Anda di halaman 1dari 39

Hadapi Perang 2050, Cina Siap Bangun

Kapal Induk Besar


Reporter: Non Koresponden
Editor: Choirul Aminuddin
Jumat, 2 Maret 2018 19:00 WIB

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat mengawal kapal induk Cina yang berlayar menuju Hong Kong, Cina, 7
Juli 2017. Kapal induk pertama Cina berlayar ke perairan Hong Kong dalam pertunjukan kekuatan militer terbaru
yang tumbuh di negara tersebut. REUTERS/Bobby Yip
TEMPO.CO, Jakarta - Cina siap membangun kapal induk lebih besar setelah negeri itu
mengaku telah menguasai teknologi. Informasi tersebut disampaikan koran South China
Morning Post, Jumat, 2 Maret 2018, terkait dengan rilis anggaran tahunan yang disampaikan
pemerintah kepada parlemen. Presiden Xi Jinping pernah berjanji pada Oktober 2017 bahwa dia
akan mengembalikan militer Cina ke dalam pasukan kelas dunia yang siap bertempur pada 2050
dan telah membangun teknologi baru, termasuk mengembangkan jet tempur siluman, kapal
induk dan rudal. Baca: Hadapi Perang Dunia III, Cina Dirikan Ini di Dekat Korea Utara

Kapal induk Cina Liaoning saat berlayar menuju perairan Hong Kong, Cina, 7 Juli 2017. Kapal induk Liaoning memiliki kapasitas
55.000 ton yang memiliki jalur lepas landas Soviet. REUTERS/Bobby Yip
Cina sudah memiliki kapal induk Liaoning bekas Uni Soviet dari Ukraina pada 1988. Kapal ini
diluncurkan tahun lalu, selanjutnya diperkirakan pensiun pada 2020.
Liu Zheng, pimpinan Dalian Shipbuilding Industry di Provinsi Liaoning mengatakan, perusahaan
dan induk perusahaannya, China Shipbuilding Industry Corp, adalah industri kapal terbesar di
dunia yang dapat mendisain dan membangun kapal induk.
"Kami memiliki keahlian sepenuhnya dalam hal disain, teknologi, teknik, manufaktur dan
manajemen proyek yang dibutuhkan untuk membuat kapal induk tingkat tinggi," ucap Liu
kepada koran milik pemerintah China Daily menjelang sidang tahunan parlemen.

USS Carl Vinson merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz, yang saat ini ditempatkan di Laut Cina Selatan. Carl Vinson
dikirim ke Laut Cina Selatan untuk melakukan Operasi Kebebasan Navigasi, setelah Tiongkok mengklaim dan membangun pangkalan
militer di kepulauan Spartly. REUTERS/Mike Blake
"Kami siap membangun kapal induk lebih besar," tambahnya.
China Shipbuilding mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan teknologi untuk membangun
kapal induk bertenaga nuklir.
Baca: Pelayaran Kapal Induk Cina Tertangkap Satelit
China Daily mengutip keterangan penjelasan para ahli mengatakan, Cina membutuhkan
sedikitnya enam kapal induk. Adapun Amerika Serikat, saat ini, mengoperasikan 10 kapal induk
dan akan ditambah dua lagi.
Putin: Rusia Kini Miliki Senjata Nuklir Paling Canggih di Dunia
Suci Sekarwati, Jumat, 2 Maret 2018 09:37 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin, mendengarkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu saat parade militer selama
perayaan Hari Angkatan Laut di St. Petersburg, Rusia, 30 Juli 2017. AP Photo
TEMPO.CO, Jakarta - Vladimir Putin mengumumkan telah merampungkan senjata nuklir terbaru,
yang bisa menembak target pada jarak berapa pun di belahan dunia. Pengembangan sistem senjata nuklir
ini untuk menangkis rudal buatan Amerika Serikat. Reuters pada Kamis, 1 Maret 2018, Putin
mengumumkan tentang sistem senjata nuklir terbaru dalam rapat tahunan dengan Dewan Federal di
Moscow, disertai tayangan video simulasi peluncuran rudal nuklir terbaru, Sarmat Hipersonik ICBM
yang diwarnai dengan tepuk tangan kagum anggota Dewan Federal. Putin kemudian menegaskan, satu
saja serangan nuklir pada sekutu-sekutu Rusia isama dengan serangan pada Rusia dan pihaknya segera
mengambil langkah untuk merespons. Tidak disebutkan Putin secara rinci apakah sekutu khusus yang
dimaksudnya adalah Suriah, namun komentarnya jelas menggertak Washington agar tidak menggunakan
taktik perang senjata nuklir.

Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di
Danang, Vietnam, 11 November 2017. Trump dan Putin menyetujui sebuah pernyataan tentang Suriah, saat berbincang ketika sesi foto.
Pernyataan Putin itu disambut skeptis oleh Washington. Pemerintah AS tidak percaya apakah
pemerintah Rusia telah benar-benar menambahkan kecanggihan baru pada senjata-senjata
nuklirnya melampaui AS, yang sudah terkenal dengan kekuatan militer dan agen-agen
intelejennya. “Kami telah mengamati Rusia cukup lama dan kabar ini tidak membuat kami kaget.
Senjata-senjata nuklir yang dibicarakan ini sudah dikembangkan sejak lama,” kata juru bicara
Pentagon, Dana White, Kamis, 1 Maret 2018. Baca: Putin Tahu Korea Utara Mau Luncurkan
Nuklir Sejak 16 Tahun Lalu. Pemerintah AS menuduh Moskow kembali menciderai pakta
perang dingin yang melarang penggunaan senjata nuklir, peluncuran rudal konvensional dan
peluncuran misil dari atas kapal dengan radius 500 kilometer sampai 5.500 kilometer. Juru bicara
Gedung Putih Sarah Sanders, mengatakan Presiden Putin telah mengkonfirmasi apa yang AS
ketahui sejak lama dan selalu disangkal oleh Moskow. Pemerintah Rusia sudah mengembangkan
ketidakstabilan sistem senjata selama hampir 10 tahun, yang secara langsung menciderai
kewajiban pada pakta-pakta yang sudah setujuinya sendiri.
Tiga Pesan Vladimir Putin Pada Musuh-Musuh Rusia
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Suci Sekarwati
Jumat, 2 Maret 2018 21:00 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin tampak kebasahan selama upacara kehormatan untuk
memperingati invasi Nazi Jerman pada 1941 di Benteng Kremlin di Moskow, Rusia, 22 Juni
2017. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS
TEMPO.CO, Jakarta - Pidato tahunan Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Kamis, 1 Maret
2018, di hadapan anggota Dewan Federal Rusia, menjadi sorotan publik. Pasalnya, pidato ini
disampaikan dua pekan menjelang diselenggarakannya pemilu Presiden Rusia dan peringatan
keras Putin kepada musuh-musuh Rusia.
Ada tiga pesan bernada peringatan yang disampaikan Putin kepada musuhnya. Pertama, tidak
ada rahasia yang tidak diketahui Rusia. Kedua, musuh-musuh Rusia diingatkan bahwa sistem
senjata nuklir terbaru Rusia mampu menangkal, baik itu serangan dalam bentuk konvensional
maupun ancaman cyber. Terakhir, posisi Rusia bagi musuh yang menyerang Rusia maupun
sekutunya adalah hak Rusia menggunakan senjata nuklirnya dan secepat mungkin menyerang
balik musuh. Dalam pesannya itu, Putin dengan tegas mengatakan setiap serangan nuklir
terhadap Rusia atau sekutu-sekutunya, baik itu dalam skala kecil, menengah atau skala apapun,
akan dianggap sebagai serangan terhadap Rusia. Putin tidak menyebut spesifik siapa sekutu-
sekutu yang dimaksudnya. Putin pada 18 Maret 2018 akan kembali mencalonkan diri sebagai
Presiden Rusia. Peluangnya saat ini untuk terpilih kembali sangat besar.
Sarmat ICBM, Senjata Rusia Tercanggih Tanpa
Batasan Jarak Tempuh
Reporter: Tempo.co
Editor: Suci Sekarwati
Jumat, 2 Maret 2018 11:30 WIB

Rudal nuklir tercanggih Rusia, hypersonic Sarmat ICBM yang diungkap pertama kali oleh Presiden Vladimir Putin
di hadapan Dewan Federal Rusia, 1 Maret 2018 {Russia Today]
TEMPO.CO, Jakarta - Jelang pelaksanaan pemilu pada 18 Maret 2018 mendatang, Presiden Rusia
Vladimir Putin di hadapan anggota Dewan Federal Rusia mengumumkan pihaknya sudah
mengembangkan senjata nuklir paling anyar, hypersonic Sarmat ICBM, yang mampu menangkal berbagai
serangan rudal. Ujicoba senjata baru ini sudah rampung dan hal ini merupakan terobosan dalam program
rudal Rusia. Putin mengatakan, senjata nuklir Sarmat adalah sistem pertahanan rudal modern, yang
mampu bermanuver dan menembak target yang diinginkan tepat sasaran. Dalam penjelasannya, Putin
memutar sebuah rekaman video, yang memperlihatkan kecanggihan Sarmat ICBM. Putin: Rusia Kini
Miliki Senjata Nuklir Paling Canggih di Dunia

Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri), Vladimir Putin (tengah) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.[http://aa.com.tr]
Dalam pidato tahunan di hadapan anggota Dewan Federal Rusia pada Kamis, 1 Maret 2018, Putin pun
mengatakan pihaknya sejak awal 2004 sudah membangun cara untuk menangkis kemampuan rudal
Amerika Serikat. Senjata nuklir Sarmat ini akan menggantikan senjata-senjata nuklir Rusia yang sudah
lawas, namun senjata nuklir pada era Uni Soviet, seperti R-36M2 Veovoda, akan tetap menjadi
andalan. Dikutip dari situs www.rt.com, Hypersonic Sarmat ICBM memiliki jangkauan yang sangat luas
sehingga secara virtual tidak ada batasan jarak tempuh dan mampu melancarkan serangan bahkan hingga
ke kutub utara dan selatan sekali pun. Baca: 15.500 Senjata Nuklir di Dunia, Rusia-Amerika Kuasai 93
Persen. Menanggapi pernyataan Putin itu, Washington bersikap acuh. Sebelumnya pada akhir pekan lalu,
Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin, mengatakan dengan Sarmat, Rusia bisa merobek-robek wilayah
pertahanan Amerika Serikat. Saat ini Rusia tidak menghadapi ancaman militer serius, tetapi Moskow
tidak akan tinggal diam terhadap setiap tindakan provokasi.
Putin: Amerika Serikat Mengepung Rusia
Reporter: Tempo.co
Editor: Suci Sekarwati
Jumat, 2 Maret 2018 16:27 WIB

Vladimir Putin menghadiri pertemuan saat kedatangan Raja Arab Saudi, Salman di Moskow,
Rusia, 5 Oktober 2017. Diketahui terkait konflik Suriah, Rusia mendukung Presiden Suriah
Bashar al-Assad, sementara Arab Saudi mendukung pembrontak yang berusaha menggulingkan
Assad. REUTERS
TEMPO.CO, Jakarta - Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan lima kapal perang dan 30
kapal penghancur di dekat wilayah perbatasan Rusia. Fakta ini diungkap langsung oleh Presiden
Rusia Vladimir Putin dalam pidato tahunan di hadapan anggota Dewan Federal Rusia, seperti
dikutip dari situs www.rt.com pada Kamis, 1 Maret 2018.
“Sistem anti-rudal balistik Amerika Serikat, termasuk sekelompok armada Angkatan Laut, sudah
dikerahkan. Mereka adalah lima kapal perang dan 30 kapal penghancur. Sejauh yang kami
ketahui, pengerahan ini dilakukan di daerah sekitar perbatasan Rusia,” kata Putin.

