Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH PRINSIP BIOMEKANIKA DALAM KEPERAWATAN

MATA KULIAH ILMU DASAR KEPERAWATAN I

DISUSUN OLEH

WAFIQ AURELIA NOVANY

NIM : P07220218036

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALIMANTAN TIMUR

TAHUN AKADEMIK 2018/2019


MAKALAH PRINSIP BIOMEKANIKA DALAM KEPERAWATAN

MATA KULIAH ILMU DASAR KEPERAWATAN I

Tugas ini dibuat dan disusun untuk memenuhi tugas VILEP (Virtual Learning
Center) mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan I.

DISUSUN OLEH

WAFIQ AURELIA NOVANY

NIM : P07220218036

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALIMANTAN TIMUR

TAHUN AKADEMIK 2018/2019

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya dan tidak lupa shalawat serta salam kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah “PRINSIP BIOMEKANIKA DALAM KEPERAWATAN” untuk
memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan I.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan baik tulisan
maupun informasi yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, kami berterima kasih
kepada Ibu Hestiprawita Widiastuti, SST, M.Kes atas bimbingannya dalam
menulis dan menyusun makalah ini, sehingga penulis dapat membuat makalah
sesuai dengan kaidah dalam membuat karya tulis.

Walaupun makalah ini masih banyak terdapat banyak kekurangan, kami


sangat mengharapkan kepada para pembaca untuk menyampaikan kritik dan saran
yang sifatnya membangun demi kebaikan dan kesempurnaan makalah selanjutnya.

Semoga makalah ini dapat selalu bermanfaat bagi pembaca dan atas
kekurangan dalam makalah ini kami mohon maaf. Terakhir tidak lupa kami
mengucapkan terima kasih.

Samarinda, 24 September 2018

Penulis

3
DAFTAR ISI

Halaman Cover …………………………………………………………… 1

Halaman Judul ……………………………………………………………. 2

Kata Pengantar ……………………………………………………………. 3

Daftar Isi ………………………………………………………………….. 4

Daftar Gambar ……………………………………………………………. 5

Daftar Lampiran ………………………………………………………….. 6

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ………………………………………….. 7


B. Rumusan Masalah ………………………………………………… 8
C. Tujuan Penulisan …………………………………………………. 8
D. Metode Penulisan …………………………………………………. 8
E. Sistematika Penulisan …………………………………………….. 8

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Pengertian Biomekanika ……………………………………….. 9


B. Konsep Dasar Biomekanika………….…………………………. 11
C. Penerapan Biomekanika Dalam Keperawatan……………………. 12
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ………………………………………………………. 26
B. Saran ……………………………………………………………… 27

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

4
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Biomekanika ………………………………………………………. 9


Gambar 2.2 Konsep Dasar Biomekanika ……………………………………... 11
Gambar 2.3 Mekanika Tubuh Manusia ………………………………………. 14
Gambar 2.4 Mekanika Tubuh………………………………………………….. 15
Gambar 2.5 Kesegarisan Tubuh ……………………………………………….. 16
Gambar 2.6 Posisi Fowler ……………………………………………………… 17
Gambar 2.7 Posisi Sim …………………………………………………………. 18
Gambar 2.8 Posisi Tredelenburg ……………………………………………….. 19
Gambar 2.9 Posisi Dorsal Recumbent …………………………………………. 20
Gambar 2.10 Posisi Litotomi …………………………………………………... 21
Gambar 2.11 Posisi Genu Pektoral …………………………………………….. 22
Gambar 2.12 Traksi ……………………………………………………………. 23

5
DAFTAR LAMPIRAN

Daftar Gambar:

Gambar 2.1 Biomekanika ………………………………………………………. 9


Gambar 2.2 Konsep Dasar Biomekanika ……………………………………... 11
Gambar 2.3 Mekanika Tubuh Manusia ………………………………………. 14
Gambar 2.4 Mekanika Tubuh………………………………………………….. 15
Gambar 2.5 Kesegarisan Tubuh ……………………………………………….. 16
Gambar 2.6 Posisi Fowler ……………………………………………………… 17
Gambar 2.7 Posisi Sim …………………………………………………………. 18
Gambar 2.8 Posisi Tredelenburg ……………………………………………….. 19
Gambar 2.9 Posisi Dorsal Recumbent …………………………………………. 20
Gambar 2.10 Posisi Litotomi …………………………………………………... 21
Gambar 2.11 Posisi Genu Pektoral …………………………………………….. 22
Gambar 2.12 Traksi ……………………………………………………………. 23

6
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang
mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh
gangguan mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua
dari semua cabang ilmu dalam fisika. Tersebutlah nama-nama seperti Archimides
(287-212 SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang
merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisis dan
eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala
dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.

