Anda di halaman 1dari 4

Assalamu’alaikum

Semenjak meletusnya Arab Spring di Syria, konflik tidak berhenti-henti. Pasukan Assad
melakukan kekejaman terhadap rakyatnya sendiri hingga ratusan ribu rakyat Syria
termasuk anak-anak dan wanita tewas. Pengungsi berjutaan yang lari dari kekejaman
Assad tersebar dari negeri Arab hingga Eropa.

Peperangan masih berlangsung. Rakyat yang sudah ditinas sejak zaman Ayahnya Assad
menginginkan perubahan. Mereka menggunakan cara damai hingga mengambil jalan
untuk mengangkat senjata.

Tidak ada yang bisa memprediksi kapan akhirnya pembataian ini. Negara-negara Barat
menutup mata terhadap kejadian yang memilukan ini. Tentu saja kaum muslim tidak
berdiam diri. Mereka mengadakan perlawanan yang didukung oleh negeri-negeri
muslim seperti Turki, Arab Saudi, dan lain-lain.

Mereka adalah pejuang-pejuang yang tidak kenal henti untuk melawan Kezholiman ini.
Mereka tidak takut untuk bertempur menghadapi konspirasi asing .

Akhir kata saya berharap tulisan ini dapat membuat para pembaca mengerti setidaknya
keadaan Syria walaupun jika menginginkan detailnya mereka harus menggali informasi
yang lebih dalam lagi.

Akhir kalam, semoga Cerpen ini bermnafaat bagi kita semua terutama bagi penulis
sendiri .
PrPria Pengendali Hujan
ia Pengendali Hujan

AKu berjalan dengan cemas. Mendung di atas awam yang gelap gulita. Awan yang
tadinya putih kini menjadi hitam. Ada pergerakan awan yang menghitam menuju
wilayah kami menutupi.
Aku tahu akan hujan namun ujan belum turun. aku kahwatir ini adalah bencana seperti
yang diberitahukan Rasululah karena akan datang aab kalau ada awan mendung.
Aku berdoa’tidak. lebih baik hujan aku kira daripada tidak hujan. PAsti ada awan hitam
yang membawa penyakit kalau tidak hujan.
Indekos tempatku masih berjarak 100 m lagi. Jalan aspal yang tajam tersebut menjadi
setia perjuanganku menuju kampus yang kami cintai. saya rasa saya tidak akan sempat
dan aku mencoba untuk berlari namun percuma saja karena aku kira itu tidak akan
membuat saya tertolong. Saya akan terkena hujan.
saya jalan santai dan saya merasa biar saja hujan khan nanti bisa mandi di kos ternyata
tidak saya tidak terkena hujan. Nah saya kira saya bisa mengendalikan hujan.

Suatu hari aku sedang pergi . Aku rasakan aku bisa menahan hujan gak bawa payung.
hari gelap orang sudah memeringatkanku tetapi aku keukeh kaena aku pikir aku bisa
mengendalikan hujan.
alau aku bisa mengendalikan hujan maka aku jadi apa? Memangnya aku mau menjadi
Penguasa alam? Itu hal yang aku hindari dan tidak ada dalam sedikitpun pikiran untuk
menjadi sang Khalik.
Hujan turun saat saya di tengah jalan. Allahumma Shoyiban Thoyyiban. Ya Allah aku
sudah sombong. Hujan ini mudah-mudahan menghapus kesombongan. Aku tersenyum
dan menyadari bahwa Allahlah yang hanya bisa mengatur dunia ini.
Ustadzah Cilik.

Rani tidak pernah merasa sombong walau hafalan surat Al Qu’ran paling banyak
diantara teman yang lainnya. Sering membantu dan berbagi tips cara cepat menghafal
Al Qu’ran.

“Awal saya belajar menghafal, satu hari satu ayat bahkan sering lupa,” jelasnya kepada
teman-teman ketika sedan duduk-duduk di depan masjid selepas belajar agama pada
sore hari.ShareSemua teman-teman memanggilnya Ustadzah cilik, karena Ustadz Abdul
Somad yang mengajar ngaji di masjid itu menyampaikan bahwa, diantara anak-anak
yang belajar mengaji, Rani adalah yang paling cepat mengerti dan memahaminya.

Setiap hari libur sekalipun, Rani tidak pernah lupa untuk mengerjakan sholat sunnah,
seperti sholat dhuha yang dilaksanakan sebelum jam 9.00 WIB pagi. Dia juga jarang
sekali absen melaksanakan puasa Senin Kamis.

“Selain bisa mengirit uang jajan, aku juga bisa menyisihkan uang untuk keperluan yang
lain,” ucapnya ketika dia ditanya kenapa selalu melaksanakan puas sunnah. Sebetulnya
temannya juga tahu tidak hanya itu manfaat dari puasa sunnah, cuma memang gaya
bicara Rani yang seakan tidak ingin menyombongkan diri.

Banyak anak-anak yang menyukai tingkah dan lakunya, tidak sedikit juga yang
mencohnya, mulai dari gaya berkerudung, sampai gaya jalannya yang khas.

Rani juga salah satu anak yang tidak pernah absen dari rangking 1, mulai dari kelas 1
sampai kelas 6 SD. Banyak diantara mereka yang kebingungan, kenapa Rani bisa?

Dia bermain bersama, belajar bersama, tetapi tidak pernah menunjukkan diri bahwa dia
adalah orang yang paling pintar.

“Dengarkan apa yang guru sampaikan, tulis yang penting, dan rangkum setiap hari
pelajaran dengan bahasa kamu sendiri,” itu yang selalu jawab ketika ditanya tips
tentang rahasia suksesnya meraih ranking 1 di kelas.

Aktif pada setiap acara sekolah, juga gemar mengajar anak-anak yang kurang mampu
di sekitar rumahnya. Jika dilihat dari aktivitasnya, kapan Rani belajar?

“Saya belajar setiap hari sebelum tidur 30 menit dan 1 jam sebelum sholat subuh,” itu
jawabnya ketika teman-temannya bertanya.

Bisa dikatakan juga berkat Rani mesjid sekolah jadi ramai, bukan ramai bermain, tetapi
ramai orang beribadah.