Anda di halaman 1dari 8

Basic

www.perkantasjakarta.org

Menjadi Pemimpin Pujian Yang Baik

Ibadah dan puji-pujian adalah hal yang sangat penting dalam


kehidupan orang Kristen. Sepanjang sejarah, kehadiran kekristenan
selalu diwarnai oleh nyanyian/musik.

Beberapa observasi pelayanan musik:

Diperintahkan oleh Allah (2 Taw 29:25)


Faktanya sekitar40 persen dari keseluruhan
Diorganisir dengan baik (1 Taw 25)
waktu Ibadah digunakan untuk puji-pujian
Dimulai dari keluarga Lewi (1 Taw 23: 1-4)

Pujian dalam ibadah bukan sekedar mengisi waktu luang, sebagai tradisi atau hiburan, tapi suatu
komunikasi antara Allah dengan manusia, manusia dengan Allah, manusia dengan sesamanya, dan
manusia dengan dirinya sendiri. Dengan demikian melalui pujian, menusia dapat semakin mengenal Allah,
menyembahNya dan dapat terdorong untuk menyenangkan hati Allah. Pujian dapat memberi dampak
yang dramatis dalam hidup seseorang. Karena itu, peran pemimpin pujian juga sangat penting.
Bersyukurlah atas anugrah yang Tuhan berikan padamu, dan layanilah Dia dengan sebaik-baiknya.

Pengertian MC
MC (Master of Ceremony) berarti orang yang menguasai & memimpin jalannya acara.
WL (Worship leader) Memimpin ibadah/penyembahan

Tugas MC
Secara sederhana, tugas dan peran Pemimpin Pujian adalah:
1. Menyusun acara → menyiapkan suasana
2. Memimpin jalannya ibadah dan mengarahkan jemaat pada suatu keteraturan
3. Mengarahkan suasana/acara → Mempengaruhi (bukan memaksa) jemaat dalam emosi dan
intelektualitas (pengertian dan pemahaman) untuk sungguh-sungguh meyembah Tuhan.
4. Mengangkat suasana → Menolong jemaat untuk mengikuti, mengerti dan menikmati alur ibadah
secara utuh sehingga relasi antara jemaat dengan Allah dan dengan sesama dapat semakin
erat/dekat (riang, syahdu,semangat,dll).

“Bila penguasa atau pemimpin salah atau lemah maka yang dipimpin juga demikian”

Syarat/Kualifikasi Pemimpin Pujian


Seorang pemimpin pujian harus memiliki 3 kemampuan utama yaitu:
1. Kemampuan untuk mempengaruhi secara
a. Spiritual (MC harus memancarkan dan memuliakan pribadi Yesus, dengan demikian ia
menunjukan wibawa Allah melalui pribadi dan kepemimpinannya; karena itu sangat mutlak
seorang MC harus sudah lahir baru, memiliki HPDT yang baik, memiliki teladan hidup yang baik,
dan menikmati hidup yang terus bertumbuh dalam hal karakter dll)
b. Psikologis (MC harus menunjukan sikap yang positif)
c. Fisik (MC harus memberikan penampilan yang pasti dan meyakinkan)
d. Musikal (MC harus punya kualitas bernyanyi yang baik, memiliki pemahaman ttg nada, ketukan
dll)
2. Kemampuan untuk peka terhadap kebutuhan jemaat
3. Kemampuan untuk mengembangkan dan menggunakan teknik yang kreatif untuk menyanyikan
pujian

Untuk dapat memimpin dengan kuat maka persiapan menjadi hal yang penting
a. Persiapan rohani
Keadaan rohani seseorang mempengaruhi kepemimpinannya. Oleh karena sangat penting
melakukan persiapan secara rohani melalui pembacaan alkitab yang teratur dan berkesinambungan,
pembacaan buku-buku rohani, pengalaman pribadi bersama Tuhan, serta jadilah teladan dalam
keseharian.
Bukan berarti kita menjadi lebih baik ketika berada dalam minggu pelayanan sebagai PP
dibandingkan di minggu kita tidak melayani. Maksudnya persiapan hati adalah relasi kita dengan Allah
tetap terjaga. Ada doa-doa yang dipanjatkan untuk pelayanan tersebut. Bukan hanya bagi diri kita, tapi
juga bagi rekan sepelayanan kita (pemusik, penerima tamu, pendoa syafaat, dst.) dan yang terutama
jemaat yang kita layani. Selain itu kita juga bisa memperlengkapi pemahaman kita terhadap tema PJ
saat itu dengan membaca buku atau mendengarkan sharing dari teman2 yang pernah mengalami tema
tersebut.

