Anda di halaman 1dari 11

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DIGITAL DAN

PERANCANGAN
LAPORAN DIGITAL TECHNIQUES PRACTICE

IDENTIFIKASI RANGKAIAN DEKODER DENGAN GERBANG DASAR


LOGIKA
JOB KE I

KELOMPOK : 2 (DUA)
PRAKTIKAN : AHMAD RIFQI ALHIKKAL
PARTNER : MUHAMMAD ASIS
KELAS : 3 EE
DOSEN PENGAMPU : MASAYU ANISAH, ST., MT

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Judul
Identifikasi Rangkaian Dekoder Dengan Gerbang Dasar Logika
Tujuan
Tujuan dari job pertama ini adalah :
1. Mengetahui prinsip kerja rangkaian dekoder.
2. Memahami fungsi dekoder dalam rangkaian digital.
3. Mendesain rangkaian enkoder dengan fungsi gerbang dasar logika.
Teori Dasar
1. Pengertian Dekoder ( Penterjemah Sandi )
Dekoder adalah penterjemah data biner dari bentuk kode (sandi)
menjadi satu bentuk kode (sandi) lain. Sebuah dekoder BCD ke desimal
menerima informasi kode – kode BCD (Binary Code Decimal) melalui
masukkannya dan mengubahnya ke dalam bentuk kode – kode desimal.
Jenis dekoder ini lebih dikenal sebagai dekoder 4 saluran input ke 10
saluran output. IC dekoder 7442 dalam hal ini dapat menjelaskan
penterjemahan kode (sandi) tersebut. Pada dasarnya dekoder jenis ini
dapat mendrive sebuah tampilan numerik. Saat ini dekoder dapat
digunakan sebagai penggerak sistem, seperti pada sistem robotik.

2. Prinsip Kerja Dekoder ( Penterjemah Sandi )


Prinsip kerja dekoder sangat penting untuk diketahui dalam sistem
digital. Namun demikian, perlu diingat bahwa IC dekoder bekerja
berdasarkan prinsip kerja gerbang – gerbang dasar logika di dalam
kombinasi logika.

Gambar 3.1 Diagram Blok Dekoder BCD ke Desimal IC 7442


Sebuah dekoder/River BCD ke Steven segmen (7S) adalah sebuah
dekoder tipe khusus. Alat ini merupakan sekelompok kerja rangkaian
logika yang mengikuti angka BCD untuk menghidupkan segmen
elektronik pada keluaran berdasarkan digit (angka) desingan 0 sampai 9.
Gambar 3.1 memperlihatkan hasil pembacaan untuk mengaktifkan ke
tujuh segmen sebagai gambaran angka 0 sampai 9 tersebut.
Segmen – segmen ini yang terbuat dari perangkat yang
menghasilkan sinar seperti lampu pijar, LED atau LCD disusun sesuai
dengan urutan segmen mulai dari a sampai g. Apabila semua segmen
menyala pada saat yang sama, maka pada 7S akan menampilkan angka
8. Angka 7 akan menyala saat segmen ABC saja yang menyala.
Forward bias terjadi pada LED karena katoda LED rendah dan
anodanya tinggi. Resistor pembatas arus diletakkan antara katoda pin dan
ground supaya mendapat low.

Prosedur Kerja
1. Siapkan peralatan yang diperlukan untuk praktikum misalnya power
supply, protoboard, IC, jumper, dsb.
2. Pastikan power supply sesuai dengan IC yang akan dipakai, beri
tegangan VCC sesuai dengan range IC yang digunakan, misal CMOS
yang mempunyai range 3,5V-15V beri tegangan input yang sesuai
dengan range tersebut.
3. Apabila power supply menggunakan Digital trainer , letakkan mini
protoboard di tengah digital trainer.
4. Persiapkan referensi / datasheet komponen Gerbang Dasar Logika
5. Persiapkan komponen IC Gerbang Dasar Logika.
6. Pilih IC Gerbang Dasar Logika AND Gate sebagai rangkaian percobaan.
7. Rangkailah rangkaian dekoder dengan menggunakan kombinasi AND
Gate, 4 input dengan 6 output dengan angka output 0, 2, 6, 1, 3, 5.
8. Tentukan Kebenaran fungsi dekoder gerbang dasar logika.
9. Lakukan pengujian untuk semua output dan input sesuai dengan
ketentuan.
10. Ukur output menggunakan multimeter.
11. Masukkan data terukur kedalam tabel pengukuran.
12. Lakukan analisa dan buatlah kesimpulan..

