Anda di halaman 1dari 6

A.

Pengertian
Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk menempa darah dalam
jmlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan yang cukup terhdap nutrient dan
oksigen. (Taufan Nugroho, dkk; 2016)
Gagal jantung kongestif merupakan kondisi ketika seseorang mengalami gagal
jantung kanan dan kiri. Kondisi ini mungkin berawal dari gagal jantung kanan atau kiri,
namun biasanya karena gagal jantung kiri. (Deni yasmara, dkk:2016).
Gagal jantung kongesti terjadi sewaktu kontraktilitas jantung berkurang dan
ventrikel tidak mampu memompa darah keluar sebanyak seselama diastole. Hal ini
menyebabkan volume dialtolik akhir ventrikel secara progresif bertambah. (Bunga
Tamara, dkk: 2016).

B. Anatomi Fisiologi
Jantung merupakan organ yang berfungsi sebagai pompa yang memberi tekanan
pada darah untuk memberikan gradien tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan darah
ke jaringan. Jantung terletak di bagian rongga tengah toraks. Sekitar garis tengah
sternum, di sebelah anterior dan vertebra di posterior. Jantung memiliki dasar lebat diatas
dan meruncing membentuk runcing titik diujungnya (Apex) dibagian bawah. Jantung
terletak menyudut di bawah sternum sedemikian hingga dasarnya terutama terletak di
kanan dan Apex dikiri sternum.

Meskipun secara antomis jantung adalah organ tunggal, sisi kanan dan kiri
jantung berfungsi sebagai 2 pompa terpisah, jantung dibagi menjadi 2 yaitu jantung
kanan dan kiri serta memiliki 4 rongga atas dan satu rongga bawah dan juga di tiap
bagian. Rongga atas disebut atrium, fungsinya menerima darah yang kembali ke jantung
dan memindahkannya ke bagian bawah (ventrikel yang memompa darah dari jantung).
Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap, yaitu dari vena ke atrium ke
ventrikel, ke arteri. Ada 4 katup jantung yang satu arah dan memastikan darah mengalir
satu arah. Dua katup jantung atric venrikular kanan kiri dan katup semilunar antara
ventrikel dan arteri besar. Katup AV kanan juga disebut katub tricuspid karena terdiri dari
3 cups atau daun katup dan AV kiri yang disebut katup mitral (karena kemiripannya
dengan mitral atau topi tradisional uskup). Tepi-tepi daun katup AV diikat oleh korda
tipis dan kuat jaringan tipe tendinosa yaitu korda tendinae, yang mencegah katup
berbalik. Korda tendinae melekat pada sebuah otot yaitu otot papilaris yang kecil dan
berbentuk putting dan menonjil dari perjutaan dalam dinding ventrikel. Dua katup lain
yaitu katup-katup aorta dan pulmonalis. Terletak dipertemuan antara arteri. Arteri besar
yang meninggalkan ventrikel. Katup-katup ini dikenal sebagai katup semilunar karena
masing-masing katup mirip kantong dangkal berbentuk bulan sabit. Katup-katup ini
dipakai membuka ketika tekanan di ventrikel melebihi tekanan aorta dan arteri
pulmonalias, sewaktu kontraki pengosongan ventrikel penutupan terjadi ketika
penutupan-penutupan ketika relaksasi dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta
dan arteri pulmonalis.
Dinding jantung memiliki 3 bagian yang tediri dari:
 Satu lapisan tipis dibagian dalam yang disebut endotl, yaitu suatu jaringan epitel
unik yang melapisi seluruh bagian dalam system sirkulasi.
 Suatu lapisan tengan yang disebut miokardium yang terdiri dari otot jantung dan
membentuk bagian terbesar dinding jantung.
 Suatu bagian tipis dibagian luar, yaitu disebut epicardium yang membungkus
jantung.

