Anda di halaman 1dari 23

1

SISTEM INTEGUMEN
Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi Fisiologi

Dosen Pengampu: dr.Toni Wandra, M.Kes, P.hd

Disusun Oleh
Septia Wulandari 11171010000080
Ahmad Zebi Altigrisi 11171010000087
Sherly Aini Yusmar 11171010000092
Adinda Wanodya Sulthanah 11171010000093
Dio Gunawan 11171010000104

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
2

Kata Pengantar

Puji syukur pemakalah panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan


rahmat, karunia, serta hidayah-Nya pemakalah dapat menyelesaikan makalah
anatomi fisiologi mengenai sistem integumen dengan baik.
Adapun dalam menyusun makalah Anatomi Fisiologi ini telah pemakalah
susun semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu pemakalah tidak
lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu pemakalah dalam pembuatan makalah ini.
Pemakalah sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan mahasiswa mengenai pentingnya Sistem
Integumen pada tubuh manusia. Pemakalah menyadari bahwa di dalam makalah
ini terdapat banyak kekurangan. Untuk itu, Pemakalah berharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun
Demikian makalah yang telah disusun ini semoga dapat dipahami dan
berguna bagi pemakalah sendiri maupun orang yang membacanya.

Ciputat, 30 September 2017

Pemakalah
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

A. Latar Belakang...............................................................................................1

B. Rumusan Masalah .........................................................................................2

C. Tujuan............................................................................................................2

D. Manfaat..........................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................4

A. Definisi dan Fungsi Sistem Integumen .........................................................4

B. Kulit...............................................................................................................5

C. Rambut.........................................................................................................11

D. Kuku............................................................................................................15

E. Kelenjar Kulit..............................................................................................17

BAB III PENUTUP..............................................................................................19

A.Simpulan.......................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................20
4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem


yang disebut sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem
organ yang paling luas. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya,
termasuk kuku, rambut, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor
saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).

Sistem integumen terdiri dari organ terbesar dalam tubuh, kulit. Ini
sistem organ yang luar biasa melindungi struktur internal tubuh dari
kerusakan, mencegah dehidrasi, dan menghasilkan vitamin dan hormon.
Hal ini juga membantu untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh
dengan membantu dalam pengaturan suhu tubuh dan keseimbangan air.
Sistem integumen adalah garis pertama pertahanan tubuh terhadap bakteri,
virus dan mikroba lainnya. Hal ini juga membantu untuk memberikan
perlindungan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Kulit adalah organ
sensorik dalam hal ini memiliki reseptor untuk mendeteksi panas dan
dingin, sentuhan, tekanan dan nyeri. Komponen kulit termasuk rambut,
kuku, kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, pembuluh
getah bening, saraf dan otot. Mengenai anatomi sistem yg menutupi, kulit
terdiri dari lapisan jaringan epitel (epidermis) yang didukung oleh lapisan
jaringan ikat (dermis) dan lapisan subkutan yang mendasari (hypodermis
atau subcutis).

Selain kulit, ada pula rambut dan kuku yang termasuk kedalam sistem
integumen. Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit
terutama. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal
dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Serta pada kuku
tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian
terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku
berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi
5

ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya
sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk
dari keratin protein yang kaya akan sulfur. Kelenjar sebaseus adalah
kelenjar kantong di dalam kulit. Bentuknya seperti botol dan bermuara di
dalam folikel rambut. Kelenjar ini paling banyak terdapat di kepala dan
wajah,yaitu sekitar hidung, mulut dan telinga serta sama sekali tak terdapat
dalam kulit telapak tangan dan telapak kaki. Kelenjarnya dan salurannya
dilapisi sel epitel. Perubahan di dalam sel ini berakibat sekresi berlemak
yang disebut sebum. Pelengkap kulit seperti rambut, kuku dan kelenjar
sebaseus dianggap sebagai tambahan pada kulit. 1

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem integumen?
2. Apakah Fungsi dari sistem integumen?
3. Bagaimana peran sistem integumen pada Kulit?
4. Bagaimana peran sistem integumen pada Rambut?
5. Bagaimana peran sistem integumen pada Kuku?
6. Bagaimana peran sistem integumen pada Kelenjar Kulit?

C. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan sistem
integumen.
2. Mengetahui dan memahami pentingnya Fungsi sistem integumen pada
tubuh manusia.
3. Mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada Kulit.
4. Mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada Rambut.
5. Mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada Kuku.
6. Mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada Kelenjar
Kulit.

1
Evelyn C. Pearce, Anatomi dan Fisiologi untuk paramedis (Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama, 2004), h.293.
6

D. Manfaat
1. Mampu mengetahui dan memahami definisi sistem integumen dengan
baik dan benar.
2. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya Fungsi sistem
integumen pada tubuh manusia.
3. Mampu mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada
Kulit.
4. Mampu mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada
Rambut.
5. Mampu mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada
Kuku.
6. Mampu mengetahui dan menganalisis peran sistem integumen pada
Kelenjar Kulit.
7

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi dan Fungsi Sistem Integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan,


melindungi dan menginformasikan manusia terhadap lingkungan sekitarnya.
Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem integumen
membentuk lapisan terluar pada tubuh. Sistem ini terdiri atas kulit dan
aksesorisnya termasuk kuku, rambut, kelenjar (keringat dan sebaseous) dan
reseptor saraf khusus (Untuk stimuli perubahan saraf internal atau lingkungan
eksternal). Integumen merupakan kata yang berasal dari bahasa latin
‘’integumentum’’ yang berarti “penutup’’. Sesuai dengan fungsinya, organ –organ
pada sistem integumen berfungsi untuk menutup organ atau jaringan dalam
manusia dari kontak luar. Sistem integumen mampu memperbaiki sendiri (self-
repairing) dan menjadi mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara
lingkungan luar tubuh dengan dalam tubuh).2
Fungsi Integumen
1. Perlindungan
Kulit melindungi tubuh dari mikroorganisme, penarikan atau kehilangan
cairan, dan dari zat iritan kimia maupun mekanik pigma melanin yang
terdapat pada kulit memberikan perlindungan selanjutnya terhadap sinar
ultraviolet matahari.
2. Pengaturan Suhu Tubuh
Pembuluh darah dan kelenjar keringat dalam kulit berfungsi untuk
mempertahankan dan mengatur suhu tubuh.
3. Ekskresi
Zat berlemak, air dan ion-ion, seperti Na+ di ekskresi melalui kelenjar-
kelenjar pada kulit.
4. Metabolisme

2
Mansjoer,Arif.dkk, Kapita Selekta Kedokteran,(Depok: Media Aesculapicus FKUI,
2000), h.153.
8

Dengan bantuan radiasi sinar matahari atau sinar ultraviolet, proses


sintesis vitamin D yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan
tulang, dimulai dari sebuah molekul prekursor (dehidrokolesterol -7) yang
ditemukan di kulit.
5. Komunikasi
a. Semua stimulus dari lingkungan diterima oleh kulit melalui sejumlah
reseptor khusus yang mendeteksi sensasi yang berkaitan dengan suhu,
sentuhan, tekanan, dan nyeri.
b. Kulit merupakan media ekspresi wajah dan reflex vaskular yang
penting dalam komunikasi. 3

B. Kulit

Kulit adalah lapisan tipis atau jaringan yang menutupi seluruh permukaan
tubuh dan melindunginya dari bahaya atau intervensi yang datang dari luar.
Lapisan kulit pada dasarnya sama disemua bagian tubuh, kulit juga merupakan
pelindung tubuh beragam luas dan tebalnya. Luas kulit orang dewasa adalah satu
sampai dua meter persegi. Tebalnya berkisar satu setengah sampai lima
milimeter, tergantung pada letak kulit, jenis kelamin, suhu, dan keadaan gizi.
Kulit paling tipis terdapat di kelopak mata, penis, labium minor dan bagian
medial lengan atas, serta pada bibir yang tidak ditemukan satu lapisan kulit paling
luar, yaitu lapisan cornium (lapisan tanduk).Sedangkan kulit yang paling tebal
terletak pada bagian telapak tangan dan kaki, yang mana dari keduanya memiliki
lapisan cornium lebih tebal dari bagian lainnya. Akan tetapi, selain dari pada
telapak tangan dan kaki. Kulit punggung, bahu dan bokong pun termasuk ke
dalam bagian kulit yang paling tebal dibandingkan dengan permukaan tubuh yang
lainnya.
Selain sebagai pelindung terhadap kerusakan organ-organ bagian dalam,
kekeringan kuman penyakit, dan radiasi. Kulit juga berfungsi sebagai pengindra,
pengatur suhu tubuh, dan ikut mengatur peredaran darah. Pengaturan suhu

