 3. Pilih metode dan
dekubitus, penyebab, tanda tindakan keperawatan selama strategi penyuluhan
dan gejala, pencegahan, cara 2 x pertemuan tentang decubitus.
perawatan pasien dengan 4. Beri waktu kepada
decubitus, komplikasi Kriteria hasil : keluarga mengajukan
dekubitus. pertanyaan dan
c) Ny.B mengatakan bapa - Keluarga mampu mendiskusikan
kandungnya Tn. D memiliki mengindentifikasi permasalahannya.
riwayat hipertensi. kebutuhan terhadap 5. Kolaborasi dengan
informasi tentang pelayanan kesehatan
program kesehatan setempat untuk
Data objektif. - Keluarga mampu melakukan
mengikuti intrusksi penyuluhan kepada
 BB/TB: 68kg/160cm yang diberikan secara keluarga tentang
 TD:160/90 mmHg akurat dekubitus.
 N: 87x/mnt - Keluarga mampu

24
 RR: 22x/m mengungkapkan
 Tampak kemerahan masalah kesehatan
dibagian bokong pasien.

2 Data Subjektif: Ketidakefektifan Tupan : 1. Jelaskan tentang


pemeliharaan sistem perawatan
Ny. B mengatakan di dalam kesehatan pemeliharaan kesehatan
kesehatan,
keluarganya memiliki riwayat efektif setelah dilakukan
bagaimana cara
penyakit hipertensi dan stroke, tindakan keperawatan 3x
kerjanya, dan apa
dan sekarang Tn. D mengalami pertemuan.
yang dapat di
stroke sudah ± 2 bulan lalu.
Tupen: harapkan pasien dan
Data objektif: keluarga.
Setelah di lakukan tindakan
2. Berikan informasi
a) Terdapat kemerahan di keperawatan keluaraga 1x
dan dukungan
bagian bokong Tn. D. pertemuan, keluarga
kepada pasien yang
b) Pasien mengalami kelemahan diharapkan menunjukkan
membuat keputusan
pada anggota gerak kanan. partisipasi dalam keputusan

25
tentang perawatan kesehatan, mengenai perawatan
yang di buktikan oleh kesehatannya.
indikator sebagai berikut : 3. Menguatkan
kepercayaan
- Menunjukkan arahan
individu terhadap
diri dalam membuat
kemampuannya
keputusan
untuk melakukan
- Mencari informasi
perilaku kesehatan.
yang relevan
4. Kolaborasi dengan
- Mencari pelayanan
keluarga terkait
untuk mencapai hasil
perawatan pada
yang di harapkan.
pasien dengan
dekubitus.

3 Data Subjektif: Ketidakefektifan Tujuan panjang: 1. Identifikasi


manajemen kesehatan pengobatan penting
a) Ny. B mengatakan berharap Manajemen kesehatan diri
diri. 2. Berikan sumber
ingin bapaknya segera efektif setelah di lakukan
informasi yang
sembuh dan tidak mengalami tindakan keperawatan

26
dekubitus. keluarga 3 kali pertemuan. spesifik terhadap
b) Ny. B mengatakan tujuan kesehatan
Tujuan pendek:
Data Objektif : pasien.
Keluarga dan klien 3. Bantu pasien untuk
a) Keluarga merasa khawatir
menunjukkan perilaku mengidentifikasi
terhadap kondisi Tn.D.
kepatuhan, yang di butuhkan sudut situasional
b) Tn.D tampak pasrah
oleh indikator sebagai yang mengganggu
dengan penyakitnya.
berikut: kepatuhan terhadap
c) Tn.D tidak mau
program terapeutik
melakukan pemeriksaan 1. Melakukan program
4. Beri informasi
kesehtan dirinya pengobatan yang di
tentang penyakit,
kepelayanan kesehatan. programkan
komplikasi dan
2. Memantau respons
pengobatan yang
pengobatan
direkomendasikan.
3. Melakukan pemeriksaan
5. Kolaborsi dengan
kesehatan kepelayanan
penyedia perawatan
kesehatan terdekat
kesehatan lain untuk
menetukan cara
memodifikasi

27
program terapeutik
tanpa membahyakan
kesehatan pasien.