Jantung terbungkus dalam kantong pericardium membranosa berdinding


ganda/rangkap. Kantong terdiri dari 2 lapisan pembungkus fibrosa kuat dan lapisan
sekretorik. Lapisan dalam kantong mengeluarkan cairan pericardium tipis, yang berfungsi
sebagai pelumas dan mencegah gesekan antara lapisan pericardium sewaktu lapisan itu
saling bergesek setiap kali janutng berdenyut.
Dalam memompa darah jantung dipicu oleh adanya aktivitas listrik jantung yang
memacu kontraktivitas sel-sel jantung non-kontraktivitas khusus yang memperlakukan
otoritmisitas di tempat-tempat berikut:
1. Nodus sinatrium (N-SA), suatu daerah kecil di dinding atrium kanan dekat pintu
masuk vena cava superior.Dengan potensial aksi 60-100/menit
2. Nodus atrioventrikel (N-AV), suatu berkas kecil sel-sel otot jantung khusus yang
terletak didasar atrium kanan dekat septum, tepat diatas pertemuan atrium dan
ventrikel.
3. Berkas His (berkas atrioventrikel), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari
nodus AV dan masuk ke septum atrioventrikel. Disini cabang-cabang dibagi
menjadi 2 cabang berkas kiri dan kanan yang turun menyusuri septum,
melengkung mengelilingi ujung rongga ventrikel, dan berjalan belik kea rah
atrium disepanjang dinding luar.
4. Serabut purkinye, serat-serat halus terminal yang menjulur dari berkas HIS dan
menyebar keseluruh miokardium ventricle seperti ranting kecil dari satu cabang
pohon.
Jaringan Potensi-aksi/menit
SA-Node 60-100
AV-Node 40-60
Berkas HIS 20-40

Jantung diperdarahi oleh arteri coroner. Arteri coroner adalah cabang pertama dari
sirkulasi sistemik, dimana muara arteri coroner berada dekat dengan katup aorta atau
tepatnya di sinus valsava. Arteri coroner merupakan arteri yang bertanggung jawab akan
jantung sendiri, karena darah yang kaya akan O2 dan elektrolit sangat penting sekali agar
jantung dapat bekerja sebagaimana mestinya arteri koroner dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Arteri koroner kiri
Mempunyai 2 cabang yaitu Left Anterior Descendent (LAD) dan arteri
sirkompleks, sampai darah pada atrium kiri yang akhirnya keseluruhan tubuh.
2. Arteri Koroner Kanan
Bertanggung jawab mesuplai darah ke atrium kanan, ventrikel kanan, permukaan
bawah dan belakang ventrikel kiri, 90% mensuplai AV Node dan 55% SA-Node
yang akhirnya memompa darah ke paru-paru .
Secara singkat, 2 sirkulasi darah yang terjadi dalam tubuh yatu sirkulasi kecil
(jantung-paru-paru- jantung) dan sirkulasi besar (jantung-seluruh tubuh-jantung).

C. Etiologi
Disfungsi otot jantung paling sering disebabkan oleh:
1. Penyakit arteri koroner, arterosklerois arteri koroner merupakan penyebab utama
gagal jantung.
2. Iskemia/infark miokard. Iskemia dapat menyebabkan hipoksia dan asidosis akibat
akumulasi asam laktat, sedangkan infark dapat menyebabkan kematian atau nekrosis
sel otot jantung. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya kerja otot jantung sehingga
terjadi penurunan pompa jantung.
3. Kardiomiopati, merupakan penyakit otot jantung yang dapat dibedakan menjadi 3
jenis, dilatasi yaitu dapat disebabkan oelh inflamasi pada miokardium. Hipertrofi
dapat enurunkan sensabilitor.
4. Hipertensi sistemik maupun pulmonal dapat meningkatkan afterload. Kondisi ini
dapat menyebabkan peningkatan beban jantung dan memicu terjadinya hipertrofi
jantung.
5. Penyakit katup jantung, katup jantung berfungsi untuk memastikan bahwa darah
mengalir dalam satu arah dan mencegah aliran balik. Disfungsi katup jantung dapat
membuat aliran darah kedepan terhambat sehingga beban jantung semakin
meningkat.
Keparahan gagal jantung dipengaruhi oleh beberapa kondisi sistemik yang
meliputi:
1. Meningkatnya metabolism tubuh
2. Hipoksia
3. Kelebihan zat besi
4. Anemia (HT serum <25%)
5. Disritmia jantung