3
Ethel Sloane, Anatomi dan Fisiologi untuk pemula (Jakarta: Kedokteran EGC, 1995),
h.84
9

dimungkinkan oleh adanya jaringan kapiler yang luas di dermis (vasodilatasi dan
vasokonstriksi), serta adanya lemak subkutan dan kelenjar keringat. Keringat yang
menguap di kulit akan melepaskan panas tubuh yang di bawa kepermukaan oleh
kapiler. Faal perasa dan peraba dijalankan oleh ujung saraf sensoris Paccini,
Meissner, Krause, Ruffini yang terdapat di dermis. 4

Struktur Kulit

Sumber gambar: Sainsbiologi.com

Kulit dalam bahasa latin dinamakan cutis dan dibagian bawahnya terdapat
lapisan bernama subcutis. Jika kulit di cubit dan di angkat, kulit itu terasa longgar
terhadap lapisan subcutis dibawahnya.Lapisan subcutis ini sering menjadi tempat
untuk suntikan obat tertentu. Kulit itu sendiri pun terbagi menjadi tiga lapisan,
yaitu: kulit ari (epidermis atau kutikula), kulit jangat (dermis atau korium) dan
lapisan subkutan atau hipodermis. Batas antara lapisan epidermis dengan lapisan
dermis tidak rata, melainkan bergelombang.Gunungan-gunungan gelombang itu
di sebut papila-papila.5

4
Wibowo Daniel S, Anatomi Fungsional Elementer dan Penyakit yang Menyertainya,
(Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2003), h.16
5
Ibid, h. 17.
10

Lapisan Epidermis
Epidermis adalah bagian terluar dari kulit.Bagian ini tersusun dari jaringan
epitelium skuamosa bertingkat yang mengalami keratinisasi. Jaringan ini tidak
memiliki pembuluh darah, dan sel-selnya sangat rapat. Bagian epidermis yang
paling tebal dapat ditemukan pada telapak tangan dan telapak kaki. Dan lapisan
epidermis ini tersusun atas lima lapisan sel yang membentuk kulit ari (epidermis),
yaitu:

Sumber gambar: ebiologi.com

a. Lapisan tanduk (stratum korneum), adalah lapisan epidermis yang paling


atas, dan menutupi semua lapisan epiderma lebih ke dalam. Lapisan
tanduk terdiri atas beberapa lapisan sel pipih, tidak memiliki inti, tidak
mengalami proses metabolisme, tidak berwarna dan sangat sedikit
mengandung air. Keseluruhan lapisan epidermis akan diganti dari dasar ke
atas setiap 15 sampai 30 hari.
b. Stratum lusidum, disebut juga lapisan barrier, terletak tepat dibawah
lapisan tanduk dan dianggap sebagai penyambung lapisan tanduk dengan
lapisan berbutir. Lapisan ini adalah lapisan jernih dan tembus cahaya dari
11

sel-sel gepeng tidak bernukleus yang mati atau hampir mati dengan
ketebalan empat sampai tujuh lapisan sel.
c. Stratum granulosum, yaitu terdiri dari tiga atau lima lapisan atau barisan
sel dengan granula-granula keratohialin yang merupakan prekursor
pembentukan keratin. Keratin adalah protein keras dan resilien, anti air
serta melindungi permukaan kulit yang terbuka. Keratin pada lapisan
epidermis merupakan keratin lunak berkadar sulfur rendah, berlawanan
dengan keratin yang berada pada kuku dan rambut. Saat keratohialin dan
keratin berakumulasi, maka nukleus sel berdisintegrasi, menyebabkan
induk sel mati.
d. Stratum Malpigi (spinosum) adalah lapisan sel spina atau tanduk, disebut
demikian karena sel-sel tersebut disatukan oleh tonjolan yang menyerupai
spina. Spina adalah bagian penghubung intraseluler yang disebut
desmosom.
e. Stratum basalis (germinativum) adalah lapisan tunggal sel-sel yang
melekat pada jaringan ikat dari lapisan kulit dibawahnya, dermis.
Pembelahan sel yang cepat berlangsung pada lapisan ini. Dan sel baru
didorong masuk ke lapisan berikutnya.6