Menurutnya, pertahanan rudal Amerika Serikat meningkat dan mereka berkumpul di dekat
teritorial Rusia. Dia memperingatkan, armada-armada ini berasal dari markas Angkatan Laut
Amerika Serikat di California dan Alaska, serta sama persis dengan yang dikirimkan Amerika
Serikat ke Polandia dan Rumania. Baca: Rusia Vs Amerika: Kami Siapkan Langkah Balasan
Amerika Serikat berencana mengembangkan lebih jauh jarak tempuh rudal-rudalnya di Jepang
dan Korea Selatan. Untuk itu, guna merespon tantangan-tantangan yang disebabkan penarikan
diri Amerika Serikat dari pakta anti-rudal atau ABM, pemerintah Rusia mulai mengembangkan
strategi persenjataan tingkat tinggi. “Kami telah memulai mengembangkan strategi persenjataan
baru, yang tidak menggunakan lintasan-lintasan rudal sama sekali ketika menyerang target,”
kata Putin. Terkait persenjataan, Tokyo baru-baru ini membeli dari Lockheed Martin Aegis
Ashore, Amerika Serikat, sistem-sistem untuk meningkatkan kemampuan anti-rudalnya dalam
mengantisipasi potensi serangan mendadak. Sedangkan Seoul sudah menggunakan sistem
Terminally High Altitude Area Defense atau THAAD dari Amerika Serikat.
Putin Akan ke Indonesia, Kapan?
Reporter: Suci Sekarwati
Editor: Suci Sekarwati
Jumat, 23 Februari 2018 20:58 WIB
Vladimir Putin memanjatkan doa saat mengikuti perayaan Hari Epifani, di biara Nilov dekat
danau Seliger, Rusia, 19 Januari 2018. Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS
TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M. Wahid Supriyadi, tidak
menampik kabar rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia. Wahid
menjelaskan, sudah ada pembicaraan mengenai rencana kunjungan orang nomor satu di Rusia
ini, tapi jadwal kedatangannya belum diketahui.

Presiden Rusia Vladimir Putin, saat mengunjungi kator Pusat Komisi Pemilihan Umum untuk mengelengkapi dokumennya di Moskow,
Rusia, 27 Desember 2017. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS
Rencana kunjungan Putin ini sebagai kunjungan balasan setelah Presiden RI Joko Widodo
berkunjung ke Rusia. Hubungan Indonesia–Rusia dalam dua tahun terakhir mengalami kemajuan
pesat, baik di bidang kerja sama militer, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata. “Rencana
kedatangan ini bukan terkait dengan pencalonan Putin untuk kembali menjadi Presiden Rusia.
Hanya waktunya saja yang bersamaan,” kata Wahid. Baca: Putin Resmi Daftar Ikut Pilpres
Rusia, Pilih Jalur Independen. Pada tahun ini, Rusia akan menyelenggarakan pemilu, yang
akan dilakukan pada 18 Maret 2018. Sekarang ini, Putin, 65 tahun, sudah mendapatkan 83 persen
dukungan masyarakat Rusia untuk kembali maju memimpin Negara Beruang Merah itu. Dia
menjadi calon paling kuat Presiden Rusia di antara tujuh calon yang sudah mendaftar untuk maju
dalam Pemilu 2018. Pada tahun politik ini, Wahid menegaskan, kondisi Rusia secara umum
kondusif. Menggunakan transportasi umum hingga pukul 12.00 malam di negara Putin ini pun
masih aman. Data KBRI menyebut ada sekitar seribu warga negara Indonesia di Rusia, dan
separuh dari jumlah tersebut adalah mahasiswa.
Hadapi Cina, India Bangun Pangkalan
Militer di Seychelles, Afrika
Reporter: Non Koresponden
Editor: Maria Rita Hasugian
Selasa, 20 Februari 2018 09:38 WIB

India membangun pangkalan militernya di Seychelles, negara kepulauan mungil di Afrika,


TEMPO.CO, Jakarta -India membangun pangkalan militer di Seychelles, negara kepulauan
yang mungil di kawasan Afrika, untuk menghadapi pengaruh Cina yang semakin besar di
Samudera India. Akhir Januari lalu, India dan Seychelles menandatangani kesepakatan yang
direvisi mengenai pemberian jaminan izin kepada India untuk membangun pangkalan militernya
di Pulau Assumption di wilayah kedaulatan Seychelles. Pulau Assumption berjarak sekitar 1650
kilometer arah timur dari daratan Afrika Timur. Direktur Eksekutip Yayasan Maritim Nasional
India, Gurpreet Khurana, kesepakatan India - Seychelles sebagai upaya mengamankan wilayah
teritori negara. "India punya kawasan utama di wilayah timur Samudera India dan kedua di
wilayah Indo-Pasifik. Kami, India, berkepentingan untuk melindungi. Dengan Cina memasuki
Samudera India, strategi kami juga meluas, dan ini satu-satunya cara agar India mampu
melindungi dirinya," kata Kurana seperti dikutip dari CNN, 19 Februari 2018.
Kesepakatan India - Seychelles telah melewati proses panjang dengan sejumlah negosiasi
diplomatik selama beberapa tahun lamannya.
India mengoperasikan satu kapal selam SSBN kelas Arihant dan satu lagi sedang dalam pembangunan. Kapal selam kelas Arihant
memiliki panjang 110 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 24 knot (44,4 km/jam). Arihant mampu membawa empat rudal balistik
nuklir K4 yang mampu mencapai sasaran sejauh 3.500 km atau 12 rudal nuklir K15 yang mampu mencapai sasaran sejauh 750 km.
zeenews.india.com
Baca: India dan Cina Setuju Akhiri Ketegangan di Perbatasan
Kemudian,Perdana Menteri India Narendra Modi berkunjung ke Seychelles pada Mei 2015.
India juga menggelar patroli di sekitar perairan Seychelles sebagai bentuk kerja sama menjaga
keamanan perairan kedua negara. Tahun 2016, India mendirikan sistem radar pemantauan di
negara itu untuk mendapat informasi dan melakukan analisa intelijen. India bermaksud
mengamankan jalur perdagangannya di Samudera India. India memiliki garis pantai sepanjang
7.500 kilometer dan berada di tengah-tengah Samudera India sehingga amat bergantung pada
akses bebas dan terbuka untuk jalur perdagangannya. Sekitar 40 juta barel minyak per hari atau
setengah dari suplai minyak dunia dikirim melalui Samudera India, termasuk melewati selat
Hormuz, Malaka dan Bab el-Mandeb. Menurut Kementerian Pelayaran Laut India, sekitar 95
persen volume perdagangan dilakukan via Samudera India. Begitu juga 70 persen perdagangan
negara itu berdasarkan nilai barang.
Baca: Versus Cina, India Upgrade Teknologi Senapan Serbu Pasukan
Tidak seluruh penduduk Seychelles mendukung kesepakatan ini. Sebanyak 50 warga Syechelles
menggelar protes atas kesepakatan ini karena dilakukan tanpa transparansi dan kepedulian pada
lingkungan. Pemimpin aksi protes, Ralp Volcere, mengatakan kepada Seychelles News Agency
bahwa negaranya tidak seharusnya terseret dalam konflik negara super power. "Kami perlu tetap
nonblok, berteman dengan semua, dari musuh sampai teman," kata Volcere. Dari dalam negeri
India, kesepakatan ini juga menuai kritik. Mantan Kepala Angkatan Laut India, jenderal
purnawiran Arun Prakash menyangkal pembangunan pangkalan militer di Seychelles.
Menurutnya, yang dibangun adalah fasilitas militer, "Bukan kebijakan kami membangun
pangkalan militer di negara orang. Kami dulu dijajah selama beberapa abad, dan setelah kami
bebas, kami tidak ingin melakukan hal sama di negara orang lain. Membangun pangkalan militer
merupakan bentuk lain dari kolonialsme," kata Prakas tentang kesepakatan India dan Seychelles
membangun pangkalan militer di negara itu.
Eksplorasi Laut Cina Selatan, Filipina
Syaratkan Ini ke Cina
Reporter: Tempo.co; Editor: Suci Sekarwati
Kamis, 1 Maret 2018 19:25 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sengketa wilayah perairan Laut Cina Selatan antara Filipina dan Cina
memasuki babak baru. Pemerintah Filipina pada Kamis, 1 Maret 2018, mengatakan segala
bentuk potensi kesepakatan antara Manila dan Beijing menyangkut eksplorasi energi di Laut
Cina Selatan harus disetujui atas nama perusahaan, bukan atas nama pemerintah Cina.
“Kami kemungkinan masuk pada sebuah kesepakatan dengan perusahaan Cina dan bukan
dengan negara Cina itu sendiri,” kata Harry Roque, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, seperti
dikutip dari Reuters, Kamis, 1 Maret 2018.

Nelayan Filipina tersenyum saat perlihatkan lobster hasil tangkapannya di dekat Scarborough Shoal di LCS, 5 April 2017. REUTERS
Pernyataan Roque itu terkait pada kesepakatan Januari lalu, di mana Filipina dan Cina setuju
untuk membuat sebuah panel khusus, yang bertugas mencari jalan keluar terkait upaya kedua
negara untuk saling bekerja sama mengeksplorasi minyak lepas pantai dan gas, yang ada di Laut
Cina Selatan tanpa harus menyinggung masalah kedaulatan di wilayah yang diperebutkan
tersebut. “Kami tidak memasuki ranah kesepakatan kedaulatan terkait eksplorasi. Ini akan
menjadi sebuah kesepakatan antara dua perusahaan di kedua negara,” kata Roque. Sebelumnya
pada Rabu malam, 28 Februari 2018, Duterte mengatakan Beijing telah mengajukan proposal
agar dilakukan eksplorasi bersama semacam co-ownership, ketimbang saling menyerang
memperebutkan Laut Cina Selatan. Presiden Duterte menggunakan analogi co-ownership untuk
menyederhanakan masalah sengketa wilayah antara Cina dan Filipina. Baca: Cina-Filipina
Kelola Sumber Energi di Laut Cina Selatan. Mewujudkan proyek kerja sama ini akan sangat
komplek dan sensitif karena saling membagi cadangan minyak dan gas bisa dipandang sebagai
sikap mendukung klaim negara lain. Wilayah perairan Laut Cina Selatan diperebutkan oleh Cina,
Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam dan Filipina.
RI-AS Sepakati Solusi Damai Sengketa Laut China Selatan
Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 21/04/2017 20:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia bersama Amerika Serikat sepakat menjaga stabilitas
keamanan di perairan sengketa Laut China Selatan dengan mengedepankan dialog. Kesepakatan itu
terjalin saat Wakil Presiden Mike Pence bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (20/4) di
Istana Negara. “Penekannya ada pada solusi dialog dalam menangani setiap masalah di kawasan
khususnya soal perairan ini,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Gedung
Kemlu, Jumat (21/4). Arrmanatha mengatakan, dalam lawatan perdananya ke Indonesia, wapres AS ke-48
itu juga menekankan pentingnya mengutamakan diplomasi damai dalam penanganan sengketa di perairan
itu. Menurutnya, stabilitas dan keamanan di perairan itu bukan hanya menjadi kepentingan negara di
kawasan tapi juga kepentingan bagi seluruh negara di dunia. “Intinya ini kepentingan seluruh dunia. Flow
of goods akan berdampak jika ketegangan terus menyelimuti perairan ini. Hal itu tentu akan
mempengaruhi perekonomian global,” ujar Arrmanatha. Sejak 90 persen wilayah LCS diklaim oleh
China, perairan itu menjadi salah satu kawasan yang sangat rentan akan konflik. Klaim China tumpang
tindih dengan pengakuan sejumlah negara lain di Asia Tenggara, seperti Filipina, Brunei, dan
Malaysia. Perairan ini diketahui memiliki cadangan mineral yang melimpah dan menjadi salah satu jalur
perdagangan laut utama yang memiliki nilai mencapai US$5 triliun per tahun, atau sepertiga dari total
perdagangan global. Konflik maritim ini tak kunjung rampung meskipun Pengadilan Arbitrase Permanen
(PCA) telah menetapkan bahwa klaim China atas perairan tersebut tidak sah. Sebagai upaya menghindari
konflik, ASEAN bersama China tengah merundingkan pembentukan kode etik atau Code of Conduct
(CoC) untuk menangani sengketa di LCS. Arrmanatha berujar, Indonesia terus aktif mendorong
perundingan penyelesaian CoC ini. Pembicaraan CoC sudah berjalan antara ASEAN dan China sejak
lebih dari satu dekade lalu, dengan harapan dapat meredakan ketegangan di kawasan. Namun, negosiasi
berjalan lambat lantaran suara konsesus ASEAN sulit dipahami China. Beijing juga berkeras menolak
sejumlah aturan yang menghalangi patroli lautnya di perairan tersebut. Baru-baru ini, ASEAN dan China
mencapai kemajuan dengan menghasilkan draf awal kerangka kerja CoC yang di sepakati dalam
pertemuan kelompok kerja ASEAN-China soal CoC di Bali pada 27 Februari 2017. Hasil Pertemuan
tersebut menjadi dasar kuat lahirnya kesepakatan CoC antar negara di LCS. Selain itu, pertemuan lanjutan
di Siem Reap, Kamboja, pada akhir Maret 2017 juga berhasil tuai hasil positif.
Komitmen Kuat AS
Pertemuan itu melahirkan kesepakatan tentang implementasi Deklarasi Perilaku Pihak-pihak dalam
Sengketa Laut China Selatan atau Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC).
Tak hanya soal LCS, kunjugan Pence ke Jakarta juga digambarkan pemerintah sebagai komitmen kuat
Amerika terhadap hubungan Indonesia dan juga kawasan. Hal ini, lanjut Arrmanatha, bisa dilihat dari
pernyataan Pence yang mengatakan rencana Presiden Donald Trump yang akan hadir di Konferensi
Tingkat Tinggi ASEAN di Manila, Filipina, November mendatang. “Rencananya, Presiden Trump akan
hadir di KTT ASEAN November mendatang. Kunjungan Pence ke Jakarta menunjukan confidence
terhadap Indonesia dan kawasan,” katanya. Arrmanatha mengatakan, lawatan politikus Partai Republik ini
pun diartikan sebagai kesiapan Washington memperluas dan memperkuat kemitraan strategis dengan
Jakarta, khususnya dalam bidang ekonomi. “Kunjungan Pence tunjukan komitmen kuat pemerintahan
baru AS terhadap kemitraan strategis dengan Indonesia. Ini juga sebagai kepercayaan AS terhadap peran
Indonesia sebagai sama-sama negara demokrasi yang besar di kawasan,” ujar Arrmanatha menambahkan.
Lawatan Pence, Tanda Harapan AS soal Peran RI di LCS
Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 20/04/2017 18:22 WIB