D. Patofisiologi
Kelainan fungsi otot jantung disebabkan oleh aterosklerosis koroner. Hipertensi
arterial dan penyakit otot degenerative atau inflamasi. Aterosklerosis koroner
mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot janutng.
Hipertensi sistemik/pulmonal dapat meningkatkan afterload kemudian beban yang
diberikan ke jantung semakin meningkat dan pada gilirannya dapat menyebabkan
hipertrofi otot jantung. Efek tersebut dapat disebut sebagai mekanisme kompensasi
karena dapat meningkatkan kontraktilits jantung. Tetapi lama kelamaan otot jantung tidak
dapat berfungsi normal dan pada akhirnya dapat terjadi gagal jantung.
Peradangan dan penyakit miokardium lain berhubungan dengan gagal jantung
karena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas
menurun.
Ventrikel kanan dan kiri dapat mengalami kegagalan secara terpisah. Gagal
ventrikel kiri sering mendahului gagal ventrikel kanan. Gagal ventrikel kiri murni
sinonim dengan edema paru akut, karena curah ventrikel berpasangan maka kegagalan
salah satu ventrikel dapat mengakibatkan penurunan perfusi jaringan.
Gagal jantung dapat dimulai dari sisi kiri atau kanan jantung sebagai contoh
hipertensi sistematik yang kronis dapat mengakibatkan ventrikel kiri mengalami
hipertropi dan melemah. Hipertensi pulmonal yang berlangsung lama akan menyebabkan
ventrikel kanan mengalami hipertrofi dan melemah. Letak suatu infark miokardium dan
menunjukan sisi jantung yang pertama kali terkena serangan jantung.
Karena ventrikel kiri yang melemah akan menyebabkan darah kembali ke atrium
lalu ke sirkulasi pulmonal, ventrikel kanan dn atrium kanan, maka jelaskan bahwa gagal
jantung kanan kiri maka akan menyebabkan gagal jantung kanan. Pada kenyataannya,
penyebab utama gagal jantung kanan adalah gagal jantung kiri. Karena tidk dipompa
secara optimal keluar dari sisi kanan jantung maka darah mulai berkumpul di vena darah
perifer. Hasil akhirnya adalah semakin berkurangnya volume darah dalam sirkulasi dan
menurunnya tekanan darah serta pemburukan siklus gagal jantung.
E. Manifestasi Klinis
1. Peningkatan volume intravaskuler
2. Ortopne yaitu sesak saat berbaring
3. Dipsnea on effort (sesak saat beraktivitas)
4. Pacovynal nocturnal dyspnea (PND) yaitu sesak nafas tiba-tiba pada malam hari
5. Berdebar-debar
6. Mudah Lelah
7. Batuk-batuk
8. Edema pulmonalis
9. Edema perifer

F. Komplikasi
1. Thrombosis vena dalam karena pembentukan bekuan vena karena stasis darah
2. Syok kardiogenik akibat disfungsi nyata dari jantung
3. Toksisitas digitalis akibat pemakaian digitalis.

G. Tes Diagnostik
1. EKG
Untuk mengukur kecepatan dan ketepatan, keteraturan denyut jantun. Gambaran
umum EKG untuk CHF adalah (ST Elevasi)
2. Echocardiogram
Menggunakan gelombang suara untuk mengetahui ukuran dan bentuk jantung, serta
menilai keadaan ruang jantung dan fungsi katup jantung.
3. Foto Rotgen dada
Untuk mengetahui adanya pembesaran jantung dan penimbunan cairan di apru.
4. Tes Darah BNP
Untuk mengukur kadar BNP (B-type natriurenik peptide) yang pada gagal jantung
akan meningkat.
5. Kateterisasi jantung
Tekanan abnormal merupakan indikasi dan membantu membedakan gagal jantung
sisi kanan dan sisi kiri dan stenosis katup.

H. Penatalaksanaan
1. Non farmakologi
- Pemberian O2 dan istirahat
- Diet pembatasan natrium
- Pemberian diet rendah cairan
- Olahraga secara teratur.
2. Farmakologis
- Golongan diuretic
- Golongan Ace Inhibitor, untuk membantu meningkatkan COP dan menurunkan
kerja jantung