Anda di halaman 1dari 17

PENGARUH SUHU LINGKUNGA TERHADAP FEKUNDITAS Droshopila

melanogaster TERHADAP PERSILANGAN HOMOGEN STRAIN WHITE (W)

PROPOSAL PROYEK
untuk memenuhi tugas matakuliah
Genetika II
yang dibina oleh Prof. Dr.A. D. Corebina, M.Pd

Oleh
Kelompok 13 Offering A’16
Dliya Amaliya NIM.160341606104

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEPTEMBER 2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya penulis diberi kesehatan dan kekuatan sehingga dapat
menyelesaikan penulisan makalah dengan judul “Pengaruh Suhu Lingkunga Terhadap
Fekunditas Droshopila Melanogaster Terhadap Persilangan Homogen Strain White (W)”.
Penulisan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Genetika II. Penulisan
proposal proyek ini dapat terealisasi berkat dukungan, motivasi, serta bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada.

1. Ibu Prof. Dr.A. D. Corebina, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Genetika II
yang telah memberikan bimbingan dalam penyelesaian makalah ini.
2. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan material, moral, dan spiritual.
3. Teman-teman seperjuangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi 2016
Offering A yang telah banyak berdiskusi dan memberikan motivasi tersendiri bagi
penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan, maka kritik dan
saran yang membangun akan diterima dengan senang hati. Semoga makalah ini dapat
memberi manfaat dan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan.

Malang, 30 September 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPL
KATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... iii
DAFTAR TABEL........................................................................................ iv
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian .......................................................... 2
1.4 Manfaat Masalah ........................................................... 3
1.5 Batasan Masalah ............................................................ 3
1.6 Asumsi Penelitian .......................................................... 3
1.7 Definisi Operasional....................................................... 3
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Pustaka ................................................................ 3
2.1.1
2.2 Kerangka Konseptual ...................................................... 6
2.3. Hipotesis..........................................................................
BAB III : METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian........................................................12
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian...........................................12
3.3 Populasi dan Sampel.........................................................12
3.4 Variabel Penelitian............................................................12
3.5 Instrumen Penelitian..........................................................13
3.6 Prosedur Kerja...................................................................13
3.7 Teknik Pengumpulan Data................................................15
3.8 Teknik Analisis Data.........................................................16

DAFTAR RUJUKAN .................................................................................... 17

iii
iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.4.1............................... 7
Gambar 2.4.2....................................................................................................7
Gambar 2.4.3.................................... 9
Gambar 2.4.4..................................... 10
Gambar 2.4.5.................................... 11

DAFTAR TABEL

Tabel 1 ........................................................................................................... 15

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fekunditas atau kemampan individu betina untuk menghasilkan keturunan yang
dapat bertahan hidup hingga fase dewasa. Fekunditas diukur dengan menghitung jumlah
keturunan yang dihasilkan oleh individu betina sepanjang hidupnya (life time fecundity).
Untuk mengetahui fekunditas betina, sepasang individu jantan dan betina virgin berusia
±1 hari disingkang selama 2 hari (Ramadhani dkk, 2016).
Fekunditas ditunjukkan dengan banyaknya jumlah keturunan memiliki keterkaitan
dengan variasi suhu udara lingkungan. Setiap serangga termasuk D. melanogaster
memiliki preferensi suhu tersendiri untuk dapat bertahan hidup. Dari hal ini sesuai
dengan hasil penelitian Ihsan dkk bahwa suhu tinggi dan rendah dapat mengakibatan daya
tahan hidup D. melanogaster rendah. Selain itu dapat disebabkan karena pematangan
telur yang lama sehingga penetasan individu baru menjadi terhambat.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti melakukan sebuah penelitian untuk
mengetahui apakah suhu berpengaruh terhadap fekunditas Drosophila melanogaster
serta peneliti memilih menggunakan strain white untuk digunakan dalam penelitian yang
melibatkan variasi suhu lingkungan. Untuk itu peneliti mengangkat judul “Pengaruh
Suhu Lingkunga Terhadap Fekunditas Droshopila Melanogaster Terhadap Persilangan
Homogen Strain White (W)”.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat disusun rumusan masalah seperti berikut:
1.2.1 Bagaimana pengaruh suhu terhadap fekunditas pada persilangan homogen strain
normal ?

