Anda di halaman 1dari 15

BAB III

GESEKAN LUNCUR

Judul Percobaan : Gesekan Luncur


Hari/Tgl Percobaan : Kamis/ 31 Desember 2015
Nama Asisten : Wiwik Setia Wati
Tujuan Percobaan : 1) Mengungkapkan pengertian gaya gesekan yang timbul
antara dua buah benda
2) Mengungkapkan pengaruh luas kontak permukaan
terhadap gaya gesekan
3) Menentukan koefisien gesekan statis

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat sering melihat hal-hal yang
sangat berkaitan dengan gaya gesek, sala satunya saja seperti pada saat kita
menggosok pakaian. Gosoan tersebut bersentuhan dengan pakaian-pakaian yang
kita gosok dan pada saat itu tanpa kita sadari telah terjadi gaya gesekan pada
permukaan gosoan.
Semakin besar masa yang dimilki sebuah gosoan maka semakin besar pula
gaya yang harus diberikan oleh orang yang menggosok dan gaya gesek yang
dialami benda tersebutpun semakin besar.
B. Dasar Teori
Menurut David Halliday (2010: 128-130) mengemukakan bahwa pada
intinya gaya gesek merupakan jumlah vektor dari beberapa gaya yang bekerja
antara permukaan atom sebuah benda dengan permukaan atom benda yang lain.
Jika permukaan dua buah logam yang telah dihaluskan dan dibersihkan dengan
hati-hati diletakkan secara bersamaan ke dalam ruang hampa (untuk menjaga
keduanya tetap bersih), keduanya tidak dapat dibuat bergeser di atas satu sama
lain. Karena permukaannya sangat halus, atom-atom pada satu permukaan
bersentuhan secara langsung dengan atom-atom pada permukaan yang lain, dan
kedua permukaan akan serentak menyatu (cold-weld), membentuk sepotong
logam tunggal.
Gaya gesek yang dihasilkan mempunyai tiga aspek yaitu:

1. Jika benda tidak bergerak, maka gaya gesek statis f s dan komponen F yang
sejajar dengan permukaan, seimbang satu sama lain. Keduanya mempunyai

magnitude yang sama, dan f s berlawanan arah dengan komponen F


tersebut.

2. Magnitudo f s mempunyai nilai maksimum fs max yang diberikan oleh:

f s max   s . F . N
Dimana μs adalah koefisien gesek statis dan FN adalah magnitudo gaya

normal pada benda dari permukaan. Jika magnitudo komponen F yang


sejajar terhadap permukaan melebihi fs max, maka benda akan mula bergeser
di sepanjang permukaan.
3. Jika benda mulai bergeser di sepanjang permukaan, magnitudo gaya gesek
berkurang dengan cepat sampai pada nilai fk yang diberikan oleh
f k  k . F . N

Menurut Marcelo Alonso dalam bukunya fisika (1992 : hal 121-122)


Mengatakan apabila dua benda saling bersentuhan seperti sebuah buku yang
terletak diatas sebua meja, suatu hambatan akan melawan gerak relatif kedua
benda. Sebagai contoh jika kita menolak buku tersebut sepanjanng permukaan
meja sehingga buku tadi memiliki kecepatan(v). setelah buku tadi sudah memiliki
kecepatan lepaskan buku tersebut, maka buku tersebut akan bergerak semakin
pelan dan pada akhirnya berhenti. Peristiwa tersebut disebabkan karna adanya
gaya gesek.
Gaya gesek ini disebut gaya gesek kinetic, hal ini di sebabkan karna
interaksi yang terjadi antara melekul-melekul kedua benda tersebut dan interaksi
ini di sebut dengan istila kohosis atau adhesis, yang tergantung apakah kedua
benda mempunyai bahan yang sama atau berbeda.
Secara exsperimen kita dapat membuktikan bahwa gaya gesk mempunyai
besaran untuk tujuan-tujuan paling relative di anggap sebanding dengan gaya
normal yang menekan suatu benda terhadap gayaa yang lain.

gerak

F
fs

Pada gambar diatas konstanta sebanding di sebutkoefisien gesekan dan di


lambangkan dengan F, artinya dalam besaranya yaitu Fs = gesekan =FN. Gaya
gesek selalu berlawanan arah dengan gerak benda, dan arahnya berlawanan
dengan kecepatan.
Menurut Prof. Dr. Yusrizal, dalam bukunya Fisika Dasar I (2012:hal 39-
40)menyatakan bahwa, gaya gesek disebabkan oleh ketidak licinan permukaan
dua benda yang saling menggesek.

