Anda di halaman 1dari 9

http://jurnal.fk.unand.ac.

id 42

Artikel Penelitian

Gambaran Klinis Penderita Penyakit Ginjal Kronik yang


Menjalani Hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang

1 2 3
Sitifa Aisara , Syaiful Azmi , Mefri Yanni

Abstrak
Gambaran klinis Penyakit Ginjal Kronik (PGK) terlihat nyata bila ureum darah lebih dari 200 mg/dl. Uremia
menyebabkan gangguan fungsi hampir semua sistem organ seperti; gangguan cairan dan elektrolit, metabolik-
endokrin, neuromuskular, kardiovaskular dan paru, kulit, gastrointestinal, hematologi serta imunologi. Hemodialisis
merupakan suatu usaha untuk mengurangi gejala uremia tersebut, sehingga gambaran klinis pasien juga dapat
membaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinis penderita PGK yang menjalani hemodialisis
di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel mencakup semua pasien
PGK yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015 yang memenuhi kriteria inklusi, sehingga
didapatkan sebanyak 104 sampel. Jenis data adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medik. Hasil penelitian
menunjukkan kebanyakan pasien adalah kelompok usia 40-60 tahun sebanyak 62,5% dan sebagian besar jenis
kelamin pria sebanyak 59 pasien (56,7%). Gambaran klinis paling banyak berupa keadaan gizi sedang 94,2%, diikuti
dengan kadar Hb 7-10g/dl 68,3%, konjungtiva anemia 62,5%, edema perifer 53,8%, hipertensi derajat 1 32,7%, lemah,
letih, lesu sebanyak 30,8%, dan mual 12,5%. Simpulan penelitian ini adalah gambaran klinis penderita PGK yang
menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang terbanyak yaitu anemia hipertensi derajat satu, keadaan gizi
sedang, konjungtiva anemia, dan edema perifer.
Kata kunci: penyakit ginjal kronik, hemodialisis, gambaran klinis

Abstract
Clinical features of Cronic Kidney Disease (CKD) will appear if urea blood levels is more than 200 mg/dl.
Uremia can cause malfunctioning of all organ systems, such as; disorder of fluid and electrolyte balance, endocrine-
metabolic, neuromuscular, cardiovascular and lung, skin, gastrointestinal, hematology and immunology systems. The
objective of this study was to determine the clinical features of patients with CKD that undergoing hemodialysis at
RSUP Dr. M. Djamil Padang. This was a descriptive observational method based on secondary data obtained from
medical records. Samples included all patients with CKD underwent hemodialysis at RSUP Dr. M. Djamil Padang in
2015 who were fulfilled inclusion criteria, with total 104 samples. Data were analyzed by using univariate analysis. The
study showed that patients with CKD were mostly at ranged 40 to 60 years (62.5%) and predominantly men (59
patients, 56.7%). The most clinical features of the patient were moderate nutritional status (94.2%), with Hb
concentration 7-10g/dl (68.3%), conjunctival anemia (62.5%), peripheral edema (53.8%), stage 1 hypertension
(32.7%), weakness and tired (30.8%), and nausea (12,7%). The conclusion is the most common clinical features of
the patients with CKD undergoing hemodialysis at RSUP Dr. M. Djamil Padang were anemia, with first stage
hypertension, moderate nutritional status and peripheral edema.
Keywords: chronic kidney disease, hemodialysis, clinical features

Affiliasi penulis: 1. Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Korespondensi: Sitifa Aisara, Email: sitifa.aisara@gmail.com
Universitas Andalas Padang (FK Unand), 2. Bagian Penyakit Dalam Telp:081374648666.
FK Unand/RSUP dr. M Djamil Padang, 3. Bagian Jantung dan
Pembuluh Darah FK Unand/RSUP dr. M Djamil Padang