1.3 Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1
1.3.1 Mengetahui adanya pengaruh suhu terhadap fekunditas pada persilangan homogen
normal

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian ini yaitu :
1.4.1 Dapat memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada hamasiswa yang lebih
mendalam tentang ilmu dasar genetika
1.4.2 Dapat menjadi dasar informasi kepada peneliti yang penelitiannya berhubungan
dengan pengaruh suhu terhadap fekunditas D. melanogaster pada persilangan
homogen strain white
1.4.3 Meningkatkan ketrampilan dalam penelitian terutama dalam bidang genetika
1.4.4 Melatih peneliti menganalisa data-data yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian
1.4.5 Mendapatkan informasi baru tentang fenomena yang terjadi dari hasil penelitian
1.4.6 Memberikan motivasi untuk melakukan penelitian persilangan Drosophila
melanogaster

1.5 Batasan Penelitan


Dalam penelitian batasan masalah yaitu :
1.5.1 Strain Drosophila melanogaster maksingan sampai fenotip F4
1.5.2 Persilangan Drosophila melanogaster maksingan sampai fenotip F4
1.5.3 Umur Drosophila melanogaster maksimal 4 hari sejak menetas dari pupa
1.5.4 Aspek penelitian yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah anakan pada
persilangan homogami strain white

1.6 Asumsi Penelitian


Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa :
1.6.1 Drosophila melanogaster yang digunakan saat penelitian dalam aspek biologi
dianggep sama
1.6.2 Nutrisi medium pada penelitian dianggap sama pada setiap ulangan

2
1.6.3 Waktu yang digunakan selama penelitian dalam perkembangan Drosophila
melanogaster dianggap sama
1.6.4 Selama penelitian, faktor lingkungan kecuali faktor suhu dianggap sama untuk
masing-masing perlakuan.

1.7 Definisi Operasional


Dalam penyusunan laporan ini banyak menggunakan istilah untuk menjelaskan berbagai
hal. Istilah-istilah tersebut adalah :
1.7.1 Fekunditas adalah kemampuan individu betina untuk menghasilkan keturunan yang
dapat bertahan hidup hingga fase dewasa
1.7.2 Strain adalah kelompok intra-spesifik yang memilikisatu atausejumlah ciri yang
berbeda, biasanya secara homozigot untuk ciri-ciri tersebut (galur murni). Ciri
tersebut biasanya dipertahankan secara sengaja untuk kepentingan dibidang
pertanian ataupun untuk kepentingan eksperimen.
1.7.3 Fenotip adalah karakter yang dapat diamati dari suatu individu yang
merupakan hasil interaksi antara genotip dan lingkungan tempat hidup dan
berkembang (Corebima, 2013).
1.7.4 Genotip adalah keseluruhan jumlah informasi genetik yang terkandung
dari suatu makhluk hidup (Corebima, 2013).
1.7.5 Peremajaan adalah kegiayan mengembangbiakan lalat dari stok, minimal sebanyak
3 pasang ke dalam medium baru.
1.7.6 Pengampulan adalah kegiatan memindahkan pupa hitam ke dalam selang ampul
yang telah diberi pisang yang kemudian ditutup dengan spons.
1.7.7 Penyilangan adalah kegiatan mengawinkan sepasang lalat baik homogami maupun
heterogami. Namun dalam penelitian ini penyilangan dilakukan secara homogami
atau penyilangan dengan strain yang sama

3
BAB II
ISI

4
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hypothetical experimental yang mana data
diambil dari hasil pengamatan secara langsung. Penelitian ini dilakukan dengan
menyilangkan D.melanogaster ♀W ><♂W dengan perlakuan generasi F1-F3 pada suhu
tinggi (30C) dan generasi F4-F6 pada suhu normal. Masing-masing dengan 6 ulangan.
Melalui hasil penelitian ini penyebab diketahui pengaruh perlakuan suhu terhadap
jumlah anakan yang muncul pada F1-F6.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2018 hingga bulan Desember 2018.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Genetika Gedung 05.310 Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.