F
f

W = m.g
Pada gambar di atas, bila m ditarik oleh gaya F, makam m tidak segerah
bergerakkarena harus menngatasi gaya gesekan. Gaya gesekan ini arahnya selalu
melawan arah gerak. Ada dua macam gaya gesek yaitu :
1. Gaya gesek statis, adalah gaaya gesek ketika benda masih dalam keadaan
diam. Yang harganya sebanding dengan gaya normal daan dapat ditulis
sebagai berikut :
𝑓𝑠 ≤ 𝜇𝑠 𝑁
Dimana 𝜇𝑠 = koefisien gesek statis.
2. Gaya gesek kinetis, adalah gaya gesek yang terjadi apabila benda sedang
bergerak, dan persamaanya dapat di tuliskan sebagai berikut.
𝑓𝑘 = 𝜇𝑘 𝑁
Dengan 𝜇𝑘 = koefisieen gesek kinetis
Pada umunya harga 𝜇𝑠 > 𝜇𝑘
C. Alat dan Bahan
1. Bidang luncur
2. Neraca O’houss
3. Beban
4. Benda luncur
5. Katrol
6. Benang/tali
7. Meteran

D. Prosedur Percobaan
1. Diukur massa benda luncur dan catat hasilnya ke dalam tabel.
2. Disusun peralatan seperti yang ditunjukkan dalam gambar

3. Diatur massa 2, sehingga massa 1 akan bergerak terus sepanjang bidang


dengan laju konstan, jika benda berhenti, ditambah sedikit beban pada
kantrol.
4. Diulangi poin 1 s/d 3 untuk benda luncur yang berbeda
E. Data Pengamatan

No 𝑀1 𝑀2 𝑁 = 𝑀2 . 𝑔 𝑀2 𝑓 = 𝜇𝑠 . 𝑁
𝜇𝑠 =
(𝐾𝑔) (𝐾𝑔) (𝑁) 𝑀1 (𝑁)
1 0,1553 𝐾𝑔 0,1327 𝐾𝑔
2 0,1553 𝐾𝑔 0,1434 𝐾𝑔
3 0,1553 𝐾𝑔 0,1537 𝐾𝑔
4 0,1553 𝐾𝑔 0,1543 𝐾𝑔
5 0,1553 𝐾𝑔 0,1663 𝐾𝑔
F. Pengolahan Data
Dik : 𝑚1 = 0,1553 𝑘𝑔
𝑚21 = 0,1327 𝑘𝑔
𝑚22 = 0,1443 𝑘𝑔
𝑚23 = 0,1537 𝑘𝑔
𝑚24 = 0,1543 𝑘𝑔
𝑚25 = 0,1663 𝑘𝑔
𝑚
𝑔 = 10 𝑠2