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 43

PENDAHULUAN Mekanisme dasar terjadinya PGK adalah


Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu adanya cedera jaringan. Cedera sebagian jaringan
gangguan pada ginjal ditandai dengan abnormalitas ginjal tersebut menyebabkan pengurangan massa
struktur ataupun fungsi ginjal yang berlangsung lebih ginjal, yang kemudian mengakibatkan terjadinya
dari 3 bulan. PGK ditandai dengan satu atau lebih proses adaptasi berupa hipertrofi pada jaringan ginjal
tanda kerusakan ginjal yaitu albuminuria, abnormalitas normal yang masih tersisa dan hiperfiltrasi. Namun
sedimen urin, elektrolit, histologi, struktur ginjal, proses adaptasi tersebut hanya berlangsung
ataupun adanya riwayat transplantasi ginjal, juga sementara, kemudian akan berubah menjadi suatu
1 proses maladaptasi berupa sklerosis nefron yang
disertai penurunan laju filtrasi glomerulus.
Saat ini banyak studi menunjukkan bahwa masih tersisa. Pada stadium dini PGK, terjadi
prevalensi PGK meningkat di berbagai wilayah di kehilangan daya cadang ginjal, pada keadaan dimana
seluruh dunia. Prevalensi PGK derajat II sampai V basal laju filtrasi glomerulus (LFG) masih normal atau
terus meningkat sejak tahun 1988 sejalan dengan malah meningkat. Secara perlahan tapi pasti akan
7
peningkatan prevalensi penyakit diabetes dan terjadi penurunan fungsi nefron yang progresif.
2 Pada sepertiga penderita PGK mengeluhkan
hipertensi yang juga merupakan penyebab PGK.
Prevalensi gagal ginjal kronik (sekarang disebut gejala berupa kekurangan energi (76%), pruritus
PGK) di Indonesia pada pasien usia lima belas tahun (74%), mengantuk (65%), dyspnea (61%), edema
keatas di Indonesia yang didata berdasarkan jumlah (58%), nyeri (53%), mulut kering (50%), kram otot
kasus yang didiagnosis dokter adalah sebesar 0,2%. (50%), kurang nafsu makan (47%), konsentrasi yang
Prevalensi gagal ginjal kronik meningkat seiring buruk (44%), kulit kering (42%), gangguan tidur (41%),
8
bertambahnya usia, didapatkan meningkat tajam pada dan sembelit (35%).
kelompok umur 25-44 tahun (0,3%), diikuti umur 45-54 Pasien PGK dengan ureum darah kurang dari
tahun (0,4%), umur 55-74 tahun (0,5%), dan tertinggi 150 mg/dl, biasanya tanpa keluhan maupun gejala.
pada kelompok umur ≥ 75 tahun (0,6%). Prevalensi Gambaran klinis akan terlihat nyata bila ureum darah
pada laki-laki (0,3%) lebih tinggi dari perempuan lebih dari 200 mg/dl karena konsentrasi ureum darah
3 merupakan indikator adanya retensi sisa-sisa
(0,2%).
9
Prevalensi PGK di Sumatera Barat sebesar metabolisme protein di dalam tubuh. Uremia
0,2%. Prevalensi PGK tertinggi sebanyak 0,4% yaitu di menyebabkan gangguan fungsi hampir semua sistem
Kabupaten Tanah Datar dan Kota Solok. Di Kota organ, seperti gangguan cairan dan elektrolit,
Padang didapatkan prevalensi PGK sebesar 0,3%. metabolik-endokrin, neuromuskular, kardiovaskular
Kejadian tertinggi PGK di Sumatera Barat adalah pada dan paru, kulit, gastrointestinal, hematologi serta
10
kelompok umur 45-54 tahun sebanyak 0,6%. imunologi.
Perbandingan PGK berdasarkan jenis kelamin pria Modifikasi faktor resiko PGK dilakukan pada
4 hipertensi, obesitas morbid, sindroma metabolik,
dan wanita adalah tiga berbanding dua.
2
Penyebab kerusakan ginjal pada PGK adalah hiperkolesterolemia, anemia, dan rokok. Menurut
5 KDIGO, PGK dengan tanda-tanda kegagalan ginjal
multifaktorial dan kerusakannya bersifat ireversibel.
Penyebab PGK pada pasien hemodialisis baru di (serositis, gangguan keseimbangan asam-basa atau
Indonesia adalah glomerulopati primer 14%, nefropati elektrolit, pruritus), kegagalan pengontrolan volume
diabetika 27%, nefropati lupus/SLE 1%, penyakit ginjal dan tekanan darah, gangguan status gizi yang
hipertensi 34%, ginjal polikistik 1%, nefropati asam refrakter, dan gangguan kognitif membutuhkan terapi
urat 2%, nefropati obstruksi 8%, pielonefritis hemodialisis. Pada penderita yang sudah mencapai
2
kronik/PNC 6%, lain-lain 6%, dan tidak diketahui PGK derajat IV (eGFR <30mL/menit/1,73m ) juga
1
sebesar 1%. Penyebab terbanyak adalah penyakit harus dimulai terapi hemodialisis.
6
ginjal hipertensi dengan persentase 34 %.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 44