Keseimbangan dibutuhkan hampir diseluruh cabang olahraga yang mana


setiapcabang olahraga menerapkannya dengan cara yang berbeda. Disuatu saat ada kalanya
seorang atlet harus berada pada tingkat keseimbangan yang tinggi dan ada kalanya seorang atlet
harusberada pada tingkat keseimbangan yang rendah. Dalam keseimbangan
dipengaruhi olehbeberapa faktor yaitu

1. Stabilitas berbanding lurus dengan luas dasar menumpu


2. Stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik
berat badanketepi alas yang searah dengan arah gerakan
3. Stabilitas berbanding lurus dengan berat badan
4. Stabilitas berbanding terbalik dengan jarak besarnya antara titik berat
badan dandengan besarnya menumpu
5. Untuk memperoleh stabilitas titik berat badan harus jatuh didalam bidang
dasarmenumpu
6. Gaya geser
7. Letak segmen-segmen badan
8. Penglihatan dan faktor-faktor psikologis
9. Faktor fisiologi.

7
B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang penulis ambil sebagai dasar dari pembuatan
makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa itu biomekanika?
2. Apa konsep dasar biomekanika?
3. Bagaimana penerapan prinsip biomekanika dalam keperawatan?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui apa itu biomekanika dan apa saja konsep dasar
bimekanika,
2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip bomekanika dalam
keperawatan.

D. Metode Penulisan
Adapun metode yang penulis gunakan untuk menulis dan menyusun
makalah ini adalah metode studi pustaka yaitu sebuah metode penulisan karya
tulis dengan mencari informasi dari berbagai jenis referensi, mulai dari literatur
buku, internet, televisi, dan jenis referensi lainnya.

E. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut.
 Makalah ini diawali dengan halaman judul, kata pengantar, dan daftar
isi.
 BAB I yang merupakan pendahuluan dibagai menjadi beberapa sub-bab
seperti latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan,
metode penulisan, dan sistematika penulisan.
 BAB II yang merupakan pembahasan dibagi menjadi beberapa sub-bab
seperti Pengertian biomekanika, konsep dasar biomekanika, dan penerapan
prinsip dasar biomekanika.
 BAB III yang merupakan penutup dibagi menjadi beberapa sub-bab yaitu
kesimpulan dan saran-saran.

8
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Biomekanika

Gambar 2.1 Biomekanika

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang
mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan
mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua
cabang ilmu dalam fisika.Tersebutlah nama-nama seperti Archimides (287-212
SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang
merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisis dan
eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala
dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.
Mekanika teknik atau disebut juga dengan mekanika terapan adalah ilmu
yang mempelajari peneraapan dari prinsip-prinpsip mekanika. Mekanika terapan
mempelajari analisis dan disain dari sistem mekanik. Biomekanika didefinisikan
sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system biologi. Biomekanika
merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu
biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua
tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam

9
penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem
dalam biologi dan kedokteran.Pada dasarnya biomekanika adalah cabang ilmu
yang relatif baru dan sedang berkembangsecara dinamis. Akan tetapi sebenarnya
bidang ilmu sudah eksis sejak abad ke lima belas masehi ketika Leonardo Da
Vinci (1452-1519) membuat catatan akan siginikansi mekanika dalam penelitian-
penelitian biologi yang dia lakukan. Kontribusi dari para peneliti dalam bidang
ilmu biologi, kedokteran, ilmu-ilmu dasar, dan teknik mewarnai perkembangan
biomekanika akhir-akhir ini.
Menurut Frankel dan Nordin pada tahun 1980, Biomekanika merupakan
ilmu mekanika teknik untuk analisis sistem kerangka otot manusia. (Chaffin,
1991) secara umum mendefinisikan biomekanika, yaitu: Biomekanika
menggunakan konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada
bermacam-macam bagian tubuh dan gaya yang bekerja padabagian tubuh pada
aktivitas sehari-hari. Kajian biomekanik dapat dilihat dalam duaperspektif, yaitu
kinematika yang lebih menjurus pada karakteristik gerakan yaitu menelitigerakan
dari segi ruangan yang digunakan dalam waktu yang bersifat sementara
tanpa melihat gaya yang menyebabkan gerakan. Studi kinematika menjelaskan gerakan yang
menyebabkan berapa cepat obyek bergerak, berapa ketinggiannya atau berapa jauh
obyek menjangkau jarak. Posisi, kecepatan dan percepatan tersebut merupakan
studi kinematika.Kajian kinetika menjelaskan tentang gaya yang bekerja pada satu
sistem, misalnya tubuh manusia. Kajian gerakan kinetika menjelaskan gaya yang
menyebabkan gerakan.Dibandingkan dengan kajian kinematika, kajian kinetika lebih
sulit untuk diamati, pada kajian kinetik yang terlihat adalah akibat dari gaya.

10
B. Konsep Dasar Biomekanika

Gambar 2.2 Konsep Dasar Biomekanika

Biomekanika merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari bentuk


dan macam-macam gerakan atas dasar prinsip-prinsip mekanika dan menganalisis
suatu gerakan. Disiplin ilmu biomekanika tidak berdiri dengan sendirinya,
melainkan ditunjang oleh disiplin ilmu yang lainnya, seperti anatomi, fisologi, dan
fisika, kemudian dasar-dasar atau prinsip dari ketiga bidang ilmu itu menjadi
dasar suatu disiplin ilmu yang disebut biomekanika. Selain itu, pada dasarnya
penekanan utama dalam biomekanika adalah seluruh konsep mekanik, tetapi
tubuh manusia adalah sistem yang jauh lebih kompleks daripada kebanyakan
objek yang ditemui dalam konsep mekanika. Oleh karena itu, biomekanika
menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup.

Biomekanika (Biomechanics) tidak saja digunakan untuk perbaikan teknik


cabang olahraga, tetapi juga banyak digunakan oleh para ahli di luar bidang ilmu
olahraga, misalnya bidang kedokteran, dan desain alat-alat kebutuhan manusia
Biomekanika merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari bentuk dan
macam-macam gerakan atas dasar prinsip-prinsip mekanika dan menganalisis
suatu gerakan. Ruang lingkup Biomekanika meliputi developmental
biomechanics, biomechanics of exercise, rehabilitation mechanics, equipment
design dan sport biomechanics (biomekanika olahraga).
1. Developmental biomechanics, yaitu biomekanika yang secara khusus
mempelajari perubahan pola-pola gerak selama hidup dan orang-orang

11
cacat. Misalnya: analisis yang dilakukan terhadap orang-orang yang
menderita celebral palsy.
2. Biomechanics of exercise, yaitu biomekanika yang mempelajari usaha-
usaha untuk meningkatkan keuntungan yang diperoleh dari latihan dan
mengurangi kemungkinan terjadinya cedera.
3. Rehabilitation mechanics, yaitu biomekanika yang mempelajari pola gerak
orang-orang yang mengalami cedera.
4. Equipment design, yaitu biomekanika yang mempelajari desain peralatan
yang digunakan dalam olahraga. Misalnya: desain raket tenis, bulutangkis,
sepatu atletik, bola, pakaian, sepeda balap, peralatan golf, dan lain-lain.
5. Sports Biomechanics (Biomekanika Olahraga), yaitu ilmu biomekanika
yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi gerak atlet ketika
menampilkan cabang 4 olahraga. Misalnya dengan cara, Analisis Teknik,
Identifikasi Cidera Olahraga, dan Evaluasi Program Latihan.

C. Penerapan Prinsip Biomekanika dalam Keperawatan

Dasar dari prinsip kerja Biomekanika adalah Hukum Newton yang terdiri dari

o Hukum I Newton
o Hukum II Newton
o Hukum III Newton

Hukum I Newton Bunyi Hukum I Newton : Selama jumlah gaya yang


bekerja pada sebuah benda sama dengan nol (ΣF = 0) maka benda akan berada
dalam keadaan diam atau bergerak secara lurus beraturan (Kecepatannya konstan)

Konsep dari hukum ini dikenal dengan kelembaman ( Inersia ) yaitu sifat
suatu benda untuk cenderung mempertahankan kedudukannya. Benda yang diam
cenderung untuk diam dan benda yang bergerak cenderung untuk terus bergerak.