Wapres AS Mike Pence (kiri) mendorong Indonesia lebih berperan di LCS (Reuters/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Profesor ilmu hubungan internasional dari Universitas Bina Nusantara (Binus),
Tirta N Mursitama, mengatakan lawatan Wakil Presiden Mike Pence ke Jakarta pada 20-21 April ini
menandakan posisi Indonesia yang masih berpengaruh bagi Amerika Serikat. Tirta menuturkan, dalam
kunjungan Pence ini Washington menaruh harapan bagi Indonesia untuk berperan lebih besar di kawasan,
khususnya, untuk membendung provokasi China dalam sengketa Laut China Selatan. "Kunjungan Pence
menandakan Indonesia masih penting bagi AS. Lawatan ini juga menggambarkan harapan AS agar RI
bisa berperan lebih aktif di kawasan, terutama dalam menangkal gencarnya provokasi China di LCS dan
pengaruhnya terhadap ekonomi di Asia Tenggara," kata Tirta kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/4).
Meski Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) telah menolak klaim China terhadap 90 persen wilayah di
LCS, Beijing terus menggencarkan pembangunan pulau dan aktivitasnya di perairan itu. Bahkan sejumlah
foto satelit menggambarkan China berhasil menempatkan puluhan hanggar dan radar berkemampuan
tinggi di pulau buatan mereka di LCS.
Lihat juga: Di Depan JK, Mike Pence Koreksi Tudingan Miring Terhadap RI
Tirta berujar, Washington masih menganggap Jakarta sebagai jangkar di Asia Tenggara, bahkan Asia
secara keseluruhan. Menurutnya, ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan manfaat lebih
besar lagi dari hubungan kedua negara. Salah satunya, tutur Tirta, kunjungan Pence ini bisa menjadi
peluang bagi Presiden Joko Widodo untuk meyakinkan Negeri Paman Sam bahwa Indonesia merupakan
negara mitra strategis AS yang semestinya tidak dipandang negatif, khususnya dalam masalah
perdagangan. Komentar ini dilontarkan Tirta menyusul tudingan Trump pada salah satu perintah
eksekutifnya yang menyebut Indonesia sebagai salah satu negara curang pembuat defisit neraca
perdagangan AS.
Lihat juga: Kalla: Pence Tak Ingin Hubungan Multilateral dengan Indonesia
"Artinya tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan terhadap kampanye maupun kebijakan Trump selama
ini. Bagi Indonesia, ini bisa dimanfaatkan dengan baik, dalam arti mendapatkan keuntungan riil dan
positif dari kunjungan ini. Misalnya saja dalam hal perdagangan, investasi, dan industri," kata ketua
jurusan HI tersebut. Ketika ditanya soal kemungkinan Amerika semakin menekan Indonesia terkait
sengketa kontrak usaha anak perusahaan tambang AS Freeport McMoran Inc., PT Freeport Indonesia,
Tirta menuturkan itu adalah hal biasa. "Adanya tekanan dari AS terhadap Indonesia terkait bisnis Freeport
itu biasa. Kuncinya, sejauh mana Presiden Jokowi bisa meningkatkan daya tawarnya terhadap AS dan
Freeport," kata Tirta. "Jika dia berhasil, Indonesia akan mendapatkan keuntungan diplomatis yang bisa
dimaknai [sebagai dampak positif] kepentingan nasional Indonesia," ucapnya menambahkan.
Kapal Perang Rusia Merapat ke Manila,
Duterte Bahagia
Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 20/04/2017 20:14 WIB

Kapal perang Rusia, Varyag, merapat di Manila, Kamis (20/4). (REUTERS/Romeo Ranoco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal perang Rusia, Varyag, berlabuh di Manila, Filipina, Kamis (20/4). Hal
tersebut terjadi saat suasana di kawasan Laut Pasifik terus memanas. Presiden Filipina Rodrigo Duterte
menyambut bahagia kedatangan Varyag dan menyebut tujuan kapal perang tersebut adalah latihan militer
bersama angkatan laut Filipina. Varyag datang bersama kapal tanker pembawa bahan bakar Pechenge.
Veryag dijadwalkan berlabuh selama empat hari di Manila.
Latihan militer bersama itu, ujar Duterte, merupakan bagian dari ‘kebijakan luar negeri yang
diamanatkan secara konstitusional’. Duterte juga tidak menyembunyika antipatinya terhadap
Amerika Serikat dan menjadikan Rusia dan China, sebagai prioritas negara sekutunya.
Melansir Reuters, Kapten Lued Lincuna, Direktur Urusan Publik Angkatan Laut Filipina
menyebut, tujuan latihan militer tersebut adalah mempelajari sistem pertahanan dan demonstrasi
persenjataan canggih milik Rusia. Sementara Komandan Varyag, Kapten Alexsei Ulyanenko
menyebut kehadiran angkatan laut Rusia bisa memberikan ‘kontribusi signifikan’ untuk
memperkuat hubungan dan mempertahankan kestabilan kawasan. Moskow juga berkeinginan
membantu Manila melawan ekstremisme dan pembajakan, dengan meningkatkan kerjasama dan
pelatihan pasukan, seperti yang dulu dilakukan Filipina dan AS, sebelum hubungan kedua negara
rusak. Penguatan hubungan militer Filipina-Rusia diharapkan berkembang lebih lanjut, saat
Duterte menandatangani nota kesepahaman dengan Vladimir Putin di Moskow, bulan depan.
Duterte juga telah menginstruksikan menteri pertahanan untuk memesan persenjataan modern
dari Rusia, termasuk senapan, perlengkapan penglihatan malam hari, drone, pesawat tempur, dan
helikopter.
Ditegur China, Duterte Batal ke Laut China Selatan
Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 13/04/2017 12:47 WIB

Duterte mengatakan, kini keputusannya sudah bulat karena China memberi peringatan bahwa akan ada
masalah jika ia tetap ke sana dan menancapkan bendera Filipina. (Reuters/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, membatalkan rencana kunjungan ke daerah
sengketa Laut China Selatan setelah China menegurnya. "Mereka berkata, jangan pergi ke sana sekarang
ini. Kami mohon jangan pergi ke sana. Saya akan memperbaiki keputusan saya karena kami menghargai
pertemanan kami dengan China," ujar Duterte, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (12/4).
Menegaskan pernyataannya, Duterte kembali berkata, "Karena persahabatan kami dengan China dan
karena kami menghargai pertemanan, saya tidak akan ke sana untuk mengibarkan bendera Filipina."
Duterte mengatakan, kini keputusannya sudah bulat karena China memberi peringatan bahwa "akan ada
masalah" jika ia tetap ke sana dan menancapkan bendera Filipina. Pernyataan ini dilontarkan tepat
sepekan setelah Duterte mengatakan bahwa ia mengerahkan pasukan militernya untuk mengokupasi
daerah Laut China Selatan yang masih kosong dan kibarkan bendera di sana.
"Saya sudah memerintahkan pasukan bersenjata untuk mengokupasi semuanya, mendirikan struktur di
sana dan mengibarkan bendera Filipina," ujar Duterte ketika mengunjungi kamp militer di Palawan, pulau
di dekat kepulauan Spratly. Kepulauan Spratly dibangun oleh China di daerah sengketa di Laut China
Selatan. Duterte mengatakan, sembilan atau sepuluh pulau karang di Kepulauan Spratly merupakan
wilayah Filipina. "Sepertinya semua orang berebut pulau di sana, jadi lebih baik kita tinggal di tempat
yang masih kosong. Setidaknya, mari ambil yang merupakan milik kita dan tekankan bahwa itu milik
kita," ucap Duterte sebagaimana dikutip AFP, Kamis (6/4). Seorang pejabat dari Kedutaan Besar China di
Manila terkejut ketika dimintai komentar oleh AFP. Sejak menjabat pada pertengahan tahun lalu, Duterte
memang selalu menunjukkan sikap lunak kepada China, berbeda dengan pendahulunya, Benigno Aquino.
Aquino mengajukan tuntutan untuk mempertanyakan klaim China atas 90 persen wilayah di Laut China
Selatan. Daerah yang terletak di salah satu jalur perdagangan tersibuk itu juga diklaim oleh Malaysia,
Thailand, Vietnam, dan Brunei. Hasil keputusan PCA yang menyatakan bahwa klaim China itu tidak sah
akhirnya diumumkan sesaat setelah Duterte dilantik. Namun, Duterte malah membuka jalur komunikasi
bilateral dengan China untuk membahas sengketa ini.
Cerita Jokowi Dipameri Keris oleh Erdogan dan Putin...
Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 09/08/2017, 19:49 WIB
Presiden Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, di sela-sela KTT APEC, di Beijing,
Senin (10/11/2015).(Dok. Sekretariat Kabinet )
SOLO, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo sedikit terkejut. Presiden Turki Recep Tayyip
Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin rupanya mengoleksi keris Indonesia. Hal itu
diceritakan Presiden Jokowi saat meresmikan Museum Keris Nusantara di Solo, Jawa Tengah,
Rabu (9/8/2017). "Saya waktu itu dipameri oleh Presiden Erdogan keris-keris yang sangat cantik
dari Indonesia," ujar Jokowi. "Waktu saya ke Rusia juga dipameri oleh Presiden Putin keris-keris
yang berasal dari Indonesia yang disimpan dalam ruangan khusus yang beliau miliki," lanjtu dia.
Kedua Presiden itu sama-sama menceritakan kekagumannya atas nilai-nilai filosofis yang
terkandung di dalam keris milik mereka. "Nilai-nilai filosofis yang ada di dalam keris itulah yang
menyebabkan mereka kagum dan akhirnya mengoleksi keris-keris itu," ujar Jokowi. Jika orang
luar negeri saja menghargai produk kebudaayaan Indonesia, maka sewajarnya jika orang
Indonesia sendiri pun mencintainya. Oleh sebab itu, didirikannya Museum Keris Nusantara
diharap menjadi wujud penghargaan terhadap produk kebudayaan asli Indonesia, keris terutama.
"Semuanya menjadi kekayaan seni budaya nusantara yang harus terus kita jaga dan lestarikan,"
ujar Jokowi. Museum yang mulai dibangun tahun 2013 itu itu menyimpan 400-an keris serta
senjata tradisional lainnya dari penjuru Indonesia. Peresmian museum yang dibangun bersumber
pada dana APBN, APBD, dan donatur tersebut disimbolisasikan dengan pengguntingan pita oleh
Jokowi. Usai itu, Presiden menuju ke lantai lima museum untuk melaksanakan peninjauan. Hadir
dalam peresmian museum, Wali Kota Solo F.X Rudyatmo, Guernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo dan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.

