Anda di halaman 1dari 8

BISNIS PLAN

“ Puding Soklat”
A. Latar Belakang Usaha
Dasar Gagasan Usaha
Dunia usaha khususnya dalam bidang jasa untuk saat ini mengalami perkembangan
yang semakin pesat, terbukti dengan banyaknya para pengusaha baik mikro maupun makro
dengan mendirikan perusahaan jasa yang beranekaragam, dan sudah pasti akan menghasilkan
laba untuk meningkatkan taraf hidup para pengusaha dan karyawan di usaha jasa.
Salah satu jenis usaha yang sedang berkembang saat ini adalah usaha di sektor jasa
penyewaan peralatan outdoor, uttuk itu saya membuat proposal busnis plant penyewaan
peralatan outdoor yang sekarang sudah menjamur di kota Yogyakarta.
Manfaat Ekonomi
Berdasarkan uraian gagasan usaha di atas maka dari segi ekonomi, usaha ini memiliki
manfaat. Dalam operasional usaha, tim akan terlatih mengimplementasikan ide kreatif
enterpreneur muda yang berujung pada penerapan disiplin ilmu ekonomi berupa manajemen
keuangan serta mengikhtisarkan akuntansi laporan laba/rugi usaha dengan cermat dan akurat.
Selain itu tim juga berlatih untuk berupaya menjadi seorang intelektual muda yang mandiri
melalui benefit yang diperoleh melalui ide bisnis ini.
B. Konsep Bisnis
Nama Usaha : Puding Coklat Jarwin
Lokasi : Sekitar Kampus UNY Wates
Jenis Usaha : Usaha Kecil Menengah
Status : Permulaan
Tujuan Usaha
Melatih dan mengembangkan keterampilan berbisnis dan disiplin ilmu ekonomi sejak
dini, dan membuka kesempatan bagi tim untuk menjadi pengusaha muda.
Cara dan Bahan Pembuatan Puding Coklat
1) Bahan
Ø Puding Susu Coklat
Ø Gula 1 Kg
Ø Fla
Ø Cup
Ø Tutup Cup
Ø Sendok pengaduk
Ø Sendok Jelly
Ø Gas
Ø Panci
Ø Buah
Ø Susu
2) Cara Pembuatan
1. Aduk rata coklat bubuk, gula larutkan dengan sebagian susu (bukan diatas api), dan sisihkan.
2. Rebus agar-agar dengan sebagian susu sampai mendidih, tuang adonan coklat bubuk, gula dan
susu, aduk rata.
3. Tuang beberapa sendok sayur adonan agar-agar, aduk rata, tuang kembali ke adonan agar-agar
diatas api, masak sampai mendidih.
4. Matikan api, aduk adonan agar-agar hingga uap hilang (hangat kuku), tuang ke dalam cetakan
sambil disaring biar puding jadinya mulus, bekukan.
C. Perencanaan Pemasaran
Analisis Target Pasar
Dalam berbagai jenis usaha apapun baik jasa, dagang maupun industri kegiatan
pemasaran adalah hal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin karena tingkat kepentingannya
yang sangat tinggi. Dan pemasaran sendiri berarti suatu sistem keseluruhan kegiatan bisnis
yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang berminat.
Usaha PUDING COKLAT JARWIN ini merupakan usaha yang menjanjikan, karena
peminatnya yang hampir merata di setiap kalangan masyarakat atau siapa saja bisa
menikmatinya.
Pasar Sasaran (Targeting Market)
Peluang pasar dari usaha ini cukup luas segmen pasarnya dengan sasaran utama adalah
masyarakat kampus UNY Wates secara umum dan mahasiswa UNY Wates secara khusus.
Metode Identifikasi Minat Konsumen
Dalam hal ini para pengusaha harus mengetahui jenis makanan ringan apa yang
diinginkan konsumen, serta mengenai harga dan pelayanan yang diharapkan.
Oleh karena itu, kami berupaya untuk menerapkan beberapa metode yang mampu
memuaskan keinginan bahkan kebutuhan konsumen, dengan metode:
a. Penetapan harga ekonomis. Setelah diadakan pengamatan pasar dan dibandingkan dengan
biaya produksi, maka kami menetapkan harga penjualanPUDING COKLAT JARWIN
seharga Rp.2000/cup
b. Pelayanan yang ramah, kebersihan, dan senyum.
Pendekatan Penjualan
Volume Produksi
Berdasarkan persentase masyarakat yang diharapkan membeli, maka volume penjualan
ialah 50 Cup PUDING COKLAT JARWIN.
Strategi Bersaing
Tidak ada penjualan produk yang tidak memiliki pesaing, sekalipun pesaing berada
jauh dari lokasi pemasaran tetapi itulah pesaingnya, dan PUDING COKLAT JARWIN banyak
memiliki pesaing, seperti mahasiswa yang menjalankan business plan dan penjual makanan
ringan yang berada di sekitar lokasi kampus.
Untuk menanggapi persaingan tersebut dibutuhkan strategi persaingan yang sehat dan
tidak merugikan pihak-pihak tertentu. Berikut perbandingan strategi persaingan;
Strategi yang akan kami lakukan:
1) Produk :mutu pasti lebih baik karena kami akan sangat
Menjaga kualitas produk yang akan kami jual
2) Harga :harga yang tim tawarkan tidak terlalu mahal
sehingga harga mampu bersahabat dengan konsumen
yang secara umum adalah mahasiswa UNY Wates khususnya
mahasiswa fakultas ekonomi UNY Wates
3) Tempat :Dikondisikan (disekitar kampus)
4) Promosi : melalui social network seperti facebook, dari mulut ke mulut
Promosi
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan
tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. Oleh karena itu, penjualan
PUDING COKLAT JARWIN ini sangat membutuhkan konsumen dan pelanggan. Salah satu
cara yang kami gunakan dalam bidang pemasaran dengan tujuan
meningkatkan penjualan yaitu melalui kegiatan promosi.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan
bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu usaha terutama pada saat ini
ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh
bagi usaha dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.
Media promosi yang akan kami gunakan ialah melalui jejaring sosial yaitu facebook,
dan BBM. Kita juga bisa menawarkan dari mulut ke mulut dan menurut kami promosi dari
mulut ke mulut lebih menjamin keberhasilannya.
D. Perencanaan keuangan