Lapisan Dermis
Kulit jangat atau dermis menjadi tempat ujung saraf perasa, tempat
keberadaan kandung rambut, kelenjar keringat dan kelenjar-kelenjar palit atau
kelenjar minyak, pembuluh-pembuluh darah dan getah bening, dan otot penegak
rambut (muskulus arektor pili). Dermis dipisahkan oleh lapisan epidermis dengan
adanya membran dasar, atau lamina. Membran ini tersusun dari dua lapisan
jaringan ikat.
Keberadaan ujung-ujung saraf perasa dalam kulit jangat, memungkinkan
membedakan berbagai rangsangan dari luar. Masing-masing saraf perasa memiliki
fungsi tertentu, seperti saraf dengan fungsi mendeteksi rasa sakit, sentuhan,
tekanan, panas, dan dingin. Kelenjar palit yang menempel dikandung rambut
memproduksi minyak untuk melumasi permukaaan kulit dan batang

6
Sloane,Op.cit., h.85.
12

rambut.Sekresi minyaknya dikeluarkan melalui muara kandung rambut.Kelenjar


keringat menghasilkan cairan keringat yang dikeluarkan ke permukaan kulit
melalui pori-pori. Di dalam lapisan kulit jangat pun terdapat dua macam kelenjar
yaitu kelenjar keringat dan kelenjar palit, serta saraf indra dan kandung rambut.7
a. Kelenjar keringat, berbentuk tabung berbelit-belit dan banyak jumlahnya,
terletak di sebelah dalam kulit jangat, bermuara di atas permukiman kulit
di dalam lekukan halus yang di sebut pori. Ada beberapa kelenjar keringat
yang berubah sifat yang dapat di jumpai di kulit sebelah dalam telinga,
yaitu kelenjar serumen.
b. Kelenjar palit atau kelenjar sebasea, berkaitan dengan folikel rambut,
duktus kelenjar sebasea akan mengosongkan sekret minyaknya ke dalam
ruangan antara folikel rambut dan batang rambut. Untuk setiap sehelai
rambut terdapat sebuah kelenjar sebasea yang sekretnya akan melumasi
rambut dan membuat rambut menjadi lunak serta lentur.
c. Saraf indera, ujung akhir saraf sensoris yaitu puting peraba, terletak di
dalam kulit jangat atau dermis. Ujung-ujung saraf indera perasa dan
peraba yang meliputi: peraba(Meissner), perasa panas (Paccini), perasa
dingin (Krause), perasa nyeridan lain sebagainya .
d. Kandung rambut, di dalamnya terdapat akar rambut dan batang rambut. Di
dekat akar rambut terdapat otot polos yang merupakan otot penegak
rambut dan terdapat pula ujung saraf indera perasa nyeri. Bila tubuh kita
kedinginan, maka otot penegak rambut akan berkontraksi sehingga rambut
akan berduri. Untuk menjaga agar rambut tidak kering, di sekitar rambut
terdapat kelenjar minyak. Akar rambut mendapakan makanan dari
pembuluh-pembuluh darah, sehingga memungkinkan rambut dapat
tumbuh terus.

Lapisan subkutan atau hipodermis (fasia superfisial).


Mengikat kulit secara longgar dengan organ-organ yang terdapat di
dalamnya.Lapisan ini mengandung jumlah sel lemak yang beragam.Bergantung