Hemodialisis adalah proses pertukaran zat Tabel 1. Karakteristik dasar penderita PGK yang
terlarut dan produk sisa tubuh. Zat sisa yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang
menumpuk pada pasien PGK ditarik dengan Karakteristik f %
mekanisme difusi pasif membran semipermeabel. Usia
Perpindahan produk sisa metabolik berlangsung <40 tahun 23 22,1
mengikuti penurunan gradien konsentrasi dari sirkulasi 40-60 tahun 65 62,5
ke dalam dialisat. Dengan metode tersebut diharapkan >60 tahun 16 15,4
pengeluaran albumin yang terjadi pada pasien PGK Jenis Kelamin
dapat diturunkan, gejala uremia berkurang, sehingga Laki-laki 59 56,7
1,11
gambaran klinis pasien juga dapat membaik. Perempuan 45 43,3
Hemodialisis dapat mempengaruhi gambaran klinis Lama Hemodialisis
penderita PGK, berupa gejala mual muntah, < 3 bulan 85 81,7
anoreksia, anemia, pruritus, pigmentasi, kelainan 3 bulan – 1 tahun 19 18,3
9
psikis, insomnia, hipertensi, maupun gejala lainnya.
Data mengenai gambaran klinis penderita PGK Berdasarkan data di atas, penderita PGK yang
yang menjalani hemodialisis di Indonesia khususnya di menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Sumatera Barat belum banyak tersedia, kebanyakan dari 1 Januari 2015 – 12 Desember 2015 terbanyak
disampaikan adalah data mengenai gambaran klinis pada kelompok umur 40 – 60 tahun (62,5%). Pasien
penderita PGK yang belum menjalani hemodialisis. dengan jenis kelamin laki-laki memiliki presentasi lebih
Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan tinggi, yaitu sebanyak 56,7%. Berdasarkan lama
penelitian mengenai gambaran klinis pada penderita hemodialisis lebih banyak ditemukan pasien yang
PGK (PGK derajat V) setelah menjalani hemodialisis menjalani HD selama kurang dari 3 bulan (81,7%).
di RSUP. Dr. M. Djamil Padang.

METODE Tabel 2. Gambaran klinis penderita PGK yang


Penelitian ini merupakan studi deskriptif menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang
observasional yang telah dilakukan di bagian rekam berdasarkan keluhan umum
medik dan unit hemodialisis RSUP Dr. M. Djamil Keluhan Umum f %

Padang pada Agustus sampai November 2016. Gangguan hematologi

Sampel penelitian ini mencakup semua penderita PGK Anemia (lelah, lemah, lesu) 32 30,8
Gangguan gastrointestinal dan nutrisi
dewasa yang menjalani Hemodialisis (HD) dengan
Mual
data rekam medis lengkap berupa umur dan jenis
Muntah 13 12,5
kelamin, data gambaran klinis dan hasil laboratorium.
Berkurangnya nafsu makan 8 7,7
Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil 14 13,5
seluruh sampel yang sesuai kriteria inklusi, yaitu Gangguan psikiatri
sebanyak 104 sampel. Insomnia 12 11,5
Kelainan kulit
Gatal 1 1
HASIL
Penelitian yang telah dilakukan di bagian
Berdasarkan data yang tertera di tabel atas,
rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang
gambaran penderita PGK yang menjalani hemodialisis
mendapatkan jumlah pasien PGK yang menjalani
dilihat dari berbagai keluhan umum. Keluhan yang
hemodialisis pada tahun 2015 sebanyak 232 orang
paling banyak (30,8%) disampaikan pasien berupa
dengan rekam medik yang memenuhi kriteria sampel
lemah, letih, dan lesu.
sebanyak 104 rekam medik.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 45

Tabel 3. Gambaran klinis penderita PGK yang PEMBAHASAN


menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di
berdasarkan hasil pemeriksaan fisik RSUP Dr. M. Djamil Padang, didapatkan sebanyak
Hasil Pemeriksaan Fisik n % 104 rekam medik penderita PGK yang menjalani HD
Gangguan keseimbangan cairan selama tahun 2015 yang memenuhi kriteria sampel.
Edema perifer 56 53,8
Dalam penelitian ini penderita penyakit ginjal kronik
Efusi pleura 4 3,8
yang menjalani HD di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Asites 5 4,8
berdasarkan usia didapatkan kelompok usia terbanyak
Tekanan darah
Normal 7 6,7 adalah 40-60 tahun sebanyak 65 pasien (62,5%),
Prehipertensi 31 29,8 diikuti kelompok usia <40 tahun sebanyak 23 pasien
Hipertensi Stage 1 34 32,7 (22,1%), dan >60 tahun sebanyak 16 pasien (15,4%).
Hipertensi Stage 2 32 30,8 Penurunan fungsi ginjal merupakan proses normal
Gangguan elektrolit & asam basa setiap bertambahnya usia manusia. Bertambahnya
Asidosis metabolik 10 9,6
usia menunjukkan penurunan progresif Glomerular
Keadaan gizi
Filtrasion Rate (GFR) dan Renal Blood Flow (RBF).
Baik 5 4,8
2
Penurunan terjadi sekitar 8 ml/menit/1,73m setiap
Sedang 98 94,2
12
Kurang 1 1 dekadenya sejak usia 40 tahun.
Kelainan kulit Jenis kelamin terbanyak adalah pria dengan
Kulit kering 3 2,9 jumlah 59 pasien (56,7%), sedangkan jenis kelamin
Gangguan neuromuskular wanita berjumlah 45 pasien (43,3%). Hasil tersebut
Kelemahan otot 1 1 kemungkinan berkaitan dengan kejadian penyakit
Ensefalopati uremikum 7 6,7
penyebab PGK, seperti batu ginjal, yang juga banyak
Gangguan hematologi
terjadi pada jenis kelamin pria. Penelitian lain
anemia (konjungtiva anemis) 65 62,5
mendapatkan prevalensi penyakit batu ginjal pada
Gangguan sistem urinarius
13
Oliguria 17 16,3 laki-laki dan wanita adalah 10,6% dan 7,1%.
Pasien yang menjalani HD kurang dari 3 bulan

