Anda di halaman 1dari 2

Seiring dengan banyaknya masyarakat yang masih kurang memahami aturan

penggunaan obat-obat khususnya pada saat sakit, Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat
bersama Puskesmas Karang Mulya melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas
Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Sosialisasi tersebut melibatkan lintas program
diantaranya organisasi kemasyarakatan seperti Pemerintah Desa, Kader- kader
kesehatan, dan Sekolah-sekolah dari beberapa desa di kec. Pangkalan banteng, yang
nantinya akan diteruskan ke masyarakat.

Tujuan dari sosialisasi GEMA CERMAT ini adalah untuk Meningkatkan kesadaran
masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan Meningkatnya pengetahuan
masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional. Berikut merupakan beberapa
materi yang disampaikan oleh ibu Nuniek Aulia dari Dinas Kesehatan pada acara
sosialisasi GEMA CERMAT tersebut :

Hasil Riskesdas menunjukkan bahwa 82% rumah tangga di Indonesia menyimpan obat
dalam berbagai golongan diantaranya :

 Obat bebas (obatobatan yang dijualbelikan di toko-toko/Apotik)


 Obat bebas terbatas (obatobatan yang dijual sesuai dengan resep dokter)
 Obat keras (obatobatan yang mempunyai dosis/kadar yang tinggi)
 Obat jamu
 Obat herbal berstandar
 Obat fitofarmaka
 Dan obat jenis narkotika

Masalah penggunaan obat yang terjadi pada masyarakat saat ini diantaranya :

 Penggunaan obat OTC secara berlebihan, penyalahgunaan obat tanpa


pengetahuan, dan informasi yang kurang memadai dapat memicu timbulnya
masalah pada kesehatan.
 Penggunaan obat resep tanpa pengetahuan dan informasi yang memadai dapat
menyebabkan tujuan pengobatan tidak tercapai.
 Kurangnya pemahaman masyarakat dan informasi yang memadai misal pada
penggunaan antibiotik.

Adapun beberapa masalah penggunaan obat yang tidak rasional tersebut sebagian besar
didasari oleh :

1. Pemberian resep yang tidak sesuai.


2. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
3. Polifarmasi.
4. Penggunaan injeksi yang berlebihan.
5. Ketidakpatuhan pasien.
6. Swamedikasi yang tidak tepat.
7. dan pembelian obat yang tidak sesuai aturan.

Menurut Dr. Hari Paraton, Sp.OG “ di tubuh kita banyak miliaran kuman/bakteri yang
tidak boleh diganggu kalau tidak menginfeksi tubuh. Nah, kalau kita minum antibiotik
tapi tidak karena infeksi, ya kuman/bakteri nya berubah menjadi jahat”. Sehingga dapat
diartikan, apabila kita tidak terkena infeksi pada tubuh kita, kemudian kita meminum
obat antibiotik atau yang mengandung antibiotik maka bakteri yang ada ditubuh kita
akan bereaksi untuk menyerang tubuh kita.

Selain itu di beberapa kasus, banyak sekali masyarakat yang menggunakan obat-obatan
dengan dosis yang kurang tepat atau tidak sesuai dosis karena tidak berkonsultasi
langsung dengan dokter. Sehingga menyebabkan tubuh kita menjadi kebal terhadap
obat, dan membuat penyakit tersebut semakin sulit untuk diobati bahkan menimbulkan
penyakit baru.

Sehingga dianjurkan agar kita cerdas untuk mengenali gejala penyakit kita dan
menangkalnya dengan obat yang tepat. Sangat disarankan untuk periksa ke Dokter,
Puskesmas, atau Rumah Sakit terdekat agar kita tidak salah langkah dalam mengobati
penyakit kita.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat menyadari agar lebih
berhati-hati dalam memilih dan menggunakan obat-obatan. Apabila membeli obat, baca
aturan pakai. Dan lebih baiknya, periksakan ke Dokter, Puskesmas, atau Rumah Sakit
terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.