PM Belanda Serahkan Keris, Jokowi Balas Beri Koin 1.000


Fabian Januarius Kuwado Kompas.com - 23/11/2016, 15:58 WIB
Suasana penandatanganan MoU antara pemerintah Indonesia dan Belanda di Istana Merdeka,
Rabu (22/11/2016).(Fabian Januarius Kuwado)
JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menghadiahkan sebilah keris
kepada Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi pun membalasnya dengan memberikan koin Rp
1.000. Momen itu terjadi di Ruangan Kresidensial, Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/11/2016).
Di penghujung pernyataannya, PM Rutte kemudian mengambil sebilah keris berwarna kuning
dan menyerahkannya ke Presiden Jokowi. "Saya ingin menghadirkan kepada Presiden Jokowi
sebuah keris," ujar PM Rutte. Keris itu, lanjut Rutte, merupakan keris asli Indonesia yang
disimpan di Museum di Kota Delft, Belanda. Museum tersebut menyimpan 1.500 benda
bersejarah asal Indonesia. Penyerahan keris itu merupakan simbol pengembalian 1.500 benda
bersejarah yang disimpan di museum itu. "1.500 benda bersejarah itu akan dikembalikan ke
Indonesia dan keris ini adalah pemberian simbolik pertama," lanjut Rutte. Presiden Jokowi dan
PM Rutte kemudian berfoto bersama sambil sama-sama memegang keris itu. Tidak lama
kemudian, Presiden Jokowi juga menyerahkan koin logam bernilai Rp 1.000 kepada PM Rutte
sebagai balasannya. Keduanya kemudian berfoto bersama-sama dengan koin itu. Belum
diketahui apa maksud dari pemberian koin itu.
Baru Diluncurkan, Tank Buatan FNSS
Turki-Pindad Dilirik Pasar Global
Kaplan MT, tank hasil kerjasama Pindad dan perusahaan asal Turki miliki teknologi mutakhir.

Pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) TNI di depan Trans Studio Mall, Bandung,
Jawa Barat, Selasa (3/10). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa Selasa 10/10/2017, 16.39 WIB
Produk terbaru PT Pindad (Persero) berupa prototipe medium tank, Kaplan MT, mulai dilirik
pasar mancanegara. Beberapa negara dari regional Asia Tenggara mulai berminat dengan
kendaraan tempur hasil kolaborasi Pindad dengan perusahaan asal Turki, FNSS. Kaplan MT saat
ini baru akan diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri. Rencananya, Kaplan MT baru akan
diproduksi sebanyak 100 unit untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Sudah ada peminat dari
luar," kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Fasilitas Divisi Munisi PT Pindad,
Turen, Malang, Jawa Timur, Senin (9/10). Abraham mengatakan, tingginya minat dari pasar
mancanegara disebabkan karena spesifikasi Kaplan MT yang mutakhir. Kaplan MT memiliki
berat 30-40 ton dengan ukuran 7 meter x 3,2 meter x 2,7 meter. Medium tank ini menggunakan
mesin diesel dengan sistem transmisi otomatis (fully-automatic) yang mampu mengangkut 3
personel, terdiri dari juru kemudi, juru tembak, hingga pemberi komando. Dengan kecepatan 70
kilometer per jam, Kaplan MT memiliki jarak tempuh maksimal sekali jalan 450 km. Selain itu,
medium tank ini juga dilengkapi dengan meriam berkaliber 105 mm. Ia juga menggunakan
Remote Control Weapon System (RCWS). "Jadi ini bisa dikatakan baru pertama di dunia untuk
yang kelas medium, light tank. Makanya ini jadi andalan Pindad ke depan," kata Abraham.
Kendati dilirik pasar mancanegara, Kaplan MT akan difokuskan terlebih dahulu untuk TNI.
Direktur Teknologi dan Suplai PT Pindad Ade Bagja menuturkan, selain untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri, hal tersebut juga dimaksudkan untuk memperlihatkan kinerja Kaplan
MT. Saat ini, kata Ade, ada beberapa fase yang harus ditempuh Kaplan MT sebelum bisa
dipasarkan. Medium tank tersebut harus mengikuti uji mobilitas, uji tembak, hingga proses
sertifikasi. "Jadi medium tank ini di akhir 2017 sampai awal 2018 akan diuji habis-habisan.
Harapannya pertengahan 2018 sudah punya semua dokumen. Kalaupun pemesanan dilakukan
2018, delivery dilakukan 2019," kata Ade. Selain Kaplan MT, Pindad juga akan
mengembangkan Kendaraan Tempur (Ranpur) 8x8 Amphibious. Kendaraan tersebut
dikembangkan bersama dengan perusahaan asal Republik Ceko. Ranpur 8x8 memiliki berat
kosong 15.000 kilogram, berat maksimal berenang 20.000 kilogram, dan beban maksimal
berenang 5.000 kilogram. Ranpur 8x8 dapat menampung 12 kru dengan kecepatan maksimal 110
kilometer per jam. Di air, Ranpur 8x8 memiliki kecepatan maksimal 10 kilometer per jam. Jarak
tempuh yang dimiliki kendaraan tersebut mencapai 600 hingga 700 kilometer.
Ade menuturkan, pengembangan Ranpur 8x8 dimaksudkan agar Pindad dapat mempercepat
penguasaan teknologi kendaraan tempur beserta sistemnya secara keseluruhan. Harapannya, hal
ini dapat membuat Pindad dapat memproduksi alutsista yang diinginkan oleh pelanggannya.
Menurut Ade, pengerjaan Ranpur 8x8 akan dilakukan pada 2018 mendatang. Dia berharap
pengerjaan Ranpur 8x8 dapat dilakukan sebelum produksi Kaplan MT selesai. "Kalau bisa
secepatnya. Mungkin 2018 sebelum medium tank," kata Ade. Pindad saat ini telah memproduksi
berbagai alutsista, mulai dari senjata, munisi kaliber kecil (MKK), munisi kaliber besar (MKB),
kendaraan tempur seperti panser dan anoa, juga bahan peledak. Selain itu, Pindad juga
mengembangkan usahanya untuk memproduksi alat industrial seperti excavator, alat dan mesin
pertanian (Alsintani), serta generator listrik. Ada pula produksi alat penunjang kereta api dan
crane untuk pelabuhan. "Kami juga punya anak-anak perusahaan yang bergerak di trading,
rumah sakit, dan lainnya," kata Ade.
Target ekspor
Nilai ekspor PT Pindad hingga Oktober 2018 sekitar 10-15% dari penjualan produknya. Angka
tersebut masih cukup jauh dari target yang dicanangkan Pindad sebesar 40% pada 2017. "Baru
kurang lebih 10-15%," kata Abraham. Abraham mengatakan, saat ini pihaknya masih terus
mengejar ekspor produk Pindad ke luar negeri. Saat ini, Pindad mengaku telah melakukan
beberapa penjajakan penjualan produknya dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
"Tentunya berupa ekspor munisi maupun senjata," kata Abraham. Abraham menuturkan,
rendahnya ekspor produk Pindad terkendala oleh masalah perizinan sesuai aturan yang berlaku di
Indonesia. Pasalnya, produk tersebut perlu diuji dulu sebelum bisa diterbangkan ke mancanegara.
Menurutnya, uji produk tersebut membutuhkan izin dengan waktu yang cukup lama. Dia
mencontohkan, alat peledak yang diproduksi Pindad memerlukan izin uji terlebih dahulu dari
Kementerian Pertahanan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf TNI
Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Sebab, uji alat peledak tersebut harus
diterbangkan menggunakan pesawat F-16 milik TNI AU. Jika izin tidak diberikan, maka Pindad
terpaksa mengujinya secara konvensional dengan meledakkannya dari dalam tanah. "Kalau kami
berbicara ekspor, harus tetap juga taat pada UU dan perizinan dari Kementerian Pertahanan atau
Panglima TNI," kata Abraham. Abraham mengatakan, salah satu produk yang akan diekspor
tahun ini adalah 60 ribu alat peledak. Jumlah tersebut terdiri dari 30 ribu alat peledak tipe MK81
dan 30 ribu alat peledak tipe MK82. Direktur Teknologi dan Suplai PT Pindad Ade Bagja
mengatakan, pesanan kedua produk tersebut dalam jangka waktu multi-years, Nilai ekspor untuk
dua produk tersebut hampir senilai US$ 120 juta atau setara Rp 1,6 triliun. "Perkiraan MK82
kasarnya satunya US$ 2.000. MK81 lebih murah lagi," kata Ade.
Tank Kaplan Buatan Indonesia-Turki Dipamerkan Saat
Peringatan HUT TNI
Kristian Erdianto Kompas.com - 06/09/2017, 16:11 WIB
Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Soetrimo bertemu dengan Wakil
Menteri Pertahanan Turki Ismail Demir di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu
(6/9/2017). Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Soetrimo bertemu
dengan Wakil Menteri Pertahanan Turki Ismail Demir di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat,
Rabu (6/9/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto)
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan akan memamerkan prototipe medium
tank Kaplan saat peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2017. Direktur Jenderal
Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Soetrimo mengatakan, prototipe medium tank
Kaplan merupakan hasil kerja sama antara PT Pindad dengan industri pertahanan Turki, FNSS.
Kaplan pertama kali diluncurkan pada pameran industri pertahanan IDEF 2016 di Istanbul,
Turki. "Medium tank itu sudah jadi prototipenya, produksi bersama, yang pada Mei kemarin
diluncurkan di Turki dan di Indonesia nanti akan diluncurkan pada saat peringatan HUT TNI.
Nanti akan dipamerkan, ditunjukkan ke masyarakat," ujar Soetrimo usai bertemu dengan Wakil
Menteri Pertahanan Turki Ismail Demir di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu
(6/9/2017). (Baca juga: Turki Tawarkan Kerja Sama Pembuatan Kapal Selam dan Pesawat
Tanpa Awak) Soetrimo menuturkan, prototipe medium tank Kaplan merupakan hasil konkret
pertama dari kerja sama dengan Turki. Proyek tersebut dimulai pada tahun 2015 lalu. Menurut
dia, kerja sama tersebut akan terus berlanjut hingga industri pertahanan Indonesia mampu
memproduksi tank Kaplan secara mandiri. "Kerja sama ini akan berlanjut sampai orang-orang
Indonesia menguasai betul mengenai teknologi pembuatan tank," kata Soetrimo. Selain itu, kata
Soetrimo, Pemerintah Turki juga menawarkan kerja sama pembuatan kapal selam dan unmanned
aerial vehicle (UAV) atau pesawat terbang tanpa awak. Meski demikian pihaknya belum
memutuskan terkait penawaran tersebut. Kementerian Pertahanan akan melakukan kajian lebih
lanjut bersama pemangku kepentingan yang lain. "Pada pertemuan tadi Turki juga menawarkan
kerja sama pembuatan kapal selam 214 kemudian juga menawarkan UAV kelas MALE dan
control system," tutur Soetrimo. "Yang penting antara pemerintah harus ada kesepakatan dulu
baru nanti diturunkan ke tingkat bisnis. Kira-kira begitu," kata dia. Seperti dikutip dari
keterangan pers Kementerian Pertahanan, Indonesia memandang Turki sebagai partner yang
sangat penting. Pertemuan antara Indonesia dan Turki.menunjukkan peran Turki sebagai partner
strategis Indonesia sangat besar. Kerja sama antara Indonesia dan Turki semakin kuat setelah
kunjungan Presiden Turki ke Indonesia pada 2011 dan 2015. (Baca juga: Indonesia-Turki Bahas
Peningkatan Industri Pertahanan) Pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ankara, kedua
negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang kedirgantaraan dan alat komunikasi.
Saat ini, Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan Turki sedang menjajaki
penyusunan Defence Cooperation Agreement (DCA) sebagai payung hukum kerja sama
pertahanan. Pihak Indonesia sudah mengirimkan draf DCA tersebut dan tinggal menunggu
persetujuan dari pihak Turki
Sementara itu, Malaysia kini mengandalkan 45 buah PT-91M yang dibeli sekitar tahun 2007 dari
Polandia. Tank yang diberi nama Pendekar itu berbobot 45,5 ton. Senjatanya kanon 125 mm
2A46M, senapan mesin 12,7 mm dan 7,62 mm. Malaysia membeli tank ini untuk menggantikan
Tank Ringan Scorpion buatan Inggris. PT-91M Pendekar kini menjadi andalan resimen kavaleri
Malaysia. Lapisan pelindungnya ERAWA 3 Explosive Reactive Armour, cukup kuat untuk
menahan gempuran RPG, roket antitank atau tembakan kanon meriam 100 mm. Tank ini mampu
digeber dengan kecepatan 70 km/jam. Semoga kavaleri TNI AD makin bergigi dengan si Macan
Hitam dan semoga tank produksi Indonesia bisa mendunia. [ian]
Pindad Buat Tank Boat Pertama di Dunia,
Bisa Melaju di Danau & Rawa
Rabu, 2 November 2016 13:38 Reporter : Syifa Hanifah