Berdasarkan Tabel 3, gambaran hasil sebanyak 85 pasien (81,7%). Pasien yang menjalani

pemeriksaan fisik pada penderita PGK yang menjalani HD selama 3 bulan hingga 1 tahun sebanyak 19

HD juga beragam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pasien (18,3%). Ditemukan lebih banyak pasien yang

penderita mengalami edema perifer sebanyak 53,8%, menjalani HD kurang dari 3 bulan, kemungkinan

hipertensi stage 1 sebanyak 32,7%, dan konjungtiva karena penelitian ini dilakukan hanya pada 1 tahun

yang anemis sebanyak 62,5% penderita. Keadaan gizi yaitu tahun 2015, sehingga pasien yang didapatkan

penderita didapatkan 94,2% sedang. kebanyakan merupakan pasien yang baru memulai
HD. Pasien yang sudah menjalani HD sejak 2015 dan

Tabel 4. Gambaran klinis penderita PGK yang masih melakukan HD pada tahun 2015 tidak dapat

menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang dilakukan pengamatan karena pasien-pasien tersebut

berdasarkan hasil pemeriksaan hemoglobin merupakan pasien rawat jalan yang tidak ada data

Hasil Pemeriksaan pemeriksaan fisik umum lengkapnya di rekam medik.


f %
Hemoglobin (g/dl) Penelitian lain mendapatkan 34% pasien menjalani
<7 7 6,7
HD selama 3 bulan hingga 1 tahun dan 66% pasien
7-10 71 68,3 14
menjalani HD selama lebih dari 1 tahun.
>10 26 25
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa
17 pasien (16,3%) mengeluhkan oliguria. Sebanyak 87
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium
pasien (83,7%) tidak mengeluhkan oliguria. Oliguria
seperti pada Tabel 4 pada penderita PGK yang
terjadi karena terganggunya fungsi ginjal untuk
menjalani HD didapatkan kadar hemoglobin penderita
mempertahankan homeostasis cairan tubuh dengan
terbanyak (68,3%) dengan Hb 7-10 g/dl.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 46