b. Persiapan acara
i. Cari informasi sebanyak banyaknya (5W +1H)
Sering kita melakukan kesalahan karena kurangnya informasi. Oleh karena itu carilah informasi
sejelas mungkin yang menyangkut: waktu, tempat, tema acara, pengisi acara, isi pokok doa utk
persekutuan doa dll.
ii. Sediakan waktu dan kondisi fisik yang cukup dan berkualitas untuk menyusun alur acara
(liturgi, pemilihan lagu, dan kata-kata motivasi).

Penting sekali melakukan persiapan tertulis.


Tips: untuk menolong kita membuat alur yang mendukung tema dan tujuan kita dapat menuliskan
tema pada bagian atas kertas persiapan kita.

1. Menyusun liturgi.
Liturgi adalah alur atau tahapan yang jelas dalam ibadah. Liturgi penting agar ada keteraturan dalam
ibadah bersama Tuhan, serta membawa ibadah secara jelas kepada Tuhan. Langkahnya:
• Berdoa minta pimpinan Tuhan
o Kumpulkan bahan. Dalam masa-masa merenungkan dan mempersiapkan alur ibadah, carilah
bahan-bahan yang membantu kita mengupas tema dengan lebih dalam, seperti ayat Alkitab,
buku, artikel, dsb. Catatlah juga lagu-lagu yang menginspirasi selama masa persiapan.
o Temukan titik focus (sesuai tujuan dan tema). Liturgi yang baik makin menuju klimaks.
• Dalam liturgi Persekutuan, pada umumnya alur dibagi menjadi lima bagian, yaitu:
1. Fellowship dan persiapan hati serta ajakan beribadah bersama
2. Worship sudah termasuk pengakuan dosa di dalamnya
3. Firman (Persiapan dan respon)
4. Persembahan
5. Pengutusan
Liturgi formal untuk suasana formal: Natal, Paskah.
• Liturgi informal untuk suasana informal: Liturgi persekutuan biasa
• Melibatkan dan mengaktifkan jemaat
• Bayangkan suasana jemaat sebelum menyusun liturgi. Jangan biarkan jemaat menjadi penonton
yang pasif, tapi dalam melibatkan jemaat jangan biarkan terlalu capek. Jika jemaat pasif –
aktifkan (misalkan dengan pujian bersama), jika jemaat aktif – pasifkan (misalkan dengan
kesaksian pujian, hanya musik)
• Tidak mencampuradukkan ibadah dengan kata-kata sambutan.
• Liturgi yang baik : padat dan tidak bertele-tele.Makin menuju klimaks.

Klimaks (firman Tuhan)


Penyembahan Respon

Pengakuan dosa Persembahan

Fellowship Pengutusan

2. Pilih lagu
Setelah rangka alur tersusun, pilihlah lagu untuk memperkuat butir alur. Kita tidak boleh
sembarangan memilih lagu. Lagu yang dipilih bukanlah berdasarkan faktor kepopuleran lagu, enak
didengar, atau “cuman tau lagu itu”.
- Lagu yang dipilih harus mendukung tema (mendukung tema berbeda dengan
membicarakantema)
- Ingat prinsip lagu yang baik:
o Ajaran yang benar,
o Mengarah kepada Allah,
o Pesannya jelas,
o Syair dan nadanya baik,
o Membangkitkan dan menantang iman
- Perhatikan komposisi keseluruhan lagu dalam alur
- Sesuaikan pemilihan lagu dengan kondisi jemaat dan waktu (durasi dan momen)
Pun dalam memilih lagu, kita harus memperhatikan keseimbangan antara lagu-lagu bertempo cepat
dan lambat serta yang menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Jangan pula terlalu banyak
memasukkan lagu baru, maksimal hanya 2 lagu baru yang sudah dilatih terlebih dulu

3. Menyusun Kalimat Ajakan / Kata Pengantar Lagu


Semua kata yang keluar dari mulut kita adalah penting dan memiliki arti.
Pilihan kata yang kita gunakan saat memimpin/mengajak jemaat bernyanyi akan memberi pengaruh
untuk jemaat menikmati pujian atau tidak.