Contoh :

12
Ketika tubuh dalam keadaan istirahat semua otot dan organ lain juga dalam
keadaan relaks. Maka ketika kita akan menggerakkannya harus dimulai dari
perlahan lahan ( perlu pemenasan ). Jika secara tiba-tiba digerakkan maka
kemungkinan akan mengakibatkan cedera pada organ tersebut.

Hukum II Newton

Jika sebuah benda diberikan gaya maka benda tersebut akan bergerak dan
mengalami Percepatan. Percepatan gerak sebuah benda berbanding lurus dengan
besarnya gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan besar masanya.

F = m.a
F = gaya ( newton)
m = massa ( kilogram )
a = percepatan ( m/s2)

konsep berat sama dengan gaya grafitasi berat merupakan hasil kali antara masa
dengan percepatan grafitasi ( w = mg )

Contoh :

Gaya otot yang diperlukan akan lebih besar ketika mengangkat beban yang berat
dibandingkan dengan ketika mengangkat beban yang ringan. Ketika mendorong
sebuah sebuah kereta pasien atau kursi dorong gaya yang diperlukan lebih besar
ketika mendorong pasien yang berbadan besar dibandingkan dengan ketika
mendorong pasien yang bertubuh kecil.

Hukum III Newton

Jika sebuah benda melakukan gaya pada benda lain maka benda tersebut
akan mendapatkan balasan gaya yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
Hukum ini dikenal dengan hukum aksi dan reaksi.Contoh : Ketika telapak kaki
menginjak tanah dan mendorong kearah belakang maka tanah akan membalas

13
dengan memberikan gaya yang besarnya dengan arah kedepan sehingga badan
akan terdorong maju

PENERAPAN:

1. Mekanika Tubuh

Gambar 2.3 Mekanika Tubuh Manusia


 Pengertian Mekanika Tubuh
Mekanika tubuh (Body Mechanic) adalah usaha untuk
mengkordinasi sistem musculoskeletal dan saraf, sehingga individu dapat
bergerak, mengangkat, membungkuk, berdiri, duduk, berbaring dan
melakukan aktivitas sehari-hari dengan sempurna.
Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi resiko
cedera sistem musculoskeletal. Mekanika tubuh juga tepat memfasilitasi
pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi
ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan.Hal-hal
tersebut mencakup kesegarisan tubuh (Body Alignment), keseimbangan
tubuh dan koordinasi gerakan.

14
Gambar 2.4 Mekanika Tubuh
 Prinsip Mekanika Tubuh
Mekanika tubuh penting bagi perawat dan kliennya.Hal ini
mempengaruhi tingkat kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar
diperlukan untuk mendukung tingkat kesehatan dan mencegah kecacatan
serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu, mekanika tubuh
juga bertujuan untuk menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan
kenyamanan dan kerjasama.Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagai
kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, memberikan obat,
mengangkat, dan memindahkan klien dan menggerakan objek.

15
2. Kesegarisan Tubuh

Gambar 2.5 Kesegarisan Tubuh


Kesegarisan tubuh (body alignment) atau postur merupakan istilah yang
sama dan mengacu pada posisi sendi, tendon, ligament, dan otot selama
berbaring. Kesegarisan tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada
struktur muskusloskeletal, mempertahankan tonus (ketegangan) otot secara
kuat dan menunjang keseimbangan.
Dalam mempertahankan kesegarisan tubuh yang tepat, dan memindahkan
klien dengan aman dari tempat tidur ke kursi atau dari tempat tidur ke brankar.
Adapun faktor yang mempengaruhi kesegarisan tubuh:
a. Status kesehatan
Perubahan status kesehatan dapat menimbulkan keadaan yang tidak
optimal, terdapat organ atau bagian tubuh yang mengalami kelelahan atau
kelemahan sehingga dapat memengaruhi pembentukan postur tubuh.
b. Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan untuk menghasilkan yang digunakan
dalam membantu proses keseimbangan organ, otot, tendon, ligament, dan
persendian. Apabila status nutrisi kurang, kebutuhan enegi pada organ
tersebut juga akan berkurang, sehingga dapat mengganggu proses
keseimbangan.