3.3 Populasi dan Sampel


3.3.1 Populasi dalam penelitian ini yang digunakan adalah D.melanogaster strain White (W)
yang dibiakkan di Laboratorium Genetika gedung Biologi FMIPA UM

3.3.2 Sampel dalam penelitian ini adalah beberapa D.melanogaster strain White (W) yang
diambil dan dibiakkan dan digunakan dalam penelitian ini

3.4 Variabel Penelitian


3.4.1 Variabel Bebas : Suhu
3.4.2 Variabel Terikat : Fenotip anakan FI dan F2 pada masing-masing
persilangan.
3.4.3 Variabel Kontrol : Strain, Medium, Tempat, Waktu.
3.5 Instrumen Penelitian
Alat :
a. Botol selai
b. Kuas
5
c. Kain Kasa
d. Selang
e. Kardus
f. Alat tulis
g. Inkubator

Bahan
a. Lalat Strain N dan bar3
b. Gabus penutup
c. Kertas pupasi
d. Gula Merah
e. Tape
f. Fermipan
g. Air
h. Tisu
i. Kertas Label
j. Plastik ½ kg

3.6 Prosedur Kerja


3.1.1 Pembuatan Medium
a. Timbang bahan seperti: pisang, tape singkong dan gula merah dengan
perbandingan 7: 2: 1 untuk pembuatan satu resep, yaitu 700 gram untuk pisang,
200 gram untuk tape singkong dan 100 gram gula merah.
a. Potong pisang rajamala dan gula merah kecil-kecil
b. Cairkan gula merah dengan dipanaskan diatas kompor
c. Haluskan atau blender pisang dan tape singkong dengan menambahkan air
secukupnya
d. Setelah halus, memasukkan adonan pisang ke dalam panci dan menambahkan gula
merah yang telah dicairkan

6
e. Masak adonan tersebut selama 45 menit untuk satu resep. Jika pembuatan bahan
lebih dari resep maka untuk memasaknya kurang lebih selama 1 jam.
f. Sterilisasi pada botol dengan alcohol atau menguapkan botol selai dan spons yang
akan dipakai.
g. Masukkan medium tersebut ke dalam botol selai, kemudian segera menutupnya
dengan spons
h. Dinginkan medium dengan merendam di dalam air.
i. Setelah medium dingin, memasukkan  4 butir yeast (fermipan) ke dalam medium
j. Bersihkannya dari uap air serta memberi kertas pupasi pada botol selai yang telah
terisi medium.
3.1.2 Mengamati ciri-ciri fenotip yang meliputi warna tubuh, warna mata, bentuk sayap dan
faset mata
3.1.3 Peremajaan
a. Sediakan botol selai yang telah diisi medium
b. Masukkan beberapa pasang D. melanogaster untuk masing-masing strain pada
botol yang berbeda minimal 3 pasang
c. Beri label setiap botol selai sesuai strain dan tanggal waktu pemasukannya
d. Tunggu hingga pada botol terdapat larva dan kemudian menjadi pupa
3.1.4 Pengampulan
a. Potong selang dengan panjang ±7 cm
b. Potong pisang rajamala setebal 1 cm
c. Masukkan pisang tersebut ke dalam selang dan meletakkan pada posisi tengah
selang
d. Ambil pupa yang hitam pada lalat yang akan diampul
e. Masukkan pupa hitam ke selang bagian kanan dan bagian kiri pisang
f. Tutup ujung selang dengan busa atau spons
g. Tunggu pupa dalam selang menetas
h. Batas maksimal dari pupa menetas yaitu selama 2 hari
3.1.5 Prosedur persilangan F1 sampai dengan F3 pada inkubator dengan suhu 300C