Dit : 𝑵……?
𝝁𝒔 … … ?
𝒇……?
 Mencari N

𝑁1 = 𝑚21 . 𝑔
= 0,1327 . 10
= 1,327 𝑁
𝑁2 = 𝑚22 . 𝑔
= 0,1434 . 10
= 1,434 𝑁
𝑁3 = 𝑚23 . 𝑔
= 0,1537 . 10
= 1,537 𝑁
𝑁4 = 𝑚24 . 𝑔
= 0,1543 . 10
= 1,543 𝑁
𝑁5 = 𝑚25 . 𝑔
= 0,1663 . 10
= 1,663 𝑁
 Mencari 𝜇𝑠
𝑚21
𝜇𝑠1 =
𝑚1
0,1327 𝑘𝑔
=
0,1553 𝑘𝑔
=0,8544
𝑚22
𝜇𝑠2 =
𝑚1
0,1434 𝑘𝑔
=
0,1553 𝑘𝑔
=0,9233
𝑚23
𝜇𝑠3 =
𝑚1
0,1537 𝑘𝑔
=
0,1553 𝑘𝑔
=0,9896
𝑚24
𝜇𝑠4 =
𝑚1
0,1543 𝑘𝑔
=
0,1553 𝑘𝑔
=0,9935
𝑚25
𝜇𝑠5 =
𝑚1
0,1663 𝑘𝑔
=
0,1553 𝑘𝑔
= 1,0708
No 𝜇𝑠 𝜇𝑠 2
1. 0,8544 0,7299
2. 0,9233 0,8524
3. 0,9896 0,9793
4. 0,9935 0,9870
5. 1,0708 1,1466
∑ 4,8316 4,6952
∑ 𝜇𝑠
𝜇𝑠 =
̅̅̅
𝑛
4,8316
=
5
= 0,9663

𝑛(∑ 𝜇𝑠 2 ) − (𝜇𝑠 )2
𝑠𝑑𝜇𝑠 = √
𝑛(𝑛 − 1)

5(4,6952) − (4,8316)2
=√
5(5 − 1)

5(4,6952) − (4,8316)2
=√
20

23,476 − 23,34435856
=√
20

0,13164144
=√
20

= √0,006582072
= 0,0811

𝑠𝑑𝜇𝑠
𝐾𝑅𝜇𝑠 = × 100%
𝜇𝑠
̅̅̅
0,0811
= × 100%
0,9663
= 0,083928386 × 100%
= 8,3928 %

𝐾𝑇𝜇𝑠 = 100% − 𝐾𝑅𝜇𝑠


= 100% − 8,3928
= 91,6072 %
= 91,6 %
 Mencari 𝑓
𝑓1 = 𝜇𝑠1 . 𝑁1
= 0,8544 . 1,327
= 1,1337 𝑁
𝑓2 = 𝜇𝑠2 . 𝑁2
= 0,9233 .1,434
= 1,3240 𝑁
𝑓3 = 𝜇𝑠3 . 𝑁3
= 0,9896 .1,537
= 1,5210 𝑁
𝑓4 = 𝜇𝑠4 . 𝑁4
= 0,9935 .1,543
= 1,5329 𝑛
𝑓5 = 𝜇𝑠5 . 𝑁5
= 1,7807 . 1,663
= 1,7807 𝑁

No 𝑓 𝑓2
1. 1,1337 N 1,2852 𝑁 2
2. 1,3240 N 1,7529 𝑁 2
3. 1,5210 N 2,3134 𝑁 2
4. 1,5329 N 2,3497 𝑁 2
5. 1,7807 N 3,1708 𝑁 2
∑ 7,2923 N 10,870 𝑁 2

∑𝑓
𝑓̅ =
𝑛
7,2923
=
5
= 1,4584 𝑁
𝑛(∑ 𝑓 2 ) − (𝑓)2
𝑠𝑑𝜇𝑠 = √
𝑛(𝑛 − 1)

5(10,8720) − (7,2923)2
=√
5(5 − 1)

54,36 − 53,17763929
=√
20

1,18236071
=√
20

= √0,059118035
= 0,2431 𝑁

𝑠𝑑𝑓
𝐾𝑅𝑓 = × 100%
𝑓̅
0, ,2431 𝑁
= × 100%
1,4582 𝑁
= 0,166689522 × 100%
= 16,6689 %