16
c. Emosi
Emosi dapat menyebabkan kurangnya kendali dalam menjaga
keseimbangan tubuh. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses koordinasi
pada otot, ligament, sendi, dan tulang.
d. Faktor sosial
e. Gaya hidup (life style)
Perilaku gaya hidup seseorang dapat membuat seseorang menjadi
lebih baik atau sebaliknya menjadi lebih buruk. Seseorang yang
mempunyai gaya hidup yang tidak sehat misalnya selalu menggunakan
alat bantu dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dapat mengalami
ketergantungan sehingga postur tubuh tidak berkembang dengan baik.
f. Perilaku dan nilai-nilai
Adanya perubahan perilaku dan ilai seseorang dapat memengaruhi
postur tubuh. Sebagai contoh, perilaku dalam membuang sampah di
sembarang tempat dapat mempengaruhi proses pembentukan postur tubuh
orang lain yang berupaya untuk selalu bersih dari sampah.

3. Pengaturan Posisi
a. Posisi Fowler

Gambar 2.6 Posisi Fowler


Posisi Fowler adalah posisi dengan tubuh setengah duduk atau duduk.
Tujuan :
o Mempertahankan kenyamanan
o Memfasilitasi fungsi pernapasan

17
Alat dan bahan :
o Penopang / bantal
Prosedur kerja :
1) Cuci tangan
2) Lakukan persiapan seperti di sebut di atas
3) Tinggikan kepala tempat tidur 45-60o
4) Topangkan kepala di atas tempat tidur atau bantal kecil
5) Gunakan bantal untuk menyokong lengan dan tangan bila pasien tidak
dapat mengontrolnya secara sadar atau tidak dapat menggunakan
tangan dan lengan
6) Tempatkan bantal tipis di punggung bawah
7) Tempatkan bantal kecil atau gulungan handuk di bawah paha.
8) Tempatkan bantal kecil atau gulungan di bawah pergelangan kaki.
9) Tempatkan papan kaki di dasar telapak kaki pasien.
10) Turunkan tempat tidur.
11) Observasi posisi kesejajaran tubuh, tingkat kenyamanan, dan titik
potensi tekanan.
12) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
13) Catat prosedur termasuk : posisi yang di tetapkan, kondisi kulit,
gerakan sendi, kemampuan pasien membantu bergerak, dan
kenyamanan pasien.
b. Posisi Sim

Gambar 2.7 Posisi Sim


Pada posisi ini pasien berbaring miring baik ke kanan atau ke kiri.
Tujuan :
o Memberikan kenyamanan.

18
o Melakukan huknah.
o Memberikan obat per anus (supositoria).
o Melakukan pemeriksaan daerah anus.
Alat dan bahan :
o Bantal
Prosedur kerja :
1) Cuci tangan.
2) Lakukan persiapan seperti diuraikan di atas.
3) Tempatkan kepala datar di tempat tidur.
4) Tempatkan pasien dalam posisi telentang.
5) Posisikan pasien dalam posisi miring yang sebagian pada abdomen.
6) Tempatkan bantal kecil di bawah kepala.
7) Tempatkan bantal di bawah lengan atas yang difleksikan, yang
menyokong lengan setinggi bahu. Sokong lengan lain di atas tempat
tidur.
8) Tempatkan bantal di bawah tungkai atas yang difleksikan, yang
menyokong tungkai setinggi panggul.
9) Tempatkan bantal pasien parallel dengan permukaan plantar kaki.
10) Turunkan tempat tidur.
11) Observasi posisi kesejajaran tubuh, tingkat kenyamanan, dan titik
potensi tekanan.
12) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
13) Catat prosedur termasuk : posisi yang di tetapkan, kondisi kulit,
gerakan sendi, kemampuan pasien membantu bergerak, dan
kenyamanan pasien.
c. Posisi Trendelenburg

Gambar 2.8 Posisi Tredelenburg

19
Posisi ini menempatkan pasien di tempat tidur dengan bagian kepala lebih
rendah dari bagian kaki.
Tujuan :
o Melancarkan peredaran darah ke otak.
Alat dan bahan :
o Bantal.
o Tempat tidur khusus.
o Balok penopang kaki tempat tidur (opsional)
Prosedur Kerja :
1) Jelaskan prosedur yang akan di lakukan.
2) Cuci tangan.
3) Pasien dalam keadaan berbaring telentang.
4) Tempatkan bantal di antara kepala dan ujung tempat tidur pasien.
5) Tempatkan bantal di bawah lipatan lutut.
6) Tempatkan balok penopang di bagian kaki tempat tidur.
7) Atau atur tempat tidur khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien.
8) Cuci tangan.
d. Posisi Dorsal Recumbent