Alat dan Bahan Percobaan


1. Alat
 Digital Trainer (1 Buah)
 Mini Project Board (Breadboard) (1 Buah)
 Multitester (Analog dan Digital) (1 Buah)
 Tang Potong (1 Buah)
 Pinset (1 Buah)
 Cutter (1 Buah)
2. Bahan
 IC 7408 dan Datasheet (3 Buah)
 IC 7404 dan Datasheet (1 Buah)
 Kabel Jumper (Secukupnya)
Diagram Rangkaian Percobaan

IC 7408 IC 7404

Diagram Rangkaian Dekoder 4 input 6 Output


Analisa Pembahasan dan Perhitungan
Tabel Kebenaran Dekoder
Input Output
D C B A 0 2 4 6 8 1
0 0 0 0 1 0 0 0 0 0
0 0 1 0 0 1 0 0 0 0
0 1 0 0 0 0 1 0 0 0
0 1 1 0 0 0 0 1 0 0
1 0 0 0 0 0 0 0 1 0
0 0 0 1 0 0 0 0 0 1
Tabel Pengukuran Tegangan Dekoder
Input Output
D C B A 0 2 4 6 8 1
0.1 0.1 0.1 0.1 3.4 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2
0.1 0.1 4.8 0.1 0.2 4.8 0.2 0.2 0.2 0.2
0.1 4.8 0.1 0.1 0.2 0.2 4.8 0.2 0.2 0.2
0.1 4.8 4.8 0.1 0.2 0.2 0.2 3.4 0.2 0.2
4.8 0.1 0.1 0.1 0.2 0.2 0.2 0.2 3.4 0.2
0.1 0.1 0.1 4.8 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 3.4
Dengan memanfaatkan sifat gerbang AND untuk membentuk
dekoder dari gerbang dasar logika dengan memanfaatkan prinsip tersebut
maka didapatlah persamaan boolean sederhana masing – masing output
ialah :
𝑋0 = (𝐴̅ . 𝐵̅ ). (𝐶̅ . 𝐷
̅)
𝑋2 = (𝐴̅ . 𝐵). (𝐶̅ . 𝐷
̅)
𝑋4 = (𝐴̅ . 𝐵̅ ). (𝐶 . 𝐷
̅)
𝑋6 = (𝐴̅ . 𝐵). (𝐶 . 𝐷
̅)
𝑋8 = (𝐴̅ . 𝐵̅ ). (𝐶̅ . 𝐷)
𝑋1 = (𝐴 . 𝐵̅ ). (𝐶̅ . 𝐷
̅)
Pada dasarnya, penggunaan gerbang AND merupakan cara agar
output tertentu tidak ikut menyala pada saat sandi yang tertekan tidak sesuai
dengan ketentuan. Dengan begitu, gerbang AND hanya memungkinkan satu
sandi saja yang terdekode pada satu saat dan tidak menggangu output
lainnya. Pada data tabel, dapat diperoleh informasi bahwa data input
merupakan kode biner yaitu dengan keterangan A=LSB dan D=MSB yang
merupakan variabel input. Dan indikator output berurutan mulai dari 0, 2, 4,
6, 8, 1. Misalkan menggunakan inputan 0110, maka output yang menyala
adalah output yang keenam yaitu indikator 6. Maka dengan persamaan
Boolean 𝑋6 = (𝐴̅ . 𝐵). (𝐶 . 𝐷
̅ ) diterjemahkan melalui rangkaian sehingga
yang didapat hanya indikator keenam yang hidup.
Menurut data percobaan, tegangan akan mengalir tentu hanya pada
indikator yang menyala serta input yang berperan sebagai nilai 1 dalam
biner. Sehingga didapat data pengukuran seperti data diatas. Untuk lebih
singkatnya, prinsip dekoder yang dirangkai ini merupakan penterjemahan
sandi dengan 4 kode namun hasil terjemahan hanya menunjukkan 1
indikator menyala, yaitu indikator desimal.
Dengan input tinggi kemudian tegangan masuk di invert kan
menjadi 0 sehingga pada akhirnya indikator tertentu saja yang dapat hidup.
Oleh karena itu, menurut persamaan boolean input dengan biner 0110, 𝑋6 =
(𝐴̅ . 𝐵). (𝐶 . 𝐷
̅ ) maka output yang dihasilkan dari 4 input dekoder hanya
akan menghasilkan 1 output indikator. Jadi, dekoder disini yaitu penyandi
yang mengubah data digital atau biner ke analog.
Kesimpulan
1. Dekoder merupakan menterjemah sandi yang pada umumnya
menterjemahkan dari gabungan input menjadi beberapa output keluaran
masing – masing tergantung sandi yang diberikan.
2. Dekoder digunakan sebagai penerjemah sandi tertentu dari satu komponen
elektronik menuju komponen lainnya yang membutuhkan output berupa
hasil terjemahan sandi tertentu, tentu saja dengan sandi keluaran dengan
digit yang lebih sedikit.
3. Penggunaan gerbang AND pada desain rangkaian ialah untuk memperkecil
kemungkinan indikator keluaran yang sama pada saat sandi tertentu.

Palembang, 22 September 2018


Dosen Pengampu, Praktikan,

_____________________ _____________________
Masayu Anisah, ST., MT. Ahmad Rifqi Alhikkal.
DAFTAR PUSTAKA

Fahlevi, Adrian.2011. GERBANG LOGIKA (Pengertian, Jenis, Simbol, dan


Tabel Kebenaran.http://www.andriantrik.com/2017/11/gerbang-logika-pengertian-
jenis-simbol.html.Diakses pada tanggal:7 Maret 2018.

Santosa, Insap .1996 .Teknik Digital .Yogyakarta: Penerbit Andi.

Unnes.2016.Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-


jenisnya.http://blog.unnes.ac.id/atikaisma/2016/02/25/pengertian-gerbang-logika-
dasar-dan-jenis-jenisnya/.Diakses pada tanggal: 7 Maret 2018
LAMPIRAN