Tank Boat buatan Pindad. Syifa Hanifa©2016 Merdeka.com


Merdeka.com - PT Pindad kembali mengeluarkan alat tempur terbaru buatannya bernama
'Tank Boat 105mm'. Kapal berbentuk tank ini diklaim belum pernah ada di dunia dan cuma
Indonesia yang punya.
Direktur Komersial PT Pindad (Persero), Widjajanto, mengatakan Tank Boat bisa tercipta hasil
kerjasama pihaknya dengan PT Lundin Industry Invest dan CMI Defence dari Belgia. Pindad
mematok harga Tank Boat sekitar 10 juta sampai 15 juta Euro. Rencananya produk ini mulai
dipasarkan Oktober 2017. Tank boat terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran
(double hull). Alat tempur ini memiliki panjang total 18 meter dan berbekal mesin diesel buatan
Maschinenfabrik Augsburg-Nrnberg (MAN). Tank Boat mampu melaju hingga kecepatan 40
knots dari perairan dangkal sekitar 1 meter hingga laut lepas. "Ini kapal pertama, belum pernah
ada di dunia. Sangat cocok untuk Indonesia yang punya banyak perairan. Bisa di sungai, danau,
rawa karena dia pakai water jet, bukan baling-baling," katanya saat ditemui di JIExpo,
Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11). Platform tempur ini juga memiliki bekal persenjataan lain
seperti Remote Control Weapon System (RCWS) dengan kaliber 7.62mm dengan sistem nadir
dan navigasi canggih. Kelebihannya lainnya yakni memadukan konsep kemampuan tempur
dengan boad. "Kita butuh sistem pertahanan seperti ini. Tembakan langsung 5 Km, bisa juga
tembakan artileri 16 Km. Juga dilengkapi dengan rudal palarik. Daya jelajah 2.000 mil, kalau
Jawa ke Kalimantan tak perlu refil," jelasnya. Menurutnya, Tank Boat ini sudah ramai
peminatnya baik dari dalam negeri seperti TNI dan luar negeri seperti dari Timur Tengah.
"Minatnya mulai antre," ujarnya. [bim]
Hebatnya alat tempur buatan anak bangsa
hingga jadi pertama di dunia
Kamis, 3 November 2016 06:07 Reporter : Idris Rusadi Putra

Badak Canon 90. ©2016 Merdeka.com/fauzi


Merdeka.com - Kementerian Pertahanan menggelar pameran industri pertahanan bertajuk
Internasional Indo Defence 2016 Expo & Forum di JiExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini
mengangkat tema Bolstering Defence Industri Coorperation : Archieving a Global Maritime
Fulcrum and Secure World.
 Selain kedelai bervirus, Karantina Bandara bakar 93 kg kurma ilegal
 Filipina beli kereta buatan INKA senilai Rp 127,3 miliar
 Merasa puas, Senegal berencana kembali pesan pesawat CN-235 buatan PT DI
Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan, penyelenggaraan pameran alat-alat kemiliteran berupa
senjata dan lain sebagainya bukan untuk mendorong terjadinya perang melainkan sebagai upaya
untuk bersama-sama menjaga perdamaian dunia.
JK mengklaim, alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan Indonesia tak kalah bagus dari
milik asing. Wapres JK secara langsung meminta perusahaan dalam negeri untuk fokus dalam
pengembangan alutsista lokal.
"Teknologi saat ini mudah berkembang dan sangat mudah untuk mengadaptasinya. Kita mampu
di dalam banyak contoh-contoh. Terpenting kita harus fokus," ungkapnya saat ditemui di 'Indo
Defence 2016 Expo & Forum' di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11).
JK mengatakan, industri pertahanan tak melulu menakutkan sebagai pembuat alat perang.
Melalui industri pertahanan, suatu negara justru bisa mengalami kemajuan. "Teknologi industri
pertahanan juga makin cepat berubah. Industri perang bukan hanya menghancurkan. Industri
pertahanan banyak juga memajukan dunia," katanya. "Jangan pikir hanya untuk menghancurkan
satu sama lain. Banyak justru memajukan dunia luar biasa," tambahnya. JK mencontohkan,
komputer awalnya diciptakan di Inggris untuk memecahkan kode rahasia Jerman dalam perang
dunia ke-2. Namun, saat ini keberadaan komputer digunakan untuk mempermudah pekerjaan
manusia. "Asalnya untuk perang kemudian jadi bagian dunia begitu hebat," jelasnya. Meski
demikian, saat ini sudah banyak anak bangsa memproduksi alat militer yang buat mata
terbelalak. Alat militer yang dibuat bahkan pertama di dunia. Berikut rinciannya:
Bom dan drone buatan Dislitbangau.
1. Bom anti personel
Merdeka.com - Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau)
berusaha menciptakan sendiri alutsista yang diperuntukkan bagi pesawat tempur. Salah satu
alutsista buatannya adalah bom anti personel.
Bom itu dipamerkan dalam IndoDefence 2016, yang berlangsung di Jakarta International Expo
(JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. Tampilan bom buatan mereka juga berbeda dengan bom
buatan asing, di mana bentuknya lebih menyerupai tabung gas.
Tim peneliti Dislitbangau Mayor Tek Ari Santoso menjelaskan, dia bersama tim Dislitbangau
menciptakan bom antipersonel dengan efek ledakan mematikan. Bom ini akan menghasilkan
serpihan yang bisa melukai atau membunuh musuh, bentuknya pun disesuaikan dengan
kebutuhan pesawat Sukhoi.
Bom ini diberi nama P-250 dan P-500L, dan telah berhasil dalam uji coba di Pacitan, Jawa
Timur. Hasilnya pun sangat menggembirakan.
"Karakter bom jenis ini saat menyentuh sasaran akan meledak dan pecahan cangkangnya
menyebar mengenai sasaran," papar Ari di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11).
Cara kerja bom ini cukup rumit, ledakan baru terjadi setelah bom menyentuh sasaran yang dituju.
Meski demikian, efek serpihannya bisa mengenai leher atau tubuh musuh hingga membuatnya
lumpuh.
Selain itu, ada pula Target Drone, pesawat terbang tanpa awak yang memiliki berat 40 kg. Drone
ini berkecepatan maksimal mencapai 250 kph. "Pesawat ini digunakan sebagai sarana latihan
menembak para penerbang tempur maupun pasukan yang bertugas menggunakan senjata,"
tutupnya.
Badak Canon 90.
2. Tank Badak buatan Pindad dengan daya rusak
Merdeka.com - PT Pindad meluncurkan produk alat tempur terbaru buatannya. Ada dua produk
bakal dipasarkan dengan model dan fungsi berbeda dari buatan sebelumnya.
Dua produk itu adalah Badak dan Sanca. Dua jenis kendaraan tempur itu kini tengah dipamerkan
dalam Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11).
Badak merupakan panser dipersenjatai meriam dengan delapan roda besar. Panjang kendaraan
ini mencapai 6 meter, dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 2,9 meter. Kokohnya bentuk kendaraan
ini bahkan bisa menjangkau medan sulit bila dicapai kendaraan tempur berat, seperti tank.

Badak Canon 90 2016 Merdeka.com/fauzi


Badak memiliki meriam dengan peluru 90 milimeter. Meriam ini membuat Badak memiliki daya
rusak cukup besar. Apalagi ukuran kalibar itu sama seperti digunakan kendaraan tank.
Untuk keamanan, Badak menggunakan tingkat keamanan level dua. Namun, untuk Badak, PT
Pindad bisa membuat rancangan sesuai dengan permintaan pelanggan. "Jadi kita tidak langsung
mengeluarkan banyak kita hanya memproduksi jika ada yang memesan" ungkap Hadi, petugas
jaga lapak PT Pindad dalam pameran itu.
Kesiapan produksi itu kini tengah dikebut. Badak sendiri terus diproduksi guna memenuhi
permintaan pasar. "Waktu pembuatan Badak sendiri kira-kira dapat selesai dalam waktu dua
tahun," tambahnya.
Sementara untuk Sanca, kendaraan tempur ini masih dalam tahap percobaan. Namun, sedikit
bocoran bahwa kendaraan ini bakal dilengkapi dengan RCWS (Remote Controlled Weapon
Station) dengan menjalin kerja sama dengan Kongsbreg dari Norwegia. Kemungkinan tahun
2017 akan siap diproduksi.

Amfibi Transformer. Dwi Aditya Putra


3. Amfibi Transformer pertama di Asia
Merdeka.com - Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) Angkatan Laut memamerkan
sejumlah produk inovasi terbarunya dalam perhelatan Indodefence 2016 yang digelar 2-5
November, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pada pameran kali ini, Peneliti di Dislitbang AL, Letnan Marinir Citro Subono, mengenalkan
produk anyar yang dibuat bersama PT Fiber Boat Indonesia yakni, kendaraan atau truk amfibi
yang mampu berjalan di darat maupun laut.
Menurut Citro, perlengkapan perang amfibi dibutuhkan Indonesia untuk memenuhi tugas pokok
setiap angkatan. "Saya sebagai korp marinir hidupnya di dua alam, jadi harus mempunyai
kendaraan yang bisa di darat maupun laut," terangnya.
Keunggulan pada Amfibi kali ini berbeda pada kendaraan sebelumnya. Kendaraan ini merupakan
teknologi terbaru yang mampu menyamai kecepatan di darat maupun di laut.
"Kali ini kita telah melakukan perubahan pada sebelumnya, dengan menggunakan teknologi baru
dengan dua engine berbeda. Sehingga kecepatan pada kendaraan kali ini sama sehingga tampak
seperti kendaraan amfibi transformer yang mampu mengubah bentuknya" tambahnya.
Menurutnya, kendaraan amfibi transformer ini baru ada di Amerika dan Inggris. "Di Asia belum
ada, baru ada di Indonesia," tutup Citro.
Dari informasi yang didapat, rantis amfibi ini terdiri dari sasis truk sipil Isuzu Elf NKR 71 44.
Truk ringan ini disokong dapur pacu mesin diesel 125 PS 5100 cc. Untuk mendukung aktivitas
amfibi, rantis ini menggunakan dua buah mesin cummins mercruiser 220 HP, jenis diesel
commonrail, dua stem drive propeller.
Dibanding JASGU, keistimewaan truk amfibi ini rodanya dapat dilipat ke atas seperti pesawat
saat di air, sehingga kecepatannya bisa mencapai 12 knot. Sementara jika di darat mampu melaju
dengan kecepatan 80 km per jam.
Truk amfibi Dislitbangal ini punya dimensi dengan panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 3,1
meter dan mempunyai bobot 6,7 ton. Dari segi kapasitas, daya muat kendaraan amfibi ini dapat
memuat 3 awak dan 16 penumpang serta 500 kg barang (payload).
Secara taktis, kegunaan kendaraan amfibi yaitu raid amfibi cepat dengan sasaran yang jauh di
darat, mengangkut bekal untuk re-supply pasukan ke garis depan, ambulance amfibi, mobil
komunikasi amfibi dan mobil komando.
Bos BKPM sebut Vietnam jadi ancaman
utama ekonomi RI di ASEAN
Kamis, 6 Oktober 2016 11:45 Reporter : Syifa Hanifah