kontrol volume cairan, sehingga cairan menumpuk di eksudat. Penyebab efusi tipe transudat adalah
dalam tubuh. Pada penelitian ini, didapatkan banyak hipervolemia (66,7%) dan gagal jantung (22,2%). Efusi
pasien yang tidak mengeluhkan oliguria. Kemungkinan eksudat paling banyak disebabkan oleh pleuritis
ini dikarenakan pada penelitian ini kebanyakan pasien (40%). Perbedaan ini kemungkinan karena pasien
masih baru dalam menjalani hemodialisis sehingga pada penelitian Bakirci et al telah menjalani
dapat dikatakan kerusakan fungsi ginjalnya belum hemodialisis dalam jangka panjang sehingga
terlalu parah, sehingga gejala oliguria (penurunan progresifitas PGKnya lebih tinggi, dimana sudah
urine output) belum begitu terlihat. Efek medikasi yang menimbulkan berbagai komplikasi seperti gagal
17
dilakukan terhadap kelebihan cairan juga bisa jantung dan infeksi.
mempengaruhi urine output, seperti pemberian Penelitian lain mendapatkan rata-rata pasien
diuretik, yang dapat meningkatkan urine output. yang mengeluhkan pembengkakan pada kaki adalah
Penelitian lain mendapatkan bahwa kejadian anuria sebanyak 32%, hasil ini juga menunjukkan angka
18
meningkat sejalan dengan lamanya menjalani sedikit besar seperti pada penelitian penulis. Edema
hemodialisis (52% pada pasien yang HD selama 4 perifer pada pasien merupakan akibat dari
bulan dan 67% pada pasien yang HD selama 12 penumpukan cairan karena berkurangnya tekanan
bulan) dikarenakan walaupun semakin lama seorang osmotik plasma dan retensi natrium dan air. Akibat
pasien menjalani HD progresifitas PGKnya tetap akan peranan dari gravitasi, cairan yang berlebih tersebut
berlangsung, sehingga fungsi ginjal tetap akan akan lebih mudah menumpuk di tubuh bagian perifer
semakin menurun dan urine output semakin seperti kaki, sehingga edema perifer akan lebih cepat
15
berkurang. terjadi dibanding gejala kelebihan cairan lainnya.
Gambaran kelebihan cairan yang terjadi pada Karena hal tersebut kejadian edema perifer pada
pasien didapatkan asites pada 5 pasien (4,8%), pasien cukup tinggi.
sedangkan 99 orang pasien (95,2%) tidak ditemukan Gambaran tekanan darah pada pasien
asites. Pada 4 orang pasien (3,8%) ditemukan adanya didapatkan 7 pasien (6,7%) dengan tekanan darah
efusi pleura, 96,2% pasien tidak ditemukan efusi normal, 31 pasien (29,8%) dengan prehipertensi, 34
pleura. Sebanyak 56 pasien (53,8%) mengalami pasien (32,7%) dengan hipertensi stage 1, dan 32
edema perifer dan 48 orang sisanya (46,2%) tidak pasien (30,8%) dengan hipertensi stage 2. Hampir
mengalami edema perifer. 30% PGK disebabkan oleh hipertensi dan prevalensi
Kelebihan cairan pada pasien PGK disebabkan hipertensi pada pasien baru PGK adalah lebih dari
karena terganggunya fungsi ginjal untuk menjalankan 85%. Ditemukannya pasien dengan tekanan darah
fungsi ekskresinya. Gambaran kejadian kelebihan normal dan prehipertensi pada penelitian ini juga
cairan seperti asites dan efusi pleura menunjukkan dapat disebabkan karena pasien yang mengalami
jumlah yang sedikit, dapat disebabkan oleh terapi penyakit ginjal tahap akhir umumnya mendapatkan
hemodialisis. Pada mesin dialisis dilakukan penarikan regimen antihipertensi untuk mengendalikan tekanan
19
cairan sampai tercapai berat badan kering, yaitu berat darahnya.
badan dimana sudah tidak ada cairan berlebihan Berdasarkan penelitian didapatkan 10 pasien
dalam tubuh. Kelebihan cairan tubuh dialirkan ke (9,6%) mengalami asidosis metabolik sedangkan 94
dalam mesin dialyzer yang alirannya dikontrol oleh pasien (90,4%) tidak mengalaminya. Asidosis
pompa. Lalu cairan tersebut akan dikeluarkan dari metabolik relatif umum terjadi pada pasien PGK,
16
sirkulasi sistemik secara simultan selama HD. khususnya ketika LFG turun di bawah 30 ml/menit dan
Penelitian lain mendapatkan insiden efusi dapat mempengaruhi sekitar 30-50% pasien.
pleura pada pasien yang menerima hemodialisis Hilangnya fungsi ginjal secara progresif menyebabkan
jangka panjang adalah sebesar 20,2%. Pada berkurangnya kemampuan tubulus untuk
penelitian tersebut 14 dari 52 pasien yang efusi pleura memanfaatkan amonia dalam mengekskresikan
menjalani torakosentesis, didapatkan 64,3% sekitar 1 mmol/kgBB hidrogen yang diproduksi setiap
20
mengalami efusi pleura tipe transudat dan 35,7% tipe hari pada keadaan fisiologis.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 47