Gambar 2.9 Posisi Dorsal Recumbent


Pada posisi ini, pasien ditempatkan pada posisi telentang dengan kedua
lutut fleksi di atas tempat tidur.
Tujuan:
o Perawatan daerah genitalia.
o Pemeriksaan genetalia.
o Posisi pada proses persalinan.

20
Alat dan bahan :
o Bantal
o Tempat tidur khusus
o Selimut
Prosedur Kerja :
1) Jelaskan prosedur yang akan di lakukan.
2) Cuci tangan
3) Pasien dalam keadaan berbaring (telentang)
4) Pakaian bawah dibuka.
5) Tekuk lutut dan direnggangkan.
6) Pasang selimut untuk menutupi area genitalia.
7) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
e. Posisi Litotomi

Gambar 2.10 Posisi Litotomi


Pada posisi ini, pasien ditempatkan pada posisi telentang dengan
mengangkat kedua kaki dan ditarik ke atas abdomen.
Tujuan :
o Pemeriksaan alat genitalia.
o Proses persalinan.
o Pemasangan alat kontrasepsi.

21
Alat dan bahan :
o Bantal
o Tempat tidur khusus.
o Selimut/ kain penutup
Prosedur Kerja :
1) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
2) Cuci tangan.
3) Pasien dalam keadaan berbaring (telentang).
4) Angkat kedua paha dan tarik ke atas abdomen.
5) Tungkai bawah membentuk sudut 90o terhadap paha.
6) Letakkan bagian lutut/ kaki pada penyangga kaki di tempat tidur
khusus untuk posisi litotomi.
7) Pasang selimut
8) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
f. Posisi Genu Pektoral

Gambar 2.11 Posisi Genu Pektoral


Pada posisi genu pectoral, pasien menungging dengan kedua kaki ditekuk
dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur.
Tujuan :
o Pemeriksaan daerah rektum dan sigmoid
Alat dan bahan :
o Tempat tidur
o Selimut
Prosedur kerja :
1) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
2) Cuci tangan.

22
3) Minta pasien untuk mengambil posisimenungging dengan kedua kaki
di tekuk dan dada menempel pada matras tempat tidur.
4) Pasan selimut untuk menutupi daerah perineal pasien.
5) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

4. Traksi

Gambar 2.12 Traksi


Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk
menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi
adalah untuk menangani fraktur, dislokasim atau spasme otot dalam usaha
memperbaiki deformitas dan mempercepat penyembuhan.
Prinsip traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh,
tungkai, pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan
pada arah yang berlawanan disebut dengan counter traksi.

23
Penggunaan traksi telah dimulai 3000 tahun yang lalu.Suku Aztec dan
mesir menggunakan traksi manual dan membuat splint dari cabang
pohon. Traksi telah menjadi sebuah ketetapan dalam management ortopedi
hingga 1940 ketika fiksasi internal menggunakan nail, pin dan plate menjadi
praktek yang sering. Pengembangan ini berpasangan dengan kurangnya
pembedahan fraktur dengan kebutuhan ekonomi untuk perawatan rumah sakit
yang lebih.
Kita dapat menggunakan traksi :
1) untuk mendorong tulang fraktur kedalam tempat memulai, atau
2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu, atau
3) untuk melakukan kedua hal tersebut, satunya ikuti dengan yang lain.
Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna, kita harus menemukan
jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan aman, untuk
beberapa minggu jika diperlukan.
Ada 2 cara melakukan hal tersebut :
1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit).
2) dapat menggunakan Steinmann pin, a Denham pin, atau kirschner wir
melalui tulangnya (traksi tulang).
Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikan dan diatur, tetapi hal ini dapat
dengan mudah diatur dengan asisten.Traksi kebanyakan berguna pada kaki.Di
lengan hal ini masih kurang nyaman, tidak menyakinkan, sulit untuk dijaga,
dan frustasi untuk pasien.Untuk kesemua alas an ini, traksi lengan hanya
digunakan dalam keadaan pengecualian yang lebih jauh.