𝐾𝑇𝜇𝑠 = 100% − 𝐾𝑅𝜇𝑠


= 100% − 16,6689 %
= 83,3311 %
= 83,3 %
G. Kesimpulan dan Saran

a. Kesimpulan
1. Gaya gesekan yang timbul antara dua buah benda adalah salah satu gayaa
yang paling sering kita lihat atau kita lakukan dalam kehidupan sehari-
hari. Gaya gesek statis adalah gaya gesek yang bekerja pada saat benda
dalam keadaan diam, sedangkan gayaa gesek kinetis adaalaah gaya gesek
yang bekerja pada saat benda mulai bergerak, dan nilai gayaa gesek kinetis
selalu tetap.
2. Ada dua macam luas konta yang mempengaruhi percepatan sebua benda,
yaitu luas kontak kasar dan luas kontak halus. Semakin kasar luas
permukaan kontak maka semakin besar pula gaya gesek yang di alami
benda tersebut. Begitu pula sebaliknya semakin halus permukaan kontak
maka semakin kecil pula gaya gesek yang di alami.
3. 𝜇𝑠 yang di dapat dari lima percobaan yang telah kami lakukaan adalah
sebagai berikut :
𝜇𝑠1 = 0,8544
𝜇𝑠2 = 0,9233
𝜇𝑠3 = 0,9896
𝜇𝑠4 = 0,9935
𝜇𝑠5 = 1,0708

b. Saran
Semoga untuk pratikum-pratikum selanjutnya alat-alat yang kita gunakan
dapat lebih baik dan bagus lagi, dan juga kalaw bisa tempat kita melakukan
pratikum bisa lebih luas lagi.
Dan untuk kak wiwik semoga tetap menjadi asisten lab, dan pertahankan
terus cara kakak menyampaikan atau menjelaskan materinya pada kami. Good
luck kak.
H. Tugas dan Pertanyaan Akhir
1. Apakah gaya gesekan tergantung pada gaya normal? Jika demikian,
bagaimana hubungan dengan kedudukannya.
2. Apakah luas permukaan antara kedua objek tergantung pada luas
permukaan normal?
3. Tentukan koefisien berdasarkan percobaan yang telah anda lakukan,
sertakan pula perhitungan kesalahannya.
4. Terangkan aplikasi prinsip gesekan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Buatlah grafik hubungan μs dengan gaya normal.

Jawab:

1) Gaya normal adalah gaya reaksi bidang pada benda karena benda
menekan bidang, dan arahnya selalu tegak lurus di atas bidaang, dan
semakin beser nilai gaya normal (N) terhadaap koefisien gesek maka
gayaa geseknya akan semakin besar. Gaya gesek dan gaya normal
mengakibatkan gaya kontak dari dua buah benda saling berinteraksi.

2) Iya, kaarna ketika 2 buah benda saling bersentuhan dan semakin luas
permukaan benda maka semakin besar pula luas kontak (luas kekasaran)
yang di alami benda tersebut, dan semakin besar pula gaya yang di
perlukan untuk membuat bendaa tersebut bergerak.

3) 𝜇𝑠 yang di dapat dari lima percobaan yang telah kami lakukaan adalah
sebagai berikut :
𝜇𝑠1 = 0,8544
𝜇𝑠2 = 0,9233
𝜇𝑠3 = 0,9896
𝜇𝑠4 = 0,9935
𝜇𝑠5 = 1,0708
𝑠𝑑𝜇𝑠
𝐾𝑅𝜇𝑠 = × 100%
𝜇𝑠
̅̅̅
0,0811
= × 100%
0,9663
= 0,083928386 × 100%
= 8,3928 %

4) Yaitu, seperti pada saat kita menyapu lantai yang menggunakan keramik
dan yang hanya disemen saja, Lantai yang menggunakan keramik akan
lebih muda di sapu dari pada lantai yang hanya disemen saja, itu
disebabakan karna gaya gesek lantai yang di keramik terhadap sapu lebih
kecil dari pada lantai yang hanya di semen saja.

5) Grafik hubungan (μs) dengan (N), yaitu:


N

1,663

1,543

1,537

1,434

1,327

𝜇𝑠
0,8544 0,9233 0,9896 0,9935 1,0708
DAFTAR PUSTAKA

David Halliday. Fisika Dasar. Jakarta: Erlangga. 2010

Marcelo Alonso. Fisika . Jakarta: Erlangga. 1992

Yusrizal. Fisika Dasar I. Banda Aceh: . 2013