Gambaran gangguan sistem gastrointestinal sehingga berat badan yang diukur saat itu tidaklah
pada penderita PGK yang menjalani HD dilihat dari menggambarkan status gizi pasien yang sebenarnya.
keluhan mual, muntah, dan tidak nafsu makan. Hasil Satu orang pasien (1%) mengeluhkan gatal.
penelitian menunjukkan sebanyak 12,5% pasien Sebanyak 103 pasien (99%) tidak mengeluhkannya.
mengeluhkan mual, sedangkan sisanya tidak mual. Sedikitnya jumlah pasien yang mengeluhkan gatal
Sebanyak 8 pasien (7,7%) mengalami muntah, (pruritus) mungkin dikarenakan gatal bukan menjadi
sementara 96 pasien (92,3%) tidak mengalami fokus utama dari hal yang dianggap mengganggu oleh
muntah. Sebanyak 14 pasien (13,5%) tidak nafsu pasien seperti mual, muntah, dan keluhan lainnya.
makan (anoreksia) dan 90 pasien (86,5%) tidak Penelitian lain mendapatkan 42% pasien yang
mengeluhkan anoreksia. menjalani HD mengalami pruritus sedang-berat.
Mual dan muntah yang ditemukan pada pasien Pruritus sedikit lebih jarang terjadi pada pasien yang
PGK diduga karena gastroparesis atau keterlambatan baru memulai dialisis dibanding pasien yang telah
21
pengosongan lambung. menjalani hemodialisis lebih dari 3 bulan, namun
Anoreksia yang terjadi pada pasien PGK kejadian ini diperkirakan bukan dikarenakan pengaruh
24
diperkirakan akibat efek ureum yang menumpuk. dari HD dan penyebabnya masih belum diketahui.
Berdasarkan gambaran kejadian anoreksia pada Pada 3 orang pasien (2,9%) didapatkan kulit
pasien didapatkan sebagian besar pasien tidak yang kering, dan sisanya sebanyak 101 pasien
mengalami anoreksia. Hal tersebut sesuai dengan (97,1%) tidak didapatkan kulit yang kering. Kejadian
penelitian lain yang mendapatkan bahwa semakin kulit yang tampak kering pada pasien PGK
lama hemodialisis dijalani maka semakin tinggi disebabkan karena adanya penumpukan urea (urea
22
kejadian anoreksianya. Pada penelitian ini, sebagian frost). Menjadi berkurang pada pasien yang
besar sampel merupakan pasien yang menjalani hemodialisis kemungkinan dikarenakan terapi
hemodialisis belum cukup lama yaitu selama kurang hemodialisis yang dilakukan. Ureum yang bertumpuk
dari tiga bulan. karena terganggunya fungsi ginjal akan dikurangi
Keadaan gizi pasien berdasarkan hasil jumlahnya oleh mesin dialisat. Penelitian lain yang
pemeriksaan dokter terbanyak adalah gizi sedang, berhubungan mendapatkan 65% pasien mengeluhkan
yaitu 98 orang (94,2%). Sisanya 5 pasien (4,8%) kulit kering. Pada hasil penelitian tersebut juga
dengan status gizi baik dan 1 pasien (1%) dengan disebutkan bahwa berdasarkan laporan dari tenaga
status gizi buruk. kesehatan yang memeriksa pasien PGK, hanya 11%
Penurunan keadaan gizi pada pasien PGK yang menyatakan ditemukan kulit yang kering pada
18
dapat diakibatkan oleh rendahnya asupan makanan. pasien dan 36% menyatakan tidak tahu. Kurangnya
Rendahnya asupan makanan tersebut dapat perhatian tenaga medis terhadap pemeriksaan kondisi
disebabkan oleh gangguan gastrointestinal seperti kulit pada pasien mungkin menjadi sebab sedikitnya
yang dijelaskan diatas, yaitu anoreksia dan mual serta angka kejadian kulit yang kering pada penderita PGK.
muntah. Hasil penelitian lain yang sejalan Berdasarkan penelitian didapatkan 1 pasien
menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh pasien (1%) mengalami kelemahan otot, sementara sisanya
PGK yang menjalani hemodialisis yang adekuat, (99%) tidak didapatkan kelemahan. Hal ini
23
sebagian besar (81,25%) adalah normal. kemungkinan karena pasien yang ada di penelitian ini
Lebih dari 90% didapatkan pasien dengan sebagian besar menjalani HD selama kurang dari 3
keadaan gizi sedang mungkin dikarenakan bulan, berarti derajat kerusakan ginjalnya masih belum
pengukuran status gizi yang dilakukan menggunakan separah pasien yang telah lama menjalankan HD yang
Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT diperoleh progresifitas penyakitnya tentu lebih besar, sehingga
berdasarkan hasil pengukuran berat badan dan tinggi kelemahan otot belum begitu terlihat pada sebagian
badan pasien saat hemodialisis. Sementara pada besar pasien di penelitian ini. Ditemukannya 1 orang
pasien PGK diketahui terjadi penumpukan cairan pasien yang mengalami kelemahan kemungkinan
tubuh akibat berkurangnya fungsi ekskresi ginjal, karena penyakitnya yang sudah berat, pasien tersebut