Thomas Lembong. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko


Merdeka.com - Perekonomian negara-negara Asia Tenggara terus berkembang, terutama
Vietnam. Vietnam dinilai menjadi ancaman utama untuk Indonesia dalam perdagangan luar
negeri.
"Vietnam bikin kaget banyak orang. Dia tiba-tiba superstar di Asia Tenggara tahun lalu dan
mengagetkan dunia menuntaskan perdagangan dengan Uni Eropa, sekaligus 1 dari 12 negara
pendiri Trans Pacific Partnership (TPP)," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) Thomas Lembong di Ritz Carlton Jakarta, Kamis (6/10). Menurutnya, Vietnam
sukses bukan karena mendadak, tapi hasil kerja keras selama 9 tahun. Berbagai upaya dilakukan
pemerintah Vietnam dalam mengembangkan perekonomian negaranya. "8 tahun lalu mereka
kerja keras mengesampingkan ego pribadi ke ego nasional. Karpet merah investor internasional
apa yang diinginkan mereka kasih, ditiru, dipelajari apa dari Tiongkok dan Eropa. Kalau bagus
dipelajari," katanya.
Selain itu, Vietnam punya akses bebas ke Uni eropa untuk ekspor dengan tarif 0 persen.
Sedangkan, Indonesia ekspor ke Eropa dengan tarif 10 sampai 17 persen.
"Bagaimana kita mau bersaing. Kalau di awal kalah tarif 10 sampai 17 persen. Banyak pabrik
tutup di Indonesia pindah ke Vietnam," tegasnya.
Kemudian, Vietnam juga sudah mengalahkan Indonesia dalam ekspor non migas. Tahun lalu,
ekspor non migas Vietnam mencapai USD 150 miliar, sedangkan Indonesia hanya USD 140
miliar. [sau]
Ini resep Jokowi agar produk Indonesia
digandrungi penduduk dunia
Rabu, 12 Oktober 2016 12:06 Reporter : Supriatin, Syifa Hanifah

Jokowi di Trade Expo Indonesia 2016. ©2016 Merdeka.com


Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pengusaha dan jajaran
pemerintah agar melihat peluang untuk memasarkan produk Tanah Air ke pasar dunia. Presiden
memberikan tiga resep agar produk Indonesia bisa bersaing di pasar dunia.
 Kemendag catat transaksi selama TEI 2017 capai Rp 19,06 triliun
 TEI 2017 raup transaksi Rp 18,1 triliun, naik 31 persen dari tahun lalu
 Pemerintah jajaki jadikan Maroko pintu masuk produk Indonesia ke Afrika
"Pertama, harus masuk ke pasar-pasar baru, yang selama ini tidak pernah kita lihat, yang selama
ini tidak kita perhatikan," ungkap Presiden usai membuka acara Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-
31 Tahun 2016 di Jakarta Internasional Expo (JI-Expo) Kemayoran, Rabu (12/10).
Pasar-pasar yang belum tersentuh itu, kata Presiden, seperti pasar India dan Afrika. Dengan
jumlah penduduk kedua negara tersebut lebih dari 80 juta jiwa, diperkirakan produk Indonesia
bisa masuk ke berbagai penjuru pasarnya. "Kedua, dari sisi produknya sendiri, terutama
berkaitan dengan desain. Ini juga harus diperhatikan," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Presiden menyarankan, jika ada produk-produk tradisional yang dinilai belum terlalu menarik,
maka perlu dibuat semenarik mungkin. Sehingga pada saat produk tersebut digelontorkan ke
pasar dunia, dia tak kalah saing dengan produk modern negara lain.
"Misalnya bambu bisa dibuat kap lampu. Tas yang dari pandan dikembangkan dengan desain
yang baik. Kalau ini diteruskan, produk kita akan meningkat kelasnya," kata dia.
Ketiga, berkaitan dengan kemasan (packaging). Menurut mantan Wali Kota Solo ini, produk
yang berkualitas namun tidak dikemas dalam bentuk menarik maka tidak akan menggugah hati
konsumen. Dengan demikian, produk harus dikemas dalam bentuk yang unik.
"Misalnya, makanan, keripik pisang. Kita ini produknya banyak sekali tapi kemasannya belum
diperhatikan. Ini mulai kita perhatikan," ujar dia.
"Keempat, mulai promosi besar-besaran, yang nantinya ekonomi global mulai membaik. Inilah
kesempatan kita untuk memperbesar volume ekspor kita," tandasnya. [bim]
Wiranto: Indonesia Dipercaya Dunia dalam
Penanggulangan Terorisme
Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 07/02/2018, 13:17 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat ditemui di Kemenko
Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan
Keamanan Wiranto saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).
(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Wiranto mengatakan, Indonesia dipandang sukses oleh dunia internasional dalam
penanggulangan terorisme. Menurut Wiranto, dari berbagai kunjungan kenegaraan yang pernah
dilakukan, dunia ingin mengetahui cara Indonesia menangani masalah itu. "Kita dipercaya
internasional kalau bicara penanggulangan terorisme dan pembiayaan terorisme. Dipercaya dan
jadi referensi mereka," ujar Wiranto dalam sambutan rapat koordinasi Gubernur se-Indonesia di
Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018). Wiranto mengatakan, Indonesia termasuk
negara dengan masyarakat Islam terbesar di dunia. Banyak teroris yang menggunakan kedok
agama untuk melakukan aksinya. Meski begitu, kata Wiranto, rasio terorisme di Indonesia
tergolong kecil. Sumber terorisme dari Indonesia pun tak sebanyak di negara lain. "Mereka heran
apa yang dilakukan. Ternyata BNPT kita bersama Polri dibantu TNI melakukan dua operasi yang
negara lain belum miliki," kata Wiranto. (Baca juga: Di Hadapan Gubernur Se-Indonesia,
Wiranto Ingatkan Ancaman Terorisme) Dua operasi tersebut yakni pendekatan lembut dan
pendekatan keras. Pendekatan keras dilakukan dengan cara mencari dan membunuh teroris jika
ada upaya perlawanan. Namun, cara tersebut dianggap kurang efektif karena hanya di hilir yang
dihabiskan. Sementara, di hulu terus memproduksi teroris baru. Oleh karena itu, penanganan
dilakukan juga pendekatan lembut. Caranya, dengan melakukan pembinaan terhadap mantan
terpidana terorisme, dengan deradikalisasi. "Katakanlah sekarang menjadi kekuatan kita
mengungkap jaringan mereka, ketahui pimpinannya siapa, rencananya bagaimana, teknik
terornya bagaimana, sampai jaringan internasionalnya bagaimana," kata Wiranto.
Rusia Umumkan Uji Coba Misil yang Bisa
Hancurkan "Perisai" AS
Ardi Priyatno Utomo Kompas.com - 25/10/2017, 05:30 WIB

Inilah gambar misil Sarmat RS-28 yang tengah dikembangkan Rusia dan siap digunakan pada 2018. Misil
ini bisa mengangku hingga 16 hulu ledak nuklir dan bisa menghancurkan negara sebesar Perancis dalam
sekali serang. Inilah gambar misil Sarmat RS-28 yang tengah dikembangkan Rusia dan siap digunakan
pada 2018. Misil ini bisa mengangku hingga 16 hulu ledak nuklir dan bisa menghancurkan negara sebesar
Perancis dalam sekali serang.(makeyev.ru) MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia mengumumkan bakal
melakukan tes terhadap generasi baru senjata nuklir misil Balistik Antar-Benua (ICBM) mereka yakni
RS-28 Sarmat. Harian Rusia, Kommersant melaporkan, tes peluru kendali (rudal) RS-28 Sarmat akan
dilakukan di stasiun peluncuran Plesetsk Cosmodrome, Rusia barat daya, sebelum akhir 2017. Baru
resminya pengumuman dari Kremlin, seperti dilaporkan The Independent, terjadi karena menara
peluncuran (silo) maupun proyektilnya sendiri masih belum siap. Pengumuman Rusia ini sebagai reaksi
atas ucapan Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump, demikian menurut surat khabar Inggris
tersebut, Selasa (24/10/2017). Sebelumnya, Trump memerintahkan jajarannya untuk "rehabilitasi total"
atau memodernisasi persenjataan negeri "Paman Sam" itu. RS-28 Sarmat adalah ICBM berbobot lebih
dari 100 ton dan bisa diisi beberapa macam hulu ledak hipersonik (MIRV) seperti Thermonuklir. Baca:
Sistem Pertahanan Rudal Rusia Siap Dikirim ke Iran Dalam klaimnya, Rusia mengatakan, Sarmat
memiliki daya jelajah hingga 11.000 kilometer, mampu menghancurkan negara bagian Texas, serta bisa
menembus sistem pertahanan AS. Piranti sistem pertahahan rudal AS bernama the Terminal High
Altitude Area Defense (THAAD) dan AS telah memasang perisainya itu di Korea Selatan untuk
menangkal serangan Korea Utara yang munkin terjadi. Adapun media lokal Rusia lainnya, RIA Novosti
memberitakan nantinya bakal dibangun tujuh menara peluncuran untuk RS-28 berhulu ledak nuklir.
Sumber terdekat Kementrian Pertahanan Rusia berkata kepada RIA bahwa RS-28 ini bakal lebih ramping
lima ton. Namun, pernyataan itu diragukan peneliti Centre for Naval Analyses, Michael Kofman. Kofman
mempertanyakan bagaimana bisa 10 ton hulu ledak, dan beberapa ton suar pengecoh bisa dipadatkan
hanya lima ton. "Pertanyaan besar pun menggelayut tentang membuang berat, hulu ledak, hingga cara
memasukannya," kata Kofman kepada The National Interest. Baca: Ancaman Nuklir Korut Berada pada
Titik Kritis dan Makin Dekat Pada 2010, Rusia dan AS menyepakati Traktat START baru, dimana kedua
belah pihak bakal mereduksi persenjataan nuklir strategis. Uji coba Sarmat ini diharapkan bisa membuat
Rusia lebih tenang dalam mempersiapkan diri menyambut persenjataan berbasis nuklir pada 2021.
Kenakan Pakaian Ini Tentara Rusia Aman
dari Api dan Ledakan Granat
Ervan Hardoko Kompas.com - 01/11/2017, 20:30 WIB

Inilah pakaian Superman yang dikembangkan militer Rusia untuk melindungi tentaranya di medan
perang. Inilah pakaian Superman yang dikembangkan militer Rusia untuk melindungi tentaranya di
medan perang.(Mirror) MOSKWA, KOMPAS.com - Para ilmuwan Rusia berhasil menciptakan "pakaian
Superman" yang bisa membuat tentara berjalan melalui api atau ledakan granat tanpa terluka. Militer
Rusia mengatakan, pakaian itu terbuat dari bahan yang disebut "aramid", sebuah material yang tahan
panas. Militer Rusia kemudian merilis video yang menampilkan seorang pria yang mengenakan pakaian
itu berjalan di sebuah fasilitas tes yang tak disebutkan namanya melalui ledakan dan kobaran api. Para
pembuat pakaian itu mengatakan, mereka yang mengenakannya bisa menahan semburan api langsung ke
tubuh mereka selama 30 detik. Baca juga : Dalam Seminggu, Militer Rusia Bunuh 600 Teroris ISIS di
Suriah Mereka yang mengenakan pakaian ini juga terlindung dari paparan panas hasil hasil dari ledakan
granat atau ranjau, meski gelombang kejut dari ledakan itu masih bisa melukai. "Pakaian Superman" ini
merupakan bagian dari program militer Rusia, Ratnik yang bertujuan mengembangkan peralatan tempur
masa depan. Program ini selain menciptakan pakaian pelindung juga menghasilkan teropong termal,
teropong malam, dan peralatan canggih lainnya. Militer Rusia mengklaim pakaian Superman ini sudah
pernah digunakan dalam pertempuran pada 2016 meski tak memberikan rincian lebih lanjut. Pakaian ini
masih akan menjalani uji coba lebih lanjut dan diharapkan bisa siap digunakan militer dan sipil pada
2020.
Rusia Luncurkan 'Vladimir Agung' Berkekuatan 20 Misil Balistik