7
Eroschenko, Sistem Integumen, (Jakarta: Kedokteran EGC,2008). h.76
13

pada area tubuh dan nutrisi individu, serta berisi banyak pembuluh darah dan
ujung saraf.8
1.3 Fungsi Kulit
Berdasarkan pemaparan dari definisi, struktural hingga komponen yang
ada pada kulit, dapat disimpulkan bahwa kulit memiliki berbagai fungsi yang
vital. Beberapa fungsinya adalah sebagai berikut;
1. Kulit sebagai organ pengatur panas (termoregulasi), suhu tubuh seseorang
adalah tetap, meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan. Hal itu
dipertahankan karena penyesuaian antara panas yang hilang dan panas
yang dihasilkan, yang di atur oleh pusat pengatur panas atau ujung saraf
sensoris berupa Ruffini.
2. Indera peraba, rasa sentuhan yang disebabkan oleh rangsangan pada ujung
saraf di dalam kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang dirangsang.
Misalnya, perasaan dingin yang disebabkan oleh rangsangan pada ujung
saraf Krause, perasaan panas disebabkan oleh ujung saraf Paccini, dan lain
sabagainya.
3. Alat pengeluaran (ekskresi),kulit mengeluarkan zat-zat sampah yang
terdapat dalam keringat. Keringat adalah pengeluaran aktif dari kelenjar
keringat di bawah pengendalian saraf simpatis.
4. Tempat penyimpanan, kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar
lemak. Kulit berfungsi sebagai alat penampung air dan lemak yang dapat
melepaskannya bilamana diperlukan. Kulit dan jaringan di bawahnya
bekerja sebagai tempat penyimpanan air, jaringan adipose di bawah kulit
merupakan tempat penyimpanan lemak yang utama pada tubuh.
5. Pembentukan vitamin, tempat pembentukan vitamin D dengan bantuan
sinar matahari.
6. Pelindung jaringan, epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk
menutupi jaringa-jaringan tubuh di dalam dan melindungi tubuh dari
pengaruh-pengaruh luar seperti luka dan serangan kuman.

Itulah beberapa fungsi dari kulit yang vital bagi organ-organ tubuh bagian
dalam.Dan sebenarnya fungsi-fungsi di atas hanyalah sebagian dari fungsi kulit,
8
Ibid, h.77.
14

masih banyak fungsi kulit yang lainnya. Jadi, bisa di bayangkan bahwa ketika
seseorang tidak memiliki kulit, maka hampir seluruh organ bagian dalam akan
terkena gangguan serangan jahat dari luar. Ataupun kulit itu memiliki gangguan,
makan akan berpengaruh terhadap organ yang lainnya. 9

C. Rambut

Rambut, berupa benang keratin elastis yang berkembang dari epidermis


tersebar di seluruh tubuh kecuali telapak kaki dan telapak tangan, permukaan
dorsal falang distal, sekitar lubang dubur, dan urogenital. Setiap rambut
mempunyai batang yang bebas dan akar yang tertanam dalam kulit, akar rambut
dibungkus oleh folikel rambut yang berbentuk tabung terdiri atas bagian yang
berasal dari epidermis (epitel) dan bagian yang berasal dari dermis (jaringan ikat).
Rambut atau pili ada pada hampir setiap bagian tubuh. Tetapi sebagian besar
berupa rambut vellus yang kecil dan tidak berwarna atau tersamar. Rambut
terminal biasanya kasar dan dapat terlihat. Rambut ini biasanya tertanam di kulit
kepala, alis dan bulu mata,ketika masa pubertas rambut ini akan menggantikan
posisi rambut vellus yang ada diketiak dan pubis (dan di wajah laki-laki) sebagai
bagian dari karakteristik seksual sekunder.10

1. Rambut berasal dari folikel rambut yang terbentuk sebelum lahir melalui
pertumbuhan dan epidermis ke dalam dermis.
a. Folikel rambut tubular membengkak pada bagian dasarnya, kemudian
membentuk bulbus rambut. Bulbus rambut ini kemudian diinvaginasi
suatu massa yang tersusun dari jaringan ikat renggang, pembuluh
darah, dan saraf yang disebut papila dermal yang memberikan nutrisi
untuk pertumbuhan rambut.
b. Sel-sel bulbus rambut yang terletak tepat di atas papila disebut matriks
germinal rambut dan analog dengan sel-sel stratum basalis pada
epidermis. Setelah mendapat nutrisi dari pembuluh darah pada papila,

9
Evelyn C. Pearce,Op.cit., h.294.
10
Ethel Sloane, Op.cit., h.87.
15

sel-sel matriks germinal kemudian membelah dan terdorong ke arah


permukaan kulit untuk menjadi rambut yang terkeratinisasi penuh.