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 48

juga sudah mengalami komplikasi ensefalopati memiliki Hb 7-10 g/dl, dan 26 orang (25%) memiliki Hb
uremikum, sementara pasien ini baru menjalani HD >10 g/dl.
selama 1 bulan, keterlambatan pengobatan mungkin Gambaran anemia yang ditunjukkan pada data
dapat menyebabkan kelemahan pada pasien tersebut. tersebut cukup beragam, banyak pasien yang tidak
Komplikasi neurologis sering mempengaruhi mengeluhkan lemah, letih, dan lesu sementara pada
pasien PGK berupa gangguan pada pusat ataupun pemeriksaan fisik masih banyak ditemukan
perifer dan jarang terdiagnosis maupun terobati. konjungtiva pasien yang anemis. Pemeriksaan
Ensefalopati uremikum merupakan salahsatu laboratorium menunjukkan kadar Hb terbanyak ialah
manifestasi klinis akibat uremia yang paling berat. pada 7-10 g/dl, dimana nilai tersebut masih dikatakan
Terapi dialisis dapat memperbaiki tampilan klinis dan anemia pada pasien PGK. Hasil penelitian ini sejalan
perkembangan komplikasi neurologis pada pasien, dengan penelitian lain yang mendapatkan kadar Hb
tetapi mungkin juga secara langsung dapat rata-rata pada pasien PGK yang menjalani
25 27
menginduksi kelainan terkait dialisis. Berdasarkan hemodialisis adalah 8,7 g/dl. Hasil ini menunjukkan
pengamatan yang dilakukan terhadap komplikasi bahwa pasien yang diindikasikan transfusi darah
neurologis yang terjadi pada pasien yang menjalani (kadar Hb <7 g/dl pada pasien PGK) jumlahnya
HD, didapatkan 7 pasien (6,7%) mengalami sedikit. Pada pasien yang menjalani hemodialisis,
ensefalopati uremikum dan 97 pasien (93,3%) tidak target hemoglobin yang normal (7-8 g/dl) menurunkan
28
mengalaminya. kebutuhan transfusi darah.
Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa 12
penderita PGK yang menjalani HD (11,5%) SIMPULAN
mengeluhkan insomnia, sedangkan 92 pasien lainnya Ada lebih dari separuh penderita PGK yang
(88,5%) tidak mengeluhkan hal tersebut. Hasil menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil berusia
penelitian ini berbeda dengan penelitian lain pada 40 – 60 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Sebagian
pasien yang menjalani hemodialisis lebih dari 6 bulan besar penderita menjalani hemodialisis selama <3
mendapatkan 46% pasien mengalami insomnia, bulan.
dimana mekanismenya adalah peningkatan Gambaran klinis penderita PGK yang menjalani
osteodistrofi ginjal pada hemodialisis jangka lama hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang
yang menyebabkan nyeri pada anggota gerak, terbanyak adalah keluhan lemah, letih, dan lesu,
sehingga mengganggu tidur pasien pada malam pemeriksaan fisik yang banyak ditemukan dengan
26
hari. Perbedaan tersebut tersebut mungkin karena edema perifer, konjungtiva yang anemis, keadaan gizi
pada penelitian ini semua sampel menjalani sedang, dan hipertensi derajat 1, serta anemia pada
hemodialisis kurang dari 12 bulan. pemeriksaan laboratorium.
Gambaran kejadian anemia pada penderita
PGK, ditunjukkan dengan keluhan berupa lemah, letih,
DAFTAR PUSTAKA
lesu, temuan pemeriksaan fisik berupa konjungtiva
1. KDIGO. Clinical practice guideline for the
anemis, dan temuan laboratorium berupa penurunan
evaluation and management of chronic kidney
hemoglobin. Pada penelitian ini, didapatkan sebanyak
disease. 2012 (diunduh Februari 2016). Tersedia
32 pasien (30,8%) mengeluhkan lemah, letih, dan
dari: http://www.kdigo.org/clinical_practice _guide
lesu, sedangkan sisanya sebanyak 72 orang (69,2%)
lines/ pdf/CKD/KDIGO_2012_CKD_GL.pdf
tidak mengeluhkannya. Sebanyak 65 pasien (62,5%)
2. Henry Ford Health System. Chronic kidney
ditemukan konjungtiva yang anemis pada
disease: Clinical practice recommendations for
pemeriksaan fisiknya, sedangkan sisanya tidak. Data
primary care physcians and healthcare providers.
hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan
Edition 6.0. 2011 (diunduh Februari 2016).
sebanyak 7 pasien (6,7%) memiliki kadar hemoglobin
Tersedia dari: https://www.asn-online.org/educati
(Hb) kurang dari 7 g/dl, sebanyak 71 pasien (68,3%)
on/t raining/fellows/HFH S_CKD_V6.pdf

