Anda di halaman 1dari 2

 Saling Menasihati dan Berbuat Baik dalam Kehidupan

 3. Q.S al- ‘Asr/103: 1-3 “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam
keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling
menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.”
 4. “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan
dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Q.S. Al-Baqarah/2:195
 5. Nasihat.. ?
 6. “Sebagian ahli ilmu berkata: Penjelasan arti nasehat secara lengkap adalah perhatian hati
terhadap yang dinasehati siapa pun dia, dan nasehat tersebut hukumnya ada dua, yang
pertama wajib dan yang kedua sunnah. Maka nasehat yang wajib kepada Allah, yaitu
perhatian yang sangat dari penasehat dengan cara mengikuti apa-apa yang Allah cintai,
berupa pelaksanaan kewajiban dan dengan menjauhi apa-apa yang Allah haramkan.
Sedangkan nasehat yang sunnah adalah dengan mendahulukan perbuatan yang dicintai Allah
dari pada perbuatan yang dicintai oleh dirinya sendiri, yang demikian itu dalam dua perkara
yang berbenturan. Yang pertama untuk kepentingan dirinya sendiri dan yang lain untuk
Rabbnya, maka dia memulai mengerjakan sesuatu untuk Rabbnya terlebih dahulu dan
mengakhirkan apa-apa yang untuk dirinya sendiri, maka ini adalah penjelasan nasehat kepada
Allah secara global, baik yang wajib maupun yang sunnah. Adapun perinciannya akan kami
sebutkan sebagiannya agar bisa dipahami dengan lebih jelas. Maka nasehat yang wajib
kepada Allah adalah menjauhi laranganNya, dan melaksanakan perintahNya dengan seluruh
anggota badannya apa-apa yang mampu ia lakukan, apabila ia tidak mampu melaksanakan
kewajibannya karena suatu alasan tertentu seperti sakit atau terhalang dengan sesuatu atau
sebab-sebab lainnya, maka ia tetap berniat dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan
kewajiban tersebut apabila penghalang tadi telah hilang.
 7. Dan adapun hukum memberikan nasihat menurut Imam Ibnu Daqiq adalah Fardu
kifayah, jika ada pihak yang telah menjalankannya, maka gugurlah kewajiban orang lain
disekitarnya. Nasihat adalah perkara yang sangat mulia. Begitu pentingnya hal itu sampai-
sampai Allah Swt. Sendiri memberikan nama sebuah surah dalam Al-Qur’an dengan nama
Luqman, seorang yang dikenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Diantara nasihat
yang diberikan kepada anaknya adalah seperti yang disebutkan dalam Surah Luqman Ayat
13, sbb :
 8. 1. Di Dasari Niat yang Benar dan Tidak Bermaksud Menjatuhkan Dalam memberikan
nasihat kepada seseorang kita harus menghindari segala bentuk niat dan tujuan tidak baik,
seperti ingin di anggap lebih pintar atau faham. 2. Memahami Karakter Orang yang Akan
Dinasehati Sebelum menyampaikan pesan atau nasihat hendaklah memahami karakter orang
yang dinasihati. Apakah punya sifat pemarah, mudah tersinggung, atau sebaliknya. Di
samping memudahkan cara bagi kita untuk menyampaikan nasihat, memahami karakter
seseorang dapat menghindarkan kita dari salah faham. 3. Menasehati tanpa Menggurui Dalam
menyampaikan suatu nasihat, kita dianjurkan untuk mencari cara atau metode yang paling
tepat agar pesan tersebut bisa diterima tanpa ada kesan menggurui, terutama terhadap orang
yang lebih tua.