Agni Vidya Perdana Kompas.com - 25/11/2017, 06:00 WIB Pekerja berkumpul di sekitar kapal selam di
Severodvinsk di utara Rusia. Pekerja berkumpul di sekitar kapal selam di Severodvinsk di utara
Rusia.(Russian Military Technologies via Express.co.uk) MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia semakin
mengukuhkan diri sebagai salah satu negara dengan kekuatan persenjataan terbaik di dunia dengan
diluncurkannya kapal selam terkuat mereka. Bernama 'The Knyaz Vladimir' yang berarti 'Vladimir
Agung', kapal selam tersebut diklaim sebagai yang terhebat di dunia saat ini. Kapal selam tersebut
dilengkapi persenjataan 20 misil balistik dengan setiap misil disebut dapat mencapai jarak hingga 5.778
mil atau lebih dari 9.000 kilometer. Baca juga: Turki Beli Misil Anti-pesawat Udara Buatan Rusia
Sebagai perbandingan, AS memiliki kapal selam dengan 24 misil, namun dengan jarak jangkauan lebih
pendek. Kapal selam kelas Borei II tersebut telah diresmikan dalam sebuah seremonial di utara Rusia
pada 17 November lalu. Kapa selam tersebut mulai dibangun pada 2012 dan diperkirakan akan mulai
bergabung dengan angkatan laur Rusia mulai tahun depan. Rusia dikabarkan berencana merampungkan
hingga delapan kapal selam super pada 2025 dan meningkatkan kekuatan angkatan lautnya di tengah
naiknya ketegangan internasional. Sebelumnya pada Selasa (20/11/2017), Presiden Vladimir Putin
meminta agar militernya mempercepat perkembangan teknologi untuk bersaing dengan negara barat.
"Angkatan darat dan angkatan laut kita harus memiliki peralatan terbaik, lebih baik daripada setara luar
negeri. Jika kita ingin menang kita harus lebih baik," kata Putin dilansir Express.co.uk. Anggaran
pertahanan Rusia juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun ini, anggaran militer Rusia melebihi
angka 3 triliun rubel (sekitar Rp 693 triliun) dan menjadikan Rusia pemasok persenjataan militer terbaik
di dunia. Militer Rusia saat ini menempati peringkat ketiga di belakang AS dan China.
Rusia Berencana Bangun Pabrik Suku Cadang
Sukhoi di Indonesia
Kristian Erdianto Kompas.com - 12/06/2017, 15:08 WIB
Presiden Joko Widodo menaiki pesawat Sukhoi dan mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-71 kepada
TNI Angkatan Udara di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Minggu (9/4/2017).(Biro
Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden) JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan
Ryamizard Ryacudu mengungkapkan bahwa Rusia berencana membangun pabrik suku cadang pesawat
Sukhoi di Indonesia. Hal itu merupakan imbal dagang dari pembelian pesawat tempur Sukhoi antara
Indonesia dan Rusia. Sementara pihak Rusia tertarik dengan produk karet asal Indonesia. Adapun nilai
imbal dagang yang akan dilakukan dengan Rusia sekitar 600 juta dollar AS. "Mereka (Rusia) akan buat
pabrik di sini untuk suku cadang. Jadi enggak usah dibawa ke Rusia, mahal itu," ujar Ryamizard saat
ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017). (baca: Rusia Ingin Barter Sukhoi
dengan Karet asal Indonesia) Menurut Ryamizard, Indonesia akan mendapat keuntungan jika rencana
tersebut direalisasikan. Negara-negara tetangga yang menggunakan Sukhoi akan membeli suku cadang
dari pabrik di Indonesia. "Jadi nanti yang punya Sukhoi seperti Malaysia, perbaikannya akan sama kita,"
kata Ryamizard. (baca: Dubes Rusia: Barter Sukhoi dengan Karet Indonesia Masih Didiskusikan)
Sebelumnya, Ryamizard mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia berniat membeli 10 unit pesawat
tempur jenis Su-35 (NATO: Flanker-E) buatan Sukhoi dari Rusia. Ia menegaskan, proses pembelian
pesawat tempur tersebut masih dalam pembahasan dan belum terjadi penandatanganan persetujuan.

Goodbye Kilo, Indonesia Tertarik Kapal


Selam Stealth Type 214
Apr 132017
Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) telah menerima penawaran dari Golcuk Shipyard Turki
untuk pasokan varian tercanggih dari kapal selam diesel elektrik Reis class Type 214.
Sejumlah sumber TNI AL telah dikonfirmasi oleh Janes.com bahwa Tim dari Gölcük Shipyard
Turki dan pejabat TKMS Jerman telah mengadakan rapat dan presentasi kapal selam Type 214
pada awal tahun 2017 di markas TNI-AL di Cilangkap, Jakarta. Pertemuan berikutnya akan
dilanjutkan dengan kunjungan pejabat TNI-AL ke fasilitas Gölcük Shipyard di dekat Istanbul, di
mana pihak TNI AL akan mengamati perakitan dan pengerjaan konstruksi kapal selam pertama
Type 214 Angkatan Laut Turki, Pirireis (S 330). Kunjungan dijadwalkan berlangsung tanggal
07-12 Mei 2017. Kapal selam Type 214 adalah salah satu kapal selam diesel elektrik tercanggih
yang sudah dilengkapi sistem AIP (air independent propulsion) dengan dua sel bahan bakar yang
memungkinkannya menyelam selama dua minggu tanpa perlu snorkeling ataupun muncul ke
permukaan, menjadikannya lebih sulit dideteksi daripada kapal selam diesel elektrik
konvensional tanpa sistem AIP. Selain itu kapal selam Type 214 menggunakan bahan lambung
bertekanan yang ditingkatkan, membuatnya mampu menyelam hingga kedalaman 400 meter, dan
lapisan lambung luar yang terbuat dari bahan non steel membuatnya semakin stealth dari deteksi
magnet atapun dari serangan ranjau laut yang menggunakan pemicu peledak magnetic.
Menggunakan rancangan desain lambung dengan karakteristik hidrodinamika dan stealth serta
dikombinasi dengan baling-baling rendah kebisingan semakin meminimalkan jejak akustik pada
kapal selam. Membuatnya layak dinobatkan sebagai salah satu kapal selam paling stealth di
dunia.
[Kapal Selam] KILO-636 VS Scorpene VS Collins

seperti diketahui bahwa tetangga kita sudah memiliki kapal selam jenis terbaru.
Malingshit uda punya 2 buah Submarine kelas Scorpene buatan Perancis.
Tetangga kita yg lain Aussie memiliki Collins Class.
Sedangkan TNI AL katanya uda memesan Kilo Class versi improved dari Rusia.
Vietnam kabarnya juga memesan improved Kilo Class ini.
Dari spesifikasi diatas terlihat berimbang...namun improved Kilo Class diklaim sebagai yg tersenyap
noise-nya..dan mampu menyerang secara vertikal...cmiiw

inti dari sebuah kapal selam ialah "silent but deadly"...


senyap tapi mematikan...
daripada punya KS yg punya daya hancur tinggi (seperti Los Angles Class) tapi berisik, lebih baik punya
kapal selam kecil (Amur / Kilo Class) yg senyap namun mematikan!!

Kilo adalah kode yang diberikan oleh NATO untuk kapal selam diesel-elektrik yang dibuat di UNI SOVIET
(sekarang RUSIA). Dengan nama asli Project 877/Paltus. Sebenarnya Kilo mempunyai beberapa kode
berbeda yang menggambarkan peningkatan dari kelas sebelumnya, contohnya jenis terbaru kilo dengan
nama Project 636 Varshavyanka.
Project 636 tentu saja menjadi varian tercanggih dari kelas kilo ini. Tercatat beberapa kali kapal selam
kelas kilo ini menghilang saat terlibat kejar kejaran dengan US Navy, sehingga kelas kilo terbaru ini
dijuluki Lubang hitam di laut oleh pihak barat.
Usut punya usut kelas kilo ini memakai bahan Anechoic yang dapat mereduksi bahkan menyerap sonar
radar sehingga dapat dikatakan kelas kilo ini mempunyai kemampuan stealth
Selain itu kelas kilo (terutama kelas 636) telah dilengkapi dengan multi purpose command and combat
system, ini artinya kelas kilo ini bisa diajak berperang dengan teknologi yang canggih, mata-mata, dan
tugas lainnya. Hal ini dikarenakan kilo telah dilengkapi dengan transmisi data elektronik super canggih
dan cepat.
kempuan lain dari kapal selam ini adalah Kapal ini adalah salah satu kapal yang memiliki delapan untuk
peluncur Strela-3 atau Igla (surface-to-air missiles)
selain itu kapal selam ini dilengkapi dengan tabung tropedo yang mengarah ke depan, dan dua
diantaranya dirancang untuk menembakan tropedo/rudal kendali akurasi tinggi
Terlebih kelas kilo yang terbaru 636 adalah tipe kapal selam dipasangi dengan MGK-400EM sonar digital
yang menyediakan modus pendengaran
dan juga kemampuan untuk menerima transmisi telepon dan telegraf..
Berikut spesifikasi dari kelas kilo ini:
Displacement:
o 2,300-2,350 tons surfaced
o 3,000-4,000 tons submerged
Dimensions:
o Length: 70-74 meters
o Beam: 9.9 meters
o Draft: 6.2-6.5 meters
Maximum speed:
o 10-12 knots surfaced
o 17-25 knots submerged
Propulsion: Diesel-electric 5,900 shp (4,400 kW)
Maximum depth: 300 meters (240-250 meters operational)
Endurance:
o 400 nautical miles (700 km) at 3 knots (6 km/h) submerged
o 6,000 nautical miles (11,000 km) at 7 knots (13 km/h) snorkeling (7,500 miles for the Improved Kilo
class)
o 45 days sea endurance
Armament:
o Air defence: 8 SA-N-8 Gremlin or SA-N-10 Gimlet[18] Surface-to-air missiles (export submarines may
not be equipped with air defense weapons)
o Six 533 mm torpedo tubes with 18 53-65 ASuW or TEST 71/76 ASW torpedoes or VA-111 Shkval
supercavitating "underwater missiles", or 24 DM-1 mines,
Crew: 52
Price per unit is 200 - 250 million $ (China paid approx. 1,5 - 2 billion $ for 8 Project 636 Kilo class
submarines)
Pemerintah Beli Dua Kapal Selam

Jakarta, Kompas - Armada angkatan perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dipastikan
mendapatkan tambahan peralatan utama sistem persenjataan berupa kapal selam sebanyak dua unit.
Proses pengadaan kapal selam itu terus berjalan.

Pengadaan dua kapal selam tersebut dibiayai fasilitas kredit ekspor senilai 700 juta dollar Amerika
Serikat, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman luar negeri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
tahun 2004-2009.

Demikian diungkapkan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno seusai hadir dan
memberikan sambutan dalam peluncuran buku 50 Tahun Pengabdian Hiu Kencana 1959-2009, Senin
(10/8). Turut hadir Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.

Kami sudah tentukan spesifikasi teknisnya serta kemampuan dan efek penggentar yang lebih dari yang
dimiliki negara tetangga. Kalau enggak bisa begitu, ya jangan beli. Mendingan uangnya buat beli beras
saja, lah. Namun, kami yakin pemerintah mengerti pentingnya membeli senjata yang berefek gentar
tinggi, ujar Tedjo.

Dari empat negara produsen kapal selam yang mengajukan tawaran produk mereka, seperti Jerman,
Perancis, Korea Selatan, dan Rusia, tambah Tedjo, pihaknya mengaku telah menetapkan dua negara
produsen sesuai dengan kebutuhan, yaitu Korea Selatan dan Rusia.

Juwono Sudarsono mengatakan akan mengupayakan pengadaan kapal selam tersebut di tengah
keterbatasan alokasi anggaran pertahanan yang ada. Dengan begitu, dia berharap paling tidak akhir
tahun 2011 realisasinya bisa dilakukan. (DWA)

Kapal Selam Ditarget Tiba 2011


DEPARTEMEN Pertahanan (Dephan) menargetkan dua kapal selam baru sudah tiba akhir tahun 2011
atau selambatnya awal 2012. "Akan diusahakan dan dikejar (target itu)," kata Menteri Pertahanan
Juwono Sudarsono saat Peluncuran Buku "50 Tahun Pengabdian Hiu Kencana" di Wisma Elang Laut,
Jakarta, Senin (10/8).
Kontrak pemesanan kapal setidaknya sudah disepakati beberapa bulan ke depan. Dengan catatan, sudah
ada ketersediaan anggaran. Juwono mengakui, perjuangan memperoleh dana tidak mudah. Setidaknya
dibutuhkan U$700 juta (sekitar Rp7 triliun) untuk pengadaan senjata strategis tersebut.

Departemennya harus "berperang", antara lain dengan Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, dan
Departemen Keuangan. "Berargumen bahwa bedil (senjata), tak kalah penting dari beras," kata Juwono.
Selama menjabat menteri, dirinya banyak menyabarkan pimpinan TNI.