7
a. Siapkan botol selai yang berisi medium sesuai jumlah persilangan dan ulangannya.
b. Ambil lalat yang sudah menetas (umur maksimal 2 hari) dari selang ampulan.
c. Silangkan D. melanogaster strain ♀W ><♂W letakkan botol persilangan (F1 – F3)
dalam inkubator dingin bersuhu 300C
d. Lepaskan jantan pada masing – masing botol silangan tadi pada hari kedua setelah
persilangan. Tunggu hingga telihat larvanya.
e. Setelah muncul larva maka memindahkan betina ke medium yang baru (A dan B)
untuk persediaan stok persilangan F2 dst.
f. Setelah muncul pupa yang menghitam, maka sebagian pupa diampul untuk
disilangkan ke F2.
g. Lakukan persilangan F2 dari hasil persilangan F1 seperti pada prosedur F1
h. Setelah pupa menetas maka lakukan persilangan F3 dari hasil persilangan F2
seperti pada prosedur sebelumnya.

3.1.6 Prosedur persilangan F4 sampai dengan F6 pada inkubator dengan suhu normal.
a. Ampul hasil persilangan F3 pada selang
b. Siapkan botol selai yang berisi medium sesuai jumlah persilangan dan ulangannya.
c. Ambil lalat yang sudah menetas (umur maksimal 2 hari) dari selang ampulan.
d. Silangkan D. melanogaster strain ♀W><♂W letakkan botol persilangan (F4 – F6)
pada suhu ruangan (normal).
e. Lepaskan jantan pada masing – masing botol silangan tadi pada hari kedua setelah
persilangan. Tunggu hingga telihat telurnya.
f. Setelah muncul telur maka memindahkan betina ke medium yang baru (A dan B)
untuk persediaan stok persilangan F5 dst.
g. Setelah muncul pupa yang menghitam, maka sebagian pupa diampul untuk
disilangkan ke F5.
h. Lakukan persilangan F5 dari hasil persilangan F4 seperti pada prosedur F4
i. Setelah pupa menetas maka lakukan persilangan F6 dari hasil persilangan F5
seperti pada prosedur sebelumnya

8
3.7 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu dengan menggunakan dengan cara
melakukan pengamatan jumlah anakan D. melanogaster dari masing-masing persilangan F1
hingga F6 yang dilakukan sebanyak 6 kali ulangan. Pengambilan data dimulai dari hari ke-1
sampai hari ke-7 terhitung setelah pupa menetas.

Tabel 3.1. Hasil persilangan Drosophila melanogaster strain ♀W ><♂W pada perlakuan suhu
tinggi dan suhu normal

Generasi Jumlah
Ulangan Suhu Tinggi (30°C) Suhu Normal
A B A B
1
2
3
F1
4
5
6
1
2
3
F2
4
5
6
1
2
3
F3
4
5
6
1
2
3
F4
4
5
6

9
3.8 Teknik Analisis Data

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

11
DAFTAR PUSTAKA

Aini, Nur. 2008. Kajian Awal Kebutuhan Nutrisi Drosophila melanogaster. Bogor
: Institut Pertanian Bogor.
Amelia, Rumi. 2016. Skripsi Pengaruh Persilangan Strain Wild Type (N) dengan
white (w) Terhadap Jumlah Turunan F2 Lalat Buah (Drosophila sp.).
Palangkaraya : Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya.
Corebima, A.D. 2001. Beberapa Pemikiran tentang Kerja Gen dalam
Pengendalian Sifat. Malang : Universitas Negeri Malang.
Ramadani, S.D., Corebima, A.D., dan Zubaidah, Siti. 2016. Pemanfaatan Drosophila
Melanogaster Sebagai Organisme Model Untuk Mempelajari Pengaruh Faktor
Lingkungan Terhadap Ekspresi Sifat Makhluk Hidup Pada Perkuliahan Genetika.
Pendidikan Biologi Pascasarjana-Universitas Negeri Malang.

12

Anda mungkin juga menyukai