Tips Untuk Menyusun Kata-Kata Pengantar Pujian

 Hayati lagu yang dipilih denganmembaca/ menyanyikannya berulang-ulang. Lalu pikirkan kata-kata
pengantar yang dapat menolong jemaat menghayati lagu seperti yang kamu alami.
 Penting untuk melakukan persiapan tertulis
Pengantar pujian dapat dibuat dari:
 Dari syair lagu yang akan dinyanyikan
 Ayat alkitab (Mis: Mzm 133, Mzm 100 dll)
 Kesaksian pribadi yang berkaitan dengan lagu yang akan dinyanyikan
 Kata-kata dari buku rohani yang berkaitan dengan lagu/tema
 Sejarah dari lagu tersebut
INGAT:
- Worship leader is not preacher. Jadi jangan member komentar berlebihan. Pusatkan diri jemaat
pada isi nyanyian, bukan pada kata-kata motivasi
- Gunakanlah kata-kata yang efektif dan singkat dalam menyampaikan suatu pesan atau ajakan.
- Motivasi untuk bernyanyi bisa dilakukan dengan membacakan 2 atau 3 baris syair lagu, pada saat
instrument dimainkan
- Hindari bicara ketika jemaat bernyanyi
- Pakailah bahasa fomal untuk acara formal dan sebaliknya
Komunikasi dengan pemusik
Persiapan dan koordinasi dengan pemusik - yang dilakukan adalah:
- Menentukan nada dasar
- Kesepakatan tempo / beat
- Kesepakatan intro / pengulangan lagu / instrumental / kode, dll.
- Jalin kesehatian melalui kebersamaan, sharing dan doa.

Ingat: Maksimalkan waktu persiapan pribadi (MC & Pemusik), sehingga waktu latihan/check out
dapat efektif. Sediakan waktu dan kondisi fisik yang cukup dan berkualitas untuk berlatih dengan
pemusik. Hal ini sangat penting mengingat pelayanan ini adalah pelayanan tim. Usahakan berlatih
minimal 2X untuk melatih kerjasama dan kekompakkan.

Pelaksanaan
Datanglah selambat-lambatnya 15’-30’ sebelum acara dimulai, yaitu untuk melakukan persiapan
kembali, berupa:
a. Persiapan ruangan (tempat duduk, tempat pembicara, mimbar, tempat berdiri MC, dll)
b. Perlengkapan: gitar, keyboard, alat-alat tulis, mikrofon, OHP, transparansi lagu, kantong kolekte
dll.
c. Persiapan lagu: lakukan persiapan bersama pemusik untuk memastikan (cek) kembali nada
dasar, sebaiknya tidak GR di hari ‘H’nya!.
d. Periksa kembali kerapian anda. Berpakaianlah rapi dan sesuai kebutuhan saat itu.
e. Renungkan kembali lagu-lagu dan acara yang sudah disusun dan hafalkan.
f. Persiapan hati. Sebelum acara dimulai berdoalah dengan pengurus/ panitia.
Catatan: Dalam tahap ini perhatikan persiapan diri dalam hal kekudusan hidup. Ada dosa ? Akui
dan sesalilah dihadapanNya dengan sungguh-sungguh. Dan sadarilah bahwa kita memerlukan
pertolongan Roh Kudus dalam mengerjakan pelayanan ini.