Sumber gambar: Sainsbiologi.com

Struktur rambut
a. Medula: merupakan bagian tengah rambut yang longgar terdiri atas 2-3
lapis sel kubis mengerut sama lain dipisahkan oleh ruang berisi udara dan
bulu halus pendek jenis bulu roma. Sebagai rambut kepala dan rambut
pirang tidak mempunyai medula, sel-selnya sering mengandung pigmen,
keratin sel-sel medula termasuk keratin lunak.
b. Korteks: merupakan bagian utama rambut yang terdiri atas beberapa
lapis sel gepeng dan panjang berbentuk gelondong membentuk keratin
keras. Fibril keratin tersusun sejajar, sedangkan granula pigmen terdapat di
dalam dan diantara sel-selnya. Rambut hitam mengandung pigmen
teroksidasi udara yang terkumpul di dalam ruang antara sel korteks dan
mengubah warna rambut.
c. Kutikula: terdapat pada permukaan selapis sel tipis dan jernih. Kutikula
tidak berinti kecuali yang terdapat pada akar rambut, sel-selnya tersusun
16

seperti genteng atap dengan ujung menghadap ke atas. Penampang


melintang rambut beragam sesuai dengan ras, rambut lurus bangsa
mongol, eskimo, dan indian amerika tampak bundar pada potongan
melintang, rambut berombak pada beberapa bangsa kaukasia, afrika dan
irian penampangnya lonjong.
d. Folikel rambut
Merupakan selubung yang terdiri atas sarung jaringan ikat bagian luar
(sarung akar dermis) yang berasal dari dermis dan sarung akar epitel
bagian dalam berasal dari epidermis. Folikel yang mengembung
membentuk bulbus rambut dan berhubungan dengan papilla tempat
persatuan akar rambut dan selubungnya.

2. Rambut terdiri dari akar. Bagian yang tertanam dalam folikel dan batang.
Bagian diatas permukaan kulit. Akar dan batang rambut tersusun dari tiga
lapisan epitelium.
a. Kutikel. Adalah lapisan terluar yang tersusun dari sel-sel mati yang
bersisik
b. Korteks adalah lapisan tengah yang terkeratinisasi, membentuk bagian
utama batang rambut. Bagian ini mengandung jumlah pigmen beragam
yang menentukan warna rambut.
c. Sebuah medula atau aksis sentral, tersusun dari dua sampai tiga lapisan
sel. Pertumbuhan medula buruk bahkan sering kali tidak terjadi,
terutama pada rambut pirang.

Sarung akar asal dermis:


a. lapisan paling luar: berkas serat kolagen kasar yang memanjang
sesuai dengan lapisan retikulum dermis.
b. lapisan tengah: lebih tebal sesuai dengan lapisan papila dermis. Lapisan
ini padat sel dan mengandung serat jaringan ikat halus yang tersusun
melingkar.
c. lapisan dalam: berupa sabuk homogen sempit yang
disebut glassy membran basal di bawah epidermis.
17

Sarung akar asal epidermis (epitel) mempunyai lapisan luar yang


menyambung dengan lapis-lapis dalam epidermis yang sesuai dengan
lapis-lapis permukaan yang sudah berkembang. Sarung akar rambut luar
mempunyai selapis sel poligonal yang menyerupai sel-sel stratum
spinosum epidermis. Sarung akar rambut dalam, sarung berzat tanduk
membungkus. Akar rambut yang sedang tumbuh dan menghasilkan keratin
lunak yang juga ditemukan pada epidermis. Sarung ini tidak tampak lagi
diatas muara kelenjar sebasea dalam folikel.

3. Otot areaktor pili adalah pita tipis otot polos yang berhubungan dengan
folikel rambut. Konstraksi otot ini menyebabkan ujung-ujung rambut
berdiri (“merinding”) dan mengakibatkan keluarnya sekresi kelenjar
sebasea. Setiap folikel rambut mengandung satu atau beberapa kelenjar
sebasea.