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 49

3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 14. Salawati L. Analisis lama hemodialisis dengan
Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan status gizi penderita penyakit ginjal kronik. Jurnal
dasar. Bakti Husada; 2013. Kedokteran Syiah Kuala. 2016;16(2):64-8.
4. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 15. Daugirdas JT, Greene T, Rocco MV, Kaysen GA,
Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan Depner TA, Levin NW, et al. Effect of frequent
dasar dalam angka Provinsi Sumatera Barat. hemodialysis on residual kidney function. Kidney
Bakti Husada; 2013. International. 2013;83:949-58.
5. SIGN. Diagnosis and management of chronic 16. Hsu TW, Chen YC, Wu MJ, Li AF, Yang WC, Ng
kidney disease: A national clinical guideline. 2008 YY. Reinfusion of ascites during hemodialysis as
(diunduh Februari 2016). Tersedia dari: a treatment of massive refractory ascites and
http://www.sign.ac.uk/pdf/sign103.pdf acute renal failure. International Journal Of
th
6. PERNEFRI. 4 report of indonesian renal registry. Nephrology And Renovasclar Disease. 2011;4:
2011 (diunduh Februari 2016). Tersedia dari: 29-33.
http://www.indonesianrenalregistry.org/data/4th% 17. Bakirci T, Sasak G, Ozturk S, Akcay S, Sezer S,
20Annual%20Report%20Of%20IRR%202011.pdf Maberal M. Pleural effusion in long term
7. Suwitra K. Penyakit ginjal kronik. Dalam: Setiati S, hemodialysis patients. Transplantation
Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Proceeding. 2007;39:889-91.
Syam AF (eds). Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid 18. Weisbord SD, Fried LF, Mor MK, Resnick AL,
1. Edisi ke-6. Jakarta: Interna Publishing; 2014. Unruh ML, Palevsky PM. Renal provider
8. Murtagh FE, Addinationhall JM, Edmons PM, recognition of symptoms in patients on
Donohoe P, Carey I, Jenkins K, Higginson IJ. maintenance hemodialysis. Clinical Journal Of
Symptoms in advanced renal disease: A cross- The American Society Of Nephrology. 2007; 2:
sectional survey of symptom prevalence in stage 960-7.
5 chronic kidney disease managed without 19. Supadmi W. Evaluasi penggunaan obat
dialysis. Journal Of Palliative Medicine. 2007; 10: antihipertensi pada pasien gagal ginjal kronik
1266-76. yang menjalani hemodialisis. Jurnal Ilmiah
9. Sukandar E. Nefrologi klinik. Edisi ke-3. Bandung: Kefarmasian. 2011;1(1):67-80.
Pusat Informasi Ilmiah bagian Ilmu Penyakit 20. Ashurst IB, Olene E, Kaushik T, Mccaferty K,
Dalam Fakultas Kedokteran UNPAD/RS. Dr. Yaqoob MM. Acidosis: Progression of chronic
Hasan Sadikin; 2006. kidney disease and quality of life. Journal Of The
10. Bargman JM, Skorecki K. Chronic kidney disease. International Pediatric Nephrology Association.
Dalam: Jameson JL, Loscalzo J, editor 2014;30:873-9.
(penyunting). Harrison’s nephrology and acid- 21. Pardede. Gangguan gastrointestinal pada
base disorders. Edisi ke-1. New York: The penyakit ginjal kronis. CDK - 195. 2012;39(7):
MacGraw-Hill Companies; 2010. 501-7.
11. Liu KD, Chertow GM. Dialysis in the treatment of
22. Santoso BR, Manatean Y, Asbullah. Hubungan
renal failure. Dalam: Jameson JL, Loscalzo J,
lama hemodialisis dengan penurunan nafsu
editor (penyunting). Harrison’s nephrology and
makan pada psieen gagal ginjal kronik di unit
acid-base disorders. Edisi ke-1. New York: The
hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin. Dinamika
MacGraw-Hill Companies; 2010.
Kesehatan. 2016;7:139-51.
12. Weinstein JR, Anderson S. The aging kidney: 23. Zuyana L, Meryana A. Perbedaan asupan
Physiological changes. Nih Public Access. 2010;
makanan dan status gizi antara pasien
17(4):302-7.
hemodialisis adekuat dan inadekuat penyakit
13. Scales CD, Smith AC, Hanley JM, Saigal CS. ginjal kronik. Media Gizi Indonesia. 2013;9:13-9.
Prevalence of kidney stones in United States.
24. Pisoni RL, Wikstrom B, Elder SJ, Akizawa T,
European Urology. 2012;62(1):160-5.
Asano Y, Keen ML, et al. Pruritus in

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 50

haemodialysis patients: International results from syndrome. Saudi J Kidney Dis Transpl. 2012;
the dialysis outcomes and practice patterns study 23(1):15-20.
(dopps). Oxford Journals. 2006;21:3495-505. 27. Suyatno FE, Rotty LWA, Moeis ES. Gambaran
25. Rizzo MA, Frediani F, Granata A, Ravasi B, Cusi anemia defisiensi pada penyakit ginjal kronik
D, Gallieni M. Neurological complications of stadium v yang menjalani hemodialisis di Instalasi
hemodialysis: State of the art. Journal Of tindakan hemodialisis rsup prof dr r d kandou
Nephrology. 2012;25(02):170-82. manado. Jurnal Eclinic. 2016;4(1):146-51.
26. Malaki M, Mortazavi FS, Moazemi S, Shoaran M. 28. Folley RN, Curtis BM, Parfrey PS. Erythropoietin
Insomnia and limb pain in hemodialysis patiens: therapy, hemoglobin targets, and quality of life in
What is the share of share of restless leg healthy hemodialysis patients: A randomized trial.
Clin J Am Soc Nephrol. 2009;4:726-33.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(1)