4 Data Subketif: Resiko gangguan Tupan : Perilaku kepatuhan 1. Kaji kebutuhan


perilaku kesehatan meningkat setelah dilakukan pasien terahdap
a) Ny.B mengatakan jarang
tindakan perawatan selama dukungan social.
rutin ke pelayanan kesehatan
7x pertemuan. 2. Ciptakan lingkungan
seperti puskesmas atau
yang tidak
rumah sakit, sehingga belum Tupen : Perilaku sehat
menghakimi
mengetahui bagaimana cara menjadi meningkat setelah
sehingga pasien dan
perawatan dekubitus. dilakukan tindakan
keluarga dapat
b) Ny. B mengatakan bila sakit keperawatan selama 1x
berbagi kecemasan.
baru menggunakan fasilitas pertemuan
3. Bantu pasien
kesehatan
Kriteria hasil : mengindentifikasi
c) Ny. B mengatakan Tn.D
system pendukung
sering makan makanan yang - Mengungkapakan
yang tersedia
mengandung tinggi garam secara verbal
4. Beri penjelasan
seperti ikan asin, kopi, kulit penerimaan terhadap

28
ayam, daging sapi. perubahan status kepada pasien untuk
Data Objektif: kesehatan tidak makan
a) Klien tampak tidak - Mengunkapkan makanan yang
memodifikasi gaya hidupnya secara verbal memperburuk
b) Klien tampak kurang peduli perasaan mengenai kesehatan.
dengan status kesehatannya perlunya perubahan 5. Evaluasi kemampuan
c) Kurang motivasi keluarga gaya hidup dan pasien dalam
dalam proses penyembuhan perilaku mengambil
pasien. - Mengindentifikasi keputusan.
prioritas untuk hasil 6. Sertakan keluarga
kesehatan diri sendiri dalam pertemuan
- Mematuhi terapi yang multidisplin untuk
diprogramkan menyusun rencana
keperawatan

29
F. CATATAN PERKEMBANGAN KELUARGA Tn.A

Tanggal No DX Implementasi Evaluasi Paraf


Senin, 16 1,2,3,4 2. melakukan penilaian terhadap tingkat S: Mona
agustus pengetahuan keluarga. - Keluarga mengatakan setuju menjadi keluarga binaan.
2018 3. memberikan motivasi kepada keluarga - Keluarga mengatakan senang dengan adanya kegiatan seperti ini
untuk mempelajari tentang penyakit - Keluarga mengatakan memahami penjelasan yang diberikan
terkait penyakit dekubit (pengertian.penyebab,tandan dan gejala,
decubitus.
cara perawatan pasien dengan dekubitus, komplikasi dekubitus)
4. Memberikan pendidikan kesehatan
pada keluarga tentang decubitus. O:
(pengertian, penyebab, tanda dan - Keluarga tampak antusias
gejala, cara perawatan pasien - Keluarga tampak senang dengan kedatangan mahasiswa
dekubitus, komplikasi pada dekubitus). - Keluarga mampu mengevaluasi terkait Penkes dengan dekubitus
5. Memberikan kesempatan kepada yang diberikan (pengertian.penyebab,tandan dan gejala, cara
keluarga mengajukan pertanyaan dan perawatan pasien dengan dekubitus)
mendiskusikan permasalahannya.
A:
6. Memberikan penjelasan kepada pasien
- Tujuan belum tercapai
untuk tidak makan makanan yang
memperburuk kesehatan. P:
7. Mengevaluasi kemampuan pasien - Lanjutkan intervensi keluarga
dalam mengambil keputusan. - a) Evaluasi kembali penkes dekubitus yang sudah diberikan
8. Kolaborasi dengan pelayanan - b) Evaluasi perawatan dekubitus yang dilakukan keluarga
kesehatan setempat untuk melakukan
penyuluhan kepada keluarga tentang

30
dekubitus.

31
32