Anda di halaman 1dari 6

RESUME

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


Dosen Pengampu Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd

Hari, tanggal : Rabu / 31 Oktober 2018


Nama/ NIM : Dewi Safitri / 160341606086
Kelas :A
Prodi : S1 Pendidikan Biologi
Topik : Inkuiri dalam Pembelajaran Sains
Tujuan : Mengetahui pengertian, jenis, prinsip, syarat, langkah-
langkah serta kelebihan dan kekurangan metode Inkuiri dalam Pembelajaran
Sains

INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN SAINS


Pendekatan inkuiri pada prinsipnya telah lama digunakan dalam kehidupan manusia.
Tidak sedikit penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat berguna untuk
memperbaiki kehidupan manusia. Dalam kehidupannya, seseorang dalam keluarga sejak masa
kanak-kanak sering menanyakan sesuatu, mencoba melakukan sesuatu, sehingga ia memperoleh
kejelasan atau menemukan jawabannya dari apa yang ingin diketahuinya. Jadi, sebenarnya
potensi untuk menyelidiki dan menemukan sesuatu telah banyak dimiliki seseorang sejak kecil,
namun sering terhambat oleh lingkungan keluarga dan sekolah yang kurang memadai.
Menurut Piaget inkuiri sebagai pembelajaran ialah pembelajaran yang mempersiapkan
situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri, dalam arti luas ingin melihat apa yang
terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin menggunakan simbol mencari jawaban atas pertanyaan
sendiri, menghubungkan penemuan satu dengan yang lain, membandingkan apa yang mereka
temukan dengan yang orang lain temukan.
Dengan pendekatan inkuiri guru membantu mengembangkan keterampilan dan sikap
percaya diri siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Jika model ini sering
digunakan secara teratur berarti berguna untuk membelajarkan siswa dalam menemukan
masalahnya sendiri dan sekaligus memecahkannya. Pendekatan inkuiri merupakan proses
pembelajaran yang menekankan pada pengembangan kemampuan siswa untuk memecahkan satu
masalah yang dibatasi oleh satu disiplin ilmu.