24
Klasifikasi traksi di dasari pada penahan tubuh yang di capai:
1) Traksi Manual, menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan
terhadap seseorang dibagian tubuh yang terkena melalui tangan
mereka.Traksi manual digunakan untuk mengurangi fraktur sederhana
sebelum aplikasi plesrer atau selama pembedahan.
2) Traksi Skeletal, menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan
langsung ke sekeleton melalui pin, wire, atau baut dimasukkan dalam
tulang. Traksi skeletal digunakan untuk fraktur yang tidak stabil, untuk
mengontrol rotasi dimana berat lebih besar dari 25 kg dibutuhkan dan
fraktur membutuhkan traksi jangka panjang.
3) Traksi kulit, menunjukkan dimana dorongan tahanan diaplikasikan kepada
bagian tubuh yang terkena melalui jaringan lunak.

25
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang
mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan
mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua
cabang ilmu dalam fisika.Tersebutlah nama-nama seperti Archimides (287-212
SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang
merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisis dan
eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala
dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.
Biomekanika merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari bentuk
dan macam-macam gerakan atas dasar prinsip-prinsip mekanika dan menganalisis
suatu gerakan. Disiplin ilmu biomekanika tidak berdiri dengan sendirinya,
melainkan ditunjang oleh disiplin ilmu yang lainnya, seperti anatomi, fisologi, dan
fisika, kemudian dasar-dasar atau prinsip dari ketiga bidang ilmu itu menjadi
dasar suatu disiplin ilmu yang disebut biomekanika. Selain itu, pada dasarnya
penekanan utama dalam biomekanika adalah seluruh konsep mekanik, tetapi
tubuh manusia adalah sistem yang jauh lebih kompleks daripada kebanyakan
objek yang ditemui dalam konsep mekanika. Oleh karena itu, biomekanika
menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup.

Contoh penerapan prinsip biomekanika dalam keperawatan adalah

o Mekanika tubuh
o Kesegarisan tubuh
o Pengaturan Posisi
o Traksi

26
B. Saran

Setelah membaca makalah yang dibuat penulis diharapkan penulis maupun


pembaca dapat memahami konsep dasar biomekanika dan penerapan prinsipnya
dalam bidang keperawatan.

Makalah ini masih jauh dari kata sempurna maka dari itu saya ingin
meminta kritik dan saran dari pembaca serta kakak pembimbing agar makalah
yang saya buat bisa menjadi sempurna dan jauh lebih baik dari sebelumnya, serta
krtik dan saran yang sifatnya membangun dari parapembaca mudah-mudahan bisa
menjadikan makalah ini jauh lebih sempurna dan bermanfaat bagi semuanya.

27
DAFTAR PUSTAKA

http://undinkdtc.blogspot.com/2013/10/aplikasi-biomekanika-fisika.html

http://arieunie.blogspot.com/2015/07/definisi-biomekanika-bab-i-
pendahuluan.html

http://ccaritugas.blogspot.com/2015/05/makalah-bio-mekanika-dalam-
keperawatan.html

https://wiwiksunaryatipujilestari.wordpress.com/2015/01/13/biomekanika-fisika-
kesehatan/

https://www.scribd.com/doc/244925381/Aplikasi-Biomekanika-Dalam-
Keperawatan

http://namithanurmala.blogspot.com/2014/02/makalah-penerapan-biokimia-
dalam-bidang.html

http://mezbah-aja.blogspot.com/2010/10/konsep-dasar-biomekanika.html

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/7944/1/EKO%20SUHARDI%20M.pdf

28
LAMPIRAN

Gambar 2.1 Biomekanika

Gambar 2.2 Konsep Dasar Biomekanika

29
Gambar 2.3 Mekanika Tubuh Manusia

Gambar 2.4 Mekanika Tubuh

30
Gambar 2.5 Kesegarisan Tubuh

Gambar 2.6 Posisi Fowler

Gambar 2.7 Posisi Sim

31
Gambar 2.8 Posisi Tredelenburg

Gambar 2.9 Posisi Dorsal Recumbent

Gambar 2.10 Posisi Litotomi

32
Gambar 2.11 Posisi Genu Pektoral

Gambar 2.12 Traksi

33