Penggunaan Dana Harga Jumlah Total Harga Keterangan


(Rp)
Bubuk agar-agar 8.000 3 Bungkus Rp. 24.000,- Tunai
rasa coklat
Susu kental 1.500 6 saset Rp. 9.000,- Tunai
Gula pasir 9.200 1 Kg Rp. 9.000,- Tunai
Sendok pengaduk 7.000 1 Buah Rp. 7.000,- Tunai
Cup kecil 200 50 Buah Rp. 10.000,- Tunai
Sendok 2.000 1Buah Rp. 2.000,- Tunai
Panci 20.000 1 Buah Rp. 20.000,- Tunai
Vla vanila 4.100 3 Buah Rp. 12.300,- Tunai
buah 15.000 1 buah Rp. 15.000,- Tunai
gas 13.000 1 Tabung Rp. 13.000,- Tunai
Jumlah Rp. 106.000 ,- Tunai
Perhitungan Biaya Penjualan

Item Q Nominal
Bubuk Agar-agar 3 Rp. 24.000
Susu cair 2 Rp. 3.000
Vla vanilla 2 Rp. 8.200
Cup kecil 1/50 Rp. 6.800
Gula pasir 1/2kg Rp. 4.600
Buah melon & strowberry 1 buah Rp. 15.000
JUMLAH Rp. 61.600

Harga pokok Produksi per Porsi = Rp 61.600,- : 50 =Rp 1.232,-


Harga jual = Rp 2.000
Harga pokok produksi = Rp 1.300
Keuntungan yang diharapkan porsi = Rp 7.00
Target penjualan 50 porsi/ hari = Rp 2.000 x 50
Pendapatan per hari = Rp100.000
Maka pendapatan penjualan selama 5x penjualan = 5 x 50 x Rp 2000
= Rp. 500.000

Laporan Laba/Rugi
PudingCoklatLezaat

Penjualan Rp. 500.000


Total Cost Rp. (308.000)
Laba Bersih Rp. 192.000

Maka pembagian Laba untuk setiap anggota adalah,


=Rp. 192.000 = Rp. 64.000/ orang.
3
BEP : Jumlah Modal Rp. 106.000
Jumlah Puding Rp. 5 Porsi/0rang
BEP : Jumalah Modal Rp. 106.000
: Harga Puding Rp. 2.000
Pendapatan :
Rp. 2000 x 250 Porsi = Rp 100.000
Rp 500.000
= Rp. 400.000
1. Break even point dalam unit.

2. Break even point dalam rupiah.

Keterangan :

BEP : Break Even Point

FC : Fixed Cost

VC : Variabel Cost

P : Price per unit

S : Sales Volume

Berikut Contoh Kasus :

Diketahui PT. Gear Second memiliki usaha di bidang alat perkakas martil dengan data sebagai
berikut :

1. Kapasitas produksi yang mampu dipakai 100.000 unit mesin martil.


2. Harga jual persatuan diperkirakan Rp. 5000,- unit
3. Total biaya tetap sebesar Rp. 150.000.000,- dan total biaya variabel sebesar Rp.250.000.000,-
Perincian masing-masing biaya adalah sebagai berikut :

1. Fixed Cost

Overhead Pabrik : Rp. 60.000.000,-

Biaya disribusi : Rp. 65.000.000,-

Biaya administrasi : Rp. 25.000.000,-

Total FC : Rp.150.000.000,-

2. Variable Cost

Biaya bahan : Rp. 70.000.000,-

Biaya tenaga kerja : Rp. 85.000.000,-

Overhead pabrik : Rp. 20.000.000,-

Biaya distribusi : Rp. 45.000.000,-

Biaya administrasi : Rp. 30.000.000,-

Total VC : Rp.250.000.000,-

Penyelesaian untuk mendapatkan BEP dalam unit maupun rupiah.

Penyelesaian :

Kapasitas produksi 100.000 unit

Harga jual per unit Rp. 5000,-

Total Penjualan 100.000 unit x Rp 5000,- = Rp. 500.000.000,-


Untuk mencari BEP dalam unit adalah sebagai berikut :

Keterangan : Jadi perusahaan harus menjual 60.000 Unit perkakas martil agar BEP.

Kemudian, mencari BEP dalam rupiah adalah sebagai berikut :

Keterangan : Jadi perusahaan harus mendapatkan omset sebesar Rp. 300.000.000,-


agar terjadi BEP.

Untuk membuktikan kedua hasil tersebut dengan :

BEP = Unit BEP x harga jual unit

BEP = 60.000 unit x Rp.5000 = Rp.300.000.000,-