Jenis-jenis Pendekatan Inkuiri menurut Sound dan Trowbridge


1. Guided Inquiry (inkuiri terbimbing)
Pembelajaran dengan pendekatan guided inquiry sebagian besar perencanaan dibuat oleh
guru. Selain itu guru menyediakan kesempatan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas
kepada siswa. Dalam hal ini siswa tidak merumuskan problema, sementara petunjuk yang
cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru.
Umumnya guided inquiry dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. problema untuk masing-masing kegiatan dapat dinyatakan sebagai pertanyaan atau
pernyataan biasa.
b. konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang harus ditemukan siswa melalui kegiatan belajar
harus dituliskan dengan jelas dan tepat.
c. alat/bahan harus disediakan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa, untuk melakukan
kegiatan
d. diskusi pengarahan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa (kelas)
untuk didiskusikan sebelum para siswa melakukan kegiatan inkuiri
e. kegiatan metode inkuiri oleh siswa berupa kegiatan percobaan penyelidikan yang
dilakukan oleh siswa untuk menemukan konsep-konsep dan atau prinsip-prinsip yang
telah ditetapkan oleh guru
f. proses berpikir kritis dan ilmiah menunjukkan tentang mental operation siswa yang
diharapkan selama kegiatan berlangsung
g. pertanyaan yang bersifat open-ended harus berupa pertanyaan yang mengarah kepada
pengembangan tambahan kegiatan penyelidikan yang dapat dilakukan oleh siswa
2. Modified inquiry
Dalam metode ini guru hanya memberikan problema saja. Biasanya disediakan pula
bahan atau alat-alat yang diperlukan, kemudian siswa diundang untuk memecahkannya
melalui pengamatan, eksplorasi dan atau melalui prosedur penelitian untuk memperoleh
jawabannya. Pemecahan masalah dilakukan atas inisiatif dan caranya sendiri secara kelompok
atau perseorangan. Guru berperan sebagai pendorong, narasumber (resourse person), dan
bertugas memberikan bantuan yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses belajar
siswa. Kegiatan-kegiatan belajar siswa terutama ditekankan dengan eksplorasi, merancang,
dan melaksanakan eksperimen.
Pada waktu siswa melakukan proses belajarnya untuk mencari pemecahan atau jawaban
masalah itu, bantuan yang dapat diberikan guru ialah dengan teknik-teknik pertanyaan, bukan
berupa penjelasan. Ini dimaksudkan agar siswa tetap dirangsang berpikir untuk mencari dan
menemukan cara-cara penelitian yang tepat. Untuk itu berikanlah pertanyaan-pertanyaan
pengarah kepada pemecahan masalah yang perlu dilakukan siswa.
3. Invitation into inquiry
Siswa dilibatkan dalam proses pemecahan problema sebagaimana cara-cara yang lazim
diikuti oleh ilmuwan. Suatu undangan (invitation) memberikan suatu problema kepada siswa,
dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati-hati mengundang siswa
untuk melakukan beberapa kegiatan atau kalau mungkin semua kegiatan berikut:
a. Merancang eksperimen
b. Merumuskan hipotesis
c. Menetapkan kontrol
d. Menentukan sebab dan akibat
e. Menginterpretasi data
f. Membuat grafik
g. Menentukan peranan diskusi dan simpulan dalam merencanakan penelitian
h. Mengenal bagaimana kesalahan eksperimental mungkin dapat dikurangi atau diperkecil
4. Pictorial riddle
Pendekatan dengan menggunakan pictorial riddle adalah salah satu teknik atau metode
untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa di dalam situasi kelompok kecil maupun
besar. Gambar, peragaan, atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk
meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif siswa. Suatu riddle biasanya berupa gambar di
papan tulis, papan poster, atau diproyeksikan dari suatu transparansi, kemudian guru
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan riddle tersebut.
Dalam membuat rancangan (design) suatu riddle, guru harus mengikuti langkah sebagai
berikut:
a. Memilih beberapa konsep atau prinsip yang akan diajarkan atau didiskusikan
b. Melukiskan suatu gambar, menunjukkan ilustrasi, atau menggunakan foto (gambar) yang
menunjukkan konsep, proses, atau situasi
c. Suatu proses bergantian adalah untuk menunjukkan sesuatu yang tidak sewajarnya, dan
kemudian meminta siswa untuk mencari dan menemukan mana yang salah dengan riddle
tersebut. Misalnya, tunjukkan suatu masyarakat petani di mana semua prinsip ekologi
disalahgunakan. Kemudian ajukan pertanyaan kepada siswa mengenai hal-hal apa yang
keliru atau salah dalam hubungan dengan segala sesuatu yang telah dilakukan di dalam
komunitas tersebut.
d. Membuat pertanyaan-pertanyaan berbentuk divergen yang berorientasi proses dan
berkaitan dengan riddle (gambar dan sebagainya) yang akan membantu siswa
memperoleh pengertian tentang konsep atau prinsip apakah yang terlibat di dalamnya.

Prinsip-prinsip Pendekatan Inkuiri


1. Berorientasi pada Pengembangan Intelektual
Tujuan utama dari pendekatan inkuiri adalah pengembangan kemampuan dalam berpikir.
Tidak hanya penguasaan materi tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan
menemukan sesuatu.
2. Prinsip Interaksi.
Guru tidak sebagai sumber belajar tetapi sebagai pengatur interaksi agar siswa dapat
mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
3. Prinsip Bertanya.
Guru memiliki berperan sebagai penanya karena kemampuan siswa untuk menjawab
pertanyaan merupakan sebagian dari proses berpikir.
4. Prinsip Belajar untuk Berpikir.
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta tetapi merupakan proses berpikir, yaitu
proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan, baik otak
reptile, otak limbic, maupun otak neokortek.
5. Prinsip Keterbukaan.
Tugas guru adalah memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan
hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang dianjurkannya.

Syarat Pendekatan Inkuiri


1. Guru harus terampil dalam memilih persoalan yang relevan untuk diajukan kepada kelas dan
sesuai dengan daya pikir siswa
2. Guru harus terampil menumbuhkan motivasi belajar siswa dan menciptakan situasi belajar
yang menyenangkan
3. Terdapat fasilitas dan sumber belajar yang cukup
4. Terdapat kebebasan siswa untuk berpendapat dan berdiskusi
5. Setiap siswa berpartisipasi dalam kegiatan belajar
6. Tidak banyak campur tangan dan intervensi terhadap kegiatan siswa.

Langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Inkuiri


1. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
Rumusan masalah merupakan arah yang dicapai dalam pembelajaran. Perumusan
masalah harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan dalam pembelajaran IPA.
2. Merumuskan Hipotesis
Dilakukan dengan diskusi dan harus sesuai dengan kemampuan siswa.
3. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data
4. Menguji hipotesis
Data yang sudah dianalisis kemudian disimpulkan dengan mengkaji hipotesis yaitu benar
atau salah. Bila dianggap hipotesisnya kurang tepat, maka langkah ini dapat digunakan untuk
merefisi rumus masalah hipotesis, bila perlu mengulang langkah ketiga.
5. Merumuskan alternatif-alternatif pemecahan masalah
Apabila rumusan hipotesis sudah jelas, dan kalau sudah terkumpul, siswa dibimbing untuk
merumuskan alternatif pemecahan masalah.
6. Menetapkan pemecahan masalah tentu saja dengan bimbingan guru

Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Inkuiri


 Kelebihan
Menurut Amin (2009) kelebihan dari pendekatan inkuiri adalah :
1. Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri.
2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung berlangsungnya pembelajaran yang
berpusat pada siswa.
3. Membantu siswa mengembangkan konsep diri yang positif.
4. Meningkatkan penghargaan sehingga siswa mengembangkan ide untuk menyelesaikan tugas
dengan caranya sendiri.
5. Mengembangkan bakat individual secara optimal.
6. Menghindarkan siswa dari cara belajar menghafal.
 Kekurangan
Menurut Sanjaya (2008), kekurangan dari pendekatan inkuiri adalah
1. Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2. Sulit dalam merancang pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam
belajar.
3. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang telah ditentukan.
4. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, strategi pembelajaran inkuiri akan sulit di implementasikan oleh setiap guru

Pertanyaan
1. Bagaimanakah karakteristik dari pendekatan inkuiri?
Karakteristik dari pendekatan inkuiri ini adalah guru tidak mengkomunikasikan
pengetahuan, tetapi membantu siswa untuk belajar bagi mereka sendiri, kemudian topik,
masalah yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan
dapat ditentukan oleh siswa, dapat ditentukan oleh guru, dan dapat ditentukan bersama
oleh siswa dan guru. Pembelajaran inkuiri memberi tekanan pada ide-ide konstruktivis
dari belajar. Kemajuan belajar terbaik terjadi dalam situasi kelompok.
2. Apakah keuntungan metode inkuiri bagi siswa?
a. Siswa akan mengerti konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih baik
b. Membantu dalam menggunakan ingatan dan dalam transfer kepada situasi-situasi
proses belajar yang baru
c. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri
d. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri
e. Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik
f. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang.

Daftar Pustaka
Amin, Moh. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan Menggunakan Metode
Discovery dan Inkuiri. Jakarta: Depdikbud.
Sanjaya, Wina. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan KTSP.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudirman, N., dkk. (1992). Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
KRITERIA PENILAIAN RESUME
MATAKULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
SEMESTER GASAL 2018-2019

No. Elemen Skor Penilaian


Maks Diri Teman Dosen
I. Identitas Resume
1 Judul resume 5 5 5
2 Keperluan ditulisnya resume 2 2 2
3 Nama penulis resume 2 2 2
4 Tempat dan waktu penulisan resume 1 1 1

II. Bagian Teks Utama Resume


5 Topik-topik Bahasan pada bagian inti:
 Relevan dengan topik bahasan yang dipaparkan pada 15 14 15
RPS
 Berisi point-point penting yang berkaitan dengan 20 20 19
topik bahasan
 Beragam konsep dieksplor dari banyak sumber (> 5 15 13 13
sumber bu-
ku atau artikel)
 Menyajikan hasil eksplorasi berupa konsep yang 15 15 15
relevan dengan konsep yang dipelajari
 Gambar/diagram/foto yang disertakan 10 10 10
 Memunculkan pertanyaan-pertanyaan penting dari 15 10 10
hasil resume

Jumlah Skor Maksimal 100 92 92

Korektor :
Diri Sendiri : Dewi Safitri/160341606086
Teman : Lailatul Safitri/160341606065
Dosen :