Pasalnya, pengadaan alat canggih seperti kapal selam dan pesawat tempur harus dikesampingkan
ketimbang kesejahteraan rakyat dan ekonomi. "Semua akan dipenuhi sampai perekonomian
meningkat," katanya.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno berharap kontrak pembelian
bisa dirampungkan Dephan, akhir bulan ini. "Paling lambat bulan depan," katanya. Kemampuan kapal
yang dibeli minimal sama, bahkan kalau bisa lebih, dibanding negeri tetangga.
Seperti diketahui, Malaysia memesan empat kapal selam jenis Scorpen dari Prancis. "Buat apa kalau
ecek-ecek, mending untuk beli beras," kata lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1975 itu. Keberadaan
kapal selam tidak sekadar bertempur, tetapi guna menaikkan posisi tawar terhadap negara lain.
"Karena daya tangkal kapal selam sangat tinggi." "Indonesia tidak lagi sebelah mata," katanya
menambahkan. KSAL menjelaskan, spesifikasi teknis dan kebutuhan operasi kapal bawah air itu sudah
dipegang Dephan.
Dari empat produsen, yakni Jerman (U-209), Prancis (Scorpen), Korea Selatan (Changbogo), dan Rusia
(Kelas Kilo), hanya dua peminat terakhir yang lolos proses berikutnya. Menurut Tedjo, keduanya telah
menyatakan siap melakukan alih teknologi yang disyaratkan pemerintah.

Jadinya Kilo atau U-214 atau KS nya Korea nih?


Kawan2 PT DI sih ngarepnya korea yang dateng, Korea soalnya pingin nuker sama CN-235. Hehehe
dhirphili says: April 22, 2016 at 10:08 am

Itu baru pede lo…yg harus dan mendesak sekali ada tiga senjata perang yg wajib dimilik tni;
1 selam kilo class.
2.su-35 su-fak wa.
3.s-400 s-500.bila ini telah dimiliki indonesia saya jamin negara lain berpikir puluhan kali jika
serang RI.jgnkan australia sama aliansi 5negaranya amerika pun tk berani.
Sejarah Ki Sodewo Putra Pangeran
Diponegoro Yang Lahir Di Madiun
Maret 3, 2018 admin Sejarah Jawa 0

Belum banyak masyarakat yang tahu kisah kepahlawanan Ki Sodewo, Putra kandung Pangeran
Diponegoro yang berjuang di wilayah Bagelen dan Kulonprogo pada masa Perang Diponegoro
atau yang dikenal Belanda sebagai Perang Jawa.

Hanya sedikit penduduk di sekitar kota Wates yang tahu lokasi makam tubuh Ki Sodewo.
Bahkan makam ini tidak terletak di Taman Makam Pahlawan Giripeni yang berjarak hanya
beberapa ratus meter dari pemakaman umum Sideman, tempat dimana Ki Sodewo dimakamkan.

Sungguh ironis bagi Ki Sodewo yang asli 1000% seorang pahlawan. Dan mungkin tinggal tersisa
sangat sedikit orang yang tahu bahwa di daerah Jrangking, dekat pemandian Clereng, Kulon
Progo ada daerah bernama Gunung Songgo yang merupakan petilasan tempat disangganya
kepala Ki Sodewo dengan bambu.

Belanda sengaja memisahkan kepala dari makam tubuhnya karena menurut cerita apabila kepala
dan tubuh Ki Sodewo masih menyatu Belanda khawatir Ki Sodewo bisa hidup kembali karena
kesaktiannya yang luar biasa.

Ki Sodewo terlahir di wilayah Madiun pada tahun 1810, bernama Bagus Singlon. Putera
Pangeran Diponegoro dengan Raden Ayu Citrowati (dari Madiun.)

Pada masa kecilnya dititipkan pada seorang kyai bernama Ki Tembi di Madiun. Hal ini untuk
menghindari penangkapan yang dilakukan Belanda terhadap anak turun Pangeran Diponegoro.

Ketika berumur 15 tahun pada tahun 1825 setelah mulai mengenal asal usul dan jati dirinya,
Bagus Singlon mencari ayahnya. Bersama dengan Ki Tembi, Bagus Singlon menuju Tegalrejo,
Goa Selarong dan route perjuangan Diponegoro lainnya.

Sambil menunggu saat perjumpaan dengan ayahandanya, Bagus Singlon tinggal bersama Kyai
Gothak di daerah Panjatan, Kulon Progo. Bagus Singlon rajin menempa ilmu kanuragan dari
Kyai Gothak maupun para guru lain. Bahkan Bagus Singlon belajar ilmu Pancasona sampai ke
daerah Bagelen.

Dengan bantuan telik sandi, Bagus Singlon akhirnya berjumpa dengan ayahandanya Pangeran
Diponegoro. Oleh ayahandanya Bagus Singlon diberi julukan Ki Sodewo karena kesaktian dan
kehebatannya dalam bertempur.

Nama itu berasal dari kata Laksono Dewo (bagaikan dewa), dewa yang maha sakti dalam
berperang. Ki Sodewo lalu membantu pertempuran bersama para pengikut Diponegoro. Salah
satu bukti kedidayaan Ki Sodewo adalah kemampuannya membunuh Jendral Van de Cohler,
salah satu jendral andalan Jendral Van de Kock, panglima perang Hindia Belanda.

Ki Sodewo membangun persaudaraan dengan tokoh-tokoh seperti Kyai Gothak dan Kyai Josuto
untuk mendapatkan bala tentara. Sebuah benteng pertahanan dibangun di wilayah dusun Bosol.
Benteng tersebut terbuat dari pohon bambu ori yang ditanam di sepanjang sungai Serang di
wilayah dusun Bosol.

Wilayah tersebut lalu terkenal dengan Jeron Dabag (dalam dabag atau benteng). Bersama
pengikutnya yang disebut Laskar Sodewo dia melakukan perlawanan secara gerilya melawan
Belanda.

Rute Gerilya

Rute gerilya yang pernah dilewati Ki Sodewo antara lain Panjatan, Milir, Beji, Sentolo,
Pengasih, Brosot, Lendah, Nanggulan, Kalibawang, Bagelen dan Wates. Bagi rakyat Kulon
progo pada masa itu Ki Sodewo adalah pahlawan, namun Belanda melakukan propaganda bahwa
Ki Sodewo adalah pemimpin gerombolan perampok. Salah satunya tercatat dalam sejarah
kabupatenPurworejo bahwa Ki Sodewo adalah sekutu penjahat bernama Amat Sleman pada
tahun 1838 yang merupakan musuh dari Bupati Cokronegoro yang pro Belanda.

Darah Biru

Darah yang mengalir dalam diri Bagus Singlon memang penuh dengan kisah yang mewarnai
babad para raja di tanah Jawa mulai abad ke-12 dari masa Kerajaan Singasari sampai dengan
ayahandanya Diponegoro. Menurut sejarah, Mahesa Wongateleng, salah satu anak dari Ken
Dedes dan Ken Arok-lah yang menurunkan raja-raja penerus Singasari, Raja-raja Majapahit,
Raja-raja Demak sampai Raja-Raja Mataram. Dari Raden Wijaya, Tri Buwana Tunggadewi,
Brawijaya, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Pemanahan, Panembahan Senopati, Hamengku Buwono I,
Hamengku Buwono II, Hamengkubuwono III adalah para simbah dan leluhur Ki Sodewo.

Mungkin sangat sedikit literature tentang Ibu Bagus Singlon, R. Ay. Citrowati yang menurunkan
Bagus Singlon sebagai hasil pernikahan dengan Pangeran Diponegoro. Hanya sedikit diceritakan
bahwa Ibu Bagus Singlon, turut dibunuh Belanda pada masa perjuangan. Sehingga Bagus
Singlon dititipkan kepada Ki Tembi di Madiun. Kematian Ibunya dan semangat para simbah dan
leluhur Bagus Singlonlah mungkin yang membakar jiwa kepahlawanan Bagus Singlon dalam
membantu Pangeran Diponegoro mempertahankan martabat keluarga dan bangsanya.

Makam Seorang Pahlawan ?

Seperti diceritakan turun-temurun keluarga trah Ki Sodewo maupun buku dongeng rakyat Kulon
Progo, kesaktian ilmu ‘’pancasona bumi’’ Ki Sodewo mampu membuatnya hidup kembali
meskipun terbunuh selama raganya masih menyentuh bumi.

Perjuangan Ki Sodewo berakhir ketika dikhianati, yaitu ketika rahasia kesaktiannya dibocorkan
oleh adik seperguruan di Bagelen. Karena khawatir akan kesaktian Ki Sodewo, Belanda
kemudian memenggal kepala Ki Sodewo dan kemudian tubuh dan kepalanya dimakamkan
secara terpisah.

Makam tubuh Ki Sodewo berada di kota Wates. Namun pada saat Kota Wates dibangun, makam
tersebut sempat dipindahkan. Pada saat hendak dipindahkan terdapat kendala ketika tidak
seorangpun mampu memindahkan makam tersebut.

Sehingga dicarilah keturunan Ki Sodewo untuk dimintai tolong memindahkan makam. Akhirnya
salah satu keturunan Ki Sodewo yang bernama Mentoirono mampu memindahkannya ke makam
Sideman.

Adapun petilasan makam kepala Ki Sodewo saat ini sungguh memprihatinkan. Menurut cerita
turun temurun pada zaman Belanda kepala Ki Sodewo tidak dikebumikan namun disangga
dengan bambu-bambu di atas perbukitan, yang kemudian dinamakan Gunung Songgo.

Saat ini terdapat 2 versi cerita mengenai makam kepala Ki Sodewo.

Versi pertama menyebutkan setelah dirasa aman kemudian Belanda memindahkan makam
kepala tersebut menyatu dengan tubuhnya.

Versi lainnya menyebutkan kepala telah dimakamkan di lokasi Gunung Songgo tersebut dengan
hanya ditandai dengan beberapa buah batu bata. Sungguh memprihatinkan untuk ukuran seorang
Putra Diponegoro yang ikut berjuang menjaga martabat Mataram.

versi lain, setelah keadaan aman beberapa pendukung Ki Sodewo menukar tubuh yg
dimakamkan dan mengambil kepalanya untuk disatukan, Ki Sodewo hidup lagi. lalu lari ke timur
membawa anak perempuannya.

Menyamar dan mengabdi pada bupati Magetan yang pro Belanda. sejak ada Ki Sodewo yang
mengenalkan dirinya sebagai Ki Dekso para perampok yg menguasai wilayah itu tak lagi
mengganggu wilayah Magetan. saat puteri nya beranjak dewasa sang bupati ingin mengambilnya
menjadi selir namun karena Ki Dekso tidak menyetujui ia di penjarakan dan hendak diserahkan
pada belanda. dengan berpura2 setuju dan hendak mempersiapkan puterinya untuk diserahkan Ki
Dekso bisa kabur lalu menjemput dan membawa puterinya kabur pula. saat itu bupati telah
memanggil pasukan belanda untuk mengejar Ki Sodewo. Ki Sodewo yg berjakan kaki bersama
puterinya tak bisa cepat dan terkejar di dekat perbatasan desa Temboro dalam jarak belasan
langkah si penembak sudah siap dengan senapannya di belakang Ki Dekso alias KI Sodewo. Ki
Sodewo telah putus asa untuk bertahan mengambil sebatang tebu dari dekat situ, wilayah
Temboro dipenuhi kebun tebu.

Saat Ki Dekso menoleh si penembak melihat wajahnya yg sangat dikenalnya tak lain adalah Ki
Sodewo yang pernah dirobohkannya dengan peluru emas lalu dipenggal kepalanya di depan
matanya. bahkan sebelum2nya ia juga pernah menembak jatuh orang yg ada di depannya itu, ia
tahu benar kehebatan Ki Sodewo .
serta merta ia dan pasukannya mengurungkan niatnya lalu balik kanan lari. orang2 sekitar
mengira tebu yg dibawa Ki Dekso itulah yg membuat pengejarnya lari dikatakan tebu itu
menyala seperti tombak sakti yang siap menyerang. sejak para pengejar kembali ke barat
pencarian Ki Sodewo diteruskan beberapa penyerbuan ke desa2 wilayah Magetan dilakukan lagi.

Orang2 di lingkungan kabupaten Magetan saat itu banyak keliru menyebut keberadaan Ki
Sodewo yang mengaku sebagai Ki Dekso sering diucapkan Jekso, mbah Jekso, orang mengira di
Magetan ada seorang jaksa di jaman itu. ( oleh – keturunan mbah Dekso di Timur )

sumber

Oleh : Fidelis Indriarto, S.Si., MM. Sumber : Observasi lapangan, kamus Wikipedia,
“Perjuangan Ki Sodewo di Kulon Progo” Seri Cerita Rakyat, Dinas Pendidikan Kulon Progo,
dan berbagai sumber termasuk keluarga trah Diponegoro di Kulon Progo & Yogyakarta