Penguasaan pada saat acara/ibadah berlangsung


- Melangkahlah dengan tenang / yakin ke depan jemaat.
- Carilah tempat berdiri yang tepat, dapat dilihat semua orang (sebanyak mungkin orang).
- Berdirilah tegak (jangan membungkuk, bersandar ke dinding, miring)
- Mulailah acara dengan terlebih dahulu memberi salam dan senyum
yang tulus dan sungguh- sungguh.
- Pandangan mata harus diarahkan kepada semua orang secara
seimbang. Jangan bicara dengan dinding atau plafon.
- Jikalau ada acara yang akan dikoreksi (misalnya dalam liturgi
formal) ambillah waktu pada permulaan acara. Di awal acara MC
juga dapat meminta jemaat menempati kursi-kursi kosong yang ada
di depan agar lebih teratur, mintalah dengan sungguh-sungguh dan
sopan.
- Berbicaralah dengan:
 suara yang jelas,
 tidak terlalu cepat / lambat,
 perhatikan: intonasi suara, adanya pause/jeda, stressing (penekanan), volume suara,
Kekuatan suara (power)
- Pakailah bahasa yang formal untuk acara formal dan bahasa informal untuk acara informal.
- Mimik wajah dan gerakan tubuh harus baik. Tips : Lupakan diri (jangan self-centered),
renungkan 2 Tim 1:7, Roma 8:15-16.
- Bernyanyilah dengan memperhatikan respon jemaat. Tugas kita bukan nyanyi solo tapi
memimpin jemaat bernyanyi. Bila respon kurang, cari jalan keluarnya. Misalnya: memotivasi
secara singkat (1-2 kalimat)
- Gunakan variasi agar pujian dapat lebih dihayati

Variasi dalam memuji Tuhan


• Sambil berdiri atau berpegangan tangan (Lagu persaudaraan)
• Pakai gerakan/gaya (kalau sesuai – mis. untuk lagu persekutuan / lagu
penyembahan). Perhatikan konteks, apakah hal tersebut biasa dilakukan di situ.
• Tepuk tangan (bila cocok dengan lagu), sesuaikan dengan suasana. Tidak semua lagu
tepat untuk ditepuk-tangani. Perhatikan, apakah hal itu biasa di tempat itu.
• Bernyanyi bergantian, mis. hanya perempuan - pria merenungkan, dan sebaliknya
• Menekankan / mengulang dengan membacakan syair/baris/kalimat tertentu
- Untuk memimpin tempo dapat gunakan gerakan Tangan: melalui satu/kedua tangan.
Komando dengan metode: 2 ketuk, 3 ketuk, 4 ketuk, dst
Perhatikan arah gerakan tangan berikut:

3 ketuk: 4 ketuk;

Setelah Pelaksanaan
 Berdoa dan Bersyukur
 Bersedia dievaluasi

Pentingnya evaluasi bagi seorang Pemimpin Pujian:


- Agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama pada pelayanan berikutnya
- Agar teman-teman pelayan yang lain tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan yang kita
lakukan
- Agar kita bisa mengetahui dampak pelayanan kita*

“Ingatlah selalu bahwa kita dipilih untuk memimpin pujian bukan untuk membuat orang-orang terkesan atau
memamerkan bakat-bakat kita. Kita ada di depan untuk memimpin orang-orang mendekat kepada Allah. Dan hal
itu tidaklah mudah. Banyak hal harus dilibatkan, baik secara rohani maupun keterampilan. Berbagai usaha harus
dilakukan dan persiapan yang matang merupakan keharusan. Yang paling perlu diperhatikan oleh seorang
pemimpin ibadah bukan soal mempersiapkan lagu, menciptakan aransemen musik yang kreatif, atau memiliki alat
musik tercanggih. Hal yang perlu diperhatikan ialah keadaan hatinya. Hal ini merupakan proses yang panjang, jadi
tidak akan pernah dicapai dalam waktu yang singkat. Selamat berlatih dan melayani!”

Sumber :
1.Pemimpin Pujian yang kreatif: Pdt Mangapul Sagala
2.Kunci keberhasilan pemimpin pujian dan music:Tom kraeuter
3.Berbagai makalah training MC
4.Pengalaman pribadi
5.Berbagai makalah Training Musik Perkantas
6.Kauflin, Bob, Worship Matter: Menuntun Umat Mengalami Kebesaran Allah dalam Ibadah. 2008. LLB: Bandung.