 9. 4. Memberi Nasihat yang bersifat Umum Seseorang yang lalai dalam mengerjakan
urusan agama misalnya, perlu diberikan nasihat. Akan tetapi nasihat itu hendaknya diberikan
yang bersifat umum saja dan jangan menasihati tentang masalah pribadinya. 5. Merahasiakan
Nasihat kepada Selain Orang yang Diberi Nasihat Apabila kita hendak memberikan suatu
nasihat kepada seseorang hendaknya melihat kondisi dan situasi. Janganlah menegurnya di
tempat ramai dan pada saat ia masih bersama orang lain. Alangkah lebih baik jika ia sedang
sendirian serta diucapkan dengan bahasa lemah lembut. Hal ini bertujuan agar orang yang
diberikan nasihat merasa tidak dilecehkan. Sebab bukan tidak mungkin apabila kita
menegurnya di tempat umum, bukannya malh simpati tapi oran tersebut malah bersifat anti
pati kepada kita. Dan apa bila nasihat itu telah disampaikan dengan pendekatan yang baik,
maka simpanlah untuk diri sendiri dan bukan utuk diberitahukan kepada orang lain. Sebab hal
itu sama saja dengan membuka aib seseorang
 10. Berbuat Baik (Ihsan) Berbuat baik atau yang disebut ihsan secara bahasa adalah lawan
dari isa’ah yang artinya berbuat buruk.Kata ihsan merupakan masdar dari yang
artinya”menjadikan sesuatu lebih baik”. Kata ini mengandung makna perbuatan atau
perkataan baik yang menyebabkan lawan bicara menerima dengan senang atas perbuatan atau
perkataan yang diarahkan kepadanya.
 11. Di dalam Al-Qur’an banyak mengungkapkan perbuatan ihsan,seperti terdapat dalam
surah al-Baqarah Ayat 83, sebagai berikut. Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil
janji dari Bani israil, “janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada
kedua orang tua, kerabat anak-anak yatim,dan orang-orang miskin.Dan bertuturkatalah yang
baik kepada manusia ,laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.”Tetapi kemudian kamu
berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu (masihmenjadi) pembangkang.
(Q.S.al-Baqarah/2:83)
 12. a.Berbuat Baik Kepada Allah Ihsan kepada Allah maknanya adalah beribadah kepada
Allah seolah-olah ia melihat-Nya.Jika tidak bisa, setidaknya ia akan beribadah kepada seolah-
olah Allah selalu merasa mengawasi-Nya. Oleh karena itu, tingkatkan ibadah tertinggi
kepada Allah adalah Ihsan.Ihsan di bagi dua, yaitu : 1. Tingkatan muraqabah Keadaan ibadah
seorang hamba seakan- akan Allah sedang melihat-Nya. 2. Tingkatan musyahadah Keadaan
ibadah seorang hamba seolah-olah ia sedang menghadap wajah tuhannya.
 13. Sikap yang menunjukkan ihsan kepada Allah adalah sebagai berikut : 1. Tidak
menyekutukan Allah dengan selain-Nya 2. Selalu memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah
3. Selalu bersyukur dan berperasangka baik kepada Allah atas segala pemberian dari – Nya.
 14. B. Berbuat Baik Kepada Sesama Agama mewajibkan para pengikutnya berbuat baik
dalam segala hal.Allah tidak rida pengikutnya berbuat kebatilan.Wajib bagi kita sebagai
seorang muslim untuk senantiasa saling mengingatkan dan saling menasihati kepada sesama
untuk berbuat baik. Nasihat adalah salah satu hak yang dimiliki seorang muslim atas muslim
lainnya di samping kelima hak lainnya, yaitu disapa dengan salam, dijenguk saat sakit, diurus
jenazahnya sampai penguburan nya saat ia meninggal, di penuhi undangannya, dan di doakan
apabila ia bersin. Itulah bentuk ihsan kita kepada sesama manusia.
 15. Di dalam Al-Qur’an, perbuatan ihsan kepada sesama, antara lain di sebutkan kepada :
Kedua orang tua; Karib kerabat; Anak-anak yatim; Orang- orang miskin; Para tetangga; Ibnu
sabil dan peminta-minta; Anak dan isteri; Budak dan hamba sahaya; Siapa pun di sekitar kita.
 16. Hikmah dan manfaat saling menasihati dan berbuat baik
 17. Banyak hikmah yang terkandung dalam dalam ihsan dan saling menasihati sesama
manusia. Di antaranya sebagai berikut: 1. Menuaikan Perintah Allah 2. Mendapat Balasan
Yang Besar 3.Mendapat Rahmat Dari Allah SWT.
 18. Adapun manfaat saling berbuat baik dan ihsan terhadap sesama manusia adalah sebagai
berikut: 1. Menjadikan Manusia Yang Tidak Merugi. 2. Menjaga Tatanan Kehidupan
Masyarakat 3. Memberikan Pembelajaran Yang Baik. 4. Menumbuhkan Rasa Ukhuwah
(menumbuhkan rasa persaudaraan).