4. Pertumbuhan rambut bersifat siklik (siklus)


a. Ada periode pertumbuhan pasti yang diikuti dengan fase istirahat, jika
rambut telah mencapai batas pertumbuhan maksimal.
(1) Selama masa istirahat, bagian dasar rambut berubah menjadi suatu
masa terkeratinisasi menyerupai pentungan yang tetap melekat
pada folikel
(2) Setelah masa istirahat, bulbus rambut yang baru terbentuk dari
bagian bawah massa yang lama. Rambut yang baru mendorong
keluar rambut yang lama. Sehingga rambut yang lama menjadi
rontok.
(3) Disuatu saat tertentu, 90% rambut kepala sedang tumbuh dengan
aktif ,sedangkan 10% sedang beristirahat.
b. Rambut dikulit kepala tumbuh dalam massa 2 sampai 6 tahun,dan
kemudian memasuki fase istirahat selama 3 bulan sebelum rontok.
c. Rambut di tubuh tumbuh sepanjang kurang lebih 0,05 inci/minggu.
Sedangkan rambut pada kulit kepala membutuhkan waktu sekitar 7
minggu untuk dapat tumbuh sepanjang satu inci.
18

d. Kebotakan adalah suatu deteriosasi folikel yang progresif.


Prevalensinya lebih besar pada laki-laki karena memiliki karakteristik
pengaruh genetik kelamin yang hanya akan muncul jika hormon laki-
laki ada dalam tubuh.11
5. Fungsi rambut:
a. Sebagai pelindung, pada muara lubang telinga/hidung terhadap benda-
benda yang masuk serta melindungi kulit terhadap sinar ultraviolet dan
panas.
b. Mengatur suhu: pengaturan panas dengan cara bulu badan menyimpan
panas.
c. Pembuangan keringat dan air: karena permukaan yang lebih luas, rambut
akan membantu penguapan keringat.
d. Pengaturan emosi: apabila mengalami ketakutan bulu tengkuk berdiri.
e. Sebagai alat perasa: rambut membesar rangsangan sentuhan terhadap
kulit.12

D. Kuku

Kuku merupakan pelindung permukaan dorsal yang berbentuk lempeng


pada jari tangan dan ada jari kaki. Struktur pada kuku berkaitan dengan epidermis
dan dermis Di dalam lempeng kuku terdapat sisik epidermis yang menyatu
dengan erat . Bila kita melihat kuku pada jari tangan ataupun kaki kita, pasti kita
akan melihat bahwa kuku kita berwarna kemerahan. Hal tersebut dikarenakan
badan kuku berwarna bening serta terdapat pembuluh darah kapiler pada dasar sel
kuku, Ketika kuku kita bertambah panjang yang menyebabkan berlangsungnya
proses tersebut ialah pertumbuhan se sel baru pada akar kuku. Selama matriks
pada kuku tidak rusak, kuku dapat tetap akan tumbuh13

11
Ethel Sloane, Op,cit., h.88.
12
Menul Ayu Umborowati, Rahmadewi, Rambut Rontok Akibat Lingkungan dan
kosmetik, Jurnal SKP, vol.24,2012,h.37
13
Kirnanoro, Maryana N, Anatomi Fisiologi, (Yogyakarta: Pustaka Baru
Press,2007),h.67.
19

Gambar 1: Bagian bagian pada kuku


Sumber: Medicastore.com

Bagian bagian
Batang kuku merupakan bagian yang keras dan terlihat transparan sehingga
terlihat kemerahan dikarenakan pembuluh darah pada batang kukuk terlihat.
Protein keratin yang berperan sebagai penyusun batang kuku.

1. Lunula
Lunula merupakan bagian yang berwarna putih dan bentuk melengkung.
Bagian bawah pada lunula terdapat matriks yang memproduksi sel kuku
secara kontinyu
2. Akar Kuku
Bagian ini merupakan bagian yang mengeratkan kuku agar selalu menempel
pada permukaan kulit
3. Sinus
Lokasi yang sama dengan akar kuku. Bagian sinus pada kuku hanyalah
menandakan tempat pertemuan antara kuku dan kulit.
4. Matriks
merupakan bagian yang berfungsi untuk memproduksi sel kuku
5. bantalan kuku
bantalan kuku meruakan bagian dari kuku namun bantalan ini juga bagian
dari kulit yang tepat berada di bawah batang kuku.
20

6. Hyponychium
bagian ini terdapat lapisan yang merekatkan kuku agar selalu menempel pada
bantalan. Oleh karena itu bagian ini disebut juga perbatasan antara kuku dan
bantaln kuku
7. Bagian bebas
Bagian ini merupakan bagian yang ada apabila panjang kuku melebihi jari.
Jadi bagian bebas ini hanya pada kuku yang panjangnya melebihi jari.14

E. Kelenjar Kulit

Kelenjar keringat (sudoriferus).

Terbagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Kelenjar keringat ekrin adalah kelenjar tubular simpel yang berpilin serta tidak
berhubungan dengan folikel rambut. Kelenjar ini tersebar meluas ke seluruh
tubuh, terutama pada telapak tangan, telapak kaki, dan dahi.

2. Kelenjar keringat apokrin adalah kelenjar keringat terspesialisasi yang besar


dan bercabang dengan penyebaran yang terbatas. Kelenjar ini mudah ditemukan
di lipatan ketiak. Kelenjar ini mulai berfungsi pada saat pubertas untuk merespon
stress atau kegembiraan dan mengeluarkan sekresi tidak berbau. Atau kemudian
akan berbau jika bereaksi dengan bakteri. Lalu terdapat kelenjar seruminosa pada
saluran telinga yang menghasilkan getah telinga, dan kelenjar siliaris moll pada
kelopak mata termasuk ke dalam kelenjar apokrin. Kelenjar mammae adalah
kelenjar apokrin yang termodifikasi yang mengalami spesialisasi untuk
memproduksi susu.

Kelenjar sebasea.

Kelenjar sebasea mengeluarkan sebum (minyak yang dikeluarkan) yang


biasanya dialirkan ke folikel rambut. Kelenjar sebasea, rambut, dan kelenjar
apokrin membentuk unit pilosebasea, tetapi hanya terbentuk pada rambut di area
genitalia, bibir, putting susu, area payudara. Kelenjar sebasea adalah kelenjar

14
Tortora GJ, Derrickson B, Principle of anatomy and physiology, (USA: John Wiley &
Sons; 2009) h,98.
21

holokrin (sel-sels kretori menghilang selama sekresi sebum). Sebum berisi


campuran lemak, zatlilin, minyak, dan pecahan-pecahan sel. 15

(http://www.mayoclinic.org)

15
Ethel Sloane,Op.cit.,h.87.
22

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Didalam tubuh manusia terdapat banyak sekali sistem yang
beragam dan masing-masing mempunyai fungsi, struktur serta tata letak
yang berbeda. Termasuk, sistem integumen. Sistem integumen adalah
sistem yang paling luas. Sistem integumen menutupi seluruh bagian luar
tubuh pada manusia. Sistem ini terdiri dari kulit dan aksesorisnya seperti
kuku, rambut dan kelenjar (keringat dan sebaseous), serta reseptor saraf
khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).
Sistem integumen sangat berperan untuk melindungi bagian-bagian dalam
pada tubuh manusia. Selain itu juga masih banyak fungsi dari sistem
integumen sendiri seperti pengaturan suhu tubuh, metabolisme,eksresi, dan
menjaga patogen-patogen masuk ke dalam tubuh. Sistem integumen
merupakan ketahanan pertama atau awal dari pengaruh buruk keadaan di
luar tubuh. Sistem integumen merupakan garda terdepan dalam
melindungi bagian dalam tubuh.
23

DAFTAR PUSTAKA

Eroschenko. Sistem Integumen. Jakarta: Kedokteran EGC.2008.

Ethel Sloane. Anatomi dan Fisiologi untuk pemula. Jakarta: Kedokteran


EGC. 1995.

Evelyn C. Pearce. Anatomi dan Fisiologi untuk paramedis. Jakarta:


Gramedia Pustaka Utama. 2004.

Kirnanoro, Maryana N. Anatomi Fisiologi. Yogyakarta: Pustaka Baru


Press. 2007.

Mansjoer,Arif.dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Depok: Media


Aesculapicus FKUI. 2000.

Menul Ayu Umborowati, Rahmadewi. Rambut Rontok Akibat Lingkungan


dan kosmetik. Jurnal SKP. vol.24. 2012.

Tortora GJ, Derrickson B. Principle of anatomy and physiology. USA:


John Wiley & Sons. 2009.

Wibowo Daniel S. Anatomi Fungsional Elementer dan Penyakit yang


Menyertainya. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. 2003.